Anda di halaman 1dari 8

REVOLUSI PERANCIS

Pengertian Revolusi
Sebelum kita mempelajari peristiwa Revolusi Perancis ada baiknya untuk kita memahami arti kata Revolusi terlebih dahulu.Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan.Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa Revolusi Perancis adalah suatu masa didalam negara Perancis antara tahun 1789 sampai dengan 1799 para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa gereja khatolik Roma menjalani rekstruturisasi yang radikal (akar pohon: Orang-orang yang memahami sebuah permasalahan sampai keakar-akarnya dan oleh karena itu mereka lebih sering memegang teguh sebuah prinsip dibandingkan orang-orang yang tidak mengerti terhadap akar masalah. ) Apabila kita mengulas sejarah kebelakang perlu bagi kita untuk mengetahui bagaimana situasi pemerintahan perancis dari sebelum terjadinya sebuah peristiwa besar Revolusi Perancis agar lebih memahami kawasan negara perancis ini secara lebih terperinci.

Lukisan Louis XIV dari Perancis oleh Hyacinthe Rigaud (1701)

Situasi sebelum Revolusi


Situasi Politik Semenjak Prancis diperintah oleh Raja Louis XIV (16431715) kekuasanraja menjadi besar dan tidak terbatas. Rakyat harus tunduk kepada kekuasaan raja dan tidak boleh menentang terhadap apapun yang menjadi kebijakan raja. Rakyat juga tidak boleh mendapatkan pengaruh dari segi apapun yang dikhawatirkan akan menganggu jalannya pemerintahan raja baik dari pihak pemerintahan yang berperan sebagai penyalur aspirasi rakyat. Akhirnya terjadi pembubaran terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (Etats Generaux) yang dianggap mampu mengancam posisi raja yang apabila tetap dipertahankan. Dewan Perwakilan Rakyat pada saat itu dikhawatirkan akan menyampaikan opini publik mengenai raja Louis XIV yang bisa mengancam eksistensi nya dimana rakyat pada saat itu memang sangat membenci cara pemerintahannya yang dianggap telah menindas para rakyat kecil. Berpegangan pada prinsip "L'tat, c'est moi" ("Negara adalah saya" ) Raja Louis XIV hidup dalam kemewahan dan kemegahan. Ia membangun Istana Versailles dengan menghabiskan biaya yang sangat besar. Padahal biaya itu diperoleh dengan memungut bermacam-macam pajak yang tinggi dari rakyat. Hal tersebut membuat rakyat menderita dan membenci pemerintahnya sendiri. Berlanjut pada pemerintahan raja Louis XV, kekuasaan yang semakin menjadijadi ditambah pajak yang semakin mencekik rakyatnya menimbulkan rasa kebencian yang amat besar terhadap raja maupun kaum bangsawaan. Pada masa pemerintahan Raja Louis XVI (17741793), raja sudah tidak memiliki gezag (kewibawaan) dan kekuatan lagi. Hal itu disebabkan raja tidak berhasil memperbaiki keadaan. Situasi demikian memberi peluang yang sangat baik untuk meletusnya suatu revolusi. Situasi Sosial Ekonomi Masyarakat Prancis pada waktu itu terbagi menjadi tiga golongan: Golongan I terdiri atas para bangsawan. Golongan II terdiri atas ulama gereja/pendeta. I dan II Memiliki hak istimewa dan bebas dari pajak.

Golongan III terdiri atas rakyat biasa. III Rakyat yang Dapat kita ketahui dengan jelas bahwa golongan nomor dibebani oleh pajak. III lah yaitu golongan rakyat yang muncul menjadi golongan baru atau yang disebut dengan golongan Borjuis dan menjadi pelopor munculnya Revolusi Perancis. Setelah kita mengetahui bagaimana gambaran umum bentuk pemerintahan yang ada diperancis pada masa pemerintahan Raja Louis XIV selanjutnya kita beranjak untuk mengetahui sebab-sebab apa saja yang menjadi fackor pendukung terjadinya Revolusi Perancis itu sendiri yang terbagi oleh dua sebab yaitu: Sebab Umum 1) Adanya Pengaruh Rasionalisme Paham ini hanya mau menerima suatu kebenaran yang dapat diterima oleh akal. Paham ini telah melahirkan renaisans ( artinya: Lahir kembali, sebuah revolusi budaya dan reaksi menolak terhadap kakunya pemikiran serta tradisi yang ada diabad pertengahan. ) dan humanism yang menuntun manusia bebas berpikir dan mengemukakan pendapat. Oleh karena itu, muncullah ahli-ahli pikir yang karya-karyanya berpengaruh besar terhadap masyarakat Eropa pada saat itu termasuk tokoh masyarakat Prancis, seperti berikut: TOKOH TAHUN (1685-1753) JUDUL BUKU INTISARI Two Treaties of Mengumandangkan ajaran Government. Kedaulatan rakyat.

John Locke

(16891755)

L'es prit des Lois (Jiwa UndangUndang) .

Montesquieu

Teorinya tentang trias politika yakni tentang pemisahan kekuasaanantara legislative (pembuat undang-undang), eksekutif (pelaksana undang-undang), dan Judikatif (pengatur pengadilan segenap pelanggaran terhadap undang-undang yang berlaku. Hal ini semua dimaksudkan agar tidak terjadi sewenang-wenang).

( 17121778)

Du Contract Social (Perjanjian Masyarakat).

J.J. Rousseau

Menurut kodratnya manusia adalah sama dan memperoleh kemerdekaan untuk hidup serta didalam mengatur kehidupannya. Kemudian membentuk suatu perjanjian sesama anggota sosial atau kontrak sosial. Melalui perjanjian bersama itu, dibentuk suatu badan yang diberikan kekuasaan untuk mengatur dan menyelenggarakan ketertiban masyarakat yaitu pemerintah. Dengan demikian, kedaulatan rakyat sebenarnya bukan pada badan (pemerintah) melainkan terdapat pada rakyat itu dinegara itu sendiri.

Para tokoh tersebut berhasil memberikan pencerahan terhadap rakyat Perancis untuk berfikir rasional dan humanisme didalam mendongkrak pemerintahan yang dianggap kurang sesuai dengan fungsi yang sebenarnya dan memberi pengetahuan bahwa rakyatlah yang harusnya berperan serta didalam pemerintahan karena sesungguhnya pemerintahan diciptakan untuk mengatur kehidupan rakyat kearah yang lebih baik dan bukan menjerumuskan rakyatnya sendiri. Oleh sebab itu pentingnya pembagian kekuasaan pemerintahan yang berdasarkan pada Trias-Politika yaitu: legislative (pembuat undang-undang.) eksekutif (pelaksana undang-undang.)

Judikatif (pengatur pengadilan segenap pelanggaran terhadap undang-

undang yang berlaku.) Sehingga terciptanya keseimbangan antara kepentingan rakyat dan pencapaian tujuan negara apabila sistem pemerintahan terkelola dengan baik.
1) Adanya diskriminasi didalam masyarakat

Dimana keluarga raja kaum bangsawan dan gereja hidup makmur serta memiliki hak-hak istimewa, bebas dari kewajiban membayar pajak. Bahkan, mereka berhak memungut pajak, sedangkan rakyat yang hidupnya miskin justru dikenakan berbagai macam pajak yang memberatkan. Ini merupakan suatu ketidak adilan didalam negri sendiri dan memang perlu dilakukannya sebuah revolusi besar-besaran.
2) Pasukan Prancis di bawah pimpinan Lafayette (: Sebuah unit teritorial yang

dipimpin oleh pendeta terletak di negara AS Lousiana ) ikut membantu perjuangan rakyat Amerika untuk mencapai kemerdekaannya. Setelah kembali ke Prancis, mereka mengetahui dan merasakan bahwa pemerintah Perancis tidak mengakui hak-hak asasi manusia dan justru menindas rakyat. Oleh karena itu, semangat Revolusi Amerika menjiwai rakyat untuk mengadakan revolusi. 3) Adanya Pemerintahan Absolut yang Buruk (Ancien Regime) Kekuasan raja yang sangat besar tanpa batas bertindak dan memutuskan sesuatu tanpa ada pengkonfirmasian terhadap rakyatnya sehingga disini peranan rakyat tidak diikut sertakan terbukti dengan beberapa langkah yang ditempuh oleh Raja Louis XIV dalam masa pemerintahannya, diantaranya :
Mematahkan benteng-benteng kaum Calvinist yang terletak dinegara-negara

kecil di dalam lingkungan kerajaan Perancis. (sebuah organisasi yang didirikan oleh tokoh yang bernama Calvin pembela gerakan religius baru tahun 1533 dan reformasi di perancis yang lahir di Jenewa dalam menentang kekuasaan Raja Francis I) . Raja Louis XIV juga menghapus fungsi dan peranan dari lembaga/ Dewan perwakilan rakyat. Dengan tujuan agar peran rakyat tidak terlalu besar dalam campur tangan negara dan tunduk terhadap kekuasaan raja sehingga kekuasaan raja semakin besar dan tidak terbatas. Padahal Dewan Perwakilan Rakyat ini lah yang cukup berperan dalam membatasi tindakan raja untuk tidak bersikap sewenang-wenang ataupun berfoya-foya terhadap uang negara hasil pungutan pajak. Hal tersebut semakin medorong rakyat untuk melakukan revolusi ditambah lagi ada beberapa sebab-sebab utama

( khusus) yang menjadi pemicu bagi rakyat dalam melakukan perombakan birokrasi pemerintahan di negaranya yaitu: Sebab Khusus Sebab khusus terjadinya Revolusi Prancis adalah adanya krisis keuangan. Kehidupan raja dan para bangsawan istana serta permaisuri Louis XVI, yakni Maria Antoinette (terkenal dengan sebutan Madame deficit) yang hidup penuh dengan kemewahan dan kemegahan. Di samping itu, adanya warisan hutang dari Raja Louis XIV dan Louis XV menjadikan hutang negara makin menumpuk. Peristiwa Revolusi Perancis

Klimaks dari kesemena-menaan raja adalah terjadinya peritiwa Revolusi Perancis yang diatandai dengan penyerangan terhadap penjara Bastille14 juli 1789 ( adalah sebuah kastil yang dibangun pada tahun 1370 yang menjadi bagian dalam melindungi kota Paris dan pada abad ke-17 baru dipergunakan sebagai penjara untuk mengurung para pemberontak raja seperti Lelaki bertopeng Emas, dll. Bahkan penjara ini merupakan lambang dari kekuasaan dan kesewenang-weangan raja Louis. ) Semboyan dari Revolusi Perancis adalah: Libertie kebebasan Egalite persamaan raternity- persaudaraan Selanjutnya bentuk pemerintahan kerajaan Perancis diubah menjadi Republik dan dipimpin oleh pemerintahan Terror atau Regin Of Terror (Suatu sistem pemerintahan dengan cara diktator. ) Tahun 1795 bentuk pemerintahan Reign Of Terror digantikan dengan Directorie (1795-1799), namun belum bisa mengatasi kekacauan-kekacaun yang terjadi di Paris.

Dalam keadaan negara Perancis yang carut-marut ini munculah seorang seorang Jendral muda yang bernama Napoleon Bonaparte. Beliau mampu menyelamatkan kota Paris dari kekacauan, pergolakan, dan peperangan. Keberhasilan beliau mampu mengangkat namanya terkenal dan mendapat kepercayaan dari rakyat Perancis untuik memimpin serta mengangkatnya sebagai Konsul Republik Perancis tahun 1799.

Akibat Dari Revolusi Perancis Adalah:

Dibidang Politik
Peristiwa Revolusi tersebut menyadarkan rakyat akan pentingnya memperjuangkan sebuah kebebasan, menentang kekuasaan asing yang menindas rakyat, serta mampu memunculkan sebuah sikap nasionalime dalam membela dan mempertahankan negara demi terbentuknya negara yang berdasarkan kedaulatan rakyat.

Dibidang Ekonomi
Terjandinya penghapusan pemungutan pajak yang dilakukan oleh kaum bangsawan dan pendeta. Pembayaran pajak hanya diserahkan kepada negara demi kemajuan bangsa. Rakyatpun berhak memiliki lahan. Berkembangnya berbagai industri di Eropa, kehidupan perdagangan beralih ke pantai pedalaman dan menjalankan politik Kontinental ( adalah suatu sistem hukum dengan ciri-ciri adanya berbagai ketentuan-ketentuan hukum dimodifikasi (dihimpun) secara sistematis yang akan ditafsirkan lebih lanjut oleh hakim dalam penerapannya. Filosofi sistem hukum Eropa Kontinental tampak pada sifat-sifatnya yang represif, yang senantiasa cenderung melindungi yang berkuasa. Hal ini bisa dimaklumi karena yang berkuasa (waktu itu) adalah kolonial Belanda yang jelas ingin mempertahankan dan mengokohkan kekuasaannya melalui berbagai undangundang atau sistem hukumnya.)

Di Bidang Sosial
Munculnya Golongan buruh, petani, dan kaum Kapitalis (adalah sebuah sistem ekonomi yg filsafat sosial dan politiknya didasarkan kepada azas pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan paham kebebasan. )