Hasil Penelitian

Jurnal.Teknol.

dan Industri Pangan, Vol. XlV, No.3 Th. 2003

KARAKTERISTIK FISIK, KOMPOSISI KIMIA DAN UJI ORGANOLEPTIK TELUR AYAM MERAWANG DENGAN PEMBERIAN PAKAN BERSUPLEMEN OMEGA-3
[Physical Characteristic, Chemical Composition and Organoleptic Test of Merawang Chicken Egg Fed with Omega-3 Supplementation Diet]
Iman Rahayu HS
Staf Pengajar Jurusan IImu Produksi Ternak, FAPET-IPB, JI. Rasamala Kampus IPB Darmaga, Bogor Diterima 20 Maret 2003/ Disetujui 15 Agustus 2003

ABSTRACT
Chicken egg is a good quality animal protein source. The quality of the egg can be improved with spesific feeding, such as omega-3 supplementeddiet. Merawang chicken is one of local Indonesian chicken domesticated at Bangka Island, South Sumatera, and popular as a layer bird. The aim of this research was to study the effect of omega-3 supplementation on the physical characteristic, chemical composition and organoleptic test of Merawang chicken eggs. One hundred and thirty six eggs (73 eggs were control and 63 eggs was omega-3 suplemented) were collected from 64 Merawang chicken for eleven weeks. Feeding were arranged isonitrogenous (15.8%) and isocaloric (2650 kkallkg), and fed ad libitum. Omega-3 feeding was produced from fermentation of soybean waste (ampas tahu) and mold (Rhizopus oligosporus), then mixed with sea fish oil waste (1:1, w/w). The result showed that no significant effect of the treatment on physical characteristicparameter. Omega-3 eggs significantly (Ps.O. 5) increased the ratio of width and length of eggs. The score of yolk was increased 0 in omega-3 eggs which indicated increase of omega-3 fatty acids and fJ caroten contents. The total lipid and cholesterol contents were lower (Ps.0.05)in omega-3 eggs, however, omega-3 fatty acids component (Iinolenat, EPA and DHA) increased 10 and 6 times than control. Organoleptictest of colour, flavor, texture and taste of white portion, yolk portion and whole eggs were generally accepted by the panelis, both in the control and omega-3 eggs. Key words: Physical composition, chemical quality, organoleptic test, Merawang chicken egg, omega-3 supplement

PENDAHULUAN
Pangan asal hewan (ternak) merupakan sumber protein dan mengandung asam amino esensial yang tidak disuplai dari bahan pangan lain, sehingga sangat berpengaruh terhadap status kesehatan seseorang yang pada akhimya berperanan pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Sumber protein asal ternak tersebut di antaranya daging, susu dan telur. Telur unggas (ayam) mempunyai kandungan asam amino esensial dan non esensialyang cukup lengkap dan tinggi mutunya, sehingga sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk pertumbuhan, disamping mudah dicerna, mudah didapat dan murah harganya. Berbagai penelitian telah dilakukan terhadap karakteristik dan kualitas telur unggas (Romanoff dan Romanoff, 1963; Cook dan Briggs, 1977; Sirait, 1986; Sales et aI., 1996), tetapi hanya sedikit yang melaporkan padatelur ayam lokal (Prilajuarti, 1990; Sulistyowati, 1996; Iman Rahayu, 2001). Telur ayam Merawang merupakan alternatif sumber daya lokal yang bisa ditingkatkan mutu dankualitasnya dengan manipulasi pada pakannya.

Salah satu manipulasi pakan yang bisa diterapkan dan diharapkan mempunyai nilai tambah pada produk telur lokal yaitu dengan penggunaan suplemen omega-3 (Cherian et aI., 2002), yang merupakan asam lemak tidak jenuh rantai ganda yang berperanan dalam pembentukan sel otak balita atau anak-anak dan penurunan kadar kolesterol pada orang dewasa (Winarno, 1995; Siscovick, 1996). Penggunaan suplemen omega-3 sebanyak 5 % dalam pakan ayam ras petelur dilaporkan bisa meningkatkan kandungan DHA (docosa hexanoat) 10 kali lipat dan menurunkan kadar kolesterol LDL (low density lipoprotein) sebanyak 50 % (Rossi et aI., 1997; Iman Rahayu et aI., 1997). Komposisi fisik dan kualitas telur ayam dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya bangsa ayam, umur, musim, penyakit, lingkungan (suhu dan kelembaban), pakan dan sistem pengelolaan ayam tersebut (North dan Bell, 1990), yang pada gilirannya kualitas ini akan berperanan pada keputusan konsumen dalam menentukan pilihan. Penerimaan konsumen pada suatu produk dapat dilihat dengan melakukan uji organoleptik. Uji organoleptik dilakukan dengan menggunakan penilaian skala hedonik

199

Sumatra (Nataamijaya et al. kuning. skor kuning telur dan tebal kerabang). 1994. terdiri dari kualitas eksterior (keutuhan. Pulau Bangka. terhadap parameter wama. Ayam dipelihara selama 11 minggu. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan perangkat SAS (SAS Institut. 1987). Telur tersebut dianalisis kandungan air. tekstur dan rasa dari produk tersebut (Rahayu. serta komposisi kimia telur (proksimat) dari bagian putih. serta rasio kuning:putih). tebal ± 10 em. dan masing-masing ditimbang untuk menentukan beratnya. Uji organoleptik dilakukan dengan menggunakan 36 panelis agak terlatih dan dilakukan pada pukul 09. kuning dan campuran (putih dan kuning). kebersihan.00 WIB. Materi disiapkan di atas piring kertas setelah telur direbus dahulu. Setelah itu dipisahkan bagian putih dan kuning. kuning dan campurannya (putih dan kuning telur).8 x 1 xl m3. kolesterol. bungkil kelapa.. 1996). ukuran kandang 0. tepung ikan. Darwati et aI.Pengambilan sampel dan pemecahan telur Pengambilan sampel dilakukan 3 minggu setelah ayam mendapat perlakuan. Sehubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemikiran tersebut.57-1. Data uji organoleptik dengan skala hedonik dianalisis dengan metode Kruskal-Wallis (Steel dan Torrie. Hasil analisis menunjukkan suplemen omega·3 terdiri dari 2. 1998). putih dan kerabang. Setiap kandang merupakan ulangan pedakuan yang terdiri dan 4 ekor. Ayam·ayam tersebut diletakkan dalam kandang beralas litter.. Metode uji organoleptik dilakukan menurut Rahayu (1998). Kemudian dieampur dengan limbah minyak ikan laut (sarden) dengan perbandingan 1:1 (bib) (Komari. DCP (Diealsiumposphat). Nataamijaya.Pemeliharaan ayam Ayam-ayarn diletakkan dalam kandang secara aeak sesuai dengan pedekuan-ulanqan. Pakan dan air minum diberikan ad libitum. 1995). CaC03 dan NaCI. bentuk telur dan indeks tel uri rasio lebar dan panjang telur).9 % asam dokosahexanoat (DHA).7wo.Teknol. Sejumlah telur pada satu hari (Kamis) dikoleksi setiap minggu selama 8 minggu Peubah Peubah yang diamati meliputi karakteristik fisik (berat telur. Di dalam kandang juga disediakan tempat pakan dan tempat minuman.Basil Penelitian Jurnal.37). yang diperoleh dari pemeliharaan 64 ekor ayam Merawang dewasa umur 22·30 minggu. dan Industri Pangan. Warna kuning telur ditentukan dengan skor menggunakan alat Yolk Colour Fan (Hunton. Kecamatan Merawang. XlV. dieatat keadaan luarnya (keutuhan. P karoten dan asam lemak omega-3.00-11. 200 . . No. lemak. Vol. dan kualitas telur. Uji organoleptik meliputi warna. penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pakan bersuplemen omeqa-a terhadap komposisi fisik. Statistik Rancangan aeak lengkap pola searah digunakan dalam penelitian ini dengan 2 perlakuan. dedak halus. Diukur tinggi putih telur kental (dengan micromete~ untuk menentukan nilai Haugh Unit (HU) berdasarkan rumus: HU= 100 log(H+7. karbohidrat. Metode . METODOLOGI Bahan dan alat Sejumlah telur yang digunakan terdiri dari 73 butir telur kontrol dan 63 butir telur ayam Merawang yang diberi pakan bersuplemen omega·3 dengan kadar 5 %. yang merupakan salah satu jenis ayam lokal dan banyak dibudidayakan di daerah Sungai Liat. kualitas kimia dan organoleptik telur ayam Merawang. Pakan diberikan ad libitum disusun isoprotein (15..8 %) dan isokalori (2650 kkal/kg) yang terdiri dan bahan jagung. Untuk mengetahui komposisi kimia dilakukan analisis beberapa butir telur meliputi bagian putih.Pembuatan suplemen omega·3 Ampas tahu difermentasi dengan kapang Rhizopus sp. kemudian telur dipecahkan di atas meja kaca. aroma. . bungkil kedele. kebersihan. dikeringkan dan digiling. 2003 berturut·turut untuk dilakukan pemeeahan pada keesokan pagi harinya. Kerabang telur ditimbang dan diukur ketebalannya dengan menggunakan micrometer calliper.3 Th. wama kerabang. 4 dan 5 terhadap panelis keseluruhan sebagai persentase panelis yang menerima dan rasio jumlah panelis yang memberi skor 1 dan 2 terhadap panelis keseluruhan sebagai persentase panelis yang tidak menerima/ menolak. Vaksinasi ulangan terhadap ND (New Castle Diseases) diberikan sesuai jadwal yaitu pada umur 28 minggu. kuning dan campuran putih dan kuning telur. 2002). 1997) setelah· ditransformasikan ke dalam arcsin dan logaritma. 2000.4 % asam eikosapentanoat (EPA) dan 1.6 % asam lemak linolenat. Sebutir telur dibagi 4 bagian untuk masing-masing putih. 2.dimana H= tinggi putih telur kental dan W= berat telur (Mountney. aroma. 1976). tekstur dan rasa telur dengaan sistem skoring pada lembar isian (berdasarkan skala hedonik). Selain itu juga diberikan obat ngorok dan vita stress (dosis 5 grl 10 liter air minum). bentuk dan indeks lebarpanjang telur) dan kualitas interior (nilai HU. Pengamatan karakteristik fisik adalah telur ditimbang. Persentase tingkat penerimaan dihitung berdasarkan rasio jumlah panelis yang memberi skor 3. protein. serta sarang berlubang dua.

kuning 33% dan 32%.02 vs.77 + 0.71 + 0.81 vs.. sehingga proses kalsifikasi kerabang pada ayam lokal agak lebih bagus. kuning. hal ini disebabkan karena ayam habis terserang tetelo (New Castle Diseases) yang mengakibatkan gangguan pada saluran reproduksinya. 1983). 2003 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik fisik Proporsi berat kuning. karena ayam Merawang ini memang belum terseleksi sebagai petelur yang menghasilkan wama kerabang telur yang seragam.09 62.38 + 0. 1999). skor kuning telur dan tebal kerabang (TabeI3). Kualitas eksterior telur penelitian ditampilkan pada Tabel 2.17 22. Telur kontrol Peubah Bentuk (%) 86 normal. 47 putih 86 + 1. Meskipun secarastatistik tidak berbeda.49 5. bentuknya lebih ellipsoidal I lonjong (Gonzales et al.25+ 0.Hasil Penelitian Jurnal.28 + 0.97 Indeks telur (lebar:panjang) 0.3 Th. Setelah telur sampel dipecah didapatkan kualitas interior telur.34 5.28 23.. 7.02 0. meliputi Haugh Unit (HU).42 14. Vol. dan kerabang 14% dan 13%. putih dan kerabang telur penelitian tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Keadaan warna kuning telur yang semakin pekat diduga karena kandungan asam lemak omega-3 dan ~ karoten yang terdapat pada kuning telur tersebut. Rataan kualitas eksterior telur kontrol dan telur bersuplemen omega-3.67 Telur bersuolemen Omega-3 41. 0.01b 201 . 15 tak normal 53 coklat.93 + 0. Peubah Berat telur (~utir) Berat kunino telur (glbutir) Berat putih telur (glbutir) Berat kerabanq (dbutir) Berat kuning:putih telur (%) Telur kontrol 43. kuning dan kerabang telur berturut-turutadalah 57%. Pada telur ayam Merawang didapatkan persentase berat putih untuk telur kontrol dan bersuplemen omega-3 adalah 53% dan 55%.66 + 0. tapi telur yang diperoleh dari ayam yang mendapat perlakuan pakan kontrol relatif lebih besar.77). 1982). Keterangan.supersknp yang berbeda menunlckkan slgnlflkansl nyata (P~0. Keadaan warna kuning telur bersuplemen omega-3 nyata lebih kuning daripada telur kontrol yang ditunjukkan dengan nilai skor yang besar (9. dan lndustri Pangan.02a . Hal ini sesuai dengan penelitian pendahuluan Iman Rahayu (2001) yang membandingkan antara telur ayam Merawang. XIV. 1964).69 13.98 + 0. Indeks telur bersuplemen omega-3 nyata lebih besar daripada telur kontrol (0. 32% dan 11%.40 + 0.71 + 0.74 Tabel2. Rasio berat kuning dan putih telur juga menunjukkan hal yang sama (TabeI1). Disampingitu penyakit Infectious Bronchitis (IS) juga dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan sebagian atau keseluruhan saluran reproduksi ayam (Sainsbury. Pada ayam ras proses bertelur terjadi sepanjang han (produksi sekitar 300 butir/tahun). Hal ini dimungkinkan dengan melihat keadaan fisiologis ayam. Pada kedua kelompok telur perlakuan didapatkan kualitas AA yang ditunjukkan dengan nilai HU diatas 72 (USDA.. Terlihat bahwa telur ayam Merawang! ayam lokal mempunyai persentase rasio kuning : putih dan berat kerabang yang lebih besar dibandingkan dengan telur ayam ras. Romanoff dan Romanoff (1963) menyebutkan bahwa persentase berat putih. yang berarti telur lebih spherical I agak bulat yang biasa didapatkan dari telur berukuran kecil.62 + 0. 1994). disamping faktorkualitas pakan juga berpengaruh.Teknol. sedangkan indeks kecil yang didapatkan pada kelompok telur kontrol dengan ukuran telur besarl berat.81 + 0. sedangkan pada ayam 10kai/Merawang sekitar 125 butir/tahun (SPTHMT. No. 28 putih Kebersihan (%) 84 + 0. Tabel 1. Rataan berat. Warna kerabang telur normal. Didapatkan sekitar 15% telur berbentuk tidak normal (benjol).05) Telur bersuplemen Omega-3 85 normal. putih dan kerabang telur serta persentase kuning:putih telur kontrol dan telur bersuplemen omega-3.16 58. bervariasi dari putihcoklat. ayam Kampung dan ayam ras.08). Faktor pakan juga berpengaruh pada pigmentasi kuning telur terutama pada pakan yang bersumber dan biji-bijian (Ferner et al. 14 tak normal Warna Kerabang telur (%) 72 coklat.

Skor 4 untuk penilaian organoleptik pada warna bagian putih.09 0.5 kali dari telur kontrol. yodium.Teknol. 1994. (2002). ferrum. XIV. Kandungan energi telur ayam Merawang yang didapat dari dua kelompok perlakuan masih lebih tinggi dari hasil yang dilaporkan oleh Puwastien et aI. total kolesterol. kuning dan campuran (putih dan kuning) telur disajikan pada Tabel6.92 345 295 0. asam lemak omega-3 dan J) karoten terutama pada bagian kuning telur. Organoleptik Nilai analisis modus organoleptik yang menunjukkan daya terima konsumen terhadap produk telur penelitian meliputi bagian putih. Peningkatan kandungan omega-3 dalam telur ini bisa dimanipulasi dengan memberikan pakan mengandung omega-3. 1994. dengan hasil penelitian yang dilaporkan oleh Iman Rahayu et aI.0 Pth Telur bersuplemen Omega-3 Kng Camp 51. meskipun penilaian panelis terhadap aroma ini lebih tinggi pada telur kontrol (40. Kebalikannya dengan kandungan NaCI (garam).022 3. itik dan puyuh (Iman Rahayu.15 1.01 Komposisi kimia Analisis nutrisi dari telur penelitian disajikan pada Tabel 4.21 1.. 202 . Siscovick. Skor 3 untuk aroma pada kuning telur menunjukkan panelis bisa menerima aroma kuning telur. Joyce dan Nettleton.Lernak Omega-3 ~ karoten (%) . 1992).17 21. No. 1994).98 14. yaitu dapat menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi.18 327 307 162 138 0. kalium.47 237 Telur kontrol Kng 52.008 - - Penurunan kadar kolesterol pada kuning telur bersuplemen omega-3 (sebesar 45%) berindikasi baik karena semakin rendah kolesterol yang dikandung dalam sebutir telur akan meningkatkan kualitas telur dan mengurangi resiko atherosclerosis bagi yang mengkonsumsinya. Keterangan: supersknp yang berbeda menunlukkan slgmflkansl nyata (P:s...Basil Penelitian Jurnal. fosfor. Jumlahnya bervariasi yang dapat ditemukan pada telur ayam ras.86). Hal ini disebabkan oleh aroma pada telur beromega-3 mempunyai aroma seperti ikan yang diberikan pada pakan sebagai sumber omega-3 (Jiang et aI.23 0. Terdapat perbedaan yang besar pada kandungan lemak. Analisis kimia telur kontrol dan telur bersuplemen omega-3.15b 0.02 21. (1997).3 Th..010 4.02 + 0. Sudibya (1998) dan Cherian et aI. Keterangan: . khlor. selain faktor usia ayam juga mempengaruhi dalam proses metabolisme (Shafey dan Cham..01 . mangan.22 29..17 14.69 1.0.50 15. kuning dan carnpur telur menunjukkan panens secara umum menyukai warna telur kontrol maupun telur ber omega-3. Peubah Kadar Air (%1 Protein (%BK) Lemak (%BK) Karbohidrat (% BK) Kalori (kal!gr) Kolesterol (mg%) As. Tabel4.75 + 1. memperbaiki kesehatan bagi penderita diabetes dan secara khusus pada balita adalah sebagai komponen pertumbuhan jaringan otak serta meningkatkan kandungan omega-3 dalam air susu ibu (ASI) (Cherian dan Sim. Hal ini sesuai Kandungan yodium meningkat dua kali lipat pada telur bersuplemen omega-3 baik yang ditemukan dalam bagian kuning maupun campuran (putih dan kuning) telur. (2000) yang meneliti pada telur ayam ras. 1996). kobalt dan kuprum. dan Industri Pangan.08 + 0.34 + 0. Menurut Anggorodi (1985) zat-zat mineral yang terdapat dalam sebutir telur mencakup kalsium.tidak dianallsis Pth 87.5 10. Vol. Pada telur ayam Merawang tidak didapatkan perbedaan kandungan mineral pada kedua kelompok telur (Tabel 5).75 295 339 0.13 9. 2003 Tabel3.01 70.9 - - - - 0.23 1. 32. ayam kampung. Telur kontrol 85. magnesium.34 + 0.98 1. natrium. Heranita (1998). Rataan kualitas interior telur kontrol dan telur bersuplemen omega-3.49 + 1.06 Skor kuning telur 7. Sedangkan kandungan asam lemak omega-3 dan J) karoten (prekursor vitamin A) dapat ditingkatkan 10 dan 1. menurunkan resiko terkena kanker. Omega-3 merupakan senyawa asam lemak tidak jenuh ganda yang diketahui mempunyai manfaat bagi kesehatan. 2001). Kadar lemak kasar dan total kolesterol pada kuning telur bersuplemen omega-3lebih rendah 30% dan 51% daripada telur kontrol.16 4.29 25.5 Camp 71. zinkum.14 vs.05) Haugh Unit (HU) Peubah Telur bersuplemen Omega-3 83.22" Tebal kerabang (mm/butir) 0.85 15.

02 0. sedangkan telur bersuplemen omega-3 mempunyai indeks dan skor kuning telur yang lebih tinggi daripada telur kontrol. Karakteristik genetik eksternal ayam merawang. 1999. dan lndustri Pangan. and S. Jakarta. S. B.038 0. Nakai (Eds. 1994. Eggs Uses and KESIMPULAN Karakteristik fisik telur ayam Merawang tidak dipengaruhi olen perlakuan. Rasa kuning dan campur telur kontrol maupun telur beromega-3 menunjukkan panelis dapat menerima dengan ditunjukkannya skor modus 4.. Ferrier. 1995).18 0. Pangestu dan H. In: Sim. Sembawa.016 0. S. and S.008 0. tekstur dan rasa.% Ferrum Fe) -mg% Zink Zn)-% Yodium Yod)-ppm NaCI-p_I)_m . In: Sim. S. W. 13 karoten dan mineral yodium yang cukup signifikan. Parameter organoleptik untuk rasa ini banyak berkaitan dengan aroma yang dihasilkan oleh telur tersebut karena dalam menentukan rasa suatu makanan diperlukan penunjang lain diantaranya adalah penciuman (Winarno. S.. 1985..08 0.Teknol. E.051 0. S. Cotterill). 2003 Tabel5.037 0. 1977.). J. Eggs Uses and Processing Technologies. Cherian.063 12 60 Camp 0. Penilaian panelis yang telah ditransformasi (metode Kruskal-Wallis) pada bagian putih telur kontrol lebih tinggi daripada telur beromega-3 (42. aroma. Iman Rahayu. In: Egg Science and Technology. S. and G.089 0. Squires. Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Temak {BPTHMT}. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Canada.88) meskipun modusnya menunjukkan skor yang sarna yaitu 3 yang berarti panelis dapat menerima rasa putih telur ini. Kemajuan Mutakhir dalam IImu Makanan Ternak Unggas. dimana omega-3 merupakan lemak dan akan mengakibatkan tekstur yang lebih berminyak dibandingkan telur kontrol.04 0. 2002. Hal ini dikarenakan secara kimia telur beromega-3 mempunyai kandungan omega-3 yang lebih banyak (Tabel 4). Fatty Acid Composition and Egg Components of Specialty Eggs. Nakai (Eds.. Peubah Kalsium (Ca) --% Phosphor (P) -. CAB International. Ciawi. and J. R. J. J. Poultry Science. Easton and E. Vol. G.13 vs. K. Darwati. 81:30-33. No.06 0. 30. Stadelman.Q12 2 68 Telur kontrol Kng 0. Connecticut. G. Peubah Warna Aroma Tekstur Rasa Pth 4 4 4 3 Telur kontrol Kng 4 3 4 4 Camp 4 4 4 4 Pth 4 4 2 3 Telur bersuplemen Omega·3 Kng Camp 4 4 4 3 4 2 4 4 Skor modus uji organoleptik untuk tekstur putih dan campur telur menunjukkan panelis tidak suka atau tidak bisa menerima telur beromega-3 daripada telur kontrol. DAFTAR PUSTAKA Anggorodi.04 6 32 Pth Telur bersuplemen Omega-3 Kng Cam1!_ 0. 2002. Westport. Sumatera Selatan. Penerbit UI Press. 1994. Holsonbake and M. (Eds. J. Cherian. M. Keterangan: .tldak dlanalisls Pth 0. Kandungan mineral telur kontrol dan telur bersuplemen omega-3.).008 0. XlV.07 0. AVI publishing company Inc.026 0. Secara umum telur bersuplemen omega-3 dapat dlterma panelis berdasarkan uji organoleptik terhadapwarna. B. L. Sim. total kolesterol dan NaCI. Cook. dan meningkatkan kadar asam lemak omega-3. J. Holub. Budidaya Ayam Buras Bangka_ Direktorat Jenderal Peternakan. Nilai modus uji organoleptik telur kontrol dan telur bersuplemen omega-3.3 Th. T. Nutritive Value of Eggs. J.005 24 20 - - ° 11 17 ° Tabel6. P. B.Hasil Penelitian Jurnal. Departemen Pertanian. Briggs. Telur bersuplemen omega-3 juga dapat menurunkan kandungan lemak. 203 . The 2nd Ed. Lesson. L. Bogor. and O. High Linolenic Acid Eggs and Their Influence on Blood Lipids in Humans. Omega-3 Fatty Acid Enriched Eggs as a Source of Long Chain Omega-3 Fatty Acids for the Developing infant. Goeger.

. Jakarta. Karakteristik morfologis delapan varietas ayam buras langka. 1983. and D. Burlingame. P. Vol. Westport. Nataamijaya. Ahn. 1990. Prosiding Seminar Teknologi Pangan. Komart dan Iman R. In: Sim. E. Fakultas Peternakan. Poultry Science. A Comparison between Egg Surface and Volumes of Several Avian Species. Produksi dan Kualitas Telur Ayam Kampung. Diwyanto dan Haryono. Sungpuag. Nataamijaya. R. Belyavin (Eds. 204 . 1995. Apriyantono. The Avian Egg. L. Disease and Welfare of Farm Livestock. Sirait. Prinsip dan Prosedur Statistika. Institut Pertanian Bogor. Laboratory Evaluations of Egg Quality In: Wells. Sim. Steel. Bali. Flax and Sunflower Seeds on linternal and Sensory Qualities of Eggs. Iman Rahayu. D. Lamid and R. H. Karya IImiah.. Suatu Pendekatan Biometrik. The Effect of Omega-3 Fatty Acids Supplementation on the Lipid Profile and Cholesterol Levels in Eggs. London. Technologies. Sales. Kualitas Telur Ayam Omega-3. dan J. Laporan Penelitian. Komari.. M. Penuntun Praktikum Penilaian Organoleptik. Romanoff. Telur dan Pengolahannya.. Bogor. Lander and J. Komari. C. 1997. M. H. Joyce. K.. Nakai (Eds. S. G. D. Buletin Plasma Nutfah. Alimon. World Poultry Science Journal. P. A. A. CAB International. 1996. Torrie. T. 71: 378-382. Romanoff. Bogor. O. Shafey. Poultry Product Technology. Statistics in RAY. Bogor. 1996. Commercial chicken production manual. Hunton. John Wiley & Sons Inc. A Thomsom Publishing Company. R. 1963. N. Bell. North. 1990. Puwastien. 6 NO. Roca. Siscovick. Pengaruh Penggunaan Konsentrat Asam Lemak Omega-3 dan Sumber Lemak Lain dalam Ransum terhadap Konsentrasi Kolesterol. The 9th Veterinary Association Malaysia Scientific Congress. CAB International. A. PT. Sainz and M. Hal: 22-26. Altering Ffatty Acids and Cholesterol Content of Eggs for Human Consumption. Denpasar. Butterworths. Bioproses produksi telur kaya DHA (Docosahexaenoic acid). Gramedia Pustaka Utama. London. J. and S. J... G. 2000. M. P. 52: 4552. Granada. XIv. 2001. Rossi.Teknol. SAS® Users Guide. Sainsbury. Komponen Asam Lemak Telur dan Performans Puyuh Petelur. 1992. Bogor. Canada. Z. The AVI Publishing Company. G. Influence of Feeding Fullfax.Hasil Penelitian Jurnal. Institute of Nutrition. and B. Pusat Pengembangan dan Penelitian Peternakan. New York. C. Yogyakarta. A. M. Jurusan Teknologi Pangan dan GizL Fakultas Teknologi Pertanian. Jiang. and A. S. ASEAN Food Composition Tables. A. The 4th Ed. The 2nd Ed. H. R. 1986. R. W. Connecticut. A. G. The native chicken of Indonesia. International Conference on Highly Unsaturated Fatty Acids in Nutritional and Disease Prevention. and Nettleton. Institut Pertanian Bogor. Thailand. U. 1976. 1998. Collins Profesional and Technical Books.) Egg QualityCurrent Problems and Recent Advances.). G. A. Penang. D. Comparative Biochemistry and Physiology. D. 1994. Westport. Poggenpoel and S. Connecticut. 1982. 1998. P. 1996. G. 10-11 Juli 1996. and C. 73A:301·302. Seminar Nasional Pangan dan GizL PATPI. Omega-3 Fatty Acids and Health. Buletin Peternakan UGM. A. D. Cilliers. G. Prosiding Seminar Sains dan Teknologi Peternakan. SkripsL Fakultas Peternakan. Heranita. Comparative physical and nutritive characteristics of ostrich eggs. The 2nd Ed. Terjemahan B. Malaysia. NC-USA. AVI Publishing Company Inc. Inc. Multiple Effects of Omega-3 LC-PUFA on Cardiovascula( Disease.. L. Iman Rahayu. D.1. 1997. A. J. Prilajuarti. Yogyakarta. Karakteristik fisik dan nutrisi telur ayam merawang. Raroengwichit and P. Cham. Animal Health: Health. Lamid. S. Eggs Uses and Processing Technologies. dan lndustri Pangan. Edisi Tambahan. Alemany. 1994. S. 1997. Sumantri. A. Ayam Pelung dan Ayam Bangkok. 1987. New York.3 Th. Chapman and Hall. Gonzales. The 1st Ed. Bogor. 1994. Vol. Institut Pertanian Bogor. Cary. Mountney. B. 2003 Processing Canada. Mahidol University (INMU). E. J. No. SAS Institute. 2000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. H. Rahayu. Hidayati.

Karya IImiah. Kimia Pangan dan Gizi. G. USDA. Egg Grading Manual Agriculture. Bogor. 2003 Sudibya. Fakultas Peternakan.3 Th. 75. Winarno.Hasil Penelitian Jurnal. Vol. Gramedia. Institut Pertanian Bogor. 1996. Sulistyowati. No. 1995.Teknol. F. 205 . 1964. Manipulasi Kadar Kolesterol dan Asam Lemak Omega·3 Telur Ayam Melalui Penggunaan Kepala Udang dan Minyak Ikan Lemuru. Disertasi. 1998. Pengaruh Pemberian Tiga Macam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Kampung. Handbook No. Institut Pertanian Bogor. Bogor. XlV. A. Jakarta. Program Pasca sanana. dan lndustri Pangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful