Anda di halaman 1dari 5

Nama : Lusi Juniarti

NIM : 044021946
Jurusan : Akuntansi

1. Ilmu ekonomi merupakan studi tentang bagaimana memanfaatkan sumber daya yang
terbatas untuk menghasilkan berbagai komoditas dan mendistribusikannya. Jelaskan dua
hal mendasar dalam ilmu ekonomi!
Jawaban : Secara sederhana, ilmu ekonomi sebenarnya didasarkan pada tiga (3) konsep
penting, yaitu kelangkaan (scarcity), pilihan (choice), dan pengambilan keputusan
(decision making). Ilmu ekonomi muncul karena manusia selalu ingin mendapatkan
sesuatu melebihi sumber daya yang dimilikinya. Misalnya, manusia ingin hidup di dunia
yang nyaman dan aman, air yang bersih, pendidikan yang baik, rumah mewah, kendaraan
bagus. Sementara untuk mendapatkan itu semua, seseorang dibatasi oleh waktu,
pendapatan, dan harga yang harus dibayar yang akhirnya berujung pada tidak
terpenuhinya semua keinginan tersebut. Oleh karena itu, ilmu ekonomi diperlukan untuk
memahami bagaimana cara memenuhi keinginan yang tidak terbatas tersebut dengan
sumber daya yang terbatas.

2. Sampai saat ini terdapat dua mazhab penting dalam ilmu ekonomi yaitu mazhab Klasik
dan mazhab Keynes. Jelaskan perbedaan pandangan mazhab klasik dan mazhab Keynes
terhadap perekonomian!
Jawaban : Berbicara tentang ekonomi tentu tak lepas dari pandangan atau teori-teori
yang memengaruhinya. Fenomena-fenomena ekonomi yang meliputi inflasi, tingkat
harga, tingkat pertumbuhan ekonomi, pendapatan nasional, Produksi Domestik Bruto
(PDB), dan perubahan di tingkat pengangguran tentunya memunculkan beberapa teori
yang berbeda-beda dari para ekonom. Ada dua teori yang terkenal dan sering menjadi
perdebatan dalam ilmu ekonomi, teori tersebut adalah teori Keynes dan klasik. Perbedaan
kedua teori tersebut turut memengaruhi kebijakan pemerintah suatu negara. Satu sisi
percaya pemerintah harus memainkan peran aktif dalam mengendalikan ekonomi,
sementara yang lain berpikir ekonomi lebih baik dibiarkan untuk bekerja dengan
sendirinya. Adapun perbedaan pandangan mazhab klasik dan mazhab Keynes terhadap
perekonomian antara lain :
1. Pandangan Terhadap Ekonomi
Teori Keynes merupakan teori yang dipelopori oleh John Maynard Keynes, teori ini
percaya bahwa kapitalisme adalah sistem yang baik, tetapi terkadang dibutuhkan
bantuan. Ketika kondisi ekonomi sedang baik, masyarakat bekerja, kemudian
menghasilkan uang dan membelanjakannya untuk hal-hal yang mereka inginkan.
Pengeluaran tersebut merangsang ekonomi, dan semuanya berjalan lancar. Tetapi
ketika ekonomi menurun, semuanya akan berubah. Bisnis mulai banyak yang tutup
dan banyak karyawan yang dipecat. Banyak orang tidak punya uang untuk
dibelanjakan, dan mereka hanya bisa bertahan dengan apa yang tersisa. Ketika orang-
orang berhenti belanja, tentu perekonomian akan kehilangan momentumnya dan
kondisinya semakin jauh ke bawah.
Sedangkan dalam teori klasik perekonomian secara makro akan tumbuh dan
berkembang apabila perekonomian diserahkan kepada pasar. Mereka percaya bahwa
penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri, berapapun jumlah dan jenis
barang yang diproduksi pasar akan mampu menyerapnya, teroi ini yang disebut
dengan hukum Say.
2. Pandangan Tentang Intervensi Pemerintah
Keynesian (pendukung teori Keynes) mengatakan bahwa intervensi pemerintah
sangat wajar dan diperlukan. Jika masyarakat tidak belanja, maka pemerintah harus
turun tangan dan mengeluarkan kebijakan yang dapat merangsang belanja
masyarakat. Pemerintah harus menjalankan defisit fiskal dengan meningkatkan
pengeluarannya atau menurunkan pajak. Pemerintah dapat meluncurkan beberapa
proyek, seperti proyek infrastruktur. Proyek-proyek tersebut tidak hanya akan
menuntut lebih banyak tenaga kerja tetapi juga lebih banyak barang dan jasa dari
sektor swasta. Pajak yang lebih rendah juga meningkatkan pendapatan konsumen.
Masyarakat juga dapat menghabiskan lebih banyak uang untuk barang dan jasa,
karena mereka membayar pajak yang lebih rendah. Keduanya akan menghasilkan
peningkatan permintaan yang tinggi dan merangsang laju perekonomian. Prospek
permintaan yang lebih baik mendorong perusahaan untuk meningkatkan produksi.
Mereka pada akhirnya memerlukan tenaga kerja yang lebih banyak. Jika permintaan
konsumen bertahan, perusahaan memesan barang modal untuk meningkatkan
kapasitas produksi. Seringkali, mereka juga menaikkan harga jual untuk mendapatkan
lebih banyak keuntungan.
Sebagai hasilnya, peningkatan pengeluaran pemerintah atau penurunan pajak tidak
hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mengurangi pengangguran dan
menyebabkan inflasi merangkak naik.
Teori klasik justru sebaliknya menginginkan perekonomian yang berjalan tanpa
campur tangan pemerintah. Adam Smith pelopor teori klasik menyebut pandangan ini
Laissez Faire yang berasal dari bahasa Perancis yang digunakan pertama kali oleh
para psiokrat di abad ke 18 sebagai bentuk perlawanan terhadap intervensi
pemerintah dalam perdagangan. Laissez Faire berkembang selama awal dan
pertengahan abad ke-19. Secara umum, istilah ini dimengerti sebagai sebuah doktrin
ekonomi yang tidak menginginkan adanya campur tangan pemerintah dalam
perekonomian. Smith menganjurkan pemerintah memberikan kebebasan ekonomi
kepada rakyat dalam bingkai perdagangan bebas, baik dalam ruang lingkup domestik
maupun internasional.
3. Pandangan Pada Pasar Bebas dan Harga
Keynesian percaya harga harus lebih terpaku pada satu kisaran, dan pemerintah harus
berusaha menjaga stabilitas harga tersebut. Mereka ingin melihat pemerintah
memengaruhi masyarakat dan perusahaan untuk menjaga harga dalam kisaran yang
ditentukan.
Di sisi lain, teori ekonomi klasik berpandangan bahwa pasar bebas akan mengatur
dirinya sendiri tanpa campur tangan seseorang atau pemerintah. Setiap orang bebas
mengejar kepentingannya sendiri di pasar yang bebas dan terbuka untuk semua
kompetisi. seseorang melakukan pekerjaannya, mereka dibayar dan menggunakan
upahnya untuk membeli produk lain. Intinya, pekerja menciptakan permintaan
mereka sendiri akan barang dan jasa.
4. Pandangan Terhadap Pengangguran dan Inflasi
Keynesian menyukai keterlibatan pemerintah dan lebih peduli tentang jumlah orang
yang memiliki pekerjaan daripada inflasi. Mereka melihat peran pekerja dengan
kemampuan yang dimilikinya dapat berkontribusi dalam masyarakat. Keynesian tidak
khawatir tentang biaya barang atau daya beli mata uang.
Sebaliknya walaupun ekonom klasik memiliki beberapa kekhawatiran tentang
pengangguran, tetapi mereka lebih khawatir pada inflasi harga. Mereka melihat inflasi
sebagai ancaman terbesar bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Teori klasik percaya ekonomi akan menciptakan lapangan pekerjaan dengan
sendirinya tanpa campur tangan pemerintah. Mereka justru berpikir pengangguran
dihasilkan dari campur tangan pemerintah di pasar bebas atau adanya monopoli
dalam suatu industri.
5. Pandangan Pada Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan
Perbedaan utama antara teori Keynes dan teori klasik adalah bagaimana memprediksi
dan memperlakukan pertumbuhan ekonomi di masa depan. Keynesian fokus pada
masalah jangka pendek. Mereka melihat masalah-masalah ini sebagai kekhawatiran
mendesak yang harus dihadapi pemerintah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi
jangka panjang.
Teori klasik lebih fokus pada hasil jangka panjang dengan membiarkan pasar bebas
menyesuaikan diri dengan masalah jangka pendek. Mereka percaya masalah jangka
pendek hanyalah goncangan sementara yang pada akhirnya akan diselesaikan oleh
pasar bebas dengan sendirinya.

3. Untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan menanggulangi dampak Covid-19, Pemerintah
perlu menetapkan kebijakan ekonomi yang tepat yaitu kebijakan fiskal yang didukung dan
diimbangi dengan kebijakan moneter. Jelaskan mengapa pemerintah perlu menetapkan kebijakan
ekonomi yang tepat!
Jawaban : Pemilihan kebijakan ekonomi yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga
perekonomian agar dapat stabil, mencapai alokasi sumber daya yang efisien, dan terciptanya
distribusi pendapatan yang lebih merata. Berbagai kondisi tersebut akan meminimalisasi
terjadinya ketidakpastian dalam perekonomian yang berujung pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat
secara agregat. Salah satu kondisi yang berbeda di era globalisasi ini (dibanding era sebelumnya)
ialah bahwa kondisi perekonomian suatu negara tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang terjadi
di negara lain. Dengan kata lain bahwa tidak hanya pemerintah yang dapat mempengaruhi
perekonomian, melainkan juga faktor eksternal. Sehingga, pemilihan kebijakan ekonomi yang
tepat semakin membutuhkan pertimbangan yang matang, dengan mengantisipasi berbagai
dampak faktor eksternal, yaitu luar negeri

4. Produk Domestik Bruto [PDB] dapat dihitung melalui tiga pendekatan yaitu Pendekatan
Produksi, Pendekatan Pendapatan dan Pendekatan Pengeluaran, namun perhitungan PDB dengan
Pendekatan Pendapatan tidak dilakukan di Indonesia. Mengapa perhitungan PDB dengan
Pendekatan Pendapatan tidak diterapkan di Indonesia?
Jawaban : Perhitungan PDB ( Produk Domestik Bruto ) dan Pendekatan Pendapatan ( Income a
product ) sulit diterapkan karena memiliki pendapatan atau pemasukan yang berbeda, misalnya
Pendekatan pendapatan (income a product) melalui pendapatan nasional yang diperoleh dengan
cara menjumlahkan pendapatan dari berbagai faktor produksi yang memberikan sumbangan
terhadap proses produksi, sedangkan (PDB) berasal dari total nilai pasar, semua barang dan jasa
akhir yang diproduksi dalam perekonomian domestik selama periode tertentu.

Sumber Referensi
Buku Materi Pokok ESPA4110 Pengantar Ekonomi Makro hal.1.1 – hal.1.15
https://ajaib.co.id/ini-perbedaan-pandangan-ekonomi-teori-keynes-dan-klasik/