Kisah Bilal Bin Rabbah

Author: amirkhan | Posted at: 21:17 | Filed Under: Kisah Para Sahabat Nabi |

Bilal lahir di daerah As-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnusSauda’ (putra wanita hitam). Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Mekah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abduddar. Saat ayah mereka meinggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir. Beliau adalah sahabat Nabi yang terkenal. Dia adalah seorang mu'adzin (juru adzan) di masjid Nabawi. Sebelumnya, ia seorang hamba sahaya milik seorang kafir Quraisy kemudian memeluk Islam. Keislamannya menyebabkan Bilal r.a. mengalami banyak penderitaan dan kesengsaraan akibat perbuatan orang-orang kafir. Umayah bin Khalaf adalah seorang kafir yang paling keras memusuhi Islam, ia pernah membaringkan Bilal r.a. di atas padang pasir yang panas membakar ketika matahari sedang terik sambil menindih batu besar di atas dadanya sehingga Bilal r.a. tidak dapat menggerakan badannya sedikitpun. Umayah berkata "Apakah kamu bersedia mati dalam keadaan seperti ini? Ataukah kamu mau terus hidup, dengan syarat kamu tinggalkan agama Islam?" Walaupun Bilal r.a. disiksa seperti itu namun ia berkata "Ahad!!! Ahad!!!" yang artinya Esa (maksudnya Allah maha Esa) Pada malam harinya, Bilal r.a. diikat dengan rantai, kemudian dicambuk terus menerus hingga badannya luka-luka. Pada siang harinya, dia dibaringkan kembali di atas padang pasir yang panas. Dengan cara tersebut tuannya berharap Bilal r.a. akan mati dalam keadaan seperti itu. Orang kafir yang menyiksanya silih berganti, suatu kali Abu Jahal yang menyiksanya, terkadang Umayah bin Khalaf, bahkan orang lain pun turut menyiksanya juga. Mereka

“Lidahku tidak bisa mengatakannya. “Aku telah memerdekakannya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda.” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar. Seusai transaksi. wahai Abu Bakar. Ahad…. walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas. kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun.a dengan siksaan yang lebih berat lagi. wahai Rasulullah. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. “Ikutilah yang kami katakan!” Bilal menjawab. Umayyah berkata kepada Abu Bakar.berusaha sekuat tenaga untuk menyiksa Bilal r. Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. maka aku tidak akan ragu untuk membelinya…” Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya. Ahad…. Tapi ternyata. Umayyah bin Khalaf. mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah2 Mekah. . “Kalau begitu. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya. tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan ‘Uzza. mereka segera berhijrah. biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya. “Ahad…. Sementara itu.” Ash-Shiddiq Rodhiallahu ‘anhu menjawab. “Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun. Mereka terus memaksanya.” Setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan sahabatsahabatnya untuk hijrah ke Madinah. Ahad…. Abu Bakar Rodhiallahu ‘anhu mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya. Abu Bakar setuju. Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras. Suatu ketika.” Abu Bakar membalas. “Sebenarnya.

Biasanya.a. apa yang menghalangimu sehingga engkau tidak pernah berziarah kepadaku". segera pergi ke Madinah. Selalu bersamanyma saat shalat maupun ketika pergi untuk berjihad. Kini. maka terdengarlah suara adzan seperti pada zaman . Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam seraya berseru.. meminta Bilal r. Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan ‘Amir bin Fihr. Dalam mimpinya itu Nabi saw bersabda kepadanya "Wahai Bilal. meninggalkan Madinah sampai beberapa waktu lamanya. Setibanya di Madinah. Bilal ditugaskan sebagai juru adzan di masjid Nabi. Muhammad Sholallahu ‘alaihi wasallam. mulai beradzan.a. ketika Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau. Pada saat Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan azan. Setiba di Madinah Hasan dan Husain r. Pernah Pada suatu hari. Setelah bangun dari dari tidurnya. “Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati…(Mari melaksanakan shalat.. Sebelum Rasulullah saw wafat. Setelah Rasulullah saw wafat pada mulanya dia tetap tinggal di Manidah Thayyibah.)” Lalu. Bilal segera melantunkan iqamat. Bilal r. ia mencurahkan segenap perhatiannya untuk menyertai Nabi sekaligus kekasihnya. Kebersamaannya dengan RasulullahSholallahu ‘alaihi wasallam ibarat bayangan yang tidak pernah lepas dari pemiliknya. Bilal tidak dapat menolak permintaan orang-orang yang dicintainya itu.a. setelah mengumandangkan azan. Bilal tinggal di Madinah dengan tenang dan jauh dari jangkauan orang-orang Quraisy yang kerap menyiksanya.a.a.termasuk Bilal Rodhiallahu ‘anhu. mari meraih keuntungan…. Bilal selalu mengikuti Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam ke mana pun beliau pergi. Bilal r. tetapi karena tidak kuat menahan kesedihan setiap kali melewati makam Rasulullah saw (nabi lahir di Mekah dan meninggal di Madinah maka Bilal r.a. agar mengumandangkan adzan. bermimpi bertemu Rasulullah saw. Ketika Bilal r. maka Bilal ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan azan (muazin) dalam sejarah Islam.

Rasulullah saw.a. Setelah beberapa hari lamanya Bilal r. akhirnya dia meninggalkan kota Madinah dan kembali ke Damaskus dan wafat di sana pada tahun kedua puluh Hijriyah. Hal ini sangat menyentuh hati penduduk Madinah. sehingga kaum wanitapun keluar dari rumah masing-masing sambil menangis untk mendengarkan suara adzan Bilal r. tinggal di Madinah.a. Sumber Nabi Muhammad .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful