Anda di halaman 1dari 8

Glandula suprarenalis (anatomi klinik snell 2006, hal 256) Lokasi dan deskripsi

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Illu_adrenal_gland.jpg Kedua glandula suprarenalis merupakan organ retroperitoneal yang berwarna kekuningan pada polus superior ren. Glandula suprarenalis ini dikelilingi oleh fascia renalis (tetapi dipisahkan dari ginjal oleh capsula adipose) setiap glandula mempunyai cortex yang berwarna kuning dan medulla yang berwarna coklat tua. Cortex glandula suprarenalis menyekresikan hormone yaitu Mineralkortikoid: yang berperan sebagai pengatur keseimbangan elektrolit dan cairan Glucokortikoid:yang berperan sebagai pengatur metabolism karbohidrat lemak dan protein hormon seks: yang mungkin mempunyai peranan sebagai perkembangan pubertas organ seksual. Medulla glandula suprarenalis menyekresikan katekolamin epinefrin dan norepinefrin Glandula suprarenalis dextra berbentuk seperti pyramid dan menutupi polus superior ren dexter. Glandula suprarenalis dexter terletak dibelakang lobus hepatis dexter dan membentang ke medial di belakang vena cava inferior. Glandula ini terletak di posterior pada diagfragma. Glandula suprarenalis sinistra bebrbentuk bulan sabit dan meluas sepanjang margo medialis ren sinistra dari polus superior sampai hilum renale. Glandula ini terletak dibelakang pancreas,bursa omentalis,gaster serta terletak di posterior diagpragma.

Perdarahan

http://www.tk.de/rochelexikon/pics/a40160.000-5_big.gif Arteri Arteri yang mendarahi masing-masing glandula suprarenalis dan tiga buah 1. arteri phrenica inferior 2. aorta 3. arteri renalis vena sebuah vena keluar dari hilum massing-masing glandula suprarenalis dan mengalirkan darahnya ke vena cava inferior pada sisi kanan dan vena renalis pada sisi kiri aliran limfe nodi aaortici laeterales persarafan serabut paraganglionik simpatis berasal dari nervus splanchnicus, sebagian besar saraf berakhir pada medulla glandula suprarenalis.

http://static.framar.bg/snimki/anatomiya/adrenal_gland.jpg

http://images.km.ru/education/referats/img/13249002.gif

http://jamu-herbal.com/wp-content/uploads/2009/06/lokasi-ginjal.jpg

http://atlas.likar.info/pictures/wiki/845.jpg

Histology Kelenjar adrenal adlah sepasang organ yang terletak dekat kutub atas ginjal dan terbenam dalam jaringan lemak. Kelenjar adrenal merupakan struktur gepeng berbentuk bulan sabit pada manusia panjangnya 4-6cm,dan lebar 1-2 cm dan tebal 4-6 mm. berat seluruhnya mencapai 8 gram namun berat nya bervariasi sesuai dengan umur dan keadaan fisiologis seseorang.pengamatan terhadap potongan segar kelenjar adrenal menunjukkan bahwa kelenjar ini dibungkus oleh simpai jaringan ikat padat kolagen. Kelenjar terdiri atas dua lapisan konsentris : lapisan perifer berwana kuning yaitu korteks adrenal dan lapisan pusat berwarna coklat kemerahan yaitu medulla adrenal. Korteks dan medulla adrenal dapat dipandang sebagai dua organ dengan asal fungsi dan ciri morfologis yang sangat berbeda yang bersatu selama masa perkembangan embrional .kedua struktur tersebut berasal dari lapisan germinal yang berbeda.korteks berasal dari mesoderm intermediet selom, medulla terdiri atas sel sel yang berasal dari Krista neuralis yang juga merupakan asal dari sel ganglion simpatis .hgambaran umum histology kelenjar adrenal sangat khas seperti kelenjar endokrin dengan sel korteks dan medulla yang berkelompok. Berupa korda(deretan) disepanjang kapiler. Simpai jaringan ikat padat kolagen yang membunkus kelenjar, menjulurkan septa titis kebagian dalam kelenjar sebagai trabekula.stroma terutama terdiri atas sejumlah besar jalinan serta retikulin yang menyangga sel sekresi. Korteks adrenal Karena disposisi dan gambaran sel-selnya yang berbeda korteks adrenal dibagi menjadi 3 lapisan konsentris yang biasanya berbatas tidak tegas pada manusia. Zona glomerolusa 15 % Zona fasikulata 65% Zona retikularis 7% lapisan yang berada tepat dibawah simpai jaringan ikat adalah zona glomerulosa , dengan sel silindris atau piramidial yang tersusun berhimpitan dan membentuk deretan bundar atau melengkung yang dikelilingi kapiler lapisan sel berikut yang dikenal sebagai zona fasikulata karena selselnya yang tersusun berupa deretan lurus stebal satu atau dua sel yang berjalan tegak lurus terhadap permukaan organ ini dan memiliki kapiler diantaranya sel zona fasikulata berbentuk polyhedral dengan sejumlah besar tetesan lipid dalam sitoplasmanya .akibat disolusi lipid selama proses persiapan jaringan sel fasikulata tampak bervakuol dalam sediann histology biasa .karena banyaknya vakuol sel fasikulata juga disebut spongiosit. Zona retikularis yakni lakisan korteks yang paling terdalam berada diantara zona fasikulata dan medulla ,zona retikularis mengandung sel yang tersusun atas deretan tak tertaur yang membentuk anyaman yang beranastomiasis. Sel ini lebih kecil dari lapisan sel lain. Granula pigmen lipofuksin dalam sel ini besar-basar dan berjumlah cukup

banyak .sel berbetuk tan teratur dengan inti piknotik member kesan adanya degenerasi sel sering kali ditemukan disel ini. Sel korteks adrenal tidak menyimpan produk sekresinya di dalam granula. Sel tersebut cenderung membuat dan menyekresikan hormone steroid hanya apabila diperlukan. Steroid yang hanya berupa molekul larut lipid dan dengan berat molekul rendah dapat berdifusi dengan bebas melaui membrane plasma dan tidak memerlukan proses eksositosisi khusus untuk pelepasannya. Selsel kortekas adrenal mempunyai ultrastruktur yang khas dijumpai di sel pankreasi-steroid. Hormone korteks dan kerjanya Steroid yang dihasilkan oleh kosrteks dapat dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan kerja fisiologis utamanya: glukokortikoid,mineralkortikoid,dan androgen. Zona glomerolusa menyekresikan minerlakortikoid terutama aldosteron yang mempertahankan keseimbangan elektrolit misalnya ( natrium dan kalium) dan air. Zona fasikulata dan kemingkinan zona ratikularis menyekresikan glukokortikoid kortison dan kortison dan kortisol atau pada beberapa hewan kortikosteron ,glukokortikoid tersebut mengatur metabolism karbohidrat, protein dan lemak. Zona ini juga menghasilkan androgen terutama dehidroepiandrosteron dan mungkin estrogen dalam jumlah kecil. Sintesis kolesterol dari asteta terjadi di reticulum endoplasma halus dan dikonversi kolesterol menjadi pregnolon terjadi di mitokondria. Enzim yang berhubungan dengan sintesis progesterone dan deoksikortikosteron dari pregnolon ditemukan di RE halus, enzi yang mengubah deoksikortikosteron menjadi aldosterin terletak didalam mitokondria suatu contoh kolaborasi yang nyata diantara kedua buah sel. Gluokortikoid terutama kortisol dan kortikostreon. Sangat memengaruhi metabolism karbohidrat, selain metabolism protein dan lipid. Di hati glukokortikoid meningkatkan masukan dan penggunaan asam lemak dan asam amino dan karbohidrat.. glukokortikoid juga merangsang sintesis glikogen dan perkursor non karbohidrat yakni suatu proses yang disebut glukonenogenesis dan perakitan molekul mol glukosa menjadi glikogen yakni suatu proses sintesis yang disebut glikogenesis. Sebenarnya bormon ini dapat merangsang sintesis glukosa sedemikian banyaknya sehingga tingginya kadar glukosa dalam darah dapat menyerupai keadaan diabetes mellitus akan tetapi diluar hati glukokortikoid menginduksi efek kebalikannya, atau efek katabolic di organ perifer( misalnya kulit,otot,jaringan lemak) . dalam struktur ini glukokortikoid tidak hanya mengurangi aktivitas sintesis namun juga meningkatkan degradasiprotein dan lipid. Produk sampan degradasi yaitu asam amino dan asam lemak,dilepaskan dari darah dan diapakai oleh hepatosit. Glukokortikoid juga menekan respon imunitas dengan menghancurkan limfosit yang beredar dan menghambat aktivitas mitosis dalam organ-organ pembentuk limfosit.

Mineralkortikoid terutama bekerja ditubulus ginjal serta di mukosa lambung kelenjar liur dan kelenjar keringat yang meangsang absorbs natrium. Mineralkortikoid dapat meningkatkan konsentrasi kalium dan mengurangi konsentrasi natrium dalam sel otot dan sel otak. Pemisahan steroid yang dihasilakn korteks adrenal menjadi glukokortikoid dan mineralkortikoid agaknya terjadi secara acak karena kebanyakan glukokortikoid juga bekerja pada transport ion. Sistem pertahanan tubuh dan korteks adrenal saling berhubungan erat karena kortisol memiliki sifat anti inflamasi melalui sela darah putih dan menghambat sitokin dan juga merupakan suatu imunosupresan. Dehidroepiandrosteron adalah hormone kelamin satu-satunya yang disekresi dalam jumlah fisiologis yang memadai oleh korteks adrenal. Sejumlah kecil androgen lain seperti androstenedion ,11 beta-hidroksiandrostenedion,dan testosterone juga disekresikan. Dehidroepiandrosteron dan androstenedion merupakan androgen lemah dan bekerja setelah dikonversi menjadi testosterone di bagian lain tubuh. Seperti pada kelenjar endokrin lain pengaturan korteks adrenal terajadi mula-mula melaui pelepas hormone yang sesuai yang disimpan di eminensiana mediana. Keadaan tersebut diikuti oleh ekskresi hormone ACTH atau kortikotropin oleh hipofisis pars distalis yang merangsang sintesis dan sekresi hormone korteks misalnya glukokortikoid. Glukokortikoid bebas kemudian dapat menghambat sekresi ACTH . derajat inhibisi hipofisis sebanding dengan kadar glukokortikoid yang beredar , hambatan ini terjadi padda tingkat hipofisis maupun hipotalamus. Korteks fetus atau korteks sementara. Pada manusia dan jumlah heewan lainnya kelenjar adrenal neonates secara proposional berukuran lebih besar daripada kelenjar adrenal orang dewasa. Suatu lapisan yang dikenal sebagai korteks fetus atau korteks sementara berada diantara medulla dan korteks permanen yang tipis. Lapisan ini cukup tebal,dan selnya tersusun berupa deretan . setlah lahir korteks sementara mengalami involusi sedangkan korteks permanen yang semula berupa lapisan tipis berkembang yang berdeferensiasi menjadi tiga lapisan . fungsi utama korteks fetus adalah menyekresikan konjugat sulfat androgen yang dikonversi di plasenta menjadi androgen dan estrogen aktif yang memasuki sirkulasi maternal. Medulla adrenal Medulla adrenal terdiri atas sel parenkim polyhedral yang tersusun berupa deretan atau kelompok yang ditunjang jalinan serta retikulin .sejumlah besar suplai kapiler terdapat pada diantara deretan-deretan yang berseblahan dan terapat beberapa sel ganglion parasimpatis. Sel parenkim medulla berasal dari sel Krista neuralis,seperti halnya neuron pasca ganglionik dari ganglion simpatis dan parasimpatis.. sel parenkim medulla adrenal

dapat dipandang sebagai modifikasi neuron pascaganglionik simpatik yang telah kehilangan akson dan dendrite nya selama perkembangan embrio berlangsung dan telah menjadi sel sekretoris. Sel parenkim medulla mempunyai banyak granula sekretorik padat electron berbatas membrane yang berdiameter 150-350 nm. Granula ini mengandung salah satu dari dua katekolamin epinefrin atau norepinefrin . granula ini juga mengandung ATP ,protein yang disebut kromogranin( yang dapat bekerja sebagai pengikat protein untuk katekolamin), beta hidroksilase dopamine (yang mengkonversi dopamine menjadi norepinefrin) dan peptide mirip opiate ( enkefalin) Banyak bukti menunjukkan bahwa epinefrin dan norepinefrin disekresikan oleh dua jenis sel berbeda dalam medulla. Sel penyekresi epinefrin mempunyai granula yang lebih kecil dan kurang padat electron dan isinya memenuhi granula . sel penyekresi norepinefrin memiliki granula yang lebih besar dan lebih padat electron dan isinya berbentuk tidak teratur, dan terdapat lapisan tembus electron dibawah membrane pembungkusnya . sekitar 80 % katekolamin yang dikeluarkan vena adrenal adalah epinefrin. Semua sel medulla adrenal dipersarafi oleh ujung kolinergik dari neuron simpatis paraganglionik. Berbeda dari korteks yang tidak menyimpan steroid sel medulla mengumpulkan dan menyimpan hormonnya dalam granula. Sel medulla juga ditemukan di paraganglia (kumpulan sel penyekeresi katekolamin yang berada dekat dengan ganglion otonom ) dan diberbagai organ visera, paraganglia merupakan sumber katekolamin yang tersebar.