Anda di halaman 1dari 7

Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan, bahwa saya telah menyelesaikan tugas bioetik dalam bentuk makalah. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang saya hadapi. Namun saya menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang saya hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada. Dalam Penulisan makalah ini saya merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki saya. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini

Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.

Daftar Isi
Kata Pengantar Pendahuluan Latar belakang Tujuan .. ............. .. .. .. .. .. II II 1 3 4 I II

Pembahasan Penutup Daftar Pustaka

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Kita ketahui bahwa permasalahan permasalahan yang di hadapi dalam kemajuan teknologi yang tidak , tidak lain dan tidak bukan adalah ketidaksinambungan dalam hubungan moral dan perilaku. Sebagai dokter yang profesional, dalam bekerja dokter harus berpedoman pada etika dan hukum profesi. Etika dan hukum menjaga tindakan dokter agar tetap berada di jalur yang benar. Menurut kaidah dasar bioetik, dalam membuat keputusan dokter selalu membuat pertimbangan dari beberapa alternatif, untuk ditentukan satu pilihan yang akan diberikan pada pasiennya. Perrtimbangan ini berdasar pada beneficence (tanpa pamrih), autonomy (pasien mempunyai otoritas sendiri), non-maleficence (menolong pasien emergensi), dan justice (adil, memperlakukan sesuatu secara universal).

Tujuan
Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk memperoleh informasi dan pemahaman tentang pengertian bioetika menurut para ahli dan pentingnya aplikasi bioetika dalam aktivitas para aktivis medis.

PEMBAHASAN

Bioetika Suatu disiplin baru menggabungkan pengetahuan biologi dengan pengetahuan mengenai sistem nilai manusia, yang menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan, membantu menyelamatkan kemanusiaan dan membantu mempertahankan dan memperbaiki nilai beradab. ( Van potter, 1970s ) Bioetika telah menjadi tempat bertemunya sejumlah disiplin, diskursus, dan organisasi yang terlibat dan peduli pada persoalan etika, hukum dan sosial yang ditimbulkan oleh kemajuan dalam kedokteran, ilmu pengetahuan dan bioteknologi. ( Onara Oneill, 2002 ) Pengertian bioetika Ciri : Interdisiplinerilitas melibatkan ilmu biomedis, hukum, ilmu sosial, teologi dll. Internasionalisasi problemproblem etis yang ditimbul dalam perkembangan ilmu ilmu hayati bersifat internasional Plurarisme banyak golongan dan pandangan diikutsertakan. Jadi, pengertian bioetika terkait dengan kegiatan mencari jawab dan menawarkan pemecahan masalah dari konflik moral meliputi kemajuan pesat ilmu ilmu pengetahuan hayati dan kedokteran yang diikuti dengan penerapan teknologi didalamya.

KAIDAH KAIDAH DASAR BIOETIK

Beneficence : providing benefit, balancing the benefit and harms. Sikap / berbuat baik Utamakan altruisme Menjamin nilai pokok harkat dan martabat manusia : apa saja yang ada, pantas ( elok ) kita bersikap baik terhadapnya ( apalagi ada yang hidup )

Memandang pasien / keluarga / sesuatu tidak hanya sejauh menguntungkan dokter. Maksimalisasi akibat baik Minimalisasi akibat buruk.

Non Maleficence : primum non nocere Tidak merugikan Tidak boleh berbuat jahat ( evil ) atau membuat derita ( harm )pasien. Pertama jangan menyakiti Sisi komplementer beneficence. Dokter sanggup mencegah bahaya atau kehilangan tersebut Manfaat bagi pasien > kerugian dokter ( hanya mengalami resiko minimal )

Justice : equal treatment of equals, unequal treatment of unequals Memberi perlakuan sama kepada pasien untuk kebahagian dan umat manusia Kesamaan sumbangan sesuai kebutuhan pasien Persamaan beban sesuai dengan kemampuan pasien Memberikan hak pasien yang semestinya / harus diterima / mencapai kesejahteraan umum

Autonomy : self determination, privacy. Kant :otonomi kehendak = otonomi moral

Kebebasan bertindak, memutuskan ( memilih ) dan menentukan diri sendiri / kesadaran terbaik bagi dirinya Menghendaki, menyetujui, membenarkan, mendukung, membela, membiarkan pasien demi dirinya sendiri ( sebagai mahluk bermartabat ) Tanpa paksaan, hambatan atau campur tangan pihak luar ( heteronomi )

Kesimpulan : kaidah kaidah bioetik sangat diperlukan untuk mengukur sejauh mana seorang dokter mampu menerapkannya, kaidah ini bioetik ini juga dapat mempengaruhi para dokter, sehingga timbul keinginan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan pekerjaannya. Secara positif dapat diharapkan masyarakat akan lebih terlindungi dari praktek dokter yang tercela, tanpa terjadinya praktek kedokteran yang defensif karena para dokter sudah terdidik dalam mengambil keputusan yang baik. Dengan berbagai usaha yang disebut semua itu diharapkan pendidikan dan pengembangan etika kedokteran di Indonesia mempunyai cakrawala yang cerah.

PENUTUP

Pengembangan diri seorang dokter untuk menyelami etika kedokteran dan bioetika dapat terjadi secara kebetulan dan acak, tetapi dengan usaha para pendidik di lembaga pendidikan tinggi kedokteran dan filsafat yang teratur, diharapkan pengembangan yang terarah dan terencana baru akan terjadi apabila beberapa pusat pengembangan etika sudah aktif menawarkan kesempatan yang menarik dalam bentuk kursus-kursus yang disusun dengan bantuan pengalaman pusat-pusat serupa di luar negeri. Keyakinan para dokter untuk menerapkan etik kedokteran dan mengambil keputusan yang baik akan membuat praktek kedokterannya lebih aman

Daftar pustaka :

Modul blok 1 bioetika, Dr Yuli Budiningsih http://biologi.fsaintek.unair.ac.id