Anda di halaman 1dari 23

4

BAB II STUDI PUSTAKA A. Studi Relevan 1. Dwi Febrian Handriyanto (2009) Kajian Penggunaan MikroTik Router OSTM Sebagai Router Pada Jaringan Komputer. Permasalah jaringan komputer yang sering mengalami time-out, data yang dikirimkan rusak, transfer lambat, dan masalah keamanan adalah latar belakang dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini memberikan solusi dengan dibangunnya sistem operasi MikroTik Router. 2. Riyadi (2009) Membangun Proxy Server Menggunakan Clark Connect Untuk Filterasi Akses Internet Di SMK Muhammadiyah 1 Salam. Tugas Akhir ini membahas tentang bagaimana cara menangani pengaksesan situs-situs terlarang yang biasa dilakukan oleh siswa ketika tidak ada guru yang mengawasi. Clark Connect akan digunakan untuk filterasi situs-situs terlarang tersebut dan sebagai cache server terhadap situs yang pernah diakses sebelumnya sehingga akan mempercepat akses ke internet. 3. Ridho Hendrastowo (2007) Konfigurasi Pengendali Akses Jaringan Menggunakan MikroTik Sebagai Router Pada Warnet Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang. Informasi yang beredar melalui internet sangat membantu karyawan dan mahasiswa di UM Magelang dalam menyelesaikan pekerjaan dan tugas-tugasnya. Penelitian membahas tentang penggunaan MikroTik router untuk menghubungkan jaringan internet global pada jaringan lokal yang ada di warnet UM Magelang. Relevansi antara penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah obyek kajiannya, yaitu membahas tentang pembangunan router dan server. Pembangunan router dapat memberi kemudahan dalam memantau dan mengontrol sumber daya yang ada dalam suatu jaringan. Area pokok bahasan yang mencakup jaringan kabel dan wireless serta pengitegrasian antara router dengan layanan komputer server adalah hal yang membedakan dari penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

4 4

B. Router Pribadi (2003) mendefinisikan router adalah sebuah alat jaringan komputer yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang berbeda, proses menghubungkan tersebut dikenal sebagai routing. Router menghubungkan jaringan-jaringan yang ada pada model protokol tujuh-lapis OSI, sehingga secara teknis router adalah layer ke tiga OSI yaitu network layer. Router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk routing (dedicated router) atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router (PC Router). Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi TCP/IP, router jenis TCP/IP ini disebut dengan IP Router. Contoh utama implementasi dari IP Router adalah jaringan internet, yang merupakan sebuah jaringan yang memiliki banyak IP Router. IP Router tersebut digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar yang disebut dengan internetwork. Selain itu IP Router dapat juga digunakan untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya.

Gambar 2.1. Router Bekerja Pada Network Layer Untuk koneksi internet yang menggunakan jaringan telepon kabel, router yang biasa diterapkan adalah DSL router. Router ini digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Kecepatan

download dari DSL berkisar di angka 128 Kbps sampai 24.000 Kbps tergantung dari teknologi DSL yang dipakai. 1. Kemampuan Router Beberapa hal yang dapat dikerjakan oleh router adalah mengirimkan paket data antar dua tipe jaringan fisik yang berbeda, membatasi lalu lintas paket data dari atau ke beberapa alamat jaringan (packet filtering), mengubah alamat asal sehingga seakan-akan paket data tersebut berasal dari sebuah alamat yang berbeda dari pengirim aslinya, dan berfungsi sebagai BOOTP atau DHCP server yang memberikan alamat IP dan konfigurasi lainnya kepada seluruh komputer pada jaringan. 2. Jenis-jenis Router Secara umum router dibagi menjadi dua jenis, yaitu static router dan dynamic router : a. Static router (router statis) Static router adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan. b. Dynamic router (router dinamis) Dynamic router adalah sebuah router yang memiliki tabel routing dinamis, jalur routing ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan keadaan lalu lintas jaringan yang digunakan. 3. Network Address Translation (NAT) Network Address Translation adalah salah satu fasilitas router untuk meneruskan paket dari IP asal ke IP tujuan (Herlambang dan Catur, 2008). Metode ini mengizinkan komputer host dapat berkomunikasi dengan jaringan luar menggunakan satu alamat IP global. Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan, dan kemudahan dalam administrasi jaringan. a. NAT Untuk Administrasi Jaringan Dengan NAT, suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil. Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau

mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer klien secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perrlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer klien. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, mencatat semua traffic data dari dan ke internet. b. NAT Untuk Keamanan Ketika suatu komputer terkoneksi ke internet, komputer tersebut tidak saja dapat mengakses ke server suatu situs tertentu, tetapi komputer tersebut juga sangat mungkin untuk diaksess oleh komputer lain yang juga terkoneksi ke internet. Jika disalahgunakan hal tersebut bisa sangat berbahaya, data-data penting bisa dilihat atau bahkan dicuri. NAT secara otomatis akan memberikan proteksi seperti halnya firewall dengan hanya mengizinkan koneksi yang berasal dari dalam jaringan. Hal ini berarti tingkat keamanan suatu jaringan akan meningkat, karena kemungkinan koneksi dari luar ke dalam jaringan menjadi relatif sangat kecil. C. Server Komputer server adalah sebuah komputer yang bertugas dan berfungsi untuk melayani dan mengontrol seluruh jaringan (Wahana komputer, 2001). Server menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses workstation anggota jaringan dan mengelola sumber daya yang ada. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan kapasitas RAM yang menyesuaikan sesuai dengan jenis layanan yang diberikan oleh server. Untuk memilih sebuah komputer server hal-hal yang harus dipertimbangkan antara lain sistem operasi jaringan yang akan digunakan, sistem aplikasi yang akan dijalankan, arsitektur jaringan yang diterapkan, jumlah komputer workstation dalam jaringan yang akan dilayani, kemampuan

atau daya tahan untuk beroperasi dalam jangka waktu tertentu, kompatibelitas terhadap produk jaringan lainnya, dan dukungan teknis dari vendor perangkat yang digunakan (Mansfield, 2002). Sistem operasi jaringan yang digunakan oleh server adalah sistem operasi khusus yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur client-server, contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, Proxy server, dan FTP Server. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien sehingga jaringan tersebut dinamakan sebagai jaringan client-server. Beberapa sistem operasi server sudah membundel aplikasi-aplikasi tersebut dalam satu paket operating system, jika aplikasi-aplikasi tersebut tidak berada dalam satu paket maka layanan tersebut dapat diperoleh dari pihak ke tiga. 1. Proxy Server Proxy server adalah sebuah program yang menerima permintaan (request) dari klien, seperti browser web atau FTP klien, dan kemudian meneruskan permintaan tersebut ke server internet yang dituju (Wahana komputer, 2003). Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengahtengah antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai perantara, sedemikian sehingga pihak pertama dan pihak kedua tidak secara langsung berhubungan, akan tetapi masing-masing berhubungan dengan perantara, yaitu proxy. Proxy server memiliki lebih banyak fungsi daripada router yang memiliki fitur packet filtering karena proxy beroperasi pada level yang lebih tinggi dan memiliki kontrol yang lebih menyeluruh terhadap akses jaringan. Fasilitas-fasilitas yang terdapat dalam proxy server diantaranya: a. Caching Proxy server memiliki mekanisme penyimpanan obyek-obyek yang sudah pernah diminta dari server-server di internet, proses ini biasa disebut caching.

Mekanisme caching akan menyimpan obyek-obyek yang merupakan hasil permintaan dari para pengguna, yang didapat dari internet. Karena proxy server bertindak sebagai perantara, maka proxy server mendapatkan obyek-obyek tersebut lebih dahulu dari sumbernya untuk kemudian diteruskan kepada klien yang sesungguhnya. Dalam proses tersebut, proxy server juga sekaligus menyimpan obyek-obyek tersebut untuk dirinya sendiri dalam ruang disk yang disediakan (cache). Dengan demikian, bila suatu saat ada pengguna yang meminta suatu layanan ke internet yang mengandung obyek-obyek yang sama dengan yang sudah pernah diminta sebelumnya, yaitu yang sudah ada dalam cache, maka proxy server akan langsung memberikan obyek dari cache yang diminta kepada pengguna. Bila permintaan tersebut tidak dapat ditemukan dalam cache di proxy server, baru kemudian proxy server meneruskan atau memintakannya ke server aslinya di internet. b. Transparent Proxy Riyadi (2009) mendeskripsikan bahwa salah satu kompleksitas dari non transparent proxy pada level aplikasi adalah untuk setiap klien harus dilakukan konfigurasi manual agar bisa menggunakan layanan dari suatu non transparent proxy server. Bila diinginkan agar setiap klien tidak harus melakukan konfigurasi khusus, maka solusinya adalah merubah proxy yang sudah jadi menjadi transparent proxy. Transparent proxy dapat berguna untuk memaksa pengguna menggunakan proxy dalam cache server. Transparent proxy pasti akan digunakan oleh klien karena apapun konfigurasi pada sisi klien, selama proxy server ini berada pada jalur jaringan yang dilalui oleh klien untuk menuju ke internet, maka klien pasti dengan sendirinya akan menggunakan proxy ini. Cara kerja transparent proxy adalah dengan membelokkan arah (redirecting) dari paket-paket untuk suatu aplikasi tertentu, dengan menggunakan satu atau lebih aturan pada firewall atau router. Hal ini bisa dilakukan karena setiap aplikasi berbasis TCP akan menggunakan

10

salah satu port yang tersedia, dan firewall dapat diatur agar membelokkan paket yang ada menuju ke port layanan tertentu. c. Packet Filtering Packet Filtering adalah mekanisme yang dapat memblokir peket-paket data jaringan yang dilakukan berdasarkan peraturan yang telah ditentukan sebelumnya. Packet filtering biasa digunakan untuk memblokir lalu lintas yang mencurigakan, nomor port TCP/UDP yang tidak umum digunakan, jenis protokol aplikasi yang mencurigakan, dan web yang dilarang. Paket filtering bekerja berdasarkan informasi yang disimpan di dalam header sebuah paket (seperti alamat IP, port yang digunakan, dan jenis protokol yang digunakan). Kebanyakan perangkat lunak yang memiliki fitur packet filtering menawarkan kepada admin jaringan untuk membuat dua jenis peraturan, yakni inbound rule dan outbound rule. Inbound rule merujuk kepada inspeksi paket akan dilakukan terhadap paket yang datang dari luar, sementara outbound rule merujuk inspeksi paket akan dilakukan terhadap paket yang hendak keluar. d. Management Bandwidth Alokasi bandwidth atau reservasi bandwidth adalah sebuah proses menentukan jatah bandwidth kepada pemakai atau aplikasi dalam suatu jaringan. Termasuk didalamnya menentukan prioritas terhadap berbagai jenis aliran data berdasarkan seberapa penting dan delaysensitive aliran data tersebut. Manajemen bandwidth memungkinkan penggunaan bandwidth yang tersedia digunakan secara efisien, apabila sewaktu-waktu jaringan menjadi lambat, aliran data yang memiliki prioritas yang lebih rendah dapat dihentikan, sehingga aplikasi yang penting dapat tetap berjalan dengan lancar. Besarnya lebar pita atau bandwidth akan berdampak pada kecepatan transmisi. Aplikasi real-time seperti video conference, video streaming

10

11

dan Voice over IP (VoIP) adalah contoh penggunaan teknologi yang mengkonsumsi bandwidth dalam jumlah besar. 2. DHCP Server Menurut Herlambang dan Catur (2008) Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol yang dipakai untuk mendistribusikan IP address, subnet mask, default router atau default gateway, DNS server, dan WINS server (untuk klien Windows) kepada klien sebuah jaringan secara otomatis. DHCP didefinisikan dalam dokumen Request for Comments (RFC) 2131 dan 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Beberapa konfigurasi dasar yang dilakukan dalam konfigurasi DHCP server diantaranya, adalah menyediakan alamat-alamat IP yang disewakan kepada DHCP client (DHCP Scope), memberikan pembatasan penggunaaan masa aktif sebuah alamat IP yang telah disewakan kepada klien (DHCP Lease), dan pengaturan-pengaturan tambahan terhadap alamat IP yang diberikan oleh DHCP server kepada semua klien atau kepada klien tertentu (DHCP Options). DHCP client akan melakukan proses untuk mendapatkan alamat IP dari DHCP server dalam empat langkah berikut : a. DHCP Discover DHCP Discover yaitu proses pertama kali DHCP client yang akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP server yang aktif. b. DHCP Offer DHCP Offer yaitu setelah DHCP server mendengar broadcast dari DHCP client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client. c. DHCP Request DHCP Request adalah proses ketika client meminta DHCP server untuk menyewakan alamat IP dari alamat yang tersedia dalam DHCP Pool.

11

12

d. DHCP Ack DHCP Ack yaitu DHCP server akan merespons permintaan dari client dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP server akan menetapkan sebuah alamat kepada client, dan memperbaharui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding (mengikat IP) dengan tumpukan protokol TCP/IP, setelah memiliki alamat IP, klien dapat memulai komunikasi dengan jaringan. Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien baru, untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap DHCP Request dan tahap DHCP Ack yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat yang prosesnya lebih cepat. DHCP server bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP server juga dapat menetapkan sebuah alamat IP statis kepada klien sehingga alamat IP klien akan tetap dari waktu ke waktu. Sedangkan IP address yang dimiliki DHCP server sendiri harus bernilai statis. D. Wireless Local Area Network (WLAN) Teknologi W-LAN adalah sebuah teknologi yang melakukan proses pengiriman data dengan menggunakan frekuensi radio sebagai media perantaranya (Arifin, 2007). Teknologi ini diregulasi oleh aturan yang sama seperti radio AM/FM. Federal Communicarions Commision (FCC) merupakan organisasi internasional yang meregulasi penggunaan device wireless LAN, sedangkan yang membuat dan mengelola standarisasi device wireless adalah Institute of Electrical & Electronic Engineers (IEEE). Protokol standar yang telah ditetapkan IEEE untuk device wireless yakni IEEE 802.11 yang mempunyai empat variasi. Standar terbaru dari spesifikasi tersebut adalah 802.16g, standar 802.16g menawarkan banyak peningkatan

12

13

mulai dari area cakupan yang lebih luas hingga kecepatan transfer data yang lebih cepat. Tabel 2.1. Spesifikasi Device Wireless Spesifikasi 802.11b 802.11a 802.11g 802.11n Kecepatan 11 Mb/s 54 Mb/s 54 Mb/s 100 Mb/s Frekuensi Band 2.4 GHz 5 GHz 2.4 GHz 2.4 GHz Transfer Data 5 Mbit/s 40 Mbit/s 20 Mbit/s 54 Mbit/s

Sumber http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/amti6.pdf

Ada tiga pita (band) frekuensi yang dapat digunakan secara bebas dalam dunia industri, medis, dan ilmiah, yaitu frekuensi 900 MHz, 2.4 GHz, dan 5.2 GHz. Diantara ketiga band yang ada, frekuensi 2.4 GHz adalah frekuensi yang digunakan oleh perangkat-perangkat wireless saat ini. Wireless LAN kebanyakan memiliki peran sebagai access layer, yaitu digunakan sebagai entry point ke dalam jaringan kabel. Wireless LAN bekerja pada layer data link seperti pada umumnya device wireless layer lainnya. Penggunaan WLAN pertama kali ditujukan untuk mengakses perangkatperangkat nirkabel dalam jaringan lokal, namun dalam perkembangannya WLAN lebih banyak digunakan untuk mengakses area-area koneksi internet yang lebih dikenal dengan hotspot. 1. Keuntungan WLAN Dengan mengimplementasikan jaringan wireless, beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain pengguna dapat bergerak lebih bebas selama masih dalam area hotpsot, terbebas dari masalah pengkabelan, relatif lebih cepat dalam instalasi, dan dapat ditempatkan di manapun selama dalam ruang terbuka. 2. Topologi Jaringan Wireless LAN Ada 2 mode untuk menghubungkan klien dengan jaringan wireless, yaitu : a. Infrastruktur Menggunakan access point yang berfungsi sebagai pusat pengatur lalu lintas datanya, memungkinkan lebih banyak wireless client yang dapat

13

14

terhubung ke dalam jaringan melalui radio frekuensi. Jangkauan area pancaran radio frekuensi yang disebarkan oleh access point disebut Basic Service Area (BSA) atau microcell.
switch Client
Access Point

Client

Client

Gambar 2.2. Metode Infrastruktur b. Ad-Hoc Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, lebih dikenal dengan Peer-to-Peer. Dengan memasangkan nilai SSID yang sama pada kedua PC, keduanya sudah dapat saling berhubungan. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 komputer, tanpa harus membeli access point.
PC Wireless PC Wireless

Gambar 2.3. Metode Ad-Hoc 3. Filtering WLAN Berdasarkan MAC Address Wireless LAN dapat memfilter berdasarkan MAC address dari suatu station atau klien. Hampir semua access point mempunyai kemampuan memfilter berdasarkan MAC address. Administrator jaringan dapat mengkompilasi, mendistribusikan, dan memelihara daftar MAC address yang diizinkan untuk mengakses jaringan. Wireless LAN akan menyaring paket-paket yang melewati jaringan berdasarkan pada penggunaan

14

15

protokol layer 2 sampai 7. Jika sebuah PC card atau klien dengan sebuah MAC address yang tidak terdaftar mencoba untuk mengakses wireless LAN maka kemampuan MAC address filtering tidak akan mengizinkan klien tersebut terhubung dengan access point. Beberapa jenis Remote Authentication Dial In User Service (RADIUS) server dapat mengimplementasikan penyaringan berdasarkan MAC address. Penyaringan ini scalable dan menyederhanakan proses pemasukan data MAC address bersamaan dengan informasi user. E. Manajemen Jaringan Komputer Kata manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno mnagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Ricky W. Griffin misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal (wikipedia offline, update 17 Juli 2009 18:06). Manajemen jaringan komputer merupakan kemampuan untuk mengontrol dan memonitor sebuah jaringan komputer dari sebuah lokasi (Nugraha, 2007). Pada awal 1980-an, jaringan komputer mulai berkembang dan saling terkoneksi. Kebutuhan akan sebuah manajemen jaringan semakin meningkat karena jaringan yang terus berkembang membesar semakin sulit untuk dikelola dengan baik. Salah satu bentuk manajemen jaringan yang paling kuno adalah remote login, yang digunakan untuk memonitor atau melakukan konfigurasi sebuah perangkat jaringan. Saat ini, banyak metode manajemen jaringan yang dapat ditemui. Manajemen jaringan merupakan sebuah persyaratan bagi semua orang yang ingin mengontrol dan memonitor jaringannya.

15

16

Pada dasarnya manajemen (pengelolaan) jaringan terdiri dari langkah perbaikan kerusakan, monitoring kinerja serta langkah pelaporan pada suatu jaringan komputer yang telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi atau institusi tersebut. The International Organization for Standardization (ISO) mendefinisikan sebuah model konseptual untuk menjelaskan fungsi manajemen jaringan. 1. Manajemen Kesalahan (Fault Management) Manajemen Kesalahan (Fault Management), menyediakan fasilitas yang memungkinkan administrator jaringan untuk mengetahui kesalahan (fault) pada perangkat yang dikelola, jaringan, dan operasi jaringan, agar dapat segera menentukan apa penyebabnya dan dapat segera mengambil tindakan perbaikan. Oleh karena itu manajemen kesalahan memiliki mekanisme untuk melaporkan terjadinya kesalahan, mencatat laporan kesalahan (logging), melakukan diagnosis atau identifikasi, dan mengoreksi kesalahan (dimungkinkan secara otomatis) 2. Manajemen Konfigurasi (Configuration Management) Memonitor informasi konfigurasi jaringan sehingga dampak dari perangkat keras atau pun lunak tertentu dapat dikelola dengan baik adalah fungsi dari manajemen konfigurasi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan kemampuan untuk inisialisasi, konfigurasi ulang, pengoperasian, dan mematikan perangkat yang dikelola. 3. Pelaporan (Accounting) Berguna untuk utilisasi jaringan dari pengguna atau grup tertentu, kemampuan dari manajemen ini adalah menghasilkan informasi tagihan (billing), mengatur pengguna atau grup, dan membantu dalam menjaga performa jaringan pada level tertentu yang dapat diterima. 4. Manajemen Performa (Performance Management) Manajemen performa adalah mengumpulkan dan menganalisis data statistik sistem yang dikelola, kemudian mempertahankannya pada level tertentu yang dapat diterima. Untuk itu, manajemen performa memiliki kemampuan untuk memperoleh utilisasi dan tingkat kesalahan dari

16

17

perangkat jaringan dan mempertahankan kinerja pada level tertentu dengan memastikan perangkat yang digunakan memiliki kapasitas yang mencukupi. 5. Manajemen Keamanan (Security Management) Manajemen keamanan akan mengatur akses ke sumber daya jaringan yang ada sehingga informasi tidak dapat diperoleh tanpa izin. Hal tersebut dilakukan dengan cara membatasi akses ke sumber daya jaringan dan memberi pemberitahuan akan adanya usaha pelanggaran dan pelanggaran keamanan. Perangkat lunak manajemen jaringan akan bekerja berdasarkan pada protokol manajemen jaringan tertentu. Protokol manajemen jaringan yang paling umum digunakan adalah Simple Network Management Protocol (SNMP) dan Common Management Information Protocol (CMIP). SNMP merupakan protokol yang paling banyak digunakan pada lingkungan jaringan lokal (LAN). Sedangkan, CMIP digunakan pada lingkungan telekomunikasi, dimana jaringannya lebih besar dan kompleks.

Sumber: http://repository.binus.ac.id/content/H0493/H049387589.pdf

17

18

Gambar 2.4. Kompleksitas Manajemen Jaringan F. Teori Jaringan komputer Jaringan komputer didefinisikan Sutedjo (2005) adalah sekelompok komputer otonom yang dihubungkan satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat saling berbagi data, informasi, program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, hard disk dan sebagainya. Prinsip dasar dalam sistem jaringan ini adalah proses pengiriman data atau informasi dari pengirim ke penerima melalui suatu media komunikasi tertentu. 1. Jenis Jaringan Dalam jaringan komputer terdapat berbagai macam jenis jaringan, dimana jaringan tersebut dibangun sebagai jalur komunikasi. a. Jenis Jaringan Berdasarkan Area Berdasarkan area atau luas jangkauannya, jaringan ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: 1) Local Area Network (LAN) Merupakan jaringan yang hanya mencakup wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, sebuah perkantoran, sebuah gedung, rumah, sekolah atau area yang lebih kecil, jaringan ini tidak lebih dari 100m persegi dan berbasis pada teknologi IEEE 802.3. 2) (MAN) Jaringan MAN merupakan arsitektur komputer yang junlah komputernya lebih banyak daripada model LAN. Link yang digunakan dapat berupa kabel maupun gelombang radio. 3) Wide Area Network (WAN) Merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, antar kota, atau antar negara. Salah satu cirinya adalah jaringan komputer tersebut pasti membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. b. Jenis Jaringan Berdasarkan Arsitektur Metropolitan Area Network

18

19

Jenis jaringan berdasarkan arsitektur atau biasa disebut dengan topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan yaitu node, link dan station. 1) Topologi ini bentuknya Topologi Jaringan Bintang (Star) seperti bintang karena pada

pemasangannya memiliki node (titik) yang terpusat, yang kemudian dihubungkan dengan node-node workstation yang lain. Ini merupakan arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan karena dapat menghubungkan banyak workstation, biaya lebih ringan, dan penambahan atau pengurangan klien mudah dilakukan. Dalam implementasinnya, pengembangan arsitektur jaringan ini akan selalu memerlukan sebuah peralatan yang dijadikan sebagai terminal/concentrator yang menghubungkan antara komputer satu dengan komputer yang lain, terminal yang digunakan dapat berupa hub atau switch.

Gambar 2.5. Topologi Star 2) Topologi Jaringan Bus Pada topologi ini seluruh node (titik) dalam sebuah jaringan terhubung pada sebuah bus atau jalur komunikasi data berbentuk kabel. Merupakan jenis arsitektur yang paling sederhana dalam penerapannya, dan media yang biasa digunakan adalah kabel coaxial. Dalam suatu sistem komputer, bus ini termasuk perangkat internal, kecepatan pengiriman informasi melalui bus ini dilakukan dengan kecepatan tinggi.

19

20

3)

Topologi Jaringan Pohon (Tree)

Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. c. Jenis Jaringan Berdasarkan Kebutuhan Jaringan ini memiliki komputer khusus yang didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client atau ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus sebagai server saja. Karena itu berdasarkan kebutuhannya maka ada dua jenis jaringan komputer. 1) Jaringan Peer-To-Peer (P2P) Kedudukan setiap komputer yang terhubung dalam jaringan adalah sama. Tidak ada komputer yang menyediakan layanan khusus (server), sehingga seluruh komputer mempunyai kemampuan yang sama untuk memakai sumber daya yang tersedia di jaringan. Model ini didesain untuk jaringan berskala kecil. 2) Jaringan Client-Server Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.
access point client

switch

modem server client ` printer

Gambar 2.6. Jaringan Client-Server Server di jaringan tipe client-server disebut dengan dedicated server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation seperti komunikasi, penggunaan

20

21

bersama perangkat keras dan perangkat lunak, serta mengontrol jaringan. 2. IP Address IP address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antara host dengan internet sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia. Penggunaan Internet Protocol (IP) yang digunakan adalah internet protocol versi 4 yang terdiri dari 24 bit angka biner. a. Format Penulisan IP Address IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bit-nya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. IP address ini mempunyai range dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan notasi desimal bertitik. Tabel 2.2. Format IP Address Dalam Biner dan Desimal Desimal Biner 192 11100000 168 10101000 129 10000001 160 10100000

Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4#Alamat_publik

b. Pembagian Kelas IP Address Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 yaitu sejumlah 4.228.250.625 buah yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Tabel 2.3. Pembagian Kelas TCP / IP Kelas A B C D Oktet awal 1 126 128 191 192 223 224 239 Maksimal host 16.777.214 65.534 254 Multicast IP Jangkauan IP address 0.0.0.0 - 127.255.255.255 128.0.0.0 - 191.255.255.255 192.0.0.0 - 223.255.255.255 224.0.0.0 - 239.255.255.255

21

22

240 225

Eksperimen

240.0.0.0 - 247.255.255.255

Sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4#Alamat_publik

IP address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama juga akan memiliki net ID yang sama . c. Subnet Mask Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. Semua bit yang diset ke nilai 1 digunakan untuk nerwork identifier dan bernilai 0 untuk host identifier (wikipedia offline, update 29 Juli 2009 03:21). d. Subnetting Subnetting adalah sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien (Apy, 2008). Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatasi oleh kelas-kelas IP (IP Classes). Tujuan dari adanya subnetting ini, yaitu mereduksi traffic (lalu lintas) jaringan, memperkecil terjadinya tabrakan data (collusion), memudahkan manajemen jaringan, dan menyediakan IP address sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan G. Peralatan Keras Jaringan Peralatan ini terdiri dari komponen perangkat keras yang saling berhubungan dalam suatu jaringan, dimana tiap-tiap komponen tersebut berperan dalam menangani bagiannya masing-masing sehingga terjalin komunikasi antar komputer. Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan komputer antara lain komputer, LAN card, media transmisi, dan konsentrator

22

23

selain itu dapat juga ditambahkan dengan perangakat seperti printer, CDROM, scanner, dan router. 1. PC (Personal Computer) Personal komputer adalah sebuah komputer yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan perorangan (personal) dalam hal menyimpan dan memproses data. Keunggulannya adalah harganya relatif murah, bentuknya kecil dan teknologi yang dimiliki sudah memadai. Karena peningkatan teknologinya yang selalu bertambah, personal komputer kini tidak hanya digunakan oleh perorangan tetapi pada akhirnya banyak digunakan oleh perusahaan, instansi pemerintah dan pihak swasta. 2. Kartu Jaringan (LAN Card) Biasa disebut LAN card atau Network Interface Card (NIC) merupakan perangkat keras yang dibutuhkan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer yang lain menggunakan media kabel.

Gambar 2.7. LAN Card External Dalam instalasinya kartu LAN selalu dipasang pada mainboard, kartu LAN yang telah menyatu dengan mainboard dinamakan kartu LAN onboard sedangkan yang tidak menyatu dengan mainboard kartu LAN dipasang pada slot PCI maupun ISA disebut kartu LAN external. 3. Switch Merupakan alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segmentasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Switcher bekerja pada layer data link (lapisan 2) dan terkadang di network layer (lapisan 3) berdasarkan referensi ISO Layer Model, sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun.

23

24

Gambar 2.8. Switch 4. Media Transmisi Ada beberapa tipe kabel yang banyak digunakan dan menjadi standar dalam penggunaan untuk komunikasi data dalam jaringan komputer. Dalam sub bab ini, media transmisi yang akan dibahas hanya sebatas tentang kabel UTP, konektor RJ-45 dan media nirkabel saja, karena media ini merupakan media yang diteliti. a. Media Transmisi Kabel Media transmini kabel yang digunakan untuk menghantarkan data dari asal ke tujuannya, yaitu : 1) Kabel UTP Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer lain dengan menggunakan port RJ-45-Male. Kabel UTP dapat digunakan untuk membangun jaringan LAN yang besar dengan terminal pusat berupa hub atau switch. Secara fisik, kabel tersebut memiliki 4 pasang kabel baja yang dikelilingi (dipilin) oleh jaket pelindung dengan bahan karet.

Gambar 2.9. Kabel UTP 2) Konektor RJ-45-Male Merupakan konektor yang dipasang pada kabel UTP. Cara pemakaiannya ialah dengan memasukkannya pada lubang port RJ45 female yang berada pada kartu LAN. Secara fisik, bagian ujung

24

25

dari konektor ini memiliki 8 buah pin berbentuk kawat baja yang digunakan untuk mengunci serat kabel UTP. b. Media Transmisi Wireless Biasa disebut juga dengan jaringan nirkabel, yaitu jaringan yang tidak membutuhkan kabel untuk menghubungkan antar komputer. Untuk dapat membangun sebuah jaringan yang tidak menggunakan kabel sebagai media transmisinya, diperlukan adanya perangkat yang mampu mendukung akses berbentuk wireless, yaitu : 1) Access Point Access Point berfungsi menghubungkan antara beberapa client wireless melalui radio frekuensi serta mengatur aliran trafik yang melewatinya. Fungsi utama dari acces point adalah sebagai pusat lalu lintas koneksi jaringan tanpa kabel. Perangkat ini menyimpan perangkat lunak yang mampu berkomunikasi, mengenkripsi data dan port virtual untuk menghubungkan dengan jaringan wired (jaringan yang menggunakan kabel).

Gambar 2.10. Acces Point 2) Wireless LAN Client Wireless LAN Client merupakan perangkat nirkabel yang dapat mengirim atau menerima gelombang radio yang dipancarkan oleh access point. Dilihat dari segi fisik wireless LAN Client memiliki dua bentuk, yaitu berbentuk pipih yang terpasang pada kartu PCMCIA dan bentuk wireless LAN yang terpasang secara outboard dengan menggunakan port USB.

25

26

Gambar 2.11. Wireless LAN Client Bentuk Pipih

26