Anda di halaman 1dari 3

Nama : Fara Dina Rob’atul A’ida

NIM : 041814985
Kelas : Akuntansi semester 5
UPBJJ : Malang

1. Buatlah Sebuah Pesan Bisnis dengan menggunakan format makalah!

Pasuruan, 31 Oktober 2021


No : 22/AF/B/2021
Hal : Penawaran Produk
Lampiran : Katalog Produk

Yth. PT. JAYA ABADI PRINTING


Jalan Cendrawasih No. 18
Sidoarjo

Dengan hormat,
Berdasarkan informasi yang kami peroleh, bahwa PT. JAYA ABADI PRINTING adalah
perusahaan yang bergerak di bidang percetakan buku.

Kami dari PT. Good Paper Indonesia yang bergerak di bidang kertas, ingin menawarkan
kepada PT. JAYA ABADI PRINTING kertas hasil produksi kami. Perusahaan kami
menggunakan teknologi terbarukan dalam proses produksi, sehingga produk kami memiliki
kualitas tinggi dengan harga yang lebih murah.
Demikian penawaran yang kami ajukan. Semoga kerja sama dapat terjalin baik.
Hormat saya

Fara Dina R.A


Kepala Divisi Penjualan

2. Bagaimana tindakan anda dalam melakukan komunikasi antar budaya agar


tercipta hubungan yang baik ?

Kita bisa mempertimbangkan saran yang disampaikan Lee (2006). Lee


mengingatkan kita bahwa untuk bisa memahami budaya orang lain, pertama-tama kita
harus memahami dulu budaya kita sendiri. Hanya sayangnya, tulis Lee, sering kali kita
tidak mengenali budaya kita sendiri sehingga sulit untuk bisa memahami budaya orang
lain. Namun demikian, ada beberapa petunjuk yang ada baiknya kita pertimbangkan saat
melakukan komunikasi antarbudaya.
Hal pertama yang harus kita lakukan, tulis Lee, adalah mengabaikan dulu
perasaan pribadi dan mengembangkan kesediaan untuk menyimak secara sungguh-
sungguh. Jadi kita harus belajar untuk "tidak hanya bicara" sambil mengembangkan
kemampuan menyimak. Kita disarankan untuk menahan komentar-komentar yang
menunjukkan adanya perbedaan antara "kami" dan "mereka", karena komentar seperti itu
justru menunjukkan adanya jarak antara "kami" dan "mereka". Menyimak dengan
sungguh-sungguh dan tidak banyak bicara itu pada dasarnya merupakan bentuk membuka
diri. Kate kunci pertama yang disarankan Lee, memang kesediaan untuk membuka diri
itu, yang merupakan faktor penting untuk bisa menjadi komunikator yang berhasil.
Hal kedua yang penting diperhatikan adalah perilaku verbal dan nonverbal. Kita
sebaiknya menyadari bahwa bahasa lebih dari sekedar kata-kata, atau bahasa bukan hanya
kata-kata. Selain itu, setiap bahasa memiliki preferensi linguistik yang sering
menunjukkan kial-kial tentang perilaku, sopan-santun dan cara berpikir budaya tertentu.
Lee menunjukkan, orang Inggris sering sengaja menyamarkan makna untuk menghindari
konfrontasi. Orang Spanyol dan Italia lebih menyukai bahasa yang berbunga-bunga
sehingga yang penting ekspresif ketimbang kejelasan makna. Orang Jerman sangat logis
dalam berkata-kata. Sedangkan di negara-negara Asia, harmoni merupakan hal yang
sangat penting sehingga orang Asia cenderung menghindari konfrontasi dalam bentuk apa
pun. Itu sebabnya, orang Asia sering menyatakan "ya" dalam berbagai hal meski bisa saja
kata "ya" itu juga menunjukkan ketidaksetujuannya atas apa yang dikatakan.
Selanjutnya, Lee pun menunjukkan beberapa saran agar kita bisa menjadi
komunikator antarbudaya yang berhasil. Kita perhatikan saran-saran berikut ini.
1) Hendaknya ingat bahwa budaya kita sendiri sebenarnya memberikan kerangka
perilaku dan keyakinan yang bisa diterima.
2) Hendaknya menyadari bahwa perilaku dan preferensi kita didasarkan pada budaya
dan bukanlah "yang paling benar" dan hanya satu-satunya.
3) Hendaknya peka terhadap rentang perilaku verbal dan nonverbal.
4) Hendaknya berjiwa terbuka terhadap pandangan dan cara orang lain berperilaku.
5) Hendaknya ingat bahwa tidak ada bahasa tubuh yang universal.

SUMBER : BMP EKMA4159 (Komunikasi Bisnis Edisi 1) Modul 3 Halaman 3.16 - 3.17