Anda di halaman 1dari 3

KONSELING KELUARGA Oleh Fahry Hamka (0806320591) Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang

ahli (disebut konselor) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konsele) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Frank Parsons di tahun 1908 saat ia melakukan konseling karier. Selanjutnya juga diadopsi oleh Carl Rogers yang kemudian mengembangkan pendekatan terapi yang berpusat pada klien (client centered). Konseling keluarga adalah penerapan konseling pada situasi yang khusus. Konseling keluarga memfokuskan pada masalah-masalah berhubungan dengan situasi keluarga dan penyelenggaraannya melibatkan anggota keluarga. Konseling keluarga memandang keluarga secara keseluruhan bahwa permasalahan yang dialami seorang anggota keluarga akan efektif diatasi jika melibatkan anggota keluarga yang lain. Konseling keluarga bertujuan membantu anggota keluarga belajar dan memahami bahwa dinamika keluarga merupakan hasil pengaruh hubungan anggota keluarga. Membantu anggota keluarga agar dapat menerima kenyataan bahwa apabila salah seorang anggota keluarga memiliki permasalahan, hal itu akan berpengaruh terhadap persepsi, harapan, dan interaksi anggota keluarga lainnya. Memperjuangkan (dalam konseling), sehingga anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang guna mencapai keseimbangan dan keselarasan Mengembangkan rasa penghargaan dari seluruh anggota keluarga terhadap anggota keluarga yang lain. Salah satu model konseling keluarga adalah terapi keluarga atau family therapy. Terapi ini mulai dikembangkan sejak tahun 1950. Terapi keluarga merupakan suatu metode yang menggunakan pendekatan struktural dalam menanggani masalah keluarga. Titik tolak dari pendekatan ini ialah pendapat bahwa keluarga merupakan suatu sistem sosial terkecil. Jadi, jika salah seorang anggota keluarga mengalami masalah-masalah yang mengganggu keseimbangan dirinya atau penampilan tingkah lakunya maka seluruh keluarga yang lain akan juga mengikuti gangguan atau goncangan itu.

Untuk dapat melakukan konselimg yang baik diperlukan beberapa syarat yaitu konselor yang memenuhi syarat, tempat konseling yang memenuhi syarat, dan proses konseling yang memenuhi syarat. Proses Konseling Keluarga Proses konseling keluarga biasanya merupakan lanjutan dari konsultasi dokter-pasien dan dilakukan bila diyakini pasien atau keluarganya perlu memutuskan atau memilih tindakan untuk penyembuhan atau penanganan penyakit pasien. Langkah-langkanya terdiri dari attending, exploring, understanding dan action. Secara rinci, rangkaian langkahnya adalah: 1. Membuat pasien/keluarga merasa nyaman 2. Menanyakan dan menilai kebutuhan pasien/keluarga 3. Menguraikan masalah atau kebutuhan pasien/keluarga sehingga mereka dapat memahaminya dengan baik, termasuk untung dan ruginya beberapa pilihan yang ditawarkan 4. Membantu pasien/keluarga memutuskan apa yang akan diambil 5. Membantu meningkatkan pemahaman pasien/keluargamya mengenai hal yang perlu dilakukan oleh pasien/keluarganya sesuai dengan keputusan yang telah diambilnya 6. Menjelaskan kapan pasien harus kembali untuk kunjungan ulang atau merujuk ke fasilitas lainnya bila diperlukan. Konseling keluarga perlu dilakukan karena dukungan dan peran dari orang terdekat pasien sangat dibutuhkan untuk kesembuhan pasien. Konseling keluarga bertujuan untuk membagi peran di dalam anggota keluarga agar dapat membantu proses pertumbuhan dari pasien tersebut. Contohnya: istri membantu pasien untuk mandi dan memberikan makan serta memberikan motivasi kepada pasien untuk cepat sembuh. DAFTAR PUSTAKA Poernomo, Sigit Sidi (1992), Konseling KB. Suatu Tinjauan Terhadap Peranan dan Kedudukan Konseling dalam Proses Pelayanan KB. Unpublished paper.