Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN
Bijih dari mineral yang berbeda dalam batuan dipisahkan dari satu sama
lain untuk dilihat karakteristik fisiknya yang berbeda-beda (kekerasan, bentuk,
sifat magnetik, electrostatic, densitas) atau kimia (flotasi, pengendapan) pada
unsur pokoknya. Hal ini merupakan langkah awal untuk mendapatkan kembali
mineral yang bernilai komersial. Mineral berharga yang terdapat dalam bijih
umumnya belum terliberasi dari batuan induknya. Agar mineral berharga dapat
terbebaskan maka diperlukan usaha untuk memperkecil ukuran bijih. Proses untuk
memperkecil ukuran bijih umumnya disebut kominusi. Dalam melaksanakan
tahap kominusi, pengecilan ukuran harus dilakukan sampai pada ukuran yang
diperlukan saja. Proses kominusi dapat dilakukan beberapa tahap tergantung pada
ukuran umpan dan produknya. Produk akhir dari tahap kominusi adalah bijih yang
berukuran relatif halus sesuai dengan proses berikutnya yaitu proses konsentrasi.
Tujuan utama proses konsentrasi adalah meningkatkan (mempertinggi) kadar
mineral berharga sehingga diperoleh konsentrat dengan kadar mineral berharga
tinggi dan tailing.
Tahap konsentrasi pada pengolahan bahan galian bekerja berdasarkan sifat
fisika dan kimia dari bijih yang akan diolah. Selain konsentrat dan tailing,
dihasilkan pula middling dimana kadar kadar mineral berharganya diantara
konsentrat dan tailing. Middling dapat diolah kembaliuntuk menghasilkan
konsentrat. Tahap pengolahan bahan galian merupakan bagian yang penting dari
rangkaian proses ekstraksi metalurgi, karena suatu bijih dapat benilai ekonomis
jika telah mengalami proses pengolahan bahan galian. Pengolahan bahan galian
dapat mempermudah proses ekstraksi menjadi sederhana dan murah. Metoda yang
dipakai pada pengolahan bahan galian meliputi:
1. Hand sorting, pengambilan mineral berharga secara
langsung dengan tangan (berdasarkan warna, kilau atau apapun bentuknya).
2. Pemisahan berdasarkan kekerasan mineral sehingga dengan
cara pengayakan, mineral yang lunak akan lolos sedangkan yang keras tidak
lolos. Pengayakan dilakukan setelah kominusi.
1
3. Pemisahan elektrostatik
4. Pemisahan berdasarkan sifat kemagnetan
5. Pemisahan berdasarkan berat jenis, perbedaan kecepatan
pengendapan.
6. Pemisahan dalam suatu larutan berat dimana mineral berat
dipisahkan dari mineral ringan dalam suatu suspensi.
7. Pemisahan berdasarkan sifat kesukaan pada udara atau air.
Dari ketujuh proses pemisahan di atas, yang paling banyak dan sering
digunakan yaitu konsentrasi gravitasi, konsentrasi magnetik, konsentrasi elektrik,
media berat dan flotasi. Kelima proses pemisahan mineral tersebut dijelaskan
dalam makalah ini.
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 KONSENTRASI GRAVITASI
Konsentrasi gravitasi adalah proses pemisahan mineral berharga dan tidak
berharga akibat adanya gaya-gaya dalam fluida dan pemisahan ini didasarkan
pada berat jenis mineral, bentuk maupun ukurannya. Contoh : Jig, shaking table,
sluice box.
Mineral ringan
Mineral berat
Kriteria konsentrasi:
f R
f B
D D
D D

dimana :
D
B
: Densitas mineral berat
D
f
: Densitas fluida
D
R
: Densitas mineral ringan
A. Jig Konsentrator
Alat utama yang banyak dipakai dalam konsentrasi gravitasi salah satunya
adalah jig. Dalam jig, pemisahan mineral berharga (umumnya dengan berat jenis
tinggi) dari pengotornya (berat jenis rendah) dilakukan didalam suatu aliran
fluida. Lumpur (pulp) yang merupakan umpan (feed) disebarkan di atas screen
(pengayak) yang mana diatasnya disebarkan pula material lain (bed). Berat jenis
bed merupakan faktor yang cukup penting dan biasanya terletak di antara mineral
berat dan mineral ringan.
Aliran air ke atas (pulsior) dan aliran air ke bawah (suction) akan
membentuk getaran sedemikian rupa sehingga mineral-mineral berat akan akan
tertarik ke bawah sedang mineral-mineral ringan akan terdorong ke atas. Aliran
3
fluida
air ke atas dengan kecepatan yang cukup tinggi akan membuka bed dan mineral
akan terdorong ke atas. Pada aliran air ke bawah, bed akan tertutup, mineral-
mineral berat akan terperangkap di dalam bed. Proses ini berlangsung berulang-
ulang sehingga mineral berat dapat dipisahkan dari mineral ringan. Mekanisme
reaksi antara gaya-gaya dalam fluida dengan mineral berat dan mineral ringan
dapat digambarkan seperti:
Mencapainya posisi terminal. Kondisi ini
disebut Hindered Settling.
Contohnya adalah Metode Membersihkan Batu Bara dengan menggunakan
Baum Jig dan sebuah feldspar jig. Lihat gambar.
Jig kontak menyandar pada stratifikasi di lapisan (bed) batu bara ketika air
membawa gerak naik turun (pulsed). Serpihan batu bara cenderung kotor dan
4
FL
Fg
Fd
fluida
pembersih batu bara naik. Pada dasarnya jig, baum jig lebih cocok untuk ukuran
umpan yang luas. Sekalipun baum jig dapat membersihkan ukuran batu bara yang
lebar, yaitu sangat efektif pada ukuran 10-35 mm. Modifikasi dari baum jig adalah
Batac jig yang mana digunakan untuk membersihkan batu bara yang sangat bagus.
Batu bara dibuat stratifikasi secara langsung oleh bubbling air terus menerus
melalui campuran coal-water-refuse dalam membersihkan unit partikel.
Untuk ukuran yang sedang, prinsipnya sama getaran naik turun (pulsing)
terus menerus dari sisi atau dari bawah lapisan (bed). Disamping itu, bed atau
mineral padat kasar digunakan untuk meningkatkan stratifikasi dan mencegah
remixing. Mineral yang biasa digunakan adalah feldspar yang terdiri atas
gumpalan silika dengan ukuran 60 mm. Gambaar A1 di atas menunjukan sebuah
baum jig dan feldspar jig untuk batu bara halus.
Grafik kecepatan terhadap waktu
Kecepatan terminal/tak hingga
dt
dv
= 0
m a = [ m g mg ] - F
d
g
dt
dv
s
f s
]
]
]


m
dt
dv
= [ m m] g F
d

keterangan :
Fd : gaya dorong f
d
: koefisien dorong
mg : massa padatan ( gaya berat padatan) A : Luas
mg : massa fluida ( gaya ke atas / archimedes )
5
V
t, waktu t
1
dt
dv
: a , percepatan

s
: densitas solid

f
: densitas fluida
A v f F
f d d
2
2
1

B. Shaking Table (Meja Goyang)
Alat kedua yang dipakai adalah meja goyang (shaking table). Prinsip kerja
dari meja goyang hampir mirip dengan jig tetapi dengan cara yang bebeda. Meja
goyang dengan cara mengalirkan pulp dalam suatu aliran fluida (air) yang tipis,
mineral ringan akan hanyut lebih cepat dari pada mineral berat. Aliran air yang
tipis biasanya dilakukan di atas permukaan meja yang miring dan kasar.
6
Kekasaran
permukaan meja
sangat
menentukan
perolehan dan
proses
pemisahan. Untuk membantu pemisahan, meja digoyangkan secara secara
horizontal membentuk getaran. Agar dapat lebih jelas dan dapat dibayangkan cara
kerjanya, dapat dilihat gambar alatnya dan gambar distribusi hasil meja goyang.
7
Gambar Shaking Table
Shaking table dirancang pada dasarnya untuk pemisahan gravity
(konsentrasi gravity) mineral basah dan material yang terdiri atas butir-butiran
kecil-kecil. Terdapat banyak aplikasi pemisahan dengan shaking table bernilai
khusus dan tidak bisa disamakan untuk mencapai hasil hemat dan efisien. Shaking
table adalah efektif dalam pengolahan berharga dan dasarnya logam, jarang logam
(rare metal) dan mineral non logam.
C. Sluice Box
Sluice box merupakan alat ketiga dari konsentrasi gravitasi yang mana
memisahkan mineral bijih berdasarkan berat jenis (specific gravity). Dalam proses
ini diharapkan mineral yang memiliki berat jenis yang tinggi akan mengendap dan
akan diambil sebagai konsentrat, sedangkan mineral yang ringan akan ikut
terbawa oleh air (aliranya) sebagai tailing (pengotor).alat sluice box berupa
lounder dengan ukuran panjang 8-12 meter, lebar 1 meter dengan feed 10-20%.
8
Gambar Sluice Box
Mekanisme pemisahan yang terjadi dalam sluice box yaitu feed yang
sudah terliberasi sempurna seperti emas, timah, pasir besi dimasukkan ke dalam
sluice box. Kita pisahkan partikel-partikel yang besar terlebih dahulu. Bila ujung
alat sudah terdapat mineral berat, artinya alat sudah jenuh maka pada alat lounder
tersebut dibersihkan yaitu dengan mengalirkan pembersih (wash water) dan akan
terjadi pemisahan-pemisahan antara partikel berat dan partikel ringan. Dimana
partikel berat akan tertinggal pada bagian belakang bawah riffle atau akan
menempel pada karpet yang disebut sebagai konsentrat. Mineral yang menempel
pada karpet akan diambil biasanya dengan cara karpet tersebut dibakar.
2.2 Konsentrasi Magnetik
Pemisahan partikel mineral berdasarkan tingkah laku mineral terhadap
medan magnet dan sifat kemagnetan dari partikel itu sendiri. Alat yang dipakai
untuk proses pemisahan ini adalah magnetik separator. Cara ini dipakai karena di
alam ada material yang bila diletakkan di medan magnet dia akan tertarik
9
(magnetik mineral) dan ada pula yang tidak tertarik oleh magnet (non-magnetik
mineral). Syarat terjadinya pemisahan adalah adanya medan magnet yang
ditimbulkan oleh magnet permanen atau electro magnet.
Banyaknya garis-garis gaya megnet disebut fluks.
Banyaknya garis-garis gaya persatuan luas disebut
fluks density.
Bila fluks density pada medan magnet sama maka disebut medan magnet
homogen. Dan jika fluks density pada medan magnet tidak sama disebut medan
magnet non homogen. Apabila suatu benda diletakkan dalam medan magnet,
induksi magnet pada obyek adalah:
B = H + M dimana:
B = induksi magnet pada obyek
H = medan induksi yang disebabkan oleh medan magnet
M = intensitas kekuatan magnet dari material obyek.
Magnetik Separator
Pemisahan magnetik hanya diterapkan terhadap mineral mineral yang
bersifat magnetik. Pemisahan dapat dilakukan dengan cara basah maupun kering.
Contoh yang banyak dipakai di Indonesia adalah PT. TIMAH, yang digunakan
pada pusat-pusat pencucian (Central Washing Plant Washery). Medan magnet
yang diperlukan dapat dihasilkan dari magnet tetap ataupun dari magnet yang
umumnya lebih banyak dipakai.
10
Prinsip kerjanya adalah bila sekumpulan mineral (non-magnetik dan
magnetik) dilewatkan dalam suatu medan magnet, maka mineral-mineral yang
bersifat magnetik akan tertarik sedangkan yang non-magnetik tidak tertarik,
sehingga pemisahan dapat dilakukan. Umpan dimasukkan satu kesatuan dan jatuh
masuk ke dalam drum yang bergerak. Drum berputar disekitar magnet. Di bawah
drum terdapat tiga wadah untuk menyeleksi sifat magnet mineral. Mineral non
magnetic akan jatuh cepat meninggalkan drum dan masuk ke wadah khusus non
magnetic. Dan mineral yang memiliki sifat magnet yang sangat kuat akan terus
mengikuti gerak drum dan akan menarik magnet serta jatuh masuk ke wadah
khusus mineral yang bersifat magnet. Begitu pula mineral yang middlings akan
masuk ke wadahnya.
Jelas terlihat pad gambar, selain medan magnet, gaya gravitasi juga sangat
berpengaruh dalam proses. Dengan cara mengatur intensitas medan magnet dari
satu ujung ke ujung yang lain maka pemisahan mineral dari non magnetik sampai
yang bersifat sangat magnetik dapat dilakukan.
- Suceptibilitas ( k)
Yaitu kemampuan suatu mineral untuk menyerap garis-garis gaya magnet.
0 < k < 1 : mineral paramagnetic
0 > k : mineral diamagnetic
k > 1 : mineral ferromagnetic
11
Bahan-bahanya adalah
- Paramagnetic : bahan dapat ditarik oleh kekuatan medan magnet
sebesar 1000-20000 gaussk. Contoh : hematite, chalcophyrit, siderite.
- Ferromagnetic : bahan yang dapat ditarik oleh kekuatan medan
magnet sebesar 200-1000 gauss. Contoh : magnetite, roasted pyrite.
- Diamagnetic : bahan yang menolak gaya-gaya magnet. Contoh :
pyrite, baoxit, diamond, coal.
Gaya magnetik
Gaya magnetic pada partikel yang ada di medan magnetic diberikan oleh
persamaan vector :
B V m V m F


). . (
Rumus gaya pada permukaan drum:
R
H
Fm

2
32
dimana:
H = Medan magnet
R = jari-jari drum
= jarak antar kutub magnet
Gaya magnetik tidak bergantung pada ukuran partikel.
Gaya Bersaing (Force Competing)
Gaya ini dalam magnetik separator bersaing dengan gaya magnetik dan
bereaksi pada semua partikel dalam separator adalah gravity, hydrodynamic drag,
pergesekan (friction), kelembaman (inertia). Untuk partikel bulat dengan densitas

s
gaya gravitasinya adalah:
( ) g d F
f s g


6
12
ferromagnetik
H
M
diamagnetik
paramagnetik
M
H
dengan
f
= densitas fluida, g = percepatan grafitasi
Dalam aliran laminargaya gesek hydrodynamic yang diberikan persamaan oleh
Hukum Stokes adalah:
dv Fd 3
dengan v = velositas suatu partikel relatif terhadap fluida dan = viskositas pada
medium fluida
Pada drum magnetik separator dengan intensitas kering rendah, gaya yang penting
untuk memisahkan partikel dari drum secara umum adalah gaya sentrifugal,
persamaanya adalah:
R V Fc
s
2

( = kecepatan angular drum dan V = volume)
Jika gaya sentrifugal seimbang dengan gaya magnetik maka persamaannya:
2 / 1
2 4

,
`

.
|

V
H
R
s
e
PERALATAN DAN APLIKASINYA
Alat magnetik separator tergolong menjadi 2 kategori : magnetik separator
dengan intensitas rendah dan intensitas tinggi. Keduanya dapat digunakan dalam
keadaan basah dan kering.
- Tramp Removal dan Cobbing
Tramp iron removal digunakan untuk melindungi peralatan proses mineral
seperti crusher, screens dan conveyor. Alat yang dipilih digunakan untuk
menghilangkan ketergantungan Tramp iron ini dari berbagai faktor termasuk
ukuran dan banyaknya terjadinya Tramp Iron dan poin yang dibutuhkan untuk
proteksi. Pada cobbing dari magnetit dari inti besi debgan tujuan untuk
mengeliminasi beberapa mineral pengotor (gangue) dalam ukuran partikel
yang besar.
- Magnetik Separator dengan Intensitas Rendah
Alat ini bekerja menggunakan elektromagnet atau magnet permanen;
elektromagnet utamanya adalah digunakan ketika kekuatan medan magnetik
relatif tinggi dibutuhkan, tetapi pada umumnya magnet permanen dari Ainico
13
atau tipe jenis barium-strontium ferit keramik sangat umum digunakan.
Kebanyakan drum memiliki 5 kutub simetris, selama 5 kutub ini berkembang
agitasi pada permukaan drum dan mengurangi nonmagnetik terjebak.
- Magnetik Separator dengan Intensitas Tinggi
Pemisah basah. Komponen operasional dari pemisah magnetik intensitas
tinggi dari tipe Carousel dan konsep dasar dari tipe Canieter. Matriks
ferromagnetik yang mana partikel paramagnetiknya dikumpulkan dalam
bentuk grooved plates, bola baja, wool baja atau bentuk lembaran logam yang
luas. Selain itu ada juga untuk pemisah kering.
- Peralatan Tes Laboratorium
Davis Tube adalah alat laboratorium pemisah yang sering digunakan
untuk menentukan bagian mterial magnet yang sangat kuat. Meskipun secara
normaldioperasikan pada kondisi basah, alat ini juga dapat untuk proses
kering.
- Flokulasi Magnet dan Demagnetisasi
Flokulasi magnetik digunakan dalam konsentrasi magnetit dan dalam
membersihkan air sisa pabrik baja. Sebagai partikel ferromagnetik yang
dilewati pemisah magnetik, terdapat kecenderungan terjadinya beberapa
flokulasi magnetik. Floulasi magnetik yang tak terkendali dapat dikurangi
secara efisien pada pemisahan subsekuen. Gulungan demgnetisasi digunakan
untuk depolarisasi dari slurries ferromagnetik.
- Metode Potensial Pemisahan Magnetik
Metode ini berfungsi untuk mengkombinasikan pemisahan simultan oleh
densitas, suceptibilitas magnetik dan konduktivitas listrik.
Pemilihan proses pemisahan magnetic dengan cara basah ataupun kering,
tergantung pada beberapa faktor, diantaranya adalah ukuran butiran. Apabila
ukuran butir mineral cukup halus, maka biasanya pemisahan dilakukan dengan
cara basah agar debu yang dihasilkan menjadi berkurang.
2.3 KONSENTRASI ELECTRIC
14
Pemisahan elektrik ( electric separation) adalah proses pemisahan mineral
dengan memanfaatkan sifat perbedaan kelistrikan yang digunakan untuk
memisahkan material dengan konduktivitas yang tinggi (emas) sulfide logam dari
material pengganggu silikat yang mempunyai konduktivitas rendah.
Berdasarkan sifat kelistrikannya material dapat dibagi:
Material konduktor
Merupakan material yang mampu mengalirkan electron ke rotor, pada saat
grounded sehingga electron mengalir ke bumi dan muatannya menjadi (+) dan
jatuh ke bumi.
Material non-konduktor
Material tidak mampu mengalirkan electron pada saat di grounded
sehingga material menjadi bermuatan (-) dan menempel pada rotor.
Berbeda dengan pemisahan magnetic, pemisahan elektrostatik harus
dilakukan dengan cara kering yang mengakibatkan suasana kerja yang lebih
berdebu. Pada dasarnya, apabila sekumpulan mineral diberi muatan elektrostatik
dan kemudian berhubungan langsung dengan tanah melalui kabel konduktor,
maka partikel mineral konduktor akan dengan segera melepaskan muatannya
sedangkan muatan pada mineral non konduktor akan tertahan membentuk muatan
pada permukaan mineral. Partikel mineral non konduktor akan tertahan pada
permukaan rotor sehingga dapat dipisahkan dari mineral konduktor.
Agar pemisahan dapat berlangsung dengan baik, salah satu faktor yang
mempengaruhi pemisahan magnetik dan elektrostatik adalah ketebalan lapisan
umpan, sehingga pada saat pengumpananya harus dibuat sedemikian rupa
sehingga pertikel dapat terdistribusi merata dan membentuk lapisan yang tipis.
Ada 2 tipe dasar electrostatic separation:
1. Electrodynamic separation
2. electrostatic separation
A. Electrodynamic Separation
Pemisahan elektrik tipe elektrodinamik biasanya sering disebut juga high
tension separation. Pada tipe ini, umpan dibawa oleh grounded rotor
(dihubungkan dengan bumi melalui kabel elektrik) dimana partikel akan terbawa
15
oleh putaran rotor tersebut ke daerah ionizing electrode bermuatan. Partikel
diterima sebuah muatan oleh ion bombardment. Dengan begitu, udara disekitar
ionizing electrode akan terionisasi yang disebut medan corona. Medan corona
akan menghasilkan elektron yang bergerak ke arah rotor. Partikel (umpan) yang
lewat medan ini akan menerima muatan (-) yang dihasilkan ionizing electrode.
Pada partikel konduktor, semua muatan (-) yang diperoleh akan disalurkan ke
bumi melalui rotor yang berakibat partikel tersebut akan bermuatan (+) sama
dengan rotor sehingga terjadi tolak menolak dan partikel akan terlempar karena
adanya gaya sentrifugal dari putaran rotor.
Gambar electrodynamic separation
Pada partikel non konduktor, dia tidak bisa melepaskan muatan (-) yang
diperoleh secara cepat ke rotor sehingga partikel akan bermuatan (-), jadi terjadi
tarik menarik antara partikel dan permukaan rotor. Muatan pada partikel secara
perlahan lahan akan dibuang dan partikel tersebut jatuh sebagai midling.
Partikel yang non konduktor sempurna akan lama tahan menyimpan muatannya
sehingga tetap menempel pada permukaan rotor dan bisa dilepaskan dengan sikat.
16
-
-
Non conductor conductor
Ionizing electrode
Static electrode
feed
ground
B. Electrostatic Separation
1. Mekanisme Pemisahan :
a. Kontak antara partikel
b. Penembakan dengan ion (elektron), yaitu melewatkan
partikel pada suatu medan corona
c. Induksi yang terjadi dalam medan listrik
2. Pemisahan pada permukaan yang dibumikan (grounded)
Pemisahan yang terjadi pada permukaan yang dibumikan electrostatic
separation dihasilkan dari kombinasi antara gaya listrik, sentrifugal dan
gravitasi ( gaya gesek diabaikan ).
Pada pemisahan electrostatic tipe ini sama dengan electrodynamica, hanya
saja tidak terdapat medan corona yang dihasilkan. Pemisahan terjadi sebagai
berikut:
Gambar electrostatic separation
Pada saat partikel kontak dengan permukaan rotor yang berada pada
medan listrik, secara cepat permukaan partikel akan terinduksi sehingga
bermuatan. Partikel konduktor secara cepat pada permukaan kontaknya akan
bermuatan sama dengan permukaan rotor yang dibumikan. Oleh karenanya
17
Non conductor conductor
ground

feed
partikel akan tertarik oleh elektroda atau dengan kata lain partikeltertolak dari
permukaan rotor. Dan untuk partikel non konduktor pada prinsipnya berkebalikan
dengan partikel konduktor.
Adapun gaya-gaya yang bekerja adalah :
- Gaya electrostatic
Fe = e

fc
- Gaya sentrifugal
Fc = 1/6 d
3

s

2
R
- Gaya gravitasi
Fg = 1/6 d
3

s
g
Keterangan :
e

= muatan listrik
fc = kuat medan listrik
d = diameter partikel

s
= densitas partikel
= rotor angular velocity
R = radius
Syarat mineral untuk bisa dipisahkan :
- Pinning factor ( Fi / Fc)
Merupakan faktor yang memperlihatkan tendens dari pada partikel, untuk
menempel pada permukaan rotor.
- Lifting factor ( Fe / Fc )
Merupakan faktor tendensi partikel untuk lepas dari rotor dan tertarik menuju
elektroda.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemisahan :
1. Permukaan mineral (derajad liberasi)
Jika permukaan partikel non konduktor terdapat lapisan oksida besi maka
partikel akan menjadi konduktor.
2. Kelembaban udara
Udara yang lembab dapat menghantarkan arus listrik, jadi udara harus kering.
18
3. Kecepatan putaran rotor
Jika terlalu cepat kecepatanya maka akan berpengaruh pada pinning dan
lifting factor.
4. Diameter partikel
Jika terlalu besar dapat terjadi gratitutional middling.
5. Jarak elektroda ke rotor
Jika terlalu dekat dapat timbul bunga api dan jika terlalu jauh, intensitas
medan listriknya kurang.
6. Feed layer
Lapisan mineral sewaktu pengumpanan yang baik adalah satu lapisan.
Persyaratan bijih :
- Ukuran bijih homogen dan halus
- Kering
- Derajat liberasi tinggi
Dengan demikian pemisahan electrostatic separator harus dilakukan
dengan cara kering yang mengakibatkan suasana kerja yang lebih berdebu.
2.4 FLOTASI
Sebelum memasuki lebih jauh, sifat permukaan mineral ada dua yaitu
hydrophobic (tidak mudah dibasahi oleh air) dan hydrofilic (mudah dibasahi oleh
air). Flotasi merupakan proses pemisahan mineral yang memanfaatkan sifat
permukaan mineral yaitu mudah tidaknya dibasahi oleh air.
Pada dasarnya semua mineral bersifat suka air (hidrofil). Dengan
menambahkan reagen kimia tertentu, sifat permukaan suatu mineral yang semula
hidrofil dapat diubah menjadi hidrofob.
Mekanisme:
- Mineral dan gelembung saling berdekatan terlebih dahulu
- Pembentukan lapisan tipis (diffusio boundary)
- Kontak 3 fasa
Tua = tegangan udara air
19

Tua
air
Tpa = tegangan padatan air
Tpu = tegangan padatan udara
Tpu = Tpa + Tua cos
Tua
Tpa Tpu
cos
Dengan cara menghembuskan udara ke dalam lumpur bijih yang kemudian
pecah menjadi gelembung udara yang relatif kecil ukurannya, partikel mineral
hidrofob dapat menempel pada gelembung udara dan terbawa ke atas.
Gambar flotasi
Reagen kimia yang dipakai pada proses flotasi meliputi pengatur pH,
depresant, collector (kolektor), pembuih (frother). Kolektor berfungsi untuk
mengubah sifat permukaan mineral. Pembuih (frother) berfungsi untuk
menstabilkan gelembung udara yang dihasilkan. Jika tidak ada frother, maka
gelembung akan pecah. Contoh frother : pine oil (C
10
H
17
OH). Reagen kimia yang
dipakai pada proses flotasi bekerja pada suasana yang tertentu (umumnya basa)
sehingga di permukaan senyawa kimia yang dapat mengatur pH larutan.
Depresant berfungsi untuk menekan mineral tertentu agar untuk ikut terapung,
misalnya sfalerit (ZnS) akan tetap bertahan dalam larutan dengan adanya ZnSO4
atau NaCN untuk mengaktifkan kembali sfalerit yang telah tertahan, umumnya
dilakukan dengan menambahkan aktivator CuSO
4
. Dispersant pada pH regulator
adalah Na
2
SiO
3
, CaO dan Na
2
CO
3
. zat yang mengandung aktivatornya adalah Cu
2+
20
Tpa
Tpu
dan Ca
2+
. Kolektor berfungsi juga sebagai zat yang melindungi permukaan
mineral yang sudah bereaksi dengan aktivator. Contoh kolektor adalah Xanthate.
R OC - SX
S
Gambar skema proses flotasi
Beberapa jenis bijih yang mengandung Cu adalah Bornite (Cu
5
FeS
4
),
Calcopyrite (CuFeS
2
), Covellite (CuS) dengan beberapa pengotor seperti Pyrite
(FeS
2
), Magnetite (Fe
3
O
4
), Hematite (Fe
2
O
3
), ataupun Quartz (SiO
2
). Karena
kebanyakan sulfida, proses pemisahan mineral yang efektif adalah proses flotasi
dan gravity jika memang dalam bijih banyak emas dalam bentuk native.
21
Conditioning1
Conditioning 2
Conditioning3
Conditioning 4
Flotasi
Feed (pulp)
pH regulator
dispersant
Activator
depresant
kolektor
frother
Udara
Apungan
Tenggelam
Proses flotasi CuS tidak jauh berbeda dengan proses flotasi PbS dan ZnS.
Intinya adalah sama-sama mineral sulfida yang bisa diambil reagentn Xanthate.
Reagen lain bisa digunakan untuk mengambil bijih tembaga secara khusus,
sebagai contoh Merkapto Benzo Tyazone (MBT) yang efektif untuk mengambil
bornite dan Calcophyrit. Secara umum proses flotasi bijih Cu sebagai berikut:
Gambar Diagram Alir Flotasi
Konsentrat yang dihasilkan biasanya berkadar Cu 20-30% tergantung dari
bijih dan proses flotasinya sedangkan ikutannya untuk Emas sekitar 10-30 gpt dan
Perak sekitar 30-70 gpt tergantung kadar logam tersebut dalam bijih. Namun yang
bisa dipastikan untuk bijih dengan kadar bijih >0,5 % maka recovery Cu bisa 85-
90% sedangkan Emas dan Perak hanya mengikuti saja sekitar 75% dan 65%,
semakin tinggi recovery Cu maka semakin tinggi juga recovery Au dan Ag.
22
Air
gelembung gelembung
Energi total :
sl sl
A A W
lg lg 1
( ) ( )
sl sl sg
A A W 1 1
lg lg 2
+ +
cos
lg

sl sg
A
lq
= Luas area antar muka liquid / gas
A
sl
= Luas area antar muka solid / liquid

lg
= Energi permukaan liquid / gas

sl
= Energi permukaan solid / liquid
Terapung atau tidaknya suatu partkel tergantung pada W
2.5 PEMISAHAN MEDIA BERAT MEDIA BERAT (HEAVY MEDIA
SEPARATION)
Heavy media separation adalah pemisahan bijih atau mineral yang
dilakukan dalam sebuah tangki pemisah. Dalam proses ini berat jenis media
sangat berperan sehingga harus dijaga konstan, mekanisme yang digunakan
adalah hukum Archimedes (gaya tekan ke atas sama dengan berat zat cair yang
dipindahkan).
Mengapung,
s
<
f

Tenggelam,
s
>
f
Media yang bisa dipakai
1. Bahan atau zat organik
Biasanya bahan atau zat organik jarang digunakan karena perlunya
pencampuran diantara kedua berat jenis tersebut.
Contoh:
- Bromoform
23
Padatan (a)
Padatan (b)
- Tetra Bromo Ethana
- Benzena
2. Suspensi padatan + cairan
Syarat bahan untuk membuat suspensi tersebut adalah:
- Harga lebih murah
- Mudah didapat
- Keras atau tidak mudah pecah
- Spesifik berat jenis besar (medium >1)
- Tudak mudah mengendap
- Dapat dipakai berulang-ulang
Contoh yang memenuhi syarat:
a. Kuarsa (SiO2) ; murah, dapat diambil kembali dengan
magnetik separation dan harus bersifat non-magnetik.
b. Galena (PbS)
c. Magnetik
d. Ferrosilikon
Secara umum yang sering digunakan adalah magnetik dan ferrosilikon,
ukuran padatannya lebih kecil dari 200# ditambahkan air cc < 0 akan terjadi
apabila
B
<
f
hasil yang didapatkan adalah A akan mengendap dan
B
akan mengapung. Untuk galena sulit dipisahkan, jadi pemakaian suspensi
biasanya dalam waktu singkat dan kemudian suspensi di recycle.
Tahapan dari uji heavy media separation
a. Pembuatansuspensi :
- Air + padatan
- Harus selalu diaduk
- Ukuran padatan harus halus
b. Proses pemisahan dalam tangki dengan agitator (pengaduk)
c. Uji endap apung (Smk dan float test)
Tujuannya memperkirakan atau merencanakan alat pemisahan dan sebagai
evaluasi. Medium yang dipakai adalah salah satu bahan organik dan harus
dilakukan dalam ruang asam agar gas-gas beracun bisa dihindari.
24
d. Ukuran-ukuran feed yang dapat dikerjakan dengan alat-alat
gravity concentration adalah :
No Feed Diameter
1 Jig 25mm 75 m
2 Palong / Sluice box 3mm 30 m
3 Humpary Spiral 3mm 75 m
4 Shaking Table 3mm 15 m
5 Niting table 100 m 5 m
Secara sederhana proses heavy media separation adalah sebagai berikut:
Gambar skema proses heavy media separation
25

Padatan ringan
Padatan ringan
Magnetite dan air
Padatan berat
Ground dan size solids streams
Gambar Unique "Single-Drum / Double-Density"
Self-Contained Mini Heavy Media System
Karakteristik dari Unique "Single-Drum / Double-Density" Self-Contained Mini
Heavy Media System adalah:
- Recovery aluminium tinggi
- Biaya operasi murah
- Susunanya padat (compact plant layouts)
- Proses dan pengkontrolan mudah
- Kapasitas produksi tinggi
Hasil dari heavy media separation system:
1. Furnace-ready Aluminium : densitas apung (float) tinggi
2. Logam berat (heavy metal) : densitas tenggelam (sink) tinggi
3. Karet, Plastik dan Aluminium : densitas apung (float) rendah
Diantara berbagai macam scrap, ada suatu perbedaan di dalam densitas
adalah mungkin berlaku untuk proses pemisahan media berat. Media berat sangat
baik digunakan untuk pengasingan partikel ferrosilica dalam air. Sebagai
pengantar, umpan dimasukkan ke dalam medium ini. Bagian pecahan lighter akan
terapung dan bagian yang padat tenggelam.
26
Pada industri skala pabrik, medium memompa ke dalam suatu mesin
pemisah drum yang berputar, membuat sebuah bak air dimana tempat scrap
dipisahkan dengan dibenamkan (dicelupkan). Material ringan terapung dan
meluap bersama-sama dengan medium sedangkan material padat tenggelam ke
bawah drum yang naik. Tenggelam dan terapungnya suatu produk secara terus
menerus dilakukan pada penyaring drain-rinse untuk memindahkan mediaum
melekat material seperti medium melemahkan (dilute medium), setelah regenerasi
sesuai, maka diperoleh dan dikembalikan lagi ke sirkuit.
Untuk memeriksa scrap ukuran 1-20 cm, gunakan sebuah sistem pemisah
medium berat yang mana karakteristiknya recovery aluminium tinggi, biaya
pemrosesan rendah, dimensi pabrik terbatas, pproses dan kontrol mudah, serta
kapasitas pemindahan logam berat tinggi.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari pembahasan pada makalah ini adalah bahwa
proses pemisahan mineral ini bagian dari proses konsentrasi yang mana
memisahkan mineral berharga dari pengotornya. Untuk melakukan proses
27
konsentrasi dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya yang dibahas
dalam makalah ini yaitu konsentrasi gravitasi, konsentrasi magnetik, konsentrasi
elektrik, flotasi dan media berat (heavy media separation).
Dari kelima metode ini masing-masing memiliki ciri khas, alat dan
mekanisme pengolahanya sendiri.untuk konsentrasi gravitasi memisahkan mineral
berdasarkan berat jenis mineral dan fluida di dalamnya. Alat yang digunakan
untuk proses pengolahanya adalah jig, shaking table, dan sluice box. Konsentrasi
magnetik dan konsentrasi elektrik tentunya cara kerjanya hampir sama, hanya saja
konsentrasi magnetik menggunakan magnetik separator untuk memisahkan
mineral berdasarkan sifat kemagnetan yang dimilikinya. Sedangkan konsentrasi
elektrik menggunakan electric separator yang terdiri dari elektrodinamik separator
dan elektrostatik separator. Konsentrasi elektrik memisahkan mineral berdasarkan
sifat listrik yang dimiliki oleh mineral tersebut. Tujuanya adalah untuk melihat
mampu atau tidakkah mineral melewati arus listrik. Syarat utama mineral itu diuji
adalah mineral harus kering. Sedangkan proses pemisahan selain elektrik, mineral
boleh basah dan kering.
Flotasi merupakan proses pemisahan mineral yang memanfaatkan sifat
mineral itu mudah atau tidak dibasahi oleh air. Reagen kimia yang dipakai pada
proses flotasi meliputi pengatur pH, depresant, collector (kolektor) dan pembuih
(frother). Proses terakhir adalah pemisahan media berat yang mana memisahkan
mineral dalam sebuah tangki pemisah. Dalam proses ini berat jenis media sangat
berperan sehingga harus dijaga konstan dan mekanisme yang digunakan adalah
gaya Archimedes.
DAFTAR PUSTAKA
1. Catatan kuliah Pengolahan Mineral
2. David.J.Spottiswood, Errot.G.Kelly. 1982. Introduction to Mineral
Processing. John Willey and Sons, inc: Canada
3. http://localhost:/tgs%20baru/Extractive%20Metallurgy.htm
28
4. http://www.dur.ac.uk/malcolm.murray/stuff/flash.html Last Updated 10
September 2005
5. Sudarsono, Arief.1997. Diktat Kuliah TA 202 Pengantar Metalurgi. Teknik
Pertambangan ITB: Bandung
29