Anda di halaman 1dari 13

Pertumbuhan dan Perkembangan

I. Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan


Salah satu ciri makhluk hidup (organisme) adalah tumbuh dan berkembang.
Perhatikanlah gambar tumbuhan yang sedang tumbuh di bawah ini.

Sumber : https://tester-uji.com/faktor-pertumbuhan-tanaman/
Definisi pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme
yang bersifat kuntitatif/terukur. Contoh, bertambahnya tinggi batang tanaman. Definisi
perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada organisme yang
berlangsung secara kualitatif. Contoh: tumbuhan yang berbunga setelah dewasa.
Pertumbuhan dan perkembangan bersifat irreversible atau tidak dapat balik. Diawali
dari stadium zigot kemudian membelah menghasilkan jaringan meristem yang akan
terus membelah dan terus mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah perubahan
yang terjadi dari bertambahnya jumlah sel hingga membentuk organ-organ yang
mempunyai struktur dan fungsi berbeda. Definisi yang diuraikan tersebut
membedakan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Perkecambahan Biji dibungkus oleh kulit biji. Setelah biji dibelah, kalian akan
menemukan bagianbagian berupa cadangan makanan dan embrio atau calon individu
baru yang disebut juga lembaga tumbuhan. Embrio terdiri dari akar lembaga (calon
akar = radikula),daun lembaga(kotiledon) dan batang lembaga (kaulikulus). Kotiledon
pada biji tumbuhan monokotil seperti padi (Oryzasativa), jagung (Zea mays) maupun
rumput-rumputan (Gramineaeatau Poaceae) disebut sebagai skutelum. Skutelum
mempunyaipermukaan yang luas dan tipis. Pada bagian akar embrionya,
terbungkusoleh lapisan yang disebut koleorhiza,sedangkan padaujungtunas
embrioniknya dibungkus oleh koleoptil. Embrio pada biji tumbuhan dikotil seperti
kacang ataubuncis, melekat pada kotiledon disebut kuncup embrionik. Kaulikulus
terdiri dari hipokotil (“hypo”= di bawah) yaitu bagianbawah (pangkal) yang melekat
pada kotiledon dan epikotil(“epi”=di atas), yang terdapatdi sebelah atas hipokotil.
Epikotilakan tumbuh menjadi batang dan daun serta hipokotil akantumbuhmenjadi
akar.

1
Sumber : Bahan PLPG, Kemendikbud, 2016

A. Perkecambahan
Perkecambahan adalah peristiwa tumbuhnya embrio didalam biji menjadi
tanaman baru. Biji akan berkecambah jikaberada dalam lingkungan yang sesuai.
Proses perkecambahan ini memerlukan suhu yang cocok, banyaknya air yang
memadai,persediaan oksigen yang cukup, kelembapan, dan cahaya. Struktur biji yang
berbeda antara tumbuhan monokotil dandikotil akan menghasilkan struktur kecambah
yang berbedapula. Pada tumbuhan monokotil, struktur kecambah.
meliputiradikula, akar primer, plumula, koleoptil, dan daun
pertama.Sedangkan, pada kecambah tumbuhan dikotil terdiri atas akarprimer,
hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun pertama. Berdasarkan letak kotiledonnya,
perkecambahan dapatdibedakan menjadi dua, yaitu epigeal dan hipogeal.
a. Pada perkecambahan epigeal, kotiledon terdapat di permukaan tanah karena
terdorong oleh pertumbuhan hipokotil yang memanjang ke atas.
b. Pada perkecambahan hipogeal, kotiledon tetap berada di bawah tanah,
sedangkan plumula keluar dari permukaan tanah disebabkan pertumbuhan
epikotil yang memanjang ke arah atas.
Fisiologi Perkecambahan Untuk memulai kehidupannya, biji harus berkecambah
menjadi tanaman baru. Perkecambahan biji dimulai dengan imbibisi dan diakhiri
ketika radikula memanjang atau muncul melewati kulit. Perkecambahan biji dapat
dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:
a. Hidrasi atau imbibisi; selama kedua periode tersebut, air masuk ke dalam embrio
dan membasahi protein dan koloid lain.
b. Pembentukan atau pengaktifan enzim yang menyebabkan peningkatan aktivitas
metabolik.
c. Pemanjangan sel radikula, diikuti munculnya radikula dari kulit biji.
d. Pertumbuhan kecambah selanjutnya adalah pertumbuhan primer.

2
B. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer terjadi dari hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem
primer yang berlangsung pada embrio, bagian ujung akar, dan pucuk batang.
Embrio memiliki tiga bagian penting, yaitu:
a. tunas embrionik – calon batang dan daun,
b. akar embrionik – calon akar, dan
c. kotiledon – cadangan makanan.
Bagaimana mengukur pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan? Pertumbuhan
tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer. Sedangkan
perkembangan hanya diukur secara kualitatif.
Daerah pertumbuhan pada ujung batang dan ujung akar dapat dibedakan menjadi 3
daerah, yaitu:
a. Daerah pembelahan terdapat pada ujung akar.Sel-sel meristem di daerah ini
akan mengalamipertumbuhan dan perkembangan struktur akar pertama.
b. Daerah pemanjangan terletak setelah daerah pembelahan. Pada daerah ini, sel-
sel mengalamipembesaran dan pemanjangan.
c. Daerah diferensiasi. Daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel
yang memilikistruktur dan fungsi khusus.

C. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder, yaitu
kambium dan kambium gabus. Terjadi pada tumbuhan dikotil
dan gymnospermae yang ditandai dengan membesarnya ukuran (diameter)
tumbuhan. Pada awalnya kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yaitu
kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya membentuk xilem dan floem
primer. Selanjutnya parenkim akar/batang menjadi kambium intervasis. Kambium
intervasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun bentuk konsentris. Kambium
yang berada di sebelah dalam jaringan kulit berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk
akibat ketidakseimbangan antara pembentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari
pertumbuhan kulit.

Di antara xilem dan floem terdapat kambium yang selselnya aktif membelah.
Pada tumbuhan dikotil, jaringan xilemdanfloem primer terdapat pada batang dan akar
yang hidup selamaperiode yang relatif pendek. Kemudian, fungsinyadiambil alih oleh
jaringan pembuluh sekunder yang dihasilkanoleh kambium yang aktif membelah.
Pertumbuhan kambium ke arah luar membentuk floem sekunder, dan ke arah dalam
membentuk xilem sekunder sehingga batang tumbuhan bertambah besar. Aktivitas

3
kambium yang membentuk xilem dan floem sekunder ini disebut pertumbuhan
sekunder. Semua jaringan yang ada disebelah dalam kambium disebut kayu,
sedangkan di sebelah luar kambium disebut kulit atau papagan.Pembentukan xilem
dan floem sekunder pada batangterjadi karena aktivitas. kambium yang dipengaruhi
oleh musim.Jika kondisi lingkungan kurang menguntungkan, maka aktivitaskambium
menjadi rendah sehingga xilem dan floem sekunder yang dihasilkan sedikit. Namun
sebaliknya, pada musim hujan,aktivitas kambium ini akan meningkat. Perbedaan
aktivitas kambium akan menghasilkan jejak pada batang yang disebut lingkaran
tahun.

D. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan


Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan sangatdipengaruhi oleh faktor
dalam dan faktor luar tumbuhan.Faktor dalam adalah semua faktor yang terdapat
dalam tubuhtumbuhan antara lain faktor genetik yang terdapat di dalamgen dan
hormon. Gen berfungsi mengatur sintesis enzim untukmengendalikan proses kimia
dalam sel. Hal ini yangmenyebabkan pertumbuhan dan perkembangan.
Sedangkan,hormon merupakan senyawa organik tumbuhan yang mampu
menimbulkan respon fisiologi pada tumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.
a. Hormon Pertumbuhan
Hormon-hormon pertumbuhan yang penting bagi tumbuhan, yaitu:
1. Auksin, yaitu hormon yang memacu pertumbuhan dengan cara mempercepat
proses pembelahan sel-sel meristem.
2. Giberelin, hormon yang dapat mempercepat tumbuhnya tunas dan mempercepat
perbungaan, yang berarti mempercepat pembuahan.
3. Sitokinin, hormon pemacu sitokenesis (pembelahan plasma sel). Sitokinin paling
banyak ditemukan di sekitar biji muda, buah muda, tunas daun, dan ujung akar.
Hormon tumbuhan adalah suatu senyawa organik yang disintesis di salah
satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian yang lain, pada konsentrasi yang
sangat rendah mampumenimbulkan respon fisiologis. Hormon mempengaruhi
responpada bagian tumbuhan, seperti pertumbuhan akar, batang,pucuk, dan
pembungaan. Terdapat lima hormon tumbuhan yang dikenal, yaitu auksin, giberelin,
sitokinin, gas etilen, dan asam absisat (ABA).
1. Auksin atau asam indol asetat ditemukan pada tahun 1926 oleh Frits Went. Dia
menemukan auksin di ujung koleoptil kecambah Avena(sejenis gandum).
Auksinjuga ditemukan diujungakar dan ujung batang. Beberapaperan auksin
dapat dijelaskan sebagai berikut:
 Menghambat pembentukan tunas samping. Pertumbuhan tunas ujung
menghambat pertumbuhan tunas samping. Keadaan ini disebut dominansi pucuk
atau dominansi apikal.
 Memacu pertumbuhan akar liar pada batang, misalnya pada tanaman apel
ditemukan akar pada bawah cabang pada daerah antar nodus.
 Memacu pertumbuhan akar pada tanaman yang dikembangbiakkan dengan
stek.
 Memacu berbagai sel tumbuhan untuk menghasilkan etilen.
2. Giberelin pada tumbuhan terdapat pada biji (terutama kacang-kacangan), daun,
dan akar. Giberelin berfungsi untuk:
 Memacu pemanjangan batang.
 Mematahkan dormansi biji atau mempercepat perkecambahan.
 Mempercepat munculnya bunga.

4
 Merangsang proses pembentukan biji.
 Menyebabkan perkembangan buah tanpa biji (parteno karpik).
 Menunda penuaan daun dan buah.
3. Sitokinin bisa ditemukan di jaringan pembuluh. Sitokinin berfungsi untuk:
 Memacu pembelahan sel pada tahapan sitokinesis.
 Memacu pembentukan kalus menjadi kuncup, batang, dan daun.
 Menunda penuaan daun dan buah.
 Memacu pertumbuhan kuncup samping atau menghambat pengaruh dominansi
apikal.
 Memperbesar daun muda.
4. Asam absisat (ABA) dapat ditemukan pada buah. Hormon ini berfungsi untuk :
 Mempertahankan masa dormansi, sehingga menghambat perkecambahan biji.
 Mempertahankan diri jika tumbuhan berada pada lingkungan yang tidak sesuai
antara lain saat kekurangan air, tanahnya bergaram,dan suhu dingin atau suhu
panas.
 Merangsang penutupan mulut daun (stomata) sehingga mengurangi
penguapan.
 Berperan dalam pembentukan zona absisi, sehinggamenyebabkanpengguguran
daun, bunga, dan buah.
5. Etilen merupakan gas dikeluarkan oleh bagian tumbuhan yang busuk, terutama
buah. Jika buah yang telah tua dimasukkan di tempat yang hangat (bukan
dipanggang) dalam posisi tertutup rapat, buah cepat masak. Gas etilen juga
berperan pada pengguguran bunga, daun (perangas etilen pada pengguguran
lebih kuat dibanding asam absisat (ABA)). Pada bunga dimulai dengan
memudarnya warna, pengkerutan. Pada daun dimulai dengan hilangnya klorofil.
Gas etilen yang diberikan bersamaauksin dapat merangsang
prosespembungaan.
6. Kalin merupakan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ. Berdasarkan
organ yang dipengaruhinya, kalin dibedakan atas:
a) Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar.
b) Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.
c) Filokalin, mempengaruhi pembentukan daun.
d) Antokalin, mempengaruhi pembentukan bunga.
7. Asam traumalin disebut sebagai hormon luka/kambium karena hormon ini
berperan apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan. Jika terluka,
tumbuhan akan merangsang sel-sel di daerah luka menjadi bersifat meristem lagi
sehingga mampu mengadakan pembelahan sel untuk menutup luka tersebut.
Kemampuan itu disebut restitusi atau regenerasi. Peristiwa ini dapat terjadi karena
adanya asam traumalin (asam traumalat).
Perlu diketahui selain hormon, vitamin dapat berpengaruh dalam
pertumbuhan dan perkembangan, misalnya vitamin B12, vitamin B1, Vitamin B6,
vitamin C (asam askorbat). Vitamin-vitamin tersebut berfungsi dalam proses
pembentukan hormon dan berfungsi sebagai koenzim.
b. Nutrisi
Selain air, tumbuhan mutlak membutuhkan sumber-sumber hara esensial untuk
menunjang pertumbuhannya. Unsur-unsur berikut penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan. Unsur-unsur tersebut dan peranannnya dapat diuraikan
secara ringkas seperti di bawah ini.
1. N (nitrogen), fungsinya:
 Merangsang pertumbuhan vegetatif tumbuhan hingga tumbuhnya anakan.

5
 Membuat tanaman lebih hijau karena banyak mengandung klorofil (butir
hijau daun).
 Sebagai bahan penyusun klorofil, lemak, dan protein.
2. P (fosfor), fungsinya:
 Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan sistem perakaran yang lebih
baik.
 Mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji, atau gabah.
 Memperbesar persentasi bunga menjadi buah.
 Sebagai bahan penyusun inti sel, lemak, dan protein.
3. K (kalium), dalam pertumbuhan dan perkembangan, fungsi kalium adalah:
 Memperlancar fotosintesis.
 Membantu pembentukan protein dan hidrat arang.
 Sebagai katalisator dalam transformasi tepung, gula, dan lemak tanaman.
 Meninggikan kualitas rasa dan warna dari buah dan bunga.
 Meninggikan daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan
kekeringan.
 Mempercepat pertumbuhan jaringan meristematik.
 Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman.
4. Mg (magnesium), peranannya:
 Sebagai bahan penyusun klorofil.
 Mengaktifkan enzim yang berperan dalam metabolisme karbohidrat.
 Menaikkan kadar minyak pada berbagai tanaman penghasil minyak.
5. Ca (kalsium), peranannya dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan
adalah:
 Merangsang pembentukan bulu-bulu akar dan biji-bijian.
 Mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman.
6. S (belerang), peranannya:
 Sebagai penyusun utama ion fosfat.
 Menambah kandungan protein dan vitamin.
 Membentuk bintil akar tanaman kacang-kacangan dan butir hijau daun.
7. Cl (klor), peranannya meningkatkan kuantitas dan kualitas tanaman.
8. Fe (besi), perannya membentuk klorofil.
9. Mn (mangan), peranannya:
 Menyusun klorofil dan proses fotosintesis.
 Merangsang perkecambahan biji dan pemasakan buah.
10. Cu dan Zn (tembaga dan seng), peranannya:
 Mengatur sistem enzim tanaman dan membentuk klorofil.
 Diperlukan pada tanah alkalis dan organik.
11. B (borium), peranannya:
 Meningkatkan kualitas dan kuantitas sayur dan membentuk klorofil.
 Meningkatkan produksi biji-bijian pada tanaman kacang-kacangan.
12. Mo (molibdenum), peranannya membantu proses fiksasi N untuk tanaman
kacang-kacangan, jeruk, dan sayur-mayur.

c. Gen ikut menentukan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan


Gen adalah faktor penentu sifat-sifat makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, dan
manusia. Tumbuhan tertentu secara genetik dapat tumbuh baik pada suhu yang
sangat panas. Sementara tumbuhan lain dapat tumbuh lebih cepat dibandingkan yang
lain.

6
d. Lingkungan
Faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan
tumbuhan diantaranya adalah:
1. Cahaya matahari (tanaman tumbuh menuju — atau menjauh dari — sumber
cahaya, disebut fototropisme).
2. Keasaman tanah (pH).
3. Kerapatan tanaman.
4. Temperatur.
Cahaya Kualitas, intensitas, dan lamanya radiasi yang mengenaitumbuhan
mempunyai pengaruh yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan.
Cahaya mempengaruhipembentukan klorofil, fotosintesis, fototropisme,
danfotoperiodisme. Efek cahaya meningkatkan kerja enzim untukmemproduksi zat
metabolik untuk pembentukan klorofil. Sedangkan, pada proses fotosintesis,
intensitas cahayamempengaruhi laju fotosintesis saat berlangsung reaksi terang.Jadi
cahaya secara tidak langsung mengendalikan pertumbuhandan perkembangan
tanaman, karena hasil fotosintesis berupakarbohidrat digunakan untuk pembentukan
organorgantumbuhan. Lama penyinaran matahari memengaruhi pertumbuhandan
perkembangan tumbuhan. Banyakpenelitianmelaporkanbahwa lama penyinaran
iniberpengaruhpada fase pembungaan tumbuhan. Lama penyinaran(panjang hari)
diterjemahkan sebagai waktu darimatahari terbit sampai dengan matahari
terbenam.Didaerah katulistiwa, panjang hari kurang lebih 12,1 jam. Respon tumbuhan
terhadap lama penyinaran (panjang hari) disebut fotoperiodisme. Berdasarkan
lamanya siang, tumbuhan dibedakan menjadi :
1. Tumbuhan hari pendek Tumbuhan hari pendek adalah tumbuhan yang berbunga
padasaat lamanya siang kurang dari 12 jam (lamanya siang lebihpendek
dibanding lamanya malam). Contoh: ubi jalar, krisan,aster, mangga, dan apokat.
2. Tumbuhan hari panjang Tumbuhan ini berbunga pada saat lama siang lebih dari
12 jam (lamanya siang lebih panjang dari lamanya malam). Contoh: kentang,
selada, gandum, dan bayam.
3. Tumbuhan hari netral Tumbuhan ini berbunga hampir sepanjang musim, tidak
tergantung lamanyasiang hari. Contoh: kapas, mawar , tumbuhan sepatu, tomat,
cabe,dan bunga matahari.
4. Tumbuhan hari sedang Tumbuhan ini berbunga pada saat lama siang sekitar 12
jam. Contoh: tebu

II. Pertumbuhan dan Perkembangan Hewan


Pertumbuhan adalah penambahan sel- sel dan bobot tubuh yang
bersifat irreversible. Perkembangan adalah pertumbuhan yang disertai dengan
organogenesis dan diferensiasi struktur serta fungsi. Secara garis besar proses
pertumbuhan dan perkembangan hewan terdiri dari dua tahap, yaitu
tahap embrio dan tahap pasca embrio.
A. Tahap Embrio
Tahap embrio dimulai dari proses fertilisasi (penyatuan sel telur dan sperma),
kemudian terbentuk zigot yang mengalami proses pembelahan. Tahap embrio
dikelompokkan menjadi beberapa fase, yaitu fase morula, fase blastula,
fase gastrula, fase diferensiasi, serta organogenesis.

7
Sumber : https://materi78.files.wordpress.com/2013/06/hwan_bio3_1.pdf

1. Fase Morula
Pada fase ini zigot mengalami pembelahan berkali-kali. Pembelahan sel
dimulai dari satu menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya. Pada saat
pembelahan sel terjadi pembelahan yang tidak bersamaan. Pembelahan yang cepat
terjadi pada bagian vertikal yang memiliki kutub fungsional atau kutub hewan (animal
pole) dan kutub vegetatif (vegetal pole). Antara dua kutub ini dibatasi oleh daerah
sabit kelabu. Setelah pembelahan terjadi pada bagian vertikal, kemudian dilanjutkan
dengan bagian horizontal yang membelah secara aktif sampai terbentuk 8 sel.
Pembelahan sel berlanjut sampai terbentuk 16-64 sel. Embrio yang terdiri dari 16-64
sel inilah yang disebut morula.

Gambar Tahapan pembelahan sel menjadi morula.

2. Fase Blastula
Pada fase blastula terjadi pembagian sitoplasma ke dalam dua kutub yang dibentuk
pada fase morula. Konsentrasi sitoplasma pada kedua kutub tersebut berbeda. Pada
kutub fungsional terdapat sitoplasma yang lebih sedikit dibandingkan dengan kutub
vegetatif. Konsentrasi sitoplasma yang berbeda menentukan arah pertumbuhan dan

8
perkembangan hewan selanjutnya. Pada fase ini kutub fungsional dan kutub vegetatif
telah selesai dibentuk. Hal ini ditandai dengan dibentuknya rongga di antara kedua
kutub yang berisi cairan dan disebut blastosol / blastocoel (Gambar 2). Embrio yang
memiliki blastosol disebut blastula. Proses pembentukan blastosol
disebut blastulasi. Setelah fase blastula selesai dilanjutkan dengan fase gastrula.

Gambar Terbentuknya rongga bastosol

3. Fase Gastrula
Pada fase gastrula, embrio mengalami proses diferensiasi dengan mulai
menghilangkan blastosol. Sel-sel pada kutub fungsional akan membelah dengan
cepat. Akibatnya, sel-sel pada kutub vegetatif membentuk lekukan ke arah dalam
(invaginasi). Invaginasi akan membentuk dua formasi, yaitu lapisan luar
(ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm).
Bagian ektoderm akan menjadi kulit dan bagian endoderm akan menjadi berbagai
macam saluran. Bagian tengah gastrula disebut dengan arkenteron. Pada
perkembangan selanjutnya, arkenteron akan menjadi saluran pencernaan pada
hewan vertebrata dan beberapa invertebrata. Bagian luar yang terbuka pada gas
menuju arkenteron disebut dengan blastofor. Bagian ini dipersiapkan menjadi anus
dan pada bagian ujung akan membuka dan menjadi mulut. Pada fase ini akan terjadi
lanjutan diferensiasi sebagian endoderm menjadi bagian mesoderm. Pada akhir dan
gastrula telah terbentuk bagian endoderm, mesoderm, ektoderm.

Gambar :Tahapan invaginasi hingga terbentuk endoderm, mesoderm, dan ektoderm.

9
Berdasarkan jumlah lapisan embrionalnya, hewan dikelompokkan menjadi
dua, yaitu hewan diploblastik dan hewan triploblastik. Hewan diploblastik memiliki
dua lapisan embrional, yaitu ektoderm dan endoderm. Contoh hewan diploblastik
adalah Coelenterata (hewan berongga). Hewan triploblastik memiliki tiga lapisan
embrional, yaitu ektoderm, endoderm, dan mesoderm.
Mesoderm selalu terletak di antara ektoderm dan endoderm.
Hewan triploblastik dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan ada
tidaknya selom (berasal dari kata coelom = ruangan yang berongga) dan bagaimana
selom tersebut dibentuk selama embriogenesis. Kelompok hewan tersebut
yaitu aselomata, pseudoselomata, dan selomata (euselomata). Hewan aselomata
tidak memiliki pseudoselomata memiliki selom semu, contohnya cacing tanah. Hewan
selomata yang memiliki selom sesungguhnya, misalnya manusia.

Gambar Tipe selom pada hewan.

4. Diferensiasi dan Organogenesis


Pada fase ini mulai terjadi diferensiasi dan organogenesis pada struktur dan
fungsi sel untuk menjadi jaringan yang spesifik. Proses ini dikendalikan oleh faktor
gen yang dibawa pada saat terjadi pembentukan kutub fungsional dan kutub
vegetatif. Pada akhirnya masing-masing bagian endoderm, mesoderm, dan
ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi organ-organ sebagai berikut:
a. Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi epidermis, rambut, kelenjar
minyak, kelenjar keringat, email gigi, sistem saraf, dan saraf reseptor.
b. Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi tulang, jaringan
ikat, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi misalnya duktus
deferens, dan sistem reproduksi
c. Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi jaringan epitel
pencernaan, sistem pernapasan, pankreas dan hati serta kelenjar gondok.
Dalam proses diferensiasi dan organogenesis, bagian yang berdekatan saling
mempengaruhi. Sebagai contoh, bagian mesoderm akan mempengaruhi ektoderm

10
dalam diferensiasi untuk perkembangan alat gerak, yaitu sebagian berasal dari sel
ektoderm dan sebagian dari mesoderm. Setelah tahap embrio selesai, embrio yang
disebut janin siap dilahirkan.

B. Tahapan Pasca Embrio


Pada tahap pasca embrio, terjadi pertumbuhan dan perkembangan menjadi
individu dewasa. Individu dewasa, artinya siap menghasilkan keturunan atau
bereproduksi Beberapa hewan invertebrata mengalami regenerasi atau metamorfosis
selama pertumbuhan dan perkembangannya Sedangkan hewan vertebrata
mengalami pertumbuhan dan perkembangan dari hewan muda (anak) menjadi hewan
dewasa.

Regenerasi
Regenerasi adalah proses perbaikan tubuh yang luka atau rusak. Proses ini
ditentukan oleh sel-sel batang dalam tubuh hewan yang belum mengalami
diferensiasi. Pada organisme yang berkembang biak secara aseksual, regenerasi
berarti juga sebagai proses reproduksi atau berkembang biak Contohnya cacing pipih,
pada Dugesia/Planaria.Cacing pipih memiliki kemampuan regenerasi yang sangat
tinggi. Apabila tubuhnya dipotong, potongan akan menjadi individu baru dan lengkap.

Metamorfosis Metamorfosis adalah perubahan ukuran, bentuk, dan bagian-bagian


tubuh hewan dari suatu stadium ke stadium berikutnya. Metamorfosis merupakan
proses pertumbuhan dan perkembangan hewan khususnya serangga dan amfibi
menuju dewasa. Dalam siklus hidupnya, hewan memiliki truktur dan fungsi tubuh
yang berbeda pada setiap stadium. Metamorfosis dikendalikan oleh hormon. Di
bawah pengaruh hormon, ukuran tubuh hewan bertambah, jaringan
terorganisasi, dan bagian-bagian tubuh kembali dibentuk.
Metamorfosis serangga (insekta); berdasarkan terjadinya tahap metamorfosis yang
dialami, serangga dibedakan menjadi kelompok
serangga ametabola, holometabola, dan hemimetabola.
a. Ametabola; merupakan organisme yang tidak mengalami proses metamorfosis.
Stadium yang dimiliki adalah stadium telur dan stadium imago (dewasa). Contohnya
kutu buku yang bertelur kemudian berkembang menjadi dewasa tanpa melakukan
metamorfosis
b. Holometabola; merupakan organisme yang mengalami metamorfosis
sempurna. Hewan ini memiliki stadium telur, larva (ulat), pupa (kepompong), dan
imago (dewasa). Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah
kupu-kupu. Stadium telurnya dapat kita amati pada daun, Telur menjadi larva yang
sangat aktif mencari makan dengan cara memakan daun. Stadium larva terjadi
beberapa kali pergantian kulit yang disebut dengan ekdisis. Setelah itu larva akan
berubah menjadi pupa (kepompong). Fase pupa merupakan fase istirahat.
Kemudian, pupa berkembang menjadi kupu-kupu yang mampu terbang dan
berkembang biak kembali untuk menghasilkan telur. Contoh lain holometabola adalah
kumbang, ngengat, semut, dan lebah
c. Hemimetabola; merupakan organisme yang mengalami metamorfosis tidak
sempurna. Stadium yang dimiliki oleh hewan ini adalah telur, larva atau nimfa, semi-
imago, dan imago (dewasa). Contoh hewan kelompok ini adalah kumbang. Stadium
telur dapat kita amati pada pasir sebagai medium peletakan telur. Setelah telur
menetas, terbentuk stadium larva. Setelah itu akan terbentuk stadium semi-
imago. Stadium ini memiliki bentuk morfologi yang sama dengan kumbang

11
imago, tetapi belum memiliki kemampuan untuk bereproduksi, karena organ
reproduksinya belum tumbuh sempurna. Setelah itu kumbang memasuki stadium
imago yang mampu bereproduksi atau berkembang bia menghasilkan. Contoh lain
hemimetabola adalah belalang, walang sangit, dan lipas.

Metamorfosis katak (amfibi). Tahap metamorfosis katak pada umumnya dibagi


menjadi 3 stadium, yaitu premetamorfosis, prometamorfosis, dan metamorfosis
klimaks. Selama stadium premetamorfosis, telur yang telah dibuahi tumbuh menjadi
berudu (kecebong). Berudu bertambah ukurannya dengan sedikit perubahan bentuk
tubuh. Pada stadium prometamorfosis, kaki bagian belakang muncul dan
pertumbuhan tubuh terjadi secara lambat. Selama metamorfosis klimaks, kaki bagian
depan muncul dan ekor mulai menghilang.

12
Daftar Pustaka
https://tester-uji.com/faktor-pertumbuhan-tanaman/
http://scienbooth.files.wordpress.com/2014/01/biji.jpg
http://4.bp.blogspot.com/uzcJWaI6Vk/U0qSSwx0s9I/AAAAAAAAChQ/0sbp9jn5wdg/s1600/k
ambium+pertumbuhan+skunder+tumbuhan.jpg
https://kerajaanbiologi.com/pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan/
https://www.generasibiologi.com/2016/02/pertumbuhan-dan-perkembangan-hewan.html
https://materi78.files.wordpress.com/2013/06/hwan_bio3_1.pdf
Dra. Ely Rudyatmi,M.Si, Dra.Endah Peniati, M.Si dan Dr.Ning Setiati, M.S. 2016.
Sumber Belajar Penunjang PLPG 2016. Kemendikbud. Dirjen Guru dan
Tenaga Kependidikan
Rochmah, S., N. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.

13

Anda mungkin juga menyukai