Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Belum lama ini dan prediksi kedepan masyarakat dunia mulai menyadari bahaya
dan dampak negative yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintesis
dalam bidang pertanian. Orang semakin arif memilih bahan pangan yang aman
bagi kesehatan serta ramah lingkungan. Gaya hidup sehat “back to nature”
semakin menggema mengurangi dominasi pola hidup lama yang mengandalkan
penggunaan bahan kimia non alami, seperti pupuk anorganik, pestisida kimia
sintesis dan hormon tumbuhan dalam produksi pertanian serta pangan yang sehat
dan bergizi yang dapat diproduksi dengan cara yang dikenal sebagai pertanian
organik.
Pertanian organik (Organic Farming) adalah suatu sistem pertanian yang
mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanah dan
tanaman yang disyaratkan dengan pemanfaatan bahan-bahan organik atau
alamiah sebagai input, dan menghindari penggunaan pupuk buatan dan pestisida
kecuali untuk bahan-bahan yang diperkenankan (IASA,1990).
Kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis
dalam pertanian menjadikan pertanian organik menarik perhatian baik di tingkat
produsen maupun konsumen. Kebanyakan konsumen akan memilih bahan pangan
yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan, sehingga mendorong
meningkatnya permintaan produk organik. Pola hidup sehat yang ramah
lingkungan telah menjadi trend baru dan telah berkembang dan melembaga secara
internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus
beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi
(nutritional attributes), dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes).
Walaupun pemerintah telah mencanangkan berbagai kebijakan dalam
pengembangan pertanian organik, namun perkembangan pertanian organik di
Indonesia masih cukup statis. Keadaan ini disebabkan oleh berbagai kendala
antara lain kendala pasar, minat konsumen dan pemahaman terhadap produk
organik, proses sertifikasi yang dianggap berat oleh petani kecil, organisasi petani
serta kemitraan petani dengan pengusaha. Namun minat bertani terhadap
pertanian organik sudah tumbuh. Hal ini diharapkan akan berdampak positif
terhadap pengembangan petanian organik di Indonesia.
Menurut Swastha dan Irawan (2001 : 339) “Minat beli berhubungan dengan
perasaan dan emosi, bila seseorang merasa senang dan puas dalam membeli
barang atau jasa maka hal itu akan memperkuat minat beli, ketidakpuasan
biasanya menghilangkan minat. Minat beli yang ada dalam diri konsumen
merupakan fenomena yang sangat penting dalam kegiatan pemasaran, minat beli
merupakan suatu perilaku konsumen yang melandaskan suatu keputusan
pembelian yang hendak dilakukan”.
Berdasarkan pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa minat beli timbul dari
dalam diri seorang konsumen setelah konsumen tersebut mengkonsumsi dan
merasakan sendiri manfaat yang diterima ketika mengkonsumsi suatu produk.
Terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi minat beli seorang konsumen
seperti kualitas produk, harga, lokasi dan kualitas pelayanan. Selain itu,
ketertarikan kuat generasi milenial dalam praktik bisnis yang sadar terhadap
lingkungan dan sosial adalah faktor utama yang mendorong tren keberlanjutan
ini.
Menurut (Kotler & Amstrong, 2001:346) “Produk adalah segala sesuatu yang
dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau
dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan”. Selain kualitas
produk, harga juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli
konsumen karena harga dapat menjadi patokan kualitas suatu produk, dengan
harga yang mahal biasanya konsumen berfikir bahwa produk yang diberikan
memiliki kualitas yang baik dan apabila harga yang ditawarkan murah terkadang
konsumen masih meragukan kualitas produknya. Suatu harga dapat menjadi
patokan kualitas suatu produk, dengan harga yang mahal biasanya konsumen
berfikir pasti produk yang diberikan memiliki kualitas yang baik dan apabila
harga yang ditawarkan murah konsumen masih meragukan kualitas produknya,
harga yang rendah atau harga yang terjangkau menjadi pemicu untuk
meningkatkan kinerja pemasaran (Ferdinand dalam Faradiba 2013:1-2).
Menurut Swastha (2002:147) “Harga adalah sejumlah uang (ditambah
beberapa kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah
kombinasi dari barang beserta pelayanannya”. Selanjutnya, Menurut Annafik
(2012) dalam penelitiannya menyatakan bahwa Harga merupakan salah satu
penentu pemilihan produk yang nantinya akan berpengaruh terhadap minat
pembelian. Harga seringkali dikaitkan dengan kualitas, konsumen cenderung
untuk menggunakan harga sebagai indikator kualitas atau kepuasan potensial dari
suatu produk.
Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul “Analisis Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Minat dan Daya Beli
Masyarakat Terhadap Produk Organik”.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, maka dapat diidentifikasi
perumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa saja jenis kendala yang dialami petani organik dalam proses produksi
produk organik?
2. Apa saja jenis kendala yang dialami petani organik dalam proses pemasaran
produk organik?
3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan daya beli masyarakat
terhadap produk organik?
1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Menganalisis jenis kendala yang dialami petani organik dalam proses produksi
produk organik.
2. Menganalisis jenis kendala yang dialami petani organik dalam proses
pemasaran produk organik.
3. Menganalisis apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan daya beli
masyarakat terhadap produk organik.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini, yaitu :
1. Sebagai informasi dan rekomendasi pemerintah dalam mendukung program
dan kemajuan pertanian organik.
2. Bagi petani dan lembaga pemasaran, hasil penelitian ini diharapkan dapat
dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan
mengenai hal yang berkaitan dengan pemasaran pertanian organik sehingga
diharapkan akan membentuk kerjasama yang saling menguntungkan antar
lembaga pemasaran yang terlibat.
3. Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai informasi dan evaluasi terhadap
petani organik mengenai faktor yang mempengaruhi minat konsumen
sehingga diharapkan dapat mengevaluasi dan meningkatkan kinerja dan
penjualan produk organik.
4. Bagi masyarakat, diharapkan penelitian ini dapat menambah informasi
mengenai produk organik.
5. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai penelitian dasar untuk penelitian lain
sebagai bahan pengetahuan serta sebagai perbandingan dan sumber acuan
untuk bidang kajian yang sama.