Anda di halaman 1dari 32

DOKUMEN PROGRAM LAPORAN

BIMBINGAN KONSELING SD N 12

PISANG KEC PAUH

DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG

TAHUN 2020/2021

1
LAPORAN KEGIATAN BIMBINGAN
KONSELING
SD N 12 PISANG PADANG KEC PAUH

2
LAPORAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SD N 12 PISANG PADANG TAHUN PELAJARAN
2020/2021

A. RASIONAL
Paradigma bimbingan dan konseling dewasa ini lebih berorientasi pada pengenalan potensi,
kebutuhan, dan tugas perkembangan serta pemenuhan kebutuhan dan tugas-tugas
perkembangan tersebut.Alih-alih memberikan pelayanan bagi peserta didik yang
bermasalah, pemenuhan perkembangan optimal dan pencegahan terjadinya masalah
merupakan fokus pelayanan.Atas dasar pemikiran tersebut maka pengenalan potensi
individu merupakan kegiatan urgen pada awal layanan bantuan.Bimbingan dan konseling
saat ini tertuju pada mengenali kebutuhan peserta didik, orangtua, dan sekolah.

Bimbingan dan konseling di sekolah memiliki peranan penting dalam membantu peserta
didik dalam mencapai tugas-tugas perkembangan sebagaimana tercantum dalam Standar
Kompetensi Kemandirian Peserta Didik dan Kompetensi Dasar (SKKPD).Dalam upaya
mendukung pencapaian tugas perkembangan tersebut, program bimbingan dan konseling
dilaksanakan secara utuh dan kolaboratif dengan seluruh stakeholder sekolah. Tugas – tugas
perkembangan itu adalah:
1. Belajar keterampilan fisik yang dibutuhkan dalam permainan Selamaa waktu ini annak
belajar menggunakan otot-ototnya untuk mempelajari brbagaii keterampilan. Oleh
karena itu , pertumbuhan otot dan tulang anakk berlangsung dengann cepat. Mereka
memilikii kebutuhan yangg sangat tinggi untuk beraktivitas dan bermainn. Mereka
dapat melakukan permainan dengann aturann tertentu. Makin tinggi tingkat kelas anak
di sekolah, makin jelas ciri khas aturann permainan yang harus mereka patuhi.
2. Pengembangann sikap terhadapp diri sendiri sebagai individuu yang sedang
berkembang. Tugas perkembangan ini anak sudah paham dan mampu mengembangkan
kebiasaan hiidup sehat dengan membiasakan dirii memelihara kebersihan, kesehatan,
dan keselamatan diri serta lingkungannya atau mengetahuii akibat yang akan
didapatnyaa, jika merekaa bertingkah laku yang dapat membahayakann diri dan
lingkungannya

3
3. Berkawan dengan teman sebaya. Dengan masuknya anak kesekolah, akann menuntut
anak untuk melakukan interaksi sosiall dengan teman sebaya. Anak usia SD hendaknyaa
sudah mampu berteman dengann orang lain di luarr lingkungan keluarganya, khususnya
teman sebaya sebagai bentukk interaksi sosial.
4. Belajar melakukan peranan sosial sebagai laki-laki dan wanita. Pada usia 9-10 tahun
anak mulai menyadarii perann sesuaii dengan jenis kelaminnya. Anak perempuan
menunjukkan tingkah laku sebagai perempuan, demikian pula dengann anak laki-laki.
Pada masaa ini anak sudah menunjukkan ketertarikan terhadapp sesuatu sesuai dengann
jenis kelaminn mereka. Misalnya, anak perempuan senangg bermainn boneka dengan
anak perempuan lainnya, dan anak laki-laki senang bermain bola dengan teman laki-
lakinya
5. Belajar menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitungg. Masa ini
anak SD sudah mampu untuk membacaa dasar, menulis, dan berhitungg. Karena
perkembangann kognitif dan biologis anak sudah matang untuk bersekolahh, makaa
anak telah mampu belajarr di sekolahh dan anak sudah mampu mengenali simbol-
simbol sederhanaa.
6. Pengembangan konsep yang dibutuhkan dalam kehidupan anakk. Pada masa ini anak
hendaknya mempunyai berbagai konsep yang diperlukan dalam kehidupan seharihari.
Seperti konsepp warnam konsep jumlah konsep perbandingan dan lainnya
7. Pengembangan moral, nilai dan kata hati. Pada usia SD anak hendaknya diajar
mengontrol tingkah laku sesuai nilai dan moral yang berlaku. Anakk hendaknyaa dapat
mentaati perauran, menerima tanggung jawab dan mengakui adanya perbedaan antara
dirinya dan orang lain.
8. Mengembang sikap terhadap kelompok dan lembaga-lembaga sosial. Anak telah
mampu belajar untuk menyadarii keanggotaannya dalamm keluarga dan masyarakatt
sekolah. Anak harus belajar mentaati peraturan-peraturan yang ada dalam keluarga dan
sekolah

Bimbingan dan konseling merupakan komponen integral sistem pendidikan, yang


berupaya memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli.Bimbingan dan
Konselingadalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang

4
dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor untuk memfasilitasi
kemandirian perkembangan peserta didik/konseli yang optimal.

Sebagai komponen integral, wilayah bimbingan dan konseling yang memandirikan


bersinergi dengan wilayah layanan administrasi dan manajemen, serta wilayah kurikulum
dan pembelajaran yang mendidik. Posisi bimbingan dan konseling dalam sistem pendidikan
digambarkan pada gambar

Gambar 1 di atas, memperjelas kesejajaran antara posisi layanan bimbingan dan konseling
yang memandirikan, dengan layanan manajemen dan kepemimpinan, serta layanan
pembelajaran yang mendidik.

Sebagai komponen yang terpadu dalam sistem pendidikan, bimbingan dan konseling
memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli untuk mencapai kemandirian dalam
wujud kemampuan memahami diri dan lingkungan, menerima diri, mengarahkan diri, dan
mengambil keputusan, serta merealisasikan diri secara bertanggung jawab, sehingga bahagia
dan sejahtera dalam kehidupannya.

Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan oleh Sma Semen
Padangmemiliki banyak tantangan baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal,
problematika yang dialami oleh sebagian besar peserta didik bersifat kompleks. Beberapa
hasil evaluasi penyelenggaraan pelayanan BK sebelumnya Beberapa diantaranya adalah :

5
1. Malas belajar. Ini masalah umum anak sekolah dasar, sulit sekali diminta untuk
belajar
2. Senang melanggar peraturan. Kesannya, anak sekolah dasar identik dengan
trouble maker, si pembuat masalah.
3. Suka melakukan bulying kepada siswa lain.
4. “Penjajahan” Teknologi
Tidak bisa dipungkiri teknologi sudah melekat erat di nadi.Teknologi memang
membuat segala sesuatunya jadi lebih mudah.Tapi ternyata teknologi seolah
melakukan “penjajahan” dalam arti memberikan dampak ketergantungan yang
berbahaya.Problem anak zaman sekarang adalah keterikatan pada internet yang
mengganggu aktivitas harian sehingga bisa melewatkan hal-hal penting seperti
belajar bahkan beristirahat.
5. Persaingan Prestasi dengan Teman Sebaya Bisa dibilang kondisi sekarang
membuat persaingan prestasi anak zaman sekarang lebih susah ketimbang era dulu.
Perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan kreativitas seolah memaksan Si
Kecil untuk melampaui usianya. Makanya, orangtua sudah selayaknya aktif
membantu anak memperbarui proses belajar mengikuti era sekarang.
6. Kurang percaya terhadap kemampuan yang dimiliki
7. Sibuk Bermain Game
8. Menyontek

Fakta ini sejalan dengan hasil asesmen permasalahan yang telah dilakukan, yakni sebagian
besar peserta didik di Sekolah Dasar belum melakukan penyesuaian diri baik dalam social,
belajar sehingga praduka jika dibiarkan akan mempengaruhi tugas-tugas perkembangan dan
prestasinya

Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia perkembangan
anak-anak juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam skala
global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan massif seringkali
memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta didik di

6
sekolah.Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan budaya
instan dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem lainnya.

Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk menata diri
dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik di
sekolah.Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar terhadap
keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Di SD N 12 PISANG Padang
peserta didik memiliki potensi untuk dikembangkan bakat dan minatnya, seperti

1. Kemampuan sosial yang baik,


2. Kemampuan siswa dalam bidang seni dan melahirkan hasil karya seperti membuat hasil
prakarya , serta penampilan dalam bidang seni yang bisa dijual
3. Suka mencoba hal baru,
4. Aktif dalam kegiatan olahraga,
5. Berbakat dalam bidang penalaran mata pelajaran tertentu dan lain-lainnya.
6. Kemampuan anak lebih dikembangan dengan ektrakurikuler yang bagus
7. Memiliki fasilitas yang lengkap
8. Memiliki jiwa sosial dan solidaritas yang tinggi
9. Memiliki kegiatan-kegiatan penunjangsebagai wadah pengembangan bakat siswa
10. Memiliki kekhasan yang diunggulkan
11. Program tahfiz

Di samping itu, daya dukung yang tersedia di SD N 12 PISANG Padang dapat dikatakan
berlimpah. Hal ini didukung oleh fakta bahwa SD N 12 PISANG Padang memiliki fasilitas
sebagai berikut :
1. Sarana dan prasarana Olah raga sehingga mampu menfasilitasi serta mendukung dalam
pengembangan bakat dan minat siswa dalam kegiatan ektrakurikuler,
2. Mimiliki WIFI,
3. Selalu memfasilitasi peserta didik dalam mengikuti lomba.

7
4. Orang tua/wali peserta didik memiliki profesi beragam dan telah menyatakan kesediaan
untukturut berkontribusi dengan kemampuan profesionalnya masing-masing.

Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan layanan
bimbingan dan konseling di sekolah.

Oleh karena itu, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki sekaligus beberapa problematika
yang tengah dihadapi, layanan bimbingan dan konseling yang akan diselenggarakan di SD N
12 PISANG berkomitmen untuk membantu penyelesaian berbagai problem yang dialami
oleh peserta didik, termasuk pula memfasilitasi pencapaian optimal dari bakat dan minat
yang dimiliki peserta didik. Rancangan program yang dideskripsikan secara rinci dalam
dokumen ini merupakan bukti dari komitmen untuk memberikan layanan bimbingan dan
konseling yang profesional bagi peserta didik di SDN 12 PISANG.

B. DASAR HUKUM
Pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah berlandaskan kepada:
1. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai salah satu layanan pendidikan yang harus
diperoleh semua peserta didik telah termuat dalam Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 89 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah
Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar dan Nomor 29 Tahun 1990
tentang Pendidikan Menengah.

2. ”Konselor” sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan dalam Undang-Undang


Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada
Bab I Pasal 1 angka 6 dinyatakan bahwa “pendidik adalah tenaga kependidikan
yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara,
tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya,
serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan”.

8
3. Pelayanan konseling yang merupakan bagian dari kegiatan pengembangan diri
telah termuat dalam struktur kurikulum yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar
Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah.

4. Penilaian kinerja Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor pada Pasal 22 ayat (5)
Peraturan bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian
Negara Nomor 03/V/PB/2010 dan Nomor 14 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dinyatakan bahwa penilaian kinerja
guru bimbingan dan konseling atau konselor dihitung secara proporsional berdasarkan
beban kerja wajib paling kurang 150 (seratus lima puluh) orang siswa dan paling
banyak 250 dua ratus lima puluh) orang siswa per tahun.

5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27 Tahun


2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yang
menyatakan bahwa kualifikasi akademik konselor dalam satuan pendidikan pada
jalur pendidikan formal dan nonformal adalah: (i) sarjana pendidikan (S-1) dalam
bidang bimbingan dan konseling; (ii) berpendidikan profesi konselor. Kompetensi
konselor meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial,
dan kompetensi profesion yang berjumlah 17 kompetensi dan 76 sub kompetensi.

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68


Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs, Nomor 69
Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA, dan Nomor
70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK, yang
memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka.
Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk
pilihan kelompok peminatan, lintas minat atau pendalaman minat. Disinilah
peranan bimbingan dan konseling penting dalam membantu pemilihan dan penetapan
peminatan peserta didik.

9
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 tahun 2014, tentang
Bimbingan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, yang
mengamanatkan Kegiatan Bimbingan dan Konseling diselenggarakan di dalam
kelas (sewaktu jam pembelajaran berlangsung) dan/atau di luar kelas (diluar jam
pembelajaran) di dalam jam pembelajaran kegiatan tatap muka dilaksanakan secara
klasikal dengan volume kegiatan 2 jam per kelas (rombongan belajar per minggu dan
dilaksanakan secara terjadwal).
C. VISI DAN MISI
1. Visi dan Misi Sekolah
a. Visi : "Bertaqwa,berprestasi, kreatif, disiplin dan cinta Lingkungan”
b. Misi :
1. Membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa dengan membiasakan
membaca doa sebelum dan sesudah belajar
2. Mengoptimalkan proses belajar dalam bidang akademik dan non akademik
3. Mengembangkan kreatifitas siswa melalui membaca, IPTEK, dan IMTAQ
4. Meningkatkan budaya disiplin melalui tata tertib sekolah dan kelas
5. Melestarikan lingkungan dengan merawat tanaman dan menyiram tanaman

10
2. Visi dan Misi BK
a. Visi:TerwujudnyaPelaksanaan Pelayan Konseling yang professional dalam
meningkatkan perkembangan diriserta kemandirian peserta didik/konseli menuju
pribadi yang Unggul, Berimtaq, Kompetitif dan Berwawasan Lingkungan”.

b. Misi :
1) MenyelenggarakanPelaksanaa Pelayan Konseling yang memandirikan peserta
didik/konseli berdasarkan pendekatan yang humanis dan multikultur.
2) Membangun komunikasi dan koordinasi dengan guru mata pelajaran, wali
kelas, orang tua, dan pihak lain dalam rangka menyelenggarakan layanan
bimbingan dan konseling.
3) Meningkatkan Kualitas guru bimbingan dan konseling atau konselor melalui
kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.
4) Membantu peserta didik untuk mampu bersaing dalam dunia karir
5) Meningkatkan konsep diri peserta didik dalam hal mencintai lingkungan
6) Berkolaborasi dengan guru agama dalam hal meningkatkan kesadaran peserta
didik dalam menunaikan ibadah
7) Menyelenggarakan kegiatan Ektrakurikuler demi terwujudnya peserta didik
yang unggul dalam bidang akademi maupun non akademik
8) Menjalin kerjasama dengan pihak luar dalam hal peningkatkan potensi peserta
didik
D. DESKRIPSI KEBUTUHAN
1. Deskripsi Kebutuhan Peserta Didik
a. Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik
dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru
Bimbingan dan Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need
Assesment). Tujuan penyusunan instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan
dan permasalahan Konseli.
b. Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui
kebutuhan Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas

11
Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan
(ATP), Identifikasi Kebutuhan dan Masalah Konseli (IKMS) dan Aplikasi angket
Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) dan lain-lain. Selain itu pengalaman Konselor
dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan dari berbagai
fihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar kebutuhan
peserta didik.
c. Angket masalah Konseli atau peserta didik di SD N 12 PISANG, dibuat dan
disusun sendiri oleh tim guru bimbingan dan konseling/wali kelas sesuai dengan
lingkungan dan masalah/kebutuhan peserta didik di sekolah.
d. Angket Kebutuhan Peserta Didik diolah dengan AplikasiAngket Kebutuhan Peserta
Didik (AKPD).

2. Deskripsi Kebutuhan Sarana Prasarana


Tabel 2. Rumusan Kebutuhan Sarana dan Prasarana dalam Bentuk Kegiatan
RUMUSAN KEBUTUHAN DALAM
HASIL ASESMEN KEBUTUHAN
BENTUK KEGIATAN
Guru BK tidak ada Memberdayakan wali kelas sebagai guru BK

Ruangan Konseling individual Mengkondisikan ruangan yang jarang


digunakan untuk pelaksanaan konseling
individual

Instrumen BK yang belum lengkap Mengajukan proposal dan membuat


intrumen BK sederhana

E. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
a. Penyusunan program bimbingan dan konseling dimaksudkan dalam rangka upaya
membantu peningkatan mutu pendidikan sekolah.
b. Program bimbingan dan konseling disusun sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan
bimbingan konseling di sekolah.

12
c. Program bimbingan dan konseling disusun untuk memperjelas mekanisme kerja
maupun tugas masing-masing guru BK
d. Program bimbingan dan konseling disusun untuk dapat didukung oleh personil
sekolah lainnya
e. Program bimbingan dan konseling untuk sosialisasi kepada personil sekolah
tentang pentingnya pelaksanaan BK disekolah
f. Program Bimbingan dan Konseling untuk memperjelas kepada komite sekolah
pentingnya pelayanan BK disekolah bagi peserta didik.
g. Program bimbingan dan konseling disusun agar dapat diketahui hasil evaluasi
selama satu tahun.
2. Tujuan Khusus
a. Supaya kegiatan tersusun secara sistematis
b. Memudahkan untuk di monitoring dan evaluasi pelaksanaan
c. Supaya jelas program-program prioritas
d. Menghemat waktu, usaha, dan biaya dan menghindari kesalahan-kesalahan dan
usaha coba-coba yang tidak menguntungkan
e. Supaya siswa mendapatkan pelayanan bimbingan secara seimbang dan menyeluruh,
baik dalam kesempatan ataupun dalam penjelasan jenis-jenis bimbingan yang
diperlukan
f. Guru BK lebih mengetahui dan memahami peranannya dan mengetahui bagaimana
dan dimana meraka harus melakukan upaya secara tepat
g. Penyediaan fasilitas akan lebih lebih sempurna dan dapat dikontrol
h. Adanya kejelasan kegiatan bimbingan di antara keseluruhan kegiatan program
sekolah

F. KOMPONEN PROGRAM
1. Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli
yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam
bidang pribadi, social, belajar, dan karir yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas-tugas
perkembangan mereka. Layanan tersebut merupakan inti pendekatan perkembangan

13
yang diorganisasikan sekitar perencanaan dan eksplorasi karir, pengetahuan tentang diri
dan orang lain, dan perkembangan belajar.

Identifikasi kebutuhan-kebutuhan peserta didik/konseli (yang dikumpulkan melalui


asesmen kebutuhan dan melalui asumsi teoretik), harapan-harapan sekolah, harapan
orang tua dan harapan masyarakat.Berdasarkan identifikasi tersebut, deskripsikan
kebutuhan-kebutuhan, kemudian tuangkan kebutuhan-kebutuhan dalam 14ocia-topik
layanan yang dibutuhkan oleh seluruh peserta didik/konseli.

2. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik


Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian bantuan
kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan mengimplementasikan rencana
pribadi, social, belajar, dan karir. Tujuan utama layanan ini ialah membantu peserta didik
belajar memantau dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan
mengambil tindakan secara proaktif terhadap informasi tersebut. Pelayanan peminatan
mulai dari penciptaan untuk menyenangi terhadap mata pelajaran kelompok peminatan
dan bidang keahlian/ kejuruan, memiliki cita-cita pendidikan dan jenis pekerjaan,
sinkronisasi antara cita-cita pendidikan dan jenis pekerjaan dengan mata pelajaran yang
cenderung disenangi, dan pada awal semester 6 mampu menetapkan peminatannya.
Layanan peminatan perlu dilakukan sinergi kerja antar pendidik dalam satuan
pendidikan dan kerjasama satuan pendidikan SMTA dan Pendidikan Agama.Lanjutan
dari pendidikan SMP tersebut dapat juga mulai diberikan secara garis besar, dan
nantinya diperdalam dan diperluas di pendidikan SMTA dan Pendidikan Keagamaan.
Rekomendasi peminatan peserta didik/konseli SMTP disusun oleh guru bimbingan dan
konseling atau konselor dengan cara menganalisis data pretasi akademik dan non
akademik di SD dan SMTP, minat belajar peserta didik di SMP serta memperhatikan
harapan orang tua. Dapat juga memperhatikan data hasil tes kecerdasan, bakat, dan
minat yang diselenggarakan di SMP.

Identifikasi peminatan dan perencanaan individual dapat memfasilitasi peserta


didik/konseli memahami potensi dan keadaan diri, merencanakan masa depan, serta

14
secara individual mampu memilih dan mengambil keputusan yang tepat dalam
mengembangkan potensi mereka. Hasil identifikasi tersebut dituangkan ke dalam
jabaran mata program.

Aktivitas layanan peminatan dan perencanaan individual yang langsung diberikan


kepada peserta didik/konseli dapat berupa kegiatan bimbingan klasikal, konseling
individual, konseling kelompok, bimbingan kelas besar atau lintas kelas, bimbingan
kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Guru bimbingan dan konseling atau konselor
memimpin kolaborasi dengan pendidik pada satuan pendidikan dan berperan
mengkoordinasikan layanan peminatan, memberikan informasi yang luas dan mendalam
tentang kelanjutan studi dan dunia kerja, sampai penetapan dan pemilihan studi lanjut.

3. Layanan Responsif
Layanan Responsif adalah pemberian bantuan terhadap peserta didik/konseli yang
memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan bantuan dengan segera. Tujuan
layanan ini ialah memberikan (1) layanan intervensi terhadap peserta didik yang
mengalami krisis, peserta didik/konseli yang telah membuat pilihan yang tidak bijaksana
atau peserta didik/konseli yang membutuhkan bantuan penanganan dalam bidang
kelemahan yang spesifik dan (2) layanan pencegahan bagi peserta didik/konseli yang
berada di ambang pembuatan pilihan yang tidak bijaksana.

Isi dari layanan socialini antara lain berkaitan dengan penanganan masalah-masalah
belajar, pribadi, social, dan karir.Berkaitan dengan tujuan program bimbingan dan
konseling di atas, isi layanan Responsif yaitu sebagai berikut. Masalah-masalah yang
berkaitan dengan belajar: kebiasaan belajar yang salah dan kesulitan penyusunan rencana
pelajaran. Dalam masalah yang berkaitan dengan karir, misalnya, kecemasan
perencanaan karir, kesulitan penentuan kegiatan penunjang karir, dan kesulitan
penentuan kelanjutan studi. Masalah yang berkaitan dengan perkembangan social antara
lain konflik dengan teman sebaya dan keterampilan interaksi social yang rendah.
Masalah yang berkaitan dengan perkembangan pribadi antara lain konflik antara

15
keinginan dan kemampuan yang dimiliki, dan memiliki pemahaman yang tidak jelas
tentang potensi diri.

4. Dukungan Sistem
Dukungan social merupakan semua aktivitas yang dimaksudkan untuk mendukung dan
meningkatkan (1) staf bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan dasar,
layanan peminatan dan perencanaan individual, dan (2) staf personalia sekolah yang lain
dalam melaksanakan program-program pendidikan di sekolah. Komponen dukungan
social terdiri atas aktivitas manajemen yang menetapkan, memelihara, dan meningkatkan
program bimbingan dan konseling secara keseluruhan.

Berkaitan dengan pelayanan terhadap program bimbingan dan konseling, komponen


dukungan social menangani pengembangan program bimbingan dan konseling yang
meliputi pengelolaan sumberdaya dana, materi, dan fasilitas; pengembangan staf,
pendidikan orang tua, konsultasi dengan guru dan personalia sekolah yang lain;
pemanfaatan sumberdaya masyarakat; hubungan masyarakat; pengembangan konselor,
dan penelitian dan pengembangan.

Berkaitan dengan program pendidikan yang lain, komponen dukungan social menangani
perencanaan perbaikan kualitas sekolah; aktivitas terkait layanan bimbingan; kerjasama
dengan program pendidikan khusus dan pendidikan kejuruan.Secara keseluruhan, peran
guru bimbingan dan konseling atau konselor dalam komponen dukungan sosial terutama
terdiri atas pengelolaan dan konsultasi program (Muro & Kottman, 1995)

16
Tabel 3. Alokasi Waktu untuk Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor
dalam Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SD

PERSENTASE PERHITUNGAN
PROGRAM
WAKTU WAKTU/JAM
Layanan Dasar 35 – 45 % 35% X 24 = 8,4
Layanan Peminatan dan Perencanaan
15 – 25 % 25 % X 24 = 6,0
Individual
Layanan Responsif 25 – 35% 25% X 24 = 6,0
Dukungan Sistem 10 – 15% 15% X 24 = 3,6
JUMLAH JAM 24,0

G. BIDANG LAYANAN
1. Bidang Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor
kepada peserta didik/konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan, mengambil
keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang
perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan pribadinya
secara optimal dan mencapai kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam
kehidupannya. Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangka meliputi
(1) memahami potensi diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi
fisik maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam
kehidupannya, (3) menerima kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik, (4)
mencapai keselarasan perkembangan antara cipta-rasa-karsa, (5) mencapai
kematangan/kedewasaan cipta-rasa-karsa secara tepat dalam kehidupanya sesuai nilai-
nilai luhur, dan (6) mengakualisasikan dirinya sesuai dengan potensi diri secara optimal
berdasarkan nilai-nilai luhur budaya dan agama.

2. Bidang Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk
memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi social secara positif, terampil

17
berinteraksi social, mampu mengatasi masalah-masalah social yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya
sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan dalam kehidupannya. Aspek
perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) berempati terhadap
kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar social budaya, (3) menghormati dan
menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku, (5)
berinteraksi social yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung
jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling
menguntungkan.

3. Bidang Belajar
Proses pemberian bantuan guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada peserta
didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar, memiliki sikap dan
keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan
menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar secara
optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam
kehidupannya. Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi; (1) menyadari
potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan belajar; (2) memiliki
sikap dan kebiasaan belajar yang positif; (3) memiliki motif yang tinggi untuk belajar
sepanjang hayat; (4) memiliki keterampilan belajar yang efektif; (5) memiliki
keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya; dan (6) memiliki
kesiapan menghadapi ujian.

4. Bidang Karir
Proses pemberian bantuan guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada peserta
didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan
pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis
berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya
sehingga mencapai kesuksesan dalam kehidupannya. Aspek perkembangan yang
dikembangkan meliputi; (1) memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat dan
kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan; (2) memiliki pengetahuan mengenai dunia

18
kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir; (3) memiliki
sikap positif terhadap dunia kerja; (4) memahami relevansi kemampuan menguasai
pelajaran dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi
cita-cita karirnya masa depan; (5) memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi karir,
dengan cara mengenali 19nsur-ciri pekerjaan, persyaratan kemampuan yang dituntut,
lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja; memiliki
kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional
untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kondisi
kehidupan socialekonomi; membentuk pola-pola karir; mengenal keterampilan,
kemampuan dan minat; memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil
keputusan karir.

H. RENCANA EVALUASI, PELAPORAN DAN TINDAK LANJUT


1. EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan bimbingan dan
konseling (BK).Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat
keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan. Dalam
evaluasi program bimbingan dan konseling terdapat 2 (dua) jenis evaluasi, yaitu evaluasi
proses dan evaluasi hasil.

Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil penilaian
proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling brlangsung. Fokus penilaian
adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegitan bimbingan dan konseling.

Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi
tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya.Evaluasi hasil
pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang diacapi oleh peserta didik
yang menjalin pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus penilaian dapat diaragakan
pada berkembangnya :
a. Pemahaman diri, sikap, dan prilaku yang diperoleh berkaitan dengan materi / social /
masalah yang dibahas

19
b. Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau meteri/social/masalah yang dibahas
c. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka mewujudkan
upaya pengembangan/pengetasan masalah.

Langkah-langkah pelaksanaan :
a. Penyusunan rencana evaluasi
b. Pengumpulan Data
c. Analisa dan interpretasi data

2. PELAPORAN
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi.Isi dalam pelaporan lebih bersifat
mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah dicapai
dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan kegiatan
menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam evaluasi proses
maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan informasi kepada seluruh
pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan dari program bimbingan dan
konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan dan
kebahasan yang telah dilakukan
c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan secara
akurat dan tepat waktu.

Langkah-langkah dalam penyusunan laporan :


a. Tahap persiapan
b. Pengumpulan dan penyajian data
c. Penulisan laporan
d. Sistematika laporan

20
3. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan data
dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat
memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan denganc ara membuat
desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian dari program yang
dianggap belum begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan konseling
tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan
Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan diperbaiki
atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.

I. SARANA DAN PRASARANA


Prasarana pokok yang diperlukan ialah ruang bimbingan dan konseling yang cukup
memadai.Ruang dimaksud hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga peserta dididk
yang berkunjung merasa senang dan nyaman, serta ruangan tersebut dapat digunakan
untuk pelaksanaan berbagai jenis kegiatan layanan bimbingan dan konseling baik
individu maupun kelompok sesuai dengan asas-asas sosial etik bimbingan dan konseling.

Sedangkan Sarana dan prasarana berisi fasilitas dan perlengkapan yang mendukung
terhadap keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Sarana yang akan digunakan
dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non tes, yaitu :
1) Angket Masalah Konseli / Aplikasi Angket Masalah Konseli
2) Sosiometri
3) Alat Ungkap Pemahaman Diri
4) Alat Penelusuran Minat Peserta Didik SMP
5) Alat Ungkap Masalah Seri PTSDL
6) Inventori Tugas Perkembangan

21
7) Catatan Anekdot
8) Otobiografi
b. Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data yaitu :
1) Cummulative Record
2) Basis Data Prestasi Akademik
3) Daftar Peserta Didik Asuh
c. Kelengkapan penunjang teknis yaitu :
1) Data informasi meliputi: Peta Peserta Didik
2) Paket bimbingan meliputi : Paket Materi Klasikal
3) Alat bantu bimbingan meliputi : Buku Saku, Poster, leaflet, Papan bimbingan.
d. Perlengkapan administrasi, yaitu :
1) Alat tulis
2) Komputer dan printer
3) Format rencana kegiatan
4) Blanko laporan kegiatan
Sedangkan prasarana penunjang layanan :Ruang bimbingan dan konseling terdiri atas : ruang
tamu, ruang kerja, ruang bimbingan dan konseling kelompok/diskusi, ruang dokumentasi
(terlampir)

J. ANGGARAN BIAYA
Anggaran biaya menyesuaikan dengan anggaran sekolah yang dialokasikan untuk kegiatan
bimbingan dan Konseling dengan rincian kebutuhan sebagai berikut :
Rencana anggaran berisi uraian jenis kegiatan dan rincian besar anggaran yang
dibutuhkan.Jumlah besar anggaran menunjukkan kebutuhan besaran anggaran untuk
mendukung keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Rencana anggaran disusun
untuk mendukung implementasi program secara cermat, rasional.

22
Adapun rencana anggaran kegiatan bimbingan dan konseling pada tahun ini adalah sebagai
berikut
NO URAIAN SPESIFI VOLUME HARGA JUMLAH MANFAAT
KEGIATAN/K KASI SATUAN
EBUTUHAN
1 ATK Kertas 4 RIM Rp. Rp. 180.000 Administrasi
HVS F4 45.000 kelancaran
(Dana BOS) 80 gr, 10 pelaksanaan
bln via BK
Komite
Kertas 20 RIM Rp. Rp. 874.000 Administrasi
HVS A4 38.000 kelancaran
70 gr, 10 pelaksanaan
bln via BK
Komite
Buku 3 PAK Rp. Rp. 327.750 Administrasi
Besar 98.000 kelancaran
pelaksanaan
BK
Folio 3 PAK Rp. Rp. 75.000 Administrasi
bergaris 25.000 kelancaran
pelaksanaan
BK
Stapler 3 BUAH Rp.9.000 Rp. 27.000 Administrasi
kelancaran
pelaksanaan
BK
isi 12 buah Rp. 3000 Rp. 48.300 Administrasi
stapler kelancaran
pelaksanaan
BK

23
Spidol, 24 buah Rp. 8000 Rp. 220.800 Administrasi
kelancaran
pelaksanaan
BK
2 Papan
Media BK Rp.300.00 Lay. Via
bimbinga 1 buah Rp 300,000
(Dana BOS) 0 media
n
3 Home Visit, 2,5% x
Tiap bulan 501
Memahami
2,5% dari siswa, 10 125 Kali/ Rp.
Rp 6,250,000 kondisi 24ocial
jumlah siswa bulan = siswa 50.000
siswa
(10 bulan) 125
(Dana BOS) siswa
4 Foto Copy
Absen dan 10 bulan, 5400 Rp. Kelengkapan
Rp 810,000
rekab 18 kelas lembar 150 data siswa
(Dana BOS)
5 Foto copy
1080 Rp. Kelengkapan
diluar absensi 2 bulan Rp 162,000
lembar 150 data siswa
(Dana BOS)
6 Flash disk 32
Rp. Kelengkapan
GB 2 buah Rp 862,500
375000 data siswa
(Dana BOS)
7 Refill tinta
Rp.
infus 6 set Rp 36,000 Sda
50000
(Dana BOS)
Total Rp. 10.019.000
Terbilang : Sepuluh Juta Sembilan Belas Ribu Rupiah

24
K. EVALUASI KEGIATAN BIMBINGAN KONSELING TAHUN PELAJARAN 2020/2021

NO KOMPONEN LAYANAN HASIL TINDAK LANJUT KET


1 Layanan dasar
a. Bimbingan Klasikal Berjalan dengan lancer Dilaksanakan lebih
materi terlampir di baik untuk
laporan tahunan selanjutnya
b. Pelayanan Orientasi Berjalan dengan lancar ( Tahun depan untuk
kunjungan ke Sekolah kunjungan panti
lanjutan, dan mesjiid asuhan lebih di
bersejarah berjalan prioritaskan
lancer)
c. Pelayanan Informasi Berjalan lancer Tahun Selanjutnya
(Memberikan informasi materi lebih di
tentang akhlak mulia, perbanyak dan
bullying dan cara beragam
berteman yang baik)
d. Kelas Besar Kurang Berjalan lancar Dilaksanakan lebih
matang untuk
kedepan
e. Bimbingan Kelompok Kurang berjalan karena Tahun depan berjalan
mengigat mencari minimal 3 x dalam 1
waktu dan kondisi semester
2 Layanan Responsif
a. Konseling Individual Berjalan dengan baik Kesadaran untuk
dan lancer dating sendiri untuk
konseling individual
lebih diupayakan
b. Referal Tidak berjalan Karena kasus
siswa masih
bias diatasi

25
LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING
c. Kolaboratif dengan Berjalan lancer Lebih ditingkatkan
orang tuadan guru mata lagi
pelajaran
d. Kolaborasi dengan Dilaksanakan konsultasi Dilaksanakan 1 kali
orang tua berhubungan dengan dalam sebulan
sikap dan nilai berjalan
Lancer
e. Bimbingan Teman Belum terlaksana Lebih diprogramkan
sebaya lagi
f. Konferensi Kasus Tidak terlaksana Tidak
terdapat
masalah
serius
g. Kunjungan Rumah Terlaksana Lebih dijadwalkan
Laporannya
3 Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
a. Pemberian informasi Dilaksanakan setiap Menambah item
laporan peminatan tahun dengan lancer, penilaian
dengan menjalankan
standar yang sesuai
b. Pengembangan Diri Berjalan dengan lancer Tahun berikutnya
walaupun ada beberapa diusahakan lengkap 8
cabang yang masih x pertemuan setiap 1
belum lengkap 8 x semester
pertemuan dan untuk
semester 2 tidak
berjalan karena corona
c. Gaya belajar Dilaksanakan awal Melaksanakan
tahun sehingga dapat dengan lebih baik
dipakai oleh wali kelas untuk tahun
dan guru maple berikutnya

26
LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING
4 Dukungan Sistim
a. Pengembangan Profesi Tidak berjalan karena Permintaan Guru BK
tidak ada guru BK
b. Riset dan Kegiatan PTK ada Tahun berikutnya
Pengembangan namun belum maksimal dilaksanakan dengan
baik

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING


27

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING


PENUTUP

Demikianlah laporan kerja ini kami susun dengan harapan dapat dijadikan pedoman bagi
setiap personil penyelenggaraan Bimbingan Konseling tahun pelajaran
2019/2020.Berhasil tidaknya pelaksanaan laporan kerja ini tidak semata-mata tergantung
pada biaya, sarana dan alat-alat perlengkapan material yang cukup, serta fasilitas yang
tersedia tetapi terutama tergantung kepada faktor-faktor manusia/para pelaksananya,
khususnya dedikasi dan semangat pengabdian kepada tugas negara yang dibebankan pada
masing-masing individu.

Berdasarkan hal tersebut maka marilah kita tingkatkan dedikasi dan semangat yang tinggi
kepada negara dan bangsa kita yang sedang giat melaksanakan pembangunan nasional ini.

Akhirnya atas segala kekurangan dan kelemahan yang terdapat dalam penyusunan laporan
ini, kami mohon maaf dan dengan segala keterbukaan kami harapkan saran dan kritik
yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini.

Semoga laporan kerja ini dapat mendekati sasaran maupun tujuannya serta bermanfaat
bagi kita semua, Amien …

Mengetahui KepalaSekolah Padang, Juni 2021 Guru


Pembimbing

Hj. Ernita Thalib, S.Pd Ermaidayanti S.Pd


NIP. 196308021988122001 NIP:19660510198603200
2

28
LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING
ACTION PLAN BIMBINGAN KONSELING
SD N 12 PISANG
TAHUN PELAJARAN 2020/2021

KOMPONEN STRATEGI MATERI LAYANAN EKUIVALEN


NO METODE MEDIA EVALUASI
LAYANAN LAYANAN 1 2 3 SI
Mengajak Mengajak Mengajak sisw a Disesuaika Proses Disesuaik
sisw a ke sisw a ke mengunjungi n dengan dan Hasil an
panti asuhan Museum yang Sekolah lanjutan pendekat dengan
1 LAYANAN DASAR Orientasi Kunjungan
mengandung an yang jam yang
unsur agama digunakan dibutuhk
dan relegius an
Memberikan Memberikan Memberikan materi Ceramah Slide Proses 2 Jam
Bimbingan informasi materi cara berteman dan diskusi Power dan Hasil
2 LAYANAN DASAR
Klasikal tentang tentang yang baik Point
akhlak mulia bullying
Mengumpulkan semua lokal yang satu jurusan untuk Ceramah Slide Proses 2 Jam
3 LAYANAN DASAR Kelas Besar didatangkan pemateri dari luar untuk diberikan dan diskusi Power dan Hasil
materi yang berhubungan dengan akhlak mulia dll Point
Bimbingan kelompok dilaksanakan dengan Disesuaika Disesuaika Proses 2 Jam
beberapa anggota kelompok, dengan tipe anggota n dengan n dengan dan Hasil
kelompok yaitu anggota kelompok yang tidak pendekat pendekat
Bimbingan memahami tentang sikap yang baik atau yang an yang an yang
4 LAYANAN DASAR
kelompok kurang memahami tentang unsur akhlak, atau digunakan digunakan
anggota kelompok yang memiliki sikap yang baik
den ingin menambah pemahaman dan wawasan.

Papan bimbingan di buat dengan isi tentang Dengan Disesuaika Proses Disesuaik
berbudi dan berakhlak mulia menuju peserta didik membuiat n dengan dan Hasil an
yang religius, tentang berteman yang baik, bahaya tim yang pendekat dengan
mencontek, papan bimbingan lebih banyak berupa bisa an yang jam yang
Papan gambar melaksana digunakan dibutuhk
5 LAYANAN DASAR
bimbingan kan papan an
bimbingan

Membuat leaflet yang berhubungan dengan Membuat Disesuaika Proses Disesuaik


tugas perkembangan sisw a tim n dengan dan Hasil an
pendekat dengan
6 LAYANAN DASAR Leaflet an yang jam yang
digunakan dibutuhk
an

Menyediakan layanan konseling dalam hal Membuat Disesuaika Proses Disesuaik


pembinaan masalah yang berhubungan jadawal n dengan dan Hasil an
LAYANAN Konseling dengan sikap religius konseling pendekat dengan
7
RESPONSI indiv idual an yang jam yang
F digunakan dibutuhk
an
Konseling kelompok dilaksanakan dengan Disesuaika Disesuaika Proses 2 Jam
membahas permasalahan pribadi anggota n dengan n dengan dan Hasil
LAYANAN Konseling kelompok yang berhubungan dengan sikap dan lain- pendekat pendekat
8
RESPONSI kelompok lain an yang an yang
F digunakan digunakan

Alih tangan kasus dilakukan jika permasalahan yang Disesuaika Disesuaika Proses Disesuaik
dialami oleh sisw a butuh bantuan pihak ke tiga n dengan n dengan dan Hasil an
LAYANAN seperti ustad. Dokter, psikolog dll pendekat pendekat dengan
9 Referal
RESPONSI an yang an yang jam yang
F digunakan digunakan dibutuhk
An
Konsultasi dilaksanakan jika ada orang tua atau guru Disesuaika Disesuaika Proses Disesuaik
mata pelajaran serta pihak lain yang ingin n dengan n dengan dan Hasil an
LAYANAN membicarakan permasalahan sikap atau akhlak pendekat pendekat dengan
10 Konsultasi
RESPONSI anaknya atau sisw anya an yang an yang jam yang
F digunakan digunakan dibutuhk
An

29
LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING
30
LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING
DOKUMENTASI PEMBINAAN SISWA

31
LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING