Anda di halaman 1dari 18

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk

memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan

hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.

Munawir (2014:31)

Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan

hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu

tertentu. Harahap (2016:105)

Laporan keuangan adalah kondisi gambaran yang


menunjukkan kondisi perusahaan terkini. Kondisi perusahaan
terkini adalah keadaan keuangan perusahaan pada tanggal
tertentu (untuk neraca) dan periode tertentu (untuk laporan
laba rugi). Biasanya laporan keuangan dibuat per periode,
misalnya tiga bulan, atau enam bulan untuk kepentingan
internal perusahaan. Sementara itu, untuk laporan lebih luas
dilakukan satu tahun sekali. Disamping itu, dengan adanya
laporan keuangan, dapat diketahui posisi perusahaan terkini
setelah menganalisis laporan keuangan tersebut dianalisis.
Kasmir (2014:7)

Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan

keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi

neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, catatan dan

laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral

dari laporan keuangan.

5
6

Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses

akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat ukur untuk

mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan

kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Hery (2014:4)

2. Tujuan Laporan Keuangan

Kasmir (2014:10) menyatakan bahwa tujuan laporan

keuangan disusun guna memenuhi kepentingan berbagai pihak yang

berkepentingan terhadap perusahaan. Secara umum laporan

keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu

perusahaan, baik pada saat tertentu maupun pada periode tertentu.

Tujuan laporan Keuangan adalah sebagai berikut:

a. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta)

yang dimiliki perusahaan pada saat ini.

b. Memberikan infromasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan

modal yang dimiliki perusahaan saat ini.

c. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang

diperoleh pada suatu periode tertentu.

d. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang

dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.

e. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang

terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.

f. Memberikan informasi tentang kinerja manjemen perusahaan

dalam suatu periode.


7

g. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan

keuangan.

3. Jenis laporan keuangan

Laporan keuangan merupakan hasil tindakan pembuatan

ringkasan data keuangan perusahaan. Jenis laporan keuangan yang

digunakan dalam analisis laporan keuangan terdiri dari :

a. Neraca

Neraca adalah laporan keuangan yang memberikan

informasi mengenai posisi keuangan (aktiva, kewajiban, dan

ekuitas perusahaan pada saat tertentu. Prastowo (2015:15)

b. Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi merupakan laporan yang sistematis

tentang pendapatan dan beban perusahaan untuk satu periode

waktu tertentu. Hery (2014:4)

4. Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Setelah laporan keuangan disusun berdasarkan data yang


relevan, serta dilakukan dengan prosedur akuntansi dan
penilaian yang benar, akan terlihat kondisi keuangan
perusahaan yang sesungguhnya. Kondisi keuangan yang
dimaksud adalah diketahuinya berapa jumlah harta
(kekayaan), kewajiban (utang) serta (ekuitas) dalam neraca
yang dimiliki. Kemudian, juga akan diketahui jumlah
pendapatan yang diterima dan jumlah biaya dikeluarkan
selama periode tertentu. Dengan demikian, dapat diketahui
bagaimana hasil usaha (laba atau rugi) yang diperoleh
selama periode tertentu dari laporan laba rugi yang
disajikan. Kasmir (2014:66)

Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses yang


penuh pertimbangandalam rangka membantu mengevaluasi
posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa
8

sekarang dan masa lalu, dengan tujuan utama untuk


menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin
mengkondisikan dan kinerja perusahaan pada masa
mendatang. Prastowo (2015:30)

5. Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk

memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan

hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.

Data keuangan ini akan lebih berarti bagi pihak-pihak yang

memerlukan apabila data tersebut diperbandingkan untuk dua

periode atau lebih dan dianalisa lebih lanjut sehingga dapat

diperoleh data yang akan mendukung keputusan yang akan diambil.

Dalam analisis perbandingan laporan keuangan yang

dibandingkan adalah :

a. Laporan keuangan dari beberapa saat atau periode pada suatu

perusahaan.

b. Laporan keuangan dari satu periode antara dua perusahaan

yang sejenis.

6. Analisis Rasio Keuangan dan Macam-Macam Rasio

a. Analisis rasio

Analisis laporan keuangan merupakan proses yang penuh

pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi

keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan

masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan


9

prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja

perusahaan atau badan usaha pada masa mendatang.

Kasmir (2014:104) menyatakan bahwa analisis rasio

merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada

dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka

dengan angka lainnya.

Perbandingan angka-angka yang ada di laporan keuangan

adalah antara komponen yang ada dalam neraca dengan dalam

laporan laba rugi.

b. Macam-macam Rasio

Rasio dalam analisis laporan keuangan adalah angka yang

menunjukkan hubungan antara suatu unsur denga unsur lainnya

dalam laporan keuangan. Hubungan anatara unsur-unsur

laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis

yang sederhana.

Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan


angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan acra
membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan
dapat dilakukan antara satu komponen yang ada diantara
laporan keuangan. Kemudian angka yang dibandingkan
dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun
beberapa periode. Kasmir (2014:104)

Berikut ini adalah bentuk-bentuk rasio keuangan menurut

beberapa para ahli yaitu :

1) Bentuk-bentuk rasio keuangan Menurut J. Fred Weston

adalah sebagai berikut :


10

a) Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)


(1) Rasio lancar (current ratio)
(2) Rasio sangat lancar (quick ratio)
b) Rasio Solvabilitas (Leverge Ratio)
(1) Total utang dibandingkan dengan total aktiva atau
rasio utang (Debt Ratio)
(2) Jumlah kali perolehan bunga (Times Interest Earned)
(3) Lingkup biaya tetap (Fixed Charge Coverage)
(4) Lingkup arus kas (Cash Flow Coverage)
c) Rasio Aktivity (Activity Ratio)
(1) Perputaran sediaan (Inventory Turn Over)
(2) Rata-rata jangka waktu penagihan / perpuataran
piutang (Average Collection Periode)
(3) Perputaran aktiva tetap (Fixed Assets Turn Over)
(4) Perputaran total aktiva (Total Assets Turn Over)
d) Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
(1) Margin laba penjualan (Profit Margin on Sales)
(2) Daya laba dasar (Basic Earning Power)
(3) Hasil pengembalian total aktiva (Return on Total
Assets)
(4) Hasil pengembalian ekuitas (Return on total equity)
e) Rasio Pertumbuhan (Growth Ratio)
(1) Pertumbuhan penjualan
(2) Pertumbuhan laba bersih
(3) Pertumbuhan pendapatan per saham
(4) Pertumbuhan dividen per saham
f) Rasio penilaian (Valuation Ratio)
(1) Rasio harga saham terhadap pendapatan
(2) Rasio nilai pasar saham terhadap nilai buku Kasmir
(2014:106-107)
11

2) Bentuk-bentuk rasio keuangan Menurut James C Van Horne

adalah sebagai berikut :

a) Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio)


(1) Rasio lancar (Current Ratio)
(2) Rasio sangat lancar (Quick Ratio)
b) Rasio Pengungkit (Leverge Ratio)
(1) Total utang terhadap ekuitas
(2) Total utang terhadap total aktiva
c) Rasio Pencangkupan
(1) Bunga Penutup
d) Rasio Aktivitas (Activity Ratio)
(1) Perputaran piutang (receivable turn over)
(2) Rata-rata penagihan piutang
(3) Perputaran sediaan
(4) Perputaran total aktiva
e) Rasio Profitabilitas (Profitabilitas Ratio)
(1) Margin laba bersih
(2) Pengembalian inventasi
(3) Pengembalian ekuitas Kasmir (2014:107-108)
3) Bentuk-bentuk rasio keuangan Menurut Gerald adalah
sebagai berikut :
a) Activity analysis, evaluasi pendapatan dan output secara
umum dari asset perusahaan.
b) Liquidity analysis, mengukur keseimbangan sumber kas
perusahaan.
c) Long-term debt and solvency analysis .
d) Provitability analysis. Kasmir (2014:108)
4) Bentuk-bentuk rasio keuangan Menurut James O Gill dalam
sebagai berikut:
a) Rasio Likuiditas ( Liquiditiy Ratio)
12

(1) Rasio Lancar (Cuurent ratio)


(2) Rasio perputaran Kas
(3) Rasio utang terhadap kekayaan bersih
b) Rasio Profitabilitas (Prifitability Ratio)
(1) Rasio laba bersih
(2) Tingkat laba atas penjualan
(3) Tingkat laba atas investasi
c) Rasio Efisiensi
(1) Waktu pengumpulan piutang
(2) Perputaran sediaan
(3) Rasio aktiva tetap terhadap nilai bersih
(4) Rasio perputaran investasi. Kasmir (2014:110)
Berikut macam-macam rasio dan rumusnya
1) Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan rasio yang


menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek. Atau dengan
kata lain rasio likuiditas merupakan yang
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
membayar utang-utang (kewajiban) jangka pendeknya
yang jatuh tempo, atau rasio untuk mengetahui
kemampuan perusahaan dalam membiayai dan
memenuhi kewajiban (utang) pada saat ditagih.
Kasmir (2014:110)

Rasio likuiditas terdiri dari :

a) Rasio Lancar

Menurut Kasmir (2014:134) Rasio lancar atau (current

ratio) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan

perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek

atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih

secara keseluruhan.
13

Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut:

………….(1)

b) Rasio Cepat

Menurut Kasmir (2014:136) Rasio Cepat (quick ratio)

atau rasio sangat lancar atau acid test ratio menunjukkan

kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau

utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar

tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory).

Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut:

..…...…(2)

c) Rasio Kas

Menurut Kasmir (2014: 138) Rasio Kas alat yang


digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas
yang tersedia untuk membayar utang. Jika rata-rata
industry untuk cash ratio adalah 50 % maka keadaan
perusahaan lebih baik dari perusahaan lain. Namun,
kondisi rasio kas terlalu tinggi juga kurang baik
karena ada dana yang menganggur atau yang tidak
atau belum digunakan secara optimal.

Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut:

……......(3)
14

d) Inventory to Net Working Capital

Menurut Kasmir (2014:141) Inventory to Net Working

Capital rasio yang digunakan untuk mengukur atau

membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan

modal kerja perusahaan. Modal kerja tersebut terdiri dari

pengurangan antara aktiva lancar dengan utang lancar.

Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut:

.(4)

2) Rasio Solvabilitas

Kasmir (2014:150) menyatakan bahwa rasio solvabilitas

adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana

aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa

besar beban utang yang ditanggung perusahaan

dibandingkan dengan aktivanya.

Rasio solvabilitas terdiri dari:

a) Debt to Asset Ratio

Menurut Kasmir (2014: 156) Debt ratio merupakan


rasio utang yang digunakan untuk mengukur
perbandingan antara total utang dengan total aktiva.
Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan
dibiayai oleh hutang atau seberapa besar utang
perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
Apabila rasionya tinggi, artinya pendanaan dengan
utang semakin banyak, maka semakin sulit bagi
perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman
15

karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu


menutupi utang-utangnya dengan aktiva yang
dimilikinya. Demikian pula apabila rasionya rendah,
semakin kecil perusahaan dibiayai dengan utang. Jika
rata-rata industri 35%, debt to asset ratio perusahaan
masih di bawah rata-rata industri sehingga akan sulit
bagi perusahaan untuk memperoleh pinjaman.

Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut:

4) ….(5)
b) Debt to Equity Ratio

Menurut Kasmir (2014:157) Debt to equity ratio


merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang
dengan ekuitas. Rasio berguna untuk mengetahui
jumlah dana yang disediakan peminjam (kreditur)
dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio
ini berfungsi untuk mengetahui setiap rupiah modal
sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang.
Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut:

..(6)

c) Long Term Debt to Equity Ratio

Menurut Kasmir (2014:159) Long term debt to equity


ratio merupakan rasio antara utang jangka panjang
dengan modal sendiri. Tujuannya adalah untuk
mengukur berapa bagian dari setiap rupiah modal
sendiri yang dijadikan jaminan utang jangka panjang
dengan cara membandingkan antara utang jangka
panjang dengan modal sendiri yang disediakan oleh
perusahaan.
Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut:

……………….…...(7)
16

3) Rasio Profitabilitas
Menurut Kasmir (2014:196) merupakan rasio untuk

menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.

Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas

manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba

yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.

Rasio Profitabilitas terdiri dari :

a) Profit Margin on Sales

Menurut Kasmir (2014:199) Profit Margin on Sales

atau margin laba atas penjualan merupakan salah satu

rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas

penjualan. Cara pengukuran rasio ini adalah dengan

membandingkan laba bersih setelah pajak dengan

penjualan bersih.

Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut :

…(8)

b) Hasil Pengembalian Investasi (Return on


Investment/ROI)

Menurut Kasmir (2014:201) Return on Investment

(ROI) atau return on total assets merupakan rasio yang

menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang

digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan suatu

ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola

investasinya.
17

Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut :

………..……(9)

c) Hasil Pengembalian Ekuitas (Return on Equity Capital /


ROE)

Menurut Kasmir (2014:204) hasil pengembalian

ekuitas atau Return on Equity atau profitabilitas modal

sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih

sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini

menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri.

Adapun rumus perhitungannya sebagai berikut :

……………………(10)

7. Kelemahan Analisis Rasio

Menurut J. Fred Weston menyebutkan kelamahan rasio

keuangan adalah sebagai berikut.

a. Data keuangan disusun dari data akuntansi. Kemudian, data

tersebut ditafsirkan dengan berbagai macam cara, misalnya

masing-masing perusahaan menggunakan:

1) Metode penyusutan yang berbeda untuk menentukan nilai

penyusutan terhadap aktivanya sehingga menghasilkan nilai

penyusutan setiap periode juga berbeda; atau

2) Penilaian sediaan yang berbeda


18

b. Prosedur pelaporan yang berbeda, mengakibatkan laba yang

dilaporkan berbeda pula, (dapat naik atau turun), tergantung

prosedur pelaporan keuangan tersebut.

c. Adanya manipulasi data, artinya dalam menyusun data, pihak

penyusunan tidak jujur dalam memasukkan angka-angka ke

laporan keuangan yang mereka buat. Akibatnya hasil

perhitungan rasio keuangan tidak menunjukan hasil yang

sesungguhnya.

d. Perlakuan pengeluaran untk biaya-biaya antara satu perusahaan

dengan perusahaan lainnya berbeda. Misalnya biaya riset dan

pengembangan, biaya perencanaan pensiun, merger, jaminan

kualitas pada barang jadi dan cadangan kredit macet.

e. Penggunaan tahun fiskal yang berbeda, juga dapat

menghasilkan perbedaan.

f. Pengaruh musiman mengakibatkan rasio komperatif akan ikut

berpengaruh.

g. Kesamaan rasio keuangan yang telah dibuat dengan standar

industry belum menjamin perusahaan berjalan normal dan telah

dikelola dengan baik. Kasmir (2014:117)

B. Hasil Penelitian Terdahulu

Pemaparan hasil penelitian terdahulu dan perbandingan penelitian

yang sedang diteliti.


19

Tabel 1
Hasil Penelitian Terdahulu
Identifikasi Nama : Mariana Annisa Muhammad Irvan
Penelitian Nim : A03090007 Ridhoni
A03120045 Politeknik Negeri A03140026
Peruguruan Banjarmasin Jurusan Akuntansi
Tinggi : Politeknik Negeri
Politeknik Banjarmasin 2017
Negeri
Banjarmasin
1. Judul Analisis Rasio Analisis Perhitungan Rasio
Likiuditas, Komparatif Rasio Likuiditas,
Rasio Likuiditas pada PT. Solvabilitas, dan
Solvabilitas dan Bank Rakyat Profitabilitas
Profitabilitas Indonesia, PT. terhadap laporan
untuk Menilai Bank Tabungan keuangan PT Karya
Kinerja Negara dan PT. Agung Konsultan
Keuangan Pada Bank Mandiri di Banjarmasin
PT Maju Daya Indonesia Periode
Bersama 2007-2011

2. Institusi Kantor PT Maju PT. Bank Rakyat PT Karya Agung


Perusahaan Daya Bersama Indonesia, PT. Konsultan
Bank Negara Banjarmasin
Indonesia, PT.
Bank Tabungan
Negara dan PT.
Bank Mandiri di
Indonesia
20

Lanjutan…
3. Tujuan 1. Untuk 1. Untuk Untuk mengetahui
Penelitian mengetahui mengetahui analisis Bagaimana
bagaimana rasio likuiditas pada Perhitungan Rasio
analisis rasio PT. Bank Rakyat Likuiditas,
likuiditas, Indonesia Solvabilitas dan
solvabilitas dan 2. Untuk Profitabilitas
profitabilitas pada mengetahui analisis terhadap laporan
PT Maju Daya rasio likuiditas pada keuangan PT Karya
Bersama PT. Bank Negara Agung Konsultan
2. Untuk Indonesia Banjarmasin dari
mengetahui 3. Untuk tahun 2014-2016
kinerja keuangan mengetahui analisis
PT Maju Daya rasio likuiditas pada
Bersama PT. Bank Tabungan
berdasarkan Negara
analisis rasio 4. Untuk
likuiditas, mengetahui analisis
solvabilitas dan Komparatif rasio
profitabilitas likuiditas pada PT.
Bank Mandiri
Indonesia
5. Bagaimanakah
analisis Komparatif
rasio likuiditas
antara PT. Bank
Rakyat Indonesia,
PT. Bank Negara
Indonesia, PT.
Bank Tabungan
Negara dan PT.
Bank Mandiri
Indonesia
21

Lanjutan…
4. Metode Data yang Data yang Data yang diperoleh
Penelitian diperoleh diperoleh melalui melalui observasi
melalui dokumentasi wawancara maupun
wawancara maupun penelitian penelitian
(interview), keputsakaan dalam kepustakaan dalam
dokumentasi, penelitian dianalisa, penelitian, kemudian
maupun kemudian dari data dibandingkan dengan
penelitian tersebut dapat kondisi rasio
kepustakaan ditarik kesimpulan keuangan tahun-
dalam penilitian tahun sebelumnya
di analisa,
kemudian dari
data tersebut
dapat ditarik
kesimpulan
5.Hasil 1. Rasio 1. PT. Bank
Penelitian Likuiditas dari Rakyat Indonesia
tahun 2011 (neraca per 31
sampai dengan desember 2007 –
tahun 2014 31 Desember
dilihat dari nilai 2011) nilai Loan
rasio lancar dan to Deposit ratio
nilai rasio cepat rata-rata 66,05%,
di akhir tahun ini menunjukkan
2014 bahwa
menunjukkan kemampuan Bank
bahwa rasio ini Rakyat Indonesia
mengalami dalam membayar
peningkatan jika kembali
dibandingkan penarikan dana
dengan tahun para deposan
2011, rasio kas cukup baik.
dan inventory to 2. PT. Bank
net working Negara Indonesia
capital nilai Loan to
menunjukkan Deposit Ratio
bahwa rasio ini dengan rata-rata
pada akhir tahun 55,94%,ini
2014 mengalami menunjukkan
penurunan jika bahwa
dibandingkan kemampuan Bank
dengan tahun Negara Indonesia
2011. dala membayar
kembali
penarikan dana
22

Lanjutan…
2. Rasio para deposan
Solvabilitas dari cukup baik.
tahun 2011 3.Nilai rata-rata
sampai dengan Loan to Deposit
tahun 2014 dilihat Ratio 148,38%,
dari nilai debt to ini menunjukkan
asset ratio, debt to bahwa
equity ratio dan kemampuan Bank
long term debt to Tabungan Negara
equity ratio dalam membayar
menunjukkan kembali penarikan
bahwa rasio ini dana para deposan
pada akhir tahun tidak baik.
2014 mengalami 4. PT Bank
penurunan jika Mandiri nilai Loan
dibandingkan to Deposit Ratio
dengan tahun rata-rata 57,14%,
2011. ini menunjukkan
3. Rasio bahwa
Profitabilitas dari kemampuan Bank
tahun 2011 sampai Mandiri dalam
dengan tahun membayar
2014 dilihat dari kembali penarikan
nilai net frofit dana para deposan
margin di akhir cukup baik
tahun 2014
mengalami
peningkatan jika
dibandingkan
dengan tahun
2011, nilai return
on investment dan
nilai return on
equity di akhir
tahun 2014
mengalami
penurunan jika
dibandingkan
dengan tahun
2011.

Sumber:Mariana (2015) , Annisa (2012)