Anda di halaman 1dari 9

MUHAMMAD ARDIANSYAH LASTIANUR 0711011020

Starbuck Caf

Starbucks Corporation adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, berbasis di Seattle, Washington. Ketika dibeli oleh Howard Schultz 15 tahun yang lalu, Starbucks hanya memiliki 17 cafe di Seattle. Namun, sekarang Starbucks telah memiliki 5.689 outlet di 28 negara. Penjualannya naik rata-rata 20% per tahun sejak perusahaan tersebut go-public 10 tahun yang lalu, menjadi $2,6 milyar pada tahun 2001. Sementara laba perusahaan meningkat rata-rata 30% per tahun, mencapai $181,2 juta tahun lalu. Saham Starbucks telah membubung tinggi lebih dari 2.200% dalam dekade terakhir ini, melebihi total return Wal-Mart, General Electric, PepsiCo, Coca-Cola, Microsoft dan IBM. Semua itu tak lepas dari hasil kerja tim manajemen Starbucks yang bagus. Tahun 2000 Schultz telah mundur dari posisi CEO untuk menjadi Chairman & Chief Global Strategist. Orin Smith, yang saat ini menjabat posisi CEO, bertanggung jawab atas operasi Starbucks sehari-hari. Sementara Howard Behar, seorang pakar di bidang retail, menjabat Head of North American Operations. Ketiga orang ini terkenal dengan sebutan H2O (Howard, Howard & Orin). Starbucks menjual kopi diseduh, berbasis minuman espresso panas dan dingin, biji kopi, salad, sandwich, kue, snack, dan barang-barang souvenir seperti cangkir dan gelas. Melalui divisi Starbucks dan Hiburan, perusahaan juga memasarkan buku, musik, dan film. Banyak dari produk-produk perusahaan yang bersifat musiman dan khusus dipasarkan untuk toko lokal. Es krim dan kopi merk Starbuck juga ditawarkan di toko-toko retail. Starbucks telah membangun strategi pertumbuhan dan profitabilitas pada pelayanan yang baik dan sauasana nyaman. Starbucks terus berkembang pesat, namun mereka tetap berusaha menjadi tempat yang tenang dan nyaman bagi

konsumennya.

Selain berupaya untuk menyediakan kopi berkualitas baik,

Starbucks meyakini bahwa pengalaman konsumen adalah segalanya artinya, konsumen dengan segera menyerap semua hal (baik maupun buruk) dari suatu perusahaan. Oleh karena itu Starbucks berusaha mengelola pengalaman yang nyaman tersebut disemua bidang taktis, operasional, dan strategi. Untuk mencapai hal tersebut, Starbucks menawarkan semua tunjangan fasilitas yang ada bagi pekerja paruh waktu dan penuh waktunya (atau mitra mereka, sebagaimana Starbucks menyebutnya), dan seluruh pekerja mereka diberi kesempatan untuk membeli saham perusahaan dengan menjadi bagian dari program Bean Stocknya. Starbucks juga meningkatkan kebijakan SDM-nya untuk melindungi pekerja, upah, dan perawatan kesehatan bagi para pekerjanya yang diperintahkan untuk mengikuti kegiatan militer. Berkenaan dengan para pemasoknya, Starbucks memperjuangkan kepentingan para petani kopinya, menjamin kepada mereka harga kopinya selalu diatas harga yang berlaku di pasar. Starbucks menjamin bahwa kopi mereka ditumbuhkan secara organic. Dan mereka sedang dalam proses untuk merubah gelas minuman panasnya menjadi gelas yang mengandung 10% bahan daur ulang. Sasaran mereka adalah untuk tidak pernah mengecawan pengunjungnya. Untuk mempertahankan prestasi seperti yang telah dicapai dalam dekade terakhir ini, Starbucks tidak mempunyai pilihan lain kecuali mengembangkan konsepnya secara agresif untuk pasar luar negeri. Pasar luar negeri menyediakan banyak tempat untuk bertumbuh bagi Starbucks. Saat ini Starbucks berharap dapat melipatgandakan jumlah outlet-nya menjadi 10.000 buah di seluruh dunia dalam 3 tahun. Namun, ekspansi global ini kebanyakan outlet internasional dioperasikan melalui partner local dengan cara memberikan lisensi. Starbucks merupakan perusahaan yang tidak hanya menjual kopi, namun juga menjual suasana dan fasilitas restorannya dengan konsep open kitchen. Selain itu, Starbucks berharap bisa memperoleh tambahan pendapatan dari penjualan makanan dan barang non-kopi lainnya, seperti sandwich, dessert dan CD musik. Konsep pemasaran Starbucks layak mendapatkan pujian karena inovasinya dalam cara menjual kopi. Hal ini dilakukan antara lain dengan cara memasang Automatic Espresso Machine di beberapa outlet-nya dan mempopulerkan penggunaan Prepaid Starbucks Card sebagai cara baru untuk membayar kopi. Starbucks juga

memperkenalkan Starbucks Express Website, di mana pelanggan dapat memesan dan membayar minuman dan makanan secara online. Bahkan pada beberapa outlet di Amerika dan Eropa, para pengunjung dapat mengakses internet dengan Wi-Fi Network selama berada dalam cafe tersebut. Para eksekutif di Starbucks berharap inovasi-inovasi tersebut dapat menarik generasi muda penikmat kopi dan membuat mereka merasa nyaman selama berada di outlet-nya.

Pertanyaan:
1. Dari bacaan diatas, menurut saudara keunggulan bersaing apakah

yang dimiliki oleh Starbucks? Jelaskan !

Jawab: Setelah membaca artikel di atas, dan beberapa referensi lainnya yang saya dapatkan, dapat saya simpulkan bahwa, kelebihan Starbucks adalah pada produknya yang berkualitas prima dan terkenal di seluruh dunia, serta layanannya yang cepat. Hal ini menyebabkan konsumen merasa puas dan akan merekomendasikan produk dan layanan Starbucks melalui words of mouth, sehingga brand image Starbucks makin tertanam di benak konsumen. Ini menjadi kekuatan yang ampuh dalam mempromosikan perusahaan serta dapat menghemat biaya promosi.

Starbucks merupakan salah satu perusahaan yang berhasil menerapkan konsep keberlangsungan (Sustainable Value Creation) dalam sistem manajemen operasi dan inovasi organisasinya. H20 sukses membawa Starbucks menjadi sebuah perusahaan global yang menerapkan konsep Sustainability, dan mengaplikasikan sistem Multilevel Operation dalam proses penciptaan nilai tambah pada produknya (komoditas kopi). Input yang didapat dari para petani kopi diproses melalui berbagai macam perlakuan. Biji kopi berkualitas yang diolah kembali menjadi bubuk kopi hingga menjadi hasil akhir berupa minuman kopi yang dihidangkan kepada costumer dengan focus

perusahaan untuk kenikmatan suasana dan pelayanan (service) berbabis konsumen. Output dan Outcome yang didapat dari proses multilevel operation ini ternyata mampu memberikan Feed back berupa Income bagi perusahaan yang dipimpinnya.

Starbuck tidak hanya fokus kepada pengembangan produk mereka, namun juga memperhatikan konsumen (Costumer Focus) dengan konsisten memberikan pelayanan yang baik (Core Competence) dengan konsep bar espresso demi menciptakan kenyamanan dan kesan yang baik terhadap kualitas produk minuman kopinya atau pun perlakuannya terhadap konsumen ketika mengunjungi gerai Starbucks. Selain itu, starbucks juga fokus terhadap para pekerjanya dan pertain kopinya dengan memperhatikan kelangsungan hidup mereka dengan beberapa kebijakan yang diterapkan seperti penjelasan pada artikel diatas. Sehingga pada akhirnya, sense of belonging bagi para karyawan dan para petani kopi terhadap perusahaan pun tercipta dengan baik.

2. Apabila dikaitkan dengan strategi operasi di lingkungan global, maka

Strategi apakah yang dikembangkan oleh Starbucks, Jelaskan!

Jawab: Strategi yang digunakan adalah Global Marketing. Perusahaan yang menggunakan global marketing biasanya disebut perusahaan global, dimana aktivitas pemasarannya juga bersifat global, dan pasar sasarannya adalah ke seluruh dunia. Strategi pemasarannya mengutamakan efisiensi dengan mengembangkan standar bauran pemasaran yang sesuai dengan daerah atau negara tujuan masingmasing. Pasarnya masih tersegmentasi, tetapi daerah atau negara tujuannya seringkali ditentukan oleh variabel-variabel segmentasi seperti karakteristik konsumen (usia, tingkat pendapatan, kelompok bahasa), pola konsumsi dan aspek-aspek legal lainnya. Konsep global marketing tidak membedakan daerah atau negara yang satu dengan yang lainnya. Semua dianggap sebagai satu kesatuan unit dari kelompok konsumen prospektif yang relative mempunyai kebutuhan yang hampir sama di seluruh penjuru dunia. Dengan

demikian, rencana global marketing meliputi produk yang terstandarisasi tetapi pemasarannya menggunakan standar/ tema yang disesuaikan dengan kekhasan dan budaya serta kebutuhan yang unik dari masing-masing daerah atau negara sehingga efisiensi dapat tercapai. Hal ini telah dilakukan oleh manajemen Starbucks ketika melakukan ekspansi ke beberapa negara di dunia.

3. Menurut anda alasan apakah yang mendasari Starbucks untuk

mengubah operasinya pada lingkungan global (go international)?

Jawab: Alasan utamanya tentu adalah untuk melakukan ekspansi atau perluasan usaha/bisnis secara skala besar. Starbucks telah melakukan perubahan yang cukup besar dalam manajemen dan kualitas produksi mereka, dan hal ini hanya akan menjadi berbuah manis dan sukses apabila mereka menembus pasar mereka secara global di seluruh dunia.

4. Bagaimanakah penerapan sepuluh keputusan MO terhadap

operasional Starbucks, jelaskan masing-masing!

Jawab: 1. Manajemen mutu Starbucks berani menjamin kualitas kopi mereka sebagai kopi dengan kualitas terbaik di dunia, dan hal ini pun telah terbukti. Starbucks selalu menjaga kualitas kopi yang mereka hasilkan demi menjaga kepuasan konsumen.

2. Desain Produk dan Jasa

Produk dari Starbucks telah terkenal di seluruh dunia sebagai kopi yang ekslusif namun tetap pantas terjangkau sesuai dengan kualitas kopi mereka. Berbagai pilihan produk yang dijual dan varian komposisi yang ditawarkan menjadikan kopi Starbucks semakin digilai oleh para penggemar kopi hamper diseluruh dunia. Hal ini semakin didukung dengan adanya Starbucks Express Website,
di mana pelanggan dapat memesan dan membayar minuman dan makanan secara online, serta layanan wifi di beberapa gerainya.

3. Tata Letak Tata letak Starbucks merupakan bar espresso dimana konsumen bisa melihat secara langsung proses pembuatan kopi dan menyajikan kopi mereka sesuai dengan keinginan mereka di bar yang disediakan (open kitchen)

4. Lokasi Lokasi ekspansi perusahaan yang didirikan di negara-negara di dunia dengan target kota-kota besar yang memiliki pangsa pasar yang baik.

5. Desain Proses dan kapasitas Starbucks telah dikenal dengan brand global yang kuat yang dibangun melalui reputasi yang solid untuk produk premium dan dikenal oleh konsumen dalam hal kualitas tinggi minuman, makanan dan barang-barang terkait.

6. SDM/Rancangan kerja Terdapat pelatihan bagi para karwayannya dan jaminan kebijakan bagi para karyawan untuk memiliki saham Starbucks.

7. Manajemen rantai pasokan Starbucks menjaga pendistribusian produk kopi mereka langsung dari para petani kopi dengan kualitas kopi yang dijamin mutunya. Starbuck melakukan usaha-usaha yang sistematis untuk mengamankan biji kopi terkemuka. Starbucks melakukan perjalanan secara rutin ke negara-negara penghasil kopi seperti: Kolombia, Yaman, Antigua, Guatemala, Kostarika, Papua Nugini termasuk Indonesia (Jawa, Sumatra, Sulawesi), membangun hubungan dengan petani dan eksportir, memeriksa kondisi pertanian dan hasil panen dan mencari varietas unggul untuk standar kualitas dan rasa

8. Persediaan Starbucks melakukan implementasi dari setiap strategi dan perencanaan yang telah ditetapkan. Selanjutnya juga melakukan proses pengukuran dan pengendalian yang dilakukan secara terpusat. Umpan balik dilakukan secara internal maupun dari masukan- masukan pelanggannya yang antara lain bisa dilakukan melalui mediaonline (web/blog). Keberhasilan dalam mengatur usaha pemasaran terbukti dari performansi penjualan yang senantiasa meningkat dan menghasilkan laba besar bagi perusahaan.

9. Penjadwalan Produk mereka sudah diatur berdasarkan standar yang ada, dan pengiriman barangnya pun sudah diatur berdasarkan distributor kopi yang ada diseluruh dunia.

10.

Pemeliharaan

Starbucks menganut kaidah manajemen operasi, yaitu pengendalian mutu di setiap aspek prosesnya, sekecil apapun aspek tersebut. Walaupun tidak semua detail dirasakan oleh

pelanggan, tetapi dalam prosesnya, dilakukan secara konsisten dan persiapan untuk menjadikan pengalaman Starbucks selalu prima. Bagaimana kebersihan kedai selalu terjaga, kenyamanan atmosfirnya, rasa dan penyajian kopi yang konsisten, sampai ke halhal kecil seperti penyediaan tissue daur ulang. Ini salah satu yang luar biasa dari Starbucks. Pihak Starbucks berusaha memastikan suasana kedai dengan kelas terbaik; memastikan perabotan kedai, pemajanganmerchandise, warna, sentuhan seni, spanduk, musik dan aroma semuanya dipadukan untuk menggugah, mengundang yang dapat membangkitkan romantika minum kopi.

5. Jelaskan bagaimana strategi MO berubah di sepanjang siklus hidup

suatu produk?

Jawab: 1. Tahap perkenalan (introduction) Merupakan periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat produk itu diperkenalkan ke pasar. Pada tahap ini tidak ada laba karena besarnya biaya-biaya untuk memperkenalkan produk.

2. Tahap pertumbuhan (growth)

Merupakan periode penerimaan pasar yang cepat dan peningkatan laba yang besar.

3. Tahap kematangan (maturity)

Merupakan periode penurunan pertumbuhan penjualan karena produk itu telah diterima oleh sebagian besar calon pembeli. Laba akan stabil atau menurun karena persaingan yang meningkat.

4. Tahap penurunan (decline) Merupakan periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba yang menipis.