Anda di halaman 1dari 13

MATERI INISIASI TUTORIAL ONLINE KE 2

WAWASAN NUSANTARA

PENGERTIAN WAWASAN NUSANTARA

Istilah wawasan nusantara terdiri dari dua buah kata yakni wawasan dan nusantara.
Wawasan berasal dari kata ‘wawas’ yang berarti pandangan, tinjauan atau penglihatan
inderawi. Akar kata ini membentuk kata ‘mawas’ yang berarti memandang, meninjau atau
melihat. Sehingga wawasan dapat berarti cara pandang, cara meninjau, atau cara melihat.
Sedangkan Nusantara berasal dari kata ‘nusa’ yang berarti pulau – pulau, dan ‘antara’ yang
berarti diapit di antara dua hal (dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia serta dua
samudera yakni samudera Pasifik dan samudera Hindia). Berdasarkan teori-teori tentang
wawasan, latar belakang falsafah pancasila, latar belakang pemikiran aspek kewilayahan,
aspek sosial budaya, dan aspek kesejarahan, terbetuklah satu wawasan nasional indonesia
yang disebut wawasan nusantara dengan rumusan pengertian yang sampai ini berkembang
sebagai berikut:
 Pengertian wawasan nusantara berdasarkan ketetapan majelis permusyawarahan
rakyat tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN adalah sebagai berikut:
“Wawasan Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber
pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap
bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan
nasional.”
 Pengertian wawasan nusantara menurut prof. Dr. Wan usman (Ketua Program S-2
PKN – UI ):
“Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai
diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan
yang beragam.”. Hal tersebut disampaikannya saat lokakarya wawsan nusantara
dan ketahanan nasional di Lemhanas pada Januari 2000. Ia juga menjelaskan
bahwa wawasan nusantara merupakan geopolitik Indonesia.”
 Pengertian wawasan nusantara, menurut kelompok kerja wawasan nusantara, yang
diusulkan menjadi ketetapan majelis permusyawaratan rakyat dan dibuat di
Lemhanas tahun 1999 adalah sebagai berikut:
“cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan
lingkungannya yang berseragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelengarakan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan
nasional. ”
Dari berbagai pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa Wawasan Nusantara adalah
cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan. Wawasan Nusantara diartikan sebagai cara
pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan idea nasionalnya,
yang dilandasi dengan Pancasila dan UUD 1945, ysng merupakan aspirasi bangsa
Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bermartabat, serta menjiwai dan tindak
kebijaksanaannya dalam mencapai yujuan perjuangan nasional (Yuwono,Sutopo.1980)

UNSUR-UNSUR WAWASAN NUSANTARA

a. Wadah (Contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh
wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan
penduduk serta aneka ragam budaya. Bangsa Indonesia memiliki organisasi
kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud supra
struktur politik dan wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai
kelembagaan dalam wujud infra struktur politik.

b. Isi (Content)
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita
serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk
mencapai aspirasi yang berkembang di masyarakat maupun cita-cita dan tujuan
nasional seperti tersebut di atas bangsa Indonesia harus mampu menciptakan
persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional yang berupa
politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam. Isi menyangkut dua hal, pertama
realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya,
pencapaian cita-cita dan tujuan nasional persatuan, kedua persatuan dan kesatuan
dalam kebinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.

c. Tata laku (Conduct)


Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari : Tata laku
batiniahn yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang balk dari bangsa
Indonesia. Tata laku Iahiriah yaitu tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku
dari bangsa Indonesia. Kedua tata laku tersebut mencerminkan identitas jati
diri/kepribadian bangsa berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki
rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air sehingga menimbulkan rasa
nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional

HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA

Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara, dalam pengertian cara


pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan
nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga bangsa dan aparatur negar harus berpikir,
bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara
indonesia. Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara harus dalam lingkup
dan demi kepentinganb bangsa dan negara Indonesia, tanpa menghilangkan kepentingan
lainnya, seperti kepentingan daerah, golongan dan orang per orang

TUJUAN WAWASAN NUSANTARA

Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala


aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mementingkan kepentingan nasional dari
pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa, atau daerah. Hal tersebut
bukan berarti menghilangkan kepentingan-kepentingan individu, kelompok, suku bangsa,atau
daerah.

PENGERTIAN GEOPOLITIK

Membicarakan pengertian geopolitik, tidak terlepas dari pembahasan mengenai


masalah geografi dan politik. “Geo” artinya Bumi/Planet Bumi. Dengan demikian geografi
bersangkut-paut dengan interelasi antara manusia dengan lingkungan tempat hidupnya.
Sedangkan politik, selalu berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan.

Dari pengertian di atas, pengertian geopolitik dapat lebih disederhanakan lagi.


Geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi, sejarah dan
ilmu sosial, dengan merujuk kepada peraturan politik internasional. Geopolitik
mengkaji makna strategis dan politis suatu wilayah geografi, yang mencakup lokasi, luas
serta sumber daya alam wilayah tersebut. Geopolitik mempunyai 4 unsur pembangun, yaitu
keadaan geografis, politik dan strategi, hubungan timbal balik antara geografi dan politik,
serta unsur kebijaksanaan.

Negara tidak akan pernah mencapai persamaan yang sempurna dalam segala hal.
Keadaan suatu negara akan selalu sejalan dengan kondisi dari kawasan geografis yang
mereka tempati. Hal yang paling utama dalam mempengaruhi keadaan suatu negara adalah
kawasan yang berada di sekitar negara itu sendiri, atau dengan kata lain, negara-negara yang
berada di sekitar (negara tetangga) memiliki pengaruh yang besar terhadap penyelenggaraan
suatu negara.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan, bahwa terdapat dua golongan negara, yaitu
golongan negara “determinis” dan golongan negara “posibilitis”. Negara determinis
adalah negara yang berada di antara dua negara raksasa/adikuasa, sehingga, secara langsung
maupun tidak langsung, terpengaruh oleh kebijakan politik luar negeri dua negara raksasa itu.
Golongan negara yang kedua adalah golongan negara posibilitis. Golongan ini
merupakan kebalikan dari golongan determinis. Negara ini tidak mendapatkan dampak
yang terlalu besar dari keberadaan negara raksasa, karena letak geografisnya tidaklah
berdekatan dengan negara raksasa. Sehingga, faktor yang cukup dominan dalam
mempengaruhi keadaan negara ini adalah faktor-faktor seperti ideologi, politik, sosial
budaya dan militer, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Tentunya, keberadaan
negara-negara lain di sekitar kawasan tersebut juga turut menjadi faktor yang berpengaruh,
hanya saja tidak terlalu dominan.

TEORI GEOPOLITIK

Istilah geopolitik awalnya sebagai ilmu bumi politik kemudian berkembang menjadi
pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri khas negara. Teori
geopolitik kemudian berkembang menjadi konsepsi wawasan nasional. Oleh karena itu,
geopolitik selalu mengacu pada wawasan nasional.

 Teori Geopolitik “Frederich Ratzel”


Bahwa Negara itu seperti organisme hidup. Negara identik dengan  ruang yang
ditempati oleh sekelompok masyarakat.
 Teori Geopolitik “Rudolf Kjellen”
Negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang
memiliki intelektual. Dengan kekuatannya, ia mampu mengeksploitasi negara
“primitif” agar negaranya dapat swasembada.
 Teori Geopolitik “Karl Haushofer”
Untuk menjadi jaya, suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. Ia
berpendapat bahwa pada hakekatnya dunia dapat dibagi atas empat kawasan benua
(Pan Region) dan dipimpin oleh negara unggul.
 Teori Geopolitik “Alfred Thayer Mahan”
Bahwa konsepsi geopolitik dapat dibentuk dengan memperhatikan serta
mempertahankan sumber daya laut, termasuk akses kelaut.
 Teori Geopolitik “Guilio Douhet dan William Mitchel”
Kedua orang ini mencita-citakan berdinya Angkatan Udara. Dalam teorinya,
disebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga belakang lawan, serta
kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara.
KEDUDUKAN DAN FUNGSI WAWASAN NUSANTARA

a. Kedudukan Wawasan Nusantara


Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri
dan lingkungannya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan
yang beragam. Wawasan Nusantara merupakan ajaranyang diyakini kebenarannya
oleh seluruh rakyat Indonesiadengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan
penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan
nasional, dengan demikian wawasan nusantara dijadikan sebagai landasan visional
(sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu) dalam
menyelenggarakan kehidupan nasional.
b. Fungsi Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi disegala aspek
kehidupan rakyat Indonesia. Dimana kepentingan nasional lebih diutamakan dari
pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah yang
kepentingan-kepentingan tesebut tetap dihormati, diakui dan dipenuhi selama tidak
bertentangan dengan kepentingan nasional.
Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi , dorongan serta rambu-
rambu , dalam menentukan segala kebijakan, keputusan, tindakan dan perbuatan,
baik bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah, maupun bagi seluruh
rakyat / masyarakat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
(Sunarto.2015)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI WAWASAN NUSANTARA

1. Wilayah (Geografi)
a) Asas Kepulauan (Archipelagic Principle)
Kata Archipelago dan Archipelagic berasal dari kata italia Archipelagos. Akar
katanya adalah Archi berarti terpenting, terutama, dan Pelagos berarti laut atau
wilayah lautan. Jadi, Archipelago dapat diartikan sebagai wilayah lautan
terpenting dengan pulau-pulau didalamnya. Lahirnya asas Archipelago
mengandung pengertian bahwa pulau-pulau tersebut selalu dalam kesatuan utuh,
sementara tempat unsur perairan atau lautan antara pulau-pulau berfungsi sebagai
unsur penghubung dan bukan unsur pemisah.

b) Kepulauan Indonesia
Bagian wilayah Indische Archipel yang dikuasai Belanda dinamakan
Nederlandsch Oost Indishe Archipelago. Itulah wilayah jajahan Belanda yang
kemudian menjadi wilayah negara Republik Indonesia. Bangsa Indonesia sangat
mencintai nama ‘Indonesia’ meskipun bukan dari bahasanya sendiri. Dalam
bahasa Yunani “Indo” berarti India dan “nesos” berarti pulau. Sebutan
“Indonesia” merupakan ciptaan ilmuan J.R. Logan dalam Journal of the Indian
Archipelago and East Asia (1850). Kemudian sejak proklamasi kemerdekaan RI
17 Agustus 1945, Indonesia menjadi nama resmi negara dan bangsa Indonesia
sampai sekarang.

c) Konsepsi tentang Wilayah Lautan


Dalam perkembangan hukum laut internasional dikenal beberapa mengenai
pemilikan dan penggunaan wilayah laut sebagai berikut :
1) Res Nullius, menyatakan bahwa laut itu tidak ada yang memilikinya.
2) Res Cimmunis, menyatakan bahwa laut adalah milik masyarakat dunia karena
itu tidak dapat dimiliki oleh masing-masing negara.
3) Mare Liberum, menyatakan bahwa wilayah laut adalah bebas untuk semua
bangsa.
4) Mare Clausum ( The Right and Dominion Of the Sea), menyatakan bahwa
laut sepanjang laut saja yang dapat dimiliki oleh suatu negara sejauh yang
dapat dikuasai dari darat (waktu itu kira- kira 3 mil).
5) Archipelagic State Pinciples (asas Negara Kepulauan) yang menjadikan dasar
dalam Konvensi PBB tentang hukum laut.

d) Karakteristik Wilayah Nusantara


Nusantara berarti Kepulauan Indonesia yang terletak di antara benua Asia dan
benua Australia dan diantara samudra Pasifik dan samudra Indonesia, yang terdiri
dari 17.508 pulau besar maupu kecil. Jumlah pulau yang sudah memiliki nama
adalah 6.044 buah. Kepulauan Indonesia terletak pada batas-batas astronomi
sebagai berikut :
Utara : ± 6° 08’ LU
Selatan : ± 11° 15’ LS
Barat : ± 94° 45’ BT
Timur : ± 141° 05’BT
Jarak utara – selatan sekitar 1.888 Kilometer, sedangakan jarak barat – timur
sekitar 5.110 Kilometer. Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5.193.250
km2,yang terdiri dari daratan seluas 2.027.087 km2 dan perairan 1273.166.163
km2. Luas wilayah daratan Indonesia jika dibandingkan dengan negara – negara
Asia Tenggara merupakan yang terluas. (Yuwono,Sutopo.1980)
e) Penduduk Indonesia
Menurut publikasi BPS pada bulan Agustus 2010, jumlah penduduk
Indonesia berdasarkan hasil sensus ini adalah sebanyak 237.556.363 orang, yang
terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan.
Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen per tahun. Distribusi
penduduk Indonesia:
Pulau Persentase

Pulau Jawa 57,49%


Sumatera pulau 21,31%
Sulawesi Pulau 7,31%
Kalimantan 5,80%
Pulau
Bali dan Nusa 5,50%
Tenggara
Papua dan 2,60%
Maluku

Jawa Barat , Jawa Timur , dan Jawa Tengah adalah tiga provinsi dengan
urutan teratas yang berpenduduk terbanyak, yaitu masing-masing berjumlah
43.021.826 orang, 37.476.011 orang, dan 32.380.687 orang. Sedangkan
Provinsi Sumatera Utara  merupakan wilayah yang terbanyak penduduknya di
luar Pulau Jawa, yaitu sebanyak 12.985.075 orang.
Rata-rata tingkat kepadatan penduduk Indonesia adalah sebesar 124 orang per
km².Provinsi yang paling tinggi kepadatan penduduknya adalah Provinsi DKI Jakarta
yaitu sebesar 14.440 orang per km².  Provinsi yang paling rendah tingkat kepadatan
penduduknya adalah Provinsi Papua Barat , yaitu sebesar 8 orang per km².
(Wikipedia.2016)
2. Geostrategi
Strategi adalah politik dalam pelaksanaan, yaitu upaya bagaimana mencapai
tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan politik. Strategi juga
dapat merupakan ilmu, yang langkah – langkahnya selalu berkaitan dengan data dan
fakta yang ada. Sebagai contoh pertimbangan geostrategis untuk negara dan bangsa
Indonesia adalah kennyataan posisi silang Indonesia dari berbagai aspek, di samping
aspek geografi juga aspek – aspek demografi, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya
dan Hankam.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Negara ini juga


memiliki posisi geografis yang unik, sekaligus menjadikannya strategis. Hal ini dapat
dilihat dari letak Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua serta
memiliki perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan internasional.

Posisi ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung
dengan sepuluh negara di kawasan. Keadaan ini menjadikan Indonesia rentan terhadap
sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang menyebabkan instabilitas dalam
negeri dan di kawasan. Letak geografis merupakan salah satu determinan yang
menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional.
Meski untuk sementara waktu sedang diacuhkan, kondisi geografis suatu negara akan
menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global.

Karena letaknya yang strategis, sejak dulu Indonesia telah menjadi arena
perebutan pengaruh oleh pihak asing. Negara ini telah melalui beberapa periodisasi
penguasaan dan perebutan pengaruh, mulai dari Portugal, Belanda, hingga Amerika
Serikat dan Uni Soviet ketika Perang Dingin. Di masa mendatang tidak menutup
kemungkinan Indonesia akan kembali menjadi wilayah perebutan pengaruh oleh
negara-negara besar. Hal ini bisa dilihat dengan kemunculan China sebagai hegemon
baru di kawasan yang telah menggeser perimbangan kekuasaan sekaligus mengikis
pengaruh Amerika di kawasan.

- Posisi Silang Indonesia dari Segi Sosial

Posisi silang Indonesia yang berada pada dua benua yaitu Benua Asia dan
Australia secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap
kehidupan sosial budaya yang ada di Indonesia. Hal ini disebabkan karena dengan
posisi Indonesia yang berada pada posisi silang berakibat Indonesia menjadi jalur
perdagangan dunia. Selain itu bentuk Negara kepulauan juga ikut berpengaruh.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk, dimana Indonesia
memiliki berbagai macam suku, bahasa, agama, mata pencaharian dan lain-lain.
Keadaan tersebut dipengaruhi oleh bebrapa faktor diantaranya adalah letak wilayah.
Berikut adalah beberapa dampak yang diakibatkan oleh posisi silang Indonesia
terhadap sosial kemasyarakatan.

 Segi perilaku, masyarakat sekarang sudah ada yang ikut-ikutan aliran luar
dengan kebebasan yang terlalu bebas. Maksudnya disini adalah, kurangnya rasa
kesopanan terhadap orangtua/orang yang lebih tua, selain itu terdapat budaya
luar yang begitu buruk, yaitu perilaku seks bebas “free sex”.
 Tindak kejahatan semakin meningkat. Indonesia merupakan lahan subur
dalam distribusi ataupun sebagai jalur lalu lintas perdagangan Narkotika dan
obat-obatan terlarang seperti: shabu-shabu, ganja, ekstasi, morphin, heroin, dll.
 Tontonan dan adegan seperti film yang kurang bahkan tidak pantas yang
berasal dari luar, membawa efek buruk bagi bangsa Indonesia. Sebagian adegan
tersebut malah ditirukan oleh artis dalam negeri yang masyarakat menganggap
itu adalah sebuah trendcenter, semacam pusat gaya yang perlu ditiru terutama
anak muda. Padahal itu sebenarnya malah membuat turunnya nilai moralitas
bangsa.
 Komunikasi atau interaksi antar penduduk menjadi lebih mudah baik dengan
antar orang Indonesia maupun orang Indonesia dengan orang luar.
 Adanya perkampungan-perkampungan etnis tertentu seperti pecianan dan
kampong arab.
- Posisi Silang Indonesia dari Segi Budaya
Adapun dampak dari segi kebudayaan, diantaranya ialah:
 Karena mudahnya pengaruh luar masuk, masyarakat Indonesia lebih
mengenal budaya asing seperti lagu, masyarakat Indonesia lebih tahu music
luar seperti Hip Hop, Jazz, R n B, ketimbang lagu daerah seperti keroncong
atau campursari. Tidak hanya pada lagu, yang lain pun mulai luntur, seperti
tari-tarian,bahasa,dsb. Budaya asing tersebut cepat berkembang.
 Tontonan dan adegan seperti film yang kurang bahkan tidak pantas yang
berasal dari luar, membawa efek buruk bagi bangsa Indonesia. Sebagian
adegan tersebut malah ditirukan oleh artis dalam negeri yang masyarakat
menganggap itu adalah sebuah trendcenter, semacam pusat gaya yang perlu
ditiru terutama anak muda. Padahal itu sebenarnya malah membuat turunnya
nilai moralitas bangsa.
 Dikenalnya kebudayaan Indonesia akibat ramainya perdagangan dan
pariwisata yang ada di Indonesia.

Timbulnya beraneka ragam kebudayaan dan adat akibat pengaruh luar.
Contohnya wayang di jawa yang terinspirasi oleh cerita dari india, dan
hukum adat di aceh yang terpengaruh oleh hukum islam.
3. Perkembangan wilayah indonesia dan dasar hukumnya
a) Sejak 17 – 8 – 1945 sampai dengan 13 – 12 – 1957
Wilayah nagara Republik Indonesia ketika merdeka meliputi wilayah bekas
Hindia Belanda berdasarkan ketentuan dalam “ Trritoriale Zee en Maritieme
Kringen Ordonantie” tahun 1939 tentang batas wilayah laut toritorial Indonesia.
b) Dari Deklarasi Juanda (13 – 12 – 1957) sampai dengan 17 – 2 – 1969
Pada tanggal 13 Desember 1957 dikeluarkan deklarasi Juanda yang
dinyatakan sebagai pengganti Ordonasi tahun 1939 dengan tujuan sebagai berikut
:
 Perwujudan bentuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan
bulat.
 Penentuan batas – batas wilayah Negara Indonesai di sesuaikan dengan asas
negara kepulauan (Archipelagic State Principles).
 Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan
keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Deklarsi Juanda kemudian
dikukuhkan dengan Undang – undang No. 4/Prp/1960 tanggal 18 Februari 1960.
Tentang perairan Indonesia.Sejak itu terjadi perubahan bentuk wilayah nasional
dan cara perhitungannya.
c) Dari 17 – 2 – 1969 ( Deklarasi Landas Kontinen ) sampai sekarang
Deklarasi tentang landas kontinen negara RI merupakan konsep poliltik yang
berdasarkan konsep wilayah. Deklarasi ini dipandang pula sebagai upaya untuk
mengeshkan Wawasan Nusantara.Disamping dipandang pula sebagai upaya
untuk mewujudkan pasal 33 ayat 3 UUD 1945. Konsekuensinya bahwa sumber
kekayaan alam dalam landasan kontinen Indonesia adalah milik eksklusif negara
RI.
d) Zona Ekonomi Ekslusif ( ZEE )
Pengumuman Pemerintah negara tentang Zona Ekonomi Ekslusif terjadi pada 21
Maret 1980. Batas ZEE adalah selebar 200 yang dihitung dari garis dasar laut
wilayah Indonesia.Alasan – alasan Pemerintah mengumumkan ZEE adalah :
 Persediaan ikan yang semakin terbatas.
 Kebutuhan untuk pembangunan nasional Indonesia.
 ZEE mempunyai kekuatan hukum internasional.

IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA

Beberapa implementasi wawasan nusantara kehidupan politik, ekonomi, sosial,


budaya, dan pertahan keamanan (poleksosbud) Negara kesatuan repblik Indonesia
antara lain :

1. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik, akan


menciptakan iklim penyelenggara negara yang sehat dan dinamis.
2. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi, akan
menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan
peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.
3. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya, akan
menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui,menerima dan
menghormati segala bentuk perbedaan atau keBhinekaan sebagai kenyataan
hidup sekaligus karunia Sang Pencipta.
4. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan hankam, akan
menumbuh-kembang kan kesadaran cinta tanah air dan bangsa yang lebih
lanjut akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara
Indonesia.
TANTANGAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA

Dewasa ini kita menyaksikan bahwa kehidupan individu dalam


bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sedang mengalami perubahan. Dan kita juga
menyadari bahwa faktor utama yang mendorong terjadinya proses perubahan tersebut
adalah nilai-nilai kehidupan baru yang di bawa oleh negara maju dengan kekuatan
penetrasi globalnya. Apabila kita menengok sejarah kehidupan manusia dan alam
semesta, perubahan dalam kehidupan itu adalah suatu hal yang wajar, alamiah.
Dalam dunia ini, yang abadi dan kekal itu adalah perubahan. Berkaitan dengan
wawasan nusantara yang syarat dengan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia dan di
bentuk dalam proses panjang sejarah perjuangan bangsa, apakah wawasan
bangsa Indonesia tentang persatuan dan kesatuan itu akan terhanyut tanpa bekas atau
akan tetap kokoh dan mampu bertahan dalam terpaan nilai global yang menantang
Wawasan Persatuan bangsa. Tantangan itu antara lain adalah pemberdayaan rakyat
yang optimal, dunia yang tanpa batas, era baru kapitalisme, dan kesadaran warga
negara.

DAFTAR PUSTAKA

Danusaputro, Munadjat.1982. Wawasan Nusantara Buku II.


Jakarta : Offset Alumni.
Danusaputro, Munadjat.1983. Wawasan Nusantara.
Bandung : Offset Alumni.
Fatin, Fikriya. 2013. Geopolitik dan Geostrategis Di Indonesia.
http://www.scribd.com/doc/183777482/JURNAL-GEOPILITIK#scribd . 27 Maret
2016
I-Lib Perpustakaan Ugm.2001. Geopolitik Dan Geostrategi Dalam Mewujudkan Integri Tas
Negara Kesatuan Republik Indonesia. http://www.distrodoc.com/85843-geopolitik-dan-
geostrategi-dalam-mewujudkan-integri-tas-negar . 2 April 2016
Imam. 2013. Mengenal Geopolitil Indonesia dan wawasan Nusantara.
https://www.academia.edu/5453120/
Mengenal_Geopolitik_Indonesia_dan_Wawasan_Nusantara/ . 29 Maret 2016
Kaelan. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan.
Yogyakarta: Paradigma
Kusrahmadi, Sigit.D. Pentingnya Wawasan Nusantara Danintegrasi Nasional.
https://www.academia.edu/13837225/WAWASAN_NUSANTARA_Jurnal_Penting . 27
Maret 2016
Lukum, Roni. Upaya Peningkatan Pemahaman Wawasan Nusantara Sebagai
Sarana Dalam Meningkatkan Semangat Nasionalisme Bagi Warga Negara Indonesia.
https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjTuZSbh
PXLAhVIVhQKHS8eAmAQFghCMAc&url=http%3A%2F%2Ftpb.ipb.ac.id%2Fmateri-
kuliah%2Fcategory%2F11-ppkn%253Fdownload%253D149%25253Awawasan-
nusantara&usg=AFQjCNGwjQ4vsnCsKIuSzxj-1kq4SrtgKw&sig2=-9f8G9pshY-
kfgxbkXT99w&bvm=bv.118443451,d.bGg . 27 Maret 2016

Sumarsono, S. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan.


Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sunarto,dkk. 2015. Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi .
Semarang : Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 UNNES
Yuwoto, Sutopo. 1980. Kewiraan untuk Mahasiswa.
Jakarta: PT Gramedia