Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL DALAM ERA OTONOMI DAERAH

Makalah diajukan untuk memenuhi


tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan,

Oleh :
AGUS SETIYAWAN (041144481)

UNIVERSITAS TERBUKA
NOVEMBER 2019

1
KATA PENGANTAR

Puji Syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas
limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya semata, saya dapat menyelesaikan Makalah
dengan judul Politik dan Strategi Nasional Dalam Era Otonomi Daerah . Salawat dan
salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, para keluarga,
sahabat-sahabat dan pengikut-pengikutnya sampai hari penghabisan.
Semoga dengan tersusunnya Makalah ini dapat berguna bagi saya dalam memenuhi
tugas dari mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan semoga segala yang tertuang
dalam Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun bagi para pembaca dalam
rangka membangun khasanah keilmuan. Makalah ini disajikan khusus dengan tujuan
untuk memberi arahan dan tuntunan agar yang membaca bisa menciptakan hal-hal yang
lebih bermakna.
Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada:
1. Anak saya Mas Habibullah Al Furqon dan Adek Aisyah yang sudah tidur lebih
awal Sehingga saya bisa mengerjakan makalah ini tiap malam.
2. Istri saya tercinta yang senantiasa memberikan semangat hingga terbentuknya
makalah ini.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan dan belum sempurna. Untuk itu saya berharap akan kritik dan saran yang
bersifat membangun kepada para pembaca guna perbaikan langkah-langkah
selanjutnya.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita kembalikan semua, karena kesempurnaan
hanya milik Allah SWT semata.

Serang , 01 November 2019


Penulis

2
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................. 1
KATA PENGANTAR ........................................................................................... 2
DAFTAR ISI ......................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 4


1.1. Latar Belakang ....................................................................... 4
1.2. Rumusan Masalah .................................................................. 4
1.3. Tujuan Penulisan .................................................................... 5
1.4. Sistematika Penulisan ............................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. 6
2.1 Pengertian Politik dan Strategi Nasional ................................ 6
2.2 Penyusunan Politik dan Strategi Nasional.............................. 6
2.3 Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional .. 7
2.4 Pengertian otonomi daerah ..................................................... 8
2.5 Tujuan dan Asas Otonomi Daerah ......................................... 9
BAB IV PENUTUP ......................................................................................... 11
1.1 Simpulan................................................................................. 11
1.2 Saran ....................................................................................... 11
1.3 Daftar Pustaka ........................................................................ 11

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Politik dan Strategi nasional merupakan satu-kasatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Politik yang dikatakan sebagai upaya proses menentukan tujuan dan
cara memujudkannya berhubungan langsung dengan strategi yang merupakan
kerangka rencana untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam hal ini politik
dan strategi nasional merupakan sesuatu yang berhubungan erat dengan cara-cara
untuk mencapai tujuan nasional.
Politik nasional pada hakikatnya merupakan kebijakan nasional. Hal ini
dikarenakan, politik nasional merupakan landasan serta arah bagi konsep strategi
nasional dan strategi nasional merupakan pelaksanaan dari kebijakan nasional.
Dalam penyusunan politik nasional hal-hal yang perlu diperhatikan secara garis
besar adalah kebutuhan pokok nasional yang meliputi masalah kesejahteraan
umum dan masalah keamanan dan pertahanan negara.
Pelaksanaan politik dan strategi nasional yang dilekukan oleh negara
Indonesia mencakup beberapa bidang yang dianggap central bagi penyelarasan
kehidupan berbangsa dan bernegara dari masyarakat Indonesia. Bidang-bidang
tersebut adalah bidang hukum, bidang ekonomi, bidang politik, bidang agama,
bidang pendidikan, bidang sosial dan budaya, bidang pembangunan daerah, bidang
sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta bidang pertahanan dan keamanan.
Politik dan strategi nasional Indonesia akan berhasil dengan baik dan
memiliki manfaat yang seluas-luasnya bagi peningkatan kesejahteraan dan
kebahagiaan seluruh rakyat, jikalau para warga negara terutama para
penyelenggara negara memiliki moralitas, semangat, serta sikap mental yang
mencerminkan kebaikan yang mana nantinya menjadi panutan bagi warganya.
1.2 Rumusan Masalah
Ada beberapa rumusan masalah yang diangkat dalam penulisan makalah
yang berjudul Politik dan Strategi Nasional, antara lain :
 Apa yang dimaksud dengan politik nasional dan strategi nasional?

4
 Bagaimana penyusunan politik dan strategi nasional?
 Apakah dasar pemikiran penyusunan politik strategi nasional (Polstranas)?
 Apa pengertian otonomi daerah?
 Asas dan tujuan Otonomi daerah?
1.3 TujuanPenulisan
Tujuan dari penulisan makalah yang berjudul Politik dan Strategi Nasional,
yaitu:
 Mengetahui politik nasional dan strategi nasional.
 Mengetahui penyusunan politik dan strategi nasional.
 Mengetahui dasar pemikiran penyusunan politik strategi nasional (Polstranas).
 Mengetahui pengertian otonomi daerah.
 Mengetahui Asas dan tujuan Otonomi daerah.
1.4 Sistematika Penulisan
Bab I Pendahuluan:
a. LatarBelakang
b. RumusanMasalah
c. TujuanPenulisan
d. SistematikaPenulisan
Bab II Pembahasan:
a. Pengertian Politik dan Strategi Nasional
b. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
c. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
d. Pengertian Otonomi Daerah
e. Asas dan tujuan Otonomi daerah
Bab III Penutup:
1. Simpulan
2. Saran
3. Daftar pustaka

5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Politik dan Strategi Nasional
1.1 Pengertian Politik
Istilah Politik berasal dari bahasa Yunani Polis yang artinya negara (city
state) yang terdiri atas adanya rakyat, wilayah, dan pemerintahan yang
berdaulat. Adpun yang berpolitik disebut Politicos. Menurut Aristoteles
manusia adalah Zoon Politicon, yakni makhluk politik. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa pengertian politik nasional adalah asas, haluan,
kebijaksanaan dan usaha negara tentang pembinaan (perencanaan,
pengembangan, pemeliharaan dan pengendalian) serta penggunaan secara
totalitas dari potensi nasional baik yang potensil maupun yang efektif untuk
mencapai tujuan nasional.
1.2 Politik Nasional dan Strategi Nasional
Politik nasional dengan memperhatikan pengertian politik seperti di
atas, dapat dirumuskan sebagai asas, haluan usaha serta kebijaksanaan
tindakan dari negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan,
pemeliharaan, dan penegendalian, serta penggunaan potensi nasional untuk
mencapi tujuan nasional).
Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasonal dalam
mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional, yakni
merupakan pelaksanaan dari kebijaksanaan nasional. Dengan melaksanakan
politik nasional disusunlah strategi nasional, seperti jangka pendek, jangaka
menengah dan jangka panjang.
2.2 Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
2.1 Suprastruktur dan Infrastruktur Politik
Penyusunan politik dan strategi negara di tingkat suprastruktur
dilakukan oleh Presiden sebagai mandataris MPR setelah memahami Garis-
Garis Besar Haluan Negara yang ditetapkan oleh MPR dengan langkah awal

6
menyusun Program Kabinet yang diikutu dengan menunjukkan para menteri
kabinet sebagai pembantu presiden.
2.2 Penentu Kebijakan
Kebijakan Puncak dilakukan oleh MPR yang berwenang menetapkan
UUD 1945 dan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Kebijakan Umum
dilakukan oleh Presiden sebagai kepala Pemerintahan dan DPR, bentuknya
adalah Undang-Undang, Perpu, Peraturan Pemerintah, Kepres, dan Inpres.
Kebijakan Khusus dilakukan oleh Menteri dalam menjabarkan Kebijakan
Umum guna merumuskan strategi dalam masing-masing bidang sesuai
tanggung jawabnya. Kebijakan Teknis dilakukan oleh Pimpinan Eselon I
Departemen Pemerintahan dan Non Departemen. Bentuk kebijakannya adalah
Peraturan Keputusan, atau Instruksi pimpinan Departemen dan Dirjen.
Kebijakan di daerah, adalah Kepala Daerah dengan persetujuan DPRD.
Kebijakannya berupa Perda, Keputusan Kepala Daerah dan Instruksi Kepala
Daerah.
2.3 Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok
pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan
ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional .
Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun
berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. sejak tahun 1985 telah
berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-
lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”.
Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA.
Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai
“infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam
masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa,
kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group).
Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki
kekuatan yang seimbang. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di

7
tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Sedangkan
proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk
dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Strategi nasional dilaksanakan oleh
para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan
petunjuk presiden, yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan
politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan . Salah satu wujud
pengapilikasian politik dan strategi nasional dalam pemerintahan adalah sebagai
berikut :
A. Otonomi Daerah
Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang
merupakan salah satu wujud politik dan strategi nasional secara teoritis telah
memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah, yaitu otonomi terbatas
bagi daerah propinsi dan otonomi luas bagi daerah Kabupaten/Kota.
Perbedaan Undang-undang yang lama dan yang baru ialah:
1. Undang-undang yang lama, titik pandang kewenangannya dimulai dari
pusat (central government looking).
4. Undang-undang yang baru, titik pandang kewenangannya dimulai dari
daerah (local government looking).
B. Kewenangan Daerah
1. Dengan berlakunya UU No. 22 tahun 1999 tenang Otonomi Daerah,
kewenagan daerah mencakup seluruh kewenangan bidang pemerintahan,
kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan
keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan
bidang lain.
5. Kewenangan bidang lain, meliputi kebijakan tentang perencanaan
nasional dan pengendalian pembangunan secara makro.
2.4 Pengertian Otonomi daerah
Otonomi daerah memiliki asal kata yang sama dengan daerah otonom.
Meskipun demikian keduanya memiliki arti yang sangat berbeda. Berikut ini
beberapa penjelasan tentang pengertian otonomi daerah, meliputi:

8
1.KBBI – Menurut KBBI, otonomi daerah memiliki arti “hak, wewenang, dan
kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai
dengan peraturan perundang undangan yang berlaku”.
2.UU No. 32 Tahun 2004 – Makna otonomi daerah terdapat pada Pasal 1 dalam
UU ini yakni “hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur
dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan”.
3.Syafruddin – Makna otonomi daerah menurut Syafruddin adalah suatu
pemerintahan yang aturan-aturannya dibuat sendiri oleh pemerintah daerah.
Tidak hanya dibuat, tetapi juga diurus sendiri.
4.Philip Mahwood – Menurut Mahwood, otonomi daerah diartikan sebagai suatu
otoritas yang dimiliki oleh pemerintah daerah untuk mengalokasikan sumber
daya materialnya.
5.Vincent Lemius – Bebas dalam membuat suatu keputusan politik merupakan
pengertian otonomi daerah menurut Vincent Lemius. Tidak hanya keputusan
politik saja, tetapi juga kebebasan dalam mengolah administrasi pemerintahan
dan tetap sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa daerah otonom
merupakan daerah yang menjalankan otonomi sedangkan otonomi daerah adalah
aturan dan kewenangan daerah dalam menjalankan otonomi. Di Indonesia, pada
mulanya terdapat perbedaan antara daerah dengan daerah otonom dimana
kekuasaan daerah berada pada pemerintah pusat sedangkan daerah otonom
kekuasaannya berada pada pemerintah daerah. Namun, seiring berjalannya waktu
yaitu sejak dilaksanakan otonomi daerah maka keduanya tidak lagi dibedakan
dimana daerah sama halnya dengan daerah otonom berhak untuk mengurus rumah
tangganya sendiri dan tetap diatur dengan peraturan perundang-undangan untuk
meminimalkan penyebab terjadinya tindakan penyalahgunaan wewenang
2.5 Tujuan dan asas otonomi daerah
Berdasarkan Pasal 2 UU No. 32 Tahun 2004 tujuan pelaksanaan otonomi
daerah ada 3 (tiga) yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan

9
umum, dan daya saing daerah. Untuk mencapai tujuan tersebut maka fungsi
pemerintahan daerah dalam pembangunan diserahkan kepada Pemerintah Daerah
dan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Menurut Bagir Manan, otonomi
memiliki 4 (empat) tujuan yakni:
1. Pembagian daerah kekuasaaan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah
daerah, dan pembatasan wewenang pemerintah pusat karena adanya
pelimpahan wewenang kepada pemerintah daerah
2. Tercapainya efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan tugas pemerintahan
karena adanya pembagian tugas dan kewajiban antara pemerintah pusat dan
pemerintah daerah
3. Peningkatan pembangunan daerah di bidang sosial, ekonomi, politik, dan
budaya
4. Peningkatan peran masyarakat untuk berpartisi aktif dalam pembangunan di
daerahnya.

Asas Otonomi Daerah


Dalam penyelenggaraan pemerintah menurut Pasal 20 ayat (2) UU No. 32
Tahun 2004, terdapat 3 asas otonomi daerah yang dilakukan oleh pemerintah pusat
yaitu desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembantuan.
Menurut Lian Gie terdapat 5 (lima) alasan mengapa pemerintah menerapkan
asas desentralisasi, yakni:
 Menghindari adanya penumpukan kekuasaan
 Mendukung sistem pemerintahan demokrasi dimana partisipasi masyarakat
sangat dibutuhkan
 Sistem pemerintahan yang efisien
 Daerah mendapatkan perhatian khusus baik dari pemerintah maupun warganya
 Pemerintah daerah dapat terjun langsung dalam pembangunan

10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Politik dan
strategi nasional Indonesia dalam era otonomi daerah akan berhasil dengan baik
dan memiliki manfaat yang seluas-luasnya bagi peningkatan kesejahteraan dan
kebahagiaan seluruh rakyat, jikalau para warga negara terutama para
penyelenggara negara memiliki moralitas, semangat, serta sikap mental yang
mencerminkan kebaikan yang mana nantinya menjadi panutan bagi warganya..
3.2 Saran
Dari pembahasan di atas diharapkan Indonesia dapat melaksanakan politik
dan strategi nasional dalam era otonomi daerah sesuai dengan yang diharapkan
oleh masyarakat Indonesia agar kesesatuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia
lebih terjamin dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dan juga
diharapakan para penyelenggara negara memiliki moralitas, semangat serta sikap
mental yang baik agar dapat menjadikan bangsa Indonesia lebih maju.
3.3 Daftar pustaka
Simorangkir, Bonar. (2000). Otonomi atau Federalisme Dampaknya terhadap
Perekonomian. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan bekerja sama dengan Harian Suara
Pembaruan.

Hanif, Nurcholis. (2007). Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi daerah.
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia

Gie, The Liang. (1995). Pertumbuhan Pemerintahan Daerah di Negara RI, I, II, dan
III. Yogyakarta: Liberty

Amin, Zainul Ittihad (2017). Materi pokok Pendidikan kewarganegaraan : 1-


9/MKDU4111/3sks/Zainul Ittihad Amin.cet.26:Ed 1. Tangerang Selatan : Universitas
Terbuka.

https://guruppkn.com/pengertian-daerah-otonom

http://athaanakcerdas.blogspot.com/search/label/UT

11