Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Pengabdian Dharma Wacana

Volume 2 No. 2 (September 2021)


e-ISSN 2776-0030 | p-ISSN 2775-7749
pp. 56–62

PENYUSUNAN LAPORAN BAGI PARA PENDAMPING


UMKM DI JAWA BARAT

Dewi Kurniasih
Universitas Komputer Indonesia
Jl. Dipati Ukur No. 102-116 Bandung 40132, Indonesia
*Korespondensi: dewi.kurniasih@email.unikom.ac.id

Abstrak
UMKM merupakan kelompok usaha yang paling banyak di Indonesia. Guna meningkatkan daya saing
UMKM, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.
Untuk memfasilitasi peserta pelatihan yang berkaitan dengan pengembangan usaha perlu adanya
pendampingan yang diberikan oleh Tenaga Pendamping. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk
meningkatkan akses UMKM terhadap sumber daya produktif serta Meningkatkan kualitas usaha UMKM
secara inovatif, kreatif dan produktif melalui pelaporan yang baik bagi para tenaga pendamping UMKM di
Jawa Barat. Metode pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini melalui proses bimtek, konsultasi dan
supervise laporan bulanan. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah tersusunnya jadwal
pendampingan bagi pendampin UMKM, serta hasil dan kemajuan sebelum dan sesudah pendampingan pasca
pelatihan diikuti Indikator Keberhasilan.

Kata kunci: laporan, pendamping, UMKM

1. ANALISIS SITUASI
Adanya UMKM mampu menyerap tenaga kerja sekitar 85 juta hingga 107 juta sampai
akhir tahun 2020. Data statistik menunjukkan bahwa jumlah pengusaha yang ada di
Indonesia yaitu sebanyak 56.539.560 unit. Jumlah pengusaha tersebut sebesar 99% nya
atau sebanyak 56.534.592 adalah Usaha Kecil Menengah (UMKM) sedangkan sisanya
adalah Usaha bersekala besaryaitu sekitar 0,01% atau sebesar 4.968.
Fenomena yang terjadi di atas menyiratkan bahwa UMKM menjadi suatu usaha yang
terbilang produktif dan patut untuk dikembangkan oleh pemerintah guna
mendukung perkembangan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut cukup memiliki
pengaruh terhadap sektor lain agar dapat berkembang pula. Sektor jasa menjadi salah
satu sektor yang cukup terpengaruh oleh pertumbuhan dari UMKM. Hampir
sebanyak 30% usaha dari para UMKM mengunakan modal operasioanal yang berasal

Jurnal Pengabdian Dharma Wacana


Jalan Kenanga No. 3, Kota Metro, Lampung, Indonesia
Website : http://www.e-jurnal.dharmawacana.ac.id/index.php/jp
DOI : 10.37295/jpdw.v2i2.211
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Volume 2 Nomor 2 (September 2021)

dari dunia perbankan. UMKM yang ada di Indonesia perannya sangat penting
terutama dalam upaya menciptakan kesempatan kerja bagi banyak kalangan
(Arifudin et al., 2020).
UMKM merupakan bagian dari perekonomian negara dapat meningkatkan daya
saing dan mampu menciptakan berbagai inovasi. Keungulan dari UMKM yang
memiliki daya saing serta memiliki inovasi yang tinggi dapat lebih diutamakan karena
UMKM memiliki daya tahan dan memiliki jangka waktu yang sangat panjang dan
tidak terbatas. Pengembangan UMKM saat ini belum optimal bagi peningkatan usaha
para UMKM. Perkembangan ekonomi saat ini apalagi di masa pandemi Covid-19
berakibat pada penurunan daya saing terutama UMKM sehingga tertinggal oleh
negara tetangga seperti Malaysia maupun Tiongkok. Penurunan daya saing tersebut
bukan dikarenakan kebijakan bagi UMKM yang ukuranya yang kecil, akan tetapi
produktivitasnya yang rendah. Kebijakan yang optimal akan berdampak luas pada
perbaikan kesejahteraan bagi para UMKM. Usaha kecil menengah / UMKM menjadi
tempat bagi masyarakat untuk mengantungkan sumber kehidupannya.Salah satu
strategi dari pemerintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah
dengan membuat kebijakan bagi pengembangan usaha kecil. (Sudjinan & Juwari,
2018).
Upaya strategis dalam mengamankan usaha kecil / UMKM dari berbagai ancaman
maupun tantangan krisis ekonomi global adalah melalui penguatan ekonomi dengan
multi aspek. Aspek tersebut salah satunya adalah aspek kewirausahaan. Peran dari
kewirausahaan dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi UMKM adalah
mampu memiliki daya pikir yang kreatif, berani mengambi resiko dan memiliki jiwa
inovasi yang tinggi serta mampu menyesuaikan berbagai resiko yang mungkin terjadi
dan mampu memanfaatkannya dalam satu bisnis. UMKM sendiri selain berperan
dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi juga memiliki kontribusi yang
sangat penting dalam mengatasi permasalahan pengangguran (Dahlan, 2017).
Pengembangan usaha kecil yang dilakukan oleh pemerintah saat ini menghadapi
berbagai kendala. Kendala tersebut diantaranya adalah kemampuan dari pelaku
usaha itu sendiri, keahlian dan ketrampilan dari pelaku usaha, kewirausahaan, serta
manajemen dari sumber daya manusia, keuangan serta proses pemasaran dari hasil
usaha. Beberapa masalah mendasar yang banyak dihadapi oleh pengusaha kecil
diantaranya yaitu: Pertama, kesulitan dalam memanfaatkan berbagai peluang yang
terjadi pada pangsa pasar serta memperbesar dari pangsa pasartersebut terhadap
produksinya. Kedua, kesulitan dalam permodalan usaha bagi UMKM dan adanya
ketidaksediaan untuk mendapatkan berbagai sumber permodalan bagi UMKM.
Ketiga, struktur organisasi serta manajemen sumber daya manusia yang kurang
optimal. Keempat, jaringan usaha untuk kerjasama yang masih terbatas pada antar

57
Kurniasih:
Penyusunan Laporan bagi Para Pendamping UMKM di Jawa Barat

pengusaha kecil. Kelima, kurang kondusifnya iklim usaha yang disebabkan oleh
persaingan pasar yang saling mematikan. Keenam, kurang terpadunya pembinaan
yang dilakukan oleh pemerintahyang mengakibatkan kepercayaan masyarakat yang
kurang serta kurangnya kepedulian masyarakat terhadap UMKM.
Terjadinya pandemi Covid-19 saat ini berakibat pada pertumbuhan serta eksistensi
dari UMKM menjadi terhambat. Hal tersebut berakibat pada penurunan pendapatan
dari pelaku UMKM. Adapun target kontribusi UMKM terhadap ekonomi pada 2020
hingga 2024 sebelum adanya pandemi Covid-19 yakni untuk kontribusi terhadap
ekspor dari target 2020 adalah 18%. Sementara di 2024 kontribusi UMKM ditargetkan
mencapai 30,2%. Kemudian untuk kontribusi terhadap PDB nasional di 2020
ditargetkan 61%, dan 2024 ditargetkan mencapai 65%. Sedangkan untuk rasio
kewirausahaan di 2020 targetnya adalah 3,55%, dan target 2024 mencapai 4%. Iklim
ekonomi tersebut dapat menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi.
Pengembangan ekonomi lokal yang dilaksanakan oleh pemerintah masih terfokus
kepada pemanfaatan sumber daya alam akan tetapi belum mengoptimalkan pada
sumber daya dari manusianya. Beberapa kendala yang dihadapi para pelaku ekonomi
kecil maupun lokal adalah pada kesulitan akses permodalan, pemanfaatan dari
teknologi, infrastruktur, kesulitan akses pasar serta inovasi yang masih sangat minim.
Iklim ekonomi tersebut dapat menyebabkan lambatnya perkembangan UMKM
terutama di daerah sehingga kurang berkembang secara maksimal. Para pelaku
UMKM masih membutuhkan pendampingan agar dapat bertahan selama pandemi
Covid-19. Walaupun sebagian besar usaha tersebut merupakan usaha sampingan,
para pelaku UMKM tetap harus mengembangkan usahanya (Tety Rachmawati et al.,
2021).
Tingginya kegiatan bisnis yang dilakukan oleh pelaku usaha belum disertai dengan
pemahaman tentang faktor pendukung dalam melakukan kegiatan usaha seperti
pembukuan sederhana sehingga pelaku usaha hanya fokus pada keuntungan tanpa
memperhatikan faktor pendukung bisnis (Machfuzhoh et al., 2020). Sistem
pendampingan UMKM menjadi solusi nyata untuk mengatasi problematika di tiap-
tiap daerah. Dalam memberikan laporan pendamping perlu ada keseragaman dalam
pelaporan hasil dampingan UMKM terutama di Jawa Barat. PKM ini dilaksanakan
agar tenaga pendamping di Jawa Barat dapat menyusun program kerja
pendampingan, pembinaan, penilaian atas kinerja tenaga pendamping, supervisi,
monitoring dan evaluasi kegiatan dan koordinasi serta sinkronisasi tenaga
pendamping UMKM.

58
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Volume 2 Nomor 2 (September 2021)

2. METODE PELAKSANAAN
Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada UPTD Pendidikan dan
Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha (UPTD P3W) Provinsi Jawa Barat. PkM ini
dimulai pada bulan Februari sampai Juli 2021. Pelaksanaan PKM dimulai dari
bimbingan teknis (Bimtek) bagi Tenaga Pendamping UMKM di Jawa Barat. Kegiatan
bimtek dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan persiapan sumber daya
manusia untuk lebih meningkatkan kinerja usahanya. Bimtek dilaksanakan untuk
penyamaan persepsi dari para pendamping dimana para pendamping merupakan
orang-orang yang kompeten dibidangnya. Setelah dilaksanakan Bimtek dilakukan
konsultasi bagi tenaga pendamping dalam membuat laporan pendampingan terhadap
UMKM pada masing-masing wilayah dampingannya. Konsultasi dilakukan melalui
daring atau virtual setiap sebulan sekalidan dilaksanakan supervisi laporan bulanan.

3. PELAKSANAAN DAN HASIL


Spesifikasi Peserta yang didampingi adalah para Pendamping UMKM di Jawa Barat
meliputi: Pendamping UMKM Kota Bogor; Pendamping UMKM Kabupaten Cianjur;
Pendamping UMKM Kabupaten Sukabumi; Pendamping UMKM Kabupaten Bekasi;
Pendamping UMKM Kabupaten Subang; Pendamping UMKM Kabupaten
Indramayu; Pendamping UMKM Kabupaten Majalengka; dan Pendamping UMKM
Kabupaten Pangandaran. Pendampingan penyusunan laporan dilakukan secara
daring melalui WA grup maupun zoom meeting karena saat ini masih dalam kondisi
Pandemi Covid-19. Pendampingan dilakukan dengan tetap mengikuti protokol
kesehatan 5M.
Dalam menjalankan kegiatan PKM ini, terdapat berbagai hambatan diantaranya
adalah pelaksanaan Work From Home (WFH), adanya Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM), kondisi geografis wilayah dampingan mengakibatkan
sulit sinyal internet, serta naik turunnya omset usaha UMKM. Hasil yang dicapai
dalam pelaksanaan PKM ini adalah jadwal kerja pendampingan yang tersusun
dengan baik. Hasil dan Kemajuan Sebelum dan Sesudah Pendampingan Pasca
Pelatihan diikuti Indikator Keberhasilan serta proses dokumentasi produk-produk
UMKM yang menjadi dampingan para pendamping Kabupaten/Kota di Jawa Barat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan bimbingan teknis dengan bekerjasama dengan
Dinas KUK Provinsi Jawa Barat melalui UPTD Pendidikan dan Pelatihan
Perkoperasian dan Wirausaha (P3W) Provinsi Jawa Barat. Berikut gambar Bimtek
yang diadakan Dinas KUK Provinsi Jawa Barat.

59
Kurniasih:
Penyusunan Laporan bagi Para Pendamping UMKM di Jawa Barat

Gambar 1. Bimbingan Teknis Tenaga Pendamping KUMKM di Provinsi Jawa Barat

Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2021

Materi dalam pelaksanaan bimbingan teknis adalah sistematika pelaporan bagi


pendamping UMKM di Jawa Barat sebagai berikut:

Gambar 2. Sistematikan Laporan Kegiatan Pendamping

Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2021

60
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Volume 2 Nomor 2 (September 2021)

Setelah dilaksanakan Bimtek, selanjutnya adalah konsultasi yang dilakukan oleh


pendamping UMKM se Jawa Barat melalui aplikasi Zoom Meeting. hal tersebut
dilakukan mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

Gambar 3. Konsultasi Pendamping KUMKM Provinsi Jawa Barat

Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2021

Dalam pelaksanaan PKM dilakukan identifikasi permasalahan dari pendamping


selama di lapangan. Setelah dilakukan identifikasi permasalahan target yang akan
dicapai dalam pendampingan di setiap dampingan berbeda-beda tergantung dari
kebutuhan masing-masing dampingan dan kemauan UKM tersebut dalam
menjalankan arahan agar dapat bersaing dengan kompetitor sejenis bahkan produk
pengganti yang memiliki fungsi/kegunaan yang sama. Rencana kerja yang akan
dicapai diantaranya Perencanaan usaha, Sumber Pembiayaan, Menyusun Proposal
Bisnis Penyusunan Laporan Keuangan KUMKM, Kemitraan/Pemasaran Produk,
Kelembagaan, Manajemen Organisasi, Kualitas Produk dsb. Jadwal tugas
pendampingan dilakukan setiap hari dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan pukul
17.00 WIB dengan terlebih dahulu berkomunikasi melalui telepon dan membuat janji
pertemuan pendampingan. Time line dan Log Book dampingan selama proses
pendampingan telah dibuat sesuai dengan peraturan.

4. PENUTUP
Demikian laporan pengabdian masyarakat ini kami susun. Semoga laporan ini dapat
dijadikan acuan dan bahan monitoring dan evaluasi bagi DP2M Universitas Komputer
Indonesia. Selain itu hal ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pendamping

61
Kurniasih:
Penyusunan Laporan bagi Para Pendamping UMKM di Jawa Barat

UMKM di Jawa Barat dalam menyusun laporan hasil dampingannya. Beberapa


rekomendasi yang disampaikan dalam PKM ini adalah memberikan simpulkan tiap
kegiatan pendampingan; memberikan saran yang aplikatif; melengkapi lampiran-
lampiran; mendokumentasikan produk dan kegiatan; tepat waktu dlm pengumpulan
laporan; jilid rapi, isi daftar hadir pendamping.

5. UCAPAN TERIMA KASIH


Penulis mengucapkan terima kasih kepada Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan
Masyarakat (DP2M) Universitas Komputer Indonesia yang telah memberikan
kesempatan untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini
sehingga dapat terlaksana dengan baik. Terima kasih juga sampaikankepada UPTD
Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha (P3W) Dinas Koperasi
Provinsi Jawa Barat sebagai mitra pelaksanaan PKM.

6. DAFTAR PUSTAKA
Arifudin, O., Wahrudin, U., Rusmana, F. D., & Tanjung, R. (2020). Pendampingan
UMKM Dalam Meningkatkan Hasil Produksi Dan Hasil Penjualan Opak
Makanan Khas Jawa Barat. Jurnal Karya Abdi Masyarakat, 4(2), 313–322.
https://doi.org/10.22437/jkam.v4i2.10560.
Dahlan, M. (2017). Peran Pengabdian Pada Masyarakat Dalam Pemberdayaan Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2),
81–86.
Machfuzhoh, A., . L.-, & Widyaningsih, I. U. (2020). Pelatihan Pembukuan Sederhana
Bagi Umkm Menuju Umkm Naik Kelas Di Kecamatan Grogol. Jurnal Pengabdian
Dan Peningkatan Mutu Masyarakat (JANAYU), 1(2), 109–116.
https://doi.org/10.22219/janayu.v1i2.12143
Sudjinan, S., & Juwari, J. (2018). Pemberdayaan Potensi Masyarakat Melalui
Pendampingan Umkm Dan Koperasi Di Kelurahan Telaga Sari Kota Balikpapan.
Jurnal Abdi Masyarakat Ilmu Ekonomi [J.A.M.I.E.], 1(1), 40–49.
Rachmawati, T., Rahayu, L., Kamandanu, F. A., & Syahrobi, & D. (2021). EDUKASI
PELAKU UMKM WISATA PANTAI MINANG RUA SEBAGAI UPAYA
MEWUJUDKAN SUSTAINABLE TOURISM. Jurnal Pengabdian Dharma Wacana,
2(1), 33–42.

62

Anda mungkin juga menyukai