Anda di halaman 1dari 7

PENGAUDITAN II

RANGKUMAN SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO

Dosen Pengampu:
Prof. Drs. Tarmizi Achmad M.B.A., Ph.D.

Disusun Oleh :
Patricia Alvionika
12030117120037
Kelas B

PROGRAM STUDI S-1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2020
SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO

A. PERBANDINGAN SAMPLING AUDIT PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO


DAN UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN SERTA PENGUJIAN
SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI
Perbedaan utama antara pengujian pengendalian, pengujian substantif, atas
transaksi, dan pengujian atas rincian saldo terletak pada apa yang ingin diukur auditor.
Perbedaan tersebut sebagai berikut :
• Pengujian pengendalian : Keefektifan operasi pengendalian
internal.
• Pengujian substantif atas transaksi : Kebenaran moneter transaksi dalam
sistem akuntansi.
• Pengujian atas rincian saldo : Apakah jumlah dollar saldo akun
mengandung salah saji yang material.

B. SAMPLING NONSTATISTIK
Sampling audit untuk pengujian atas rincian saldo serupa dengan sampling audit
untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, meskipun
tujuaannya berbeda. Langkah-sampling audit untuk pengujian atas rincian saldo :
Merencanakan Sampel :
1. Menyatakan tujuan pengujian audit.
Auditor akan mengambil sampel untuk pengujian atas rincian saldo guna
menentukan apakah saldo akun yang sedang diaudit telah dinyatakan secara
wajar.
2. Memutuskan apakah sampling audit dapat diterapkan.
Sampling audit dapat diterapkan setiap kali auditor berencana membuat
kesimpulan mengenai populasi berdasarkan sampel.
3. Mendefenisikan salah saji.
Sampling audit untuk pengujian atas rincian saldo mengukur salah saji moneter,
yaitu salah saji yang terjadi apabila item sampel disalahsajikan.
4. Mendefinisikan populasi.
Populasi didefinisikan sebagai item yang membentuk populasi dollar yang
tercatat.. Sampling berstratifikasi merupakan pemisahan populasi ke dalam
subpopulasi yang disebut strata.
5. Mendefinisikan unit sampling.
Untuk sampling audit nonstatistik dalam pengujian atas rincian saldo, unit
sampling hamper selalu merupakan item yang membentuk saldo akun.
6. Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi.
Salah saji yang dapat ditoleransi adalah penerapan materialitas kinerja terhadap
prosedur sampling tertentu.
7. Menetapkan risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah.
Risiko yang dapat diterima atas penerimaan yang salah adalah risiko sampel
yang dipilih mendukung kesimpulan bahwa saldo akun yang tercatat tidak
mengandung salah saji yang material ketika dinyatakan salah saji secara
material.
8. Mengestimasi salah saji dalam populasi.
Auditor membuat estimasi berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan klien
dan menilai risiko inheren, dengan mempertimbangkan hasil pengujian
pengendalian, pengujian substantif atas transaksi, dan prosedur analitis yang
telah dilaksanakan.
9. Menentukan ukuran sampel awal
Auditor dapat menentukan ukuran sampel untuk sampling nonstatistik dengan
menggunakan tabel sampling unit moneter.

Memilih Sampel dan Melaksanakan Prosedur Audit

10. Memilih sampel.


Untuk sampling nonstatistik, standar auditing mengizinkan auditor
menggunakan metode yang mana pun. Untuk sampling berstratifikasi, auditor
akan memilih sampel secara independent dari setiap strata.
11. Melaksanakan prosedur audit.
Auditor harus menerapkan prosedur audit yang tepat pada setiap item sampel
untuk menentukan apakah item tersebut mengandung salah saji.

Mengevaluasi Hasil

12. Menggeneralisasi dari sampel ke populasi.


Auditor harus menggeneralisasi dari sampel ke populasi dengan
memproyeksikan salah saji hasil sampel ke populasi dan mempertimbangkan
kesalahan sampling serta risiko sampling.
13. Menganalisis salah saji.
Auditor harus menganalisis salah saji untuk memutuskan apakah setiap
modifikasi model risiko audit memang diperlukan.
14. Memutuskan akseptabilitas populasi.
Tindakan yang diambil apabila populasi ditolak yaitu :
➢ Tidak mengambil tindakan hingga pengujian atas bidang audit lainnya
telah selesai.
➢ Melaksanakan pengujian audit yang diperluas pada bidang tertentu.
➢ Meningkatkan ukuran sampel.
➢ Menyesuaikan saldo akun.
➢ Meminta klien untuk mengoreksi populasi.
➢ Menolak untuk memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian.

C. SAMPLING UNIT MONETER


Monetary unit sampling (MUS) merupakan metode sampling statistik yang
paling umum digunakan untuk pengujian atas rincian saldo karena memiliki
kesederhanaan statistik bagi sampling atribut serta memberikan hasil statistik yang
diekspresikan dalam dollar (atau mata uang yang sesuai).
➢ Perbedaan antara MUS dengan sampling nonstatistik.
• Definisi unit sampling adalah suatu dollar individual.
• Ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus statistic
• Pemilihan sampel dilakukan menggunakan PPS
• Auditor menggeneralisasi dari sampel ke populasi dengan
menggunakaan Teknik MUS.
➢ Memutuskan akseptabilitas populasi dengan menggunakan MUS
Auditor membandingkan batas salah saji yang telah dihitung dengan salah saji
yang dapat ditoleransi.
➢ Menentukan ukuran sampel dengan menggunakan MUS
Faktor-faktor yang digunakan untuk menghitung ukuran sampel :
• Risiko yang dapat diterima dari penerimaan yang salah
• Nilai populasi yang dicatat
• Salah saji yang dapat ditoleransi
• Salah saji yang dapat ditoleransi sebagai presentase nilai populasi
• Estimasi salah saji populasi
• Rasio estimasi salah saji populasi terhadap salah saji yang dapat
ditoleransi
• Faktor keyakinan
• Ukuran sampel
• Interval sampling
➢ Menggeneralisasi dari sampel ke populasi apabila tidak ada salah saji
yang ditemukan menggunakan MUS
Auditor dapat membuat kesimpulan tanpa melakukan perhitungan tambahan
bahwa jumlah populasi yang tercatat tidak mengandung salah saji yang lebih
besar dari salah saji yang dapat ditoleransi menurut risiko spesifik penerimaan
yang salah.
➢ Menggeneralisasi dari sampel ke populasi apabila salah saji yang
ditemukan menggunakan MUS
Perhitungan batas atas salah saji melibatkan tiga langkah :
1) Menghitung salah saji persentase bagi setiap salah saji.
2) Memproyeksikan salah saji sampel dengan mengalikan salah saji
persentase dengan panjang interval sampling.
3) Menambahkan penyisihan untuk risiko sampling berdasarkan faktor-
faktor keyakinan bagi jumlah salah saji actual dan risiko yang dapat
diterima atas penerimaan yang salah.
➢ Audit dengan menggunakan sampling unit moneter
MUS memiliki empat fitut yang menarik bagi auditor :
1) MUS secara otomatis akan meningkatkan kemungkinan memilih item
dollar yang tinggi dari populasi.
2) MUS dapat mengurangi biaya pelaksanaan pengujian audit.
3) MUS mudah diterapkan.
4) MUS menghasilkan kesimpulan statistik.

MUS memiliki dua kelemahan yaitu :


1) Total batas salah saji yang dihasilkan Ketika salah saji ditemukan
mungkin terlalu tinggi untuk digunakan auditor.
2) Sulit memilih sampel PPS dari populasi yang besar tanpa bantuan
komputer.

D. SAMPLING VARIABEL
Sampling variabel adalah metode statistik yang digunakan oleh auditor.
Beberapa Teknik sampling akan membentuk metode kelas umum yang disebut sebagai
sampling variabel.
o Distribusi sampling
Digambarkan dengan nilai rata-rata (mean) salah saji dalam populasi, distribusi
jumlah salah saji, atau nilai yang diaudit.
o Inferensi statistik
Pengetahuan mengenai distribusi sampling akan memungkinkan auditor untuk
menarik kesimpulan statistik, atau inferensi statistik mengenai populasi.
Auditor dapat membuat kesimpulan dari interval keyakinan dengan
menggunakan inferensi statistik.
o Metode variabel
Ada tiga metode variabel yaitu
1) Estimasi perbedaan (mengukur estimasi jumlah salah saji total dalam
populasi apabila ada nilai tercatat maupun nilai yang diaudit bagi setiap
item sampel)
2) Estimasi rasio (serupa dengan estimasi perbedaan kecuali auditor
menghitung rasio antara salah saji dan nilai tercatatnya serta
memproyeksikan hal ini dengan populasi untuk mengestimasi total salah
saji populasi)
3) Estimasi rata-rata per unit (auditor berfokus pada nilai yang diaudit
dan bukan pada salah saji setiap item dalam sampel)
o Metode statistik berstratifikasi
Stratifikasi dapat diterapkan pada estimasi perbedaan, rasio, dan rata-rata per
unit, tetapi paling sering digunakan dengan estimasi rata-rata per unit.
o Risiko sampling
ARIA adalah risiko statistik bahwa auditor telah menerima populasi yang dalam
kenyataannya mengandung salah saji material. ARIR adalah risiko statistik
bahwa auditor telah menyimpulkan suatu populasi mengandung salah saji
material padahal sebenarnya tidak.

E. ILUSTRASI PENGGUNAAN ESTIMASI PERBEDAAN


Merencanakan sampel dan menghitung ukuran sampel dengan menggunakan
estimasi perbedaan : mengestimasi risiko yang dapat diterima dan mengestimasi salah
saji dalam populasi. Mengevaluasi hasil : menggeneralisasi dari sampel ke populasi.

Anda mungkin juga menyukai