Anda di halaman 1dari 8

TRAUMA LUTUT (821. 2) 1. fraktur femur distal (821. 2) a.

Batasan : Merupakan fraktur meliputi daerah condylus femur sampai dengan supracondylus femur (diatas condylus sampai hubungan metaphyse dengan shaft femur) b. Klasifikasi : Secara umum didasarkan pada bentuk fraktur (simple atau communitive) atau dengan intrasticular/tindakan Fraktur supracondylar (menurut AO) (821. 23) Tipe A : extra articular ] Tipe B : unicondylar Tipe C : bycondylar I IIa IIb III Fraktur intercondylar (Neer) (821. 23) : fraktur nondisplace bentuk T atau Y : fraktur bentuk T atau Y dengan displace medical : fraktur bentuk T atau Y dengan displace lateral : fraktur communitive

c. Diagnosa : Klinis Radiologis - Foto femur AP/lat Nyeri, bengkak, deformitas, false movement, crepitasi haemathros Perhatian gannguan vaskuler & neuro limitasi ROM

d. Komplikasi Gangguan neurovaskuler, delayed/non union, mal union, joint kontraktur, instability knee, infeksi, arthritis post trauma e. Terapi - Fracture impacted atau nondisplace engan aligment yang baik - Frakture supracondylar dispaced oblique atau transverse (px mud) - Frakture intracticular displace * * * * well molded cast 6-8 mg skeletal traksi balance suspension 4 - 8 mg
1

cast brace long leg

cast brace

ORIF bone graft

Yang tak bisa dipertahankan dengan traksi dengan Gangguan neurovascular dengan fracture tibia fracture condylar isolated

f. Rehabilitasi Quadriceps exercise, exercise extensi knee & dorso flexi kaki Posisi post op : dengan CPM 4-5 hari Latihan berdiri (toe touch) NWB hari 5-7 dengan cruth PWB bertahab (bervariasi sesuai bentuk & implant yang di

pasang) 2. Fraktur patella (822) a. Batasan : fraktur pada os patella karena gaya langsung atau tak langsung b. Klasifikasi 1. Undiplace (822. 0)

2. Transverse (822. 3) 3. Pole atas atau bawah (822. 0) 4. Communitiva (822. 4) 5. Vertikal (822. 2) c. Diagnosa Klinis Radiologi Foto genu AP/lat Bila perlu sunrise/tangensial (untuk fraktur vertikal & fragmen Nyeri, bengkak, creptasi, defect antar fragmen, haemathros Gangguan extensor mechanisme lutut

osteohondral) d. Komplikasi e. Terapi Fraktur extensi knee aktif permukaan artikular gyps koche intact gangguan permukaan articular - extensi knee aktif (-) ORIF fraktur simple transverse communitive stellase fr. TBW f. Rehabilitasi Post op sebaiknya dengan immobilisasi cast minimal 3 mg Quadricep exercise, flexi exercise aktif supported PWB mg ke-4 partial/total patellectomy Infeksi, sparasi fragmen Kelemahan quadricep

PWB mg ke-8 Floor contact hari ke-5

3. Fraktur tibial plateau (832. 0) a. batasan : fraktur pada daerah tibia proximal sampai dengan permukaan articular b. Klasifikasi (Hohl) 1. 2. 3. 4. 5. Radiologi stress. d. Komplikasi e. Terapi Non displace Displace long leg cast Knee stabil < 5 mm Total condylar < 5 mm Knee stabil Split depresi Total condylar ORIF bone graft deformitas varus/valgus, stiff knee, arthritis Antero posterior dan lateral bila perlu oblique atau tomogram, foto displace minimal (< 4mm) Local depresion (> 4mm) Split depresion Bicondylar Total condylar Nyeri, bengkak, crepitasi, defect antar fragmen, haemathros,

c. Diagnosa gangguan ROM knee

6-8 mg Fr. Kompresi

ORIF Bone graft Buttress plate Split depresi

Communitive T atau Y bicondylar

Total condylar

Skeletal traksi Early motion

f. Rehabilitasi GE supported aktive knee flexi 20-60 Floor contact hr. 9-8 Post op tanpa fixatie, CPM PWB mg 10 14 FWB mg 16 18

4. Rupture ligament cruciate a. Batasan ACL : Ligment cruciate yang berorigo pada sisi posterior medial condylus lateral femur dan berinsersi pada inter spinosus tibia berfungsi sebagai stabilitas lutut PCL : ligment cruciate yang berorigo pada sisi lateral condylus medial femur dan berinsersi pada posterior tibia berfungsi sebagai stabilitas lutut b. Klasifikasi : Ruptur ligament cruciate berdasarkan derajat isntability 0 1+ 2+ 3+ 4+ : normal : translasi < 0,5 cm : translasi 0,5 1 cm : translasi 1 - 1,5 cm : translasi > 15 cm

c. Diagnosa Klinis : Nyeri, bengkak, haemathros, sagging, limitasi ROM Test stabilitas lutut (dengan anesthesi lokal atau general) Drawer test Lachman test Quadricep test Foto genu : AP/Lat, stress valgus/varus

Radiologis :

Arthroscopy Arthrography

d. Komplikasi : - Osteoarthritis, limitasi ROM lutut Post rekonstruksi : - infeksi, kekakuan otot, gangguan nerovaskular, nekrosis kulit e. Terapi : pertimbangan terapi meliputi : usia, aktifitas dan keluhan Ruptur ACL Dengan Ruptur MCL/LCL Grade III (+) Rekonstruksi ACL (-) atlit, usia muda keluhan (+) rekontruksi ACL - usia tua, keluhan (-) rehabilitasi

Ruptur ACL

partial rehabilitasi Avvulsi tulang reachment Ruptur isolated rehabilitasi - (+) MCL/LCL grade III rekonstruksi - fungsional rekonstruksi unstable

f. Rehabilitasi / konservasi phase I (inflasi) selama 5 hari anti inflasi kompres es immoblisasi

hari ke-5 dilanjutkan QE isometris phase II : QE isometris (stengthening sleve type brace aktifitas lari jongkok, bersepeda, berenang) phase III : mulai minggu 6 12 (aktifitas normal) skeve brace dipakai s/d 1 tahun

kepustakaan. 1. Buchol, ZRW et al : Orthopaedic Deciasion Making, p. 28 29 BC Decker Inc. , Toronto, Philadelphia, 1984 2. Schatzker J; Tile M. : The Rationale of Operative fracture care P. 133-172, Springer-Varlag, Berlin Heidelberg, 1987