Anda di halaman 1dari 14

P R O P O S A L

Studi KeIayakan dan Desain Teknik


Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro



Ir. D. Wahvuridha
dwridha(yahoo.co.uk
085710717171
1. LATAR BELAKANG
alam usaha meningkatkan mutu hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan,
energi memiliki peranan yang besar. Ketersediaan listrik di pedesaan baik yang dikelola swasta atau
pemerintah, akan mendorong peningkatan produktivitas, sarana pendidikan dan kesehatan, dan
menciptakan lapangan pekeriaan serta kegiatan ekonomi baru. Hanya saia pada saat ini baru sebagian
kecil dari desa-desa di Indonesia dapat menikmati listrik, padahal potensi energi baru dan terbarukan
cukup besar dan belum termanIaatkan secara optimal. PemanIaatan potensi energi tersebut perlu
ditingkatkan sehingga sumbangannya terhadap pemenuhan kebutuhan energi di masa depan dapat
lebih berarti terutama untuk daerah pedesaan dan daerah terpencil yang belum teriangkau iaringan
distribusi energi komersial. Salah satu sumber energi terbarukan yang potensial adalah tenaga air,
dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk pelistrikan desa.
alam pembangunan PLTMH banyak Iaktor yang harus diperhatikan agar pembangunan
tersebut dapat dimanIaatkan secara optimal dan tidak sia-sia. Faktor tersebut diantaranya didasarkan
pada studi kelayakan teknis dan studi kelayakan sosial-ekonomi terhadap potensi alam dan sumber
daya setempat. Keakuratan data hasil studi kelayakan akan menentukan keberhasilan pembangunan
PLTMH. Setelah studi selesai dilakukan tahap selaniutnya adalah detail design untuk bangunan sipil
dan sistem elektro-mekanikal, sistem kontrol, serta sistem transmisi dan distribusi. Perancangan
teknik harus dilakukan secara tepat akurat, dengan menerapkan teknologi yang telah teruii agar
pembangkit listrik mempunyai kehandalan yang baik. Setelah pembangunan PLTMH selesai
dilakukan , keberadaan PLTMH tersebut diharapkan dapat meniadi salah satu Iaktor pemicu bagi
pengembangan ekonomi masyarakat setempat.









. TU1UAN
Tuiuan dari Kegiatan ini adalah :
1. Tersedianya inIormasi yang lengkap tentang tingkat kelayakan teknis & ekonomis
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro
2. Tersedianya laporan teknik berupa detail desain bangunan sipil, sistem elektro-
mekanikal, sistem kontrol, transmisi dan distribusi dari lokasi pembangkit listrik
tenaga mikrohidro yang dinilai layak.
. CAKUPAN AKTIVITAS
ktiIitas-aktivitas yang dilakukan harus berorientasi kepada pencapaian tuiuan, agar proyek
ini memberikan manIaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan keseiahteraan masyarakat dan
pengembangan sumber daya di daerah. Bagi daerah yang pertama kali melaksanakan pembangunan
PLTMH, tahapan pembangunan PLTMH adalah sebagai berikut:
1. Studi kelayakan
2. esain dan engineering
3. Implementasi
4. Pendampingan kegiatan pengelolaan dan pengembangan
.1 Studi Kelayakan
Studi kelayakan pembangunan PLTMH untuk pelistrikan desa dibagi meniadi 2 bagian :
1. Studi kelayakan teknis
2. Studi kelayakan sosial-ekonomi
.1.1. Studi Kelavakan 1eknis
Studi kelayakan teknis dilakukan untuk mengetahui parameter-parameter potensi alam yang
sangat menentukan untuk pengambilan keputusan pembangunan PLTMH di suatu lokasi. Studi ini
iuga memberikan data/inIormasi yang diperlukan oleh perancang sistem PLTMH dan pelaksana
pembangunannya.

.1.1.1. Hidrologi
Studi kelayakan hidrologi bertuiuan untuk mendapatkan gambaran tentang potensi daya,
kuantitas, dan kualitas air.
.1.1.1.1. Klarifikasi Pengukuran Head Air
Pengukuran ead dapat dilakukan dengan menggunakan peta topograIi, tetapi hasil yang
diperoleh sangat kasar. Pengukuran head yang akurat dilakukan di lapangan, dapat dilakukan dengan
berbagai metode pengukuran. Setelah didapatkan perkiraan ead kotor (grossead), maka dilakukan
penentuan head bersih (net ead) yang berhubungan dengan perencanaan bangunan sipil.
.1.1.1.. Klarifikasi Pengukuran Debit Air
Pengukuran debit air dilaksanakan pada saat bulan terkering atau kemarau yang biasa teriadi
dalam setahun pada daerah tersebut. Hal ini untuk meniamin ketersediaan air untuk turbin.
Pengukuran debit air dapat dilakukan dengan beberapa cara, tergantung kondisi alam dan
ketersediaan alat.
.1.1.1.. Pembuatan FDC (Flow Duration Curve)
&ntuk membuat plot diagram Fluktuasi liran air maka dilakukan penelitian terhadap data
debit aliran air sungai sepaniang tahun. Penentuan F dapat melalui dua cara, yaitu : penentuan
berdasarkan area tadah huian (5rediction bv area-rainfall metod) dan penetuan berdasarkan metoda
korelasi (correlation metod). Hal utama yang dilakukan dalam penentuan F baik melalui metoda
area tadah huian maupun metoda korelasi adalah pencatatan debit air , Q (Ilow, m`3/sec) pada lokasi
intake yang direncana. Hasil plot F akan menentukan kesimpulan perencanaan debit air (Q) yang
akan diambil sebagai patokan dalam perhitungan, dimana Q diambil di bawah F.
Keterbatasan data di lapangan akan menyulitkan pembuatan F. pabila pembuatan F
tidak dapat dilakukan, perencanaan debit air dapat didasarkan pada debit minimum yang tersedia.
&ntuk meningkatkan akurasi data perlu penggalian inIormasi dari masyarakat setempat.
.1.1.2. Pemilihan Lokasi dan Lav-out Dasar
Penentuan lokasi pembangunan PLTMH harus ditentukan secara cermat dengan
memperhatikan kondisi geograIis, keadaan tanah dan batuan, serta keadaan sungai.
.1.1..1. Studi Geologi
Studi geologi dalam pembangunan mikrohidro akan memberikan inIormasi yang berharga
untuk merencanakan pembangunan Iasilitas sipil. InIormasi mengenai kondisi alam, keadaan tanah
dan batuan, serta pergerakan tanah yang diperoleh dari studi geologi akan membantu dalam
menentukan lokasi terbaik bagi pembangunan Iasilitas sipil. i samping itu, inIormasi tersebut dapat
membantu dalam merencanakan dan memprediksi biaya konstruksi beserta perawatannya.
Studi geologi, meliputi pengumpulan inIormasi tentang :
1. Pergerakan permukaan yang mungkin teriadi, seperti : batuan dan permukaan tanah
yang dapat bergerak bila turun huian lebat, pergerakan air dan lumpur.
2. Pergerakan tanah di bawah permukaan yang mungkin teriadi, seperti : gempa atau
pun tanah longsor.
3. Tipe batuan, tanah, dan pasir. Hal ini berguna untuk mendesain pondasi sipil yang
cocok, dan material yang cocok dengan kondisi tersebut.
.1.1... Pemahaman Peta Topografi
Pemahaman peta topograIi yang baik akan membantu kita dalam menentukan lokasi terbaik
di mana memungkinkan untuk mendapatkan tinggi iatuhan air (ead) yang memadai. Keadaan kontur
tanah yang digambarkan oleh peta topograIi sangat membantu dalam membuat lay out dasar sistem
mikrohidro.
.1.1... Lokasi Bangunan Intake
Pada umumnya instalasi mikrohidro merupakan pembangkit listrik tenaga air ienis aliran
sungai langsung, iarang yang merupakan ienis waduk (bendungan besar). Konstruksi bangunan intake
untuk mengambil air langsung dari sungai dapat berupa bendungan (intake dam) yang melintang
sepaniang lebar sungai atau langsung membagi aliran air sungai tanpa dilengkapi bangunan
bendungan. Lokasi intake harus dipilih secara cermat untuk menghindarkan masalah di kemudian
hari.
.1.1..4. Lokasi Rumah Pembangkit (Power House)
Pada dasarnya setiap pembangunan mikrohidro berusaha untuk mendapatkan ead yang
maksimum. Konsekuensinya lokasi rumah pembangkit (5ower ouse) berada pada tempat yang
serendah mungkin. Karena alasan keamanan dan konstruksi, lantai rumah pembangkit harus selalu
lebih tinggi dibandingkan permukaan air sungai. ata dan inIormasi ketinggian permukaan sungai
pada waktu baniir sangat diperlukan dalam menentukan lokasi rumah pembangkit. Selain lokasi
rumah pembangkit berada pada ketinggian yang aman, saluran pembuangan air (tail race) harus
terlindung oleh kondisi alam, seperti batu-batuan besar. &iung saluran tail race tidak terletak pada
bagian sisi luar sungai karena akan mendapat beban yang besar pada saat baniir, serta memungkinkan
masuknya aliran air menuiu ke rumah pembangkit.
.1.1.. Lav-out Sistem Mikrohidro
av-out sebuah sistem mikrohidro merupakan rencana dasar untuk pembangunan mikrohidro.
Pada lav-out dasar digambarkan rencana untuk mengalirkan air dari intake sampai ke saluran
pembuangan akhir. av-out tersebut harus memperhatikan aspek teknik dan ekonomi. ir dari intake
dialirkan ke turbin menggunakan saluran pembawa air berupa kanal dan 5enstock. Penggunaan
5enstock memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan pembuatan kanal terbuka, sehingga dalam
membuat lav-out perlu diusahakan agar menggunakan penstok sependek mungkin.
.1.2. Studi Kelavakan Sosial Ekonomi
Studi kelayakan sosial ekonomi dilakukan agar pembangunan PLTMH dapat memberikan
manIaat seoptimal mungkin, dan mengurangi ineIesiensi dalam proses pembangunan.
.1.2.1. Analisis Potensi Daerah
nalisis potensi ekonomi desa dimaksudkan untuk mendapat gambaran umum tentang situasi
kondisi dalam aspek ekonomi pedesaan tempat PLTMH direncanakan akan dibangun baik yang sudah
muncul atau yang belum dikembangkan oleh masyarakat di desa yang bersangkutan. spek ekonomi
pedesaan yang harus diperhatikan sebagai sebuah potensi antara lain :
1. Keberadaan sumber daya alam potensial yang bernilai ekonomis dapat dilihat
dari lahan yang dipergunakan untuk keperluan produktiI (sawah, kebun, ladang) dan
iuga lahan perairan yang dipergunakan untuk perikanan (kalau ada).
2. 1enis pekerjaan dan tingkat pendapatan rata-rata penduduk desa dilihat
berdasarkan ienis-ienis pekeriaan yang ditekuni oleh penduduk setempat dan
penghasilan yang diperoleh dari melakukan pekeriaan tersebut.
3. Aktivitas usaha ekonomi produktif yang ada di desa ienis-ienis usaha wiraswasta
non-pertanian apa saia yang ada di desa tersebut (warung, bengkel, uller, dll).
4. 1arak dari kota terdekat yang dapat dijadikan tempat suplai ke desa tersebut
berapa iauh kota terdekat dari desa tersebut yang, meniual bahan bangunan seperti
semen, paku, besi beton, dll, serta berapa ongkos angkutan barang dan manusia yang
harus dikeluarkan untuk mencapai desa tersebut.
5. aterial yang tersedia secara lokal di desa tersebut bahan bangunan apa saia
yang tersedia di desa tersebut (pasir, batu, kayu, dll).
ari data di atas diharapkan dapat dianalisis apakah daerah yang akan dibangun PLTMH
tersebut mempunyai potensi secara ekonomis untuk dikembangkan dengan menilai secara umum
setiap Iaktor tadi dan saling keterkaitannya dalam membentuk potensi ekonomi desa.
.1.2.2. Kajian Sosial Demografi
Kita hanya memerlukan gambaran secara umum mengenai kondisi sosial demograIi
masyarakat setempat. Oleh karena itu kita perlu melakukan observasi yang meliputi hal-hal sebagai
berikut :
1. Kehidupan sosial kemasyarakatan penduduk di desa tersebut yang diamati di
sini adalah pola hubungan sosial dan kecenderungan kehidupan sosial yang ada di
masyarakat.
2. Lembaga-lembaga desa atau organisasi yang eksis dan establish di desa tersebut
dan pengaruhnya organisasi yang perlu untuk diamati meliputi organisasi
pemerintahan desa dan organisasi kemasyarakatan, serta bagaimana pengaruhnya di
masyarakat.
3. Figur yang dihormati di desa tersebut. dan pengaruhnya terhadap masyarakat
desa itu perlu untuk diketahui siapa-siapa saia yang meniadi panutan bagi
masyarakat setempat dan seberapa luas pengaruhnya terhadap orang-orang yang
menganggap mereka sebagai panutan.
4. Prasarana jalan ke desa tersebut perlu diketahui ketersediaan sarana ialan dan
bagaimana keadaannya, serta kendaraan umum yang menuiu ke desa tersebut.
5. Konsumen yang akan menjadi pelanggan listrik perlu diobservasi secara umum
seberapa besar keinginan masyarakat setempat terhadap kehadiran listrik.
6. 1umlah kepala keluarga (rumah) apabila teriadi kesulitan, dapat diperkirakan dari
berapa iumlah rumah yang ada di desa tersebut.
7. Pola pemukiman penduduk; apakah penduduk tinggal secara terpencar atau
menumpuk di suatu tempat yang dapat dianggap sebagai pusat desa. .
8. ata pencaharian penduduk(secara umum) per KK.
9. Penghasilan penduduk di lokasi itu per bulannya (kira-kira) per KK.
.1.2.. Analisa Biava Investasi
&ntuk analisa keuangan ini, diperlukaan data yang akurat tentang harga berbagai komponen
PLTMH beserta biaya pembangunannya. ata biaya ini secara keseluruhan meliputi pembangunan
Iisik dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menyiapkan masyarakat setempat. engan begitu kita
dapat mengetahui kebutuhan biaya pembangunan yang harus dikeluarkan. Kemudian langkah-
langkah yang kita lakukan adalah sebagai berikut :
1. Tentukan siIat sumber dana apakah berupa grant, kredit investasi, atau dana
pemerintah.
2. Tentukan masa pengembalian seluruh investasi (reak Event Point) untuk skema
pembangunan investasi (murni, atau sebagian dana bantuan).
3. #ancang model pengembalian dana. (kepada investor, bank, atau kas lembaga
pengelola PLTMH).
4. Buat proyeksi keuangan lengkap dengan aliran dana, neraca rugi laba, I##, NPV.
5. Tentukan berapa biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat/konsumen
perbulannya.
6. Tentukan perkiraan biaya langganan listrik yang dapat dikeluarkan oleh
masyarakat/konsumen perbulannya.
Sumber dana perlu diketahui bentuknya untuk mengetahui berapa besar dana yang harus
dikembalikan oleh masyarakat setempat melalui pembayaran iuran bulanan, yang berarti menentukan
besar iuran bulanan yang harus di bayar oleh pelanggan. pabila dari dana pembangunan tersebut
memang ada bagian yang harus dikembalikan, maka perlu disepakati dengan pihak pemberi dana,
berapa lama piniaman tersebut harus dikembalikan. Kemudian dapat dibuat model pengembaliannya,
apabila ternyata 100 dana pembangunan adalah hibah, maka komponen pengembalian piniaman
pada buku keuangan dapat dihapuskan. Selaniutnya dibuat proyeksi keuangan secara lengkap.
Kemudian tentukan perkiraan biaya yang harus ditanggung oleh konsumen melalui iuran perbulannya.
engan demikian kita dapat mengetahui proyeksi keuangan lengkap untuk membangun
PLTMH di desa tersebut. an iuga dapat kita perkirakan kesenimbangunannya dalam hal ekonomi.
Tinggal kita tentukan saia nilai kelayakan pembangunan PLTMH di desa tersebut berdasarkan kriteria
anggapan ideal yang telah kita tetapkan.
.. Desain & Engineering
.2.1. Bangunan Sipil
Setiap lokasi mikrohidro memiliki aspek hidrologi, topograIi dan kondisi alam yang berbeda
sehingga tidak ada standar desain untuk Iasilitas teknik sipil. Pada batas-batas tertentu dapat
digunakan desain yang hampir sama untuk beberapa lokasi mikrohidro dengan melakukan modiIikasi
pada beberapa bagian yang dianggap perlu.
.2.1.1. Bendungan dan Intake
Pada umumnya bendungan untuk instalasi mikrohidro dibedakan meniadi bendungan
pemasukan intake dam), bendungan penyimpan storage dam) dan bendungan pengatur regulating
dam). Bendungan-bendungan penyimpan dan pengatur membendung air sungai untuk memperoleh
tinggi teriun buatan artificial). isamping itu bendungan ini menampung, menyimpan dan
memasukkan air ke turbin sesuai kebutuhan. Bendungan pemasukan menampung aliran air sungai
untuk PLT ienis aliran sungai langsung run of river). Konstruksi bendungan untuk mikrohidro
dapat berupa bendungan beton, bendungan urugan batu atau tanah, bendungan kerangka baia dan
bendungan kayu. Bendungan dilengkapi dengan saluran pelimpahan s5illwav) untuk mengalirkan air
yang berlebih, pintu air, kolam pengendap pasir, dan pipa kuras.
Bila kondisi di lapangan memungkinkan untuk mendapatkan head yang tinggi dan debit air
yang cukup maka tidak perlu membangun bendungan. Hal ini banyak di temui pada instalasi
mikrohidro dengan daya yang kecil.
Sementara itu bangunan intake harus terlidung dari kerusakan akibat baniir. Intake harus
selalu berada di bawah permukaan air untuk meniamin suplai air. Intake di tempatkan dekat
bendungan atau pada tempat yang secara alamiah berIungsi sebagai bendungan. Intake dapat
ditempatkan paralel dengan aliran air side intake) atau melintang memotong arus direct intake).
.2.1.2. Saluran Pembawa (Head Race)
Saluran pembawa ead race) menyalurkan air dari intake sampai ke bak penenang, atau
tempat mulainya pipa pesat 5enstock). Saluran pembawa dapat berupa saluran terbuka, saluran
tertutup atau terowongan. pabila saluran air tersebut harus memotong sungai, lembah, dan
semacamnya, maka dibuatlah bangunan penyalur air aquaduct) atau siIon sv5on). sesuai dengan
keadaan setempat.
.2.1.. Pipa Pesat (Penstock)
Sesuai dengan keadaan geograIis dan geologi setempat, pipa pesat ini dapat dipasang tanpa
penutup msepaniang permukaan tanah atau dipasang dengan dibungkus beton dalam terowongan di
bawah tanah. Tergantung kepada keadaannya, mungkin iuga dirancang pemasangan dua laiur pipa
pesat atau lebih dengan diameter yang lebih kecil, menggantikan satu laiur pipa pesat berdiameter
besar.
Faktor-Iaktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan pipa pesat yaitu :
1. Tekanan pada pipa pesat
2. Metode penyambungan
3. iameter dan rugi-rugi gesekan
4. berat dan kemudahan pemasangan
5. ksesibilitas
6. Kondisi geograIis dan geologi
7. Biaya
.2.1.4. Kolam Pengendap (Settling Basin)
Kolam ini biasanya dibuat dengan memperdalam sebagian saluran penghantar dan
menambahnya dengan saluran penguras. Fungsinya adalah untuk mengendapkan pasir dan menyaring
kotoran yang hanyut sehingga air yang masuk ke turbin akan relatiI bersih.
.2.1.5. Bak Penenang (Forebav 1ank)
Saluran penghantar akan beruiung pada bak penenang yang berIungsi untuk menyaring akhir
dan untuk mereduksi arus turbulensi air serta kemudian mengarahkannya untuk masuk ke pipa pesat
sesuai dengan debit yang diinginkan, kolam atas ini harus dibuat dengan konstruksi beton.
Pada saat perencanaan perlu diperhitungkan pula kemungkinan longsornya bak penenang ini
mengingat biasanya kolam atas ini diletakkan dibagian paling atas dari suatu tebing yang miring.
&ntuk menghemat paniang pipa pesat memang biasanya kolam atas ini diletakkan sedekat mungkin
diatas powerhouse.
.2.1.. Powerhouse (Rumah Pembangkit)
Powerouse ini bukan seperti bangunan rumah biasa. i dalam 5ower ouse, dipasang
turbin dan generator yang selalu mendapat beban dinamis dan selalu bergetar, alam disain
5owerouse, pondasi turbin - generator harus dipisahkan dari pondasi bangunan powerhouse-nya.
Persoalan ini masih ditambah lagi dengan perlunya saluran pembuang di dalam 5owerouse sampai
keluar 5owerouse.
alam merencanakan 5owerouse, perlu dipikirkan keleluasaan bongkar pasang turbin
generator, karena bisa dipastikan setiap tahun turbin air harus diperiksa, artinya akan dibongkar
secara berkala.
.2.2. Fasilitas Elektro-Mekanik
.2.2.1. 1urbin
Perancangan dan pemilihan sebuah turbin air yang baik tergantung pada :
1. ead yang tersedia
2. Perencanaan debit air
3. aya yang diharapkan sesuai debit dan ead yang tersedia
4. Putaran turbin yang akan diteruskan ke generator
Metode yang sering dipakai untuk memilih ienis turbin air adalah dengan menentukan
kecepatan spesiIiknya. Kecepatan spesiIik (Ns), merupakan suatu istilah yang dipakai untuk
mengelompokkan turbin-turbin atas dasar uniuk keria dan ukuran perimbangannya..
.2.2.2. 1ransmisi Dava Mekanik
Transmisi daya bertuiuan untuk menyalurkan daya poros turbin ke poros generator. Elemen-
elemen transmisi daya yang digunakan terdiri dari : sabuk (belt), 5ullev, kopling, bantalan (bearing)
dan cone clam5.
elt berIungsi untuk menyalurkan daya poros turbin ke poros generator. elt harus cukup
tegang sesuai dengan ienis dan ukurannya. Pullev disamping sebagai tempat/dudukan belt iuga
berIungsi untuk menaikkan putaran sehingga putaran generator sesuai dengan putaran daerah
kerianya. Sedangkaan kopling, bantalan dan cone clam5 merupakan komponen/elemen pendukung.
.2.2.. Sistem Kontrol
Frekuensi dan tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator dipengaruhi oleh kecepatan
putar generator. Perubahan kecepatan putar generator akan menimbulkan perubahan Irekuensi dan
tegangan listrik pada batas-batas tertentu perubahan tersebut tidak membahayakan.
Tuiuan pengontrolan dalam mikrohidro adalah untuk meniaga sistem elektrik dan mesin agar
selalu berada pada daerah keria yang diperbolehkan. Semua peralatan listrik didesain untuk beroperasi
pada Irekuensi dan tegangan tertentu. Bila beroperasi pada Irekuensi dan tegangan yang berbeda dapat
mengakibatkan peralatan listrik cepat rusak.
.2.2.4. Cenerator
enerator berIungsi untuk mengkonversikan energi mekanik meniadi energi listrik. &ntuk
PLTMH dengan daya listrik terpasang di bawah 20 kW, biasanya dipergunakan IM (Induction
Motor as Generator)
.2.. 1ransmisi & Distribusi
&ntuk instalasi mikrohidro ada beberapa bentuk sistem transmisi dan distribusi yang dapat
dipakai. Pada dasarnya bentuk-bentuk tersebut dapat digolongkan meniadi sistem radial dan sistem
loo5 (tertutup).
.2..1. Pemilihan 1egangan
Tegangan sistem transmisi dapat berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah. &ntuk saluran
transmisi yang paniang, penggunaan sistem tegangan tinggi dapat mengurangi rugi-rugi daya selama
penghantaran tenaga listrik. Penggunaan sistem tegangan tinggi memerlukan transIormator. engan
demikian biaya yang dikeluarkan meniadi lebih mahal. Penggunaan transIormator menuntut adanya
pemeliharaan di samping memerlukan isolator yang mahal sebagai alat pelengkap kabel.
.2..2. Penghantar
Material konduktor (kabel induk) yang sering dipilih adalah antara alumunium atau tembaga
(co55er). &ntuk instalasi tegangan rendah banyak digunakan penghantar tembaga. Tembaga yang
digunakan untuk penghantar umumnya tembaga elektrolistis dengan kemurnian di atas 99,5.
.2...1iang dan Perlengkapannva
Tiang listrik untuk iaringan tegangan rendah biasanya terdiri dari tiang tunggal. Tiang-tiang
listrik dapat dibuat dari baia, beton bertulang atau kayu, dan dibuat dengan sistem konus. Penggunaan
kayu untuk tiang listrik dapat menekan biaya, tetapi memerlukan proses pengawetan karena
kelemahan dari tiang kayu adalah mudah kropos dan mudah patah. Jenis kayu yang banyak dipakai ,
terutama untuk iaringan distribusi adalah kayu ulin, rasamala, iati. Karena kekerasan dan kekuatannya
, kayu ulin dapat digunakan tanpa diawetkan.
.2..4. Perlengkapan Pengaman
...4.1. Sekering
Sekering dipergunakan untuk melindungi iaringan listrik terhadap gangguan arus lebih.
Sekering terdiri dari penghantar kecil yang dapat melebur, biasanya terbiat dari perak, timah, seng
atau paduan logam lainnya yang mempunyai titik lebur rendah.
&ntuk sistem tegangan rendah, Iungsi sekering sebagai pengaman ini dapat digantikan dengan
menggunakan MB (Mini Circuit reaker).
...4.. Pemutus Rangkaian (ircuit Breaker)
Pemutus rangkaian (Circuit reaker) adalah peralatan sakelar yang mampu mengalirkan dan
memutuskan aliran listrik . Pemutus rangkaian berIungsi sebagai pengaman dari arus beban lebih atau
arus hubung singkat, atau pengaman kedua-duanya dan sebagai sakelar yang mempunyai beban berat
untuk mengatasi kenaikan beban sakelar.
...4.. Perlindungan Terhadap Petir
Sambaran petir langsung pada kawat Iasa iaringan distribusi, dapat menimbulkan arus induksi
sebesar 200.000 atau lebih. rus sebesar itu dapat merusak perlengkapan instalasi listrik, sehingga
perlu dibuang ke bumi dengan menggunakan sistem penangkal petir.
.2..5.Instalasi Kabel Rumah
Menggunakan sistem dan perlengkapan yang sudah distandarisasi oleh PLN.









4. PELAKSANA & SUBER DAYA
Perusahaan pelaksana studi kelayakan ini akan membentuk suatu tim pelaksana, yang terdiri
dari beberapa tenaga ahli dan surveyor, untuk melakukan seluruh kegiatan studi kelayakan dan desain
engineering PLTMH ini seperti yang telah diuraikan dalam Bab 3 di atas. Perusahaan ini akan
mengambil posisi sebagai konsultan untuk seluruh kegiatan yang dilakukan hingga diperoleh laporan
akhir (Final Re5ort) pekeriaan studi kelayakan ini yang dapat diterima oleh seluruh pihak yang
berkepentingan, khususnya pihak pemberi pekeriaan.