Anda di halaman 1dari 2

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 2

Nama Mahasiswa : I GUSTI MADE ROTHMANS JANUARTA

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 045245569

Kode/Nama Mata Kuliah : 251/PTHI

Kode/Nama UPBJJ : 2022/MATARAM

Masa Ujian : TUGAS 2

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. Pada hakikatnya, sumber hukum dibagi menjadi sumber hukum materiil dan sumber
hukum formil. Sumber hukum materiil merupakan faktor-faktor yang dianggap dapat membantu
pembentukan hukum. Coba jelaskan menurut analisis saudara disertaicontoh.

Jawaban :

Sumber hukum materiil adalah beberapa faktor yang dianggap dapat menentukan isi hukum.
Faktor-faktor yang dimaksud yaitu :

a. Faktor idiil
Beberapa patokan yang tetap tentang keadilan yang harus ditaati oleh para pembentuk
undang-undang ataupun para pembentuk hukum lainnya dalam melaksanakan tugasnya.

b. Faktor riil
Hal-hal yang benar-benar hidup dalam masyarakat dan merupakan petunjukhidup
bagi masyarakat yang bersangkutan. Yang termasuk factor riil antara lain :
1) Struktur ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
2) Adat istiadat dan kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang dan menjadi polatingkah
laku yang tetap.

Sumber hukum materiil ini menjadi faktor yang membantu menentukan isi atau materi hukum
sehingga sumber hukum materiil sangat membantu pembentukan hukum.

2. Hans Kelsen mendefinisikan hukum tidak lain merupakan suatu kaidahketertiban yang
menghendaki orang menaatinya sebagaimana seharusnya. Berikan pendapat saudara mengenai
pernyataan di atas !

Jawaban :

Sistem hukum Indonesia pada dasarnya menganut teori yang dikembangkan oleh HansKelsen. Hal
ini tampak dalam rumusan hirarki peraturan perundang-undangan Indonesia sebagaimana kita
temukan dalam Pasal 7 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
PerundangUndangan. Teori hukum murni masih banyak dipakai di Indonesia, hal tersebut
tercermin dengan masih diikutinya/diterapkannya beberapa pemikiran dari Hans Kelsen dalam
system kehidupan secara yuridis. Dalam hubungan tugas hakim dan perundang-undanganmasih
terlihat pengaruh aliran Aliran Legis (pandangan Legalisme), yang menyatakan bahwa hakim tidak
boleh berbuat selain daripada menerapkan undang-undang secara tegas.

3. Saat ini mulai berkembang paradigma hukum progresif yang mendobrak pemikiran
formalistik dan legalistik dari penegak hukum terutama hakim. Berikan opini saudara tentang
paradigma hukum progresif tersebut !

Jawaban :

Dalam implementasi paradigma hukum progesif menjelaskan bahwa problematka penegakkan


hukum disebabkan kuatnya pengaruh paradigm legal positivistik sehingga nilai-nilai di
masyarakat menjadi ditabrak dan diabaikan. Hukum progresif bisa menjadi alternatifdalam
penegakkan hukum yang mencerminkan nilai-nilai keadilan dalam masyarakat. Dengan hukum
progresif, penegak hukum harus mempunyai cara pandang progresif agar tidak terikat pada
formalism hukum demu menegakkan nilai-nilai keadilandalam masyarakat.