Anda di halaman 1dari 10

NEOPLASMA

Kelompok 2 : 1. Diana Panji S 2. Ria Pratiwi R.H 3. Nurmalita Fitria D 4. Angger Anugerah 5. Farid Kusuma 6. Nurul Laili 072310101011 072310101012 072310101015 072310101016 072310101035 072310101048

Pengertian Neoplasma berasal dari bahasa yunani, berasal dari kata neos yang berarti baru dan plasia yang berarti pertumbuhan. Neoplasma adalah kumpulan sel abnormal yang terbentuk oleh sel-sel yang tumbuh terus-menerus secara tidak terbatas, tidak berkoordinasi dengan jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh (Sudiono, 2008). Neoplasma biasa disebut tumor, tumor adalah setiap benjolan abnormal pada tubuh, termasuk benjolan oleh karena adanya proses peradangan. Pada sel neoplasma terjadi perubahan sifat sehingga sebagian energi digunakan untuk berkembang biak. Pertumbuhan tak terkontrol yang sering terjadi dengan cepat dapat mengarah pada pertumbuhan jinak (bening) atau ganas

(maligna atau kanker). Tumor jinak biasanya tidak menginvasi dan tidak menyebar ke jaringan lain di sekitarnya dan tidak mengancam jiwa kecuali bila terletak pada area organ penting. Sedangkan tumor ganas dapat menginvasi jaringan lain dan beranak ke bagian organ lain (metastasis) bahkan dapat menimbulkan kematian. Sel-sel malignant ini dapat menimbulkan kematian, resisten terhadap apoptosis, tidak sensitif terhadap faktor anti pertumbuhan dan contact inhibitionnya disupresi (Jong, 2004)

Klasifikasi dan Tata Nama Semua tumor jinak maupun ganas mempunyai dua komponen dasar ialah parenkim dan stoma. Parenkim ialah sel tumor yang proliferative yang

menunujukkan sifat pertumbuhan dan fungsi bervariasi menyerupai fungsi sel asalnya, sebagai contoh produksi kolagen, musin atau keratin. Stroma merupakan pendukung parenkim tumor terdiri atas jaringan ikat dan pembuluh darah. Penyajian makanan pada sel tumor melalui pembuluh darah dengan cara difusi.

Klasifikasi neoplasma yang digunakan berdasarkan: 1. Klasifikasi atas dasar Sifat biologic Tumor a. Tumor jinak (Beningna) Tumor jinak tumbuhnya lambat dan biasanya meiliki kapsul. Tidak tumbuh infiltrative, tidak merusak jaringan sekitarnya dan tidak menimbulkan metastasis. Tumor jinak pada umumnya dapat

disembuhkan dengan sempurna kecuali mensekresi hormone atau yang terletak pada tempat yang sangat penting, misalnya di sumsum tulang belakang yang dapat menimbulkan paraplesia atau pada saraf otak yang menekan jaringan otak. b. Tumor Ganas (Malignant) Tumor ganas pada umunya tumbuh cepat, infiltrtratif dan merusak jaringan sekitarnya. Di samping itu dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran limpe atau aliran darah dan sering menimbulkan kematian. c. Tumor intermediet Tumor ini mempunyai sifat invasive local tetapi kemampuan

metastasisnya kecil. Biasa disebut juga tumor agresif local ganas berderajat rendah. Misalnya adalah karsinoma sel basal kulit.

Tumor jinak

Tumor derajat

ganas Tumor ganas rendah

(intermediet)

Sifat pertumbuhan

Lambat

bervariasi

Cepat

Tumbuh infiltrative Metastasis pengobatan

Tidak Tidak ada eksisi

Local Rendah/ tidak Eksisi

Infiltrative Tinggi Eksisi luas,

pengangkatan, kemoterapi

Sifat Tumor jinak dan Tumor Ganas 1. Diferensiasi dan anaplasia Diferensiasi yaitu derajat kemiripan sel tumor (parenkim tumor). Jaringan asalnya yang terlihat pada gambaran morfologik dan fungsi sel tumor. Proliferasi neoplastik menyebabkan penyimpangan bentuk susunan dan sel tumor. Hal ini menyebabkan sel tumor tidak mirip sel dewasa normal jaringan asalnya. Tumor yang berdiferensiasi baik terdiri atas sel-sel yang menyerupai sel dewasa normal jaringan asalnya, sedangkan tumor berdiferensi buruk atau tidak berdiferensiasi menunjukan gambaran sel primitive dan tidak memiliki sifat sel dewasa normal jaringan asalnya. Semua tumor jinak umumnya berdiferensiasi baik. Sebagai contoh tumor jinak otot polos yaitu leiomioma uteri. Sel tumornya menyerupai sel otot polos. Demikian pula lipoma yaitu tumor jinak berasal dari jaringan lemak, sel tumornya terdiri atas sel lemak matur menyerupai sel jaringan lemak normal. Tumor ganas berkisar dari yang berdiferensiasi baik sampai kepada yang tidak berdiferensias. Tumor ganas yang terdiri dari sel-sel yang tidak berdiferensiasi disebut anaplastik. Anaplastik berasal tanpa bentuk atau

kemunduran yaitu kemunduran dari tingkat diferensiasi tinggi ke tingkat diferensiasi rendah. Anaplasia ditentukan oleh sejumlah perubahan gambaran morfologik dan perubahan sifat pada anaplasia terkandung 2 jenis kelainan organisasi yaitu kelainan organisasi sitologi dan kelainan organisasi posisi. Anaplasia

sitologik menunjukkan pleomorfi yaitu beraneka ragam bentuk dan ukuran insel tumor. Sel tumor berukuran besar dan kecil dengan bentuk yang bermacam-macam mengandung banyak DNA sehingga tampak lebih gelap (hiperkromatik). Anaplasia posisional menunjukkan adanya gangguan hubungan antara sel tumor yang satu dengan yang lain terlihat dari perubahan struktur dan hubungan antara sel tumor yang abnormal. 2. Derajat Pertumbuhan Tumor jinak biasanya tumbuh lambat sedangkan tumor ganas cepat, tetapi derajat kecepatan tumbuh tumor jinak tidak tetap, kadang kadang tumor jinak tumbuh lebih cepat daripada tumor ganas karena tergantung pada hormone yang mempengaruhi dan adanya penyediaan darah yang memadai. Pada dasarnya derajat pertumbuhan tumor berkaitan dengan tingkat diferensiasi sehingga kebanyakan tumor ganas tumbuh lebih cepat daripada tumor jinak. Derajat pertumbuhan tumor ganas tergantung pada 3 hal,yaitu : 1. Derajat pembelahan sel tumor 2. Derajat kehancuran sel tumor 3. Sifat elemen non-neoplastik pada tumor Tumor ganas yang tumbuh cepat sering memperlihatkan pusat-pusat daerah nekrosis atau iskemik. Ini disebabkan oleh kegagalan penyajian daerah dari host kepada selsel tumor ekspansif yang memerlukan oksigen. 3. Invasi lokal Hampir semua tumor jinak tumbuh sebagai massa sel yang kohesif dan ekspansif pada tempat asalnya dan tidak mempunyai kemampuan

mengilfiltrasi, invasi atau penyebaran ke tempat yang jauh seperti pada tumor ganas. Oleh karena tumbuh dan menekan perlahan lahan maka biasanya dibatasi jaringan ikat yang tertekan disebut kapsul atau simpai yang

memisahkan jaringan tumor dari jaringan sehat sekitarnya. Simpai sebagian besar timbul dari stroma jaringan sehat diluar tumor, karena sel parenkim atropi akibat tekanan ekspansi tumor. Oleh karena ad simpai maka tumor a jinak terbatas tegas, mudah digerakkan pada operasi. Tetapi tidak semua tumor jinak berkapsul,ada tumor jinak yang tidak berkapsul misalnya hemangioma. Tumor ganas tumbuh progresif , invasive dan merusak jaringan sekitarnya. Pada umumnya terbatas tidak tegas dari jaringan sekitarnya. Namun demikian ekspansi lambat dari tumor ganas dan terdorong ke daerah jaringan sehat sekitarnya. Pada pemeriksaan histologik, masa yang tidak berkapsul menunjukkan cabangcabang invasi seperti kaki kepiting mencengkeram jaringan sehat sekitarnya. Kebanyakan tumor ganas invasive dan dapat menembus dinding dan alat tubuh berlumen seperti usus, dinding pembuluh darah, limfe atau ruang perineural. Pertumbuhan invasive demikian menyebabkan reseksi pengeluaran tumor sangat sulit. Pada carsinoma in situ misalnya di serviks uteri, sel tumor menunjukkan tanda ganas tetapi tidak menembus membrane basal. Dengan berjalannya waktu sel tumor tersebut akan menembus membrane basal. 4. Metastasis (Penyebaran) Metastasis adalah penanaman tumor yang tidak berhubungan dengan tumor primer. Tumor ganas menimbulkan metastasis sedangkan tumor jinak tidak. Infasi sel kanker memungkinkan sel kanker menembus pembuluh darah, pembuluh limfe dan rongga tubuh, kemudian terjadi penyebaran. Dengan beberapa perkecualian semua tumor ganas dapat bermetastasis misalnya glioma dan karsinoma sel basal, keduanya sangat infasif, tetapi jarang bermetastasis. Umumnya tumor yang lebih anaplastik, lebih cepat timbul dan kemungkinan terjadinya metastasis lebih besar. Tumor kecil berdiferensiasi baik, tumbuh lambat, kadang- kadang metastasisnya luas. Sebaliknya tumor tumbuh cepat, tetap terlokalisir untuk waktu bertahuntahun.

Tata Nama 1. Tumor Jinak Epitelial/Mesenkimal (+ OMA) Contoh : Adenoma : tumor jinak sel epitel kelenjar Papilloma : tumor jinak epitel permukaan jari Fibroma : tumor jinak sel fibrosit (mesenkimal) Lipoma : tumor jinak sel lemak Osteoma : tumor jinak osteosit (tulang) Chondroma : tumor jinak tulang rawan Leiomyoma : tumor jinak otot polos Rhabdomyoma : tumor jinak otot polos 2. Tumor Ganas Epitelial (+Carcinoma/(Ca)) Tumor Ganas Mesenkimal (+Sarcoma) Contoh :Adenoma: Adeno Ca Papiloma: Papillary Carcinoma Adenoma hepar: Hepatocellular Ca Nevus: Melanocarcinoma (melanoma maligna) Fibroma: Fibrosarcoma Lipoma : Liposarcoma Osteoma: Osteosarcoma 3. Perkecualian: Hepatoma = Hepato Cellular Carcinoma tumor ganas sel hati Basalioma = Basal Cell Carcinoma tumor ganas sel basal Limfoma = Limfoma Maligna tumor ganas jaringan limfoid (mesenkimal). membentuk struktur

Pengertian Kanker Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk: 1. Tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal) 2. Menyerang jaringan biologis di dekatnya.

3. Bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis Pada umumnya tidak ada keluhan khas dan keluhan umum adalah: a. Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan atau gangguan b. Alat pencernaan terganggu atau sukar menelan c. Suara atau batuk yang tak sembuh-sembuh d. Payudara atau tempat lain terdapat benjolan e. Andeng-andeng yang berubah sifatnya f. Darah dan lendir abnormal yang keluar dari tubuh g. Adanya koreng/borok/luka kering atau basah yang tidak sembuh-sembuh

Diagnosa yang dilakukan : Fisik Radiologis Laboratorium Sitologi Histopatologi Gold standar

Penyebab Kanker Segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya kanker disebut karsinogen. Dan berbagai penelitian dapat diketahui bahwa karsinogen dapat dibagi ke dalam 4 golongan : 1. Bahan kimia Kebanyakan karsinogen kimia ialah pro karsinogen yaitu karsinogen yang memerlukan perubahan metabolis agar menjadi karsinogen aktif, sehingga dapat menimbulkan perubahan pada DNA, RNA, atau protein sel tubuh. 2. Virus Virus yang bersifat karsinogen disebut virus onkogenik. Virus DNA dan RNA dapat menimbulkan transformasi sel. Mekanisme transformasi sel oleh virus RNA adalah setelah virus RNA diubah menjadi DNA provirus oleh

enzim reverse transeriptase yang kemudian bergabung dengan DNA sel penjamin. Setelah mengenfeksi sel, materi genitek virus RNA dapat membawa bagian materi genitek sel yang di infeksi yang disebut V -onkogen kemudian dipindahkan ke materi genitek sel yang lain. 3. Radiasi (ion dan non-ionisasi) Radrasi UV berkaitan dengan terjadinya kanker kulit terutama pada orang kulit putih. Karena pada sinar /radiasi UV menimbulkan dimmer yang merusak rangka fosfodiester DNA. 4. Agen biologic a. b. c. Hormon Mikotoksin Parasit : bekerja sebagai kofaktor pada karsinogenesis : Mikotoksin ialah toksin yang dibuat oleh jamur : Parasit yang dihubungkan dengan terjadinya kanker ialah

schistosoma dan d. clonorchis sinensis.

Faktor-faktor mempengaruhi angka kejadian kanker : 1. Jenis kelamin 2. Umur 3. Ras (suku bangsa) 4. Lingkungan 5. Geografik 6. Herediter

Pencegahan Dini Kanker Untuk menemukan stadium dini kanker harus dilakukan pemeriksaan rutin pada pasien yang tidak menunjukkan gejala. Beberapa usaha penemuan kanker tingkat dini : 1. Pemeriksaan sitologi serviks ( PAPTES ) rutin tahunan pada wanita berusia > 35 tahun.

2. Usia 50 tahun atau lebih diadakan pemeriksaan sigmoideskopi tiap 3-5 tahun, untuk menemukan lesi pada rectum. 3. SADARI ( memeriksa payudara sendiri ) bulanan,untuk menemukan benjolan kecil pada payudara sendiri. 4. Pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara berkala. 5. Agar memperhatikan tanda WASPADA akan kanker.

Prognosis Tergantung pada: a. b. c. d. e. f. Asal Tumor Jenis Tumor Gambaran Histopatologi Stadium Ketahanan Tubuh Terapi Prognosa : dipakai 5-year/10-year survival rate

Contoh : Ca Mamma std III

5-ysr 30%, 10-ysr 17%

Daftar Pustaka Sudiono, Janti. 2008. Pemeriksaan Patologi untuk Diagnosis Neoplasma Mulut. Jakarta: EGC Jong, Wim de. 2004. Kanker Apakah itu? Pengobatan Harapan dan Dukungan. Jakarta: Adcan Sarjadi . 1999. Patologi Umum dan Sistematik Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

Anggota kelompok yang paling banyak bekerja: 1. Diana Panji Sutayani 2. Nurmalita Fitria Dewi Anggota kelompok yang paling sedikit bekerja: 1. Ria Pratiwi 2. Angger Anugerah 3. Farid Kusuma 4. Nurul Laili

10