Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KELOMPOK 1

KAJIAN KEBAHASAAN
TENTANG
KONSEF PARAGRAF DALAM KESATUAN WACANA

Oleh
HIDAYAT (2086206043)
KARTINI
LIZA AMANDA PUTRI

SEMESTER 2 REGULER

DosenPengampu :
Deri Wan Minto, M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUMATERA BARAT
2021
A. Pengertian Paragraf

Istilah paragraf sering disebut pula alinea. Paragraf merupakan kesatuan pikiran yang
lebih tinggi atau lebih luas dari kalimat. Oleh sebab itu, paragraf merupakan himpunan
sejumlah kalimat yang bertalian dan mendukung satu gagasan. Dalam sebuah paragraf,
gagasan itu menjadi jelas oleh adanya uraian yang dikemukakan dalam bentuk kalimat-
kalimat penjelas.

Dalam sebuah paragraf, terdapat beberapa kalimat. Dari beberapa kalimat tersebut,
biasanya terdapat kalimat yang mengandung gagasan utama atau ide pokok dan gagasan
pendukung. Gagasan utama merupakan ide paling pokok atau induk gagasan dari
gagasan-gagasan lainnya (hal umum). Gagasan utama kemudian dapat dikembangkan
dengan gagasan lain yang bersifat pendukung (hal-hal khusus). Gagasan pendukung
menjadi semacam penjelas atau pemaparan yang lebih jelas dan mendalam dari gagasan
utama. Gagasan pendukung dapat ditemukan dalam alasan dan perincian atau contoh dari
sebuah uraian, yang bersumber dari gagasan utama.

B. Jenis-jenis Paragraf

Pola paragraf dalam sebuah tulisan dapat beraneka ragam. Berdasarkan pola pikir dalam
meletakkan kalimat utama, dapat dikenal tiga pola paragraf, yakni paragraf deduktif,
paragraf induktif, dan paragraf campuran (deduktif-induktif). Sebuah paragraf tergolong
berpola deduktif apabila kalimat utamanya terletak di awal paragraf, sedangkan jika
kalimat utamanya terletak di akhir paragraf tergolong paragraf berpola induktif.
Sementara itu, apabila kalimat utamanya terletak di awal dan akhir paragraf tergolong
paragraf berpola campuran (deduktif-induktif). Berdasarkan teknik pengembangannya,
dapat dikenal beberapa pola paragraf, yakni paragraf umum-khusus, perbandingan dan
pertentangan, analogi, contoh, sebab-akibat, proses, dan klimaks-antiklimaks.

1. Pola Klimaks-Antiklimaks

Paragraf klimaks adalah paragraf yang dikembangkan dengan perincian gagasan dari gagasan
yang paling rendah, bawah, atau sederhana menuju gagasan yang paling tinggi atau
kompleks. Sementara itu, paragraf antiklimaks adalah sebaliknya.

Contoh: Pada waktu jumlah mahasiswa belum banyak, pembangunan ruang kelas di kampus
kami cukup seluas 5 x 6 m. Setelah jumlah mahasiswa yang diterima cukup banyak, yakni
per kelasnya mencapai 50 mahasiswa, ruang kelas yang ada sudah tidak representatif. Untuk
itu, perlu penyediaan ruang kelas yang berkapasitas 50 mahasiswa, bahkan perlu disediakan
berbagai ruang yang berkapasitas di atas 50 orang. Dengan demikian, pada tahun anggaran
ini akan dibangun ruang kelas yang representatif, masing-masing seluas 10 x 15 m. Di
samping itu, akan dibangun pula ruang sidang, ruang pertemuan, ruang seminar, dan lain-lain
yang berkapasitas lebih dari 100 orang.
2. Pola Umum-Khusus 

Paragraf umum-khusus adalah paragraf yang dimulai dengan kalimat topik atau gagasan
utama kemudian diikuti kalimat-kalimat rincian atau penjelasan.

Contoh: Dalam pendidikan, agama mempunyai fungsi ganda, yakni fungsi motivasi dan
fungsi psikologis. Sebagai motivasi, agama berfungsi untuk menumbuhkan etos yang positif
dan etik puritan, sedang dalam fungsi psikologis, agama untuk memberikan ketenteraman
tatkala batin seseorang sedang goncang dan tatkala hawa nafsu sedang bergejolak untuk
mencari kepuasan melanggar hak-hak kewajiban dirinya. Agama, yang terakhir ini berfungsi
sebagai hidayah tatkala seseorang begitu saja hendak menyeberang dan sekaligus
memberikan pegangan agar seseorang tidak hanyut dalam zaman bendu (edan), yaitu tatkala
dunia sudah penuh dengan tingkah laku konformis negatif, yang tidak jelas mana yang salah
dan mana yang benar.

3. Pola Sebab-Akibat

Paragraf sebab-akibat adalah paragraf yang dikembangkan dengan mengungkapkan sebab-


sebab dahulu sebagai gagasan utama kemudian akibat sebagai gagasan penjelas, atau
sebaliknya.

Contoh: Hampir setiap pagi dan sore hari, jalan Ir. Juanda di depan Pasar Simpang Bandung
tampak semrawut. Lebih dari separuh jalan kendaraan digunakan oleh para pedagang kaki
lima untuk menjajakan dagangannya. Untuk mengatasinya, pemerintah melakukan
pengaturan dan penertiban para pedagang kaki lima. Hal tersebut terpaksa dilakukan,
mengingat pelanggaran para pedagang di tempat itu telah melewati batas sehingga
menimbulkan kemacetan lalu lintas.

4. Pola Definisi Luas

Arti definisi dalam sebuah paragraf adalah usaha penulis untuk memberikan keterangan atau
arti terhadap suatu hal atau objek. Dalam pola ini penulis dapat mengemukakan hal atau
objek yang berupa definisi formal, definisi dengan contoh dan keterangan lain yang bersifat
menjelaskan arti dari suatu hal atau objek yang dibahas.

Contoh :

Istilah Globalisasi memiliki arti keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar
manusia di seluruh dunia melalui kerjasama di dalam perdagangan, investasi, perjalanan,
budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Sehingga batas-batas antar negara
menjadi semakin sempit. Globalisasi merupakan suatu proses di mana antar individu, antar
kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu
sama lain yang melintasi batas negara mereka. Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai
banyak karakteristik yang sama dengan istilah internasionalisasi, sehingga kedua istilah ini
seringkali dipertukarkan. Beberapa pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang
dikaitkan dengan berkurangnya peran suatu negara atau batas-batas sebuah negara.

5. Pola Klasifikasi

Pola Klasifikasi adalah suatu pola dengan cara mengelompokan berbagai hal atau objek yang
dianggap memiliki kesamaan ke dalam satu kategori. Sehingga hubungan di antara berbagai
hal atau objek itu menjadi satu kesatuan yang utuh.

Contoh :

Ikan air tawar dibagi menjadi tiga golongan, yakni ikan peliharaan atau ikan hias, ikan buas,
dan ikan konsumsi. Ikan peliharaan atau ikan hias terdiri dari ikan-ikan yang mudah
diperbanyak dan memiliki keindahan warna maupun bentuk. Contohnya: ikan koi, ikan mas,
ikan arwarna, dan lain-lain. Ikan buas memiliki sifat predator terhadap ikan-ikan lain.
Contohnya: ikan piranha dan ikan aipama. Ikan konsumsi, mudah dipelihara dan memiliki
keuntungan secara ekonomis. Contohnya: ikan paray, ikan nila dan ikan ikan jeler.

Anda mungkin juga menyukai