Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN

PRAKTEK KERJA INDUSTRI


Jln.lemahabang no. 13

Dengan Judul:
PRODUKSI IKLAN UNTUK RADIO MENGGUNAKAN COOL EDIT

Uji Kompetensi Keahlian :

Disusun oleh

Nama: EDWIN SAPUTRA


Nis:
Program keahlian: Multimedia

YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM ( YPLI )


SMK PK MEKANIKA BUNTET PESANTREN CIREBON
TEKNOLOGI MANUFAKTUR DAN REKAYASA
NPSN : 20244687 NSS : 322021708002
STATUS TERAKREDITASI “ B “
Jl. YLPI Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon Kec. Astanajapura, Kab. Cirebon
45181
email : smkmekanika@gmail.com Tlp. (0231) 636636 Web.
Smk_mekanika.sch.id

\
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH

SMKS MEKANIKA BUNTET PESANTREN

Laporan ini telah diperiksa dan disetujui pada :

Oleh,
Kepala Program Studi Guru Pembimbing,

Asep syaefuddin S.Ko Aim madaim S.Sos.I


m.
NBM : 108 4 985 NBM : -
Mengetahui,

Kepala Sekolah Waka. Hubin

Moh. Lutfi Yusuf NZ, MA. Asep hidayat, S.Pd.

iii
LEMBAR PENGESAHAN RADIO SUARA INSANI

Laporan ini telah diperiksa dan di setujui pada:

Tanggal 20 Bulan Juli Tahun Dua Ribu Dua Dua

Pimpinan Perusahaan Pembimbing,

AKHMAD YUSUP SUPANDI BRIAN


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan Hidayah-
Nya, Penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini. Dalam penyusunan laporan ini,
Penulis mengalami kesulitan dalam menyusun data-data sebagai bahan laporan ini, namun
semuanya dapat diselesaikan dengan baik atas ketekunan dan kesabaran serta bantuan dari
semua pihak.

Penulis hanya dapat bersyukur atas dukungan , bantuan dan dorongan serta bimbingan dari
berbagai pihak, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini.

Maka dalam laporan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :


1. Orang tua tercinta yang telah memberikan bantuan moril maupun materil serta do’a
restunya.
2. Yang terhormat Bapak, selaku Kepala SMK Negeri 1 Lelea.
3. Yang terhormat Bapak Taufik Umar, S.Kom, selaku Ketua Program Keahlian Multimedia
SMK Negeri 1 Lelea.
4. Yang terhormat Bapak Akhmad Yusup Supandi, selaku Pembimbing DU/DI Perusahaan
Studio Tu7uh Bandung.
5. Yang terhormat Bapak Asep Wahyudi, selaku Manager Perusahaan CV.Studio Tu7uh
Bandung.
6. Staff dan karyawan Perusahaan Multimedia Digital Print.
7. Teman-temanku di SMK Negeri 1 Lelea yang telah banyak membantu, serta rekan-rekan
yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu.

Namun sebagai manusia biasa, Penulis tak lepas dari kesalahan, untuk itu dalam kesempatan
ini Penulis memohon maaf atas segala kekurangan baik disadari maupun tidak.

Cirebon,

Penulis,

Edwin Saputra
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………………………...
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………...
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Pengertian………………………………………………………………..
1.2 Tujuan Prakerin…………………………………………………………..
1.3 Dasar Penyelenggaraan…………………………………………………..
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejaran Perusahaan………………………………………………………
2.2 Profil Perusahaan………………………………………….......................
2.3 Jenis Pekerjaan…………………………………………………………...
2.4 Logo Perusahaan…………………………………………………………
2.5 Strategi…………………………………………………………………
2.6 Struktur Organisasi………………………………………………………
2.7 Lokasi dan Denah Perusahaan…………………………………………...
BAB III PROJECT PRAKTEK KERJA INDUSTRI
Membuat Manipulasi Efek Dream
3.1 Tujuan…………………………………………………………................
3.2 Alat dan Bahan…………………………………………………...............
3.3 Perancangan atau Pengeditan Photo……………………………………..
3.4 Proses Pencetakan………………………………………………………..
3.5 Keselamatan dan Kesehatan Kerja……………………………………….

BAB IV DOKUMENTASI
4.1 Perusahaan………………………………………………………………
4.2 Proses Pengeditan………………………………………………………
4.3 Proses Pencetakan………………………………………………………..
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan………………………………………………………………
5.2 Saran-saran……………………………………………………………….
BIOGRAFI PENULIS…………………………………………………………………………...
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pengertian
Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan
keahlian yang memasukan secara sistematik dan sinkron antara program sekolah dengan
penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung pada dunia
industri.

Hal ini penting dilaksanakan dalam upaaya mendorong siswa SMK memiliki standar mutu
yang dibutuhkan oleh industri / dunia usaha. Peningkatan kompetensi dalam Prakerin di
harapkan dapat mengembangkan potensi dan kreatifitas siswa sesuai minat dan bakat.

1.2 Tujuan Prakerin


1.2.1 Tujuan Umum
a. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian, yaitu tenaga kerja yang
memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan
kebutuhan industri / dunia usaha.
b. Memperkokoh link and mach antara sekolah dengan dunia kerja.
c. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang
berkualitas.
d. Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai
bagian dari proses pendidikan.

1.2.2 Tujuan Khusus


a. Mempersiapkan para siswa agar dapat bekerja secara mandiri, bekerja dalam
tim dan mengembangkan potensi dan kreatifitas sesuai dengan minat dan
bakat.
b. Meningkatkan status dan kepribadian siswa sehingga tanggung jawab dan
disiplin meningkat.
c. Memberikan kesempatan kerja kepada siswa untuk menjadi tenaga kerja
terampil dan produktif sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

1.3 Dasar Penyelenggaraan


Yang mendasari pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah sebagai berikut :
1. UU No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1990, tentang Pendidikan Menengah.
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional republic Indonesia No. 22 Tahun 2006, tentang
Standarisasi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional republic Indonesia No. 23 Tahun 2006, tentang
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan


Sejarah Perusahaan CV. Studio Tu7uh adalah salah satu perusahaan yang bergerak di
bidang jasa fotografi. Studio Tu7uh didirikan pada awal tahun 2006 dengan tujuan
memaksimalkan dan memberdayagunakan seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki
oleh pendirinya, yang lahir dari latar belakang dunia fotografi, akan tetapi telah memiliki
pengalaman di dalam dunia photografi, khususnya photografi pernikahan serta fotografi
studio.

2.2 Profil Perusahaan


Dengan semangat menciptakan dunia usaha fotografi menuju kea rah yang lebih baik dan
professional serta bias memenuhi tuntutan konsumen yang semakin hari semakin
kompleks. Dengan dukungan teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten di
bidangnya, studio tu7uh Photografi dapat bersaing dalam usaha jasa fotografi di Bandung.

Studio Tu7uh Photografi dalam usahanya yang menginjak tahun ke empat dapat
membuktikan kepada konsumennya bahwa produk fotografi dibidang wedding
photography menjadi produk yang bias memuaskan karena digarap secara professional
serta dengan kemasan yang eksklusif.

Selain pedoman ini, Studio Tu7uh akan menggunakan beberapa pedoman lainnya yang
akan berfungsi untuk mengatur jalannya bisnis fotografi secara optimal, seperti
manajemen kerja, system administrasi, tujuan jangka pendek dan panjang.

Visi dan Misi menjadi perusahaan studio fotografi yang selalu terbaru dalam hasil karya
fotografinya, serta memperhatikan kebutuhan klien agar yang dituju tercapai.

2.3 Jenis Pekerjaan


Bidang usaha fotografi yang akan dijalankan oleh Studio Tu7uh menggunakan konsep
Studio Tu7uh secara langsung. Jasa foto yang akan ditawarkan kepada para calon
konsumen potensial terbagi atas beberapa kategori utama, yang masing-masing terdiri dari
jasa utama yang ditawarkan dan jasa tambahan yang mungkin akan diakomodir oleh
kategori jasa tersebut.

Proses pelayanan jasa yang akan dilakukan oleh Studio Tu7uh terbagi atas dua bagian,
yaitu foto studio (indoor) dan foto pernikahan.
1. Foto Studio (Indoor)
Kategori jasa ini akan mengakomodir segala kebutuhan konsumen yang berhubungan
dengan foto studio (indoor) yang dilaksanakan di dalam studio. Bentuk jasa foto
studio tersebut dapat berupa berbagai macam jenis, antara lain : pas foto, foto
keluarga, foto model, foto pasangan dan lain-lain.

2. Foto Pernikahan
Pada kategori ini foto pernikahan di bagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Foto liputan pernikahan, yang dilaksanakan pada saat upacara pernikahan serta
resepsi pernikahan.
b. Foto pra nikah yang di laksanakan sebelum pernikahan yang biasanya di
laksanakan di luar studio (outdoor) di sesuaikan dengan konsep pernikahan.

2.4 Logo Perusahaan

Gambar 01. Logo Perusahaan Studio Tu7uh Photography

2.5 Strategi
Dalam mencapai tujuan bisnisnya, Studio Tu7uh memiliki beberapa strategi utama, yaitu :
a. Penentuan target market pada pasar yang belum tergarap oleh competitor lainnya,
atau dengan kata lain, strategi Studio Tu7uh terletak pada pengoptimalisasian pasar.
b. Penggunaan mekanisme manajemen yang diharapkan dapat memunculkan tingkat
efisiensi yang tinggi di dalam aktifitas operasional Studio Tu7uh. Selain itu Studio
Tu7uh juga akan berusaha mencapai tujuan bisnis jaasa fotografinya dengan
melakukan beberapa setrategi bisnis fotografi yang dianggap tepat.

2.6 Struktur Organisasi CV Studio Tu7uh


Berikut struktur organisasi CV. Studio Tu7uh :

Gambar 02. Struktur Organisasi CV. Studio Tu7uh


Praktikan di posisikan sebagai Creative Design yang berperan sebagai konseptor album
pernikahan yang di komunikasikan kepada fotografer sebagai bahan pembelajaran dalam
pembuatan album pernikahan.

2.7 Lokasi dan Denah Perusahaan


CV. Studio Tu7uh terletak di Jl....................................................................Bandung
diatas tanah seluas...............m2 / hektar.

Gambar 03. Denah Lokasi CV. Studio Tu7uh Bandung

Gambar 04. Ruang Kerja


BAB III
PROSES PRODUKSI IKLAN RADIO
DI RADIO PENDIDIKAN SWARA INSANI FM

A. ALAT –ALAT PRODUKSI IKLAN RADIO

Ada dua ruang yang digunakan untuk produksi yaitu:

1. Ruang penyiar atau noonser yang terdiri dari;

a. Microfone adalah alat yang mengubah suara menjadi sinyal listrik.

Microfhone dipakai pada banyak alat seperti telepon, tip rekorder, alat bantu dengar, dan

pengudaraan radio dan televisi. Penggunaan microfone tentu saja memerlukan perangkat

keras tambahan untuk menerima input suara tersebut yaitu sound card, dan speaker untuk

mendengarkan hasil rekaman suara.

b. Headfhone adalah alat yang berfungsi untuk mendengarkan hasil rekaman iklan radio yang

langsung masuk dalam indra pendengaran yaitu telinga.

c. Stand Microfhone adalah tiang yang berfungsi sebagai tempat untuk microfone .Berdiri

sendiri yang dalam artianya adalah stand microphone tidak terhubung dalam suatu

jaringan.

2. Ruang operator yang terdiri dari:


a. Satu set komputer yang dilengkapi dengan software Cool Edit Pro yang digunakan untuk

editing sebuah iklan radio.Pemilihan software Cool Edit Pro yang digunakan karena

software yang paling mudah untuk dioperasikan.

b. Mixer yang berfungsi sebagai pencampur atau mencampur suara-suara yang dibutuhkan

dalam proses editing untuk pembuatan sebuah iklan radio.

c. Pesawat Habird yang berfungsi sebagai penguat pesawat telepone dimana akan

menampung audio atau suara yang nantinya akan masuk kedalam tahap pencampuran yang

nantinya diolah oleh alat yang bernama Mixer.

d. Speaker Monitor berfungsi sebagai alat yang mampu mengeluarkan suara-suara atau

audio,khususnya dari suara-suara yang telah di edit oleh Mixer dan komputer.

e. Rak distributor berfungsi sebagai daya tenaga untuk menghidupkan semua peeralatan yang

terdapat pada Mixer, yang di dalamnya terdapat sebuah alat yaitu, tape back yang berfungsi

memutar kembali audio atupun iklan yang dianggap telah melalui tahap finising untuk

diperdengarkan kembali sebagai bahan evaluasi apakah ada kekurangan- kekurangan

maupun kesalahan didalam proses produksi iklan radio tersebut.Tape back yang digunakan

Lembaga Penyiaran Publik RRI Surakarta ada dua jenis yaitu: TASCAM CD – A500 dan

TASCAM 112 MK II dimana fungsi keduanya sama yaitu untuk memutar kembali iklan
radio yang telah selesai diproduksi,hanya berbeda tahun pembuatanya.Tape back menjadi

satu bagian dengan rak distributor,namun berbeda fungsi.

B. JENIS – JENIS IKLAN RADIO

1. Iklan spot yaitu sebuah spot iklan yang materinya berisi penawaran produk atau jasa.

Contohnya seperti menawarkan sebuah produk motor

, dan juga menawarkan sebuah jasa catering atau jasa sewa gedung dan lain sebagainya.

2. Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan

untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus

mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum.

Contohnya iklan tentang himbauan bahaya narkoba, iklan tentang proses pemilihan

pemimpin daerah yang benar, dan lain sebagainya.

3. Iklan ad lib adalah iklan yang disampaikan oleh penyiar yang dibacakan secara langsung

sebuah naskah iklan. Atau pengertian yang mudahnya adalah kabar – kabar atau woro-

woro, yaitu informasi mengenai suatu event – event, seperti acara seminar, konser musik,

pagelaran, pementasan, dan lain sebagainya.

C. PROSES PRODUKSI IKLAN RADIO

Proses produksi iklan radio yang diterapkan oleh Lembaga Penyiaran Publik RRI

Surakarta. Lembaga Penyiaran Publik RRI Surakarta adalah stasiun radio milik negara di

wilayah solo yang didalamnya mempunyai


layanan untuk membuat suatu iklan radio. Layanan memproduksi suatu iklan radio tersebut

ditujukan kepada masyarakat luas yang ingin memberikan suatu informasi kepada para

pendengar radio RRI Surakarta yang berisi tentang suatu iklan korporasi, iklan produk,

iklan layanan masyarakat,iklan adlips,dan lain-lain. Seluruh kegiatan produksi iklan radio

disini merupakan interaksi langsung dengan pengiklan dan memberikan kepuasan terhadap

pengiklan. Adapun kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kegiatan produksi iklan

radio adalah sebagai berikut :

1. Tahap Pertama

Pengumpulan data, Sebelum iklan radio diproduksi, proses yang pertama kali dilakukan

untuk membuat suatu iklan radio adalah pengumpulan data dan materi, dimana

pengumpulan data diperoleh dari klien, data-data yang diperoleh dari klien akan dipelajari

dan dibahas dengan klien hal apa saja yang disertakan dan diinginkan oleh klien didalam

iklan radio tersebut, yang nantinya data-data dan materi tersebut diserahkan pada bagian

Layanan Usaha.Dimana tugas dari Layanan Usaha adalah melayani segala keinginan klien

yang berhubungan dengan publikasi atau informasi dan termasuk pembuatan naskah iklan

radio.

2. Tahap kedua

Pembuatan naskah iklan radio, yang berikutnya adalah pembuatan kerangka iklan atau

naskah iklan. Dalam proses ini naskah iklan dibuat oleh orang yang ahli dalam membuat

naskah iklan yang berada


dibagian Layanan Usaha. Setelah naskah iklan tersebut telah selesai dibuat, kemudian

naskah iklan tersebut diperlihatkan oleh klien, apabila klien sudah merasa puas dan cocok

dengan naskah iklan tersebut, naskah iklan diserahkan di bagian produksi. Tapi apabila

klien merasa tidak suka maka akan dilakukan revisi.

3. Tahap ketiga

Pembuatan komponen iklan radio, setelah tahap pembuatan naskah iklan selesai maka

dilanjutkan dengan pembuatan komponen iklan di ruang studio produksi, seperti

perekaman percakapan dialog (percakapan yang dilakukan oleh satu orang ) atau monolog

(percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih) untuk kebutuhan yang diperlukan

iklan radio tersebut berdasarkan naskah iklan yang telah dibuat.Tidak hanya perckapan

dialog dan monolog saja yang direkam, tetapi juga audio atau suara-suara yang diperlukan

untuk dijadikan sebagai backsound. Yang dimaksud dengan backsound adalah suara-suara

atau audio yang mengiringi iklan tersebut,biasanya volume suara lebih kecil dari volume

narator (pembaca naskah iklan).Yang nantinya hasil rekaman tersebut ditampung dalam

komputer.

4. Tahap keempat

Penggabungan komponen iklan atau mixing, penggabungan atau mixing yaitu, proses

mencampur atau mengkombinasikan komponen- komponen yang telah ada. Jadi setelah

melalui tahap pembuatan


komponen iklan ,hasil dari semua rekaman tersebut digabungkan. Seperti suara narator,

backsound, lagu, audio-audio yang dibutuhkan dicampur menggunkaan alat yang

dinamakan mixer yang fungsinya untuk mencampur suara-suara yang dibutuhkan untuk

pembuatan suatu iklan radio. Yang selanjutnya diedit atau dilakukan penataan audio

melalui komputer.

5. Tahap kelima

Editing, proses editing atau proses penataan ulang dari tahap-tahap sebelumnya.Yaitu

proses penataan terhadap hasil dari mixing supaya mendapatkan alur cerita yang jelas dan

suara atau volume yang pas.Supaya tidak terjadi tumpang tindih diantara suara-suara yang

laen dan mendapatkan suara yang indah. Di dalam proses editing, soft ware yang dipakai

adalah Cool Edit Pro.Setelah proses editing selesai kemudian hasil dari editing tersebut

diperdengarkan kembali menggunakan alat Tape Back, yaitu alat yang berfungsi memutar

kembali iklan radio yang telah selesai atau melalui tahapan finising untuk diperdengarkan

kembali sebagai bahan evaluasi apakah ada kekurangan maupun kesalahan di dalam proses

pembuatan iklan radio tersebut.

6. Tahap keenam

Burning atau pembakaran yaitu proses final yang dilakukan setelah melalui tahap-tahap

sebelumnya. Burning atau pembakaran yang dimaksud disini adalah proses pembakaran

iklan radio yang pada


mulanya ilklan radio telah selesai dan disimpan dalam file dalam bentuk mp3 yang

kemudian dibakar atau dipindahkan dalam bentuk CD atau istilah dalam komputerisasinya

adalah proses burning, supaya dapat diperdengarkan oleh klien lewat dvd player, komputer,

dll. Setelah iklan telah jadi, kemudian iklan radio tersebut diperdengarkan oleh klien

apakah sudah sesuai dengan apa yang diinginkan klien. Jika klien sudah menyukai iklan

radio tersebut maka sudah dapat diudarakan.

D. AKTIVITAS MAGANG

1. Minggu pertama

Perkenalan dengan para pekerja bagian Layanan Usaha , mengenal ruang – ruang produksi

iklan radio,beradaptasi dengan dunia kerja di Lembaga Penyiaran Publik Surakarta,

mempelajari dan mencoba alat

– alat produksi iklan radio. Yang kemudian dilanjutkan dengan mengikuti kegiatan

pembuatan naskah iklan spot sosialisasi pemiilukada Boyolali, berinisiatif untuk membuat

naskah iklan Spot Sosialisasi Pemilukada Boyolali dengan menerapkan hal –hal yang

didapat dari senior dengan menggunakan media komputer sendiri. Pembahasan spot iklan

yang dibuat sendiri dengan senior,mencoba memahami bahasa daerah Boyolali untuk

mendapatkan background daerah Boyolali untuk diterapkan kedalam naskah iklan.

Kemudian merevisi iklan spot tersebut. Mengikuti dan ikut mencoba proses produksi iklan

spot di ruang operator produksi iklan radio.

2. Minggu kedua
Mengikuti pembuatan iklan spot koesplusan, membuat naskah iklan spot koesplusan.Diskusi dengan

senior bagaimana cara mengolah kata dan kalimat yang kreatif untuk sebuah iklan spot

koeplusan.Memahami dan banyak mendengar iklan- iklan spot yang telah dibuat oleh senior. Mencoba

melakukan pemilihan backsound, mengolah dan kemudian menerapkan proses mixing untuk iklan spot

koesplusan dengan ide – ide sendiri.

3. Minggu ketiga

Membuat naskah iklan Ad lib Dies natalies UNS, membuat rangka naskah iklan Ad lib dengan senior.

Pembahasan dan revisi iklan ad lib yang dibuat sendiri dengan senior, Mengikuti proses perekaman suara

guna mengisi materi dari iklan ad lib.Mengedit iklan ad lib di ruang operator iklan radio menggunakan

komputer yang dilengkapi dengan programnya, yaitu program cool edit pro. Memutar ulang iklan yang

telah jadi untuk didengarkan oleh senior.

4. Minggu keempat

Membuat naskah iklan spot Kongso Adu Jago, menerima penilaian dan saran dari senior untuk iklan spot

yang dibuat, melakukan revisi, kemudian mengikuti proses rekaman dialog dari naskah iklan yang telah

dibuat,mengedit backsound dan mencampur data yang ada untuk mendapatkan komposisi yang pas.

Melakukan pembakaran cd atu burning. Memperdengarkan hasil iklan yang jadi kepada senior. Mengikuti

pemutaran iklan kongso adu jago di Pro 2.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Selama melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) penulis dapat menyimpulkan hal
sebagai berikut :
1. Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini bermanfaat untuk mengetahui keterampilan dan
kualitas para siswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari
sekolah.
2. Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini bermanfaat untuk study banding dengan sekolah-
sekolah lain yang kebetulan pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) satu tempat
dalam waktu yang bersamaan.
3. Praktek Kerja Industri (Prakerin) ini bermanfaat untuk menyerap ilmu yang ada di
industry untuk di kembangkan di sekolah dan di rumah untuk berwiraswasta.
4.2 Saran-Saran
1. Ditujukan kepada pihak Sekolah
a. Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tingkatkan lagi agar mutu pendidikan
menjadi lebih baik dengan mendatangkan nara sumber (Guru Tamu) dari industry
yang menangani bidang multimedia.
b. Peralatan praktek agar secepatnya dilengkapi karena minimnya peralatan praktek
sangat berpengaruh pada keterampilan kami sehingga keterampilan kami sangat
minim dari beberapa siswa sekolah lain.
c. Sediakan Lab. Komputer khusus untuk Multimedia, karena selama ini kami
kurang begitu nyaman praktek di Lab. Komputer KKPI dikarenakan sering
bentrok sehingga kami pun sering mengalah untuk tidak memakai Lab. Komputer
untuk praktek.

2. Ditujukan kepada pihak DU/DI


a. Dalam pembuatan laporan praktek agar diberikan pengarahan yang cukup jelas
tentang keadaan perusahaan kepada peserta Prakerin.
b. Sebaiknya kerja sama ini tidak hanya selama Prakerin tetapi berlanjut dengan
memberikan kesempatan peserta belajar di lain waktu.
IDENTITAS PESERTA PRAKERIN
Phot
o3x
4

Nama Lengkap :
NIS ;p
Tempat, Tanggal Lahir : InKelas : XI MM
Program Keahlian : Multimedia
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Laki-laki
Golongan Darah :O
Alamat Siswa :
.
E-mail : arya.pradanaputra@gmail.com
No. HP 085 323 446 611
Lelea, 17 Maret 2012
Peserta Prakerin

ARYA PRADANA PUTRA

LAMPIRAN - LAMPIRAN