Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN

PRAKTEK KERJA INDUSTRI


Jln.lemahabang no. 13

Dengan Judul:
PEMASANGAN WIFI BARU

Uji Kompetensi Keahlian :

CARA MEMBUAT ANIMASI MENGGUNAKAN APLIKASI PHOTOSHOP

Disusun oleh

Nama: TRIA TRIYANA


Nis:
Program keahlian: Multimedia

YAYASAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM ( YPLI )


SMK PK MEKANIKA BUNTET PESANTREN CIREBON
TEKNOLOGI MANUFAKTUR DAN REKAYASA
NPSN : 20244687 NSS : 322021708002
STATUS TERAKREDITASI “ B “
Jl. YLPI Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon Kec. Astanajapura, Kab. Cirebon 45181
email : smkmekanika@gmail.com Tlp. (0231) 636636 Web. Smk_mekanika.sch.id

ii
LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH

SMKS MEKANIKA BUNTET PESANTREN

Laporan ini telah diperiksa dan disetujui pada :

Oleh,

Kepala Program Studi Guru Pembimbing,

Asep saepudin, S.Kom Aim madaim S. Sos.I


NBM : 108 4 985 NBM : -
Mengetahui,

Kepala Sekolah Waka. Hubin

Moh. Lutfi Yusuf NZ, MA. Asep hidayat, S.Pd.

ii
LEMBAR PENGESAHAN PT.TELKOM SINDANG

Laporan ini telah diperiksa dan di setujui pada:

Tanggal...............Bulan.............Tahun Dua Ribu..............

Pimpinan Perusahaan Pembimbing,

Rian febriatna Junaedi

iii
BIODATA SISWA

Nama : TRIA TRIYANA

Tempat tanggal lahir : Cirebon,16 juli 2004

Jenis kelamin :Laki laki

Nomor Induk Siswa(NIS) :

Alamat siswa :

Nama orang tua :

Ayah :

Ibu :

Cirebon,.....September 2022
Peserta prakerin,

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia yang telah diberikan nya

selama ini.Alhamdulillah akhirnya kegiatan praktek kerja industri (prakerin) yand

dilaksanakan sejak bulan Juli hingga September di PT.Telkom sindang berhasil

di selesaikan,dengan menyusun laporan praktek kerja industri ini.

Adapun maksud dari tujuan penyusunan laporan ini adalah dalam rangka

memenuhi salah satu persyaratan yang telah di tentukan untuk mengikuti US

(Ujian Akhir Semester) dan UN (Ujian akhir nasional)

Atas bimbingan dan bantuan berbagai pihak sehingga selesainya penyusunan

laporan ini,maka penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Yayasan Lembaga Pendidikan islam (YLPI)

2. Mohammad Luthfi Yusuf NZ,Selaku Kepala sekolah SMK Mekanika


Buntet Pesantren Cirebon

3. Asep Hidayat S.Pd Selaku wakil kepala sekolah hubungan

industri 4.Ahmad Royyan AZ,s.T Selaku kepala urusan kurikulum

5.Asep Saefuddin S.Kom Selaku kepala program

(MultiMedia) 6.Aim Madaim S.Sos.I Selaku Walikelas XII

MultiMedia

7.Aim Madaim S.Sos.I Selaku pembimbing PRAKERIN yang

disekolah 8.Junaedi Selaku Pembimbing Prakerin yang di industri

9.Orang tua,kakak,adik yang saya sayangi

10.Rekan rekan seperjuangan yang saya

banggakan

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, semoga

laporan ini dapat memberikan manfaat baik bagi pembaca sekalian dan bagi

vi
penulis sendiri.

Cirebon, September 2022

vi
i
DAFTAR ISI

Cover depan……………………………………………….....

Lembar pengesahan dari SMKS MEKANIKA ……………..

Lembar pengesahan dari PT.TELKOM SINDANG…………

Biodata Siswa………………………………………………..

Kata Pengantar………………………………………………

Daftar Isi…………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN……………………………

1.1 Latar belakang…………………………..

1.2 Tujuan praktek kerja industri(PKL)……

1.3 Waktu pelaksanaan PRAKERIN………

1.4 Metode pengumpulan data……………..

BAB II KEADAAN UMUM PERUSAHAAN……..

2.1 Profil SMKS MEKANIKA BPC………..

2.1.1 Sejarah SMKS MEKANIKA……...

2.1.2 Struktur SMKS MEKANIKA…….

vii
2.2 Profil Instansi PT.Telkom sindang……...

2.2.1 Sejarah instansi Perusahaan………

2.2.2 Struktur instansi Perusahaan……..

2.2.3 Kegiatan Perusahaan…………….

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan………………………

3.1.1 Proses Perbaikan Gangguan Wi-fi.

3.1.2 Alat untuk memperbaiki…………

3.2 Pembahasan……………………………

BAB IV UJI KOMPETENSI

4.1 Cara mengedit video dengan KineMaster..

4.2 Cara membuat animasi…………………..

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan………………………………

5.2 Saran…………………………………….

DAFTAR PUSTAKA…………………………………….

LAMPIRAN……………………………………………....

vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan oleh SMK merupakan

kesempatan yang baik untuk para peserta didik agar dapat memanfaatkan fasilitas

praktek tersebut dengan seoptimal mungkin. Namun hal tersebut harus diimbangi

dengan kesungguhan siswa dalam melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL)

sengan ilmu yang didapat didalam dunia lapangan dapat dipahami dan diterapkan

dengan baik sehingga siswa dapat memiliki kesiapan kerja. Putra (2015:108)

menemukan adanya pengaruh kemandirian belajar terhadap praktek kerja

lapangan pada siswa kelas XII jurusan teknik kendaraan ringan SMKN 1 Seyegan

Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Kurangnya kemandirian belajar siswa

sehingga membuat pengetahuan siswa menjadi kurang, karena kurangnya

pengetahuan maka akan berpengaruh kepada keterampilan siswa dalam

melakukan suatu pekerjaan. Pengetahuan yang diperoleh siswa hanya sebatas apa

yang diberikan oleh guru pada saat pembelajaran disekolah. Selain itu siswa tidak

mau mencari informasi lain yang berhubungan dengan materi kecuali siswa

ix
mendapat tugas dari guru. Jika siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan

yang baik maka sikap/mental siswa pun juga akan baik, dan sebaliknya jika

pengetahuan dan keterampilan siswa kurang makasikap/mental pun juga akan

kurang. Akibatnya siswa tidak berkompeten dalam melakukan suatu kegiatan dan

hal tersebut juga akan mempengaruhi kesiapan kerja dari siswa itu sendiri.

Pengalaman yang diperoleh siswa selama Praktik Kerja Indutri masih belum

mendukung. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan selama mengikuti Praktik

Kerja Lapangan (PKL), siswa tidak menerapkan ilmu yang diperoleh di sekolah

tetapi hanya membantu mekanik dalam melakukan perbaikan kendaraan. Dengan

adanya kemandirian belajar diharapkan data menumbuhkan Praktik Kerja

Lapangan (PKL), sehingga siswa dapat belajar mandiri dalam mengatasi suatu

masalah serta dapat menerapkan ilmu yang dipelajari pada saat siswa melakukan

Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan diperusahaan/lapangan yang resmi

akan berpengaruh pada pengetahuan keterampilan, dan sikap/mental yang

terbentuk dalam diri siswa.Kurangnya motivasi kerja siswa juga akan berdampak

terhadap praktik kerja lapangan yang dilakukan siswa. Sebagaimana yang

dikemukakan oleh Sukardi (1993:34) bahwa motivasi merupakan salah satu

faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja seseorang. Sejalan dengan hal tersebut,

Soemanto (2006;43) juga menyatakan bahwa motivasi merupakan salah satu

faktor yang membentuk kesiapan seseorang. Sehingga dapat dikatakan bahwa

motivasi kerja yang dimiliki siswa dapat membentuk kesiapan kerja dalam diri

siswa tersebut. Sedangkan motivasi kerja sendiri menurut Mc Cormick

didefinisikan sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan

dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan

x
1.2 Tujuan Praktek Kerja Lingkungan (Prakerin)

Tujuan dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) antara lain:

1. Bertujuan untuk memperoleh wawasan tentang pengalaman

menjadi karyawan Tata Usaha

2. Bertujuan untuk memperoleh pengalaman dari pekerjaan nyata

yang dilakukan sesuai disiplin ilmu yang diperoleh di bangku kuliah

(sesuai latar belakang pendidikan).

3. Dapat menerapkan ilmu yang saya dapatkan di bangku perkuliahan

untuk membantu jalannya proses kegiatan belajar mengajar dan praktik di

dalam laboratorium multimedia.

1.3 Waktu pelaksanaan Prakerin

Pelaksanaan Prakerin SMKS MEKANIKA dilakukan selama dua bulan

mulai tanggal 20 juli 2022 sampai 20 september 2022.

Hari Masuk Pulang

SENIN 08.00 16.00


SELASA LIBUR LIBUR

RABU 08.00 16.00


KAMIS 08.00 16.00
JUMAT LIBUR LIBUR
SABTU 08.00 16.00
MINGGU LIBUR LIBUR

vii
1.4 Metode pengumpulan data

1. Wawancara

Wawancara ialah teknik pengumpulan data dengan melalu tanya jawab

baik itu secara langsung maupun tidak. Disini tentunya penulis melakukan

wawancara dengan senior ataupun pihak perusahaan PT.Telkom Sindang

2. Observasi

Penulis melakukan pengamatan secara langsung dan terlibat dalam setiap

kegiatan selama magang di PT. Telkom sindang guna memproleh

data.

3. Studi pustaka

dalam metode studi pustaka penulis dapat mengumpulkan data dengan

cara memperoleh data melalui berbagai buku maupun refrensi lain yang

tentunya ada keterkaitan dengan masalah.

viii
BAB II

KEADAAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Profil SMKS MEKANIKA BUNTET PESANTREN

2.1.1 Sejarah SMKS MEKANIKA BPC


SMK Mekanika Buntet Pesantren Cirebon telah beroperasi sebagai partner pemerintah
dalam mengelola pendidikan sejak tahun 2000. Dalam pengelolaannya, SMK Mekanika juga
telah menerapkan pendidikan sistem ganda (PSG) yang sesuai dengan Keputusan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 323/U/1997 ayat (1). Pada tahun 2020, SMK
Mekanika dipercayaoleh Direktorat Jenderal Pendidikan sebagai salah satu SMK yang
mendapatkan bantuan program Central of Excellent (COE). Kemudian di tahun selanjutnya, SMK
Mekanika kembali dipercaya mendapatkan bantuan program SMK Pusat Keunggulan (PK).
Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, SMK Mekanika telah menjalin kerjasama dan MoU
dengan berbagai iduka, seperti Perusahaan Auto 2000, PT. Suryaputra Sarana, dan PT. Astra
Honda Motor.

Hingga tahun 2022, SMK Mekanika memiliki 5 kompetensi keahlian yaitu Teknik Kendaraan
Ringan Otomotif (TKRO), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Broadcasting dan Perfilman
(BDP), Lembaga Kesehatan (LK), dan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL).

2.1.2 Struktur SMKS MEKANIKA BUNTET PESANTREN

ix
2.1 Profil PT.Telkom Akses
2.2.1 Sejarah PT.Telkom Akses
PT. Telkom Akses (PTTA) merupakan salah satu anak

perusahaan Telkom yang bergerak di bidang konstruksi

pembangunan dan manage service infrastruktur jaringan. PT.

Telkom Akses (PTTA) didirikan pada tanggal 12 Desember 2012.

PT. Telkom Akses (PTTA) merupakan anak perusahaan PT

Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) yang sahamnya dimiliki

sepenuhnya oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. PTTA bergerak

dalam bisnis penyediaan layanan konstruksi dan pengelolaan

infrastruktur jaringan. Pendirian PTTA merupakan bagian dari

komitmen Telkom untuk terus melakukan pengembangan jaringan

broadband untuk menghadirkan akses informasi dan komunikasi

tanpa batas bagi seluruh masyarakat indonesia.

Telkom berupaya menghadirkan koneksi internet berkualitas

dan terjangkau untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia

sehingga mampu bersaing di level dunia. Saat ini Telkom tengah

membangun jaringan backbone berbasis Serat Optik maupun Internet

Protocol (IP) dengan menggelar 30 node terra router dan sekitar

75.000 Km kabel Serat Optik. Pembangunan kabel serat optik

merupakan bagian dari program Indonesia Digital Network (IDN)

2015.Sebagai bagian dari strategi untuk mengoptimalkan layanannya,

Telkom mendirikan PT.Telkom Akses (PTTA). Kehadiran PTTA

diharapkan

4
akan mendorong pertumbuhan jaringan akses broadband di indonesia.

Selain Instalasi jaringan akses broadband, layanan lain yang diberikan

oleh PT. Telkom Akses adalah Network Terminal Equipment (NTE),

serta Jasa Pengelolaan Operasi dan Pemeliharaan (O&M – Operation

& Maintenance) jaringan akses pitalebar.

2.2. Visi dan misi PT.Telkom Akses

Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan

perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan

tersebut pada masa yang akan datang. Dan misi adalah pernyataan

tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya

mewujudkan visi. Jadi misi merupakan sesuatu yang nyata untuk

dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara

pencapaian visi. Berikut adalah visi dan misi PT.Telkom Akses:

A.Visi PT.Telkom Akses

a) Visi adalah menjadi perusahaan jasa operasi dan

pemeliharaan jaringan broadband dan jasa konstruksi

infratsruktur telekomunikasi yang terdepan dikawasan

nusantara yang berorientasi kepada kualitas prima dan

kepuasan seluruh stakeholder.

5
B.Misi PT.Telkom Akses
a) Mendukung suksesnya pengembangan perluasan dan

peningkatan kualitas infrastuktur jaringan akses PT

Telekomunikasi Indonesia Tbk.

b) Memberikan layanan prima dengan orientasi tepat

mutu,tepat waktu dan tepat volume infrastruktur jaringan

akses.

c) Menciptakan tenaga kerja yang profesional, handal dan

cakap di bidang teknologi jaringan akses dan membina

hubungan baik dengan lingkungan terkait pekerjaan

konstruksi.

d) Memberikan hasil terbaik bagi seluruh stake holder.

2.3 Struktur Organisasi PT.Telkom Akses

a) Dalam menjalankan kegiatan perusahaan,salah satu syarat yang

harus diperhatikan adanya struktur organisasi yang baik dan

tersusun rapi untuk kelancaran operasional perusahaan. Untuk

itu perlu menjalin kerjasamayang harmonis antara sesama

karyawan serta pembagian tugas. Hal ini bertujuan agar setiap

bagian atas personil dalam perusahaan mengetahui dengan jelas

apa yang menjadi tugas, wewenang dan tanggung jawabnya

supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan tugas

danpekerjaannya.

b) Sruktur organisasi yang baik merupakan salah satu syarat

dalam mencapai sukses kegiatan perusahaan. Hal ini karena

tanpa

6
struktur organisasi yang baik kemungkinan besar kegiatan

pemasaran tidak dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan

perusahaan tidak dapat tercapai. Jadi dengan melihat struktur

organisasi, maka dapat diketahui hubungan- hubungan antara

pimpinan dan bawahan atau sebaliknya. Dengan demikian pula

garis wewenang dan tanggung jawab dari hubungan tersebut

dapat terdistribusi dengan baik dan pendelegasian wewenang

dapat berjalan dengan baik pula. Untuk merealisasikan tujuan

organisasi perlu disusun suatu strukstur organisasi, apakah

organisasi tersebut berbentuk organisasi garis atau lini, dimana

tercermin dengan jelas mengenai adanya pembagian tugas,

wewenang dan tanggung jawab setiap individu serta hubungan

dalam fungsi- fungsi dalamorganisasi.

c) Struktur organisasi PT. Telkom Akses adalah serangkaian

aktivitas yang menyusun suatu kerangka yang menjadi wadah

bagi segenap kegiatan yang menunjukkan hubungan-hubungan

seluruh pekerjaan atau jabatan masing- masing agar tugas-tugas

dalam organisasi menjadi efektif dan efisien. Bentuk dari

struktur organisasi PT. Telkom Akses adalah organisasi ini

yaitu merupakan hubungan wewenang dan tanggung jawab

langsung secara vertikal yang dikaitkan dengan tugas jabatan

tiap tingkatan atasandan bawahan. Struktur organisasi di PT.

Telkom Akses

adalah sebagai berikut:

7
2.2.3 Kegiatan Perusahaan

Kegiatan rutin setiap hari :


Briefing (Pengarahan Singkat) yang diselenggarakan setiap pagi pada
hari rabu dengan seluruh karyawan Telkom cabang Gedong Tataan,
guna memperbaiki kinerja dan mempererat hubungan antara teknisi
kantor cabang dan kantor pusat.

8
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil pengamatan


3.1.1 Cara pemesanan pelanggan
Penulis diberi tugas untuk membantu memasang jaringan
Wifi di tempat ramai seperti Rest Area, Perguruan Tinggi, Sekolah-
sekolah, Tempat Liburan, Dll.
Flowchart Proses Work Order Telkom Indonesia(Persero) cab.
Gedong Tataan
Flowchart Proses Work Order

Sebagai penjelasan proses WO dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Calon Pelanggan awalnya mengajukan Permintaan Pasang Sambungan

Baru Telepon, UseeTv dan Indihome ke loket Telkom terdekat.

2. Permintaan Pasang Sambungan Baru (PSB) Telepon oleh orang telkom

biasa disebut TEL25.

3. Proses Administrasi memiliki syarat-syarat berupa ;

a. Identitas diri (KTP/KK)

b. Denah Lokasi (Survey Awal Tempat Instalasi)

c. Data Rekap Rekening Pembayaran Setiap Bulan

4. Setelah diproses oleh loket, permintaan PSB mendapatkan


Nomor telepon atau
 Internet Protocol yang kemudian dikeluarkan Permintaan
Kerja atau Work

9
 Order (WO) yang disampaikan kepada teknisi untuk
dapat melakukan
 penarikan kabel ke rumah pelanggan dalam
artian menyambungkan ke ODP.

5. Didalam WO terdapat Berita Acara Instalasi, dalam hal ini


teknisi harus
 membawa Berita Acara Instalasi pada saat
melakukan pemasangan / proses
 instalasi di rumah pelanggan.

6. Kemudian oleh teknisi dilakukan Checking Process Instalasi


bahwa dari ODP
 dapat dilihat berapa nomor sambungan port yang berada
di RK (rumah Kabel)
 kemudian bisa ditarik / dijumper di MDF dan di Jumper di
RK (rumah Kabel).

7. Seteleh ditarik kabel di MDF maka Operator MDF harus


mengembalikan WO dan melaporkan Proses Instalasi WO ke
teknisi dan oleh teknisi dilakukan Checking Process Instalasi
MDF pada sistem komputer bahwa jaringan sudah terhubung.
Demikian Prosedur dan penjelasan isi dari rangkaian proses
pengerjaan yang dilakukan pada saat Praktek Kerja Lapangan
(PKL) seperti yang telah dijelaskan di atas dan merupakan hal
yang menjadi kebiasaan dalam proses kerja setiap harinya. Perlu
diketahui bahwa Telkom Indonesia (Persero) Cabang Gedong
Tataan merupakan
bagian dari Divisi Access yang berhubungan dengan Network
dan Operational. Berikut
akan dijelaskan tentang Divisi Access sehingga dapat lebih
dalam memahami tentang
perincian pekerjaan yang berupa pengenalan Divisi
Acces, Mekanisme Pengerjaan, Teknis yang dilakukan.
Pada kesempataan ini penulis ditempatkan pada bagian lapangan
oleh PT. Telkom Indonesia, Tbk. yaitu di cabang Gedong Tatan.
Oleh Supervisor yang bertindak sebagai pimpinan di cabang
10
Gedong Tataan

11
ditugaskan pada Bagian atau Divisi Main Distribution Frame
(MDF) yang memiliki tugas operasi pemasangan baru,permintaan
pencabutan, pemindahaan layanan, permintaan gangguan, dan
perbaikan gangguan pada sambungan kabel. Adapun jenis dan
bentuk kegiatan PKL

3.1.2 Cara pemasangan sambungan baru


a. Mengenai permintaan dan perbaikkan gangguan.
b. Mengenai permintaan dan pemberian data teknis (datek).
c. Proses pengecekan lokasi calon pelanggan Pasang
Sambungan Baru (PSB) telepon, UseeTv dan Indihome bersama
teknisi untuk mengecek apakah ada jalur dan tiang yang dapat
digunakan untuk pemasangan kabel
d. Menarik kabel permintaan kerja pasang sambungan baru
(PSB) telepon,UseeTv dan Indihome yang terhubung ke
pelanggan bersama teknisi untuk pemasangan kabel pada rumah
pelanggan atau instansi yang hendak berlangganan dengan
Telkom.
e. Perbaikan sambung kabel menggunakan splicer fiber optik
telepon, UseeTv dan Indihome yang terhubung ke pelanggan
bersama teknisi atas permintaan pelanggan, dikarnakan sinyal
tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Penyambungan kabel ini
dilakukan jika terjadi gangguan, misalnya kabel terputus, maka
akan dilakukan penyambungan kabel.Proses penyambungan
Proses sambung kabel fiber optic
f. Menerima permintaan gangguan dari teknisi lapangan
dan memperbaiki gangguan dengan memindahkan
sambungan kabel.
Disini penulis bersama teknisi melakukan pemindahan kabel
dengan cara mengurut kabel satu persatu supaya tidak salah
mencabut jalur pelanggan.
g. Memperbaiki gangguan Indihome pada ODC bersama
dengan teknisi lapangan. Dikarnakan laporan lebih dari tiga
pelanggan yang mengalami gangguan maka penulis dan teknisi
mengecek sambungan pada ODC apakah jalur yang terdapat
pada ODC mengalami gangguan atau tidak. Jika pada ODC tidak
12
ada masalah berarti ada

13
kabel terputus atau gangguan lain pada jalur pelanggan
yang mengalami masalah.
h. Memeriksa jalur Fiber Optik pada ODP yang terpasang
pada tiang, apakah masih ada jalur yang kosong atau sudah
penuh, jika sudah penuh akan menunggu pemasangan slot baru
supaya pelanggan dapat berlangganan dengan Telkom.

3.2 PEMBAHASAN
Pada saat penulis melakukan kegiatan Prakerind di PT.
Telkom cabang gedong tataan,penulis sering diajak teknisi untuk
melakukan pemasangan sambungan baru,Seperti yang diketahui
penulis,masalah yang sering terjadi ketika pemasangan
sambungan baru adalah apabila penarikan kabel terlalu jauh dari
central telkom terdekat kerumah pelanggan,akan menciptakan
redaman yang tinggi pada kabel FO(fiber optic) sehingga jaringan
internet tidak layak untuk di gunakan.Maksimum redaman untuk
Fiber optik telkom adalah -32 bdm (lebih kecil lebih bagus).dan
jika melebihi 32 bdm akan mengakibatkan jaringan internet
terputus putus.
Adapun masalah seperti FUP (fair usage policy).Telkom
telah memberlakukan sistem FUP di indihome fiber saat kasus
kenaikan tarif secara tiba tiba.sistem FUP akan berlaku jika
pengguna telah melewati batas Kuota 300Gb setiap bulan untuk
paket 10mbps.jika kuota 300Gb telah habis maka speed internet
10mbps di downgrade menjadi 7,5mbps dengan kuota
400Gb,jika kuota 400Gb juga telah dilewati maka speed internet
di downgrade lagi menjadi 4mbps(40% dari 10mbps).Sistem
FUP ini sangat merugikan bagi kalangan dunia usaha yang
menggunakan bandwith dalam jumlah besar contohnya
warnet.seperti yang kita tahu layanan UseeTv adalah layanan
yang berbasis streaming,jadi setiap UseeTv menyala akan terus
menyedot kuota.

14
BAB IV

CARA MEMBUAT ANIMASI


MENGGUNAKAN APLIKASI PHOTOSHOP

1. Buka aplikasi photoshop Aplikasi ini ditandai oleh ikon huruf “Ps” biru muda
dengan latar belakang gelap.
2. Buatlah proyek baru. Untuk membuatnya:

 Klik File.
 Klik New.
 Pilih ukuran proyek.
 Klik Create.
3. Buatlah layer untuk setiap bingkai (frame).Setiap layer pada animasi akan
memiliki bingkainya sendiri. Jika Anda menggambar animasi secara manual atau
menyusunnya dari serangkaian gambar, pastikan setiap bingkai berada
pada layer baru. Anda bisa membuat layerbaru dalam beberapa cara:

 Klik ikon “New Layer” yang ada di bawah jendela layer.


 Klik Layer, New, Layer.
 Tekan kombinasi tombol Shift+Ctrl+N (PC) atau Shift+Command+N (Mac
Klik Window , kemudian pilih Timeline .
4. Setelah itu, video akan ditambahkan ke linimasa (“Timeline”) yang ada di
bawah jendela proyek Photoshop, seperti linimasa yang biasa ditampilkan di
aplikasi penyunting video.
5. Klik Create Frame Animation . Anda mungkin perlu mengeklik tombol
terlebih dahulu untuk melihat pilihan tersebut.

terlebih dahulu untuk perlu mengeklik tombol

6. Klik ☰ . Tombol ini berada di pojok kanan atas jendela linimasa. Setelah
diklik, menu drop-down akan ditampilkan.66 terlebih dKlik ☰ . Tombol ini berada

15
di pojok kanan atas jendela linimasa. Setelah diklik, menu drop-down akan
ditampilkan.ahulu untuk melihat pilihan tersebut.melihat pilihan tersebut.

7. Klik Make Frames From Layers . Setelah itu, setiap layer akan diubah menjadi satu
bingkai yang membentuk animasi GIF.
8. Klik tombol

yang ada di samping tombol "Once". Pilihan ini akan mengatur jumlah
pengulangan animasi yang Anda inginkan

9. Pilih Forever . Dengan pilihan ini, animasi GIF akan terus diulangi.

 Anda juga bisa mengeklik ikon

di bawah setiap bingkai untuk menyesuaikan pengaturan waktu jika


Anda ingin bingkai tertentu ditampilkan lebih lama atau lebih cepat
selama animasi diputar.
10. Klik File , kemudian pilih Export dan klik Save For Web (Legacy) . Setelah
itu, pilihan ekspor untuk format gambar web akan ditampilkan.

11. Klik Save . Jika Anda ingin menyimpan animasi GIF dengan kualitas yang
lebih rendah agar bisa dimuat lebih cepat, klik tabOptimized, 2-Up, atau 4-
Up terlebih dahulu dan pilih opsi yang memiliki ukuran berkas yang lebih kecil di
pojok kiri bawah setiap pratinjau gambar.

 Pastikan "GIF" sudah terpilih di kotak drop-down yang ada di sisi kanan.
12. Pilih nama berkas dan lokasi penyimpanan, kemudian klik Save . Berkas
animasi GIF akan diekspor setelahnya. Sekarang, Anda bisa membuka gambar,
mengunggahnya ke web, atau mengirimkannya ke teman-teman.

16
BAB V
Kesimpulan dan saran

5.1 Kesimpulan
Dari praktek kerja lapangan yang dilaksanakan di PT. Telkom
selama kurang lebih dua bulan dapat diambil kesimpulan:
1. Dengan adanya praktek kerja lapangan ini,banyak
mendapatkan informasi dan pengalaman khususnya mengenai
cara membangun jaringan dan mengenai jaringan yang
bermasalah sehingga dapat menambah motivasi bagi peserta
dan memperdalam ilmu tentang jaringan

2. Setelah pelaksanaan PKL dapat disimpulkan antara teori


yang didapat dari sekolah dengan praktek kerja di dunia usaha
memiliki banyak perbedaan,teori yang didapat dari sekolah
masih terbatas

5.2Saran

Pada akhir dari bagian karya tulis ini saya akan


menyampaikan saran saran baik untuk pihak sekolah ataupun
pihak industri tentang pelaksanaan praktek kerja industri

A. Untuk Perusahaan

1) Diharapkan agar kerja sama antara pihak sekolah dan


perusahaan lebih ditingkatkan dengan banyak memberi
peluang kepada siswa/i

2) Hubungan karyawan dengan siswa/i Prakerin diharapkan


selalu terjaga keharmonisannya agar dapat tercipta suasana
kerjasama yang baik

B. Untuk Sekolah

1) Pemantauan terhadap siswa/i agar lebih ditingkatkan lagi


untuk meyakinkan pihak perusahaan terhadap program
PRAKERIN ini.

17
2) Dalam pembekalan materi fisik maupun mental agar
lebih ditingkatkan,terutama untuk pembinaan mental
Siswa/i

18
LAMPIRAN
Lampiran 1 Membantu Teknisi Melakukan Pemasangan

19
Lampiran 2

20
Lampiran 3

21
22