Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Genetika Pindah Silang (Crossing Over)

Disusun oleh : Munawir D1D040081

Jurusan Biologi Fakulas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran

2006

Pindah Silang (Crossing Over)


I. Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan untuk mengamati dan mempelajari peristiwa pindah silang pada lalat buah (Drosophila melanogaster) dengan mengetahui ratio fenotipe F2 pada persilangan mutan eboni sepia dan normal, prcsentasi kombinasi parental dan rekombinan, apakah terjadi crosing over dan pautan pada persilangan tersebut, jarak gen pada kromosom Drosophilla melanogaster II. Tinjauan Pustaka Pindah Silang Bagian terkecil dari mahkluk hidup dinamakan sel. Pada suatu jenis mahkluk sel-sel itu tidak selalu sama bentuknya, misalnya sel otot berbeda dari sel syaraf maupun sel darah. Di dalam inti sel dari kebanyakan mahkluk terdapat kromosom, yaitu benda-benda halus berbentuk batang panjang atau pendek, lurus atau bengkok. Kromosom adalah pembawa bahan keturunan. Kromosom dibedakana atas autosom dan kromosom kelamin. Kecuali beberapa hewan tertentu, maka kebanyak mahkluk memiliki sepasang kromosom kelamin dan sisanya merupakan autosom. Lalat buah yang sering digunakan dalam percobaan genetika mempunyai 8 kromosom terdiri dari 6 autosom dan 2 kromosom kelamin.(Suryo, 2004) Pindah silang adalah suatu proses terjadinya pertukaran antara kromosomkromosom yang homolog pada waktu meiosis, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kombinasi baru sifat-sifat atau bentuk yang ada.(Rifai, 2002). Peristiwa pindah silang atau yang sering disebut crossing over umum terjadi pada setiap gametogenesis pada kebanyakan makhluk, baik tumbuhan, hewan, ataupun manusia. Pindah silang terjadi ketika meiosis 1 (akhir profase dan waktu metaphase) (Suryo, 2004). Yakni saat

kromosom itu mengganda jadi 2 kromatid dan yang homolog bergandeng pada dua equator. Jika terjadi persilangan antar kromatid kromosom sehomolog itu, rupanya ketika saling memisah waktu anaphase 1 bagian kromosom yang bersilang tak kembali ke induk., tapi melekat ke-kromosom sebelahnya, secara timbal balik. Karena itu gen-gen yang terletak pada bagian yang pindah itu akan berpindah tempat pula ke-kromosom sebelahnya. Pindah silang dibedakan atas : 1. Pindah silang tunggal ialah pindah silang yang terjadi pada satu tempat. Dengan pindah silang ini akan terbentuk 4 macam gamet. Dua macam gamet memiliki gen-gen yang sama dengan gen-gen yang dimiliki induk, maka dinamakan gamet-gamet tipe parental. Dua gamet lainnya merupakan gamet-gamet baru yang terjadi sebagai akibat adanya pindah silang. Gamet-gamet ini dinamakan gamet-gamet tipe rekombinasi. Gamet-gamet tipe parental jauh lebih banyak dibandingkan gamet-gamet tipe rekombinasi. 2. Pindah silang ganda ialah pindah silang yamg terjadi pada dua tempat. Jika pindah silang ganda berlangsung diantara dua buah gen yang terangkai, maka terjadinya oindah silang terjadinya pindah silang ganda itu tidak akan tampak pada fenotipe, sebab gamet-gamet yang dibentuk hanya dari tipe parental saja atau dari tipe rekombinan saja. Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Pindah Silang Kemungkinan terjadinya pindah silang dipengaruhi oleh beberapa factor seperti: . Temperature, temperature yang melebihi atau kurang dari temperature biasa dapat memperbesar terjadinya pindah silang. . Umur, makin tua suatu individu makin kurang mengalami pindah silang. . Zat kimia tertentu dapat memperbesar kemungkinan pindah silang. . Jarak antar gen-gen yang terangkai. Makin jauh letak suatu gen dengan gen yang lainnya, makin besar kemungkinan terjadinya pindah silang.

. Jenis kelamin. Pada umumnya pindah silang terjadi pada makhluk betina dan jantan. Namun demikian ada perkecualian, yaitu pada ulat sutra yang betina tidak terjadi pindah silang, demikian juga pada lalat Drosophila yang jantan (Suryo, 2004).

Peta Kromosom Yang dimaksud dengan peta kromosom ialah gambar skema sebuah kromosom yang dinyatakan sebagai sebuah garis lurus dimana diperlihatkan lokus setiap gen yang terletak pada kromosom itu. Pada lokus setiap gen dibubuhi oleh angka yang menyatakan jarak setiap gen dengan sentromer atau antar gen dengan gen lain. Yang terlengkap peta kromosomya ialah drosophila, jagung, tomat, kentang dan gandum. Yang paling tak lengkap adalah peta kromosom manusia. Drosophila hanya memiliki 4 pasang kromosom, karena itu hanya empat kemungkina letak suatu gen. Karena itu sangat mudah mambuat peta kromosonya. Hukum Morgan dan Peta Kromosom Berulangkali dalam sejarah penemuan biologi, penemuan-penemuan penting dicapai oleh mereka yang berwawasan cukup luas atau cukup beruntung berhasil memilih organisme yang tepat untuk diteliti. Untuk penelitiannya, Morgan memilih satu spesies lalat buah, Drosophila melanogaster, sejenis serangga yang biasanya tidak berbahaya dan merupakan pemakan jamur yang tumbuh pada buah. Lalat buah adalah serangga yang mudah berkembang biak. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilakan ribuan keturunan, dan generasi yang baru dapat berkembangbiak setiap dua bulan. Karakteristik ini menjadikan lalat buah organisme yang cocok sekali untuk kajiankajian genetk. Dalam waktu yang sungkat laboratorium Morgan dikenal sebagai ruangan lalat. Keuntungan lain dari lalat buah adalah lalat ini hanya mempunyai 4 pasang kromosom yang dapat dengan mudah dibedakan melalui mikroskop cahaya. Terdapat 3 pasang kromosom autosom dan satu pasang kromosom seks. Lalat buah betina mempunyai sepasang kromosom X yang homolog, sedangkan yang jantan mempunyai satu kromosom X dan satu kromosom Y(Campbell, 2004).

Dengan percobaan morgan dapat diketahui jarak dan lokus berbagai gen pada kromosom. Menurut hukum morgan jarak gen yang berangkai sebanding dengan nilai pindah silang. Jika nilai pindah silang 1% maka jarak kedua gen 1 unit. Nilai pindah silang adalah angka persentase kombinasi baru hasil persilangan atau rekombinan. Ukuran yang dipakai untuk menetukan jarak antar gen pada kromosom disebut saja unit. Ukuran inipun tak bisa dilihat dalam praktek pada kromosom, mengigat batas satu gen dengan gen yang lain belum pasti sampai sekarang. Ukuran ini digunakan dalam perhitungan genetik saja. Contoh Berangkai Pada Makhluk Lain Pada kelinci karakter belang dominan terhadap pigmentasi penuh. Bulu pendek dominan terhadap bulu panjang. Contoh lainnya pada tomat, buah bundar domunan pada bergurat sedang epidermis berbulu dominan terhadap tak berbulu atau licin. Kedua gen ini berangkai dan jarak petanya dapat dihitung dari peta kromosomnya.. Jumlah gen di dalam suatu sel jauh lebih banyak dari jumlah kromosom, bahkan sesungguhnya setiap kromosom memiliki ratusan atau ribuan gen. Gen-gen terpaut tidak memilih secara independen karena gen-gen tersebut berada pada kromosom yang sama dan cenderung bergerak bersama-sama selama meiosis dan fertilisasi. Kita tidak mengharapkan gen-gen terpaut berkombinasi menjadi pilahan-piashan alel yang tidak ditemukan pada induknya. Tetapi kenyataannya, rekombinasi pada gen-gen terpaut memang terjadi. Telah diketahui bahwa dengan adanya peristiwa pindah silang dalam keturunan dibedakan tipe parental dan tipe rekombinan. Adapun yang dimaksud dengan nilai pindah silang(nps) ialah angka yang menunjukan bsarnya persentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat adanya pindah silang nps = jumlah tipe rekombinan Jumlah seluruh individu Tentunya nilai pindah silang tidak akan melebihi 50%, biasanya bahkan kurang dari 50%, karena : a. Hanya dua dari empat kromatid saja ikut mengambil bagian pada peristiwa pindah silang x 100%

b.

Pindah silang ganda akan mengurangi banyaknya tipe rekombinan yang dihasilkan (Suryo, 2004).

III. Alat dan Bahan 3.1 Alat a. Botol medium, untuk media pengembangbiakan b. Spidol waterproof, menandai botol medium c. Kuas kecil, memindahkan lalat setelah dibius d. Botol eterizer, medium untuk membius lalat e. Kertas tissu, menyerap kelebihan cairan f. Loupe, mengamati lalat g. Styrofoam, bantalan botol medium h. Kertas saring, bantalan untuk lalat yang sudah dibius 3.2 Bahan a. Medium pisang tape (perbandingan 6:1) b. Lima ekor Drosophila jantan ebony-sepia dan 5 ekor betina normal c. Eter, untuk membius lalat buah IV. Cara Kerja 1. Dipilih 5 ekor Drosophila jantan ebony sepia dan 5 ekor betina normal 2. Drosophila yang telah dipilih dimasukan kedalam botol medium 3. Parental dimatikan, apabila telah terbentuk pupa (7 hari setelah isolasi) 4. Drosophila (F1) diamati fenotipe nya setelah menetas 5. Dipilih 5 ekor betina virgin, lalu disilangkan dengan jantan homozigot resesif 6. Kelima pasang Drosophila tersebut dimasukan kedalam botol medium baru

7. Setelah 7 hari, parental F1 dimatikan sehingga hanya tersisa pupa 8. Drosophila yang keluar dari pupa diamati selam delapan hari berturut-turut

V. Hasil dan Pembahasan 5.1 Hasil Persilangan: P: betina normal + + G: F1: + + + + + e F1 di test crros + e G: e + e + F2: e e e e + se se + + se se se + se + e + e + se se se e e e se se se + se X e e e X jantan ebony sepia se se se

Jenis

7-12-

8-1206 9 6 1 9

1112-06 30 9 11 12

1212-06 16 7 8 14

1312-06 2 2 1 2

2012-06 34 25 7 23

Total 163 78 65 90 396

mutan 06 Norm 72 al Sepia Ebony Ebony sepia 29 37 30

Jumlah total Hasil pengamatan : Normal : 163 ekor Ese : 90 ekor Kombinasi Parental (KP) = 253/396 x 100 % =63,9 % Sepia : 78 ekor Ebony : 65 Ekor Kombinasi Rekombinan (KR) =143/396 x 100 % = 36,1%

Dari hasil pengamatan, dapat diketahui bahwa KP > KR maka dapat dinyatakan bahwa dalam persilangan ini terjadi crossing over dan pautan. Nilai pindah silang = nilai rekombinan yaitu sebesar 36,1 % ini berarti kekuatan pindah silang antara gen-gen terangkai itu ialah 36,1 % Berdasarkan persentase rekombinan jarak gen antara ebony dan sepia adalah 36,1 unit. Peta gen; 5.2 Pembahasan Yang dimaksud pindah silang ialah proses penukaran segmen dari kromatidkromatid bukan kakak beradik dari sepasang kromosom homolog. Peristiwa pindah silang umum terjadi pada setiap gametogenesis pada kebanyakan mahkluk seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Pindah silang terjadi ketika meiosis I yaitu pada saat kromosom telah mengganda menjadi dua kromatid. Pada waktu kromosomkromosom hendak memisah, kromatid-kromatid yang saling bersilang itu melekat dan e se 36,1 MU

putus pada bagian kiasma, kemudian tiap potongan itu melekat pada kromatid sebelahnya secara timbal balik. Berhubungan dengan gen-gen yang terletak pada bagian yang pindah itu akan berpindah pula tempatnya ke kromatid sebelah. Jumlah gen di dalam suatu sel jauh lebih banyak dari jumlah kromosom, bahkan sesungguhnya setiap kromosom memiliki ratusan atau ribuan gen. Gen-gen terpaut tidak memilih secara independen karena gen-gen tersebut berada pada kromosom yang sama dan cenderung bergerak bersama-sama selama meiosis dan fertilisasi. Kita tidak mengharapkan gen-gen terpaut berkombinasi menjadi pilahan-piashan alel yang tidak ditemukan pada induknya. Tetapi kenyataannya, rekombinasi pada gen-gen terpaut memang terjadi. Pada praktikum kali ini digunakan jantan mutan Ebony sepia dan betina normal sebagai parental. Dari F1 yang dihasilkan, diambil beberapa ekor betina virgin. Betina virgin dapat diperoleh dengan cara mengambil lalat betina yang tidak lebih dari delapan jam setelah menetas. Betina digunakan dalam pindah silang karena peristiwa pindah silang hanya terjadi pada lalat betina. Lalat betina virgin F1 ini kemudian disilangkan dengan jantan resesif, dalam hal ini merupakan jantan mutan ebony sepia. Pada generasi F2 diperoleh keturunan Normal : 163 ekor, Ebony sepia : 90 ekor, Sepia : 78 ekor dan Ebony : 65 Ekor. Ketika dilakukan perhitungan maka didadap nilai Kombainasi Parental (KP) sebesar 63,9 % dan Kombinasi Rekombinan (KR) sebesar 36,1 %. Karena Kombinasi Parental lebih besar dari kombinasi rekombinan maka dalam penyilangan ini terjadi pindah silang tunggal yaitu pindah silang yang terjadi hanya pada satu tempat. Dengan pindah silang ini akan terbentuk 4 macam gamet. Dua macam gamet memiliki gen-gen yang sama dengan gen-gen yang dimiliki induk, maka dinamakan gamet-gamet tipe parental. Dua gamet lainnya merupakan gamet-gamet baru yang terjadi sebagai akibat adanya pindah silang. Gamet-gamet ini dinamakan gamet-gamet tipe rekombinasi. Gamet-gamet tipe parental jauh lebih banyak dibandingkan gamet-gamet tipe rekombinasi. Tipe rekombinan jumlahnya tidak akan melebihi dari 50 % karena : c. Hanya dua dari empat kromatid saja ikut mengambil bagian pada peristiwa pindah silang

d. Pindah silang ganda akan mengurangi banyaknya tipe rekombinan yang dihasilkan Dalam pengamatan ini diperoleh nilai Kombinasi parental sebesar 63,9 % hal ini menunjukan gen-gen dalam pengamatan ini saling bertaut dan dapat pula membuktikan terjadinya pindah silang (Crossing Over) VI. Kesimpulan 1. Pindah silang ialah proses penukaran segmen dari kromatid-kromatid bukan kakak beradik dari sepasang kromosom homolog. 2. Pada generasi F2 diperoleh keturunan Normal : 163 ekor, Ebony sepia : 90 ekor, Sepia : 78 ekor dan Ebony : 65 Ekor. 3. Kombinasi Parental (KP) =253/396 x 100 % = 63,9 % sedangkan Kombinasi Rekombinan (KR) =143/396 x 100 % = 36,1 % 4. 5. Nilai pindah silang pada persilangan ini sebesar 36,1% Dalam persilangan ini gen-gen saling berpaut dan terjadi pindah silang, hal ini dapat diketahui dari nilai kombinasi parental yang > 50% yaitu 63,9%.

10

Daftar Pustaka
Campbell. 2004. Biologi. Jilid 1 Edisi 5. Jakarta : Penerbit Erlangga. Crowder,L.V. 1997. Genetika Tumbuhan. Edisi ke-5. Diterjemahkan Oleh Lilik Kusdiarti. Yogyakarta: UGM Press. Gardner, Eidon J, Thomas R. Mertens. 1975. Genetics Laboratory Investigations 6th Edition. Burgess Publishing Company. Minneapolis, Minnesota. USA.

Kimball, J. 1983. Biologi. Jilid 1 Edisi 5.Jakarta : Penerbit Erlangga. Rifai, M. 2002. Kamus Biologi. Jakarta : Balai Pustaka. Suryo. 2004. Genetika Strata 1. Yogyakarta :Penerbit Universitas Gajah Mada. Sinnot, Edmund W, LC. Dunn, Theodosius Dobzhansky. 1958. Principles of Genetics 5th Edition. Mc.Graw-Hill Book Company, Inc. New York. USA. Yatim, wildan. 1991. Genetika. Edisi ke-4. Penerbit Tarsito Bandung

11