Anda di halaman 1dari 30

BAB I

Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Hasil sensus penduduk 2010 menuniukkan iumlah penduduk Indonesia sebanyak 238
iuta iiwa, lebih tinggi dari hasil proyeksi sebanyak 234 iuta. Artinya ada penambahan iumlah
penduduk sebanyak 4 iuta bayi yang diakibatkan oleh kelahiran atau setiap harinya terlahir
sekitar 10.000 bayi. Perbedaan ini sangat mengkhawatirkan karena hasil sensus menuniukkan
bahwa TFR (total fertilitv rate) tidak turun selama lima tahun terakhir, yaitu tetap 2,34 anak per
wanita. Padahal angka ini diproyeksikan turun sehingga 2,17 anak per wanita tahun 2014.

Pertumbuhan penduduk di Indonesia selalu mengalami peningkatan hingga pada tahun 2010,
Indonesia masih menduduki peringkat empat di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat
dengan laiu pertumbuhan penduduk (LPP) mencapai 1,49 melebihi angka yang diproyeksikan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yaitu 1,20 . Bila hal ini
tidak segera diatasi maka 10 tahun lagi Indonesia akan mengalami ledakan penduduk. Jumlah
penduduk yang besar dengan laiu pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan tantangan yang
berat bagi keberhasilan pembangunan kesehatan. Untuk itu perlu ditumbuh kembangkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya Norma Keluarga Kecil Bahagia Seiahtera khususnya
melalui program Keluarga Berencana (KB).
1,2,3
TFR yang tinggi dapat menyebabkan tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka
Kematian Bayi (AKB). Kasus kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong cukup tinggi
yaitu mencapai 228 per 100,000 kelahiran pada tahun 2008 iika dibandingkan dengan anggota
Asean yang lain seperti Malaysia (31 per 100,000 kelahiran), Thailand (48 per 100,000
kelahiran) serta Filipina (94 per 100,000 kelahiran). Walaupun sebelumnya Indonesia telah
mampu melakukan penurunan dari angka 300 per 100,000 kelahiran pada tahun 2004. Namun
berdasarkan Sasaran Pembangunan Milenium atau Millenium Development Goal (MDG). AKI
ditetapkan pada angka 103 per 100,000 kelahiran pada tahun 2015.
4
Menurut data WHO tahun
2009, AKB di Indonesia mencapai 30 per 1000 kelahiran hidup, yaitu tergolong tinggi

dibandingkan rekan Asean yang lain seperti Malaysia (6 per 1000 kelahiran hidup), Thailand (12
per 1000 kelahiran hidup) serta Filipina (26 per kelahiran hidup).
5


Hasil Survei DemograIi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menuniukkan bahwa
Angka Cakupan KB di Indonesia adalah 61,4. Dengan kata lain, masih terdapat 38,6
Pasangan Usia Subur (PUS) yang belum mengikuti program KB. Menurut provinsi, Angka
Cakupan KB bervariasi secara nyata antara 34,1 di Maluku dan 74,0 di Bengkulu. Provinsi
DKI sendiri prevalensi KB adalah sebanyak 60,1 .
6
Hasil Survei DemograIi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menyatakan tingkat
Pemakai Alat Kontrasepsi/ontraceptive Prevalence rate (CPR) di Indonesia sudah mengalami
peningkatan dari 60,3 pada tahun 2007 meniadi 61 dan dari hasil survei tersebut ditemukan
sebanyak 39 wanita usia produktiI yang tidak menggunakan kontrasepsi dengan sebaran 19
di pedesaan dan 20 di perkotaan. Distribusi pola pemakaian kontrasepsi yang digunakan adalah
suntik sebesar 31,6, pil sebesar 13,2, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) 4,8, Implant
2,8, Kondom 1,3, Medis OperatiI Wanita (MOW) 0,2, Pantang Berkala 1,5, Senggama
terputus sebesar 2,2, dan metode lain 0,4.
6
Agar pelaksanaan program KB menuai hasil yang maksimal, BKKBN telah meminta
pemerintah daerah untuk memprioritaskan program tersebut dan memIungsikan Petugas
Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sesuai dengan tugasnya. Hasil yang didapatkan dari
evaluasi program KB di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya pada periode Oktober 2008 sampai
dengan September 2009 menuniukkan cakupan peserta KB AktiI terhadap pasangan usia subur
(PUS) sebesar 55,3, dari tolok ukur sebesar 70. Sedangkan untuk periode Juni 2010 sampai
dengan Mei 2011 masih belum diketahui, sehingga dirasakan perlu untuk dilakukan evaluasi
kembali terhadap program ini.

1.2.Permasalahan
a) Sensus penduduk 2010 menemukan iumlah penduduk sebanyak 238 iuta iiwa, lebih tinggi
dari hasil proyeksi sebanyak 234 iuta .

b) TFR (total Iertility rate) tidak turun selama lima tahun terakhir, yaitu 2,34 anak per wanita.
c) Laiu pertumbuhan penduduk (LPP) masih tinggi yaitu 1,49 pada tahun 2010.
d) Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong cukup tinggi yaitu mencapai 228 per
100,000 kelahiran berbanding negara Asean yang lain.
e) Menurut data WHO (2009), Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencapai 30 per 1000
kelahiran hidup, yaitu tergolong tinggi dibandingkan negara Asean yang lain.
I) Belum diketahuinya tingkat keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di di Puskesmas
Kecamatan Kutawaluya periode Juni 2010- Mei 2011

1.3 Tujuan
1.3.1 Umum
Untuk menilai keberhasilan program KB di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Kecamatan periode Juni 2010 sampai Mei 2011 dengan menggunakan pendekatan sistem.
1.3.2 Khusus
a. Diketahuinya cakupan peserta KB baru di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya periode
Juni 2010 sampai dari Mei 2011.
b. Diketahuinya cakupan peserta KB aktiI di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya periode
Juni 2010 sampai dari Mei 2011.
c. Diketahuinya cakupan peserta KB aktiI berdasarkan alat kontrasepsi di Puskesmas
Kecamatan Kutawaluya periode Juni 2010 sampai dari Mei 2011.
d. Diketahuinya cakupan pengayoman medis dan komplikasi di Puskesmas Kecamatan
Kutawaluya periode Juni 2010 sampai dari Mei 2011.
e. Diketahuinya cakupan pelayanan ruiukan KB di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya
periode Juni 2010 sampai dari Mei 2011.



1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Evaluator
a. Menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah
b. Mempunyai pengalaman dan pengetahuan tentang evaluasi gerakan Keluarga Berencana
di Puskesmas dalam lingkup wilayah kerianya.
c. Melatih serta mempersiapkan diri meniadi manaier suatu program, khususnya program
kesehatan.
d.Mengetahui sedikit banyaknya kendala yang dihadapi dalam menialankan program
dengan mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mencapai tuiuan yang
telah ditetapkan, antara lain: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan khususnya pada Pelayanan Keluarga Berencana dan merangsang cara
berpikir kritis dan ilmiah.
1.4.2 Bagi Perguruan Tinggi
a. Menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi.
b. Memperkenalkan Fakultas Kedokteran UKRIDA kepada masyarakat.
c. Mewuiudkan kampus sebagai masyarakat ilmiah dalam peran sertanya di kesehatan.
1.4.3 Bagi Puskesmas
a.Mengetahui masalah-masalah yang timbul dalam program KB di Puskesmas dan
pemecahan masalahnya.
b.Memperoleh masukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

1.4.4 Bagi Masyarakat

Meniadi bahan inIormasi bagi masyarakat bahwa program Pelayanan Keluarga


Berencana (KB) itu mempunyai peranan yang sangat penting, selain untuk mengetahui
masalah kependudukan, iuga untuk meningkatkan keseiahteraan dan taraI ekonomi
masyarakat itu sendiri.


1.5 Sasaran
Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayah keria Puskemas Kecamatan Kutawaluya
periode Juni 2010 sampai dari Mei 2011.















Bab II
Materi dan Metode


2.1 Materi
Materi yang dievaluasi dalam program ini terdiri dari laporan bulanan Puskesmas
mengenai program KB di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Provinsi
Jawa Barat, periode Juni 2010 sampai dengan Mei 2011 yang berisi :
1. Konseling
2. Pelayanan Kontrasepsi
3. Pengayoman medis
4. Penanganan eIek samping dan komplikasi ringan
5. Pelayanan ruiukan
6. Pencatatan dan pelaporan

2.2 Metode
Evaluasi dilakukan dengan cara membandingkan cakupan program KB di Puskesmas
Kutawaluya, Kabupaten Karawang,Provinsi Jawa Barat periode Juni 2010 sampai dengan Mei
2011 terhadap tolok ukur yang ditetapkan dengan menggunakan pendekatan sistem.



Bab III
Kerangka Teoritis
3.1 Bagan Pendekatan Sistem

Menurut Ryans, sistem adalah gabungan dari elemen-elemen yang saling dihubungkan
oleh suatu proses atau struktur dan berIungsi sebagai salah satu kesatuan organisasi dalam upaya
menghasilkan sesuatu yang telah ditetapkan.
1. Masukan (input) adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem dan yang
diperlukan untuk dapat berIungsinya sistem tersebut.
2. Proses (process) adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam sistem dan yang
berIungsi untuk mengubah masukan meniadi keluaran yang direncanakan.
3. Keluaran (output) adalah kumpulan bagian atau elemen yang dihasilkan dari berlangsungnya
proses dalam sistem.
4. Dampak (impact) adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran suatu sistem.
5. Umpan balik (feed back) adalah kumpulan bagian atau elemen yang merupakan keluaran dari
sistem dan sekaligus sebagai masukan bagi sistem tersebut.
6. Lingkungan (environment) adalah dunia di luar sistem yang tidak dikelola oleh sistem tetapi
mempunyai pengaruh besar terhadap sistem.

3.2 Tolok Ukur keberhasilan



Tolok ukur keberhasilan terdiri dari variabel masukan, proses, keluaran, lingkungan,
umpan balik dan dampak. Digunakan sebagai pembanding atau target yang harus dicapai dalam
program KB. (Lampiran 1)



















Bab IV
Penyajian Data

4.1 Sumber Data
Data Sekunder
a. Data MonograIi Kecamatan Kutawaluya tahun 2011
b. Laporan bulanan program KB Puskesmas Kutawaluya periode Juni 2010 sampai
dengan Mei 2011

4.2 Data
4.2.1 Data Umum
A. Data GeograIis
Lokasi: Puskesmas Kutawaluya terletak di Jalan Raya Simpalan, Kutawaluya, Kabupaten
Karawang 41358, Jawa Barat
Luas Wilayah Keria : 5.006 Ha
Batas Wilayah :
- Sebelah Utara : Kecamatan Pedes.
- Sebelah Timur : Kecamatan Cilebar
- Sebelah Selatan : Kecamatan Karawang Barat
- Sebelah Barat : Kecamatan Rengasdengklok
B. Data DemograIi
Jumlah penduduk :57.406 iiwa ( Mei 2011)

Jumlah penduduk berdasarkan ienis kelamin : Laki-laki 28.771 iiwa dan Perempuan 28.635
iiwa
Pasangan usia subur : 13.395 orang
Terdiri dari 52 RW ,151 RT, 51 Dusun dan 12 Desa
Sebagian besar penduduk, yaitu 48.505 iiwa (83,13 ) berpendidikan rendah.
Berdasarkan mata pencaharian, sebahagian besar penduduk kecamatan Kutawaluya adalah
petani sebanyak 16.202 orang (42,07) (Lampiran II)
C. Jenis Sarana Kesehatan
Jenis sarana kesehatan yang berada di wilayah keria Puskesmas kutawaluya, antara lain :
Puskesmas, Posyandu, poliklinik, balai pengobatan, praktek dokter umum swasta, dan
praktek bidan. (Lampiran II)

4.2.2 Data Khusus
1. Masukan
1.1 Tenaga
Dokter Umum 3 orang
Bidan 11 orang
Penata Usaha 4 orang
Kader 243 orang/ 48 posyandu
1.2 Dana
0APBD tingkat II Ada
JPKMM/JAMKESMAS Ada
APBD Ada




1.3 Sarana

a. Sarana Medis
Stetoskop 5 buah
Tensimeter 5 buah
Timbangan Berat Badan 3 buah
Meia ginekologi 1 buah
Sarung tangan steril 100 pasang
IUD kit 2 set
b. Sarana Kontrasepsi
IUD Cu T380A 75 buah
'ial suntikan Disposable syryinge 450 buah
Implant 100 buah
Pil Kontrasepsi 1200 strip
Depo Medroxyprogesterone Acetat 200 buah
Alat kontrasepsi lain (kondom) 12 lusin

c. Sarana Obat-obatan
Cairan antiseptik Betadin 2 botol
Tablet analgetik 500 tablet
Kapas alkohol dan kasa steril 2 toples
Tablet Fe 900 tablet
d. Sarana Non Medis
Toples alkohol 6 buah
Indo dukster 25 buah
Kasa steril 12 buah
Waskom pencuci alat 2 buah
Tempat sampah 2 buah
Perlak karet 3 buah
Handuk kecil 4 buah

1.4 Metode
a. Konseling Dengan wawancara
b. Pelayanan Kontrasepsi
- Pil - Pil pertama diminum pada hari kelima
setelah hari permulaan haid
- Minum satu pil setiap hari teratur
seperti apa yang tertulis pada kartu
- Suntikan
O Cyclogeston - 1x/bulan, dosis 0,5cc IM di deltoid
O Depogeston - 1x/3bulan, dosis 3 cc IM di gluteus
- IUD - Anamnesis
- Pemeriksaan umum dan obstetrik
- Pemasangan sesuai prosedur legeartis
- Implant - Lokasi di lengan kiri bagian voler,
kira-kira 10 cm dari lipat siku
- Pemasangan sesuai prosedur legeartis
c. Pembinaan - Dengan komunikasi, inIormasi, dan
edukasi
d. Pengayoman Medis - Menimbulkan rasa aman bagi pengguna
KB

e. Penanganan eIek samping/komplikasi -- Pada setiap kasus yang teriadi eIek

samping dan komplikasi yang ringan




I. Ruiukan - Pada kasus yang tidak bisa teratasi
g. Pencatatan dan Pelaporan -Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu
Puskemas (SP2TP)
2. Proses
2.1 Perencanaan tertulis mengenai :
a. Perencanaan konseling Dilakukan pada setiap hari keria oleh bidan di
Puskesmas dengan memberikan inIormasi kepada calon
peserta KB melalui wawancara
b. Perencanaan pelayanan kontrasepsi Dilakukan pada setiap hari keria oleh bidan di
Puskesmas dengan memberikan inIormasi tentang
kontrasepsi yang tersedia serta penggunaannya
c. Perencanaan pembinaan peserta KB Dilakukan pada setiap hari keria oleh bidan di
Puskesmas, untuk memotivasi peserta KB
d. Pengayoman medis peserta KB Dilakukan pada setiap hari keria oleh bidan di
Puskesmas dengan wawancara, memberikan inIormasi
mengenai pemilihan alat-alat kontrasepsi
e.Perencanaan eIek samping/komplikasi Dilakukan pada setiap hari keria oleh dokter atau bidan

I. Perencanaan ruiukan KB Dilakukan pada setiap hari keria oleh dokter maupun
bidan

g. Perencanaan pencatatan dan pelaporan Dilakukan pada setiap akhir bulan oleh bidan
2.2. Pengorganisasian
Struktur organisasi tertulis dan pemberian tugas yang teratur dalam melaksanakan
tugasnya.
Struktur Organisasi










2.1. Pelaksanaan
a. Konseling Dilakukan pada semua pasien baru, setiap
hari keria oleh bidan
b. Pelayanan kontrasepsi Dilakukan pada setiap hari keria oleh bidan
c. Pembinaan peserta KB Dilakukan pada setiap hari keria oleh bidan
d. Pengayoman medis peserta KB Tidak terdapat data tertulis mengenai
pelaksanaan kegiatan ini
e. Penanganan eIek samping dan komplikasi Dilakukan pada setiap hari keria oleh dokter
Kepala Kecamatan
Drs Maman Suryaman, S.Sos
Kepala Puskesmas
Dr Cucu Siti Minpalah, SKM

Ka. Tata Usaha
Engkur, AMK
Bidan Koordinator
KIA/KB
Hih Ai, AM Keb
Posyandu Bidan Swasta
PLKB (Petugas Lapangan
Keluarga Berencana)
Ibu Hamidah

maupun bidan
I. Pelayanan ruiukan KB Dilakukan pada setiap hari keria oleh dokter
maupun bidan
g. Pencatatan dan pelaporan Dilakukan pada setiap akhir bulan oleh
bidan
2.2. Pengawasan
O Pencatatan dan pelaporan - Bulanan ada
- Triwulan ada
O Rapat - Bulanan ada
- Triwulan tidak ada

3. Keluaran
3.1 Cakupan Konseling 100
3.2 Cakupan Pelayanan Kontrasepsi
3.2.1 Cakupan Peserta KB Baru









Tabel 6. Jumlah Peserta KB Baru di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya Periode Juni 2010
sampai dengan Mei 2011
Bulan IUD MOW MOP Implant Kondom Suntik Pil 1umlah
Juni 2010
Juli 2010
Agustus 2010
September 2010
Oktober 2010
November 2010
Desember 2010
Januari 2011
Februari 2011
Maret 2011
April 2011
Mei 2011
14
11
15
16
-
7
9
4
5
7
12
7
1
4
-
3
-
1
-
8
8
1
-
2
-
-
-
-
1
1
1
-
-
-
-
1
10
-
15
20
11
14
5
1
4
6
-
1
5
1
9
4
5
7
9
6
9
9
5
9
20
25
30
51
53
35
30
21
35
25
21
34
11
10
17
40
32
39
30
31
25
20
19
26
51
51
86
134
102
94
84
71
86
68
57
80
Jumlah 107 28 4 87 78 377 300 964

Sumber : Data Laporan Bulanan Puskesmas Kelurahan Wiiaya Kusuma periode April 2010
sampai dengan Maret 2011

3.2 Cakupan Peserta KB AktiI


Tabel 7. Jumlah Peserta KB AktiI di Puskesmas Kelurahan Kutawaluya Periode Juni 2010
sampai dengan Mei 2011
Kelurahan
Kutawaluya
PUS IUD MOW MOP Implant Kondom Suntik Pil Jumlah
13395 403 130 127 254 224 5495 3658 10291
Sumber : Data Laporan Bulanan Puskesmas Kecamatan Kutawaluya periode Juni 2010 sampai
dengan Mei 2011
a. Persentase PA (peserta aktiI KB) terhadap PUS
Pencapaian PA sekarang : 10.291
Pasangan Usia Subur : 13.395
Persentase PA terhadap PUS
( Pencapaian PA sekarang) X 100
Jumlah PUS
10.291 X 100 76,60
13.395
b. Cakupan Peserta KB AktiI Berdasarkan Alat Kontrasepsi
Metode KB terbanyak yang digunakan : Suntik
Persentase peserta KB IUD terhadap seluruh peserta KB aktiI
(Jumlah peserta KB IUD) X 100
Jumlah peserta KB aktiI
403 X 100
10291
3,92
Persentase peserta KB MOW terhadap seluruh peserta KB aktiI
(Jumlah peserta KB MOW) X 100
Jumlah peserta KB aktiI
130 X 100
10291
1,26

Persentase peserta KB MOP terhadap seluruh peserta KB aktiI


(Jumlah peserta KB MOP) X 100
Jumlah peserta KB aktiI
127 X 100
10291
1,23
Persentase peserta KB implant terhadap seluruh peserta KB aktiI
(Jumlah peserta KB implant) X 100
Jumlah peserta KB aktiI
254 X 100
10291
2,46
Persentase peserta KB kondom terhadap seluruh peserta KB aktiI
(Jumlah peserta KB kondom) X 100
Jumlah peserta KB aktiI
224 X 100
10.291
2,58
Persentase peserta KB suntik terhadap seluruh peserta KB aktiI
(Jumlah peserta KB suntik) X 100
Jumlah peserta KB aktiI
5495 X 100
10.291
53,40
Persentase peserta KB pil terhadap seluruh peserta KB aktiI
(Jumlah peserta KB pil) X 100
Jumlah peserta KB aktiI
3658 X 100
10.291
35,55

3.3 Cakupan Pembinaan peserta KB 100


3.4 Cakupan Pengayoman medis 0 (Tidak ada data)
peserta KB
3.5 Cakupan Penanganan eIek samping 0
dan komplikasi ringan
3.6 Cakupan Pelayanan ruiukan KB Tidak ada kasus dengan
komplikasi yang diruiuk


4. Lingkungan
4.1 Fisik
a. Lokasi : Mudah diiangkau oleh akseptor KB
b. Transportasi : Tersedia transportasi umum yang melewati depan
puskesmas
c. Fasilitas Kesehatan lain : Ada dan dapat diialin keriasama yang baik
4.2 Non Fisik
a. Pendidikan : Mayoritas berpendidikan rendah sebesar 83,13 (meniadi
Iaktor penghambat)
b. Sosial ekonomi : Mayoritas bekeria sebagai petani sebesar 42,07
c. Agama : Tidak meniadi Iaktor penghambat



.Umpan Balik
a. Pencatatan dan pelaporan yang lengkap dan sesuai
dengan waktu yang ditentukan akan dapat digunakan
sebagai masukan dalam gerakan Keluarga Berencana
Ada, tetapi tidak
lengkap
b. Rapat keria yang membahas laporan kegiatan setiap
bulannya untuk mengevaluasi program yang telah
diialankan
Ada



. Dampak
1.1. Langsung
a. Menurunkan iumlah angka kelahiran bayi Belum dapat dinilai
b. Meningkatkan iumlah peserta KB baru Belum dapat dinilai
c. Meningkatkan iumlah peserta KB aktiI Belum dapat dinilai
1.2.Tidak Langsung
Meningkatkan keseiahteraan ibu dan anak Belum dapat dinilai
serta keluarga dalam rangka mewuiudkan
keluarga berkualitas tahun 2015



Bab V
Pembahasan
Masalah menurut variabel masukan :

No 'ariabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
1. IUD Cu T380 A 100 buah 75 buah ()
2.

'ial suntikan Disposible
Syringe

600 buah 450 buah ()


Masalah menurut variabel proses






No. 'ariabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
1. Pengayoman medis peserta KB Dilakukan pada
setiap hari keria
oleh dokter
maupun bidan
Tidak terdapat data
tertulis mengenai
pelaksanaan kegiatan
ini
()
2. Rapat triwulan Ada Tidak ada ()

Masalah menurut variabel keluaran


No. 'ariabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
1. Persentase peserta KB IUD 13 3,92 ()
(9,08)
2. Persentase peserta KB MOW 9 1,26 ()
(7,74)
3. Persentase peserta KB MOP 2 1,23 ()
(0,77)
4. Cakupan pengayoman medis 100 0
(Tidak ada data)
()
(100)

Masalah menurut variable lingkungan:

Masalah menurut variable umpan balik:
No. 'ariabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
1. Pencatatan dan pelaporan yang
lengkap dan sesuai dengan waktu
yang ditentukan
Ada Ada, tetapi tidak
lengkap
()
2. Rapat keria yang membahas
laporan kegiatan setiap triwulan
Ada Tidak ada ()
Variabel selain tertera diatas tidak memiliki masalah berdasarkan tolok ukur keberhasilan
No. 'ariabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah
1. Pendidikan(non-Iisik) Tidak meniadi
Iaktor
penghambat
Mayoritas
berpendidikan
rendah sebesar ..
(meniadi Iaktor
penghambat)
()


Bab VI
Perumusan Masalah
Masalah menurut keluaran (masalah sebenarnya) :
A. Cakupan peserta KB IUD masih kurang 9,08 dari target sebesar 13
B. Cakupan peserta KB MOW masih kurang 7,74 dari target sebesar 9
C. Cakupan peserta KB MOP masih kurang 0,77 dari target sebesar 2
D. Cakupan pengayoman medis terhadap peserta KB tidak ada data
Masalah lain (penyebab) :
1. Kurangnya sarana alat kontrasepsi Cu T380 A
2. Pencatatan dan pelaporan yang tidak lengkap
3. Tidak adanya rapat triwulan sebagai pengawasan
4. Mayoritas penduduk di kecamatan Kutawaluya berpendidikan rendah










Bab VII
Prioritas Masalah
Masalah menurut keluaran :
A. Cakupan peserta KB IUD masih kurang 9,08 dari target sebesar 13
B. Cakupan peserta KB MOW masih kurang 7,74 dari target sebesar 9
C. Cakupan peserta KB MOP masih kurang 0,77 dari target sebesar 2
D. Cakupan pengayoman medis terhadap peserta KB tidak ada data
Prioritas Masalah :
No. Parameter
Masalah
A B C D
1. Besarnya masalah 4 2 2 5
2. Berat ringannya akibat yang ditimbulkan 2 2 2 3
3. Keuntungan sosial yang diperoleh 2 2 2 2
4. Teknologi yang tersedia 3 3 3 4
5. Sumber daya yang tersedia 4 4 4 5
Total 1 13 13 19
Keterangan deraiat masalah :
5 Sangat penting
4 Penting
3 Cukup penting
2 Kurang penting
1 Sangat kurang penting

Yang menjadi prioritas masalah adalah :
1. Cakupan pengayoman medis terhadap peserta KB tidak ada data
2. Cakupan peserta KB IUD masih kurang 9,08 dari target yaitu 13



Bab VIII
Penyelesaian Masalah
Masalah :
1. akupan pengayoman medis terhadap peserta KB tidak ada data
Penyebab :
O Tidak adanya pencatatan yang lengkap mengenai pengayoman medis terhadap peserta
KB
O Tidak adanya rapat triwulanan sebagai pengawasan
Penyelesaian :
O Melakukan pencatatan dan pelaporan yang lengkap mengenai pengayoman medis
terhadap peserta KB
O Diadakan rapat keria bulanan dan triwulanan yang membahas laporan kegiatan setiap
bulannya untuk mengevaluasi program KB yang telah diialankan
O Memberikan pengarahan dan pembinaan kepada bidan maupun petugas pencatatan agar
dapat melakukan pencatatan serta pelaporan yang lengkap
2. akupan peserta KB IUDmasih kurang sebanyak 9.08 dari target sebesar 13
Penyebab :
O Kurangnya sarana alat kontrasepsi Cu T380 A dan 'ial suntikan Disposible Svringe
O Mayoritas penduduk di kecamatan Jatisari berpendidikan rendah
O Masih kurangnya penyuluhan mengenai alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur
(PUS)
Penyelesaian :

O Mengaiukan permintaan penyediaan sarana alat kontrasepsi Cu T380 A dan 'ial


suntikan Disposible Svringe dalam iumlah yang memadai
O Bidan dan tenaga PLKB meluangkan waktu yang lebih terhadap akseptor maupun calon
akseptor KB untuk memberikan penyuluhan mengenai kontrasepsi





















Bab IX
Kesimpulan dan Saran


8.1 Kesimpulan
Dari hasil evaluasi program KB yang dilakukan dengan cara pendekatan sistem di
Puskesmas Kecamatan Kutawaluya periode Juni 2010 sampai dengan Mei 2011 dapat
disimpulkan bahwa program ini belum berhasil karena :

Cakupan pengayoman medis terhadap peserta KB tidak ada data
Cakupan peserta KB IUD masih kurang sebanyak 9,08 dari target yaitu 13

Masalah tersebut diatas disebabkan :
Tidak adanya pencatatan yang lengkap mengenai pengayoman medis terhadap peserta
KB
Tidak adanya rapat triwulanan sebagai pengawasan
Kurangnya sarana alat kontrasepsi seperti Cu T380A dan 'ial suntikan Disposible
Svringe
Mayoritas penduduk di kecamatan Kutawaluya berpendidikan rendah
Masih kurangnya penyuluhan mengenai alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur
(PUS)


Penyelesaian :
Melakukan pencatatan dan pelaporan yang lengkap mengenai pengayoman medis
terhadap peserta KB
Diadakan rapat keria triwulanan yang membahas laporan kegiatan setiap bulannya untuk
mengevaluasi program KB yang telah diialankan
Mengaiukan permintaan penyediaan sarana alat kontrasepsi Cu T380A dan 'ial suntikan
Disposible Svringe dalam iumlah yang memadai
Memberikan pengarahan dan pembinaan kepada bidan maupun petugas pencatatan agar
dapat melakukan pencatatan serta pelaporan yang lengkap
Bidan dan tenaga PLKB meluangkan waktu yang lebih terhadap akseptor maupun calon
akseptor KB untuk memberikan penyuluhan mengenai kontrasepsi

Melalui penyelesaian masalah tersebut diatas, diharapkan dapat memberikan dampak
yang positiI dimana keberhasilan program KB akan semakin meningkat, dan turunnya angka
kelahiran serta turunnya laiu pertumbuhan penduduk di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya di
masa yang akan datang.














8.2 Saran
Apabila saran ini dapat diialankan dengan benar, maka diharapkan kedua masalah ini
tidak akan kembali muncul di Puskesmas Kecamatan Kutawaluya sebagai pokok masalah, yaitu
dengan :
Memberikan penyuluhan mengenai manIaat penggunaan kontrasepsi kepada masyarakat,
khususnya PUS, sehingga cakupan peserta kontrasepsi di Puskesmas Kecamatan
Kutawaluya dapat lebih meningkat.
Diharapkan agar Puskesmas Kecamatan Kutawaluya membuat usulan kepada suku dinas
kesehatan tentang penyediaan media-media promosi KB seperti pamIlet, spanduk, dan
poster di wilayah Kecamatan Kutawaluya.
Diharapkan agar bidan ataupun petugas bagian pencatatan agar melengkapi setiap
pencatatan mengenai cakupan pengayoman medis peserta KB yang ada di Puskesmas
Kecamatan Kutawaluya.
Diharapkan agar seluruh bagian dari struktur organisasi program KB di kecamatan
Jatisari mengadakan rapat keria triwulanan untuk mengevaluasi kegiatan program KB
yang telah dilaksanakan, dalam bentuk lokakarya triwulanan bekeriasama dengan sektor-
sektor terkait.






Daftar Pustaka

1. Suandi , Hubungan Antara Karakteristik Rumah Tangga Dengan Partisipasi Dalam
Keluarga Berencana di Provinsi Jambi, Analisis Data SDKI 2007, Fakultas Pertanian
Universiatas Jambi.2007.

2. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Keria Puskesmas. Keluarga
Berencana, Jilid II. Jakarta: Depkes RI; 1991.
3. Laiu Pertumbuhan Penduduk Indonesia Melebihi Proyeksi Diunduh dari:
http://beritasore.com/2011/02/24/laiu-pertumbuhan-penduduk-indonesia-melebihi-
proyeksi ,21 Mei 2011

4. Angka Kematian Ibu masih Tinggi Diunduh dari: http://www.sabili.co.id/aspirasi-
anda/angka-kematian-ibu-melahirkan-di-indonesia-masih-tinggi, 21 Mei 2011

5. InIant Mortality Rate (2009) Diunduh dari: http://apps.who.int/ghodata/?vid160#, 21
Mei 2011

6. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Survei DemograIi dan Kesehatan Indonesia:
Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Nasional |2007 |dikutip 5 Mei 2011|.
Diunduh dari: http://www.datastatistik-indonesia.com/sdki/