Anda di halaman 1dari 14

PERGANTIAN CAIRAN CAPD( Camex )

PENGERTIAN : Mengeluarkan cairan dialisat yang ada di dalam rongga abdomen atau
peritoneum dan menggantikannya kembali dengan cairan dialisat yang
baru.

TUJUAN : Pasien dapat melakukan pergantian cairan peritoneal dialisis secara mandiri

sehingga tercapai dialisis yang adekuat dan mencegah terjadinya infeksi

peritonitis.

NO Persiapan Alat Dan Bahan KETERANGAN


1 Tiang infus
2 Timbangan
3 Handrub

4 Cairan dianeal sesuai dengan kebutuhan


5 Minicaps 2 buah
6 Ultraclamp 2 buah
7 Pengalas / paper towel
8 Baki / Nampan
9 Buku catatan harian CAPD
10 Alkohol 70%
11 Masker
PROSEDUR
NO KETERANGAN
PENATALAKSANAAN
1 Gunakan masker
2 Lakukan Cuci Tangan 6 langkah dengan air mengalir
3 Tuangkan alkohol 70% di atas meja, ambil paper towel kemudian
bersihkan meja dengan gerakan searah
4 Buka kantong cairan dianeal dan periksa cairan dianeal (cek
tanggal kadaluarsa, kebocoran, kejernihan, volume, konsentrasi
dan keutuhan bagian frangible dan pull ring.
5 Pisahkan kedua kantong cairan (kantong yang berisi dan kantong
yang kosong) kemudian klem yang pertama di bawah frangible
pada kantong yang berisi cairan
6 Gantungkan cairan dianeal pada tiang infus dan letakkan kantong
dianeal yang kosong ke dalam Baki / Nampan
7 Keluarkan transferset dan letakkan pengalas ( Tissu / paper
towel dibawah transfer set
8 Lakukan cuci tangan dengan handrub
9 Tarik pull ring dan lepaskan minicaps dari transfer set, segera
sambungkan keduanya dengan hati-hati
10 Buka twist clamp (fase pembuangan minimal 20 menit)
11 Amati cairan buangan (kejernihan dan volumenya)
12 Setelah selesai fase pembuangan, tutup twist clamp serta lakukan
penutupan atau klem pada selang pembuangan
13 Patahkan frangible pada pangkal selang,buka clamp dan lakukan
flushing (hitung 1 sampai 5 untuk membuang udara dari selang)
kemudian tutup selang pembuangan dengan clamp
14 Buka twist clamp (fase pengisian)
15 Setelah selesai fase pengisian, tutup twist clamp dan selang
pengisian dengan ultraclamp.
16 Buka pembungkus minicap dan pastikan ada sponge iodine di
dalamnya .
17 Lakukan cuci tangan dengan handrub
18 Lepaskan selang cairan dianeal dari transfer set
19 Tutup rapat transfer set dengan minicap yang baru
20 Timbang cairan pembuangan dialisat.
21 Buang bekas cairan dialisat ke spoolhoek dan buang kantong
cairan ke tempat sampah medis.
22 Bersihkan dan rapikan meja, alat yang telah digunakan
23 Lakukan cuci tangan 6 langkah dengan air mengalir
24 Dokumentasikan kegiatan tindakan

Keterangan Penguji /
Pembimbing
 0 = Tidak dilakukan
 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
 2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai = ( Nilai Total ) X 100 =...........................
(.................................................)
35
PENGGANTIAN TRANSFER SET CAPD

PENGERTIAN : Mengganti transfer set yang lama dengan yang baru, dengan indikasi
dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali, bilamana transfer set robek atau
bocor, terputusnya transfer set secara tidak sengaja / terkontaminasi dari
titanium adaptor.

TUJUAN : Mencegah atau mengantisipasi terlepasnya transfer set dari titanium


adaptor, serat mencegah terjadinya infeksi peritonitis jika transfer set atau
yang terutama twiss clem menjadi longgar dan rusak.

NO ALAT DAN BAHAN KETERANGAN


1 Transfer set 1 buah
2 Minicap 2 buah
3 Dressing set 1 pouches
a. kom steril 2 buah
b. duk 2 buah
c. klem 2 buah
4 Antiseptik gel 1 buah
5 Masker 2 buah
6 Sarung tangan steril 2 buah
7 Povidone iodine 120 cc
8 Kantong pembuangan sampah 2 buah Sampah Medis dan Non
Medis
9 Kassa 1 pouches (10 buah)
NO PROSEDUR
PENATALAKSANAAN KETERANGAN
1 Pakai masker ( perawat dan pasien )
2 Lakukan Cuci Tangan 6 langkah dengan air mengalir
2 Bersihkan meja dengan alkohol 70%
4 Siapkan alat dan bahan di meja
5 Lakukan cuci tangan dengan handrub
6 Buka dressing set tray di ujung lipatannya
7 Buka transfer set pack dan letakkan transfer set pada
daerah yang steril ( di dalam dressing set tray ) tanpa
menyentuhnya
8 Buka kassa (pouches) dan letakkan kassa pada daerah yang
steril ( di dalam dressing set tray ) tanpa menyentuhnya
9 Keluarkan 2 kom dan letakkan 2 kom dalam bak instrumen
10 Masukkan povidone iodine ke dalam 2 buah kom
11 Lakukan cuci tangan dengan handrub
12 Pakai sarung tangan steril

13 Keluarkan duk dari dan letakkan di atas perut pasien di


bawah kateter.

14 Klem kateter dengan hati-hati dengan menggunakan klem


kateter ( 3 cm di atas titanium ).

15 Pegang kateter dengan kassa yang telah direndam tersebut.


Gosok sekitar kateter / sambungan adaptor ( titanium )
dengan kassa tersebut selama 1 menit

16 Letakkan kateter / sambungan adaptor di atas kassa steril


17 Ambil 2 lembar kassa steril, putar dan lepas transfer set
lama dengan cara tangan kanan memutar transfer set,
tangan kiri menahan di adaptor, jangan menyentuh ujung
adaptor yang terbuka.

18 Buang transfer set lama ke dalam kantong pembuangan


sampah. Letakkan ujung adaptor di atas kassa steril
19 Ambil kom 2 yang berisi povidone iodine dan rendam ujung
adaptor yang terbuka selama 5 menit. Angkat kateter dari
kom dan letakkan di atas kassa steril

20 Lepas sarung tangan.

21 Lakukan cuci tangan dengan handrub

22 Pakai sarung tangan steril yang ke 2


23 Angkat kateter dengan kassa steril dari duk pertama.
Timpa duk kedua di atas duk pertama dan letakkan kateter
pada duk kedua

24 Ambil transfer set yang baru, Tutup twist clamp dari


transfer set yang baru, buka penutup birunya dan
sambungkan transfer set yang baru ke adaptor kateter.
Eratkan dengan baik.

25 Ganti caps yang transparan dengan minicaps yang baru


26 Lepaskan klem kateter

27 Bersihkan meja instrumen dan dokumentasikan kegiat

28 Lakukan Cuci Tangan 6 langkah di air mengalir

29 Dokumentasikan tindakan

Keterangan Penguji /
Pembimbing
 0 = Tidak dilakukan
 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
 2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai = ( Nilai Total ) X 100 =...........................
(.................................................)
38
PERAWATAN EXIT SITE

PENGERTIAN : Perawatan exit site merupakan perawatan yang dilakukan di tempat lubang
keluarnya kateter tenckhoff, yang dilakukan setiap hari oleh pasien sendiri atau
bantuan anggota keluarga. Exit site yang normal merupakan exit site yang telah
sembuh paska operasi, dalam kondisi sehat tanpa kemerahan, pembengkakan,
pengeluaran sekret / eksudat dan yang warnanya sama dengan warna kulit
disekitarnya.

TUJUAN : Perawatan exite site dengan benar akan mencegah terjadinya infeksi (tunnel infeksi
atau peritonitis).

NO ALAT DAN BAHAN KETERANGAN

1 Handrub 1 buah
2 Kassa steril 1 pouches (10 buah)
3 Perekat non alergenik (Hipafix , Micropore)
4 Povidone iodine / Normal saline
5 Masker
6 Antibiotic cream

NO PROSEDUR KETERANGAN
1 Kenakan masker dan lakukan cuci tangan 6 langkahdengan air
mengalir
2 Tuangkan alkohol 70% di atas meja, ambil paper towel
kemudian bersihkan meja dengan gerakan searah
3 Letakkan dressing set diatas meja yang telah dibersihkan
4 Lakukan Cuci Tangan 6 langkah dengan handrub dan buka
sterile dressing set
5 Lepaskan dressing lama dengan hati-hati dari perut pasien,
pegang dan arahkan kateternya ke bawah dengan satu tangan
dan perhatikan jangan sampai menarik kateternya
6 Lakukan Cuci Tangan 6 langkah dengan handrub
7 Periksa exit site dengan seksama dan pastikan tidak ada
perdarahan, cairan, kebocoran, eritema atau nyeri
8 Raba tunnel untuk memeriksa adanya nyeri tekan dan
pengerasan
9 Jika dicuriga terjadi infeksi, lakukan pemeriksaan kultur dari
cairan eksudat
10 Lakukan hand hygiene dengan handrub
11 Siapkan 3 kassa steril dan basahi secukupnya dengan povidone
iodine dengan seksama seka exit site dengan gerakan dari arah
dalam ke luar. Buang kassanya. Lakukan sebanyak 3 kali

12 Siapkan 1 kassa steril dan dibasahi dengan normal saline 0,9%


dengan seksama seka exit site dengan gerakan dari arah dalam
ke luar. Buang kassanya.
13 Keringkan exit site dengan kassa steril kering
14 Oleskan antibiotic cream pada exit site
15 Taruh kassa steril diatas exit site dan rekatkan dengan plester
untuk menahannya agar tidak lepas
16 Lakukan imobilisasi kateter
17 Bersihkan meja dan alat – alat

18 Lakukan Cuci Tangan 6 langkah dengan air mengalir


19 Dokumentasikan tindakan

Keterangan Penguji /
Pembimbing
 0 = Tidak dilakukan
 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
 2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai = ( Nilai Total ) X 100 =...........................
(.................................................)
25
PEMERIKSAAN KLIRENS KT/V DAN CrCl CAPD

PENGERTIAN : Penilaian kliren ureum dan kreatinin mingguan yang dilakukan minimal setelah 4
minggu CAPD dimulai atau pada kondisi tertentu.

TUJUAN : Untuk mengetahui pencapaian adekuasi PD yang diberikan .


 Jika adekuasinya tidak tercapai perlu langkah perubahan progran PD
 Jika adekuasinya cukup program PD tinggal dilanjutkan

NO ALAT DAN BAHAN KETERANGAN


1 Spuit 5 cc 1 buah
2 Spuit 20 cc 1 buah
3 Gelas ukur 1 buah
4 Pot pemeriksaan 2 buah
5 Alkohol swab
6 Timbangan badan dan tinggi badan
7 Sarung tangan on
8 Cairan dianeal/twinbag 4 kantong (hari sebelumnya)
9 Formulir laboratorium
10 Masker

NO PROSEDUR KETERANGAN

1 Pasien dihubungi dan dianjurkan untuk datang ke center PD


dengan mambawa cairan dialisat (cairan effluent) 1 hari
sebelumnya (bila pertukaran cairan per hari sebanyak 4 kali
berarti berjumlah 4 kantong).
2 Membawa urine yang telah ditampung selama 24 jam, bila masih
ada urine ( minimal 100 ml/ 24 jam )
3 Periksa berat badan dan tinggi badan pasien.
4 Gunakan masker dan lakukan Cuci Tangan 6 langkah dengan
air mengalir
5 Gunakan sarung tangan bersih
6 Ambil sampel darah, kemudian pindahkan ke tabung reaksi.
7 Beri label nama,tanggal lahir, nomer rekam medis, tanggal, jam,
untuk pemeriksaan serum BUN dan kreatinin
8 Ukur volume masing-masing kantong dialisat
9 Dengan menggunakan spuit, ambil sampel cairan tiap kantong
sebanyak 1% dari volume dialisat total, kemudian campurkan
sampel cairan tersebut
10 Ambil sampel cairan yang sudah dicampur sebanyak 10 ml dari
total campuran sampel cairan tersebut, masukkan ke dalam
tabung reaksi
11 Beri label nama,tanggal lahir, nomer rekam medis, tanggal,
jam,untuk diperiksa cairan BUN dan kreatinin
12 Ukur urine dan masukkan ke dalam tabung reaksi dan beri label
nama,tanggal lahir, nomer rekam medis, tanggal, jam,untuk
diperiksa cairan BUN dan kreatinin
13 Kirim ke labolatorium untuk pemeriksaan
14 Bersihkan dan rapikan meja, alat yang telah digunakan
15 Lakukan cuci tangan 6 langkah dengan air mengalir
16 Dokumentasikan kegiatan dan tindakan

Keterangan Penguji /
Pembimbing
 0 = Tidak dilakukan
 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
 2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai = ( Nilai Total ) X 100 =...........................
(.................................................)
26
PEMERIKSAAN PERITONEAL EQUILIBRIUM TEST (PET)

PENGERTIAN : Penilaian tipe membrane dan respon ultrafiltrasi yang dilakukan minimal setelah 4
minggu CAPD dimulai, selanjutnya secara berkala setiap 6 bulan atau pada
kondisi tertentu.

TUJUAN : Untuk mengetahui jenis membran yang dimiliki oleh pasien , sehingga dosis
peritoneal dialysis dapat disesuaikan dan adekuasi dialysis dapat tercapai.

NO PERSIAPAN ALAT
ALAT DAN BAHAN KETERANGAN
1 Spuit 5 cc 1 buah
2 Spuit 10 cc 4 buah
3 Pot pemeriksaan cairan dialisat 3 buah
Tabung vacum darah 1 buah
4 Cairan Dianeal 1 buah (dianeal 2,5% untuk PET, sisanya
sesuai kebutuhan)
6 Tiang infus
7 Timbangan
8 Handrub
9 Ultraclamp 2 buah
10 Minicaps 4 buah
11 Pengalas
12 Alkohol swab
13 Formulir laboratorium
14 Masker

NO PROSEDUR
PENATALAKSANAAN KETERANGAN
1 Pasien dihubungi dan dianjurkan untuk datang ke center PD pagi
hari dan dipesan agar pasien tidak melakukan pertukaran CAPD
di rumah pada pagi hari. Pergantian cairan dilakukan di center
PD dengan dwell time antara 8-12 jam dengan menggunakan
cairan PD dengan konsentrasi dextrose 2,5%.
2 Pakai masker dan lakukan Cuci Tangan 6 langkah dengan air
mengalir
3 Siapkan cairan PD dengan konsenterasi dextrose 2,5% dan
hangatkan pada temperatur tubuh.
4 Lakukan pergantian cairan dengan posisi duduk, lakukan
pengeluaran cairan lebih dari 20 menit dan catat volume
drainasenya.
5 Baringkan pasien, masukkan 2000 ml cairan PD dengan
konsendrasi dextrose 2,5% ke pasien dengan rata-rata 400 ml
per 2 menit total dalam 10 menit masuk 2000 ml, pasien
dianjurkan miring kanan dan miring kiri (bila mampu) setiap
pemasukan 400 ml cairan. Catat waktu setelah cairan masuk. Ini
adalah Zero Dwell Time.
6 Pada jam 0 (Zero Dwell Time), dengan posisi pasien duduk,
alirkan 200 ml cairan ke dalam kantong pembuangan, campur
dengan cara membolak balikkan kantong 2-3 kali. Beri label
nama,tanggal lahir, nomer rekam medis, tanggal, jam, tulis tulis
PET 1.
7 Masukkan kembali sisa cairan dalam kantong sebanyak 190 ml
ke perut pasien
8 Pada jam ke-2 dwell time, dengan posisi pasien duduk alirkan
kembali 200 ml cairan ke dalam kantong pembuangan, lakukan
seperti diatas, beri label nama, tanggal lahir, nomer rekam medis,
tanggal, jam, tulis PET 2.
9 Pada jam ke-2 ambil sampel darah, kemudian pindahkan ke
tabung reaksi. Beri label nama, tanggal lahir, nomer rekam
medis, tanggal, jam dan tulis PET BS.
10 Pada jam ke-4 dwell time, lakukan pergantian cairan sesuai resep
cairan pasien, dengan posisi pasien duduk, alirkan semua cairan
dialisat ke dalam kantong pembuangan selama 20 menit. Campur
cairan dengan membolak balikkan 2-3 kali, kemudian ambil
sampel cairan sebanyak 10 ml dan masukkan ke dalam tabung
reaksi. Beri label nama, tanggal lahir, nomer rekam medis,
tanggal, jam dan tulis PET-3 .

11 Timbang kantong pembuangan dan catat volume drainasenya.


12 Isi formulir laboratorium untuk pemeriksaan kreatinin dan
glukosa untuk masing - masing PET 1, PET 2, PET BS dan PET
3.
13 Untuk penetapan faktor koreksi, ambil 10 ml contoh cairan
dextrose 2,5% yang baru, masukkan ke dalam tabung reaksi. Beri
label nama,tanggal lahir, nomer rekam medis, tanggal, jam dan
tulis faktor loreksi. Kirim ke labolatorium untuk pemeriksaan
kreatinin dan glukosa.
14 Bereskan dan rapikan alat dan ruangan
15 Lakukan Cuci Tangan 6 langkah dengan air mengalir
Dokumentasikan tindakan
16 Dokumentasikan tindakan

Keterangan Penguji /
Pembimbing
 0 = Tidak dilakukan
 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
 2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai = ( Nilai Total ) X 100 =...........................
(.................................................)
30
Pemberian Obat Intraperitoneal
Kompetensi : Memberikan obat via Intraperitoneal

Pengertian : Injeksi intra peritoneal melalui cairan Peritoneal Dialsisi (PD) merupakan pemberi
obat dengan cara memasukkan obat ke dalam cairan PD dengan menggunakan spuit

Tujuan : Obat yang disuntikkan dalam rongga peritonium sehingga diharapkan absorpsi obat
lebih cepat, sehingga respon terapi akan lebih cepat terlihat.

NO Persiapan Alat Dan Bahan KETERANGAN


1 Cairan PD
2 Obat injeksi sesuai dengan petunjuk dokter (antibiotik/ heparin)
3 Spuit 1cc/3cc/10cc sesuai kebutuhan 2 pcs

4 Aquabidest/NaCL 0.9%
5 Alkohol swab
6 Masker
7 Sarung tangan disposable
8 Alkohol 70%
9 Handrub

10 Tissue towel

PROSEDUR
NO KETERANGAN
1 Cek instruksi pengobatan.
2 Lakukan cuci tangan 6 langkah dengan air mengalir.
3 Masukkan obat dari vial/ampul dengan cara yang benar.
4 Pada akhir proses persiapan, dorong pompa spuit dan pastikan
seluruh udara dalam spuit sudah keluar.
5 Bersihkan tempat penyuntikan menggunakan povidone iodine.
6 Suntikan obat pada latek/port medical cairan dianeal, pastikan untuk
melakukan aspirasi untuk mengecek jarum sudah masuk sempurna
pada kantong cairan.
7 Masukkan cairan obat secara perlahan-lahan.
8 Setelah obat masuk semua, segera cabut spuit lalu buang ke tempat
pembuangan
9 Goyang kantong dialisat beberapa kali untuk memastikan obat
tercampur secara merata.
10 Bereskan alat-alat
11 Lakukan cuci tangan 6 langkah dengan air mengalir
12 Catat dan dokumentasikan pemberian obat yang telah dilakukan

Keterangan Penguji /
Pembimbing
 0 = Tidak dilakukan
 1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
 2 = Dilakukan dengan sempurna
Nilai = ( Nilai Total ) X 100 =...........................
(.................................................)
22