Anda di halaman 1dari 2

Tugas modul 1.2.a.

3
Mulai dari diri sendiri & nilai dan peran guru penggerak
A. Trapesium Usia

 Peristiwa Positif
Ketika saya berumur 14 tahun, saat ini masih kelas 2 SMP, saya diajak bermain voli oleh
teman saya di lapang voli dekat rumah. Sebetulnya olahraga ini bukan sesuatu yang
asing bagi saya karena ibu saya juga pemain voli ketika muda, ayah saya pemain tenis
dan sering juga main bola. Jadi bagi keluarga kami, olahraga itu menjadi suatu hobi yang
menyenangkan.
Dengan latar belakang itulah, ketika saya diajak bermain dan latihan voli, saya langsung
bersemangat dan tentunya mendapat dukungan dari orang tua dan keluarga, kebetulah
kakak laki-laki saya juga bermain bola dan iku klub bola juga di lingkungan rumah.
Semenjak saya menekuni hobi voli, saya tumbuh menjadi remaja yang supel , ceria dan
percaya diri. Saya banyak mengenal daerah di Kabupaten Garut karena sering bertanding
dengan klub-klub voli di hampir seluruh Kabupaten Garut. Dari olahraga tersebut saya
mendapatkan banyak teman, wawasan serta pengalaman.
Pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut
Dalam kegiatan voli, pihak yang terlibat itu mencakup diri sendiri, teman satu klub, pelatih,
keluarga dan teman-teman di klub lain.
 Peristiwa Negatif
Hal ini bermula waktu saya kelas 3 SMA sekitar umur 18 tahun, ketika teman-teman lain
mulai mengenal kosmetik yang berseliweran di iklan televisi, saya masih setia dengan
skincare yang saya pakai sejak kecil. Ketika di sehabis istirahat sholat, di kelas, eman-
teman mulai mengeluarkan kosmetiknya masing-masing, beraneka ragam. Tentu saja hal
itu menggugah hati dan peraaan saya untuk membeli dan memakai juga kosmetik-
kosmetik seperti mereka.
Akhirnya sayapun membelinya, dengan harapan supaya sama seperti teman-teman saya
lainnya.
Dan ternyata kosmetik tersebut tidak cocok di wajah saya, kulit wajah saya menjadi
jerawatan…dan jerawatnya itu samapi besar-besar dan bernanah. Ketidakcocokan
kosmetik tersebut ternyata sulit disembuhkan, sampai bertahun-tahun saya jerawatan,
bahkan sampai lulus kuliah.
Hal tersebut sangat berpengaruh bagi perkembangan jiwa saya. Saya menjadi tidak
percaya diri, minder dan malas serta tidak ada semangat untuk melakuan kegiatan positif
karena terhalang oleh permasalahan rasa minder tersebut.
Pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut
Diri sendiri, teman dan keluarga
 Dampak emosi dari pengalaman tersebut
Dari pengalaman positif, hal tersebut berdampak dalam diri saya karena saya menjadi
orang yang gemar berolah raga sampai sekarang, mudah bergaul dan punya banyak
teman.
Dampak emosi dari pengalaman negatif sangat membekas di diri saya karena dari
kejadian tersebut saya merasa kehilangan banyak kesempatan dan membuat saya
menjadi pribadi yang rendah diri untuk jangka waktu yang lama
 “Guru”, “murid”, “belajar”, “makna”, “peran”
Saya mengambil makna bahwa seorang guru memiliki peran dalam membimbing dan
mendidik muridnya dalam proses belajar sehingga murid tersebut tumbuh dan berproses
menjadi manusia yang lebih baik.
B. Nilai dan peran guru penggerak menurut saya
1. Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan
komunitas sekolah saya?
2. Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan
komunitas sekolah saya?

Jawaban:
1. nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan
komunitas sekolah saya mempunyai kepedulian yang besar kepada mereka. Mempunyai
keinganan untuk terus bisa membantu dan saling memajukan untuk kesuksesan bersama.
2. peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan
komunitas sekolah saya adalah berusaha memberi contoh yang baik, mengajak dan
menawarkan bantuan jika mereka membutuhkannya.