Anda di halaman 1dari 8

Besi beton

Besi beton atau baja tulangan (bahasa Inggris: reinforcing bar disingkat rebar), dikenal ketika
dipadatkan sebagai baja tulangan,[1] adalah batang baja yang berbentuk menyerupai jala baja yang
digunakan sebagai alat penekan pada beton bertulang dan struktur batu bertulang untuk
memperkuat dan membantu beton di bawah tekanan. Beton menjadi kuat di bawah kompresi, tetapi
memiliki kekuatan tarik yang lemah. Besi beton secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik
struktur. Permukaan besi beton sering berubah bentuk untuk memposisikan ikatan yang lebih baik
dengan beton.
Besi beton di Indonesia dikelompokkan kedalam 2 jenis, yaitu baja tulangan polos dengan
pengkodean BjTP dan baja tulangan sirip dengan pengkodean BjTS. Sebelumnya, standarisasi
baja tulangan beton untuk industri baja Indonesia diatur dalam SII 138-1984 tentang Mutu dan Cara
Uji Baja Tulangan Beton. Pada tahun 2002, dilakukan beberapa revisi dan diubah menjadi SNI 07-
2052-2002[2] mengenai Baja Tulangan Beton. Standarisasi ini merujuk pada referensi yang diambil
dari besi baja berstandar Jepang atau JIS (Japanese Industrial Standars). Badan Standarisasi
Nasional (BSN) adalah lembaga yang bertanggungjawab dalam pembuatan standarisasi tersebut.
Oleh sebab itu, besi beton yang yang memenuhi standarisasi tersebut disebut sebagai besi beton
SNI.
Angka yang terdapat pada kode tulangan menyatakan batas kuat leleh/ulur. Baja beton BJTP 24
dipasok sebagai baja beton polos dengan batas ulur 24 kg/mm2, sedangkan baja beton BJTD 40
adalah adalah tulangan beton dengan kuat leleh 40 Kn/cm2. [3]

Referensi[sunting | sunting sumber]


 ^ Merritt, Frederic S., M. Kent Loftin and Jonathan T. Ricketts, Standard Handbook for Civil
Engineers, Fourth Edition, McGraw-Hill Book Company, 1995, p. 8.17
 ^ Revisi Standar Nasional Indonesia (SNI) 07-2052-1997, Baja tulangan beton
 ^ Standard Besi Tulangan Beton Sebagai Bagian Dari Beton Bertulang

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


 (Indonesia) Berat Jenis Besi Tulangan Beton Dan Cara Menghitung Berat Besi

Pengertian dan Fungsi Besi Beton


Pengertian Besi Beton
Besi beton merupakan besi yang digunakan untuk penulangan konstruksi beton atau yang lebih
dikenal sebagai beton bertulang. Beton bertulang yang mengandung batang tulangan dan
direncanakan berdasarkan anggapan bahwa bahan tersebut bekerja sama dalam memikul
gaya-gaya. Beton bertulang bersifat unik dimana dua jenis bahan yaitu besi tulangan dan beton
dipakai secara bersamaan. Tulangan menyediakan gaya tarik yang tidak dimiliki beton dan
mampu menahan gaya tekan.
Secara umum besi beton tulangan mengacu pada dua bentuk yaitu besi polos (plain bar) dan
besi ulir (deformed bar/BJTD). Besi polos adalah besi yang memiliki penampang bundar
dengan permukaan licin atau tidak bersirip. Besi ulir atau besi tulangan beton sirip adalah
batang besi dengan bentuk permukaan khusus berbentuk sirip melintang (puntir/sirip ikan) atau
rusuk memanjang (sirip teratur/bambu) dengan pola tertentu, atau batang tulangan yang dipilin
pada proses produksinya.
Tulangan ulir, yang diberi ulir melalui proses rol pada permukaannya (polanya berbeda
tergantung dari pabrik pembuatnya) untuk mendapatkan ikatan (bonding) yang lebih baik antara
tulangan dan beton yang digunakan pada hampir semua aplikasi dibandingkan dengan
tulangan polos dengan luas penampang sama. Bentuk ulir berupa sirip meningkatkan daya
lekat guna menahan gerakan dari batang secara relatif terhadap beton.
Tulangan polos (BJTD) jarang digunakan kecuali untuk membungkus tulangan longitudinal
(sengkang atau spiral) yang diberi kait pada ujungnya, terutama pada kolom.

Fungsi Besi Beton


Sejak tahun 1950 konstruksi konstruksi besi beton mulai digunakan sebagai elemen utama
dalam pembangunan gedung tinggi. Karena pengetahuan manusia tentang perilaku beton
bertulang yang terbatas, terutama mengenai nonlinearitas material beton itu sendiri, pada awal
abad ke-20 kebanyakan gedung tinggi di Amerika menggunakan baja profil sebagai elemen
struktur utamanya. Baru pada 1950-an konstruksi beton mulai ikut berperan dalam konstruksi
gedung tinggi.
Di Indonesia sendiri, besi beton lebih sering digunakan untuk pembangunan gedung, karena
bahan ini lebih mudah didapat sehingga dirasakan lebih ekonomis dibanding konstruksi lainnya.
Besi beton atau beton bertulang boleh jadi merupakan bahan konstruksi yang paling penting
karena digunakan dalam berbagai bentuk untuk hampir semua struktur baik besar maupun kecil
seperti bangunan, jembatan, perkerasan jalan, bendungan, dinding pebahan tanah,
terowongan, jembatan yang melintasi lembah (viaduct), drainase, fasilitas irigasi, tangki dan
sebagainya.
Khusus untuk bangunan gedung bertingkat tinggi, besi beton digunakan untuk struktur kolom,
balok, dinding, plat, besi poer dan sloof. Sukses beton bertulang sebagai bahan konstruksi yang
universal karena banyaknya kelebihan yang dimilikinya. Kelebihan tersebut antara lain :
Memiliki kuat tekan yang relatif lebih tinggi dibandingkan kebanyakan bahan lain.
Memiliki ketahanan yang tinggi terhadap api dan air, bahkan memiliki struktur terbaik untuk
bangunan yang banyak bersentuhan dengan air. Pada peristiwa kebakaran dengan intesitas
rata-rata, batang-batang struktur dengan ketebalan penutup beton yang memadai sebagai
pelindung tulangan hanya mengalami kerusakan pada permukaannya saja tanpa mengalami
keruntuhan.
Struktur beton bertulang sangat kokoh.
Tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi.
Dibandingkan dengan bahan lain, memiliki usia layan yang sangat panjang. Dalam kondisi-
kondisi normal, struktur beton bertulang dapat digunakan sampai kapanpun tanpa kehilangan
kemampuannya untuk menahan beban. Ini dapat dijelaskan dari kenyataan bahwa kekuatannya
tidak berkurang dengan berjalannya waktu bahkan semakin lama semakin bertambah dalam
hitungan tahun, karena lamanya proses pemadatan semen.
Merupakan satu-satunya bahan yang ekonomis untuk pondasi tapak, dinding basement, tiang
tumpuan jembatan, dan bangunan-bangunan semacam itu.
Dapat dirakit menjadi bentuk yang sangat beragam mulai dari plat, balok dan kolom yang
sederhana sampai menjadi atap kubah dan cangkang besar.
Keahlian buruh yang dibutuhkan untuk membangun konstruksi beton bertulang lebih rendah bila
dibandingkan dengan bahan lain seperti baja struktur.

Apa Itu Besi Beton?


Jenis besi satu ini adalah besi yang banyak digunakan untuk menjadi penulangan pada
berbagai konstruksi beton. Seperti yang beredar di pasaran, jenis besi satu ini memiliki dua tipe
yang berbeda yakni ulir dan polos. Dengan begitu, dua tipe yang berbeda ini dapat disesuaikan
penggunaannya dengan kebutuhan pada konstruksi. 

Dalam pembuatan material ini, tersusun dari berbagai komposisi berupa sulphur, carbon,
phosphorus, dan bijih besi. Dengan kandungan komposisi yang sedemikian rupa ini, mampu
menciptakan tingkat kekerasan pada material ini menjadi sangat tinggi. Tak heran jika besi ini
memiliki tingkat kekuatan tariknya sangat tinggi. 

Dengan begitu material ini banyak dipakai untuk pondasi atau tulang dalam sebuah proses
pembuatan dinding cor. Perlu diketahui bahwa material ini pertama kali ditemukan oleh seorang
warga Prancis, yang bernama Joseph Mounir dan Lambut. Saat itu, tahun 1850 keduanya
sedang membuat perahu dari beton yang diberi tulang berupa kawat. 

Berkat karya keduanya, mereka dinyatakan sebagai penemu konsep beton bertulang. Besi
yang diciptakannya ini mampu membuat bangunan atau tulang konstruksi yang jauh lebih
ringan. Meskipun ringan tetap saja bahan ini memberikan kekuatan yang sangat maksimal. 

Jenis-Jenis Besinya
Lebih dikenal dengan sebutan beton bertulang. Jenis besi ini memiliki tulangan yang mana
pada prinsipnya memiliki dua bentuk. Yakni beton ulir dan beton polos. Untuk sebutannya
sendiri, masing-masing jenis ini lebih dikenal dengan nama plain bar dan deformed bar.

Umumnya, beton polos memiliki penampang bundar dengan permukaan yang terlihat lebih atau
lumayan licin dan tentunya tidak memiliki sirip. Sedangkan untuk beton ulir mempunyai
permukaan yang bersirip melintang ataupun memiliki pola rusuk memanjang dengan bentuk
tertentu.

1. Beton Polos 
Beton polos atau yang sering disebut plain bar, merupakan jenis besi yang mempunyai
permukaan mulus dan licin. Jika diperhatikan pada penampangnya berbentuk bundar mulus.
Bahkan tipe ini memiliki daya ikat yang baik dengan coran beton. Beton polos ini memiliki sifat
yang sangat lentur dan mudah untuk dibengkokkan. 

Untuk tipe beton polos sangat mudah untuk ditemukan di pasaran. Sehingga Anda tidak perlu
kesusahan untuk mencari material satu ini. Kebanyakan dipakai untuk mengikat beberapa
batang besi yang ada dalam satu bidang konstruksi.

2. Beton Ulir
Tipe yang selanjutnya adalah deformed bar. Untuk jenis ini lebih dikenal dengan sebutan beton
ulir. Yang mana memiliki tonjolan lancip mirip dengan sebuah sirip di seluruh permukaannya.
Dengan bentuknya yang sedemikian rupa membuat beton ulir memiliki daya ikat yang tinggi. 

Untuk mendapatkan tipe beton satu ini perlu dilakukan pemesanan terlebih dahulu.
Dikarenakan diproduksi dan dijual dalam jumlah yang besar untuk konstruksi atau distributor.
Dari segi sifatnya sendiri, termasuk jenis besi yang kurang lentur dan sulit untuk dibengkokkan.
Bahkan untuk pemasangannya pun terbilang cukup sulit. 
Fungsi Besinya
Secara umum besi ini banyak digunakan pada konstruksi gedung. Dimanfaatkan sebagai
rangka utama yang berguna untuk menyusun struktur bangunan-bangunan itu dengan baik.
Dengan berbagai berat besi beton yang tersedia, mampu menghasilkan kualitas bangunan
yang sederhana dan bertingkat. 

Sehingga sudah jelas bahwa, material ini berguna untuk menarik dan sekaligus menahan
bangunan sebagai tulang-tulang pada proses pembangunan. Selain itu, bahan ini juga dapat
dimasukkan dalam besi begel atau kawat begel. Yang mana berfungsi sebagai bahan pengikat
dan memperkuat kerangka bangunan. 

Bahkan dalam pembangunan terowongan besar, jembatan, atau drainase juga menggunakan
material ini. Pada jembatan, bahan ini berguna untuk menghubungkan dua area berbeda.
Sehingga dapat menghasilkan struktur yang kuat dan aman untuk dilalui. 

Keunggulan Penggunaan Besi Beton


Seperti yang sudah diketahui bahwa, material ini telah terbagi menjadi dua tipe yang berbeda.
Yakni beton ulir dan beton polos, yang mana memiliki arti kode dengan perbedaan pada
kegunaan dan spesifikasi. Bahkan keduanya pun memiliki keistimewaan atau keunggulan yang
sama bila dilihat dari segi manfaat. 

Untuk proses pemasangannya terbilang sangat mudah, yang mana bila dipasang
menggunakan fabrikasi bengkel. Jenis besi ini memiliki sifat homogen dengan kualitas dan
mutu bahannya yang terjamin bagus. Mempunyai tingkat deformasi yang sangat baik, meskipun
berada pada tegangan tinggi. Dengan begitu bangunan yang dibuat tidak mudah cepat roboh. 

Selain itu, material ini mudah dipotong dan disambung sesuai dengan kebutuhan dengan cara
dilas. Dengan merawatnya sangat baik maka besi ini dapat bertahan dengan sangat lama tanpa
adanya penurunan kualitas. Bahkan material ini dapat dilebur atau didaur ulang sehingga dapat
dipakai kembali. 

Ukuran dan Harga Besi Beton


Umumnya, material ini memiliki ukuran atau standar panjang yakni sekitar 12 m. Bila digunakan
untuk bangunan atau perumahan maka menggunakan ukuran besi beton 6 , 8, 10, atau 12 m.
Meskipun telah ditentukan SNI masih saja banyak beredar besi yang tidak sesuai aturan.
Dengan begitu tentunya sudah menyalahi ukuran atau aturan yang ada. 

Untuk harga besi beton yang tidak berstandar SNI, biasanya jauh lebih murah dibandingkan
yang sesuai dengan aturan. Dengan harga besi beton yang murah tentunya juga akan
memberikan pengaruh pada kualitas bangunan yang akan dibangun. Sedangkan untuk harga
besi beton SNI sendiri berbeda-beda sesuai dengan ukuran dan spesifikasinya. 

Besi beton ialah besi yang digunakan guna penulangan konstruksi beton. Sebutan yang juga populer
ialah beton bertulang. Besi beton tulangan pada prinsipnya mempunyai dua bentuk yaitu beton ulir dan
besi beton polos. Masing-masing juga disebut dengan plain bar dan deformed bar.
Besi beton yang polos mempunyai penampang bundar dengan permukaan yang lumayan licin maupun
tidak bersirip sedangkan besi beton ulir mempunyai bentuk permukaan berupa sirip melintang maupun
rusuk memanjang dengan pola tertentu.
Material Besi Beton
Besi beton mengandung komposisi kimia mulai dari Carbon, Shulpur, Phosphorus dan biji besi.
Kekerasan material ini sangat tinggi, sehingga kekuatan tariknya juga tinggi. Oleh karena itu
besi beton sering digunakan sebagai tulang dalam membuat dinding cor.

Sejarah Besi Beton


Perlu diketahui bahwa penggunaan beton pertama kalinya dilakukan oleh warga Perancis
bernama Joseph Mounir dan Joseph Lambut. Hal ini terjadi pada tahun 1850. Saat itu keduanya
tengah membuat perahu dan beton yang diberi tulang terbuat dari kawat besi disusun secara
paralel. Berkat karyanya itu, Joseph Lambot dan Joseph Moenir dinyatakan sebagai penemu
dari adanya konsep beton bertulang.

Pada Tahun 1867 Joseph Munir berhasil mendapatkan hak paten dari karya yang dibuatnya
yakni sebuah kolam penyimpanan air yang bahannya terbuat dari beton dan diberi tulang
konstruksi anyaman tulang. Besi penggunaan beton ini bisa membentuk konstruksi lebih ringan
tetapi bagian betonnya mempunyai kekuatan yang maksimal. Sejak saat itu pula, Josep Munir
juga mendapatkan hak paten konstruksi besi beton bertulang pada bangunan sungai besar
seperti bendungan jembatan dan lain-lain.

Pada tahun 1875, William E. Ward, seorang warga dari Inggris membuat bangunan
menggunakan konstruksi tulang beton untuk pertama kalinya di Amerika Serikat. Tetapi dia
menyatakan bahwa ide tersebut berasal dari buruh yang ada di Inggris. Dua tahun berikutnya
yakni tahun 1877, Thaddeus Hyatt yang berasal dari Amerika berhasil membuat sebuah analisa
tentang ketahanan beton terhadap panasnya api.

William E. Ward bukan warga Amerika yang membuat bangunan menggunakan konstruksi
beton karena di tahun 1870 Seorang warga San Francisco bernama E.L Ransome sudah
berhasil menemukan besi beton bertulang yang bentuknya ulir. Tetapi penemuan E.L Ransom
baru bisa mendapatkan hak paten sesudah 14 tahun kemudian yakni pada tahun 1884.
Keunggulan Besi Beton :
Terdapat beberapa keunggulan menggunakan besi beton yakni sebagai berikut:
Membantu memberikan Pondasi yang kuat terhadap suatu bangunan agar bisa tegak sesuai
dengan konstruksi yang telah dirancang.
Bisa bertahan dalam temperatur yang tinggi sehingga akan cocok digunakan untuk bangunan
bertingkat atau high rised building.
Sesudah menjadi bangunan dari segi biaya perawatan bisa dikatakan cukup rendah sehingga
sangat efisien untuk dipilih.
Mempunyai kekuatan struktur yang tinggi sehingga sesudah selesai pembangunannya akan
sangat sulit untuk dihancurkan kembali.
Jenis Jenis Besi Beton :
1. Besi beton polos.
Besi beton ini mempunyai permukaan yang mulus dan licin. Dari segi penampungannya pun
berbentuk bundar mulus. Besi beton memiliki daya ikat dengan coran beton. Besi beton yang
polos lebih mudah ditemukan dan dijual eceran. Besi beton yang polos sifatnya lentur dan
cukup mudah untuk dibengkokkan serta mempunyai ketahanan tekan minimal 240 Mpa. Secara
harga juga lebih murah jika dibandingkan dengan besi beton ulir. Besi beton polos pada
umumnya digunakan mengikat beberapa Batang besi beton ulir di dalam 1 konstruksi beton.

Beton ulir atau deformed bar.


Besi beton ulir mempunyai tonjolan yang mirip dengan sirip di sepanjang permukaannya
sehingga mempunyai daya ikat yang tinggi. Dengan coran beton bentuk dari sistem ini memang
berbeda di tiap produsennya dan ini hanya dijual dalam volume yang besar oleh kontraktor
maupun distributor. Besi beton ulir sifatnya kurang lentur dan sungai untuk dibengkokkan
sehingga pemasangannya pun cukup sulit daya tahan minimal dari besi beton ini ialah 400
Mpa.

Untuk Konstruksi Gedung ; secara umum besi beton digunakan sebagai rangka utama untuk
menyusun struktur bangunan baik itu bangunan yang sederhana maupun yang bertingkat-
tingkat. Jelas sekali besi beton untuk menahan dan menarik sekaligus sebagai tulang-tulang
dalam proses pembangunan sebuah gedung. Harga besi beton yang cenderung ekonomis dan
mudah didapatkan juga menjadi faktor mengapa besi ini sering digunakan.

Besi beton akan dimasukkan juga ke dalam besi begel dengan kawat bendrat. Ini untuk
mengikat dan memperkuat tulang-tulang bangunan. Pembangunan jembatan, terowongan
besar, viaduct dan drainase; produksi gedung buat sebutan juga bisa digunakan untuk
membangun jembatan maupun terowongan. Fungsi jembatan untuk menghubungkan dua area
yang berbeda membuatnya harus dibangun dengan struktur yang kuat dan kemampuan yang
besar agar bisa dilewati dengan aman.

Terkait keperluan ini, besi beton ulir mempunyai nilai lebih baik jika dibandingkan dengan besi
beton polos. Ulir dalam besi beton ulir akan menciptakan ikatan atau bounding yang lebih kuat
antar tulangannya. Corak ulir inilah yang akan berguna untuk memperkuat daya ikat. Sehingga
gerakan dari batang terhadap beton tidak akan goyang.

Standar Besi Beton.


Pada umumnya besi beton mempunyai standar panjang yakni 12 m. Guna membangun
gedung-gedung maupun perumahan, ukuran besi beton yang umum digunakan berkisar pada
ukuran 12, 10, 8 hingga 6. Walaupun ukuran standar besi beton sudah ditentukan, namun
masih banyak ditemukan besi beton yang tidak sesuai dengan standar SNI di pasaran. Dari
segi ukuran, besi beton yang tidak berstandar ini akan menyalahi ukuran yang sudah ditetapkan
oleh SNI.

Harga besi beton yang tidak berstandar SNI memang lebih murah jika dibandingkan dengan
besi beton yang berstandar SNI. Tetapi perlu digarisbawahi bahwa penggunaan besi beton
yang tidak berstandar SNI perlu dicermati lebih lanjut sebab akan mempengaruhi dari segi
kualitas konstruksi bangunan yang akan dihasilkan. Besi beton yang mempunyai sertifikat SNI
tentu mempunyai toleransi ukuran mulai dari 0,1 hingga 0,5 mm. Memilih besi beton berkualitas
sesungguhnya bukanlah hal sulit untuk dilakukan apabila lebih teliti dan seksama dalam
melakukannya.

Harga Besi Beton:


Size Spesifikasi Harga
3,8 mm Tarik 4 mm Rp15,000.00
4 mm Tarik 4 mm Rp16,000.00
4,2 mm Tarik 5 mm Rp17,000.00
5,2 mm Tarik 6 mm Rp21,500.00
5,6 mm Tarik 6 mm Rp26,000.00
5,8 mm Tarik 6 mm Rp26,500.00
7,1 mm 8 SRB SNI Rp38,000.00
9,1 mm 10 SRB SNI Rp57,600.00
11,2 mm 12 SRB SNI Rp81,600.00
12,2 mm D 13 SRB SNI Rp154,300.00
15,2 mm D 16 SRB SNI Rp154,400.00
7 mm 8 SPI BJKU Rp37,000.00
8,7 mm 10 SPI BJKU Rp53,000.00
10,5 mm 12 SPI BJKU Rp74,500.00
6,2 mm 8 MSS BJKU Rp32,000.00
8 mm 10 MSS BJKU Rp47,000.00
9,5 mm 12 MSS BJKU Rp62,000.00
7,5 mm 8 TJ SNI Rp41,000.00
9,5 mm 10 TJ SNI Rp62,000.00
11,5 mm 12 TJ SNI Rp86,000.00
9,5 mm D 10 TJ SNI Rp63,500.00
12,5 mm D 13 TJ SNI Rp103,000.00
15,5 mm D 16 TJ SNI Rp159,000.00
18,5 mm D 19 TJ SNI Rp220,000.00
7,8 mm 8 IBD SNI Rp43,500.00
9,8 mm 10 IBD SNI Rp66,000.00
11,8 mm 12 IBD SNI Rp93,500.00
12,8 mm D 13 IBD SNI ( Ulir ) Rp110,500.00
15,8 mm D 16 IBD SNI ( Ulir ) Rp162,000.00
18,8 mm D 19 IBD SNI ( Ulir ) Rp221,500.00
15,5 mm 16 TJ SNI ( Polos ) Rp153,000.00

Jika bicara soal besi, tentunya besi beton adalah jenis besi paling familiar bahkan untuk orang-
orang awam. Tahun 1950 dikenal sebagai tahun dimana besi beton mulai dipergunakan
sebagai bahan dasar utama dalam konstruksi bangunan. Pada periode tersebut, besi beton
pada akhirn-ya menggantikan fungsi baja profil yang sebelumnya lebih sering digunakan. Besi
beton memiliki dua ragam, yaitu besi beton polos dan besi beton ulir. Nah, tahukah kamu apa
saja fungsi besi beton?

Konstruksi Gedung
Besi beton umumnya digunakan sebagai rangka utama penyusun stuktur bangunan, baik
bangunan sederhana maupun bertingkat. Kemampuan besi beton untuk menarik dan menahan
gaya tekan membuat besi beton cukup baik untuk digunakan sebagai tulang-tulang dalam pem-
bangunan gedung. Harga besi beton yang cenderung ekonomis dan kemudahan mendapat-
kannya juga menjadi faktor kenapa besi beton sangat sering digunakan. Besi beton biasanya
digunakan bersamaan dengan besi begel dan kawat bendrat sebagai pengikat untuk
membentuk tulang-tulang pada konstruksi bangunan.

Pembangunan Infrastruktur
Tak hanya konstruksi gedung, besi beton juga biasa digunakan untuk pembangunan jembatan
atau terowongan. Fungsi jembatan sebagai penghubung dua area membuat jembatan harus
memiliki stuktur yang kuat dengan kemampuan penahan yang besar saat dilewati. Dalam hal
ini, besi beton ulir memiliki nilai lebih baik dibanding dengan besi beton polos. Ulir dalam besi
beton ulir menciptakan ikatan (bonding) yang lebih kuat antar tulangannya. Corak ulir inilah
yang berfungsi untuk meningkatkan daya ikat untuk menahan gerakan dari batang secara relatif
terhadap beton.

Ciri Fisik Besi Beton


Panjang besi beton dipasaran memiliki standar sebesar 12 meter. Untuk pembangunan
gedung-gedung maupun perumahan, ukuran besi beton yang sering digunakan biasanya
berkisar di ukuran 6, 8, 10, hingga 12. Meski ukuran standar besi beton telah ditentukan, di
pasaran masih banyak ditemukan ukuran besi beton yang tidak sesuai dengan ukuran
berstandar SNI. Harga besi beton tak berstandar SNI memang cenderung lebih murah
dibandingkan dengan harga besi beton SNI. Namun, penggunaan besi beton tidak berstandar
SNI inilah yang perlu dicermati karena akan mempengaruhi kualitas konstruksi bangunan. Besi
beton dengan sertifikat SNI biasanya memiliki toleransi ukuran mulai dari 0,1 – 0,5 mm. Meski
cenderung tricky, pemilihan besi beton berkualitas sesungguhnya mudah dilakukan jika kita
cukup teliti.

Anda mungkin juga menyukai