Anda di halaman 1dari 55

MODUL BARISAN DAN DERET

MATEMATIKA WAJIB

SMA NEGERI 5 SURAKARTA

KELAS XI & X
MIPA - IPS
DAFTAR ISI

A. PENDAHULUAN..........................................................................................................1

1. StandarKompetensi..............................................................................................2

2. Deskripsi...................................................................................................................2

3. Waktu........................................................................................................................3

4. Petunjuk Penggunaan Modul..................................................................................3

B. PEMBELAJARAN.........................................................................................................4

1. Tujuan Materi........................................................................................................4

2. Uraian Materi.........................................................................................................4

3. Rangkuman..........................................................................................................37

C. EVALUASI..................................................................................................................40

1. Tugas.....................................................................................................................40

2. Tes.........................................................................................................................45

D. KUNCI JAWABAN....................................................................................................53

E. DAFTAR PUSTAKA................................................................................................57

F. PENUTUP.................................................................................................................58
PENDAHULUAN

Seorang anak menabung di sebuah bank pada setiap akhir bulan.Mula-mula ia


membuka rekening sebesar Rp 50.000,00. Selanjutnya, setiap akhir bulan ia selalu
menabung Rp 5.000,00 lebih besar dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu Rp
55.000,00 pada akhir bulan kedua, Rp 60.000,00 pada akhir bulan ketiga dan seterusnya.
Sekarang, dengan mengabaikan bunga bank dan potongan administrasi lainnya, berapakah
jumlah tabungan anak tersebut pada akhir bulan ke-50?
Kita tidak mungkin mendaftar satu per satu besar uang yang ditabung setiap akhir
bulan sebanyak 50 kali, kemudian baru menjumlahkannya. Cara ini membutuhkan waktu
yang lama. Lalu, bgaaimana cara yang efektif untuk menyelesaikan masalah di atas?
Suatu keteraturan yang membentuk pola tertentu, misalnya kenaikan yang tetap
(seperti contoh di atas), penurunan yang tetap atau kenaikan m kali lipat setiap periode
tertentu, dapat kalian selesaikan dengan menggunakan metode deret. Deret yang akan kita
pelajari yaitu deret aritmetika dan deret geometri. Untuk contoh diatas, deret yang
digunakan adalah deret aritmetika. Bagaimana selanjutnya?
Pada deret aritmetika, untuk mengetahui jumlah tabungan anak tersebut pada akhir
bulan ke-50, kita cukup memerlukan setoran awal (a), besar kenaikan (b) dan lama
menabung (n). Jadi, jumlah tabungan pada akhir bulan ke-50 dapat dinyatakan sebagai

a = 50.000, b = 5.000, n = 50
8.625.000,00. Bukankah cara ini lebih efektif dibandingkan dengan mendaftar satu per satu
besar tabungan setiap akhir bulan?
Dengan adanya deret, akan mempermudah kita dalam melakukan perhitungan.
Karena ada dua jenis deret yang akan kita pelajari, maka kita perlu memahami benar
perbedaan dari keduanya, sehingga tidak akan terjadi kesalahan dalam menggunakan
rumus. Rumus yang diatas adalah untuk deret aritmetika, bagaimanakah rumus untuk
deret geometri? Dapatkah kita menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita
cari tahu pada bab ini.

STANDAR KOMPETENSI

3.5 Menganalisis barisan dan deret aritmetika


4.5 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan dan deret
aritmetika
3.6 Menganalisis barisan dan deret geometri
4.6 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan dan deret
geometri
3.7 Menganalisis pertumbuhan, peluruhan, bunga dan anuitas
4.7 menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan pertumbuhan, peluruhan,
bunga dan anuitas
.

DESKRIPSI

Modul ini merupakan modul pembelajaran mata pelajaran Matematika untuk SMK
kelas XII semester 5. Modul pembelajaran ini dapat mempermudah dalam proses
pembelajaran. Modul ini berisi materi pembelajaran yaitu Barisan dan Deret.

Alokasi waktu untuk mempejari dan mengerjakan modul ini yaitu satu bulan.

PETUNJUK PENGGUNAAN
Sebelum Pembelajaran

1. Sebelum masuk pada materi, disajikan pendahuluan sebagai pengantar menuju materi
utama.
2. Disajikan kompetensi dasar dan alokasi waktu sebagai pedoman bagi pengguna modul
untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Selama Pembelajaran

1. Mempelajari dan memahami materi pada modul.


2. Mempelajari dan mencatat contoh teks dan analisis.
3. Mengerjakan tugas yang terdapat pada bagian evaluasi.
4. Mengerjakan tes untuk mengukur kemampuan dalam memahami modul.

Setelah Pembelajaran

1. Mengevaluasi jawaban dengan kunci jawaban.


2. Mengetahui hasil evaluasi (sudah memenuhi kriteria ketuntasan atau belum)
3. Memutuskan untuk meneruskan belajar pada materi selanjutnya atau tetap pada
materi yang sama.
PEMBELAJARAN

TUJUAN MATERI

Setelah mempelajari modul ini, pengguna modul diharapkan dapat:


1. Menentukan suku pertama, beda, suku ke-n dan jumlah n suku pertama dari barisan
aritmetika.
2. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan dan deret
aritmetika.
3. Menentukan suku pertama, rasio, suku-n dan jumlah n suku pertama dari barisan
geometri.
4. Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan geometri
5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bunga, pertumbuhan, peluruhan dan
anuitas.

URAIAN MATERI

A. Pola Bilangan
Pola bilangan dapat divisualisasikan dengan menggunakan kumpulan benda (diwakili
dengan lambing noktah).
1. Pola Bilangan Asli 1, 2, 3, 4, …
2. Pola Bilangan Asli Ganjil 1, 3, 5, 7, …
3. Pola Bilangan Asli Genap 2, 4, 6, 8, …

4
1, 3, 6, 10, …
5. Pola Bilangan
Persegi 1, 4, 9, 16, …
6. Pola Bilangan Persegi Panjang
2, 6, 12, 20, …

B. Barisan Bilangan
Perhatikan susunan-susunan bilangan berikut ini
a. 1, 2, 3, 4, 5, … disebut barisan bilangan asli
b. 2, 4, 6, 8, 10, … disebut barisan bilangan asli genap
c. 1, 3, 6, 10, 15, … disebut barisan bilangan segitiga
d. 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, … disebut barisan bilangan Fibonacci
Bilangan-bilangan yang membentuk suatu barisan disebut suku-suku barisan. Bilangan
pertama atau suku pertama dilambangkan dengan u1, suku kedua dengan u2, suku ketiga
dengan u3, suku ke-k dengan uk …, demikian seterusnya sampai suku ke-n dengan un (n
bilangan asli).
Indeks n menyatakan banyaknya suku dalam barisan itu. Untuk nilai n bilangan asli
berhingga, barisan itu disebut barisan berhingga. Suku ke-n atau u n merupakan fungsi
dengan daerah asal (domain) bilangan asli n.

Definisi Barisan Bilangan


Barisan bilangan adalah susunan bilangan yang memiliki pola atau aturan tertentu antara satu bilangan dengan
u1, u2, u3, ..., un

Contoh 1
Tentukan tiga suku pertama pada barisan berikut ini, jika suku ke-n dirumuskan
sebagai un = 3n + 1
Jawab :
Suku ke-n, un = 3n + 1
Untuk n = 1, diperoleh u1 = 3(1) + 1 = 4
n = 2, diperoleh u2 = 3(2) + 1 = 7

5
Jadi, tiga suku pertama barisan itu adalah u1 = 4, u2 = 7 dan u3 = 10

Contoh 2
Rumus umum suku ke-n dari suatu barisan ditentukan melalui hubungan
un = an2 + bn. Suku ke-2 dan suku ke-7 dari barisan masing-masing sama dengan 8 dan
63.
a. Hitunglah a dan b
b. Tentukan suku ke-
10 Jawab :
a. Rumus umum suku ke-n , un = an2 + bn
Suku ke-2 sama dengan 8, diperoleh hubungan
a(2)2 + b(2) = 8
4a + 2b = 8
2a + b = 4.........................(1)

Suku ke-7 sama dengan 63, diperoleh hubungan


a(7)2 + b(7) = 63
49a + 7b = 63
7a + b = 9........................(2)

Dari persamaan (1) dan (2) membentuk sistem persamaan linera dua variabel
sebagai berikut :
2a + b = 4
7a + b = 9
-
-5a =-5
a =1
substitusikan nilai a = 1 pada persamaan (1) sebagai berikut
2(1) + b = 4
b=4–2=2
Jadi, nilai a = 1 dan nilai b = 2
b. Berdasarkan hasil perhitungan pada point (a) rumus umum suku ke-n dapat
dinyatakan sebagai un = n2 + 2n

6
Jadi, u10 = 120

C. Deret
Untuk memahami pengertian deret, simaklah barisan yang terdiri atas 10 bilangan asli
pertama di bawah ini
u1, u2, u3, u4, u5, u6, u7, u8, u9, u10
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
Jika suku-suku barisan tersebut dijumlahkan maka diperoleh bentuk sebagai berikut.
u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 + u7 + u8 + u9+u10
1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 + 7 + 8 + 9 + 10
Jumlah suku-suku barisan itu disebut penjumlahan beruntun dan disebut sebagai deret
(sum atau series). Jadi, penjumlahan beruntun sepuluh bilangan asli pertama juga
disebut sebagai deret sepuluh bilangan asli pertama.

Definisi Deret

Misalkan u1, u2, u3, ..., un merupakan suku-suku suatu barisan. Jumlah beruntun dari suku- suku barisan itu
u1 + u2 + u3 + …+ un

D. Barisan dan Deret Aritmetika


1. Barisan Aritmetika
Untuk mengenali ciri yang ada pada suatu barisan aritmetika, simaklah barisan-
barisan bilangan berikut ini.
a. 1, 6, 11, 16, …
b. 6, 4, 2, 0, …
Perhatikan bahwa pada masing-masing barisan diatas mempunyai ciri tertentu
yaitu selisih dua suku yang berurutan selalu mempunyai nilai yang tetap (konstan).
Barisan bilangan yang mempunyai ciri semacam itu disebut barisan aritmetika dan
selisih dua suku yang berurutan disebut beda dari barisan aritmetika tersebut, yang
dilambangkan dengan huruf b. Sebagai contoh :
a. Untuk barisan 1, 6, 11, 16, …; b = 16 – 11 =11 – 6 = 6 – 1 = 5
b. Untuk barisan 6, 4, 2, 0, …; b = 0 – 2 = 2 – 4 = 4 – 6 = - 2

7
Definisi Barisan Aritmetika
Suatu barisan u1, u2, u3, ..., un disebut barisan aritmetika jika untuk sebarang nilai n berlaku hubungan :
un – un-1 = b
dengan b adalah suatu ketetapan ( konstanta ) yang tidak tergantung pada n

Rumus Umum Suku Ke-n Pada Barisan Aritmetika


Misalkan suatu barisan aritmetika dengan suku pertama a dan beda b, maka suku-
suku barisan itu dapat divisualisaikan sebagai berikut
u1 , u2 , u3 , ... , un
a , a +b, a +2b , … , a + (n - 1)b
berdasarkan pola atau keteraturan suku-suku barisan dalam bagan diatas, maka
rumus suku ke-n untuk barisan aritmetika dapat ditentukan melalui hubungan
berikut.

Rumus umum suku ke-n pada barisan aritmetika

Misalkan suatu barisan aritmatika dengan suku pertama a dan beda b. rumus umum suku ke-n dari barisan a
un = a + (n – 1)b

Contoh 3
Tentukan suku pertama, beda dan suku ke-6 dari barisan aritmetika 4, 1, -2, -5, …
Jawab :
4, 1, -2, -5, …
Suku pertama = a = 4
Beda = b = 1 – 4 = -3
Suku ke-6 = u6 = 4 + (6 – 1)-3 = 4 – 15 = -11
Jadi, a = 4, b = - 3, u6 = - 11

Contoh 4 :
Suku ketiga suatu barisan aritmetika sama dengan 11, sedangkan suku kesepuluh
sama dengan 39
a. Carilah suku pertama dan beda dari barisan itu
Jawab :
a. ……………….(1)

………………(2)

Dari persamaan (1) dan (2) diperoleh

-
-7 b = -28
b=4
substitusikan nilai b = 4 pada persamaan (1) sehingga diperoleh
a + 2(4) = 11
a = 11 – 8 = 3
Jadi suku pertama = a = 3, beda = b = 4

b.

Jadi rumus suku ke-n adalah

2. Deret Aritmetika
Jumlah beruntun suku-suku suatu barisan aritmetika disebut sebagai deret
aritmetika. Sebagai contoh :
a. Dari barisan aritmetika 1, 3, 5, 7, …, 99 dapat dibentuk deret aritmetika
1 + 3 + 5 + 7 + …+ 99
b. Drai barisan aritmetika 2, 4, 6, 8, 10, …,2n dapat dibentuk deret aritmetika
2 + 4+ 6 + 8 + 10 + … + 2n

Definisi Deret Aritmetika


Jika u1, u2, u3, ..., un , merupakan suku-suku barisan aritmetika, maka u1 + u2 + u3 + …+ un disebut

Rumus Jumlah n suku pertama deret aritmetika


Jumlah n suku pertama suatu deret aritmetika u1 + u2 + u3 + …+ un-1 + un ditentukan denga

9
Jumlah n suku pertama deret aritmetika mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

1. merupakan fungsi kuadrat dari n (n bilangan asli) yang tidak


memiliki suku tetapan.
2. Untuk setiap bilangan asli ( suku ke-n)

Contoh 5
Hitunglah jumlah deret aritmetika 2 + 4 + 6 + …+ 60
Jawab :

A = 2, b = 4 – 2 = 2,

Contoh 6
Suku ke-5 suatu deret aritmetika sama dengan 40 dan suku ke-8 deret itu sama dengan
25.
a. Tentukan suku pertama dan beda deret aritmetika itu.
b. Hitunglah jumlah sepuluh suku pertama dari deret aritmetika itu.
Jawab :
a. ……………………(1)
……………………(2)

-
-3b = 15
b = -5
substitusikan nilai b = - 5 pada persamaan (2) sehingga diperoleh
a + 7(-5) = 25
a = 25 + 35 = 60

10
Contoh 7
Jumlah n suku pertama deret aritmetika ditentukan dengan rumus .
Tentukan suku ke-n dari deret aritmetika tersebut.
disebut
Jawab :

E. Barisan dan Deret Geometri


1. Barisan Geometri
Untuk memahami ciri pada barisan geometri, simaklah barisan-barisan bilangan
berikut ini.
a. 2, 6, 18, 54, …
b. -32, 16, -8, 4, …
Perhatikan bahwa masing-masing barisan bilangan tersebut mempunyai ciri
tertentu yaitu perbandingan dua suku yang berurutan mempunyai nilai yang tetap
(konstan). Barisan bilangan yang mempunyai ciri seperti itu disebut sebagai
barisan geometrid an perbandingan dua suku yang berurutan disebut pembanding
atau rasio (dilambangkan dengan huruf r). sebagai contoh barisan-barisan diatas
dapat ditetapkan sebagai berikut.

a.

b.

Definisi Barisan Geometri

Suatu barisan
11
san geometri, jika untuk sebarang
nilai bilangan asli kurang dari m berlaku hubungan

dengan r adalah suatu tetapan (konstanta) yang tidak tergantung pada n.


Misalkan suatu barisan geometri dengan suku pertama a dan rasio r. rumus umum suku ke-n da

Rumus Umum Suku ke-n Pada barisan Geometri

Contoh 8
Tentukan suku pertama, rasio dan suku keenam pada barisan geometri berikut ini.
a. 27, 9, 3, 1, …
b. 2, - 6, 18, - 54, …
Jawab :
a. 27, 9, 3, 1, …

b. 2, -6, 18, -54, …

Contoh 9
12
Suku pertama suatu barisan ge ometri a dengan 5, sedangkan suku ketiganya
sama dengan 45. Selain itu, diketahui pula rasio barisan geometri tersebut positif.
a. Tentukan rasio dari barisan geometri tersebut
b. Tentukan rumus umum suku ke-n
c. Suku keberapakah pada barisan geometri itu yang nilainyasama denga 1.215?
Jawab :

a.

b.
c.

Jadi, 1.215 merupakan suku ke-6


2. Deret Geometri
Jika suku-suku dari suatu barisan geometri dijumlahkan, maka penjumlahan
beruntun dari suku-suku barisan geometri itu disebut sebagai deret geometri.
Sebagai contoh :
Dari barisan geometri 3, 6, 12, 24, …, 192 dapat dibentuk deret geometri
3 + 6 + 12 + 24 + … + 192
Dengan demikian, deret geometri dapat didefinisikan sebagai berikut .
Definisi Deret Geometri

Jika u1 , u2 , u3 , … , un merupakan barisan geometri, maka


1
u1 + u2 + u3 + … + un disebut sebagai deret geometri

Rumus Jumlah n suku pertama deret geometri

Jumlah n suku pertama deret geometri

Ditentukan dengan menggunakan hubungan


, jika r < 1 atau
, jika r > 1

Contoh 10
Hitunglah jumlah enam suku pertama pada deret geometri berikut ini.
a. 27 + 9 + 3 + …

b.
Jawab :
a. 27 + 9 + 3 + …

Jadi, jumlah enam suku pertama deret geometri 27 + 9 + 3 + … sama dengan

14
b.

Jadi, jumlah enam suku pertama deret geometri sama dengan


Contoh 11
Jumlah n suku pertama dari suatu deret geometri ditentukan oleh .
a. Tentukan rumus suku ke-n
b. Tentukan suku pertama dan rasio deret geometri itu
Jawab :
a.

b.

Jadi suku pertama = a = 2 dan rasio = r = 3

F. Deret Geometri Tak Hingga

15
hingga, maka deret geometri semacam ini disebut sebagai deret geometri tak hingga.
Deret geometri tak hingga ditulis sebagai berikut.

Jumlah dari deret geometri tak hingga dilambangkan dengan S dan ,


dikatakan S diperoleh dari dengan proses limit n mendekati tak hingga. Selanjutnya ,
nilai ditentukan dengan menggunakan teorema limit sebagai berikut.

Berdasarkan persamaan yang terakhir itu jelas bahwa ditentukan oleh


ada atau tidaknya nilai .

Berdasarkan uraian diatas, ciri deret geometri tak hingga dapat ditetapkan dengan
menggunakan sifat berikut.

Sifat deret geometri tak hingga

Deret geometri tak hingga dikatakan


mempunyai limit jumlah atau konvergen , jika dan hanya jika limit jumlah itu ditentukan oleh
tidak mempunyai limit jumlah atau divergen , jika dan hanya jika

Contoh 12
Diketahui deret geometri 1 + 0,8 + 0, 64 + …
Hitunglah limit jumlahnya atau S.
Jawab :
1 + 0,8 + 0,64 + …
a = 1, r = 0,8

Jadi, limit jumlah deret geometri tak hingga itu adalah

16
Suku ke-n dari suatu deret geometri ditentukan dengan rumus un = 6-n. Hitunglah
jumlah dari deret geometri tak hingga tersebut.
Jawab :

Jadi, limit jumlah dari deret geometri tak hingga tersebut .

G. Merumuskan Masalah Nyata Yang Memiliki Model Matematika Berbentuk Barisan atau
Deret
Dalam soal matematika dan dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada
masalah nyata yang model matematikanya dapat diterjemahkan dalam bentuk barisan
dan deret (barisan dan deret aritmatika, barisan dan deret geometri serta deret
geometri tak hingga).
Pertama kita harus mampu mengidentifikasi bahwa karakteristik masalah yang akan
diselesaikan mempunyai model matematika berbentuk barisan atau deret. Setelah
masalah nyata itu teridentifikasi, pemecahan masalah selanjutnya dikerjakan dengan
langkah-langkah sebagai berikut.
Nyatakan besaran yang ada dalam masalah sebagai variabel dalam barisan atau deret. Variabel-var
Rumuskan barisan atau deret yang merupakan model matematika dari masalah.
Tentukan penyelesaian dari model matematika yang diperoleh pada Langkah 2.
Tafsirkan hasil yang diperoleh terhadap masalah semula.

17
Hasil produksi suatu pabrik per tahun mengikuti aturan barisan aritmetika. Produksi
pada tahun pertama sebanyak 400unit dan produksi pada tahun keempat sebanyak
520 unit. Tentukan pertambahan produksi tiap tahunnya, kemudian tentukan pula
banyak produksi pada tahun kedua puluh.
Jawab :
Misalkan produksi pada tahun pertama = a = 400 unit
Produksi pada tahun keempat = u4 = 520 unit
U4 = 520
a + 3b = 520
400 + 3b = 520
3b = 520 – 400
3b = 120
b = 40
u20 = a + 19b
= 400 + 19(40)
= 400 + 760
= 1.160

Contoh 15
Sebuah bola tenis dijatuhkan ke lantai dari ketinggian 1 meter. Setiap kali setelah
memantul, bola itu mencapai ketinggian lima per enam dari ketinggian yang dicapai
sebelumnya. Hitunglah panjang lintasan yang ditempuh oleh bola itu sampai berhenti.
Jawab :
Untuk lintasan turun

Untuk lintasan naik

18
Jadi, panjang lintasan yang ditempuh bola itu sampai berhenti adalah 11 meter.

H. Aplikasi Barisan dan Deret


1. Bunga
 Prinsip Bunga Tunggal (simpleinterest)
Istilah bunga tunggal sering kita pergunakan dalam masalah simpan pinjam.
Dalam masalah simpanan, akan dijumpai barisan dan deret aritmatika naik yaitu
dengan b > 0 dan
Dalam masalah pinjaman, kita menggunakan prinsip barisan dan deret
aritmetika turun, yaitu
dengan b > 0 dan
Sebagai ilustrasi, seseorang menanamkan atau meminjamkan modalnya yang
digunakan untuk usaha selama jangka waktu tertentu. Jika jangka waktu itu
berakhir, maka peminjam harus mengembalikan modal ditambah biaya lainnya.
Biaya lain inilah yang disebut dengan bunga. Secara formula b erarti peminjam
harus mengembalikan : modal + bunga. Jika modal itu dibayar berdasarkan
modal tetap (flat), maka disebut bungatunggal(simpleinterest).
Misalkan seorang meminjam uang di bank sebesar Rp 2.000.000,00 dan
dalam jangka waktu 1 bulan harus dikembalikan sebesar Rp 2.040.000,00. Ini
berarti bahwa orang tersebut harus membayar jasa bank sebesar Rp 40.000,00.
Penentuan persentase bunga terhadap besarnya modal sebesar

Hasil ini sering disebut sebagai suku bunga


1. Perumusan Model Matematika
Misalkan modal awal =

Besar bunga = B (dalam rupiah)


Besar suku bunga per satuan waktu ditentukan oleh :

2. Penentuan modal setelah jangka waktu / peroide tertentu


Modal awal = (modal pokok )
Suku bunga tunggal = b%

19
Perhitungan modal pada masing-masing periode waktu :

Periode 1 : modal menjadi =


Periode 2 : modal menjadi =

Periode 3 : modal menjadi =


…………………………………………………………………
Periode n : modal menjadi =

Penentuan modal pada masing-masing perode waktu

Sebuah modal sebesar (modal pokok) disimpan di bank dengan bunga


tunggal sebesar b = i% dalam satu periode waktu. Modal tersebut setelah period eke-n
atau

Contoh 16
Yunus neminjam uang di bank sebesar Rp 5.000.000,00 dengan suku bunga

dan harus dikembalikan dalam jangka waktu 1 bulan. Berapa besarnya


bunga dan uang yang harus dikembalikan?
Jawab :

Jadi, besar bunganya adalah Rp 125.000,00 dan uang yang harus dikembalikan
adalah Rp 5.125.000,00.

Contoh 17
Uang sebesar Rp 100.000.000, 00 disimpan di bank dengan suku bunga 9,6% per
tahun dengan sistem bunga tunggal. Hitunglah besar uang tersebut beserta
bunganya setelah 4 bulan.

Diketahui :

b = 9,6% per tahun


bunga per bulan =
besar uang setelah 4 bulan ditentukan oleh :

Contoh 18
Seseorang meminjam uang atau modal. Setelah jangka waktu 2 tahun, modal itu

harus dikembalikan kali modal semula. Berapa suku bunga per bulan yang
dibebankan pada peminjam?
Jawab :
Diketahui :
Modal awal =
Suku bunga b = i% per bulan

Lama pinjaman = 2 tahun = 24 bulan


Berdasarkan rumus , , diperoleh :

i= 2,08%
Jadi, besar suku bunga per bulan sebesar 2,08%

Carles mempunyai utang. Setelah 8 bulan besarnya menjadi Rp 228.000.000, 00


dan dikenakan suku bunga tunggal sebesar 15% per tahun. Berapa nilai utang
awal Carles?
Jawab :
Diketahui :

b% = 15% per tahun

per bulan

Ditanya :
Beradsarkan formula , diperoleh :

Jadi, nilai utang awal Carles sebesar Rp


 Prinsip Bunga Majemuk (Compound Interest)
Jika seseorang menyimpan modalnya di bank dalam beberapa kali periode
bunga dengan besar bunga tertentu, akan terjadi proses bunga dari modal awal
dengan bunga yang tidak diambil. Artinya, modal itu dibungakan lagi pada
periode waktu berikutnya. Proses ini dikenal sebagai bunga majemuk
(compoundinterest) atau bunga berbunga.
Penentuan modal setelah periode n dan besar bunga setelah periode n
Misalkan sebuah modal sebesar (modal awal) disimpan atau
dipinjamkan dengan suku bunga b = i% per periode, perhitungan nilai modal
per akhir periode adalah sebagai berikut.
Pertama, modal menjadi =
Kedua, modal menjadi =

Ketiga, modal menjadi =

Ke-n, modal menjadi =


Besar bunga setelah n periode, ditentukan oleh :

Penentuan modal dan besar bunga pada masing-masing periode waktu

Sebuah modal sebesar (modal pokok / awal), dibungakan dalam jangka waktu
n periode bunga dengan sistem bungamajemuk sebesar b = i% per periode, modal tersebu
atau
Besar bunga setelah period eke-n ditentukan oleh :
atau
Formula ini merupakan aktualisasi dari deret geometri berhingga dengan suku pertamadan
Contoh 20
Pak Broto menyimpan uang sebesar Rp 600.000.000, 00 di bank dengan sistem
bunga majemuk sebesar 21% per tahun. Hitunglah :
a. Besarnya uang Pak Broto setelah 6 bulan
b. Besarnya bunga yang diterima Pak Broto setelah 6 bulan
Jawab :
Diketahui :

b = 21% per tahun

b= per bulan
a. Berdasarkan formula , diperoleh

b. Besar bunga yang diterima Pak Broto selama 6 bulan sebesar

Contoh 21
Pak Andre mendepositokan uang sebesar Rp 400.000.000, 00 dengan suku bunga
majemuk sebesar 20% per tahun. Pak Andre menghendaki nilai akhir uang tersebut
menjadi dua kali lipat dari nilai uang yang didepositokan. Berapa lama uang
tersebut harus didepositokan oleh Pak Andre?
Jawab :
Diketahui :

b = 20% per tahun


Ditanya : n
Berdasarkan formula : , diperoleh
Jadi, uang tersebut harus didepositokan selama 4 tahun.

 Pertumbuhan
Pertumbuhan merupakan deskripsi dari konsep barisan dan deret aritmetika
maupun geometri naik secara umum .
dengan
Semua aturan dalam barisan dan deret aritmetika maupun geometri digunakan
dalam pembahasan berikut.

Contoh 22
Di sebuah kota pada tahun 2011, jumlah penduduknya sebanyak 2.000.000 jiwa.
Menurut historis perhitungan, tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 2% per
tahun. Berapa jumlah penduduk di kota tersebut pada tahun 2015?
Jawab :
Diketahui :
u1 = 2.000.000
n = 2015 – 2011 = 4 tahun
b = 2%
r = (100 + 2)% = 102% = 1,02
Ditanya : u4
Berdasarkan formula suku ke-n pada barisan geometri, diperoleh :
U4 = a . r4-1
U4 = 2.000.000 . (1,02)3
U4 = 2.000.000 (1,061208)
U4 = 2.122.416
Jadi, jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2015 sebanyak 2.122.416 jiwa.

Contoh 23
Sebuah dealer sepeda motor “Pasti Puas” baru setahun membuka usahanya. Pada
bulan pertama, stok persediaan sepeda motor 10 buah. Pada akhir tahun, setelah
dievaluasi ternyata rata-rata jumlah permintaan sepeda motor sebanyak 7 buah
setiap bulan. Berapa jumlah stok persediaan bulan ketujuh?
Jawab :
Diketahui :
U1 = 10

n=7
Ditanya : u7
Berdasarkan formula suku ke-n dari barisan aritmetika , diperoleh :
Un = a + (n - 1)b
U7 = 10 + (7 - 1)7
U7 = 10 + 42
U7 = 52
Jadi, jumlah stok persediaan pada bulan ketujuh sebanyak 52 buah.

 Peluruhan
Peluruhan merupakan kebalikan dari pertumbuhan dan merupakan deskripsi dari
konsep barisan dan deret turun, yaitu :
u1 , u2 , u3 , … , un dengan u1 > u2 > u3 >… > un

Contoh 24
Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 8 m di atas lantai dan setiap bola itu
mencapai lantai sellau memantul 80% dari ketinggian awalnya.
a. Berapa ketinggian maksimum yang dicapai bola tersebut saat pantulan kelima?
b. Berapa panjang lintasan yang dilalui bola sampai berhenti?
Jawab :
Diketahui :
a=8m

Ditanya : dan
a. Pantulan kelima = Jatuh keempat

b. Saat bola jatuh

Jadi panjang lintasan yang dilalui bola yaitu 40 + 32 = 72 meter

3. Anuitas
Berbagai cara atau sistem yang dapat digunakan orang untuk pengaturan
pengelolaan uang dalam dunia usaha. Salah satunya, yaitu dengan membayar
sejumlah uang tetap (flat) pada setiap habis satu periode bunga (tahun atau bulan).
Jumlah uang tetap (flat) ini disebut anuitas. Untuk perusahaan atau perorangan,
periode bunga antara dua pembayaran umumnya adalah per tahun atau jangka
waktu tertentu yang disepakati dua belah pihak. Akan tetapi, untuk pengusaha kecil,
perode pembayaran dilakukan per bulan atau jangka waktu yang disepakati dalam
hal jangka waktu, masa bunga dan tabel angsuran dari sistem anuitas tersebut.
Dalam matematika keuangan, tiap anuitas (A) dikategorikan dalam dua
bagian berikut.
1. Bagian angsuran (an)
Bagian ini merupakan cicilan untuk melunasi utang atau pinjaman.
2. Bagian bunga (bn)
Bunga dari utang selama satu periode bunga yang telah berlangsung atau
terlampaui.

Dari kedua hal di atas, dapat disimpulkan bahwa :


Anuitas = Angsuran + Bunga atau
A =an +bn

3.1 Rencana Angsuran (Rencan a )


pinjaman tersebut. Rancangan ini disebut rencana angsuran atau rencana
pelunasan.
Berikut ini diberikan contoh rencana angsuran dalam bentuk perhitungan
langkah demi langkah, kemudian dari perhitungan ini kita dapat menyusunnya
dalam bentuk tabel rencana angsuran.

Contoh 25
Abdul mempunyai utang sebesar Rp 5.000.000, 00. Utang tersebut akan dilunasi
secara anuitas sebesar Rp 1.060.792,00 dengan suku bunga 2% per bulan.
Buatlah :
a. Perhitungan angsuran langkah demi langkah
b. Tabel rencana
angsuran Jawab :
Diketahui :
M = 5 x 106, b = 2% , anuitas = A = 1.060.792
Misalkan :
an = angsuran pada bulan ke-n
bn = bunga pada akhir bulan ke-n
Mn = sisa utang pada bulan ke-n
Dengan n = 1, 2, 3, 4, …
a.
Proses penghitungan angsuran (an) berdasarkan aturan
Angsuran pertama (ai) = anuitas – bunga akhir bulan ke-i
Secara formula : an = A - bn
AngsuranPertama: (a1)

Utang pada bulan ke-1 = M1 = 5 x 106

Bunga pada akhir bulan ke-1 = b1 = 0,02 x 5 x 106 = 105

Angsuran pertama =a1 = A – b1
a1 = 1.060.792 – 100.000
a1 =960.792
Angsurankedua: (a2)

Utang pada bulan ke-2 = M2 = M1 – a1
M2 = 5 x 106 – 960.792
M2 = 4.039.208

b2 = 80.784

Angsuran kedua = a2 = 1.060.792 – 80.784
a2 = 980.008
Angsuranketiga : (a3)

Utang pada bulan ke-3 = M3 = M2 – a2
M3 = 4.039.208 – 980.008
M3 = 3.059.200

Bunga pada akhir bulan ke-3 = b3 = 0,02 x 3.059.200
b3 = 61.184

Angsuran ketiga = a3 = 1.060.792 – 61.184
a3 = 999.608
Angsurankeempat: (a4)

Utang pada bulan ke-4 = M4 = M3 – a3
M4 = 3.059.200 – 999.608
M4 = 2.059.592

Bunga pada akhir bulan ke-4 = b4 =0,02 x 2.059.592
b4 = 41.192

Angsuran keempat = a4 = 1.060.792 – 41.192
a4 = 1.019.600
Angsurankelima : (a5)

Utang pada bulan ke-5 = M5 = M4 – a4
M5 = 2.059.592 – 1.019.600
M5 = 1.039.992

Bunga pada akhir bulan ke-5 = b5 = 0,02 x 1.039.992
b5 = 20.800


Angsuran kelima = a5 = 1.060.792 – 20.800
a5 = 1.039.992
Oleh karena nilai M5 =a5, berarti utang pada bulan ke-6 = M6 = M5 – a5 = 0
(lunas).
Jadi, utang Abdul lunas dalam waktu 5 bulan.
b.
Beradsarkan perhitungan (a), dapat dibuat tabel angsuran berikut.
Bulan Hutang awal = A = Rp 1.060.792,00 Sisa utang akhir
Siste Anuit
ke- bukan ke- Bunga = 2% Angsuran bulan ke-
1 Rp 5.000.000,00 Rp 100.000,00 Rp960.792,00 Rp 4.039.208,00
2 Rp 4.039.208,00 Rp 80.784,00 Rp980.008,00 Rp 3.059.200,00
3 Rp 3.059.200,00 Rp 61.184,00 Rp999.608,00 Rp 2.059.592,00
4 Rp 2.059.592,00 Rp 41.192,00 Rp1.019.600,00 Rp 1.039.992,00
5 Rp 1.039.992,00 Rp 20.800,00 Rp1.039.992,00 Rp 0,00

Contoh 26
Diberikan tabel rencana angsuran berikut
Tahun Hutang awal Anuitas = A = Rp 5.615.673,75 Sisa utang akhir
ke- tahun ke- Bunga = 4% Angsuran bulan ke-
1 Rp25.000.000,00 Rp1.000.000,00 Rp4.615.677,75 Rp20.384.322,25
2 Rp 20.384.322,25 Rp 815.372,89 Rp4.800.304,86 Rp15.584.017,39
3 Rp 15.584.017,39 Rp 623.360,70 Rp4.992.317,05 Rp10.591.700,34
4 Rp 10.591.700,34 Rp 423.668,01 Rp5.192.009,74 Rp5. 339.690,60
5 Rp 5.399.690,60 Rp 215.987,62 Rp5.399.690,13 Rp 0,47

a. Jelaskan tabel tersebut


b. Berapa tahun utang itu lunas?
c. Berapa besarnya angsuran pertama dan angsuran terakhir?
d. Berapa besarnya bunga pada akhir tahun keempat?
e. Berapa besarnya utang pada tahun keempat?
Jawab :
a. Tabel tersebut menunjukkan rencana angsuran dari pinjaman sebesar Rp
25.000.000,00 dengan anuitas sebesar Rp 5.615.677,75 per tahun dan suku
bunga 4% per tahun.
b. Utang tersebut lunas dalam waktu 5 tahun.
c. Angsuran pertama sebesar Rp 4.615.677,75 dan angsuran terakhir
(angsuran kelima) sebesar Rp 5.399.690,13.
d. Bunga pada akhir tahun keempat sebesar Rp 423.668,01.
e. Utang pada tahun keempat sebesar Rp 5.339.690,60
Pada tabel tersebut terlihat bahwa sisa utang pada akhir tahun kelima sebesar
Rp 0,47. Hal ini dianggap lunas.
3.2 Formula Untuk Unsur-unsu r dalam m Anuitas
pelunasan (angsuran) dan penghitungannya langkah demi langkah. Dalam
bagian ini, kita akan menentukan formula matematika drai unsur-unsur pada
tabel tersebut. Pada tabel tersebut terdapat unsur-unsur yaitu A = besar
anuitas, an = besar angsuran pada periode ke-n, bn = bunga pada akhir periode
ke-n, Mn = utang pada periode ke-n dan n = periode angsuran (dengan n = 1, 2,
3, …)
1.
Formula umum angsuran (an)
Formula umum angsuran (an) tiap periode ke-n, dapat ditentukan oleh
langkah-langkah berikut.
Penentuanangsuranpertama(a1)

Angsuran pertama = a1 = A – b1

Utang pada periode pertama = M1 = M

Bunga pada akhir periode pertama = b1 = b . M
Jadi, angsuran pertama adalah a1 = A – b . M

Penentuan angsurankedua(a2)

Angsuran kedua = a2 = A – b2

Utang pada periode kedua = M2 = M - a1 = M – (A – b . M)


Bunga pada akhir periode kedua = b2 = b . M2
b2 = b [M – (A – b . M)]
Jadi, angsuran kedua = a2 = A - b [M – (A – b . M)]
a2 = A –bM + bA – b2M
a2 = A(1 + b) – b . M(1 + b)
Jadi, a2 = (A - bM)(1 + b)

Penentuan angsuran ketiga (a3)



Angsuran ketiga = a3 = A – b3

Utang pada periode ketiga
M3 = M2 – a2
M3 = M – (A – b . M) –[(A - bM)(1 + b)]

Bunga pada akhir periode ketiga = b3 = b . M3

Angsuran ketiga

a3 = A – b {[M-(A-bM)]-[(A-bM)(1+b)]}
a3 = (A – bM) + b(A – bM) + (A - bM)[b(1 + b)]
a3 = (A -bM)[(1 + b) + b(1 + b)]
a3 = (A - bM)(1+b)(1+b)
Jadi, a3 = (A – bM) (1 + b)2
Dari penentuan angsuran pertama, angsuran kedua dan angsuran ketiga,
telah terjadi keteraturan sebagai berikut.

Angsuran pertama = a1 = (A – bM) = (A - bM)(1 + b)0

Angsuran kedua = a2 = (A - bM)(1 + b)1

Angsuran ketiga = a3 = (A – bM)(1 + b)2
Perhatikan bahwa a1 , a2 , a3 membentuk deret geometri berhingga dengan
a1 = suku pertama = (A – bM) dan rasio = r (1 + b). Jadi, suku ke-n dapat
dtentukan dengan rumus berikut
atau

Contoh 27
Hasan mempunyai utang sebesar Rp 5.000.000,00. Utang tersebut akan
dilunasi secara anuitas sebesar Rp 1.060.792,00 dengan suku bunga 2% per
bulan. Hitunglah besar angsuran pada :
a. Bulan ketiga
b. Bulan keempat
Jawab :
Diketahui :
M = 5.000.000, A = 1.060.792, b = 2% = 0,02
Berdasarkan formula , diperoleh :
a. a3 = [1.060.792-(0,02)(5.000.000)](1+0,02)3-1
a3 =[1.060.792-100.000](1,02)2
a3 = 960.792 (1,0404)
a3 =999.608
Jadi, angsuran pada bulan ketiga sebesar Rp 999.608,00.
b. a4 = [1.060.792-(0,02)(5.0 00.000)] 02)4-1

a3 = 960.792 (1,061208)
a3 =1.019.600
Jadi, angsuran pada bulan keempat sebesar Rp 1.019.600,00.

2.
Formula penentuan besar pinjaman (M0)
Dalam bagian ini, kita akan menentukan formula perhitungan besar
pinjaman (M) sebagai fungsi anuitas (A) dengan suku bunga b pada periode
angsuran (n). dengan prinsip bunga majemuk, anggap utang sama dengan
jumlah semua NT (nilai tunai dari angsuran).
Jumlah NT ini sama dengan besar utang atau pinjaman yaitu :
Penentuan formula dapat ditentukan oleh formula pada deret
geometri berhingga dengan dan rasio = yaitu
sebagai berikut.
Formula menghitung besar pinjaman (utang )
(i) Menggunakan tabel daftar bunga

(ii) Menggunakan rumus

3.
Formula penentuan besarnya anuitas (A)
Berdasarkan formula penentuan besar pinjaman (utang) tersebut, diperoleh
formula penentuan besarnya anuitas sebagai berikut .

(i) Menggunakan tabel daftar anuitas

(ii) Menggunakan rumus

Contoh 28
Sebuah pinjaman dilunasi dengan 8 buah anuitas masing-masing sebesar Rp
22.741.448,00 yang dibayar setiap akhir bulan. Tentukan besar pinjaman jika
ditentukan dasar bunga majemuk 4% per bulan.
Ditanya : M
Berdasarkan formula :

Jadi, besar pinjaman adalah Rp 153.112.638,00

Contoh 29
Sebuah pinjaman sebesar Rp 25.000.000,00 harus dilunaskan dengan 5
anuitas akhir tahunan. Jika dasar bunga majemuk ditetapkan 4% per tahun,
hitunglah besar anuitas.

Jawab :
Diketahui M = 25.000.000, b = 4%, n = 5
Ditanya : A
Beradsarkan rumus :

Jadi , anuitas sebesar Rp 5.615.677,50

Contoh 30
Sebuah pinjaman sebesar Rp 5.000.000,00 akan dilunasi dengan 14 anuitas
sebesar Rp 427.684,50. Berapa persen dasar bunga pinjaman per bulannya?

n = 14, A
Berdasarkan formula :

Jadi, dasar bunga per bulannya adalah

RANGKUMAN

1. Barisan bilangan adalah susunan bilangan yang memiliki pola atau aturan tertentu
antara satu bilangan dengan bilangan berikutnya.
2. Barisan aritmetika adalah suatu barisan bilangan yang mempunyai ciri tertentu
yaitu selisih dua suku yang berurutan selalu mempunyai nilai tetap (konstan).

Rumus suku ke-n barisan aritmetika adalah . Rumus jumlah n

suku pertama barisan aritmetika adalah dimana a


adalah suku pertama, b adalah beda dan n adalah banyaknya suku.
3. Barisan geometri adalah suatu barisan bilangan yang memiliki ciri tertentu yaitu
perbandingan dua suku yang berurutan mempunyai nilai tetap (konstan). Rumus
suku ke-n dari barisan geometri adalah dan rumus jumlah n suku

pertama deret geometri adalah atau


4. Deret geometri tak hingga dikatakan
a. mempunyai limit jumlah atau konvergen , jika dan hanya jika

limit jumlah itu ditentukan oleh


b. tidak mempunyai limit jumlah atau divergen , jika dan hanya jika

ati
Besar bunga = B (dalam rupiah)
Besar bunga per satuan waktu ditentukan oleh :

b. Penentuan modal pada masing-masing periode waktu


Sebuah modal sebesar M0 (modal pokok) dismpan di bnak dengan bunga
tunggal sebesar b = i% dalam satu periode waktu. Modal tersebut setelah
periode ke-n ditentukan oleh :

atau

6. Prinsip bunga majemuk


Sebuah modal sebesar M0 (modal pokok / awal), dibungakan dalam jangka waktu n
periode bunga dengan system bunga majemuk sebesar b = i% per periode, modal
tersebut setelah period eke-n ditentukan oleh :

atau

Besar bunga setelah period eke-n ditentukan oleh :


atau
Formula ini merupakan aktualisasi dari deret geometri berhingga dengan suku
pertama = u1 =M1 dan rasio = r = (1 + b)
7. Pertumbuhan
Pertumbuhan merupakan deskripsi dari konsep dan deret aritmetika maupun
geometri naik secara umum.
dengan
8. Peluruhan
Peluruhan merupakan kebalikan dari pertumbuhan dan merupakan deskripsi dari
konsep barisan dan deret turun, yaitu :
dengan
9. Anuitas
Anuitas adalah suatu rencana pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala
pada jangka waktu tertentu.
Anuitas = Angsuran + Bunga
(A-bM) dan rasio = r = (1 + b), maka suku ke-n adalah an =a1 (1 + b)n-1
atau an = (A – bM)(1 + b)n-1
b. Formula penentuan besar pinjaman (utang)
(i) Menggunakan tabel daftar bunga

(ii) Menggunakan rumus

c. Formula penentun anuitas


(i) Menggunakan tabel daftar anuitas

(ii) Menggunakan rumus


Barisan Aritmetika
1. Tentukan suku pertama, beda, rumus suku ke-n, suku kedua puluh dari barisan
aritmetika berikut ini.
a. 2, 5, 8, …
b. 12, 7, 2, …
c. 100, 90, 80, …
2. Suku ke-3 dari suatu barisan aritmetika sama dengan 9 sedangkan suku ke-8 sama
dengan 4.
a. Carilah suku pertama dan beda barisan aritmetika ini
b. Carilah rumus suku ke-n
c. Carilah suku ke-15 dan suku ke-20

TUGAS

3. Suku ke-8 dari suatu barisan aritmetika sama dengan 15, sedangkan jumlah suku
ke-2 dan suku ke-16 sama dengan 26.
a. Carilah suku pertama dan beda barisan aritmetika ini
b. Carilah rumus suku ke-n

4. Temukan nilai x agar barisan merupakan barisan


aritmetika

Deret Aritmetika
1. Tentukan jumlah 20 suku pertama pada deret aritmetika berikut ini.
a. 1 + 4 + 7 + …
b. 40 + 37 + 34 + …
2. Tentukan jumlah deret aritmetika berikut ini.

b. 15 + 12 + 9 + …-36
3. Diketahui jumlah deret aritmetika 3 + 6 + 9 + … sama dengan 165.
a. Tentukan banyaknya suku dalam deret aritmetika itu.
b. Tentukan suku terakhirnya.
4. Diberikan merupakan jumlah n suku pertama sebuah deret
aritmetika.
a. Tentukan un
b. Tentukan u20
5. Tentukan jumlah semua bilangan bulat antara 100 dan 300 yang habis dibagi 5.

38
Barisan Geometri
1. Tentukan rasio, rumus suku ke-n, dan suku kesepuluh dari tiap barisan geometri
berikut.
a. 1, 4, 16, 64, …
b. 3, -6, 12, -24, …
2. Diketahui barisan geometri

a. Tentukan rasio dan rumus suku ke-n


b. Suku keberapakah yang nilainya sama dengan 256?
3. Suku ketiga dan suku keenam dari suatu barisan geometri berturut-turut adalah 32
dan 2.048. Tentukan suku pertama dan rasio dari deret geometri itu.
4. Diketahui barisan geometri dengan . Tentukan a, r dan .
5. Jika (p +1), (p – 2), (p – 8) , … membentuk barisan geometri, maka rasionya
adalah …

Deret Geometri
1. Tentukan jumlah 6 suku pertama pada deret geometri berikut ini.
a. -2 + 10 -50 + 250 + …
b. 128 -64 + 32 – 16 + …
2. Tentukan jumlah deret geometri 5 + 10 + 20 + …+ 320
3. Diketahui suku kelima dan suku kesepuluh dari suatu deret geometri berturut-turut
adalah 8 dan -256.
a. Tentukan suku pertama dan rasio deret geometri itu.
b. itunglah jumlah sepuluh suku prtamanya.

39
pertama barisan tersebut?
5. Diketahui barisan geometri dengan S2 = 72 dan S4 = 80. Hitunglah nilai u5.

Deret Geometri Tak Hingga


1. Hitunglah limit jumlah dari deret geometri tak hingga berikut ini.

a.
b.
2. Diketahui deret geometri tak hingga, dengan suku pertama 3, konvergen dengan

limit jumlah . Tentukan rasio deret geometri tak hingga tersebut.


3. Rumus suku ke-n dari suatu deret geometri adalah un = 31-2n.
a. Tentukan suku pertama, rasio dan suku keduanya
b. Hitunglah limit jumlah suku-suku sampai tak hingga
4. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 12 m dan memantul kembali dengan

ketinggian kali tinggi semula. Begitu seterusnya hingga bola berhenti. Panjang
lintasan bola adalah …

Bunga Tunggal
1. Pak Anton meminjam di sebuah bank sebesar Rp 200.000.000,00 dengan tingkat
suku bunga tunggal sebesar 24% per tahun. Hitunglah :
a. Besar bunga selama 6 bulan
b. Besar pinjaman yang harus dikembalikan setelah 8 bulan
2. Pak Hotman mendepositokan uangnya sebesar Rp 400.000.000,00 dengan suku
bunga 20% per bulan selama 10 bulan. Hitunglah :
a. Besar bunga
b. Uang Pak Hotman setelah 10 bulan
3. Om Toyib meminjamkan uangnya sebesar Rp 30.000.000,00 dengan suku bunga
tunggal sebesar 3% per bulan. Setelah berapa lamakah uang Om Toyib menjadi Rp
43.500.000,00?
4. Harga sebuah kendaraan jenis minibus sebesar Rp 180.000.000,00 dibayar tunai.
Tante Nina membeli kendaraan itu secara angsuran selama 1 tahun dan harganya
menjadi Rp 240.000.000,00. Berapa besarnya suku bunga tunggal per bulan untuk
pembelian secara angsuran tersebut?

1. Uang sebesar Rp 40.000.000, 00 disimpan di bank selama 4 tahun dengan suku


bunga 12% per tahun. Hitunglah besar bunga, jika bank tersebut menerapkan
system bunga majemuk .
2. Hitunglah besar modal setelah 3 tahun untuk penanaman modal awal Rp
200.000.000,00 dan suku bunga majemuk 10% per tahun.
3. Uang sebesar Rp 300.000.000,00 disimpan di bank atas dasar bunga majemuk.
Hitunglah besar uang itu jika pada permulaan tahun kelima berdasarkan bunga 6 %
per tahun.
4. Berapa besarnya uang mula-mula yang harus disimpan oleh Pak Bambang agar
setelah lima tahun uang tersebut menjadi Rp 1.000.000.000,00 (1 miliar) dengan
sistem bunga majemuk sebesar 6% per tahun?
5. Berapakah besar modal awal yang harus disetor ke bank agar 5 tahun yang akan
datang modal tersebut menjadi Rp 1.000.000.000,00 (1 miliar), jika bank itu

menerapkan suku bunga majemuk sebesar per tahun?

Pertumbuhan dan Peluruhan


1. Sebuah pabrik perakitan motor di daerah Cikarang memulai berproduksi pada
bulan Januari 2008 berusaha untuk dapat menambah produksi pada setiap
bulannya. Pada bulan Januari 2008 pabrik itu memproduksi 3.500 unit, sedangkan
pertambahan produksi setiap bulannya tetap sebesar 3.000 unit. Berapa jumlah
sepeda motor yang diproduksi pada bulan Januari 2015?
2. Jumlah populasi suatu jenis tumbuhan bertambah mengikuti deret aritmetika dari
75.230 menjadi 125.280 dalam 8 tahun. Dengan anggapan rataan pertumbuhannya
konstan, carilah rataan pertumbuhan populasi tersebut.
3. Pak Arifin menyetujui untuk bekerja pada hari pertama dengan honor Rp
100.000,00, hari kedua Rp 200.000,00, hari ketiga Rp 400.000,00, hari keempat Rp
800.000,00, demikian seterusnya. Berapa honor Pak Arifin pada hari ke-15?
4. Sebuah bola tenis jatuh dari ketinggian 12 meter dan memantul kembali dengan
ketinggian kali tinggi semula. Pemantulan ini terus menerus hingga bola
berhenti. Panjang seluruh lintasan bola adalah ….

1. Sebuah pinjaman sebesar Rp 100.000.000,00 akan dilunasi dengan anuitas tahunan


sebesar Rp 18.067.438,00 dan suku bunga 6% per tahun. Hitunglah besar angsuran
kedua
2. Didi meminjam uang di bank sebesar Rp 250.000.000,00. Pinjaman itu harus
dilunaskan dengan anuitas akhir bulanan selama dua tahun. Hitunglah anuitas yang
ditetapkan bank tersebut dengan suku bunga 5% per bulan.
3. Sebuah perusahaan mempunyai utang sebesar Rp 500.000.000,00. Utang tersebut
harus dikembalikan dalam jangka waktu 20 tahun dengan anuitas akhir tahunan

dan suku bunga yang disepakati per tahun. Berapa besar anuitas yang
diterapkan?
4. Sebuah perusahaan meminjam uang sebesar Rp 750.000.000,00 kepada bank.
Pelunasannya dimulai setelah setahun dengan anuitas sebanyak 10 kali. Jika
anuitasnya Rp 87.922.880,00, berapa persen dasar bunga yang ditetapkan bank
tersebut?
1. Suku-suku barisan aritmetika dinyatakan dengan 354, 362, 370, 378, …, 498. Banyak
suku barisan tersebut adalah ….
A. 16 D. 20
B. 18 E. 30
C. 19
2. Suku
Soal ke-10
Pilihan dan suku ke-22 dari suatu barisan aritmetika berturut-turut adalah 22 dan
Ganda
-14. Suku ke-80 barisan tersebut adalah ….
A. -188 D. -125
B. -152 E. -120
C. -144
3. Suku ketiga dari suatu deret aritmetika adalah 218, sedangkan suku kesepuluhnya 260.
Jumlah 30 suku pertama deret tersebut adalah ….
A. 6.780 D. 8.790
B. 6.880 E. 8.890
C. 7.780
4. Hasil produksi suatu industri pada bulan kedua sebanyak 100 unit dan pada bulan
keenam 200 unit. Jika hasil produksi pada setiap bulannya memenuhi kriteria barisan
aritmetika, jumlah produksi selama 10 bulan pertama adalah ….
A. 1.825 unit D. 1.950 unit
B. 1.875 unit E. 2.000 unit
C. 1.900 unit
5. Suatu industri rumahan memproduksi mainan anak-anak dari bahan spons, kain dan
plastik. Pada minggu pertama, industri tersebut dapat memproduksi sebanyak 300 unit
mainan. Pada minggu-minggu berikutnya terjadi kenaikan hasil produksi yang tetap
sebesar 100 unit disebabkan adanya permintaan yang terus bertambah. Jumlah mainan
yang diproduksi industry tersebut selama tiga blan pertaa adalah …

B. 10.200 unit E. 12.100 unit


C. 10.300 unit
6. Suku kedua dan suku kelima dari suatu barisan geometri berturut-turut adalah 20 dan
160. Suku ketujuh barisan tersebut adalah ….
A. 300 D. 620
B. 320 E. 640
C. 512
7. Diketahui suatu deret geometri dengan suku ke-2 = 12 dan suku ke-5 = 324. Jumlah 8
suku pertama deret tersebut adalah ….
A. 13.120 D. 118.092
B. 39.360 E. 608.460
C. 40.460
8. Pada tahun pertama, produksi suatu kerajinan tangan sebanyak 10.000 unit. Pada tahun-
tahun berikutnya, hasil produksi menurun menjadi kali dari hasil produksi tahun
sebelumnya. Hasil produksi pada tahun keempat adalah …
A. 16 unit D. 80 unit
B. 60 unit E. 100 unit
C. 64 unit
9. Pada bulan pertama, suatu perusahaan memproduksi sebanyak 500 botol minuman.
Oleh karena permintaan konsumen melalui agen yang terus bertambah, pada bulan-
bulan berikutnya terjadi kenaikan produksi sebesar 100% dari bulan sebelumnya.
Jumlah hasil produksi perusahaan tersebut selama 12 bulan pertama adalah …
A. 1.040.000 botol D. 2.000.000 botol
B. 1.100.000 botol E. 2.047.500 botol
C. 1.400.000 botol

10.Jumlah tak hingga dari deret adalah ….


A. 3 D. 10
B. 6 E. 12
C. 8

suku pertama deret tersebut adalah ….


A. 60 D. 80
B. 62 E. 90
C. 75
12. Jumlah tak hingga dari suatu deret geometri adalah 18. Jika suku pertamanya 12, rasio
deret tersebut adalah ….

A. D.

B. E.

C.

13. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 8 m. ketika bola menyentuh tanah, bola

memantul kembali hingga mencapai kali dari tinggi semula dan begitu seterusnya
untuk pantulan berikutnya. Panjang lintasan bola sampai berhenti adalah ….
A. 68 m D. 74 m
B. 70 m E. 88 m
C. 72 m
14. Pak Amin meminjam uang ke bank sebesar Rp 100.000.000,00 dengan tingkat suku
bunga tunggal 18% per tahun. Besar bunga selama satu tahun adalah ….
A. Rp 15.000.000,00
B. Rp 18.000.000,00
C. Rp 21.000.000,00
D. Rp 24.000.000,00
E. Rp. 28.000.000,00
15. Pak Manugari menabung di bank sebesar Rp 100.000.000,00 selama 10 bulan dengan
suku bunga tunggal sebesar 12% per tahun. Nilai tabungan Pak Manugari setelah 10
bulan adalah ….
A. Rp 100.250.000,00
B. Rp 100.500.000,00
C. Rp 100.750.000,00
D. Rp 110.000.000,00
E. Rp. 110.500.000,00

majemuk 10% per tahun. Besarnya bunga pada akhir tahun ketiga adalah ….
A. Rp 30.000.000,00
B. Rp 33.000.000,00
C. Rp 33.100.000,00
D. Rp 33.300.000,00
E. Rp 36.000.000,00
17. Modal sebesar Rp 69.000.000,00 dibungakan dengan suku bunga majemuk sebesar
10% per tahun. Modal itu setelah 2 tahun akan menjadi ….
A. Rp 83.490.000,00
B. Rp 82.800.000,00
C. Rp 81.500.000,00
D. Rp 75.900.000,00
E. Rp 62.100.000,00
18. Pertambahan penduduk tiap tahun suatu daerah mengikuti aturan deret geometri.
Pertambahan penduduk pada tahun 2006 sebesar 24 orang dan tahun 2008 sebesar 96
orang. Pertambahan penduduk tahun 2011 adalah ….
A. 168 orang D. 526 orang
B. 192 orang E. 768 orang
C. 384 orang
19. Suatu jenis bakteri akan membelah diri menjadi dua setelah satu detik. Jika pada saat
permulaan ada 5 bakteri, maka banyak bakteri menjadi 320 setelah ….
A. 6 detik D. 9 detik
B. 7 detik E. 10 detik
C. 8 detik
20. Sebuah pinjaman sebesar Rp 20.000.000,00 akan dilunasi secara anuitas tahunan
sebesar Rp 4.000.000,00. Jika suku bunga 5% per tahun, besar angsuran ketiga
adalah ….
A. Rp 2.907.500,00
B. Rp 3.007.500,00
C. Rp 3.107.500,00
D. Rp 3.207.500,00
E. Rp 3.307.500,00

1. Suku ke-10 dari barisan : 3, 5, 7, 9, ….adalah ….


A. 11 D. 21
B. 15 E. 27
C. 19
2. Banyaknya suku barisan -10, -6, -2, 2, …146 adalah ….
A. 38 D. 41B. 39 E. 42

C. 40
3. Diberikan sebuah deret aritmetika dengan suku kedua adalah 5. Jumlah suku keempat
dan keenam adalah 28. Suku kesembilan adalah ….
A. 24 D. 27
B. 25 E. 28
C. 26
4. Dari barisan aritmetika, u3 + u5 = 20 dan u7 = 19, beda barisan itu adalah ….
A. 6 D. -3
B. 3 E. -6
C. 1
5. Jumlah n suku pertama suatu deret didefinisikan sebagai Sn = 3n2 - 4n. Jika un adalah
suku ke-n, maka u10 adalah ….
A. 43 D. 147
B. 53 E. 240
C. 67
6. Suatu deret aritmetika diketahui u3 = 10 dan u7 = 18. Jumlah dua puluh lima suku
pertama deret itu adalah ….
A. 625 D. 1.250
B. 650 E. 1.500
C. 750

A. 45.692 D. 73.775
B. 54.396 E. 80.129
C. 66.661
8. Dari suatu deret aritmetika, suku ketiga sama dengan 7, sedangkan jumlah suku
keempat dan suku ketujuh sama dengan 29, jumlah 27 suku pertama adalah ….
A. 82 D. 1.040
B. 980 E. 1.080
C. 1.020
9. Dari barisan geometri 3, -6, 12, -24, … nilai suku ke-n barisan itu adalah ….
A. D.

E.

C.

10. Dari barisan geometri , nilai suku kesepuluh barisan itu adalah ….
A. D.
E.

C.
11. Jika merupakan tiga suku berurutan dari barisan
geometri terhingga , maka suku ke-5 barisan geometri itu adalah ….
A. D.

E.

C.

12. Jika membentuk barisan geometri, maka rasionya adalah ….

A. D.
E.

C.

dan 4.374. Jumlah lima suku pertama deret tersebut adalah ….


A. 240 D. 243
B. 241 E. 244
C. 242

14. Jumlah deret geometri tak hingga adalah ….

A. D.

B. E.

C.

15. Jumlah deret geometri tak hingga adalah 4a. Nilai a adalah ….

A D.

B. E.
C.
16. Sebuah modal sebesar Rp 50.000.000,00 disimpan di bank dengan bunga tunggal (flat)
sebesar 12,5% per tahun. Modal tersebut setelah 4 tahun menjadi ….
A. Rp 65.000.000,00
B. Rp 67.500.000,00
C. Rp 70.000.000,00
D. Rp 72.500.000,00
E. Rp 75.000.000,00
17. Anwar menabung di bank dengan suku bunga majemuk sebesar 30% per tahun dan
besarnya uang yang ditabung Rp 100.000.000,00 selama 3 tahun. Tabungan anwar
setelah 3 tahun adalah ….
A. Rp 129.700.000,00
B. Rp 139.700.000,00
C. Rp 219.700.000,00
D. Rp 319.700.000,00
E. Rp 379.100.000,00

ketinggian kali tinggi sebelumnya. Pemantulan ini berlangsung terus-menerus


hingga bola berhenti. Panjang lintasa bola adalah ….
A. 60 m D. 90 m
B. 70 m E. 100 m
C. 80 m
19. Seorang produsen berrhasil meningkatkan unit produksinya 10% setiap tahun. Hasil
produksi pada awal tahun ke-5 adalah sebesar 14.641 unit. Hasil produksi pada awal
tahun tahun ke-3 adalah ….
A. 10.000 unit D. 12.100 unit
B. 11.000 unit E. 13.310 unit
C. 11.859 unit
20. Pinjaman sebesar Rp 20.000.000,00 dilunasi secara anuitas sebesar Rp 4.326.308,00
per tahun dengan suku bunga 8% per tahun. Besar angsuran keenam adalah …..
A.
B.
C.
D.
E.

Barisan Aritmetika
1. a. u1 = 2, b = 3, un = 3n – 1, u20 = 59
b. u1 = 12, b = -5, un = -5n + 17, u20 = -83
c. u1 = 100, b = -10, un = -10n +110, u20 = -90
2. a. u1 = 11, b = -1
b. un = -n + 12
c. u15 = -3
u20 = -8
3. a. u1 = 29, b = -2
b. un = -2n + 31
4. x = -14

Deret Aritmetika
1. a. S20 = 590
b. S20 = -370
2. a. S91 = -5.005
b. S18 = -189
3. a. n = 10
b. u10 = 30
4. a. un = 4n + 8
b. u20 = 88
5. S39 = 7.800

1. a. r = 4 , un = 4n-1, u10 = 49 =
262.144 b. r = -2, un = 3 . (-2)n-1, u10
= -1.536
2. a. r

b. n = 17
3. a = 2, r = 4
4. a = 12, r = 2 , u6 =384
5. r = 2

Deret Geometri
1. a. S6 = 5.208
b. S6 = 84
2. S6 =315
3. a. u1 = 0,5, r = -2
b. S10 = -170,5
4. S5 = 484

5.

Deret Geometri Tak Hingga

1. a.
b.

2.
3. a.

b.
4. 60 meter

Bunga Tunggal
1. a. 24.000.000
b. 232.000.000
2. a. 800.000.000
b. 1.200.000.000
3. 15 bulan
Bunga Majemuk
1. 22.940774
2. 266.200.000
3. 401.467.673
4. 747.258.173
5. 802.451.046

Pertumbuhan dan Peluruhan


1. 21.500 unit
2. 7.150
3. 1.638.400.000
4. 60 meter

Anuitas
1. 12.791.484
2. 18.117.725
3. 35.180.550
4. 3%

TES

1. Kunci Jawaban Soal Pilihan Ganda Barisan dan Deret

1 C 6 E 11 D 16 C
2 A 7 A 12 C 17 A
3 D 8 D 13 C 18 E
4 B 9 E 14 B 19 B
5 B 10 A 15 D 20 E
Skor = total jawaban benar dari soal barisan dan deret dikalikan 5
=...........5
= ......... 55

2. Kunci Jawaban Soal Pilihan pan UN


Ganda

1 D 6 C 11 B 16 E
2 C 7 C 12 E 17 C
3 C 8 E 13 C 18 B
4 B 9 A 14 B 19 D
5 B 10 B 15 A 20 D

Jumlah jawaban benar = ........


Skor = total jawaban benar dari soal persiapan UN dikalikan 5
=...........5
= .......
57
58

Anda mungkin juga menyukai