Anda di halaman 1dari 3

Oleh: M. Agung Arvianto, A.Md.

Kep

erjalanan perawat di Kalimantan Selatan begitu panjang dan penuh dengan


perjuangan. Semua itu tidak terlepas dengan cita-cita perawat mendukung masyarakat hidup
sehat. Peran Perawat profesional dalam lokakarya Keperawatan tahun 1983 disebutkan
bahwa perawat memiliki peran sebagai pelaksana pelayanan keperawatan, pendidik dalam
keperawatan, pengelola pelayanan dan institusi keperawatan, serta sebagai peneliti dan
pengembang pelayanan keperawatan. Sedangkan fungsi dari profesi perawat, yaitu fungsi
Independen, Dependen, dan Interdependen. Fungsi Independen merupakan fungsi mandiri
dan tidak tergantung pada orang lain, di mana perawat melaksanakan tugasnya dilakukan
secara sendiri dengan keputusan sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi
Kebutuhan Dasar Manusia (KDM), baik kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman,
mencintai dan dicintai, serta kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri. Fungsi dependen
merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas pesan atau instruksi dari
perawat lain, sebagai pelimpahan tugas atau delegasi yang diberikan. Fungsi
interdependen,fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling ketergantungan
di antara tim satu dengan yang lainnya, misalnya dalam pemberian obat.

Perkembangan keperawatan sebenarnya sudah ada mulai dari manusia pertama lahir,
keperawatan lahir dari manusia atau yang lebih dikenal dengan insting mother. Proses asuhan
keperawatan sendiri dimulai dari awal kehidupan sampai dengan akhir kehidupan, dan
dipengaruhi oleh peradaban manusia, misalnya animisme, agama, sosial ekonomi, perang dan
teknologi. Pada zaman dahulu, orang-orang percaya mistik, bahwa sakit terjadi karena jiwa
yang kurang baik, dipengaruhi oleh roh, batu, pohon, dll. Sedang sehat adalah jiwa yang baik.
Intervensinya pun berbeda, ada yang dengan lantunan lagu, doa, mantera, dll. Dan sebutan
nama orang yang menyembuhkan juga berbeda, di Timur Tengah, disebut Tabib, di Africa,
dinamakan Root Wolker, di Meksiko, namanya adalah Curandero, di Puerto Rico, disebut
Senora.

Tokoh-tokoh dalam keperawatan di dunia, di antaranya adalah Rafidah (Abad VI),


Florence Nightingale(1820-1910), Lucile Brown (1948), Lydia Hall.

Perjuangan keperawatan menjadi profesi dimulai pada masa Lucile Brown (1948),
saat ia menulis Profesi Perawat. Bagaimana tanggung jawab perawat dan pengelolaan
perawatan secara baik. Pada tahun 1950 pengakuan terhadap profesi, namun belum
memenuhi karakteristik sebagai profesi. Pada tahun 1967, proses keperawatan diatur
sedemikian rupa hingga tahapannya adalah pengkajian, perencanaan, implementasi, dan
evaluasi. Sering berjalannya waktu Organisasi Internasional Perawat terbentuk, yang
bernama International Council of Nurses (ICN), dijelaskan bahwa fungsi unik perawat adalah
menolong orang yang sakit dan atau sehat dalam usaha menjaga kesehatan dan atau
kesembuhan atau menghadapi sakaratul maut menjadi tenang, yaitu usaha yang dilakukan
oleh klien sendiri bila cukup kuat, berkemauan/sadar dan melakukannya sedemikian rupa
sehingga mampu mandiri. Pada tahun 1909 Pendidikan Keperawatan ada di Minesato
Amerika berbentuk Universitas. Di Thailand, Pendidikan Perawat Bachelor ada sejak 1966,
dan Pendidikan Master ada sejak 1986.

Keperawatan di Indonesia dimulai pada saat sebelum kemerdekaan, perawat pribumi


disebut dengan Velpleger, atau dikenal dengan Zieken Oppaser (Penjaga Orang Sakit). Dinas
Kesehatan Tentara dan Dinas Kesehatan Rakyat hanya untuk kepentingan Belanda. RS
Swasta pertama adalah RS PGI Cikini 1906, membuka pendidikan juru rawat. RSCM 1912
juga membuka pendidikan juru rawat yang merupakan cikal bakal perkembangan
keperawatan di Indonesia. Masa Jepang tidak ada perkembangan pendidikan keperawatan.
Periode 1945-1962 terjadi transisi pendidikan perawat pola zaman Belanda. Pada tahun 1962
didirikannya Akper Jakarta, tahun 1963 didirikannya Akper Bandung, tahun 1963-1982 tidak
ada perkembangan. Baru pada tahun 1983 hingga sekarang, dimulainya Lokakarya Nasional
(Jan 1983), perawat profesi ada di Pendidikan Tinggi yang merupakan perubahan mendasar.
Tahun 1985 dibuka S1 Keperawatan di FKUI, bergelar SKp, dan pada tahun 1995, Fakultas
Ilmu Keperawatan sudah berdiri sendiri. Tahun 1995 S1 Keperawatan di UNPAD
(Universitas Padjajaran), tahun 1998 S1 Keperawatan di UGM, tahun 1999 S1 Keperawatan
dii UNAIR (Universitas Airlangga). Kurikulum pendidikan Ners (S.Kep.Ners) dimulai sejak
1998. Program Magister Keperawatan /spesialis di Fakultas Ilmu Keperawatan UI dimulai
awal tahun 1990 dengan peminatan yaitu Magister manajemen keperawatan, spesialis
komunitas, jiwa, maternitas, medical surgery.

Tahun 1992 secara hukum profesi perawat menurut UU kesehatan No 23/1992, ayat 3
adalah pengobatan dan atau perawatan atau ilmu keperawatan atau cara lain yang dapat
dipertanggungjawabkan. Dan ayat 4 adalah pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan
berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan
yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu.

Keperawatan adalah bentuk pelayanan profesional sebagai bagian integral dari


palayanan kesehatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual secara komprehensif
ditujukan pada individu, keluarga, dan masyarakat sehat maupun sakit mencakup siklus hidup
manusia. Keperawatan komprehensif adalah peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit
dan penyembuhan individu, keluarga, dan masyarakat. Perawatan mengakui dan menghargai
keluhuran martabat manusia, tidak membedakan jenis kelamin, umur, warna kulit, etnis, ras,
bangsa, kepercayaan dan tingkat sosial budaya. Keperawatan merupakan profesi, sebuah
falsafah yang menentukan arah ke mana kita berjalan. Demikianlah, tentang Profesi Perawat,
Perawat mengalami kemajuan yang pesat seiring dengan pendidikan yang pesat jua.
Pendidikan Perawat menjadi “amal para pahlawan” bagi Perawat untuk Care dalam
menolong sesama.