Anda di halaman 1dari 3

Jelaskan pengendalian mutu ISO 9000 dan ISO 14000 tekait proses produksi dalam suatu

perusahaan. Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk menerapkan ISO 9000 dan ISO
14000 tersebut!
Selain berdasarkan teori yang ada, silahkan ditambah contoh bukti nyata yang ada untuk
menambah nilai dan memperkaya pengetahuan kita.
Jawab :
A. Sistem manajemen mutu ISO 9000 dapat didefinisikan sebagai standar sistem
manajemen mutu yang mengelola proses pencapaian mutu yang mengatur hubungan
antara supplier, lembaga, dan konsumen.
Hal hal yang harus diperhatikan dan diterapkan dalam menjalankan pengendalian
mutu ISO 9000 :
1. Berkomitmen untuk perbaikan
Berkomitmen untuk mengidentifikasi apa saja permasalahan yang ada, mengevaluasi efisiensi
dan efektivitas proses dan menerapkan ide-ide yang lebih baik dan ditingkatkan
2. Analisa dan lakukan penilaian SMM saat ini (Self Assessment)
Organisasi perlu mengidentifikasi kesenjangan antara apa yang sedang dilakukan dan apa yang
harus dilakukan dengan mewawancarai pekerja di titik kontrol kritis, meninjau prosedur dan
catatan dan mengamati bagaimana proses yang terjadi.
3. Sertakan semua orang dalam program pelatihan
Organisasi harus menetapkan program pelatihan bagi karyawan baru dan lama. Program-
program ini harus mempromosikan pengetahuan, menghasilkan keterampilan dan kapasitas dan
mengurangi resistensi ketika menerapkan ide-ide baru untuk perbaikan
4. Tentukan tujuan dan sasaran yang jelas dan pastikan semua orang mengetahuinya
Organisasi harus mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas. Waktu harus digunakan dalam
memastikan semua orang tahu tujuan ini, bagaimana mereka akan mencapainya, bagaimana
mereka mengukurnya dan evaluasi secara berkala untuk mengetahui seberapa jarak organisasi
saat ini dengan tujuan yang akan dicapai.
5. Pastikan adanya indikator kinerja utama (KPI)
Indikator kinerja utama yang digunakan harus bisa menyampaikan informasi pada organisasi
terkait efisiensi dan efektivitas proses yang dijalankan serta dimana kemungkinan potensi
masalah akan muncul.
6. Dengarkan saran dari karyawan dan pelanggan
Ciptakan sistem yang akan mempromosikan pekerja dan pelanggan untuk berbagi ide-ide
perbaikan. Banyak ide-ide perbaikan besar datang langsung dari orang-orang pengolahan produk
atau orang-orang yang benar-benar menggunakannya.
7. Berikan pujian / apresiasi
Untuk mendorong partisipasi seluruh organisasi, motivasi para pekerja dengan mengakui
pekerjaan mereka dan ide-ide mereka. Kompensasi atau pengakuan tidak harus dalam bentuk
uang, pengakuan publik sederhana dalam rapat kerja dapat memberi efek besar dalam
mengangkat moral pekerja.
8. Buat sistem yang sederhana
Sebuah SMM yang sangat kompleks dan banyak dokumen belum tentu yang terbaik. Bisa jadi
dengan adanya dokumen dan prosedur yang panjang dan rumit, malah tidak akan pernah
digunakan. Lakukan evaluasi sistem dan pastikan bahwa itu sistem tersebut logis dan
sesederhana mungkin.
9. Buat grup kualitas / komunitas mutu
Dengan mengumpulkan orang-orang dari daerah yang berbeda dalam satu wadah akan
memunculkan evaluasi proses, rekomendasi perbaikan dan komunikasi yang efektif antar
departemen
10. Bentuk pola pikir / fokus pada perbaikan
Dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan, organisasi perlu mengidentifikasi dan
mendeteksi masalah dan kelemahan, akan tetapi organisasi juga harus fokus pada perbaikan.
Source : ISO 9001: 2008, International Standart Management System Requirements.

B. Sistem manajemen mutu ISO 14000 adalah standart internasional tentang sistem
manajemen lingkungan (Rothery, 1995) yang meliputi elemen elemen antara lain :
a. Polusi udara
b. Pembuangan ke sumber air
c. Pasokan air dan pengolahan limbah domestik
d. Limbah B3
e. Gangguan
f. kebisingan/ bunyi
g. Radiasi
h. Perencanaan fisik
i. Penggunaan energi
j. Keselamatan dan kesehatan kerja Karyaw an
Hal hal yang harus diperhatikan dalam penerapan ISO 14000:
1. Membangun Kesadaran (Awareness)
dapat dilakukan dengan pelatihan yang terpisah menurut kebutuhan manajemen.
Pembagiannya adalah kelompok manajemen tingkat atas, manajemen tingkat menengah,
dan staff.
2. Pengembangan Kebijakan
pengembangan kebijakan yang terintegrasi, terutama pada persoalan kualitas lingkungan,
perlindungan, kesehatan, jaminan keamanan informasi dan hal-hal lainnya. Tujuannya
adalah terciptanya persamaan persepsi atas kebijakan tersebut, sehingga terjalin
keterkaitan yang efektif.
3. Analisa dan Identifikasi
menganalisa, mengidentifikasi, dan membandingkan tingkat kepatuhan organisasi
terhadap sistem yang ada sesuai persyaratan standar
4. Kepemilikan Dokumentasi
organisasi harus memiliki dokumentasi tentang proses pemenuhan syarat seperti:
Instruksi kerja.
5. Dokumentasikan Implementasi
organisasi disarakan memberikan workshop tentang pencapaian standard ISO pada saat
pengimplementasian tengah dilakukan.
6. Sistem Audit Internal
Dibutuhkan pelatihan khusus untuk audit internal agar memenuhi standard yang
diterapkan. Dengan demikian, sistem audit internal diharapkan dapat menjembatani
kesenjangan dan memantapkan efektifitas sistem manajemen terintegrasi (IMS).
7. Tinjau Kebijakan Manajemen
Manajemen tingkat atas harus meninjau beragam aspek bisnis resmi di organisasinya.
Aspek yang harus ditinjau adalah kebijakan, tujuan, hasil audit internal, hasil proses
kinerja, hasil interaksi dengan konsumen/khalayak, status kepatuhan hukum, hingga hasil
penilaian risiko. Tak hanya itu, manajemen juga harus mengembangkan sebuah
perencanaan solutif dan strategis terkait peninjauan tersebut.
8. Analisis Kesenjangan
Pada program pra-sertifikasi resmi sebaiknya dilakukan untuk membantu efektivitas dan
kepatuhan implementasi sistem pada sebuah organisasi. Hasil akhir analisisnya akan
mengarahkan organisasi kepada audit sertifikasi terakhir.
9. Audit Sertifikasi Akhir
Organisasi juga harus siap untuk audit sertifikasi akhir. Organisasi harus siap pula untuk
menyediakan hasil audit analisis kesenjangan yang dilakukan pada tahap terakhir dan
memastikan bahwa semua ketidaksesuaian telah disikapi dengan tindakan korektif.Jika
poin-poin di atas telah terpenuhi, maka tahap terakhirnya adalah pemberian rekomendasi
disertai tanggung jawab agar bisa mengimplementasikan ISO 14001:2015.

Source: NQA-ISO-14001-Implementation-Guide
C. Contoh :
Perusahaan manufaktur kertas IKPP (karton, kertas kardus, buku dll)
Perusahaan terdapat tempat pengolahan limbah , semua karyawan memakai APD saat bekerja
dengan setifikasi SMK3 nya, memiliki manajemen pengolahan limbah B3, Memiliki cerobong
asap yang sudah ditinggikan include filter, penggunaan energi listrik yang sesuai dengan aturan
pemerintah, terdapat dokumentasi /IKA pada setiap seksi pada proses produksi serta memiliki
satuan pengamanan yang independent.