Anda di halaman 1dari 13

DISUSUN OLEH : SABRINA RIZQI AMELIA (0810610090)

DEPRTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL MALANG

KATA PENGANTAR
Dengan rahmat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, rasa syukur Alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tak lupa kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Namun demikian, kami menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Pada akhirnya, kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Malang, April 2010

Tim Penulis

Bab I PENDAHULUAN
I.1 Umum Manajemen lalu lintas adalah pengelolaan dan pengendalian arus lalu lintas dengan melakukan optimasi penggunaan prasarana yang ada melalui peredaman atau pengecilan tingkat pertumbuhan lalu lintas, memberikan kemudahan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruas jalan serta memperlancar sistem pergerakan. Manajemen lalu lintas merupakan salah satu strategi pengaturan lalu lintas yang memanfaatkan semaksimum mungkin sarana dan prasarana transportasi yang ada. Pembangunan jalan baru bukan merupakan bagian dari manajemen lalu lintas. Pembangunan yang termasuk dalam manajemen lalu lintas hanya terbatas pada penyempurnaan fasilitas yang ada akibat diterapkannya suatu strategi dan instrument (taktik) manajemen lalu lintas di lapangan. Secara umum tujuan manajemen lalu lintas adalah memanfaatkan seoptimal mungkin system jaringan jalan yang ada yaitu:

Menampung lalu lintas sebanyak mungkin Menampung penumpang sebanyak mungkin Dengan memperhatikan keterbataan lingkungan Dengan lainnya. memprioritaskan untuk kelompok-kelompok yang sangat membutuhkan, melakukan penyesuaian kebutuhan terhadap pemakai jalan

I.2 Tujuan manajemen lalu lintas Tujuan diadakannya manajemen lalu lintas adalah : a. Mendapatkan tingkat efisiensi dari pergerakan lalu lintas secara menyeluruh dengan aksesibilitas yang tinggi dengan menyeimbangkan permintaan dengan sarana penunjang yang tersedia. b. c. d. Meningkatkan tingkat keselamatan dari pengguna yang dapat diterima oleh semua pihak dan memperbaiki tingkat keselamatan tersebut sebaik mungkin. Melindungi dan memperbaiki keadaan kondisi lingkungan dimana arus lalu lintas tersebut berada. Mempromosikan penggunaan energi secara efisien ataupun pengguna energi lain yang dampak negatifnya lebih kecil dari pada energi yang ada.

I.3 Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. Apa itu manajemen kapasitas lalu lintas? Siapa sajakah sasaran manajemen lalu lintas? Apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan manajemen lalu lintas? Elemen-elemen apa saja yang terdapat dalam manajemen lalu lintas?

Bab II PEMBAHASAN
II.1 Sasaran Manajemen Lalu Lintas Sasaran dari manajemen lalu lintas sesuai dengan tujuan diatas : a. Mengatur dan menyederhanakan lalu lintas dengan melakukan pemisahan terhadap tipe, kecepatan dan pemakai jalan yang berbeda untuk meminimumkan gangguan terhadap lalu lintas. b. Mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dengan menaikkan kapasitas atau mengurangi volume lalu lintas pada suatu jalan. Melakukan optimasi ruas jalan dengan menentukan fungsi dari jalan dan kontrol terhadap aktivitas aktivitas yang tidak cocok dengan fungsi jalan tersebut harus dikontrol. II.2 Bentuk-Bentuk Tindakan Bentuk-bentuk tindakan dalam manajemen lalu lintas seperti : a. Tindakan untuk memperlancar lalu lintas kendaraan Peningkatan kapasitas Pada persimpangan, koordinasi persimpangan. Pada jaringan jalan Pada jalan-jalan utama Instruksi yang dapat dilakukan adalah sistim satu arah (SSA), larangan belok kanan pada persimpangan, pengendalian belokan berputar (U-turn), pengendalian jalan akses, pemasangan sinyal lampu lalu lintas di persimpangan, koordinasi sinyal-sinyal lampu lalu lintas. b. Tindakan untuk meningkatkan pergerakan manusia. Tindakan melakukan prioritas pada bus/angkutan umum. Tindakan pada pejalan kaki dan sepeda

Instruksi yang dapat dilakukan antara lain : lajur khusus bus dapat searah arus maupun berlawanan arus, jalur khusus untuk sepeda dan jalan khusus untuk pejalan kaki. c. Tindakan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas Tindakan pembatasan kecepatan Tindahkan dengan pengarahan positif

d.

Tindakan untuk melindungi lingkungan Manajemen lingkungan lalu lintas Tindakan untuk mengatur rute truk dan larangan truk

II.3 Elemen-elemen Manajemen Lalu Lintas Beberapa elemen dalam lalu lintas yang harus diperhjatikan adalah : Pengaruh waktu dan lokasi dari kebangkitan lalu lintas Pengaruh penggunaan jalan Pengaruh pengendalian persimpangan Pengaruh pemilihan moda Akibat dari lingkungan Akibat dari keselamatan lalu lintas Akibat dari pengaturan parker

II.4 Kelompok-kelompok konflik Dalam pengaturan lalu lintas tentunya tidak terlepas dari konflik yang sering ditemui dalam lalu lintas, antara lain: Lalu lintas menerus Sirkulasi lalu lintas Angkutan umum Pejalan kaki Penyandang cacat Kendaraan parker (dibagi jenis dan durasi) Kendaraan pelayanan darurat Kendaraan akses (berdasarkan jenis tata guna lahan) Intere-interes yang hakiki

Pendekatan keterlibatan Pendekatan keterlibatan yang dilakukan dalam kelompok konflik yang dilakukan sebagai berikut: 1. 2. 3. Ientifikasi konflik yang ada Dilakukan berdasarkan waktu dan tempat kejadian Menentukan prioritas-prioritas bagi sisa konflik Menetapkan bagaimana harus mengendalikan sisa konflik tersebut.

II.5 Manajemen Kapasitas Alasan mengapa terjadinya kemacetan pada persimpangan biasanya sederhana : masalah konflik pergerakan membelok dan pengendaliannya. Tindakan peningkatan kapasitas jaringan jalan harus selaras dengan penempatan hirarki jalan pada suatu sistem jaringan jalan. Instrumen tindakan peningkatan kapasitas jalan dapat pula menjaga sistem jaringan jalan arteri (maupun kolektor). Sementara itu tindakan perlindungan lingkungan dapat pula menjaga sistem jalan lokal dengan menbatasi lalu lintas menerus. Peningkatan Kapasitas Ruas Jalan Didalam kondisi ideal suatu ruas jalan dapat dilewati 2000 kendaraan per jam per lajur. Faktor-faktor permanen dan geometrik yang dapat mengurangi kapasitas ideal adalah sebagai berikut : Kecepatan maksimum kurang dari 75 km/jam Tikungan yang tajam Tanjakan yang curam Kapasitas juga dapat berkurang akibat friksi samping yang berkaitan dengan aktivitas sepanjang jalan seperti : Kendaraan yang berjalan lambat dan berhenti Manuver kendaraan yang parkir di badan jalan Ramainya pejalan kaki dan kendaraan tidak bermotor Angkutan umum Beberapa instrumen yang dapat dilakukan adalah : Sistem satu arah Pelanggaran parkir pada jalan Pembatasan akses Pembatasan larangan berputar Pembuatan tempat penyeberangan jalan yang memadai Sistem Satu Arah Sistem satu arah pada umumnya akan meningkatkan kapasitas pada jaringan jalan dengan mengurangi tundaan dan juga pada persimpangan yang disebabkan berkurangnya konflik lalu lintas. Keuntungan Sistem Satu Arah : Meninkatkan kecepatan rata-rata kendaraan pada system jaringan jalan.

Megurangi konflik di persimpangan jalan, memudahkan pengaturan koordinasi sinyal lampu lalu lintas. Mengurangi kecelakaan lalu lintas, walaupun demikian fatalitas mungkin betambah mengingat kecepatan kendaran bertambah Kerugian Sistem Satu Arah : Dapat mempengaruhi usaha di kiri kanan jalan Menyulitkan penyeberang jalan apabila tidak memiliki penyeberangan jalan yang sesuai Memungkinkan fatalitas bertamabah karena kecepatan semakin tinggi Dapat menyebabkan waktu perjalanan bertambah lama. Larangan Parkir Pada Jalan Parkir dijalan sudah jelas menyebabkan berkurangnya lebar efektif jalan dan kapasitas jalan. Hal ini diperburuk dengan manuver kendaraan yang akan parker maupun yang akan bergerak setelah parkir. Larangan Berputar Fasilitas berputar dibutuhkan pada ruas jalan pada jaringan jalan yang terbatas. Fasilitas berputar dibuat pada jalan dua lajur atau ada separator jalan ditengahnya, dimana untuk menuju ke sisi kanan jalan tidak memungkinkan di sembarang tempat. Pengurangan larangan berputar pada jam sibuk sebaiknya dilakukan apabila terdapat alternatif jalan untuk menuju tempat yang dituju oleh kendaraan yang berputar. Sinyal Lampu Lalu Lintas Apabila diterapkan dengan benar, sistem lampu lalu lintas (SLLL) adalah alat kontrol lalu lintas yang efektif pada jaringan jalan raya. Fungsi utama SLLL adalah untuk memberikan hak berjalan secara bergantian kepada beberapa pergerakan kendaraan dan orang dipersimpangan. Didalam melakukan fungsi ini SLLL mempunyai peranan yang besar terhadap arus lalu lintas yang memasuki persimpangan dan oleh karenanya menimbulkan keuntungan dan kerugian terhadap kendaraan dan orang yang diaturnya. Keuntungan SLLL : Memberikan rasa percaya pada pengendara bahwa hak berjalannya terjamin dan menumbuhkan sikap disiplin. Mengurangi kecelakaan Memberikan mekanisme kontrol lalu lintas yang lebih murah dan efektif dibandingkan dengan cara manual.

Kerugian SLLL : SLLL yang tidak didahului studi lalu lintas sering kali menyebabkan kelambatan yang berkepanjangan. Waktu hijau, jumlah fase, dan interval yang tidak tepat pada SLLL akan mengaibatkan antrian yang berkepanjangan yang merugikan pengendara. II.6 Pengaturan Kecepatan Pengaturan dan pembatasan kecepatan dimaksudkan untuk membantu pengendara dalam memilih kecepatan yang sesuai dengan kondisi jalan dan cuaca serta lingkungan yang ada sehingga akan diperoleh kondisi lalu lintas yang lebih baik dan mengurangi angka kecelakaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan a. Sikap masyarakat Lingkungan Jenis kondisi dan jalan Tata guna lahan Kondisi cuaca Batas kecepatan peraturan (regulatory limits) yang mempunyai keuatan sangsi hukum terhadap pelanggarnya, yang dikelompokkan menjadi: teknis. b. Kecepatan maksimum yang disarankan (advisory maximum speed indication), yang tidak mempunyai sangsi hukum terhadap kecepatan yang disarankan pada suatu lokasi pada kondisi tertentu. Dikelompokkan dalam dua jenis yaitu: Batas maksimum absolut, merupakan batas maksimum dimana berjalan diatas kecepatan tersebut secara hukum merupakan pelanggaran, terlepas dari kondisi jalan, volume lalu lintas, dan lain-lain. Batas maksimum prima facie II.7 Pengendalian Ruas Regulasi yang ditetapkan badan legislatif dan umumnya berlaku Regulasi kecepatan dalam suatu daerah atau zona tertentu yang di seluruh daerah. ditentukan oleh instansi yang berwenang berdasarkan suatu studi

Jenis pengaturan batas kecepatan

Arus lalu lintas yang melalui ruas dapat ditingkatkan untuk kerjanya dengan menurunkan friksi yang terjadi antara kendaraan yang berlawanan arah, dengan system jalan satu arah. Di samping menurunkan angka kecelakaan juga menurunkan konflik dipersimpangan, serta meningkatkan kapasitas jaringan. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas jalan adalah dengan sistem arus pasang surut. Dalam upaya meningkatkan keselamatan serta meningkatkan kapasitas ruas dapat dilakukan dengan mengelola kecepatan yang sedemikian sehingga efisiensi dan faktor keselamatan dapat ditingkatkan. II.8 Lajur Pasang Surut Pada sistem lajur pasang surut, satu arah atau lebih lajur lalu lintas dikhususkan untuk arus lalu lintas arah tertentu pada jam sibuk dimana dari jalur pasang surut ini adalah untuk memberikan tambahan lajur untuk arah yang mempunyai arus lalu lintas yang lebih besar. Pada keadaan ekstrim bahkan pada jam-jam sibuk tertentu jalan dua arah dapat diubah menjadi satu arah. Manfaat dan kerugian Sistem lajur pasang surut secara logis merupakan metode paling efisien dalam meningkatkan kapasitas jaringan jalan pada jam-jam sibuk. Hal tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan lajur lalu lintas pada arah yang mempunyai arus lebih kecil untuk digunakan bagi lalu lintas yang arusnya lebih besar yang berarti merupakan langkah pemanfaatan lajur semaksimal mungkin. Hal-hal yang dianggap kerugian dari lajur pasang surut adalah : a. b. c. Pada jam-jam sibuk tersebut kapasitas pada arah arus yang kecil berkurang. Menimbulkan sedikit masalah pada ujung jalan yang bersangkutan. Memerlukan pengawasn yang ketat, untuk mencegah pelanggaran terhadap pengaturan tersebut. Pertimbangan lajur Pasang Surut Adanya kemacetan Kapasitas pada lokasi-lokasi akses Perbandingan arah volume lalu lintas

II.9 Manajemen Link dan Akses Jalan dipergunakan untuk mengalirkan arus lalu lintas; kapasitas jalan tergantung kepada jumlah gangguan terhadap kelancaran lalu lintas. Pada setiap ruas, kendaraan berjalan

melintasinya atau berhenti tetapi pada ruas-ruas tertentu prioritasnya adalah kapasitas, sedang ruas-ruas lainnya prioritasnya adalah akses ke toko-toko dan kantor-kantor. Akses Salah satu unsur yang penting dalam jaringan adalah upaya untuk mengendalikan akses, yaitu dengan :

Akses langsung kejalan harus dibatasi pada jalan-jalan utama yang baru, hanya diizinkan bila memang akses tersebut tidak dapat dihindari. Sedapat mungkin jalan harus berpotongan dari kelas yang sama saja, atau hanya sekelas lebih tinggi atau lebih rendah saja. Akses tidak diperkenankan pada daerah yang rawan kecelakaan seperti lokasi yang jarak pandangnya terganggu atau dipersimpangan.

Manajemen Prioritas Terdapat beberapa pilihan untuk manajemen prioritas terutama adalah prioritas terhadap kendaraan penumpang umum yang menggunakan angkutan masal karena kendaraan tersebut bergerak dengan jumlah penumpang yang banyak dengan demikian efisiensi penggunaan ruas jalan dapat dicapai teknik yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan penggunaan : Jalur khusus bus Prioritas persimpangan Jalur khusus sepeda Prioritas angkutan barang

Manajemen Demand (permintaan) Dalam strategi ini yang dapat dilakukan adalah : Merubah rute kendaraan pada jaringan dengan tujuan untuk memindahlan kendaraan dari daerah macet ke daerah tidak macet. Merubah moda perjalanan dari angkutan pribadi ke angkutan umum pada jam sibuk yang berarti penyediaan prioritas bagi angkutan umum. Kontrol terhadap pengguna tata guna lahan.

II.10 Jalan Satu Arah Jalan satu arah biasanya dilakukan dengan cara : Meningkatkan keselamatan Pengurangan konflik antar arus kendaraan dengan penyeberangan jalan dipersimpangan.

Menghindari penyeberangan jalan terjebak di tengah arus lalu Perbaikan jarak pandang bebas bagi pengemudi di

lintas yang saling berlawanan arah. Lain-lain Menambah kapasitas lalu lintas untuk interval waktu tertentu Pengembangan pembaharuan pola lalu lintas dalam waktu Menyediakan sarana bongkar muat kendaraan angkutan barang Mempertahankan trotoar, pepohonan dan lain-lain yang tanpa biaya yang mahal. singkat dengan biaya yang rendah. dengan pengaruh yang kecil pada ruas lalu lintas. mungkin bisa digusur pada kasus pelebaran jalan dua arah. Kerugian jalan satu arah: Bagi kendaraan darurat seperti ambulance dan pemadam kebakaran terpaksa memutar Bagi pendatang baru tentunya pengaturan ini membingungkan, khususnya apabila geometri jaringan jalan tidak beraturan serta marka dan rambu tidak jelas. Sejumlah pemakai jalan (kendaraan bermotor) harus memutar untuk mencapai tujuan tertentu, hal ini akan menambah biaya perjalanan. Perencanaan jalan satu arah: a) Mempertimbangkan jaringan jalan yang ada apakah dapat diperoleh sepasang jalan searah untuk mendistribusikan arus yang sebelumnya dua arah. b) c) d) Pengaruh yang timbul terhadap pengoperasian angkutan umum. Memperhitungkan pengaruh dari angkutan barang. Pertimbangan geometri jalan satu arah harus diperhatikan sehingga pada pertemuannya dengan lalu lintas dua arah tidak menimbulkan kemacetan maupun masalah keselamatan. e) f) Apakah perlu dilakukan pertimbangan terhadap larangan parkir untuk memenuhi jumlah lajur yang cukup. Perubahan apa saja yang perlu dilakukan dalam perambuan, marka, lampu pemberi isyarat lalu lintas dan peralatan pengontrol lainnya. persimpangan.

Bab III PENUTUP KESIMPULAN :


Untuk mengefektifkan arus lalu lintas perlu memperhatikan berbagai aspek terutama dalam segi positif dan negatifnya. Untuk mengatasi masalah lalu lintas perlu diperhatikan rambu-rambunya, alternatif cara lain. Untuk mengatasi masalah keselamatan pengguna jalan perlu diperhatikan pengaturan kecepatan, lebar jalan, dan sebagainya. Dalam pengaturan manajemen lalu lintas hal yang paling dasar yang harus diperhatikan yaitu: tindakan memperlancar arus lalu lintas kendaraan, tindakan untuk meningkatkan pergerakan manusia, tindakan untuk mengendalikan permintaan, tindakan untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas, dan tindakan untuk melindungi lingkungan.

SARAN :
Untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul dalam lalu lintas diperlukan adanya penegakkan hokum yang bersifat tegas dan mengikat terhadap para pelanggarnya. Untuk parkir yang berada di badan jalan hendaknya diberikan peraturan baru yang berkaitan dengan larangan parkir di badan jalan. Untuk angkutan umum pelayanannya lebih ditingkatkan lagi dan lebih difokuskan untuk memprioritaskan kendaraan umum.