Anda di halaman 1dari 7

Nama : Agus Susanto

Unit Kerja : SMK Yadika Baturaja


No UKG : 201506559334

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi

Masalah terpilih yang Akar Penyebab


No. Eksplorasi alternatif solusi Analisis alternatif solusi
akan diselesaikan masalah
1 Peserta didik kurang Kurangnya model dan Kajian Literatur Setelah dilakukan analisis terhadap hasil
tertarik untuk belajar media pembelajaran 1. Model Pengajaran atau model pembelajaran kajian literatur, hasil wawancara, dan hasil
desain poster, karena yang membuat peserta merupakan rencana atau pola yang dapat observasi dapat diketahui bahwa alternatif/
Penguasaan dan didik kurang tertarik digunakan untuk membentuk kurikulum, solusi mengenai Kurangnya metode dan
pemahaman model untuk belajar desain mendesain materi-materi intruksional, dan media pembelajaran yang membuat peserta
pembelajaran yang poster. memadu proses pengajaran di ruang kelas atau didik kurang tertarik untuk belajar desain
inovatif belum di di setting yang berbeda, (Miftahul, 2013). poster yaitu :
terapkan guru. 2. Konsep model pembalajaran menurut Trianto 1. Bahwa guru harus memiliki sikap
Pada KD. 3.6 (2010: 51), menyebutkan bahwa model kreatif. Kreatif dalam artian
Menerapkan pembelajaran adalah suatu perencanaan atau merespon berbagai perubahan yang
perangkat lunak pola yang digunakan sebagai pedoman dalam ada, karena setiap adanya
pengolah gambar merencanakan pembelajaran di kelas atau
perubahan akan selalu diiringi oleh
vektor pembelajaran tutorial. Model pembelajaran
berbagai cara untuk
mengacu pada pendekatan pembelajaran yang
akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan- melaksanakannnya.
tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan 2. Bahwa inovasi yang dilakukan oleh
pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan seorang guru lebih ditekankan pada
pengelolaan kelas kegiatan mengajar, Guru perlu
3. Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala, berlatih dalam menerapkan model
2010:61) adalah ”suatu proses dimana pembelajaran inovatif, seperti model
lingkungan seseorang secara disengaja dikelola pembelajaran Jigsau, Inkuiri, PBL,
untuk memungkinkan ia turut serta dalam PJBL.
tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi
khusus atau menghasilkan respon terhadap Berkenaan dengan model-model
situasi tertentu, pembelajaran merupakan pembelajaran abad 21 yang dipandang
subset khusus dari pendidikan”. Lingkungan potensial untuk mengintegrasikan teknologi
belajar hendaknya dikelola dengan baik karena dan luwes diterapkan antara lain;
pembelajaran memiliki peranan penting dalam
pendidikan Discovery learning;
4. Heinich se.al., dalam Daryanto, 2013 Belajar melalui penelusuran, penelitian,
mengatakan: Pendidikan yang berkualitas penemuan, dan pembuktian.
memerlukan sumber daya guru yang mampu
dan siap berperan secara profesional dalam Pembelajaran berbasis proyek (PJBL);
lingkungansekolah dan masyarakat. Proyek memiliki target tertentu dalam
5. Daryanto, 2013 mengayakan: Dalam era bentuk produk dan peserta didik
perkembangan IPTEK yang begitu pesat merencanakan cara untuk mencapai target
dewasa ini, profesionalisme guru tidak cukup dengan dipandu oleh pertanyaan
hanya dengan kemampuan membelajarkan menantang. Peserta didik bisa mengikuti
siswa, tetapi juga haru smampu mengelola tahapan pembelajaran seperti eksplorasi
infromasi dan lingkungan untuk memfasilitasi ide, mengembangkan gagasan,
kegiatan belajar siswa. Konsep lingkungan merealisasikan gagasan menjadi prototipe
meliputi tempat belajar, metode, media, sistem produk, melakukan uji coba produk, dan
penilaian, serta sarana dan prasarana yang memasarkan produk. Pada prosesnya
diperlukan untuk mengemas pembelajaran dan peserta didik bisa memanfaatkan teknologi
mengatur bimbingan belajar sehingga untuk mencari informasi bagi upaya
memudahkan siswa.(Daryanto, 2013, Media pengembangan gagasan, membuat sketsa
Pembelajarn,hal.3 produk menggunakan software tertentu,
6. Menurut Miarso (2004) berpendapat bahwa menguji produk melalui respon pasar
“Media pembelajaran adalah segala sesuatu dengan google survey dan sebagainya.
yang digunakan untuk menyalurkan pesan
serta dapat merangsang pikiran, perasaan, Kelebihan atau keunggulan PJBL
perhatian, dan kemauan si belajar sehingga sebagai berikut (Abidin, 2007:170) :
dapat mendorong terjadinya proses belajar”. 1. Model ini bersifat terpadu dengan
7. Menurut Heinich and Molenda (2009) terdapat kurikulum sehingga tidak memerlukan
enam jenis dasar dari media pembelajaran, tambahan apapun dalam
yaitu: pelaksanaannya.
a. Teks. Merupakan elemen dasar dalam 2. Siswa terlibat dalam kegiatan dunia
menyampaikan suatu informasi yang nyata dan mempraktikan strategi otentik
mempunyai berbagai jenis dan bentuk tulisan secara disiplin.
yang berupaya memberi daya tarik dalam 3. Siswa bekerja secara kolaboratif untuk
penyampaian informasi. memecahkan masalah yang penting
b. Media audio. Membantu menyampaikan baginya.
maklumat dengan lebih berkesan dan 4. Teknologi terintegrasi sebagai alat
membantu meningkatkan daya tarikan untuk penemuan, kolaborasi, dan
terhadap sesuatu persembahan. Jenis audio komunikasi dalam mencapai tujuan
termasuk suara latar, musik, atau rekaman pembelajaran penting dalam caracara
suara, dan lainnya. baru.
c. Media visual. Media yang dapat memberikan 5. Meningkatkan kerja sama guru dalam
rangsangan-rangsangan visual seperti merancang dan mengimplementasikan
gambar/photo, sketsa, diagram, bagan, proyek-proyek yang melintasi batas-
grafik, kartun, poster, papan buletin, dan batas geografis atau bahkan melompat
lainnya. zona waktu.
d. Media proyeksi gerak. Termasuk di
dalamnya film gerak, film gelang, program Kekurangan/kelemahan PJBL adalah
TV, video kaset (CD, VCD, atau DVD). sebagai berikut (Abidin, 2013:171) :
1. Memerlukan banyak waktu dan biaya.
2. Memerlukan banyak media dan sumber
belajar.
3. Memerlukan guru dan siswa yang sama-
sama siap belajar dan berkembang.
Hasil wawancara Kepala Sekolah 4. Ada kekhawatiran siswa hanya akan
1. Guru perlu belajar IT secara mandiri guna menguasai satu topik tertentu yang
untuk mendukung penggunaan TIK dalam dikerjakannya
pembelajaran.
2. Guru perlu secara mandari atau ditugaskan
oleh sekolah untuk mengikuti pelatihan Pembelajaran berbasis masalah dan
pelatihan untuk pengayaan guru itu sendiri penyelidikan;
khususnya tentang model model pembelajaran Belajar berdasarkan masalah dengan solusi
“open ended”, melalui penelusuran dan
penyelidikan sehingga dapat ditemukan
Hasil wawancara Guru banyak solusi masalah.
1. Guru secara mandiri perlu melatih diri Dalam penentuan solusi yang digunakan
memahami model model pembelajaran yang adalah Model Pembelajaran PBL yang
inovatif yangbertujuan menarik minat siswa akan dilalksanakan dalam 2 siklus
2. Guru harus banyak literasi mencari materi pembelajaran
terkait model dan strategi pembelajaran. Pembelajaran melalui pendekatan PBL
3. Guru perlu berlatih dalam menerapkan model merupakan suatu rangkaian pendekatan
pembelajaran inovatif. kegiatan belajar yang diharapkan dapat
4. Guru harus mengembangkan/membuat media memberdayakan siswa untuk menjadi
pembelajaran yang inovatif dan menarik. seorang individu yang mandiri dan mampu
menghadapi setiap permasalahan dalam
hidupnya di kemudian hari. Dalam
pelaksanaan pembelajaran, siswa dituntut
terlibat aktif dalam mengikuti proses
pembelajaran melalui diskusi kelompok.

Menurut Trianto (2010:96-97) kelebihan dan


kekurangan model Pembelajaran Berbasis
Masalah adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
1. Realistik dengan kehidupan siswa;
2. Konsep sesuai dengan kebutuhan
siswa
3. Memupuk sifat inquiry siswa
4. Retensi konsep jadi kuat
5. Memupuk kemampuan problem solving
.
Kekurangan:
1. Persiapan pembelajaran (alat, problem,
konsep) yang kompleks;
2. Sulitnya mencari problem yang relevan;
3. Sering terjadi miss-konsepsi
4. Konsumsi waktu, dimana model ini
memerlukan waktu yang cukup dalam
penyelidikan

Guru kurang Kurangnya inovatif Kajian Literatur Setelah dilakukan analisis terhadap hasil
menunjukan beberapa guru memperlihatkan 1. Hasil penelitian (Nisa dkk,2021 ) menunjukkan kajian literatur, hasil wawancara, dan
jenis poster sebagai beberapa jenis desain bahwa motivasi belajar siswa rendah hasil observasi dapat diketahui bahwa
bahan apresiasi kepada poster untuk disebabkan oleh faktor internal dan eksternal alternatif/ solusi mengenai kurangnya
siswa untuk meningkatkan motivasi siswa. Faktor internal siswa meliputi guru menunjukan beberapa jenis poster
mengembangan siswa dalam belajar. kejenuhan, minat belajar, kesehatan fisik dan sebagai bahan apresiasi kepada siswa
wawasan siswa terhadap mental. Sedangkan faktor ekternal siswa
Jenis jenis poster untuk mengembangan wawasan siswa
adalah keadaan keluarga, lingkungan di rumah
dan sarana dan prasarana. terhadap Jenis jenis poster
2. Menurut penelitian Ahmad Aunur Rohman1 , yaitu :
Sayyidatul Karimah2 1UIN Walisongo 1. Guru menunjukan beberapa gambar
Semarang,2Universitas Pekalongan. Faktor jenis poster hasil karya desain grafis,
yang menyebabkan motivasi belajar adalah untuk memantik kreativitas siswa
tempat belajar, kondisi fisik siswa, kecerdasan menggunkan media PPT.
siswa, sarana prasarana, waktu pembelajaran, 2. Membuat LKPD yang menarik, untuk
kebiasaan belajar siswa, guru, orangtua, meningkatkan aktivitas peserta didik.
kondisi emosional siswa, dan faktor kesehatan 3. Agar peserta didik termotivasi dan tidak
siswa merasa jenuh di akhir pembelajaran
maka guru perlu memberikan
3. Amna Emda (2017)faktor-faktor yang
permainan sederhana dengan aplikasi
mempengaruhi motivasi belajar antara lain:
quizizz atau khoot agar tidak merasa
a. Cita-cita/aspirasi siswa
bosan.
b. Kemampuan siswa
c. Kondisi siswa dan lingkungan 4. Bahwa, Guru perlu menentukan dalam
d. Unsur-unsur dinamis dalam belajar menerapkan model pembelajaran
e. Upaya guru dalam membelajarkan siswa inovatif, untuk melaksanakan proses
pembelajaran.
4. Rohman (2018) faktor-faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar antara lain: Berkenaan dengan model-model
a. Tempat belajar pembelajaran abad 21 yang inovatif
b. Fungsi fisik yang dipandang potensial untuk
c. Kecerdasan mengunakan model pembelajaran;
d. Sarana dan prasarana
e. Waktu Discovery learning;
f. kebiasaan belajar siswa Belajar melalui penelusuran, penelitian,
g. Faktor guru penemuan, dan pembuktian.
h. orang tua
i. faktor emosional siswa Pembelajaran berbasis proyek (PJBL);
j. Kesehatan Proyek memiliki target tertentu dalam
k. Teman bentuk produk dan peserta didik
merencanakan cara untuk mencapai target
Hasil wawancara Kepala Sekolah dengan dipandu oleh pertanyaan
Pemberian motivasi secara personal kepada siswa menantang. Peserta didik bisa mengikuti
agar mengaktifkan,menggerakan dan mengarahkan tahapan pembelajaran seperti eksplorasi
perilaku belajarnya. ide, mengembangkan gagasan,
merealisasikan gagasan menjadi prototipe
Hasil wawancara Guru produk, melakukan uji coba produk, dan
1. Memberikan contoh contoh gambar hasil karya memasarkan produk. Pada prosesnya
desain grafis, untuk memantik kreativitas siswa peserta didik bisa memanfaatkan teknologi
menggunkan media ppt untuk mencari informasi bagi upaya
2. Membuat LKPD yang menarik, untuk pengembangan gagasan, membuat sketsa
meningkatkan aktivitas sehingga peserta didik produk menggunakan software tertentu,
termotivasi. menguji produk melalui respon pasar
3. Agar peserta didik termotivasi dan tidak merasa dengan google survey dan sebagainya.
jenuh di akhir pembelajaran maka guru perlu
memberikan permainan sederhana agar tidak Kelebihan atau keunggulan PJBL
merasa bosan. sebagai berikut (Abidin, 2007:170) :
6. Model ini bersifat terpadu dengan
kurikulum sehingga tidak memerlukan
tambahan apapun dalam
pelaksanaannya.
7. Siswa terlibat dalam kegiatan dunia
nyata dan mempraktikan strategi otentik
secara disiplin.
8. Siswa bekerja secara kolaboratif untuk
memecahkan masalah yang penting
baginya.
9. Teknologi terintegrasi sebagai alat
untuk penemuan, kolaborasi, dan
komunikasi dalam mencapai tujuan
pembelajaran penting dalam caracara
baru.
10.Meningkatkan kerja sama guru dalam
merancang dan mengimplementasikan
proyek-proyek yang melintasi batas-
batas geografis atau bahkan melompat
zona waktu.

Kekurangan/kelemahan PJBL adalah


sebagai berikut (Abidin, 2013:171) :
5. Memerlukan banyak waktu dan biaya.
6. Memerlukan banyak media dan sumber
belajar.
7. Memerlukan guru dan siswa yang sama-
sama siap belajar dan berkembang.
8. Ada kekhawatiran siswa hanya akan
menguasai satu topik tertentu yang
dikerjakannya

Pembelajaran berbasis masalah dan


penyelidikan;
Belajar berdasarkan masalah dengan solusi
“open ended”, melalui penelusuran dan
penyelidikan sehingga dapat ditemukan
banyak solusi masalah.
Dalam penentuan solusi yang digunakan
adalah Model Pembelajaran PBL yang
akan dilalksanakan dalam 2 siklus
pembelajaran
Pembelajaran melalui pendekatan PBL
merupakan suatu rangkaian pendekatan
kegiatan belajar yang diharapkan dapat
memberdayakan siswa untuk menjadi
seorang individu yang mandiri dan mampu
menghadapi setiap permasalahan dalam
hidupnya di kemudian hari. Dalam
pelaksanaan pembelajaran, siswa dituntut
terlibat aktif dalam mengikuti proses
pembelajaran melalui diskusi kelompok.
Menurut Trianto (2010:96-97) kelebihan dan
kekurangan model Pembelajaran Berbasis
Masalah adalah sebagai berikut:
Kelebihan:
6. Realistik dengan kehidupan siswa;
7. Konsep sesuai dengan kebutuhan
siswa
8. Memupuk sifat inquiry siswa
9. Retensi konsep jadi kuat
10. Memupuk kemampuan problem solving
.
Kekurangan:
5. Persiapan pembelajaran (alat, problem,
konsep) yang kompleks;
6. Sulitnya mencari problem yang relevan;
7. Sering terjadi miss-konsepsi
8. Konsumsi waktu, dimana model ini
memerlukan waktu yang cukup dalam
penyelidikan