Anda di halaman 1dari 13
Tujuan Belajar : Setelah mempelajari Materi ini, diharapkan Mahasiswa mampu : 1. Membedakan Validitas Penelitian
Tujuan Belajar :
Setelah mempelajari Materi ini, diharapkan Mahasiswa mampu :
1. Membedakan Validitas Penelitian & Validitas
Pengukuran (Instrumen).
2. Memahami tentang Validitas Internal & Eksternal
Penelitian.
3. Menjelaskan Pengertian Rancangan Penelitian.
4. Menerapkan Rancangan Penelitian yang Adekuat
5. Mengidentifikasi macam 2 Rancangan Penelitian.
Pengampu :
1
1

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

O l e h

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

S K K M

S K M

M

Perlu dibedakan antara…!!! HHa aas ssi iil ll PPe een nne eel lli iit tti
Perlu dibedakan antara…!!! HHa aas ssi iil ll PPe een nne eel lli iit tti
Perlu dibedakan antara…!!! HHa aas ssi iil ll PPe een nne eel lli iit tti
Perlu dibedakan antara…!!! HHa aas ssi iil ll PPe een nne eel lli iit tti
Perlu dibedakan antara…!!!
HHa aas ssi iil ll PPe een nne eel lli iit tti iia aan nn yyg gg VVA
H
P
y
V
AAL LLI IID DD && RRE
&
R
EEL LLI IIA AAB BBL LLE EE
dengan
IIn nns sst ttr rru uum mme een nn yyg gg VVA
I
y
V
AAL LLI IID DD && RRE
&
R
EEL LLI IIA AAB BBL LLE

AAS SSI IIL LL PPE EEN NNE EEL LLI IIT TTI IIA AAN NN yyg gg VVA

HHA

P

y

V

: Bila terdapat kesamaan antara

data yg terkumpul dengan data yg sesungguhnya terdapat pada obyek yg diteliti.

H

AAL LLI IID DD

(Kalau dalam obyek berwarna merah, sedangkan data yg terkumpul berwarna putih, maka hasil penelitian Tidak Valid)

AAS SSI IIL LL PPE EEN NNE EEL LLI IIT TTI IIA AAN NN yyg gg RRE EEL LLI IIA AAB BBL LLE EE

HHA

H

P

y

R

: Bila terdapat kesamaan

data dalam waktu yg berbeda.

(Kalau dalam obyek kemarin berwarna merah, maka sekarang & besok tetap berwarna merah)

IIN

NNS SST TTR RRU UUM MME EEN NN yyg gg VVA

I

y

AAL LLI IID DD

V

berarti Alat ukur yg digunakan untuk

mendapatkan data (mengukur) itu Valid.

Valid

berarti

Instrumen

tersebut dapat digunakan untuk

mengukur apa yg hendak diukur.

IIN

NNS SST TTR RRU UUM MME EEN NN yyg gg RRE EEL LLI IIA AAB BBL LLE EE

berarti Instrumen yg bila digunakan

beberapa kali untuk mengukur obyek yg sama, akan menghasilkan data yg sama.

I

y

R

(Sugiyono, 2007)

Dengan menggunakan Instrumen yg Valid dan Reliable dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi Valid dan Reliable. Jadi Instrumen yg Valid dan Reliable merupakan syarat untuk mendapatkan Hasil Penelitian yg Valid dan Reliable.

2
2

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

O l e h

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

S K K M

M

S K M

Dikenal ada 2 macam Validitas Penelitian, yaitu

:

1. I

IIn

Kesahihan penelitian yg berkaitan dengan Sejauh mana perubahan ygada 2 macam Validitas Penelitian , yaitu : 1. I I I n diamati dalam suatu

diamati dalam suatu penelitian benar – benar HANYA terjadi karena

PERLAKUAN yg diberikan dan BUKAN karena pengaruh Faktor Lain

(Variabel Luar).

Perhatikan penjelasan secara Skematis berikut ini :dan BUKAN karena pengaruh Faktor Lain (Variabel Luar). n n t t t e e e

nnt

tte

eer

rrn

nna

aal

ll VVa

V

aal

lli iid ddi iit tty yy

(Validitas Internal = Validitas Dalam)

i i i t t t y y y (Validitas Internal = Validitas Dalam) 2. Keterangan

2.

Keterangan :

Bagaimana Variable

= Validitas Dalam) 2. Keterangan : Bagaimana Variable Berubah menjadi , Memang HANYA karena Pengaruh Variable

Berubah menjadi

Dalam) 2. Keterangan : Bagaimana Variable Berubah menjadi , Memang HANYA karena Pengaruh Variable Perlakuan dan

,

Memang HANYA karena Pengaruh Variable Perlakuan

dan BUKAN krn Pengaruh Variable Luar

Variable Perlakuan dan BUKAN krn Pengaruh Variable Luar E E k k k s E s
Variable Perlakuan dan BUKAN krn Pengaruh Variable Luar E E k k k s E s

EEk

kks

E

sst

tte

eer

rrn

nna

aal

ll VVa

V

aal

lli iid ddi iit tty yy

(Validitas Eksternal = Validitas Luar)

Hal ini berkaitan dengan pertanyaan “Sejauh mana Hasil Suatu “Sejauh mana Hasil Suatu

Penelitian dapat di GENERALISASIKAN (di Rampatkan) pada

Populasi…?”

dengan kata lain :

Apakah Penelitian yang Dilakukan REPRESENTATIF dapat(di Rampatkan) pada Populasi…?” dengan kata lain : menggambarkan kejadian yang sesungguhnya dalam Masyarakat

menggambarkan kejadian yang sesungguhnya dalam Masyarakat (dlm

lingkup yg lebih luas) apabila diberikan/diterapkan suatu Internensi

(Variabel Perlakuan).

3
3

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

O l e h

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

M

S K M

S K K M

CONTOH :Misalnya kita melakukan penelitian tentang Keefektifan Suatu Metode Baru tentang Pengurangan Rasa Nyeri pada Saat

Misalnya kita melakukan penelitian tentang Keefektifan Suatu Metode

Baru tentang Pengurangan Rasa Nyeri pada Saat Persalinan dengan

mengambil Sample Ibu2 yg bersalin di Sebuah Rumah Bersalin, dan

ternyata Hasilnya Baik (Bermakna secara Signifikan).

Pertanyaan yg timbul adalah :

“Seberapa jauh Keefektifan Metode Baru tersebut apabila diterapkan

untuk SEMUA Ibu yang akan melahirkan di suatu Wilayah yang Luas

(Populasi yang Lebih Besar)…???”

Faktor – faktor yang mempengaruhi Validitas Penelitian (ValiditasWilayah yang Luas (Populasi yang Lebih Besar) …???” Internal & Eksternal), adalah : a) Validitas Pengukuran

Internal & Eksternal), adalah :

a) Validitas Pengukuran ---> “Val. Isi, Kriterium & Konstruk” ( Validitas Pengukuran )

b) Adekuatitas Rancangan Penelitian,

c) Analisis Data.

Penjelasan secara Skematis dari Validitas Ekternal :) b) Adekuatitas Rancangan Penelitian, c) Analisis Data. Perlakuan ALAMIAH Sejauh mana Perubahan itu Sama dalam

Perlakuan ALAMIAH Sejauh mana Perubahan itu Sama dalam suatu Populasi/Masyarakat yg Lebih Luas
Perlakuan ALAMIAH
Sejauh mana Perubahan itu Sama dalam
suatu Populasi/Masyarakat yg Lebih Luas
4
4

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

D

D o o d d e e t t A A d d t t

D o d i e t

i i y y a a S S , ,

S ,

O l e h

:

I g .

i i

A d i t y a

S

M

S K M

S K K M

P P E P E E M M M A A A H H H
P P E P E E M M M A A A H H H

PPE

P

EEM

MMA

AAH

HHA

AAM

MMA

AAN

NN UUM

U

MMU

UUM

MM

S
S

ebelum kita memahami tentang Hakekat Rancangan Penelitian secara khusus, maka harus benar – benar

memahami terlebih dahulu tentang Pola Umum Penelitian ( yang berkaitan dengan : Pengertian Penelitian, Tipologi Penelitian, Identifikasi & Perumusan Masalah Penelitian, Tujuan & Manfaat Penelitian, Variable Penelitian, Hipotesis, Definisi Operasional, Subyek Penelitian, Instrumentasi & Pengukurannya, dansebagainya).

Namun demikian, dengan mengetahui atau memahami Pola Umum Penelitian saja, maka penelitian itu masih belum bisa dilakukan TANPA mengetahui Bagaimana RANCANGAN / DESAIN Penelitiannya.

Ibarat membangun Sebuah Rumah, Pengetahuan tentang Pola Umum Penelitian itu dapat diumpamakan sebagai Cara untuk Membuat Pondasi, bagaiamana cara membuat kolom, bagaimana merangkai rangka-rangka dari besi, bagaimana cara menyusun batu bata, bagaimana cara membuat dan memasang jendela, pintu, plafon dan sebagainya. Sedangkan untuk membangun Sebuah Rumah, disamping kemampuan akan hal – hal tersebut di atas, masih diperlukan hal yang lain yaitu GAMBAR Rumah yang akan diBangun. Dan RANCANGAN Penelitian dapat diumpamakan sebagai GAMBAR Bangunan Rumah tersebut.

5
5

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

O l e h

D

D o o d d e e t t A A d d t t

D o d i e t

i i y y a a S S , ,

S ,

:

I g .

i i

A d i t y a

S

S K K M

M

S K M

R ancangan Penelitian atau Research Designs atau ada juga yang menyebut Model Penelitian merupakan sesuatu

R ancangan Penelitian atau Research Designs atau ada juga yang menyebut Model Penelitian merupakan sesuatu yang sangat penting

dalam penelitian, terutama penelitian yang bersifat Analitis. Rancangan Penelitian ini sangat mempengaruhi Validitas Internal dan Eksternal suatu Penelitian, sehingga harus dipilih secara Tepat (Adekuat). Untuk dapat memahami tentang apa yang dimaksud dengan Rancangan Penelitian, maka perlu dilakukan pengkajian terlebih dahulu terhadap Pertanyaan – Pertanyaan berikut :

1) Apakah sebenarnya HAKEKAT Penelitian itu… ? 2) Mengapa Penelitian perlu diRANCANG… ? 3) Apakah ESENSI/FUNGSI Rancangan Penelitian… ?

TTÑÑtt~~tt{{ [[tt~~xx~~ttàà ccxxÇÇxxÄÄ||àà||ttÇÇ ||ààââAAAARR

Secara singkat dapat dikatakan bahwa HAKEKAT suatu penelitian adalah Konfirmasi Kebenaran Hipotesis dalam rangka menjawab Permasalahan dalam suatu penelitian. Penelitian juga merupakan suatu Cara yang Sistematis untuk Menjawab Permasalahan dengan menggunakan Metode Ilmiah yang Teratur dan Tuntas. Keberhasilan suatu penelitian ditentukan dengan MEMPERTANYAKAN “Seberapa Jauh Data yang Diperoleh itu Relevan dengan Jawaban yang dikehendaki…?

``xxÇÇzzttÑÑtt ccxxÇÇxxÄÄ||àà||ttÇÇ ``xxÅÅxxÜÜÄÄââ~~ttÇÇ eettÇÇvvttÇÇzzttÇÇRR

Sebagaimana telah diumpamakan di atas, bahwa Ketiadaan Rancangan dalam Penelitian sama halnya dengan Ketiadaan Gambar dalam Membangun Suatu Rumah. Diketahui terdapat 5 Kriteria yang Melatarbelakangi Mengapa suatu penelitian perlu dirancang, yaitu :

1) Relevansi Data (Ketergayutan Data) 2) Obyektivitas, 3) Validitas, 4) Reliabilitas, 5) Teknis Pelaksanaan yang Efektif dan Efisien.

6
6

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

O l e h

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

M

S K M

S K K M

TTÑÑtt~~tt{{ XXááxxÇÇáá||BBYYââÇÇzzáá|| eettÇÇvvttÇÇzzttÇÇ ccxxÇÇxxÄÄ||àà||ttÇÇRR

Esensi/Fungsi Rancangan Penelitian adalah Mengupayakan OPTIMASI

secara BERIMBANG antara Validitas Internal dan Validitas Eksternal

suatu penelitian.

Istilah BERIMABANG antara Validitas Internal dan Eksternal ini perlu

DiTekankan karena Diketahui bahwa mengupayakan Validitas Internal

secara penuh akan dapat MENURUNKAN Validitas Eksternal, dan

Demikian Juga Sebaliknya.

EEN

PPE

P

NNG

GGE

EER

RRT

TTI IIA AAN NN RRA

R

AAN

NNC CCA AAN NNG GGA AAN NN PPE

P

EEN

NNE

EEL

LLI IIT TTI IIA AAN NN

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dapat dirumuskan bahwa :

RANCANGAN

PENELITIAN adalah

suatu RENCANA, STRUKTUR dan STRATEGI Penelitian yang dimaksudkan untuk Menjawab Permasalahan yang dihadapi dengan mengupayakan Optimasi yang Berimbang antara Validitas Internal dan Validitas Eksternal dengan melakukan Pengendalian Varians.

(Pratiknya,2007)

Rancangan Penelitian disebut sebagai RENCANA, karena :

Rancangan Penelitian itu mengandung secara Sistematis Keseluruhan Kegiatan yang akan dilakukan oleh seorang peneliti.

Rancangan Penelitian disebut sebagai STRUKTUR, karena :

Rancangan Penelitian itu melakukan Strukturisasi Penelitian, dimana dalam Rancangan Penelitian tergambar Model atau Paradigma Operasionalisasi Variabel Penelitian dengan Mengidentifikasi Jenis dan Sifat Variabel serta Hubungan antar Variabel tersebut.

Rancangan Penelitian merupakan STRATEGI, karena :

Dalam Rancangan Penelitian terkandung Petunjuk Prosedural Bagaimana Rencana dan Strukturisasi tersebut dapat dijalankan, sehingga Permasalahan Penelitian dapat Terjawab secara Adekuat dan Varians dapat Dikendalikan. (Pratiknya,2007)

Rancangan atau Desain Penelitian pada dasarnya adalah Strategi untuk

memperoleh Data yang dipergunakan untuk Menguji Hipotesa. Desain

Penelitian ditetapkan dengan mengacu pada Hipotesa yang telah dibangun.

7
7

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

D

D o o d d e e t t A A d d t t

D o d i e t

i i y y a a S S , ,

S ,

O l e h

:

I g .

i i

A d i t y a

S

M

S K M

S K K M

Rancangan / Desain Penelitian merupakan Rencana tentang cara mengumpulkan Data dan Menganalisis Data agar dapat dilakukan secara Ekonomis dan Sesuai dengan Tujuan Penelitian.

MANFAAT Rancangan / Desain Penelitian adalah :

1) Memberi Pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya. Dalam Rancangan / Desain Penelitian, antara lain harus dipikirkan tentang : Populasi, Metode Sampling yang Dipilih, Besar Sample, Prosedur Pengumpulan Data, Cara – Cara Analisis Data, Penggunaan Statistik yang Tepat, Cara Mengambil Kesimpulan dsb. 2) Menentukan Batas – Batas Penelitian yang berkaitan dengan Tujuan Penelitian. Apabila Tujuan Penelitian tidak dirumuskan dengan jelas, maka penelitian itu seperti Tidak ada Ujung – Pangkalnya. Dengan perumusan Tujuan Penelitian yang jelas, maka dapat disusun suatu Desain Penelitian yang menentukan Batas-Batas penelitian yang Tegas, dengan demikian Peneliti dapat memusatkan perhatian dan usahanya ke arah Tujuan yang Nyata secara lebih Efektif. Dan peneliti menjadi tahu bilamana pekerjaannya/penelitiannya selesai. 3) Memberikan Gambara yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dan juga memberikan gambaran tentang kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi. Dengan demikian, dapat dipikirkan cara – cara mengatasi kesulitan – kesulitan tersebut terlebih dahulu. PPEENNGGEENNDDAALLIIAANN VVAARRIIAANNSS

Adalah : Upaya Metodologik yang dilakukan untuk dapat meningkatkan “Validitas” dalam suatu penelitian. Dimana upaya ini BUKAN sekedar MENIADAKAN pengaruh Variabel-variabel Luar saja, tetapi juga Upaya MENGAKTUALKAN secara Nyata Pengaruh variabel yang diteliti dan MENIADAKAN Kesalahan – Kesalahan yang terjadi yang berkaitan dengan kegiatan pengukuran.

yang terjadi yang berkaitan dengan kegiatan pengukuran. 8 C a t a t a n K
8
8

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

O l e h

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

S K K M

S K M

M

Langkah – Langkah yang Harus dilakukan dalam upaya Pengendalian Varians, antara lain : 1) Maksimasi

Langkah – Langkah yang Harus dilakukan dalam upaya Pengendalian Varians, antara lain :

1) Maksimasi Varians Penelitian Varians Penelitian adalah Variabilitas Nilai “Variabel Tergantung” yang terjadi akibat Pengaruh “Variabel Bebas”.

Maksimasi Varians Penelitian berarti Mengupayakan agar Variabilitas Perubahan yang terjadi pada “Variabel Tergantung” sebesar/sebanyak mungkin, berarti Mengupayakan agar Variabilitas Perubahan yang terjadi pada “Variabel Tergantung” sebesar/sebanyak mungkin, DENGAN CARA semakin Memperbesar/Memperbanyak Variasi “Variabel Bebas/Variabel Perlakuan”.

Variasi “Variabel Bebas/Variabel Perlakuan”. …………dsdsdsds …………dsdsdsds Contoh : Suatu
…………dsdsdsds …………dsdsdsds
…………dsdsdsds
…………dsdsdsds
Perlakuan”. …………dsdsdsds …………dsdsdsds Contoh : Suatu penelitian analitik untuk mengetahui Pengaruh

Contoh :

Suatu penelitian analitik untuk mengetahui Pengaruh Tingkat Pendidikan Masyarakat terhadap Perilaku Hidup Bersih dan

Sehat…

Maka Subyek – subyek Penelitian yang dipilih sebaiknya semakin besar Variasi Pendidikannya (Misalnya mulai dari Tidak Lulus SD/Tidak sekolah sampai dengan Pasca Sarjana), Dengan demikian, apabila memang Tingkat Pendidikan berpengaruh, akan Tampak pada perilakunya dan SEBALIKNYA apabila Tidak ada perbedaan Perilaku juga akan Jelas. Akan tetapi, bila perbedaan Perilaku Tidak Jelas (tidak signifikan/hanya sedikit), sementara Subyek yang digunakan hanya dibatasi pada tingkat SMP dan SMA saja, maka Tidak

:

9
9

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

O l e h

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

S K K M

M

S K M

Akan Dapat Dipastikan apakah Tingkat Pendidikan tersebut Berpengaruh atau Tidak.

2) Kontrol Variabel Luar

Upaya Pengontrolan / Pengendalian Variabel Luar berarti Secara Metodologik Meniadakan Pengaruh Variabel Luar terhadap Variable Pengontrolan / Pengendalian Variabel Luar berarti Secara Metodologik Meniadakan Pengaruh Variabel Luar terhadap Variable Penelitian.

Beberapa Cara yang dapat digunakan untuk Mengendalikan Variabel Luar antara lain :Pengaruh Variabel Luar terhadap Variable Penelitian. (a) Memilih Subyek – Subyek Penelitian dengan kondisi

(a)

Memilih Subyek – Subyek Penelitian dengan kondisi variabel

luar se-HOMOGEN mungkin.

(b)

Melakukan RANDOMISASI Subyek pada waktu melakukan Pengelompokan (Random Assignment).

(c)

Melakukan pengelompokan Subyek penelitian secara MATCHING.

Melakukan pengelompokan Subyek penelitian secara MATCHING . 3) Minimasi Varians Kesalahan Varians Kesalahan atau

3) Minimasi Varians Kesalahan

Varians Kesalahan atau Varians Error adalah Variabilitas Hasil Pengukuran yang terjadi oleh karena Fluktuasi Random dari Variabel atau Varians Error adalah Variabilitas Hasil Pengukuran yang terjadi oleh karena Fluktuasi Random dari Variabel yang diukur. atau secara lebih operasional ;

Varians Kesalahan adalah Variasi Nilai dari Data yang terjadi akibat Kesalahan Pengukuran. adalah Variasi Nilai dari Data yang terjadi akibat Kesalahan Pengukuran.

10
10

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

O l e h

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

M

S K M

S K K M

Berdasarkan Uraian tersebut, maka dari Satu Permasalahan Penelitian dapat dikembangkan LEBIH dari Satu Rancangan
Berdasarkan Uraian tersebut, maka dari Satu Permasalahan
Penelitian dapat
dikembangkan
LEBIH
dari
Satu
Rancangan
Penelitian. Oleh karena itu Peneliti harus mampu menilai dan
memilih Rancangan Penelitian mana yang Paling Tepat, dan untuk
itu perlu memperhatikan Pertimbangan – Pertimbangan Pokok
sebagai berikut :
(1)
Memenuhi 5 Kriteria yg melatarbelakangi perlunya
Rancangan Penelitian, yitu :
a) Relevansi data,
b) Obyektivitas,
c) Validitas,
d) Reliabilitas,
e) Teknis Pelaksanaan yg Efektif & Efisien.
(2) Rancangan itu harus Adekuat, yaitu : ada Optimasi
yang
Berimbang
antara
Validitas
Internal dan
Validitas Eksternal.
11
11

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

O l e h

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

S K K M

S K M

M

D ikenal bermacam – macam Rancangan Penelitian dan setiap penulis mengelompokkannya menurut caranya sendiri –
D
D

ikenal bermacam – macam Rancangan Penelitian dan setiap penulis mengelompokkannya menurut caranya sendiri – sendiri sesuai dengan

sudut pandang masing – masing. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya tumpang tindih (Over lapping) antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini akan disampaikan Rangkuman dari berbagai Macam Rancangan Penelitian, yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut :

yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002) 12 C a
yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002) 12 C a
yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002) 12 C a
yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002) 12 C a
yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002) 12 C a
yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002) 12 C a
yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002) 12 C a
yang secara Skematis dapat digambarkan sebagai berikut : Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002) 12 C a

Sumber Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2002)

12
12

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

O l e h

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

M

S K M

S K K M

S S u u u m m m b b b e e e r

SSu uum mmb bbe eer rr BBa aac cca aaa aan nn // RRe eef ffe eer rre een nns ssi ii ::

:

S

B

/ R

1. Dr. Ahmad Watik Pratiknya (2007). Dasar –

Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, Jakarta, Raja Grafindo Persada.

2. A. Aziz Alimul Hidayat (2007). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknis Analisis Data, Jakarta, Salemba Medika.

3. Prof. Dr. Suharsimi Arikunto (2002). Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Jakarta, Rineka Cipta.

4. Bhisma Murti (1996). Penerapan Metode Statistik Non Parametrik dalam Ilmu – ilmu Kesehatan, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama.

5. Dr. Soekidjo Notoatmojo (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta, Rineka Cipta.

6. Dr. Eko Budiarto, SKM (2004). Metodologi Penelitian Kedokteran : Sebuah Pengantar, Jakarta, EGC.

7. Dr. B. Sandjaja, MSPH & Albertus Heriyanto, M.Hum (2006). Panduan Penelitian, Jakarta, Prestasi Pustaka.

8. Prof. Dr. S. Nasution, MA (2003). Metode Research : Penelitian Ilmiah,

Jakarta, PT. Bumi Aksara.

9. Saryono, SKp,M.Kes (2008). Metodologi Penelitian Kesehatan : penuntun praktis bagi pemula, Jogjakarta, Mitra Cendikia Offset.

10. Prof. DR. Sugiyono (2007). Statistik untuk Penelitian, Bandung, CV. Alafabeta.

11. Prof. Dr. Sudarwan Danim & Darwis, SKp (2003). Metode Penelitian Kebidanan : prosedur, kebijakan dan etik. Jakarta, EGC.

------------------------------ oooo0000oooo ----------------------------

Pokok Bahasan Selanjutnya :

Memahami berbagai macam Rancangan Penelitian

13
13

C a t a t a n

K u l i a h

t t g

“ M E T O D O L O G I

R E S E A R C H ”

O

O l l e e h h : : I I g g

O l e h

D

D o o d d e e t t A A d d t t

i i y y a a S S , ,

S ,

:

I g .

D o d i e t

i i

A d i t y a

S

S K K M

M

S K M