Anda di halaman 1dari 64

A pocket book: CREATIVE PROBLEM SOLVING

Indofood The boss drives his men;Sukses Makmur CBP the leader coaches them.

The boss inspires fear; the leader inspires enthusiasm. The boss says "I"; the leader says "We". The boss assigns tasks; the leader sets the pace. The boss says "Get here on time!"; the leader gets there ahead of time.

The boss fixes blame for the breakdown; the leader fixes the breakdown. The boss knows how it's done; the leader shows how. The boss makes work a drudgery; the leader makes it a game. The boss says "Go!"; the leader says "Let's go!" The world needs leaders, but nobody wants a boss.

The pocket book for all IAPs supervisors Compiled by Allman Konsultan Manajemen 2008

All life is problem solving


Karl Popper

Perubahan dimulai ketika seseorang berpikir untuk berubah


NN

Panduan dasar pemecahan masalah dan pengambilan keputusan All life is problem solving Kebanyakan tugas manajer dan supervisor, sebenarnya, adalah memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Sehingga seringkali mereka menggunakan cara dan metode yang sama dalam mengatasi masalah tesrsebut dan tidak berhasil mengatasinya dengan baik. Berikut adalah panduan dasar bagaimana mengatasi masalah dan mengambil keputusan. Boleh jadi anda menerjemahkan kata masalah dengan kesempatan atau tantangan
1.

Kenali dan pahami masalah tersebut jangan terlalu lama memikirkan masalah, ini yang sering menjebak kitamelainkan luangkan beberapa saat untuk memikirkan

mengapa masalah tersebut terjadi. Tanya pada diri sendiri dan kepada rekan anda,
2.

Apa yang menyebabkan kita berpikir bahwa kita mempunyai masalah Dimana masalah itu terjadi Kapan terjadinya Bagaimana terjadinya Kepada siapa saja masalah itu berdampak (jangan langsung mencari tahu siapa yang menyebabkan masalah tersebut) Mengapa itu terjadi Kemudian pecahkan masalah kedalam beberapa butir dan beri prioritas, dan setelah itu pikirkan sejauh mana anda terlibat dalam masalah tersebut.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Lihat potensi akar permasalahan

a.

Anda bisa jadi tidak mengetahui akar permalahannya karena masalah tersebut sudah menjadi komplek tetapi anda harus tetap mencari tahu dengan meminta informasi Sebenarnya sangat bermanfaat apabila anda mendapatkan masukan dari beberapa pihak secara sendiri-sendiri. Tuliskan apa yang orang lain pikir dan badingkan dengan apa yang anda pikir Setelah itu minta pendapat kolega atau atasan anda Tulis secara ringkas apa-apa saja yang menyebabkan terjadinya masalahapa, dimana, kapan, bagaimana, kepada siapa dan mengapa.

b.

c.

d.

e.

9.

Pilihlah alternatif pemecahannya

a.

Pada tahap ini sebaiknya anda melibatkan beberapa orang untuk curah gagasan (kecuali bila ini adalah masalah pribadi), kumpulkan gagasan-gagasan orang lain dan keruvutkan menjadi gasasan pemecahan yang paling efektif.

10.

Pilih pendekatan dalam pemecahannya ketika mencari pendekatan pemecahan, perhatikan:


a.

Pilihlah sebuah pendekatan yang tepat untuk memecahan jangka panjang, dan pemecahan jangka pendek

Andaikan saya bisa memaafkan kesalahan orang lain sebelum dia meminta maaf

b.

Pilih pendekatan yang paling cocok untuk saat ini, pikirkan sumbedaya yang anda miliki, pikirkan waktu yang harus anda luangkan Pikirkan resiko yang mungkin ditimbulkan

c.

11.

Rencanakan implementasinya
a.

Perhatikan apa yang akan terjadi bila masalah tersebut terselesaikan Langkah-langkah apa yang terbaik, tentukan apakah ada prosedur yang dapat digunakan Perhatikan apakahsemua langkah-langkah tersebut dapat dilakukan, catat langkahlangkah mana yang tidak bisa dijalankan Pikirkan siapa saja yang terlibat dan berapa banyak katu yang akan dihabiskan

b.

c.

d.

e.

Tetapkan siapa yang paling bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah tersebut Tulis jawabab-jawaban diatas dan buatlah rencana tindakan Sampaikan rencana anda kepada pihak yang berkepentingan

f.

g.

12.

Pantau pemecahannya Pantau tingkat keberhasilan dari pemecahan masalah tersebut,


a.

Apakah anda melihat apa yang anda telah direncanakan diterapkan Apakah sesuai dengan jadwal

b.

13.

Verifikasi masalahnya

Cara terbaik mengatahui apakah masalah sudah terselesaikan atau belum adalah dengan mengembalikan kegiatan bisnis secara normal, perhatikan beberapa hal,
1.

Perubahan apa saja yang anda harus lakukan supaya permasalahan tidak terjadi lagi Yang terakhir dan penting, pelajaran apasaja yang sudah kita dapatkan, bagikan kepada pihak lain

2.

perubahan dimulai ketika seseorang berpikir untuk berubah

Sukses itu sebuah perjalanan bukan sebuah tujuan

Metode Enam Topi Berpikir Sudah menjadi kebiasaan, Pak Joko sampai di rumah sudah pukul 10 malam. Istri dan kedua anaknya sudah dibuai mimpi, yang membuka pintu pun pembantunya. Dalam sebulan setidaknya hanya beberapa hari saja Pak Joko, seorang manager di perusahaan makanan ternama yang sedang berkembang bisa pulang agak sore sekitar jam 7 atau jam 8 malam. Selebihnya ia mesti mengikuti meeting bersama dengan para manager lain hingga larut malam, padahal pertemuan-pertemuan itu biasanya dimulai setelah makan siang, atau bahkan dari pagi. Kegiatan rutin tersebut menyiksa Pak Joko, selain kondisi fisiknya jadi menurun karena capek, waktu untuk bercengkrama bersama keluarganya tercuri dan ia khawatir anak-anaknya yang masih kecil tidak memiliki kedekatan lagi dengan ayahnya. Pak Joko teralienasi di rumahnya sendiri.

Sering kali meeting itu sendiri berlangsung lama dan berlarut-larut bukan karena membahas hal-hal yang krusial, waktu menjadi molor dikarenakan lebih banyak ngobrolnya daripada diskusinya. Kalaupun terjadi diskusi, yang terjadi adalah perdebatan saling menyalahkan dan bahkan cenderung saling menjatuhkan. Pak Joko jadi ingat ketika ia berkelahi dengan teman sepermainannya 30 tahun yang lalu kalau hal semacam itu terjadi. Waktu untuk rapat menjadi tidak efektif, pemimpin perusahaan yang juga ikut rapat terkadang mengeluh karena tidak mampu mengendalikan para managernya. Sebenarnya mereka orang-orang yang cerdas dan ide-idenya cemerlang. Namun kecemerlangannya lebih sering redup bila sedang berkelahi di ruang rapat. Ilustrasi semacam ini sudah menjadi hal yang umum di perusahaan-perusahaan muda yang sedang maju dan berkembang pesat. Karyawankaryawannya yang relatif masih belia terkadang

berlebihan dalam menyalurkan energinya. Banyak cara untuk membuat sebuah rapat / meeting menjadi lebih efektif dan efisien dalam hal waktu. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode 6 topi berpikir. Metode ini diciptakan dan dipopulerkan oleh Edward De Bono, seorang Rhode Scholar di Oxford University sekaligus pengajar di Cambridge, London, dan Harvard.

Yang paling abadi di dunia ini adalah perubahan itu sendiri

Enam Topi Berpikir Bono menganalogikan proses berpikir seperti seorang tukang kayu yang sedang bekerja, dalam bekerja seorang tukang kayu melakukan proses sebagai berikut : 1. Memotong 2. Menempelkan 3. Membentuk Memotong adalah memisahkan satu bagian dengan bagian yang lain, dalam proses berpikir ini bisa disamakan dengan proses analisis, focus, pemilahan, dsb. Sedangkan menempelkan berarti menyatukan potongan-potongan yang sesuai, proses ini bisa dianalogikan sebagai koneksi, sintesis, pengelompokan, dsb. Kemudian proses membentuk adalah mengusahakan bentuk dari potongan yang sudah ditempelkan menjadi satu

bagian yang sempurna sesuai dengan yang kita inginkan, analoginya dalam berpikir adalah menilai, membandingkan, memeriksa, dsb. Metode enam topi berpikir hanyalah salah satu metode untuk membuat berpikir menjadi lebih efektif serta efisien dari sekian banyak metode yang ada. Seperti dalam kisah Pak Joko, karena proses berpikir masing-masing manager yang mengikuti meeting tidak efektif maka rapat berjalan dengan tidak efektif pula dan memakan waktu yang sangat lama untuk membuat sebuah kesimpulan. Dalam berpikir, kita sering mencoba melakukan terlalu banyak hal pada saat bersamaan. Saat mengungkapkan ide-ide baru, terkadang emosi kita ikut campur sehingga apabila ada kritik yang kita lakukan adalah tindakan defensif dan tetap menganggap bahwa ide kitalah yang terbaik. Apalagi apabila emosi yang mendominasi pikiran maka perbuatan kita akan sangat negaif.

Metode ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk membantu Pak Joko mengusulkan metode meeting yang efektif dengan menggunakan Enam Topi Berpikir. Proses awal yang harus dilakukan adalah, seperti Sang tukang kayu : Memotong. Dalam metode ini ada 6 topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir : Topi Putih Fakta, Angka-angka. Informasi apa yang kita punya ? Informasi apa yang kita cari ? Topi Merah Emosi, perasaan, intuisi. Bagaimana perasaan saya tentang masalah ini sekarang ? Topi Hitam Kehati-hatian, kebenaran, penilaian, pencocokan data. Apa yang datanya cocok ? Apakah akan

berhasil ? Apakah aman ? Apakah bisa dilaksanakan ? Topi Kuning Sisi yang menguntungkan, manfaat, penghematan. Apa keuntungannya ? Mengapa ini baik dilakukan ? Topi Hijau Eksplorasi, saran-saran, ide-ide baru, tindakan alternatif. Adakah ide yang lain ? Topi Biru Helicopter view, menyimpulkan, pengendalian kegiatan berpikir. Sampai dimana kita sekarang ? Bagaimana langkah selanjutnya ? Mengapa topi ? Karena topi ada di kepala, berhubungan dengan pikiran, mudah dipakai dan mudah pula dilepaskan. Proses memotong dan memilah ini membantu kita untuk lebih focus. Kita bisa memakai topi yang mana saja satupersatu, melepas topi yang satu dan kemudian

memakai topi yang lain secara berganti-ganti. Metode ini adalah metode untuk memusatkan perhatian kita pada aspek tertentu dalam berpikir. Pakai topi berpikir untuk mengarahkan proses berpikir dalam sebuah diskusi. Pakailah topi hitam untuk menunjukkan apa ada yang keliru dengan ide-ide yang sudah ada. Pakailah topi merah anda dan katakan bagaimana perasaan anda saat ini, bila keputusan tersebut diambil Apa ada ide-ide baru ? Bagaimana kalau kita gunakan topi hijau untuk ini ? Mari kita gunakan topi putih, apa fakta-fakta yang kita dapat ? Informasi apa yang sudah kita peroleh ? Terus gunakan proses ini untuk memilah-milah proses berpikir sehingga alur permasalahan menjadi jelas dan ada alternative solusi yang didapatkan (topi hijau), apa kerugiannya (topi hitam), dan apa untungnya (topi kuning).

Kemudian jangan lupa untuk menggunakan topi biru sebagai pengarah, sudah sampai dimana permasalahan dibahas dan kesimpulan apa yang bisa diambil. Menempelkan Setelah kita mampu memilah-milah antara fakta, ide, emosi, dan lain-lain dengan topi-topi tersebut. Kemudian kita bisa menghubungkan topi-topi tersebut menurut aturan tertentu : Topi putih dan Topi merah Penggunaan topi putih ada kalanya sangat dekat dengan topi merah, misalnya ketika ada yang mengatakan Saya merasa bahwa minuman ini nantinya akan laris di pasaran, memang disini kita tidak jelas kepastiannya, Namun bila kita punya data dan fakta (penjualan jenis minuman yang sama, pengujian pasar, dll) itu berarti kita punya fakta yang masuk akal. Ungkapan keragu-

raguan adalah topi merah, tapi ini bisa didukung dan berdasar fakta yang valid (topi putih) Topi hitam dan Topi kuning Berpikir menggunakan kedua topi ini sama-sama berpikir yang sifatnya menilai dan harus dengan alasan yang kuat, karena apabila tidak maka penilaian kita sifatnya perasaan atau intuisi dengan begitu topi merahlah yang dipakai. Topi hitam melakukan penilaian kritis dan mencegah kita untuk melakukan kesalahan atau hal yang sembrono, misalnya dengan menggunakan pernyataan Apakah ini benar/cocok ? atau Apa saja resikonya ? Sedangkan topi kuning digunakan untuk mencari manfaat dan keuntungan Keuntungan apa yang akan kita peroleh ?. Kedua topi itu sepenuhnya logis dan saling melengkapi satu sama lain. Topi Hijau dan Topi Biru

Topi hijau adalah lawan dari topi biru, topi hijau penuh dengan energi kebebasan berpikir, sedangkan topi biru berisi pengendalian dan pengarahan proses berpikir. Berpikir kreatif bisa dimunculkan dengan pemakaian topi hijau, karena hal ini berarti gagasan baru, solusi baru, provokasi dan alternative baru. Tidak ada jawaban yang salah bila kita sedang memakai topi hijau. Apabila ada pertanyaan Bagaimana caranya mempercepat pengiriman barang ? bisa saja seorang dengan topi hijau mengajukan usul Pasang mesin jet dan sayap di setiap truk ekspedisi supaya bisa terbang ! Tentu saja kita harus pakai topi yang lain setelah topi hijau dilepas. Sedangkan ketika menggunakan topi biru, bayangkanlah langit biru dan kita ada disana naik helicopter (helicopter view) maka kita bisa melihat seluruh kota dengan jelas. Begitu pula ketika menggunakan topi biru maka kita akan mengarahkan si topi hijau untuk mengontrol proses berpikir menjadi lebih realistis

dan sesuai dengan tujuan utama. Pertanyaan yang bisa digunakan ketika memakai topi biru adalah Dimana posisi kita sekarang ? atau Apa langkah selanjutnya? Dengan itu kita bisa mengambil kesimpulan. Membentuk Setelah kita tahu bagaimana hubungan antar topi maka analogi dari proses membentuk Sang Tukang Kayu adalah bagaimana kita bisa menggunakan keenam topi ini dengan efektif ? Ada dua cara menggunakan keenam topi tersebut yaitu penggunaan yang sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan yang sistematis. Kita menggunakan topi sesuai kebutuhan saja. Dalam arti suatu saat kita mungkin hanya perlu menggunakan salah satu topi saja, atau dua. Topi tersebut memberi jalan untuk mengarahkan serta mengganti alur pikiran. Sedangkan untuk penggunaan yang sistematis berarti kita

menggunakan keenam topi itu secara berurutan atau berganti-ganti dengan tujuan tertentu dan setiap topi bisa digunakan lebih dari satu kali. Misalnya untuk aktivitas seperti : Mencari Ide Maka urutan warnanya mungkin : Putih : Mengumpulkan informasi Hijau : Eksplorasi lebih lanjut dan temukan alternative-alternatif Kuning : Nilai manfaat, keuntungan setiap alternatif Hitam : identifikasi kelemahan dan bahaya setiap alternative Hijau : Kembangkan lebih lanjut alternative yang lebih menjanjikan dan pilih Biru : Simpulkan proses yang telah dicapai dalam proses berpikir ini Hitam : Buat penilaian terakhir terhadap alternative yang dipilih, resiko-resikonya

Merah : Apa yang dirasakan / pendapat kita tentang alternative yang dipilih Bereaksi Terhadap Suatu Ide Dalam hal ini ide sudah diperoleh dan informasi latar belakang juga sudah diperoleh : Merah : Apa yang kita rasakan / pendapat pribadi tentang ide Kuning : Cari manfaat ide tersebut Hitam : Cari kelemahannya, masalah, dan bahaya ide tersebut Hijau : Berdasar info yang didapat pada topi kuning dan hitam, tentukan apakah ide tersebut bisa diubah ? Putih : Cari dan perkaya lagi informasi yang ada untuk membantu menguatkan ide tsb (kalau masih ada perasaan (topi merah) yang mengganjal) Hijau : Kembangkan bentuk akhir Hitam : Beri penilaian bentuk akhir Merah : Bagaimana perasaan kita tentang hasil

akhir ini. Urutan Pendek Kuning/hitam/merah : untuk menilai suatu ide dengan cepat Putih/hijau : untuk mencari ide Hitam/hijau : untuk menyempurnakan ide yang sudah ada Biru/hijau : untuk menyimpulkan dan mendata alternative-alternatif Biru/kuning : untuk melihat apakah proses berpikir yang sedang dilakukan bermanfaat Berikut tadi proses metode enam topi berpikir dan sebenarnya masih bisa dilakukan alternativealternatif penggunaan yang lain. Keenam topi berpikir itu biasanya digunakan satu persatu dalam alur berpikir. Dalam penggunaan yang sistematis, urutan topi berpikir dapat memandu proses berpikir sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu

diharapkan penyelesaian masalah atau pembahasan ide-ide baru dalam sebuah rapat / meeting dapat dilakukan dengan efektif dan efisien tidak perlu sampai berjam-jam apalagi sampai larut malam dan Pak Joko pun tidak akan pulang terlambat lagi sehingga bisa bertemu dengan istri dan anak-anaknya

Semua yang tidak saya berikan akan hilang


Rabindranath Tagore

Kreatifitas ada karena dibentuk Everything comes from everything, and everything is made out of everything, and everything returns into everything. Leonardo Da Vinci 15 April 1912, pk. 02:20 pagi Kapal terbesar Titanic terbelah dua dan tenggeleam, dan menelan korban 1.498 jiwa, dan pada tahun 1998, film Titanic memenangkan piala Oscar yang menghasilkan USD 1.8 milyar! Siapa yang bisa membayangkan sebelumnya bahwa apapun bisa menjadi apapun, sekalipun sebuah bencana, apabila dilihat dari sudut berbeda, ia menjadi peluang! Peluang sukses usaha anda. Jangan menyerah, jangan lelah, kejar terus impian anda. Semua bisa terjadi!

Buku panduan ini membekali anda para guru untuk menjadi pribadi yang menyenangkan dan kreatif, ikuti prinsip-prinsip sederhananya, baca dan maknai contoh-contoh yang disajikankhsusnya cerita sukses para tokoh nasional dan dunia yang telah berkreasi menciptakan sukses. Sukses dalam bekerja dapat dicipatakan walaupun anda sudah berumur, walau anda masih muda, walau anda tidak punya banyak uang, walau anda sedang sakit dan walau-walau yang lain. Masih ingat petinju legendaris Mohammad Ali? Di telah menyanggah bahawa orang gemuk tidak bisa menari, dia menari diatas ring dan mencengangkan!. Pertama dia bisa menjadi model sukses anda karena dia melakukan sesuatu yang orang lain melihat tidak mungkin, Kedua dia telah mempraktikkan reverse thinking yaitu cara kreatif

dengan cara membalik. Masih ingat terakhir kali anda pergi ke Taman Safari? dapatkan anda belajar sesuatu dari penemu konsepnya, penemu konsep Safari menggunakan teknik yang mirip dilakukan oleh Mummamad Ali, apbila dulu anda pergi ke kebun binatang dan disana anda melihat hewanhewan dalam kandang dan kurungan masingmasing, sekarang di taman Safari anda yang harus masuk kandang dan hewan-hewan yang berkeliaran memperhatikan anda yang aneh, sebuah pembalikan!. Silahkan anda menelepon 14045 dan anda akan membuktikan pembalikan yang dilakukan oleh produsen makanan cepat saji yang terkenal tersebut.

Bagaimana menjadi insan yang Kreatif? Kreatifitas adalah anugerah, ia dapat dibentuk kreatifitas bukan bakat dan bukan bawaan. Seseorang yang sering mempunyai gagasan, usulan dan kreasi unik biasanya adalah seseoarang yang sedikitnya, 1. 2. terbuka atas ide/gagasan orang lain, berorientasi tidak hanya pada hasil tapi juga proses, 3. bebas berpikir, berani mengikuti nalurinya meskipun terasa tidak umum, 4. memiliki empati, mandiri dan percaya diri Kriteria-kriteria diatas menggambarkan keseimbangan berpikir menggunakan otak belahan kiri dan kanan. Anda yang merasa tidak yakin akan

perbedaan otak kiri dan kanan, berikut ini adalah beberapa ilustrasi dan penjelasannya: Diambil dari buku tulisan Agus Nggermanto (Quantun Quotion)

Seorang guru Matematika memberikan tugas kepada murud-muridnya, Ayo anak-anak silahkan dijumlahkan bilangan 1+2+3+4+5+6+7 terus sampai 2000, sang Guru beranggapan bahwa muridnya akan memakan waktu lama menjumlahkan bilangan tersebut, tetapi tidak dengan Alfan, tidak lama setelah gurunya memberikan pertanyaan, dia mengangkat tangan dan memberikan jawaban yang benar.

Alfan dapat menjawab pertanyaan tersebut karena dia menggunakan kedua belah otaknya dengan harmonis. Otak kiri berpikir dengan cara urut, bagian perbagian, dan logis. Sementara otak kanan melengkapinya dengan cara berpikir acak, holistik dan kreatif. Kita perhatikan cara murid itu menggunakan otak kiri dan otak kanannyasebagai berikut, Pertama, tuliskan kembali soal berhitung diatas sebagai berikut: 1+2+3+4+.... +1997+1998+1999+2000=? Pada

saat kita menggunakan otak kiri saja, pasti akan terasa sulit, tetapi gunakan otak kanan yang acak, misalnya, jumlahkan yang pertama dan yang terakhir, kita peroleh: 1+2000 = 2001 2+1999= 2001 3+1998= 2001 dan seterusnya Sehingga kita peroleh jawaban 2.001 X 1.000 = 2.001.000 Otak kanan sangat membantu kita dalam proses menghafal cepat, membaca cepat, dan berpikir kreatif.

Misalnya bila kita hendak menghafal tahun, nomor telepon, atau nomor rekening, cobalah aktifkan otak kanan. Buatlah cantolan-cantolan dengan cara yang bebas dan menarik sehingga mudah mengingatnya kembali. Tiga bagian otak Anda juga dibagi menjadi belahan kanan dan belahan kiri. Kini dua belahan ini lebih dikenal sebagai otak kanan dan otak kiri. Eksperimen terhadap dua belahan tersebut telah menunjukkan bahwa masing-masing belahan bertanggung jawab terhadap cara berpikir, dan masing-masing mempunyai spesialisasi dalam kemampuan-kemampuan tertentu, walaupun ada beberapa

persilangan dan interaksi antara kedua sisi. Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linier dan rasional. Sisi ini sangan teratur. Walaupun berdasarkan realitas, ia mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Cara berpikir otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif dan holistik. Cara berpikirnya sesuai dengan caracara untuk mengetahui yang bersifat nonverbal, seperti perasaan dan emosi,

kesadaran yang berkenaan dengan perasaan (merasakan kehadiran suatu benda atau orang), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasai.

Kedua belahan otak penting artinya. Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini juga cenderung seimbang dalam setiap aspek kehidupan mereka. Belajar terasa sangat mudah bagi mereka karena mereka. Belajar terasa sangat mudah bagi mereka karena mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang sedang dihadapi.

Karena sebagian besar komunikasi diungkapkan dalam bentuk verbal atau tertulis, yang keduanya merupakan spesialisasi otak kiri, bidang-bidang pendidikan, bisnis dan sains cenderung berat ke otak kiri. Sesungguhnya, jika Anda termasuk kategori otak kiri dan Anda tidak melakukan upaya tetentu memasukkan beberapa aktivitas otak kanan dalam hidup Anda, ketidakseimbangan yang dihasilkannya dapat mengakibatkan Anda stres dan juga kesehatan mental dan fisik yang buruk. Untuk menyeimbangkan kecenderungan masyarakat terhadap otak kiri, perlu dimasukkan musik dan estetika dalam pengalaman belajar

Anda, dan memberikan umpan balik positif bagi diri Anda. Semua itu menimbulkan emosi positif, yang membuat otak Anda lebih efektif. Emosi yang positif mendorong ke arah kekuatan otak, yang mengarah pada keberhasilan, yang mengarah pada kehormatan diri yang lebih tinggi, yang mengarah kepada emosi yang positifsiklus aktif yang mengangkat Anda lebih tinggi dan lebih lagi. (Pernahkah Anda perhatikan bahwa orang-orang yang sangat berhasil tampak mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap seni?) Baik kita sedang membicarakan tentang sistim limbic ataupun neokorteks, belahan kanan ataupun kiri,

masalahnya adalah tak satu pun bagian otak ni bekerja secara sempurna tanpa adanya rangsangan atau dorongan dari bagian yang lainnya. Inilah yang kami maksudkan ketika kami membicarakan keseluruhan otak atau cara belajar global (global learning). Selama masa hidup kita, kita semua mempunyai kesimpulan-kesimpulan tentang otak kita dan kekuatannya. Mungkin penampilan Anda di sekolah membuat Anda menyimpulkan bahwa otak Anda tidak sebaik otak siswasiswa lain yang selalu mendapatkan nilai baik. Mungkin Anda telah memutuskan bahwa otak Anda cocok dalam beberapa hal, tetapi

tidak untuk hal-hal lainnya. Atau mungkin Anda baru menyadari bahwa ada beberapa hal yang Anda tidak akan pernah mampu mempelajarinya karena Anda tidak punya otak untuk itu. Semua kesimpulan ini patut disesalkandan mungkin salah. Terlepas dari perbedaan nyata dalam kecerdasan dan tingkat kesuksesan diantara orang-orang, kita semua mempunyai susunan saraf yang sama. Fisiologi otak Anda sangat mirip dengan milik orang lain, bahkan juga dengan pemikir-pemikir cemerlang seperti Einstein dan Da Vinci. Ini berarti Anda mempunyai peluang yang luar biasa besarnya. Jika Anda mengenal seseorang yang

menampilkan perilaku yang Anda kagumi, atau yang telah mencapai sesuatu yang ingin Anda lakukan, Anda dapat menggunakan orang itu sebagai model. Dan Anda dapat meniru keberhasilan orang itu dengan mengatur pola berpikir dan tubuh Anda seperti dia. Para ilmuwan peneliti tentang perilaku menyebut ini sebagai pemodelan (modeling). Kita punya dua mata, dua telinga, dua tangan, dan dua pikiran. Otak kiri kita berpikir dalam bentuk kata dan simbol, otak kanan kita berpikir dalam bentuk citra. Tabel berikut ini beberapa perbedaan utama antara fungsi otak kiri dan kanan. Otak kiri: menangani hal satu persatu, memproses informasi secara linier, bekerja berurutan, menulis,

menganalisa, menghubungkan ide, melakukan abstraksi, mengkategorikan, logika, penalaran, penilaian, matematis, memori verbal. Otak kanan: menyatukan banyak masukkan sekaligus, kreatif, inofatif, berani, Persepsi atau pikiran holistik, tempat mimpi, kesadaran tanpa definisi, melihat pemecahan keseluruhan, sekaligus, intuisi, wawasan, insting, sintesis, visualiasi, memori visual, mengenali pola, menghubungkan berbagai hal dengan keadaan sekarang. Membaca buku tentang cara bermain golf adalah kerja otak kiri dan membayangkan memukul bola golf adalah kerja otak kanan.

Dari penjabaran perbedaan otak kiri dan kanan diatas, kita bisa simpulkan bahwa otak belahan kanan merupakan sumber kreatif, intuitifoleh karena itu seimbangkanlah. Latihan-latihan dibawah ini salah satunya juga melatih keseimbangan otak kanan dan kiri.

Menjadi insan yang lebih kreatif adalah mudah bagi anda yang, 1. Mempunyai impian dan rencana besar dalam hidup 2. Terbuka kepada gagasan siapa saja walau lebih muda usia, muda pengalaman, berbeda ras dan kepercayaan 3. Suka berlatih dan belajar hal yang baru Apakah yang akan anda alami ketika kreatifitas mulai mengalir dan terus mengalir dan benak anda?

Kreatifitas adalah salah satu kontribusi sukses menjalani hidup, kreatifitas di kantor mendatangkan pujian dan penyesuaian imbalan,

kreatifitas dikantor tidak menjadikan anda insan yang membosankan di rumah dan di lingkungan anda. Kreatifitas menjadi alat ampuh ketika dihadapkan pada masalah, dan penghibur disaat anda menderita. Hakim yang bertanya kepada Henri Ford untuk memastikan tuntutan jaksa bahwa dia orang bodoh, bertanya: siapakah presiden kesembilan belas Amerika? Berapa kilo jarak matahari ke bumi? Dia menjawab, ya Tuhan kenapa saya harus menjawab pertanyaan-pertanyaan bodoh ini dan menyianyiakan waktu saya kalau hanya dengan memencet tombol saya bisa meminta komputer saya menjawabnya dan semua yang berada di ruang sidangpun terdiam dan akhirnya Henri memenangkan perkara tersebut.

Henri bukanlah seorang terpelajar tetapi sangat kreatif menciptakan gagasan dan menjadi pemimpin Ford, Socrates tidak memperoleh gelas PhD tetapi hampir semua pemikir mengandalkannya. Abdullah Gymnastiar dengan kreatifitasnya menciptakan swalayan, warung telekomunikasi, penerbit buku, tabloid dan stasiun radio yang beromzet milyaran rupiah. AA Gym adalah pendakwah dan pengelola dan pemilik pesantren Daarut Tauhid. Kisah sukses Arifin Panigoro, Abdul Latif, Ali Markus, Mooryati Soedibyo dan Helmi Yahya seharusnya cukup membangun motivasi bahwa sukses dan kreatifitas tidak harus dimulai dengan intelegensi tinggi dan kekayaan.

Selama otak masih berpikir, kreatifitas mengalir itulah barangkali semboyan yang digunakan oleh Intel dan Unilever, kedua raksasa bisnis tersebut dalam menciptakan produk barunya selalu menghancurkan produk sebelumnya.

Berikut adalah beberapa tips dan latihan kreatif: Children are all born creative Sebenarnya semua orang ciptaan Tuhan adalah kreatif, semua anak kecil kreatif, bebas, mencoba

sana sini, menyusun ini dan itu, tetapi ketika mereka mulai menginjak usia sekolah, guru-guru mulai mengekang kreatifitas mereka (anda dan saya!) Di kelas, kita dulu diminta duduk manis, siap mendengar guru mengajarkursi disusun kaku dan di kelas mereka hanya menghadap ke satu tujuan, ke depan, lurus, tidak boleh gerak sanagerak sini. Ini berlangsung hingga kita duduk di sekolah menengah atas dan hanya di perguruan tinggi setelan di kelas sedikit berubah. Kita terbelenggu untuk tidak kreatif oleh karena beberapa hal, berikut ini adalah tulisan Prof Roy Sembel tentang tujuh hambatan kreatifitas:

Menurut Carol K Bowman (Creativity in Business), setiap orang memiliki kreativitas. Bahkan, mereka yang sudah di atas 45 tahun sekalipun masih dianugerahi kemampuan untuk menjadi kreatif. Pendeknya, selama otak masih berfungsi, kreativitas masih mengalir dalam diri seseorang. Lalu, jika demikian mengapa banyak orang belum mampu memanfaatkan kreativitas mereka secara optimal? Ternyata ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, 7 diantaranya dapat Anda simak disini. Hambatan 1: Rasa Takut Mengapa kamu tidak mencoba cara baru saja untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan lebih cepat? Ah, saya takut gagal. Kalau saya gagal atau salah, saya pasti dimarahi, bos! Jadi lebih baik saya kerjakan saja sesuai dengan yang diperintahkan. Yah, rasa takut gagal, takut salah, takut dimarahi, dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berpikir kreatif. Tahukah Anda

bahwa Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden? Tahukah Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakan lem kuat, akhirnya menemukan `post-it notes? Hambatan 2: Rasa Puas Mengapa saya harus coba sesuatu yang baru? Dengan begini saja saya sudah nyaman. Saya sudah sukses. Apa lagi yang harus saya cemaskan? Ternyata bukan masalah saja yang bisa menjadi hambatan. Kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru.

Apple Computer yang pernah menjadi nomor satu sebagai produsen komputer, pernah tergilas oleh para pemain baru di industri ini karena Apple telah terpaku pada keberhasilannya sebagai yang nomor satu, sehingga menjadi lengah untuk menawarkan sesuatu yang baru pada target pasar sampai perusahaan ini terhenyak dengan munculnya pesaing yang berhasil menggeser kedudukan Apple. Namun, belajar dari kesalahan, Apple berusaha bangkit kembali dengan produk-produk baru andalan mereka. Hambatan 3: Rutinitas Tinggi Coba-coba yang baru? Aduh mana sempat? Pekerjaan rutin saja tidak ada habis-habisnya. Apakah kalimat ini pernah Anda ucapkan? Jika ya, berarti rutinitas pernah menjadi hambatan bagi Anda untuk memanfaatkan kemampuan Anda untuk berpikir kreatif. Mungkin Anda perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengisi `kehausan Anda akan kreativitas, misalnya baca buku tiap minggu (anda bisa menemukan ide

brilian yang bisa Anda adaptasi, atau perbaiki), perluas lingkungan sosial Anda dengan mengikuti perkumpulan-perkumpulan di luar pekerjaan Anda (siapa tahu Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa mendukung Anda ke jenjang sukses). Tahukah Anda bahwa Mariah Carey sengaja menyisihkan waktu dari kegiatan rutinnya sebagai penyanyi latar untuk memperluas pergaulannya? Mariah berusaha masuk ke lingkungan pergaulan para petinggi di dunia musik internasional sebelum akhirnya bertemu dengan produser musik yang bersedia mensponsori album pertamanya yang langsung menjadi hit dunia? Hambatan 4: Kemalasan Mental Untuk mencoba yang baru berarti saya harus belajar dulu. Aduh, susah. Terlalu banyak yang harus saya pelajari. Biar yang lain saja yang belajar. Memikirkan cara lain? Wah, sekarang saja sudah banyak yang harus saya pikirkan. Lagipula memikirkan cara baru bukan tugas saya, biarlah

atasan saya saja yang memikirkannya. Ini merupakan beberapa contoh kemalasan mental yang menjadi hambatan untuk berpikir kreatif. Tidak heran jika orang yang malas menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang tidak malas untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang baru, ataupun mencoba yang baru. Tahukah Anda bahwa Thomas Alva Edison tidak berhenti berusaha untuk memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali sebelum akhirnya ia menemukan lampu pijar? Bayangkan apa yang akan terjadi jika pada kegagalan pertama, Edison malas berpikir untuk mengasah kreativitasnya dan melanjutkan ke eksperimen-eksperimen berikutnya? Hambatan 5: Birokrasi Saya bosan menyampaikan ide lagi. Ide saya yang enam bulan lalu saya sampaikan, belum ada kabarnya apakah diterima atau tidak? Seringkali karyawan atau pelanggan mengeluh

karena ide atau usulan mereka tidak ditanggapi. Hal ini bisa saja terjadi karena proses pengambilan keputusan yang lama, atau karena proses birokrasi yang terlalu berliku-liku. Kondisi seperti ini sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan. Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung terdeteksi oleh top management karena harus melewati rantai birokrasi yang panjang. Belajar dari pengalaman dan hasil studi di bidang manajemen, banyak organisasi dunia yang sekarang memecah diri menjadi unit-unit bisnis yang lebih kecil untuk memperpendek birokrasi agar bisa lebih gesit dalam berkreasi menampilkan ide-ide segar bagi para pelanggan ataupun dalam kecepatan mendapatkan solusi. Hambatan 6: Terpaku pada masalah Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun

mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif. Tahukah Anda bahwa Colonel Sanders menghadapi kesulitan dalam menjual resep ayam goreng tepungnya? Namun, ia tidak terpaku pada kesulitan tersebut, ia memanfaatkan kreativitasnya sampai akhirnya ia mendapat ide untuk menggunakan sendiri resep tersebut dengan mendirikan restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng tepung. Idenya ini terbukti manjur membukukan suksesnya sebagai salah satu pebisnis waralaba terbesar didunia. Hambatan 7: Stereotyping Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau pendapat umum terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi hambatan dalam berpikir kreatif. Misalnya saja pada zaman Kartini, masyarakat menganggap bahwa sudah sewajarnyalah jika wanita tinggal di rumah saja,

tidak perlu pendidikan tinggi, dan hanya bertugas untuk melayani keluarga saja, tidak usah berkarir di luar rumah. Apa jadinya jika wanita-wanita hebat seperti Kartini, Dewi Sartika, Tjut Njak Dhien menerima saja semua pandangan umum yang berlaku di masyarakat saat itu? Mungkin Indonesia tidak akan pernah menikmati jasa yang diperkaya oleh keterlibatan para wanita profesional, misalnya: mendapatkan layanan dokter wanita, menikmati kreasi arsitek dan seniman wanita, mendapatkan hasil didikan guru wanita, mengirim diplomat wanita sebagai duta Indonesia, atau bahkan dipimpin oleh seorang presiden direktur, bahkan presiden (pimpinan negara) wanita.

Yang membuat orang tidak bisa adalah pikirannya sendiri

Buku saku ini dikompilasi oleh Ady A Subagya dan hanya digunakan secara internal.

Kutipan, saduran, hak milik adalah milik masing-masing pemilinya