Anda di halaman 1dari 15

A.

Unsur Golongan IA (Logam Alkali)


Logam alkali adalah kelompok unsur kimia yang mempunyai satu elektron pada kulit luarnya.
Dalam sistem periodik unsur terletak pada golongan IA, kecuali hidrogen. Alkali berasal dari
bahasa arab kali yang berarti abu. Dinamakan alkali karena dapat membentuk basa kuat. Logam
alkali terdiri atas enam unsuryaitu litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), cesium
(Cs), dan frasium (Fr). Semua unsur pada kelompok ini sangat reaktif sehingga secara alami tak
pernah ditemukan dalam bentuk tunggal.

1. Kelimpahan Unsur

Sumber utama logam alkali adalah air laut. Air laut merupakan larutan garam-garam alkali dan
alkali tanah dengan NaCl sebagai zat terlarut utamanya. Jika air laut diuapkan, garam-garam
yang terlarut akan membentuk kristal. Selain air laut, sumber utama logam natrium dan kalium
adalah deposit mineral yang ditambang dari dalam tanah, seperti halit (NaCl), silvit (KCl), dan
karnalit (KCl.MgCl.H2O). Mineral-mineral ini banyak ditemukan di berbagai belahan bumi.

Mineral Utama Logam Alkali

Unsur Sumber Utama

Litium Spodumen, LiAl(Si2O6)

Natrium NaCl

Kalium KCl

Rubidium Lepidolit, Rb2(FOH)2Al2(SiO3)3

Cesium Pollusit, Cs4Al4Si9O26.H2O

Pembentukan mineral tersebut melalui proses yang lama. Mineral berasal dari air laut yang
menguap dan garam-garam terlarut yang mengendap.

a. Hidrogen

Hidrogen adalah unsur yang terbanyak dari semua unsur di alam semesta. Melimpah bukan
berarti mudah ditemukan dalam keadaan gas H2 di atmosfer bumi.

Hidrogen adalah unsur yang paling banyak ditemukan, salah satunya senyawa antara hidrogen
dan oksida yaitu air yang sangat melimpah di muka bumi. Atom-atom hidrogen juga dapat
ditemukan di tetumbuhan, petroleum, arang, dan lain-lain.
b. Litium

Litium adalah unsur ke-33 paling melimpah di bumi, namun oleh karena reaktivitasnya yang
sangat tinggi membuat unsur ini hanya bisa ditemukan di alam dalam keadaan bersenyawa
dengan unsur lain. Ia selalu terkombinasi dalam unit-unit kecil pada batu-batuan berapi dan
pada sumber-sumber mata air. Mineral-mineral yang mengandung litium contohnya: lepidolite,
spodumeme, petalite, dan amblygonite.

c. Natrium

Natrium terdapat di alam dalam senyawaan. Antara lain natrium klorida (NaCl) yang terlarut
dalam air laut dan sebagai garam batu dalam tanah; natrium nitrat (NaNO3); dan natrium
karbonat (Na2CO3) sebagai soda alam. Garam dapur (NaCl) banyak dihasilkan di Pulau Madura.

d. Kalium

Kalium dalam alam hanya terdapat dalam senyawaan, seperti silvinit (KCl), karnalit
(KCl.MgCl2.6H2O), dan kainit (KCl.MgSO4.3H2O). Adapun potas atau garam abu (K2CO3)
dihasilkan dari pembakaran tumbuh-tumbuhan darat.

e. Rubidium

Rubidium dianggap sebagai elemen ke-16 yang paling banyak ditemukan di kerak bumi.
Rubidium ada di pollucite, leucite dan zinnwaldite, yang terkandung sekitar 1% dan dalam
bentuk oksida. Ia ditemukan di lepidolite (Rb2(FOH)2Al2(SiO3)3)sebanyak 1.5% dan diproduksi
secara komersil dari bahan ini.

f. Cesium

Sesium merupakan logam alkali yang terdapat di lepidolite, pollucite (CsAl(SiO3) 2. H2O) (silikat
aluminum dan Sesium basah) dan di sumber-sumber lainnya. Salah satu sumber terkaya yang
mengandung Sesium terdapat di danau Bernic di Manitoba, Kanada.

g. Fransium

Fransium merupakan unsur terberat seri logam-logam alkali, muncul sebagai hasil disintegrasi
unsur actinium. Fransium merupakan unsur logam alkali yang bersifat radioaktif.

2. Sifat Unsur

1. Sifat Fisis Alkali


 Unsur-unsur alkali adalah reduktor kuat. Kekuatan reduktor dapat dilihat dari
potensial elektrode.
 Merupakan logam lunak karena titik didih dan titik leleh rendah. Titik didih dan titik
leleh logam alkali dalam tabel periodik dari atas ke bawah semakin kecil.
 Logam alkali merupakan logam ringan karena masa jenis logam alkali kecil. Logam
alkali adalah logam yang sangat lunak dan dapat diiris dengan pisau.
Dapat dilihat bahwa sebagai logam, golongan alkali tanah mempunyai sifat yang tidak
biasa, yaitu titik lelehnya yang relatif rendah, rapatannya yang relatif rendah, dan
kelunakannya. Semua unsur logam alkali ini dapat dengan mudah diubah bentuknya
dengan memencetnya di antara jempol dan jari telunjuk (dengan melindungi kulit baik-
baik). Unsur-unsur pada golongan ini mempunyai energi ionisasi dan keelektronegatifan
ratarata yang paling rendah. Hal ini dikarenakan ukuran atom dan jarak yang relatif
besar antara elektron terluar dengan inti.

2. Sifat Kimia Alkali

1. Unsur-unsur alkali sangat reaktif atau mudah bereaksi dengan unsur lain karena
mereka mudah melepaskan elektron terluarnya.
2. Sifat Logam unsur alkali dari atas ke bawah pada tabel periodik cenderung
bertambah.
3. Logam-logam alkali memberikan warna nyala yang khas, misalnya Li (merah), Na
(kuning), K (ungu), Rb (merah), dan Cs (biru/ungu).
4. Unsur-unsur golongan ini hanya mempunyai satu elektron valensi yang terlibat
dalam pembentukan ikatan logam.
5. Daya oksidasi logam alkali sangat besar.
6. Logam alkali merupakan reduktor (pereduksi) yang sangat kuat.

3. Warna Nyala
4. Pembuatan Unsur

Logam Alkali diperoleh melalui proses elektrolisis lelehan garam kloridanya

 Natrium diperoleh melalui proses elektrolisis NaCl


 Kalium diperoleh dengan cara mengalirkan uap natrium dalam lelehan KCl
 Rb dan Cs dibuat dengan prinsip yang sama menggunakan agen pereduksi berupa Ca

a. Hidrogen

 Hidrogen dapat dipersiapkan dengan berbagai cara:


 Uap dari elemen karbon yang dipanaskan
 Dekomposisi beberapa jenis hidrokarbon dengan energi kalor
 Reaksi-reaksi natrium atau kalium hidroksida pada aluminium
 Elektrolisis air
 Pergeseran asam-asam oleh metal-metal tertentu

b. Litium

 Sintesis logam litium memerlukan teknologi elektrolisis dan proses ini berlangsung
sangat sulit disebabkan sulitnya memasukkan satu elektron kepada ion logam litium
yang bersifat sangat elektropositif.
 Bentuk litium alfa akan diubah menjadi bentuk litium beta pada kisaran suhu antara
1100 C. Campuran kemudian dicampur dengan asam sulfat panas kemudian diekstraksi
ke dalam air untuk mendapatkan litium sulfat Li2SO4. Senyawaan sulfat ini kemudian
ditambahkan natrium karbonat untuk mendapatkan garam Li2CO3 yang tidak mudah
larut di dalam air. Reaksi litium karbonat dengan asam klorida akan diperoleh litium
klorida LiCl yang siap untuk dielektrolisis.
Li2SO4 + Na2CO3 -> Na2SO4 + Li2CO3
Li2CO3 + 2HCl -> 2LiCl + CO2 +H2O

c. Kalium

 Kalium tidak ditemukan tersendiri di alam, tetapi diambil melalui proses elektrolisis
hidroksida. Metoda panas juga lazim digunakan untuk memproduksi kalium dari
senyawa-senyawa kalium dengan CaC2, C, Si, atau Na.
 Kalium dapat dibuat dengan elektrolisis campuran KCL dan CaCl2 cair. Dapat juga
dengan cara reduksi lelehan KCl dengan logam Na pada suhu 850 C
 Kalium diproduksi untuk membuat kalium superoksida yang digunakan dalam
pembuatan masker gas.
4 KO2 (s) + 2 H2O (g) → 4KOH (s) + 3O2 (g)
KOH yang terbentuk menyerap CO2
KOH (s) + CO2 (g) → KHCO3 (s)

d. Sesium

 Unsur ini dapat diisolasi dengan cara elektrolisis fusi sianida dan dengan beberapa
metoda lainnya.
 Sesium murni yang bebas gas dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi panas
Sesium azida.
 Sesium dibuat dengan jalan mereduksi lelehan halida garamnya dengan logam Na.

5. Kegunaan Unsur

a. Hidrogen

 H2digunakan sebagai gas penameng di metode pengelasan seperti pengelasan hidrogen


atomik.
 H2 digunakan sebagai pendingin rotor di generator pembangkit listrik karena ia
mempunyai konduktivitas termal yang paling tinggi di antara semua jenis gas.
 H2 cair digunakan di riset kriogenik yang meliputi kajian superkonduktivitas.
 Oleh karena H2 lebih ringan dari udara, hidrogen pernah digunakan secara luas sebagai
gas pengangkat pada kapal udara balon.
 Baru-baru ini hidrogen digunakan sebagai bahan campuran dengan nitrogen
(kadangkala disebut forming gas) sebagai gas perunut untuk pendeteksian kebocoran
gas yang kecil. Aplikasi ini dapat ditemukan di bidang otomotif, kimia, pembangkit listrik,
kedirgantaraan, dan industri telekomunikasi

b. Litium

 Litium dipakai dalam kimia organik untuk membuat reagen berbasis organolitium
 Litium neobate dipakai dalam alat telekomunikasi seperti HP sebagai resonat kristal
 Litium klorida dan litium bromida dipakai sebagai desikan
 Litium stearat dipakai sebagai lubrican pada alat bertemperatur tinggi
 Alloy litium dengan logam lain seperti aluminium, kadmium, tembaga, dan mangan
dipakai sebagai bahan pembuatan pesawat terbang.
 Litium flourida dipakai diperalatan optik seperti IR, teleskop, UV dan UV Vacum karena
sifatnya yang transparan.
 Logam litium dan hidridanya dipakai sebagai bahan untuk bahan bakar roket
 Litium peroksida, litium nitrat, litium klorat, litium perklorat dipakai sebagai oksidator
dalam propelan roket.
 Litium deuerida dipakai sebagai bahan bakar reaksi fusi dimana jika ditembaki dengan
neutron maka akan menghasilkan tritium.
 Litium hidroksida adalah senyawa penting yang diperoleh dari litium karbonat, bersifat
basa kuat, dan bila dipanaskan dengan minyak akan diperoleh sabun litium yang
bermanfaat untuk membersihkan lemak dan dipakai untuk melubrikasi gear mesin
 Senyawaan litium dipakai sebagai zat pewarna pada kembang api karena dapat
menghasilkan warna merah terang.
 Li2 CO3 sebagai bahan campuran dalam pengolahan aluminium.
 2LiOH + CO2 → Li2 CO3 +H2O

c. Natrium

 Sebagai pendingin pada reaktor nuklir.


 Uap natrium digunakan untuk lampu jalan yang dapat menembus kabut.
 Di negara yang bermusim dingin, natrium klorida digunakan untuk mencairkan salju di
jalan raya.
 Natrium Bikarbonat (NaHCO3) disebut juga soda kue, Kegunaannya sebagai bahan
pengembang pada pembuatan kue.
 Natrium sulfat (Na2SO4) atau garam Glauber, obat pencahar (cuci perut), zat pengering
untuk senyawa organik.
 Na3Pb8 : sebagai pengisi lampu Natrium.
 Na-sitrat, zat anti beku darah.
 Na-salsilat, obat antipiretik (penurun panas).

d. Kalium

 Unsur kalium sangat penting bagi pertumbuhan. Tumbuhan membutuhkan garam-


garam kalium, tidak sebagai ion K+sendiri, tetapi bersama-sama dengan ion Ca2+ dalam
perbandingan tertentu.
 Unsur kalium digunakan untuk pembuatan kalium superoksida (KO2) yang dapat
digunakan sebagai bahan cadangan oksigen dalam tambang (bawah tanah), kapal selam,
dan digunakan untuk memulihkan seseorang yang keracunan gas.
 KCl dan K2SO4 digunakan untuk pupuk pada tanaman.
 Digunakan sebagai bahan pembuat gas Cl2, apabila direaksikan dengan larutan HCl pada
laboratorium.
 Kalium hidroksida (KOH), bahan pembuat sabun mandi, elektrolit batu baterai batu
alkali.
e. Sesium

 Sesium digunakan sebagai katode pada lampu-lampu elektronik. Logam Cs mempunyai


energy ionisasi pertama yang sangat kecil. Jika terkena cahaya, Cs akan melepaskan
elektronnya yang akan tertarik menuju electrode positif pada sel dan menyebabkan
timbulnya arus listrik.
 Cs juga digunakan dalam sel-sel fotoelektrik, dan sebagai katalis di hydrogenasi
senyawa-senyawa tertentu.

f. Rubidium

 Rubidium digunakan sebagai getter dalam tabung-tabung vakum dan sebagai komponen
fotosel.
 Rubidium telah digunakan dalam pembuatan kaca spesial.
 Konduktivitas Rubidium sama dengan larutan asam sulfur. Sifat ini memugkinkan
rubidium digunakan pada aplikasi untuk baterai super tipis dan aplikasi lainnya.
 Rubidium digunakan pada filament sel fotolistrik yang mengubah energy cahaya
menjadi energy listrik.

6. Dampak Penggunaan Unsur

1. Natrium nitrit (NaNO2), pembuatan zat warna (proses diazotasi).


2. Natrium peroksida (Na2O2): pemutih makanan.
3. Na-benzoat, zat pengawet makanan dalam kaleng, obat rematik.
4. KClO3 “Digunakan bahan peledak, dan mercon. “
5. LiOH bersifat sangat korosif dan berbahaya bagi ikan yang hidup di air.
6. Kalium nitrat dalam pembuatan mesiu.
7. Jika natrium,kalium,rubidium dan sesium bereaksi dengan cepat terhadap air maka akan
terjadi ledakan.

B. Unsur Golongan IIA (Logam Alkali Tanah)


Unsur golongan IIA sering disebut logam alkali tanah yang terdiri atas Berilium (Be), Magnesium
(Mg), Kalsium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Unsur-unsur II A umumnya
ditemukan di dalam tanah berupa senyawa tak larut, sehingga disebut logam alkali tanah
(alkaline earth metal).

1. Kelimpahan Unsur-Unsur Golongan IIA


Di alam unsur-unsur alkali tanah terdapat dalam bentuk senyawa. Magnesium dan kalsium
terdapat dalam batuan silikat dan aluminosilikat sebagai kationiknya. Oleh karena kation-kation
dalam silikat itu larut dalam air dan terbawa oleh air hujan ke laut maka ion-ion Ca2+ dan Mg2+
banyak ditemukan di laut, terutama pada kulit kerang sebagai CaCO3. Kulit kerang dan hewan
laut lainnya yang mati berakumulasi membentuk deposit batu kapur. Magnesium dalam air laut
bereaksi dengan sedimen kalsium karbonat menjadi dolomit, CaCO3.MgCO3.

Mineral utama berilium adalah beril, Be3Al2(SiO3)6, mutiara dari jenis aquamarin (biru terang),
dan emerald (hijau tua). Stronsium terdapat dalam celestit, SrSO4, dan stronsianat, SrCO3.
Barium ditemukan dalam barit, BaSO4, dan iterit, BaCO3. Radium terdapat dalam jumlah kecil
pada bijih uranium, sebagai unsur radioaktif.

a. Berilium

Berilium tidak begitu banyak terdapat di kerak bumi.

Mineral utama berilium adalah beril,

Be3Al2(SiO3)6 , mutiara dari jenis aquamarin (biru terang), dan emerald (hijau tua).

b. Magnesium.

Magnesium berperingkat nomor 7 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan 1,9%
keberadaannya. Di alam magnesium bisa bersenyawa menjadi Magnesium Klorida [MgCl2],
Senyawa Karbonat [MgCO3], Dolomit [MgCa(CO3)2], dan Senyawa Epsomit [MgSO4.7H2O].

Mg merupakan bagian dari tanah yang dapat diserap oleh tumbuh-tumbuhan. Mg adalah salah
satu zat yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan (dalam klorofil).

c. Kalsium.

Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak terdapat di kerak bumi. Bahkan kalsium
menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerak bumi, dengan 3,4% keberadaanya.

Kalsium di alam terdapat dalam senyawaan seperti CaCO3 dalam kalsit, batu kapur (gamping),
pualam, batu karang, dan kulit kerang; CaSO4.2H2O dalam gips atau albar atau batu tahu;
Ca3(PO4)2 dalam tulang; dan CaF2. Sebagian besar cadangan batu kapur Indonesia terdapat di
Sumatra Barat.

d. Stronsium.

Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah 0,03%. Di alam strontium dapat membuntuk
senyawa Mineral Selesit [SrSO4], dan Stronsianat SrCO3.
e. Barium.

Barium berada di kerak bumi sebanyak 0,04%. Di alam barium dapat membentuk senyawa :
Mineral Baritin [BaSO4], dan Mineral Witerit [BaCO3].

f. Radium

Radium terdapat dalam jumlah kecil pada bijih uranium, sebagai unsur radioaktif.

2. Sifat Unsur.

 Sifat Fisika
Sifat Be Mg Ca Sr Ba
Jari-jari logam (pm) 111 160 197 215 217
Jari-jari ion (pm) 31 65 99 113 135
Rapatan muatan ion +6,45 +3,08 +2,02 +1,77 +1,48
Energy ionisasi pertama dan kedua +2,675 +2,188 +1,735 +1,614 +1,468
Energy hidrasi -2385 -1940 -1600 -1460 -1320
Potensial elektroda (V) -1,70 -2,375 -2,76 -2,89 -2,90
Kekerasan logam alkali tanah berkurang dari atas ke bawah akibat kekuatan ikatan
antaratom menurun. Hal ini disebabkan jarak antaratom pada logam alkali tanah
bertambah panjang. Berilium merupakan logam berwarna abu dan kekerasannya mirip
dengan besi, serta cukup kuat untuk menggores kaca. Logam alkali tanah yang lain
umumnya berwarna perak dan lebih lunak dari berilium, tetapi lebih keras jika
dibandingkan dengan logam alkali.
Titik leleh dan titik didih logam alkali menurun dari atas ke bawah dalam sistem
periodik. Hal ini disebabkan oleh jari-jari atom yang bertambah panjang. Energi ionisasi
kedua dari unsur-unsur golongan IIA relatif rendah sehingga mudah membentuk kation
+2. Akibatnya, unsur-unsur menjadi cukup reaktif. Kereaktifan logam alkali meningkat
dari atas ke bawah dalam sistem periodik. Pada suhu kamar, berilium tidak bereaksi
dengan air, magnesium bereaksi agak lambat dengan air, tetapi lebih cepat dengan uap
air. Adapun kalsium dan logam alkali tanah yang di bawahnya bereaksi dengan air pada
suhu kamar.
 Sifat Kimia
Reaksinya:
Ca(s) + 2H2O → Ca(OH)2(aq) + H2(g)
Logam alkali tanah bereaksi dengan oksigen membentuk oksida. Barium dapat
membentuk peroksida. Barium peroksida terbentuk pada suhu rendah dan terurai
menjadi oksida pada 700°C. Kalsium, stronsium, dan barium bereaksi dengan hidrogen
membentuk logam hidrida. Adapun magnesium dapat bereaksi dengan hidrogen pada
tekanan tinggi dengan bantuan katalis MgI2.
Ca(s) + H2(g) → CaH2(s)
Mg(s) + H2(g) → MgH2(s)
Semua unsur alkali tanah bereaksi langsung dengan halogen membentuk halida, dengan
nitrogen dapat membentuk nitrida pada suhu tinggi, misalnya magnesium nitrida:
Mg(s) + N2(g) → Mg3N2(s)
Pembakaran unsur-unsur alkali tanah atau garamnya dalam nyala bunsen dapat
memancarkan spektrum warna khas. Stronsium berwarna krimson, barium hijau-kuning,
dan magnesium putih terang. Magnesium jika dibakar akan mengeluarkan cahaya
sangat terang. Oleh karena garam-garam alkali tanah menghasilkan nyala beraneka
warna, sering dipakai sebagai bahan untuk membuat kembang api.
Reaksi-Reaksi Logam Alkali Tanah
Reaksi secara umum Keterangan
2M(s) + O2(g) à 2MO(s) Reaksi selain Be dan Mg tak perlu Pemanasan
M(s) + O2(g) à MO2 (s) Ba mudah, Sr dengan tekanan tinggi, Be, Mg, dan Ca, tidak
terjadi
M(s) + X2(g) àMX2 (s) X: F, Cl, Br, dan I
M(s) + S(s) à MS (s)
M(s) + 2H2O (l) àM(OH)2 (aq) + H2 (g) Be tidak dapat, Mg perlu pemanasan
3M(s) + N2 (g) à M3N2 (s) Reaksi berlangsung pada suhu tinggi, Be tidak dapat
berlangsung
M(s) + 2H+(aq) à M2+(aq) + H2(g) Reaksi cepat berlangsung
M(s) + H2 (g) à MH2 (s) Perlu pemanasan, Be dan Mg tidak dapat berlangsung.

3. Pembuatan Unsur

Ekstraksi adalah pemisahan suatu unsur dari suatu senyawa. Logam alkali tanah dapat di
ekstraksi dari senyawanya. Untuk mengekstraksinya kita dapat menggunakan dua cara, yaitu
metode reduksi dan metode elektrolisis.

a. Ekstraksi Berilium (Be)

Metode reduksi

Untuk mendapatkan Berilium, bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2. Sebelum mendapatkan
BeF2, kita harus memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF¬6 hingga 700 0C. Karena
beril adalah sumber utama berilium.

BeF¬2 + Mg –> MgF2 + Be


Metode Elektrolisis

Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi dari lelehan BeCl2yang telah
ditambah NaCl. Karena BeCl¬2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga
ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah :

Katoda : Be2+ + 2e– –> Be

Anode : 2Cl– à Cl2 + 2e–

b. Ekstraksi Magnesium (Mg)

Metode Reduksi

Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya dari dolomit [MgCa(CO3)2]


karena dolomite merupakan salah satu sumber yang dapat menhasilkan magnesium. Dolomite
dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO. lalu MgO.CaO. dipanaskan dengan FeSi sehingga
menhasilkan Mg.

2[MgO.CaO] + FeSi –> 2Mg + Ca2SiO4 + Fe

Metode Elektrolisis

Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan mereaksikan air alut
dengan CaO. Reaksi yang terjadi :

CaO + H2O –> Ca2+ + 2OH–

Mg2+ + 2OH– –> Mg(OH)2

Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2.

Mg(OH)2 + 2HCl –> MgCl2 + 2H2O

Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya untuk mendapatkan


magnesium.

Katode : Mg2+ + 2e– à Mg

Anode : 2Cl– –> Cl2 + 2e–

c. Ekstraksi Kalsium (Ca)

Metode Elektrolisis
Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium (Ca). Untuk
mendapatkan kalsium, kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar terbentuk senyawa
CaCl2. Reaksi yang terjadi :

CaCO3 + 2HCl –> CaCl2 + H2O + CO2

Setelah mendapatkan CaCl2, kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatkan kalsium (Ca).
Reaksi yang terjadi :

Katoda : Ca2+ + 2e– –> Ca

Anoda : 2Cl– –> Cl2 + 2e–

Metode Reduksi

Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau dengan
mereduksi CaCl2¬ oleh Na. Reduksi CaO oleh Al.

6CaO + 2Al –> 3 Ca + Ca3Al2O6

Reduksi CaCl2 oleh Na

CaCl2 + 2 Na –> Ca + 2NaCl

d. Ekstraksi Strontium (Sr)

Metode Elektrolisis

Untuk mendapatkan Strontium (Sr), Kita bisa mendapatkannya dengan elektrolisis lelehan
SrCl2¬. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit [SrSO4]. Karena Senyawa selesit
merupakan sumber utama Strontium (Sr). Reaksi yang terjadi :

Katode : Sr2+ +2e– –> Sr

Anoda : 2Cl– –> Cl2 + 2e–

e. Ekstraksi Barium (Ba)

Metode Elektrolisis

Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Setelah diproses menjadi
BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl2.Reaksi yang terjadi :

Katode : Ba2+ +2e– –> Ba

Anoda : 2Cl– –> Cl2 + 2e–


Metode Reduksi

Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang
terjadi

6BaO + 2Al –> 3Ba + Ba3Al2O6

4. Warna Nyala

5. Kegunaan Unsur Golongan IIA

a. Berilium (Be)

 Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih kuat, akan tetapi bermasa lebih
ringan. Biasanya paduan ini digunakan pada kemudi pesawat jet.
 Berilium digunakan pada kaca dari sinar X.
 Berilium digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada reaktor nuklir
 Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat listrik, maka Berilium sangat
penting sebagai komponen televisi.

b. Magnesium (Mg)

 Magnesium digunakan untuk memberi warna putih terang pada kembang api dan pada
lampu Blitz.
 Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku, karena senyawa MgO memiliki
titik leleh yang tinggi.
 Senyawa Mg(OH)2 digunakan dalam pasta gigi untuk mengurangi asam yang terdapat di
mulut dan mencagah terjadinnya kerusakan gigi, sekaligus sebagai pencegah maag.
 Mirip dengan Berilium yang membuat campuran logam semakin kuat dan ringan
sehingga biasa digunakan pada alat alat rumah tangga.

c. Kalsium (Ca)

 Kalsium digunakan pada obat obatan, bubuk pengembang kue dan plastik.
 Senyawa CaSO4 digunakan untuk membuat Gips yang berfungsi untuk membalut tulang
yang patah.
 Senyawa CaCO3 biasa digunakan untuk bahan bangunan seperti komponen semen dan
cat tembok.Selain itu digunakan untuk membuat kapur tulis dan gelas.
 Kalsium Oksida (CaO) dapat mengikat air pada Etanol karena bersifat dehidrator,dapat
juga mengeringkan gas dan mengikat Karbondioksida pada cerobong asap.
 Ca(OH)2 digunakan sebagai pengatur pH air limbah dan juga sebagai sumber basa yang
harganya relatif murah.
 Kalsium Karbida (CaC2) disaebut juga batu karbit merupakan bahan untuk pembuatan
gas asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan.
 Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang berfungsi sebagai pembentuk
tulang dan gigi.

d. Stronsium (Sr)

 Stronsium dalam senyawa Sr(no3)2 memberikan warna merah apabila digunakan untuk
bahan kembang api.
 Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca televisi
berwarna dan komputer.
 Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas menjadi listrik dalam
baterai nuklir RTG (Radiisotop Thermoelectric Generator).

e. Barium (Ba)

 BaSO4 digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena mampu menyerap sinar
X meskipun beracun.
 BaSO4 digunakan sebagai pewarna pada plastic karena memiliki kerapatan yang tinggi
dan warna terang.
 Ba(NO3)2 digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang api.

6. Dampak Penggunaan Unsur

1. Ion Ca2+ dan ion Mg2+ menyebabkan air sadah yang merugikan
2. Pemaparan jangka panjang berilium dapat meningkatkan resiko mengidap penyakit
kanker paru-paru.

Anda mungkin juga menyukai