Anda di halaman 1dari 4

1. Perempuan berusia 52 tahun datang dengan nyeri hebat pada mata kanan dan buram.

Keluhan ini dirasakan 3 jam sebelum datang ke Klinik. Pasien juga mengeluhkan pusing
mual dan muntah. Pada pemeriksaan tampak : Oblique flashlight test : iris di sisi nasal
tidak tersinari. Gambaran funduskopi mata kanan seperti pada gambar

Pemeriksaan awal apa yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini :
a.Pewarnaan fluorescein
b.Pemeriksaan tonometri
c.Pemeriksaan lapang pandang
d.Pemeriksaan gonioskopi

2. Perempuan berusia 52 tahun datang dengan nyeri hebat pada mata kanan dan buram.
Keluhan ini dirasakan 3 jam sebelum datang ke Klinik. Pasien juga mengeluhkan pusing
mual dan muntah. Pada pemeriksaan tampak : Oblique flashlight test : iris di sisi nasal
tidak tersinari. Gambaran funduskopi mata kanan seperti pada gambar

Tata laksana awal yang tepat untuk pasien tersebut adalah :


a. Laser iridotomi perifer
b. Tetes mata epinefrin
c.Tetes mata non-steroidal anti-inflammatory drug (NSAID)
d.Tetes mata timolol

3. Laki-laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan penglihatan buram di kedua mata.
Pasien merasa mata mulai buram sejak 2 tahun yang lalu dan merasa pandangan
semakin menyempit seperti mengintip di lubang pintu. Jika pasien mengendarai motor
terkadang tidak menyadari ada kendaraa lain disampingnya. Riwayat nyeri pada mata
kanan menjalar hingga ke kepala 6 bulan yang lalu, pasien hanya meminum obat sakit
kepala.saat ini tidak nyeri. Pasien memiliki asma. Ibu pasien dikatakan terkena glaukoma
dan sudah pernah operasi. Saat dilakukan pemeriksaan : didapatkan ketajaman
penglihatan mata kana 3/60 mata kiri 6/15. Tonometry dengan schiotz : OD 28 mmHg
OS 25 mmHg.
Pemeriksaan apa yang kurang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pada pada
pasien ini adalah:
a.Pemeriksaan Funduskopi
b. Pemeriksaan relative afferent pupillary defect (swinging light test)
c. Pemeriksaan Konfrontasi
d. pemeriksaan oblique flashlight test

4. Laki-laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan penglihatan buram di kedua mata.
Pasien merasa mata mulai buram sejak 2 tahun yang lalu dan merasa pandangan
semakin menyempit seperti mengintip di lubang pintu. Jika pasien mengendarai motor
terkadang tidak menyadari ada kendaraa lain disampingnya. Riwayat nyeri pada mata
kanan menjalar hingga ke kepala 6 bulan yang lalu, pasien hanya meminum obat sakit
kepala.saat ini tidak nyeri. Pasien memiliki asma. Ibu pasien dikatakan terkena
glaukoma dan sudah pernah operasi. Saat dilakukan pemeriksaan : didapatkan
ketajaman penglihatan mata kana 3/60 mata kiri 6/15. Tonometry dengan schiotz : OD
28 mmHg OS 25 mmHg.
Pada pemeriksaan tampak : mata tidak tampak injeksi konjungtiva dan silier, oblique
flashlight test : sisi nasal tidak tersinari di kedua mata, konfrontasi : lebih sempit dari
pemeriksa pada kedua mata, dan funduskopi CDR 0.5 -0,6 pada kedua mata.
Diagnosis pada pasien ini adalah :
a. Glaukoma sudut tertutup primer kronik kanan, glaukoma sudut terbuka sekunder kiri
b. Glaukoma sudut tertutup primer akut kanan, glaukoma sudut tertutup primer kronik
kiri
c.Glaukoma sudut terbuka primer kedua kedua mata
d.Glaukoma sudut tertutup primer kronik kedua mata

5. Laki-laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan penglihatan buram di kedua mata.
Pasien merasa mata mulai buram sejak 2 tahun yang lalu dan merasa pandangan
semakin menyempit seperti mengintip di lubang pintu. Jika pasien mengendarai motor
terkadang tidak menyadari ada kendaraa lain disampingnya. Riwayat nyeri pada mata
kanan menjalar hingga ke kepala 6 bulan yang lalu, pasien hanya meminum obat sakit
kepala.saat ini tidak nyeri. Pasien memiliki asma. Ibu pasien dikatakan terkena
glaukoma dan sudah pernah operasi. Saat dilakukan pemeriksaan : didapatkan
ketajaman penglihatan mata kana 3/60 mata kiri 6/15. Tonometry dengan schiotz : OD
28 mmHg OS 25 mmHg.
Pada pemeriksaan tampak : mata tidak tampak injeksi konjungtiva dan silier, oblique
flashlight test : sisi nasal tidak tersinari di kedua mata, konfrontasi : lebih sempit dari
pemeriksa pada kedua mata, dan funduskopi CDR 0.5 -0,6 pada kedua mata.
Terapi apa yang dapat memburuk kondisi sistemik pada pasien ini :
a. Tetes mata timolol
b. Asetazolamid
c. Tetes mata latanoprost
d. Gliserin oral

6. Obat-obatan dibawah ini yang bukan bekerja untuk mengurangi produksi cairan akuos
adalah :
a. Tetes mata timolol
b. Asetazolamid oral
c. Tetes mata latanoprost
d. tetes mata Azopt

7. Kapan diperlukan merujuk ke Dokter mata pada pasien dengan glaukoma :


a. Pasien dengan sudut tertutup primer untuk dilakukan laser pada mata sebelahnya
b. Tekanan bola mata terkontrol dengan medikamentosa
c. Atas keinginan pasien
c. Semua jawaban salah

8. Yang mana yang bukan merupakan terapi laser pada pasien dengan Glaukoma :
a. Laser Trabeculoplasty
b. Laser Iridotomy
c. Cyclodestruction
d. Surgical iridectomy

9. Laki-laki berusia 55 tahun sudah didiagnosis glaukoma sebelumnya dan sudah


mendapatkan terapi medikamentosa untuk mengontrol tekanan bola mata. Saat ini
pasien tidak mengeluh adanya mata nyeri dan merah.
Apa yang harus diperhatikan saat pasien kontrol :
a. Tekanan Intraokular
b. Obat-obatan yang digunakan
c. Ketajaman Penglihatan
d. A dan C benar
e. A dan B benar

10. Laki-laki berusia 55 tahun sudah didiagnosis glaukoma sebelumnya dan sudah
mendapatkan terapi medikamentosa untuk mengontrol tekanan bola mata. Saat ini
pasien tidak mengeluh adanya mata nyeri dan merah. Pemeriksaan yang bukan
termasuk jenis pemeriksaan tekanna intraokular adalah :
a. Palpasi
b. Schiotz
c. Applanasi
d. Indentasi