Anda di halaman 1dari 8

Bab I Pendahuluan

Tanah merupakan salah satu komponen abiotik yang sangat penting bagi kehidupan di muka bumi. Tanah berasal dari pelapukan bahan induk secara fisik, kimia, dan biologis. Hasil dari proses pelapukan disertai dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya menghasilkan suatu benda yang dinamakan dengan tanah. Tanah merupakan tempat tumbuhnya tanaman, yaitu organisme yang mempu mengubah energi sinar matahari menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup dan tumbuhan itu sendiri. Selain itu, tanah juga merupakan tempat tinggal (habitat) bagi berbagai jenis hewan seperti cacing tanah, serangga, serta berbagai jenis mikroorganisme. Tanah harus berada dalam kondisi normal agar dapat mendukung fungsi fungsinya secara optimal. Masuknya sejumlah zat asing atau kadar suatu komponen normal tanah yang berada dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan pencemaran. P encemaran tanah merupakan masalah yang muncul akibat aktivitas manusia. Pencemaran efek yang berbahaya, sebagaimana juga defisiensi unsur dalam tanah. Pencemaran tanah diakibatkan oleh banyak hal. Pembuangan sampah secara sembarangan, pembuangan limbah industri atau pertanian, dan berbagai kegiatan sejenis lainnya yang merupakan penyebab terjadinya pencemaran tanah. Kegiatan yang secara langsung maupun tidak langsung ini telah mencemari tanah sehingga menimbulkan dampak negatif baik itu bagi lingkungan maupun manusia. Untuk menanggulangi dampak ini maka dibutuhkan solusi agar pencemaran tanah yang telah terjadi dapat berkurang ataupun dihindari.

Bab II Dampak dan Solusi dari Polusi Tanah


A. Dampak Polusi Tanah Berbagai dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah diantaranya adalah : 1. Dampak pencemaran tanah yang disebabkan oleh sampah yang berasal dari limbah domestik :
- dapat menimbulkan bau dan merusak pemandangan. - sampah menutupi permukaan tanah sehingga tanah menjadi tidak bisa

dimanfaatkan.
- Timbunan sampah dapat menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida serta zat

mercury, chrom dan arsen yang menyebabkan gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah.
- Limbah lain seperti oksida logam yang terlarut maupun yang tidak dapat larut

menjadi racun di permukaan tanah.


- Sampah anorganik yang tidak ter-biodegradasi menyebabkan lapisan tanah tidak

dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanahpun akan berkurang akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang.

2. Dampak pencemaran tanah yang disebabkan oleh limbah cair :


- Limbah cair berupa tinja, deterjen, oli bekas, cat, dan lain-lain, jika meresap ke

dalam tanah akan merusak kandungan air tanah serta kandungan zat kimia di dalamnya membunuh mikroorganisme di dalam tanah.
- Limbah cair sisa hasil industri pelapisan logam yang mengandung zat zat seperti -

tembaga, timbal, perak,khrom, arsen dan boron merupakan zat yang sangat beracun terhadap mikroorganisme. Jika meresap ke dalam tanah akan mengakibatkan kematian bagi mikroorganisme yang memiliki fungsi sangat penting terhadap kesuburan tanah.

3. Dampak pencemaran tanah yang disebabkan oleh limbah padat : Penimbunan limbah padat hasil buangan industri mengakibatkan pembusukan yang menimbulkan bau di sekitarnya karena ada reaksi kimia yang menghasilan gas tertentu dan dalam jangka waktu lama dapat merusak permukaan t anah dan mengkotaminasi air yang meresap ke tanah dengan bakteri tertentu sehingga kualitas air tanah pada musim kemarau menjadi menurun.

4. Dampak pencemaran tanah yang disebabkan oleh kegiatan pertanian :


- Kegiatan pertanian yang menggunakan pupuk terus -menerus akan merusak struktur

tanah yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena unsur hara dalam tanah semakin berkurang.
- Kegiatan pertanian yang menggunakan pestisida dapat mematikan mikroorganisme

yang berguna di dalam tanah sehingg tanah menjadi tidak subur.

5. Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan : Berbagai macam zat kimia yang mencemari tanah dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan, misalnya :
- Kromium, pestisida, dan herbisida merupakan bahan yang bersifat karsinogenik

sehingga dapat menyebabkan kanker.


- Timbal dapat menyebabkan kerusakan otak pada anak-anak dan merusak ginjal pada

seluruh populasi.
- Benzena dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukimia apabila terpapar terus -

menerus pada konsentrasi tertentu.


- Merkuri (air raksa) dan siklodiena dapat menyebabkan kerusakan ginjal bahkan

sampai tidak dapat diobati.


- PCB dan siklodiena dapat menyebabkan keracunan hati. - Organofosfat dan karmabat dapat menyebabkan gangguan pada saraf otot. - Pelarut yang mengandung klorin dapat merangsang perubahan hati dan ginjal serta

dapat menurunkan sistem saraf pusat.

6. Dampak pencemaran tanah tehadap ekosistem : Pencemaran tanah dapat memberikan dampak terhadap ekosistem, misalnya :
- Perubahan kimiawi tanah yang radikal yang timbul karena adanya bahan kimia

beracun atau berbahaya dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari

mikroorganisme endemik dan anthropoda yang hidup di lingkungan tanah yang tercemar.
- Memusnahkan beberapa spesies primer dan rantai makanan yang dapat memberi

akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dalam rantai makanan.
- Dampak yang timbul pada pertanian yang menyebabkan perubahan metabolisme

tanaman dapat menimbulkan dampak lanjutan pada konservasi t naman dimana a tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi.

B. Solusi dari Polusi Tanah Untuk mengatasi masalah polusi tanah maka dibutuhkan suatu pemecahan dari dampak pencemaran tanah. Solusi yang digunakan untuk memecahkan masalah polusi tanah berdasarkan sumbernya: 1. Pencemaran tanah oleh logam berat (Hg (merkuri), cadmium, timah, timbal, tembaga, nikel, seng, chromium, dan mangaan) dapat diatasi dengan adanya a. Remidiasi tradisional Dalam remidiasai tradisional digunakan tiga cara yaitu melalui perlakuan suhu tinggi, agen pemampatan dan proses pencucian. Suhu tinggi digunakan untuk menghasilkan senyawa serupa kaca yang berbentuk granular dengan sifat tidak dapat dilumerkan oleh air hujan. Agen pemampatan berfungsi untuk menghasilkan senyawa yang mirip dengan semen. Proses pencucian untuk mencuci dan membersihkan kontaminan yang dialirkan ke suatu penampungan (Mustaqim, 2010).

b. Manajemen tanah tercemar Menurut USDA (United States Department of Agriculture) manajeman tanah tercemar dapat dilakukan dengan hal-hal berikut:
y

Menaikkan Ph tanah diatas 6,5 atau lebih tinggi Logam kation akan larut dalam kondisi asam. Oleh karena itu, menaikkan pH tanah dapat mengurangi risiko pemindahan logam berat ke dalam tanaman, sehingga konsumsi hewan terhadap logam berat bisa dikurangi. Menaikkan pH memiliki efek berlawanan terhadap logam berat yang ada dalam bentuk kation. Hal tersebut menyebabkan perlu penelitian yang komprehensif terhadap kondisi tanah yang diduga tercemar logam berat.

Membuat drainase buatan Drainase memberikan efek aeranasi dalam tanah dan mempermudah logam teroksidasi. Hal ini menyebabkan logam sukar larut dalam tanah sehingga kadar logam dalam tanah menurun. Namun kromium bersifat sebaliknya sehingga harus dilakukan penambahan senyawa organik a ktif untuk menurunkan kadarnya.

Penambahan fosfat Penambahan fosfat dapat berpengaruh pada logam yang bersifat kationik tetapi tidak berpengaruh untuk logam anionik seperti arsen. Namun dampak dari penambahan fosfat ini dapat menimbulkan pencemaran air.

Penanaman tumbuhan selektif pada tanah yang tercemar. Tumbuhan mengakumulasikan logam berat ke daun batang, buah maupun , bijinya. Salah satu tumbuhan akumulator yang baik adalah bayam dan selada. Namun hal ini sangat berbahaya apabila tumbuhan tersebut termakan manusia atau ternak.

Menggunakan tumbuhan pembersih lingkungan Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan sangat efektif dalam membersihkan tanah yang tercemar. Fitoremediasi merupakan istilah umum yang digunakan untuk menghilangkan, mendegradasi, atau mengambil pencemar di dalam tanah seperti logam berat, pestisida dan pencemar lain. Dalam kaitannya untuk mengatasi pencemaran logam berat, ada tiga mekanisme fitoremediasi yang bisa dilakukan, yaitu dan fitoekstraksi fitostabilisasi

(phytoextraction), (phytostabilization).

rizofiltrasi

(rhizofiltration),

Rhizofiltrasi merupakan adsorpsi ke akar tumbuhan atau absorpsi dari pencemaran yang berada daerah perakaran (rhizosphere). Rhizofiltrasi digunakan untuk menetralkan air tanah. Tanaman ditumbuhkan dal m a rumah kaca bersama dengan tanah yang terkontaminasi dengan tujuan agar tanaman melakukan aklimasi. Tumbuhan kemudian ditanam dilokasi dengan tanah yang sudah terkontaminasi dengan logam berat. Ketika akar tumbuhan sudah jenuh dengan logam berat, tumbuha lalu dipanen n termasuk akarnya. Salah satu contohnya adalah penggunaan bunga matahari untuk membersihkan pencemaran radioaktif di Chernobyl, Ukraina.

Fitostabilisasi menggunakan tanaman menahun (non -produksi) untuk menstabilkan atau menghentikan mobilisasi pencemar dalam tanah dan air tanah. Logam diabsorpsi lalu diakumulasi di dalam akar dan diadsorpsi ke dalam akar, atau dipresipitasikan di dalam rhizosfer. Tumbuhan yang toleran terhadap logam bisa digunakan untuk restorasi ketika vegetasi alami berkurang, sehingga juga mengurangi erosi air dan angin serta pencucian. Fitosatbilisasi digunakan untuk mengurangi mobilisasi dari logam berat pencemar dan mengurangi risiko logam berat memasuki rantai makanan. Fitoekstraksi merupakan metode yang dilakukan dengan menumbuhkan tanaman pada tanah yang terkontaminasi. Akar dari tanaman tersebut selanjutnya akan mentranslokasi logam menuju bagian atas dari tumbuhan. Setelah tumbuhan mencapai usia tertentu, tanaman-tanaman tersebut dipanen dikomposkan untuk mendaur ulan logam yang terkandung g didalamnya. 2. Pemcemaran tanah akibat aktivitas pertanian (penggunaan herbisida ,insektisida dan pestisida) a. Bioremidiasi Bioremidiasi merupakan pembersihan tanah dari polutan dengan menggunakan mikroorganisme. Bioremidiasi berfungsi untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi zat yang kurang beracun. b. Larangan penggunaan pestisida c. Menggalakkan pertanian organik Pertanian organik merupakan pertanian yang tidak menggunakan pestisida, pupuk kimia maupun rekayasa genetika sehingga aman untuk kesehatan dan ekosistem. beracun atau tidak

3. Pencemaran tanah akibat limbah padat manusia seperti plastik dan kertas Hal ini dapat diatasi dengan meminimalisir penggunaan plastik maupun kertas. Menggunakan bioplastik dan menggalakkan 4R (reduce, reuse, recycle, repair) yaitu: mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan, pemakaian kembali, mendaur ulang barang, dan usaha perbaikan demi lingkungan.

Bab III Penutup


Kesimpulan Pencemaran tanah yang disebabkan oleh residu dari aktivitas manusia memiliki dampak baik terhadap kesehatan maupun ekosistem yang telah ada. Dampak pada kesehatan berupa penyakit seperti kerusakan hati, kerusakan otak, gangguan syaraf maupun kanker. Sedangkan pengaruhnya terhadap ekosistem dapat berpengaruh

terhadap lingkungan biotiknya yaitu berupa mikroor anisme, hewan dan tumbuhan dan g lingkungan abiotiknya yaitu struktur tanah dan permukaan tanah. Untuk menanggulangi dampak yang terjadi akibat polusi tanah maka dilakukan hal seperti remidiasi, bioremidiasi, manajemen tanah tercemar, sampai penggalakan 4R. Penanggulangan dilakukan berdasarkan jenis polutannya.

Daftar Pustaka
Anonim. 2010.Pencemaran Lingkungan. www.romadhoni.staff.gunadarma.ac.id Diakses tanggal 19 Desember 2010 Anomim.2009.Polusi Tanah. www.kimia.upi.edu Diakses tanggal 29 Desember 2010 Bachri, Moch.1995.Geologi Lingkungan. Malang : CV. Aksara. Mustaqim, Wendi Ahmad.2010.Pencemaran Tanah dan Solusi Pencemaran Tanah . www.wendyismyname.wordpress.com Diakses tanggal 30 Desember 2010. USDA & NRCS. 2000. Heavy metal soil contamination. Soil Quality Institute, Auburn: 7 hlm.