Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM R-LAB TEKANAN HIDROSTATIK

Nama NPM Fakultas Departemen Kode Praktikum Pekan keTanggal Praktikum : Syifa Rahmah : 0906633590 : Teknik : Teknik Metalurgi dan Material : MR03 : IV : 2 Maret 2010

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar (UPP-IPD) Universitas Indonesia Depok

Tekanan Hidrostatik

I. Tujuan Praktikum
Mengukur massa jenis suatu cairan.

II. Peralatan
1. Piranti sensor tekanan 2. Silinder pejal ( 12.1 mm ) 3. Termometer 4. Bejana (16 mm) 5. Piranti penggerak silinder 6. Camcorder 7. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Landasan Teori


Fluida adalah suatu zat yang dapat mengalir seperti halnya zat gas dan cair. Fluida dapat digolongkan dalam dua macam, yaitu fluida statis dan dinamis. Gambar 1. Memperlihatkan sebuah tabung berisi cairan. Tekanan di dasar tabung lebih besar dibanding dengan di atas tabung untuk menopang berat cairan di tabung. Massa cairan di tabung ini adalah: Massa jenis merupakan pengukuran massa tiap volume. Massa jenis merupakan ciri khas tiap zat karena massa jenis tidak dipengaruhi oleh banyaknya jumlah zat. m = V = Ah (1)

Tabel 1. Massa Jenis Zat

Nama Zat Air (4 oC) Alkohol Air Raksa Aluminium Besi Emas Kuningan Perak Platina Seng Udara Es Air laut Bensin Sumber:

Massa Jenis (kg/m3) 1000 800 13600 2700 7900 19300 8400 10500 21450 7140 1,2 920 1025 680

Massa Jenis (gr/cm3) 1 0,8 13,6 2,7 7,9 19,3 8,4 10,5 21,45 7,14 0,0012 0,92 1,025 0,68

Anonim. Tabel Massa Jenis. http://id.wikipedia.org/wiki/Tabel_massa_jenis_zat (Diakses pada tanggal 1 Mei 2009) Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000 dan beratnya adalah w = mg = Ahg (2) A = luas penampang tabung

Gambar 1. Tabung berisi cairan

Sumber : http://rlab.ui.ac.id/uppipd/dlab.jsp.htm Jika Po adalah tekanan di bagian atas dan P adalah tekanan di dasar tabung , maka gaya netto ke atas yang disebabkan oleh beda tekanan ini adalah PA PoA. Dengan membuat gaya ke atas netto ini sama dengan berat cairan di tabung, kita dapatkan. PA PoA = Ahg (3) Atau P = Po + gh (4) dimana adalah masa jenis cairan, g (9,8 m/s2) adalah nilai percepatan gravitasi, dan h adalah tinggi cairan. Tekanan Hidrostatis (Ph) adalah tekanan yang dilakukan oleh zat cair pada bidang dasar tempatnya. Ph = gh (5) Paradoks Hidrostatis Gaya yang dilakukan pada dasar sebuah bejana dan tidak tergantung pada bentuk bejana serta jumlah zat cair dalam bejana, tetapi tergantung pada luas dasar bejana (A dengan satuan m2), tinggi (h dengan satuan m) dan massa jenis zat cair ( dengan satuan kg/m3) dalam bejana. Pt = Po + Ph (6) F = P h A = g h AV (7) F = g V (8) P = massa jenis zat cair ; secara matematis diperoleh dengan rumus: mv (kg/m3) h = tinggi zat cair dari permukaan (m)

g = percepatan gravitasi (m/s2) Pt = tekanan total (Pa) Po = tekanan udara luar (Pa)

Gambar 2. Tekanan Hidrostatik Sumber: http://www.geocities.com/filefisikaasyik/pipaU.JPG Hukum Pascal Tekanan yang dilakukan pada zat cair akan diteruskan ke semua arah sama rata. P1 = P2 (9) P1A1=P2A2 (10)

Gambar 3. Hukum Pascal Hukum Archimedes

Benda di dalam zat cair akan mengalami pengurangan berat sebesar berat zat cair yang dipindahkan. Tiga keadaan benda di dalam zat cair: a. tenggelam: W > Fa ; b > f b. melayang: W = Fa ; b = f c. terapung: W = Fa ; V = f.V' ; b < f Keterangan: W = berat benda (N) Fa = gaya ke atas Fa = f . V' . g (N) (11) b = massa jenis benda (kg/m )
3

f = massa jenis fluida (kg/m )


3

V = volume benda (m )
3

V' = volume benda yang berada dalam fluida (m )


3

Akibat adanya gaya ke atas (Fa), berat benda di dalam zat cair (Wf) akan berkurang menjadi: Wf = W Fa (12) Wf = berat benda di dalam zat cair

Gambar 4. Hukum Archimedes

Sumber: http://img227.imageshack.us/img227/8530/archimedesvu2.jpg Tegangan Permukaan Tegangan permukaan (y) adalah besar gaya (F) yang dialami pada permukaan zat cair per satuan panjang (l) y=F2l (13) Keterangan: F = gaya (N) Y = tegangan permukaan (N/m) l = panjang (m)

IV. Prosedur Percobaan


1. Mengaktifkan web cam (mengklik icon video pada halaman web r-Lab). 2. Memerhatikan tampilan video dari peralatan yang digunakan. 3. Menurunkan bandul sejauh 1 cm. 4. Mengaktifkan motor dengan mengklik radio button di sebelahnya. 5. Mengukur tekanan air dengan mengklik icon ukur. 6. Mengulangi langkah 1 hingga 3 dengan menurunkan bandul sejauh 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9

V. Hasil dan Evaluasi


A. Pengolahan Data Percobaan r-lab kali ini mengenai tekanan hidrostatik. Pada percobaan tekanan hidrostatik, praktikan mengambil data, yaitu besarnya tekanan pada tiap penurunan bandul. Data yang diperoleh sebagai berikut:

Percobaan tekanan hidrostatis bertujuan untuk menentukan suatu zat dari massa jenis yang didapat dari perhitungan data hasil pengamatan. Massa jenis zat diperoleh dengan menggunakan perumusan sebagai berikut: P = Po + gh Sebelum menghitung massa jenis zat, praktikan akan menghitung tekanan rata-rata pada tiap penurunan bandul, sebagai berikut: N o 1 2 3 Penurunan (cm) 2 2 2 Tekanan (Kpa) 10428.4 10428.4 10404.1

Pi=Pin=P1+P2+P3n =(10428.4+10428.4+10404.1)KPa3=10420,3 KPa

N o 1 2 3

Penurunan (cm) 3 3 3

Tekanan (Kpa) 10412.6 10427.4 10431.6

Pi=Pin=P1+P2+P3n =(10412.6+10427.4+10431.6)KPa3=10422,1 KPa

N o 1 2 3

Penurunan (cm) 4 4 4

Tekanan (Kpa) 10416.8 10428.6 10426.3

Pi=Pin=P1+P2+P3n =(10416.8+10428.6+10426.3)KPa3=10423.83 KPa

N o 1 2 3

Penurunan (cm) 5 5 5

Tekanan (Kpa) 10428.4 10429.5 10428.4

Pi=Pin=P1+P2+P3n =(10428.4+10429.5+10428.4)KPa3=10428.77 KPa

N o 1 2 3

Penurunan (cm) 6 6 6

Tekanan (Kpa) 10451.7 10441.1 10446.4

Pi=Pin=P1+P2+P3n =(10451.7+10441.1+10446.4)KPa3=10446.4 KPa

N o 1 2 3

Penurunan (cm) 7 7 7

Tekanan (Kpa) 10531 10557.4 10529.9

Pi=Pin=P1+P2+P3n =(10531+10557.4+10529.9)KPa3=10539.43 KPa

N o 1 2 3

Penurunan (cm) 8 8 8

Tekanan (Kpa) 10623 10705.4 10823.8

Pi=Pin=P1+P2+P3n =(10623+10705.4+10823.8)KPa3=10683.23 KPa

N o 1 2 3

Penurunan (cm) 9 9 9

Tekanan (Kpa) 10823.8 10829.8 10829.8

Pi=Pin=P1+P2+P3n =(10823.8+10829.8+10829.8)KPa3=10814.63 KPa Setelah mendapatkan tekanan rata-rata pada tiap penurunan, maka akan didapatkan grafik hubungan tekanan rata-rata dengan penurunan bandul sebagai berikut:

Penurunan Bandul 2 3 4 5 6 7 8 9 Grafik

Tekanan (kPa)
10420,3 10422,1 10423.83 10428.77 10446.4 10539.43 10683.23 10814.63

Dari grafik di atas, terlihat bahwa pada saat penurunan bandul 2cm-5cm terlihat lurus, pada keadaan ini diperoleh tekanan awal (Po) dengan menghitung nilai tekanan rata-rata dari penurunan bandul 2cm-5cm, sebagai berikut: Po= Poin=P2+P3+P4+P54=(10420,3+10422,1+10423.83+10428.77)Kpa4=10423.75 KPa Jadi, Po adalah 10423.75 KPa Massa jenis zat diperoleh dengan menggunakan rumus P = Po + Pgh, luas alas tabung dan luas alas bandul harus dihitung sebelum perhitungan massa jenis. Luas alas bejana (tabung) Diketahui diameter bejana (tabung) = 16 mm = 0,016 m ; r = 0,008 m At = r2 = 3,14.(0,008)2 = 0,0002 m2 = 2 cm2 Luas alas bandul (silinder) Diketahui diameter bandul (silinder) = 12,1 mm = 0,0121 m ; r = 0,00605 m Ab = r2 = 3,14.(0,00605)2 = 0,000115 m2 = 1,15 cm2 Kemudian praktikan menghitung perubahan kenaikan air saat bandul telah tercelup dengan perhitungan sebagai berikut: Vkenaikan air = Vbandul tercelup (Abejana kenaikan air-Abandul tercelup). h = Abandul tercelup. h penurunan bandul Bandul mulai tercelup saat penurunan 4 cm, maka h yang akan dihitung mulai dari saat penurunan bandul 4 cm- 9 cm, hasil perhitungan sebagai berikut: Pada saat penurunan bandul 5 cm Vkenaikan air = Vbandul tercelup (Abejana kenaikan air-Abandul tercelup). h = Abandul tercelup. h penurunan bandul (2-1,15) cm2.h = 1,15 cm2. 1 cm h = 1,35 cm = 0,0135 m

Pada saat penurunan bandul 6 cm Vkenaikan air = Vbandul tercelup (Abejana kenaikan air-Abandul tercelup). h = Abandul tercelup. h penurunan bandul (2-1,15) cm2.h = 1,15 cm2. 2 cm h = 2,70 cm = 0,027 m Pada saat penurunan bandul 7 cm Vkenaikan air = Vbandul tercelup (Abejana kenaikan air-Abandul tercelup). h = Abandul tercelup. h penurunan bandul (2-1,15) cm2.h = 1,15 cm2. 3 cm h = 4,06 cm = 0,0406 m Pada saat penurunan bandul 8 cm Vkenaikan air = Vbandul tercelup (Abejana kenaikan air-Abandul tercelup). h = Abandul tercelup. h penurunan bandul (2-1,15) cm2.h = 1,15 cm2. 4 cm h = 5,41 cm = 0,0541 m Pada saat penurunan bandul 9 cm Vkenaikan air = Vbandul tercelup (Abejana kenaikan air-Abandul tercelup). h = Abandul tercelup. h penurunan bandul (2-1,15) cm2.h = 1,15 cm2. 5 cm h = 6,76 cm = 0,0676 m Setelah memeperoleh nilai h pada masing-masing penurunan bandul, praktikan dapat memperoleh hubungan penurunan tekanan dan penurunan bandul dimana Po = 10423.75 KPa. Grafik tersebut diperoleh berdasarkan rumus:

P-Po= gh Tabel Perubahan Penurunan Bandul dan Perubahan Tekanan P Po (KPa) 5.02 kPa 22.65 kPa 115.68 kPa 259.68 kPa 390.88 kPa h (cm) 1.35 cm 2.70 cm 4.06 cm 5.41 cm 6.76 cm

Grafik Perubahan Penurunan Bandul dan Perubahan Tekanan

Massa jenis zat dapat diperoleh dengan menggunakan rumus: P=Po+ gh maka =P -Pog.h Pada saat penurunan bandul 5 cm =P -Pog.h=135,839,81 0,0135 =1.025,64.103 Kg m3 Pada saat penurunan bandul 6 cm =P -Pog.h=244,379,81 0,027 =922,60.103 Kg m3 Pada saat penurunan bandul 7 cm =P -Pog.h=381,39,81 0,0406 =957,35.103 Kg m3 Pada saat penurunan bandul 8 cm =P -Pog.h=506,439,81 0,0541 =954,23.103 Kg m3 Pada saat penurunan bandul 9 cm =P -Pog.h=731,7679,81 0,0676 =1.103,46.103 Kg m3 Massa jenis yang akan diperoleh merupakan massa jenis rata-rata saat bandul tercelup yang diperoleh dengan: = in= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 5=(1.025,64+922,60+957,35+954,23+1.103,46)1035=992,656.103 Kg m3

VI. Analisis Data


Berdasarkan praktikum Remote-laboratory mengenai Tekanan Hidrostatik yang telah praktikan lakukan melalui sistem on-line, berhasil didapatkan data pengamatan yang menunjukkan hubungan antara panjang bandul dengan tekanan total yang dihasilkan dalam sistem fluida, dengan persamaan: Ptot = Po + .g.h P = .g.h Data pengamatan menunjukkan hubungan antara tekanan total yang meningkat bersamaan dengan penambahan panjang bandul. P ~ h Sehingga dari pengolahan data, dapat dihitung nilai massa jenis dengan pendekatan metode Least Square dengan terlebih dahulu mencari perubahan tekanan yang dibandingkan dengan perubahan panjang bandul setelah tercelup, sehingga menghasilkan fungsi linier. Sebelum bandul tercelup ke dalam cairan fluida, tidak teramati adanya perubahan tekanan karena belum ada perubahan pada sistem fluida. Setelah benda tercelup, terjadi perubahan tekanan akibat gaya apung dari cairan dalam tabung. Semakin dalam benda tercelup, semakin besar pula tekanan hidrostatik (yang disebabkan gaya apung) dari cairan terhadap bandul yang dicelupkan, seperti yang diperlihatkan pada grafik. Dalam tercobaan ini Rlab tidak menyebutkan nilai ketinggian air (h), sementara hal tersebut sangat penting untuk megetahui nilai massa jenis cairan, sehingga terpaksa mengasumsikan fluida adalah air untuk menghitung nilai h. Tentu saja hasil yang diperoleh kurang presisi, karena mungkin saja medium yang digunakan bukan air murni.

VII. Tugas
Pada penurunan bandul yang ke berapa hingga ke berapa yang mengakibatkan badul tercelup di cairan ?

Jawab: Pada penurunan bandul sejauh 4 cm bandul tepat akan atau baru akan tercelup ke dalam cairan. Bandul mulai tercelup ke dalam cairan saat penurunan bandul ke cm ke 5 hingga cm ke 9. Ketika bandul diturunkan dan telah tercelup cairan, hitunglah perubahan kenaikan air dari satu langkah penurunan bandul ke langkah penurunkan bandul berikutnya. Jawab: Perubahan kenaikan air pada setiap penurunan bandul terdapat pada pengolahan data. Buatlah grafik yang menunjukan hubungan penurunan bandul dengan tekanan yang terukur di dasar tabung! Jawab: Grafik hubungan penurunan bandul dengan tekanan terdapat pada pengolahan data. Hitunglah nilai kerapatan zat cair () yang digunakan, dengan menggunakan persamaan (2). P0 adalah tekanan yang terukur pada saat bandul tidak tercelup. Jawab: Nilai massa jenis zat cair tercantum pada pengolahan data. Zat cair yang digunakan disini bukanlah air murni. Buatlah analisis dari hasil percobaan ini. Jawab: Analisis dari hasil percobaan tercantum pada bagian B pengolahan data.

VIII. Kesimpulan
Dari percobaan ini, dapat disimpulkan: Benda yang dicelupkan dalam fluida akan mengalami tekanan ke atas dari gaya apung yang diberikan fluida Semakin dalam benda dicelupkan, semakin besar tekanan hidrostatik dari cairan Massa jenis suatu cairan dapat diukur apabila kedalaman air dan tekanan hidrostatik telah diketahui.

Berdasarkan percobaan, nilai = 992,656.103 kg/m3 Zat cair yang digunakan bukan air murni Sebelum bandul tercelup air, sistem memiliki tekanan udara yang sama kurang lebih sebesar 10423.75 kPa Tekanan hidrostatik suatu zat cair dipengaruhi oleh tekanan awal sistem, massa jenis zat cair, gravitasi, dan ketinggian zat cair.

IX. Referensi
Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.

X. Lampiran
Penurunan (cm) 2 2 2 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 6 6 7 7 7 8 8 Tekanan (kPa) 10428.4 10428.4 10404.1 10412.6 10427.4 10431.6 10416.8 10428.4 10426.3 10428.4 10429.5 10428.4 10451.7 10441.1 10446.4 10531 10557.4 10529.9 10623 10705.4

8 9 9 9

10721.3 10823.8 10829.1 10791