Anda di halaman 1dari 149

PT PLN (PERSERO)

UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMATERA BAGIAN SELATAN

DOKUMEN REFERENSI
JUKNIS ASESMENT
OUTAGE MANAGEMENT
IK-B.01-02/004

DOKUMEN INI MILIK PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMATERA BAGIAN SELATAN,
DILARANG MEMPERBANYAK TANPA IZIN UIKSBS MANAGEMENT SYSTEM
SELAIN MASTER, STATUS DOKUMEN CETAK ADALAH TIDAK TERKENDALI
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 4 / 145

Daftar Isi
(Contents)

Halaman

Contents
1. MAKSUD & TUJUAN .............................................................................................. 5
2. LANGKAH PERSIAPAN .......................................................................................... 5
3. LANGKAH KERJA .................................................................................................. 6
4. DOKUMEN TERKAIT ............................................................................................. 6
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 5 / 145

1. MAKSUD & TUJUAN


Instruksi kerja ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Asesor dan Asesi dalam pelaksanaan
asesmen Maturity Level Implementasi Manajemen Aset di lingkungan PT PLN (Persero) Unit
Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (PLN UIKSBS) sehingga adanya kesamaan
persepsi dan referensi antara asesor dan asesi dalam pelaksanaan asesmen.

2. LANGKAH PERSIAPAN
A. Ruang Lingkup
1) Teknis pelaksanaan asesmen
2) Penjelasan kertas kerja asesmen

B. Aspek K3: -
1) Potensi tertimpa benda dari ketinggian
2) Potensi terpapar bahan kimia
3) Potensi terpeleset

C. Aspek Lingkungan: -

D. Alat Keselamatan Kerja/APD: -

E. Peralatan yang diperlukan


1) Laptop
2) Proyektor/ Layar TV
3) Dokumen terkait implementasi Outage Management
4) Koneksi Internet/Intranet
5) Aplikasi Web Outage

F. Asesee
Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK/UPDK)
1) Supervisor Rendal Pemeliharaan
2) Staff Rendal Pemeliharaan

Unit Pelaksana Pemeliharaan Pembangkitan (UPHK)


1) Supervisor Resource Planning
2) Supervisor Monitoring & Quality Assurance
3) Supervisor Laboratorium & Alat Uji
4) Supervisor Performance Enjiniring

G. Waktu dan Durasi Pelaksanaan


1) Asesmen dilakukan setiap triwulan dengan ketentuan:
a. Triwulan-1 dan Triwulan-3, dilakukan self asesmen oleh masing-masing Unit
Pelaksana
b. Triwulan-2 dan Triwulan-4, dilakukan self asesmen oleh masing-masing Unit
Pelaksana dan dilakukan verifikasi oleh Tim Asesor yang ditunjuk oleh Kantor
Induk
2) Durasi pelaksanaan asesmen minimal 2 (dua) hari kerja untuk setiap unit pelaksana
(diluar waktu perjalanan)
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 6 / 145

3) Asesmen dilakukan hanya di kantor unit pelaksana.

H. Metode Asesmen
1) Tatap muka (site visit).
2) Daring (Online), jika tidak memungkinkan untuk dilakukan secara tatap muka.

3. LANGKAH KERJA
I. Teknis Pelaksanaan Asesmen
1. Sebelum dilakukan verifikasi hasil self assesment, Asesi wajib mengupload
seluruh Evidence sesuai poin pada kertas kerja. Evidence yang memenuhi syarat
adalah Evidence yang bisa ditunjukkan selama periode assesment berlangsung
(tidak ada Evidence susulan).
2. Sebelum dilakukan assesment, dilakukan opening yang melibatkan Manager Unit
Pelaksana atau Manager Bagian terkait dengan agenda penyampaian overview
pelaksanaan proses bisnis Outage Management dan progress tindaklanjut OFI
semester sebelumnya.
3. Langkah pelaksanaan assesment pada setiap item kriteria maturity Level :
a. Asesor menjelaskan standar proses pada sub area yang di ases (gambaran
umum dan latar belakang)
b. Asesor memastikan, apakah proses tersebut sudah dilaksanakan?
c. Asesor memastikan, bagaimana proses tersebut dilaksanakan oleh PIC terkait
(termasuk: jadwal, personil yang terlibat dan output dari proses)?
d. Asesor memastikan, Evidence pelaksanaan proses tersebut tersedia?
e. Asesor melakukan pendalaman kualitas Evidence yang disampaikan
(kesesuaian proses, kesesuaian data, kesesuaian dengan standar/prosedur dan
kesesuaian waktu)
f. Asesor wajib memberikan saran perbaikan untuk peningkatan level dan
dituliskan dalam kertas kerja (kolom catatan asesor)
4. Asesor wajib memberikan Most OFI (Opportunity For Improvement) diutamakan
pada sub-area yang nilai maturity-nya masih rendah untuk kegiatan improvement
di Unit Pelaksana. Jumlah Most OFI sebaiknya tidak lebih dari 5 (lima) buah.
5. Asesor diharapkan memberikan Most OFI (Opportunity For Improvement) untuk
kegiatan improvement yang menjadi tanggungjawab Unit induk. Jumlah Most OFI
tidak lebih dari 2 (dua) buah.
6. Hasil asesmen dan Most OFI pada poin 4 dan 5 dituangkan dalam Berita Acara
dengan format pada Lampiran B.
7. Hasil asesmen disampaikan oleh asesor ke Manajemen di Unit Pelaksana pada saat
closing meeting.

II. Penjelasan Kertas Kerja


Dijelaskan pada Lampiran-A.

4. DOKUMEN TERKAIT
a. SK GM No.0049.K/GM/2021 tanggal 23 Desember 2021 tentang Penetapan Kertas
Kerja Maturity Level Enterprise Asset Management Pembangkitan PT PLN (Persero)
Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian selatan.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 7 / 145

b. SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019 Tentang pedoman pelaksanaan Outage


Management (Overhaul unit pembangkit) di Lingkungan PT. PLN (Persero) Unit Induk
Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan.
c. Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 8 / 145

LAMPIRAN A. PENJELASAN KERTAS KERJA

A1 Outage Long Term Planning

1. Rencana dan Jadwal Planned Outage Jangka Panjang


Rencana dan Jadwal Planed Outage Jangka Panjang Terdapat rencana dan jadwal
Planed Outage beserta type Outage dalam Jangka Panjang, berdasarkan estimasi
Jam Operasi (OH/EOH) atau waktu. Rencana Jangka Panjang Outage telah
mempertimbangkan major modification/replace/repair/upgrade peralatan dan telah
diselaraskan dengan Rencana Jangka Panjang Unit.

Project : Program Non Rutin dan strategis, diluar scope Standar Overhaul (OH),
yang memerlukan shutdwon unit untuk eksekusinya, termasuk dalam RJPP

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
 Prosedur Penyusunan RJP (belum ada UMS)

Transaction Point:
 Dokumen Maintenance Strategy dari Pengelola sistem
 Dokumen Program Strategis Jangka Panjang Non Periodik dari Bagian Enjiniring
 Dokumen R0 (rencana periodic 5 tahun) ke Unit Induk.

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Belum ada Rencana Jangka Panjang Outage dan jadwal (tahunan).
Penjelasan Evidence:
1.1. Rencana Outage 5 tahunan yang di tandatangani manager UP

Dokumen rencana Outage 5 tahunan yang ditandatangani


Manajer Unit Pelaksana

Level 2: 2.1. Rencana jangka Panjang sudah dibuat (jadwal dan type OH) mengacu
pada estimasi jam (ekivalen) operasi atau waktu, atau pertimbangan
strategis lainnya. Belum ada identifikasi major Project yang dikaitkan
dengan rencana
Penjelasan Evidence:
2.1 Rencana Outage 5 tahunan yang di tanda tangani manager
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 9 / 145

Dokumen R0 (jadwal dan type OH) yang dibuat mengacu pada


estimasi jam (ekivalen) operasi atau waktu, atau
pertimbangan strategis lainnya.

2.2 Monitoring jam (ekivalen) operasi

File print screen spreadsheet monitoring jam operasi unit


pembangkit.

Level 3 : 3.1. Rencana jangka Panjang sudah dibuat (jadwal dan type OH) mengacu
pada estimasi jam (ekivalen) operasi atau waktu, atau pertimbangan
strategis lainnya. Telah ada identifikasi major Project yang dikaitkan
dengan rencana OH. Belum ada keselarasan RJPU yang telah
terupdate.
Penjelasan Evidence:
3.1 Identifikasi major Project berdasarkan Reliability Management

Dokumen program strategis jangka panjang non periodik

3.2 Perencanaan major Project di integrasikan dengan Jadwal OH

Dokumen R0 yang dilengkapi dengan major Project non


periodik.

Level 4 : 4.1. Rencana jangka Panjang sudah dibuat (jadwal dan type OH) mengacu
pada estimasi jam (ekivalen) operasi atau waktu, atau pertimbangan
strategis lainnya, dan diupdate tiap tahun. Major Project yang memiliki
keterkaitan dengan OH telah diidentifikasi, dan telah diselaraskan
dengan RJPU terupdate.
Penjelasan Evidence:
4.1 Rencana Project ≤35% sudah selaras dengan Jadwal OH

1. Dokumen R0 yang dilengkapi dengan major Project non


periodik (Jika ada).
2. Major Project non periodik yang dihitung merupakan Project
yang membutuhkan stop unit (Minimal periode 2 tahun ke
depan).
3. Major Project direncanakan dieksekusi bersamaan dengan
pemeliharaan periodik sejumlah ≤35% dari total major
Project.

4.2 Rencana Project 35< X ≤70% sudah selaras dengan Jadwal OH

1. Dokumen R0 yang dilengkapi dengan major Project non


periodik (Jika ada).
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 10 / 145

2. Major Project non periodik yang dihitung merupakan


Project yang membutuhkan stop unit (Minimal periode 2
tahun ke depan)
3. Major Project direncanakan dieksekusi bersamaan dengan
pemeliharaan periodik sejumlah 35%-70% dari total major
project.

4.3 Rencana Project 70< X ≤90% sudah selaras dengan Jadwal OH


1. Dokumen R0 yang dilengkapi dengan major Project non
periodik (Jika ada).
2. Major Project non periodik yang dihitung merupakan
Project yang membutuhkan stop unit (Minimal periode 2
tahun ke depan)
3. Major Project direncanakan dieksekusi bersamaan dengan
pemeliharaan periodik sejumlah 71%-90% dari total major
Project.

4.4 Jadwal 5 tahunan dan Project 100% sudah terupdate di RJPP

1. Dokumen R0 yang dilengkapi dengan major Project non


periodik selama 5 tahunan.
2. Dokumen RJP Unit induk

Level 5 : 5.1. Rencana jangka Panjang sudah dibuat (jadwal dan type OH) mengacu
pada estimasi jam (ekivalen) operasi atau waktu, atau pertimbangan
strategis lainnya, dan diupdate tiap tahun. Major Project yang memiliki
keterkaitan dengan OH telah diidentifikasi, dan telah diselaraskan
dengan RJPU terupdate. Konsisten selama 3 tahun dan Database telah
ada pada SIT, updated.
Penjelasan Evidence:
5.1 Jadwal eksekusi 3 tahun sesuai dengan RJPP (OH dan Project sudah
terintegrasi)

1. File print screen realisasi eksekusi 3 tahunan OH yang


terintegrasi Project pada web Outage
2. Asesor dapat melakukan random sampling minimal 3
laporan OH yang terintegrasi dengan major project.

A2 R1 (18 Month Planning) - Pre Outage Management

1. Identifikasi Jadwal & Scope pekerjaan, dan Major Project.


Identifikasi Jadwal, scope of work, dan Major Project sebagai scope tambahan
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 11 / 145

Note : Perubahan Standard Job OH maka harus melalui proses reliability


Management dan telah disepakati bidang OME di Meeting R1.

Note : Sudah terintegrasi dengan reliability Management.

Note : Lingkup standard adalah lingkup OH, sesuai rekomendasi dan sudah disetujui
pembina induk.

Rekomendasi Pemeliharaan Rutin :


1. Rekomendasi Pdm
2. WO CM (Waiting Outage)
3. ECP
4. Rekomendasi Efisiensi
5. WO proactive Maintenance
6. dll yang berkaitan

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Data SR/QR dari bagian operasi
 Data OEE dari Rendalop
 Dokumen rekomendasi har rutin dari Har
 Data maintenance strategy dari Pengelola system
 Data ECP dari Pengelola system
 Dokumen PreOutage R1 ke Unit Induk

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat. Major Project telah diidentifikasi
dan sudah ditindaklanjuti <35%. Belum dilakukan review Standard
Job. Standar job <35% sudah diterbitkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen R1-M1 (Review History & Rekomendasi Oh Yang Lalu) <
35% sudah ditindaklanjuti

Dokumen R1-M1 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar <35% dari total rekomendasi OH
sebelumnya.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 12 / 145

1.2. Dokumen R1-M2 (Rencana Pemeliharaan Periodik)

Dokumen R1-M2 rencana pemeliharaan periodik.

1.3. Dokumen R1-M4 (Lingkup Standart) < 35% sudah disampaikan ke


eksekutor, data masih dalam bentuk manual.

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (<35% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan dalam bentuk Excel/PdF/dll.

Level 2: 2.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat. Major Project telah diidentifikasi
dan sudah ditindaklanjuti 35%≤x<60%. Telah dilakukan review dan
update Standard Job. standar job (termasuk updating) 35%≤x<60%
sudah diterbitkan Data base masih dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen R1-M1 (review history & rekomendasi oh yang lalu)
35%≤x<60% sudah ditindaklanjuti

Dokumen R1-M1 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar <35% dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori
ditindaklanjuti.

2.2. Dokumen R1-M4 (Lingkup Standart) 35%≤x<60%sudah disampaikan


ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual
1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di
create.
2. Dokumen scope standar OH (35%-60% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan dalam bentuk Excel/PdF dan
lainnya yang sejenis.

Level 3 : 3.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat WO OH 60%≤x<80% sudah


diterbitkan Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit dan
rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical)
60%≤x<80% sudah ditindaklanjuti Data base masih dalam aplikasi
manual updated
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen R1-M1 (review history & rekomendasi oh yang lalu)
60%≤x<80% sudah ditindaklanjuti
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 13 / 145

Dokumen R1-M1 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 61%-80% dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori
ditindaklanjuti.

3.2. Dokumen R1-M4 (Lingkup Standart) 60%≤x<80%sudah disampaikan


ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH 61%-80% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.

3.3. Dokumen R1-M3 (rekomendasi pemeliharaan rutin) 60%≤x<80%


sudah ditindaklanjuti

1. Dokumen R1-M3 berisi rekomendasi har rutin dan PdM


dilengkapi No. WO terkait (jika ada) yang sudah
ditindaklanjuti 61%-80% dari total rekomendasi.
Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.
2. Rekomendasi har rutin & PdM untuk pekerjaan yang
membutuhkan unit shutdown dan pekerjaan yang
membutuhkan pengadaan material dan jasa.
3. Asesor dapat melakukan random sampling pengecekan
WO terkait.

Level 4 : 4.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat WO OH 80%≤x<100% sudah


diterbitkan dan Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit dan
rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical)
(80%≤x<100%) sudah ditindaklanjuti. Data base sudah ada di WEB
OUTAGE 80%≤x<100%
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen R1-M1 (review history & rekomendasi oh yang lalu)
80%≤x<100% sudah ditindaklanjuti

Dokumen R1-M1 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 81%-99% dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori
ditindaklanjuti.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 14 / 145

4.2. Dokumen R1-M4 (Lingkup Standart) 80%≤x<100%sudah


disampaikan ke eksekutor, data sudah terupdate di Web Outage

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (81%-99% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.

4.3. Dokumen R1-M3 (rekomendasi pemeliharaan rutin) 80%≤x<100%


sudah ditindaklanjuti

1. Dokumen R1-M3 berisi rekomendasi har rutin dan PdM


dilengkapi No. WO terkait (jika ada) yang sudah
ditindaklanjuti 81%-99% dari total rekomendasi.
Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.
2. Rekomendasi har rutin & PdM untuk pekerjaan yang
membutuhkan unit shutdown dan pekerjaan yang
membutuhkan pengadaan material dan jasa.
3. Asesor dapat melakukan random sampling pengecekan
WO terkait.

Level 5 : 5.1. PM Jadwal dan scope OH sudah dibuat WO OH 100% sudah diterbitkan
Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit, ditindaklanjuti dengan
scope tambahan dan Data base sudah ada di Web MO dan 100%
updated dan terintegrasi. Rekomendasihasil pemeliharaan rutin
(tactical dan non tactical) 100%-sudah ditindaklanjuti Data base sudah
ada di WEB OUTAGE 100%
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen R1-M1 (review history & rekomendasi oh yang lalu) 100%
sudah ditindaklanjuti, updated di maximo dan Web Outage

1. Dokumen R1-M1 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti seluruhnya dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori
ditindaklanjuti.
2. Dokumen diupdate pada maximo dan web Outage

5.2. Dokumen R1-M4 (Lingkup Standart) 80%≤x<100% sudah


disampaikan ke eksekutor, data sudah terupdate di Web Outage dan
Maximo

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 15 / 145

2. Dokumen scope standar OH (100% dari total scope).


Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.

5.3. Dokumen R1-M3 (rekomendasi pemeliharaan rutin) 80%≤x<100%


sudah ditindaklanjuti, updated di Maximo dan Web Outage

1. Dokumen R1-M3 berisi rekomendasi har rutin dan PdM


dilengkapi No. WO terkait (jika ada) yang sudah
ditindaklanjuti seluruhnya dari total rekomendasi.
Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.
2. Rekomendasi har rutin & PdM untuk pekerjaan yang
membutuhkan unit shutdown dan pekerjaan yang
membutuhkan pengadaan material dan jasa.
3. Asesor dapat melakukan random sampling pengecekan
WO terkait.

2. Identifikasi Kebutuhan Material/Sparepart.


Identifikasi kebutuhan sparepart utama/ spesifik dengan delivery time 12 s.d 18
bulan serta penerbitan Issue Requisition/Recommended Order /Purchase
Requisition Maximo sebagai dasar proses pengadaan.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
 Prosedur pengadaan barang & jasa
 Integrated Procedure Manual SCM – Inventory & Warehouse

Transaction Point:
 Dokumen FMEA dari pengelola sistem
 Dokumen inventory policy dari logistic

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah di
identifikasi <35% IR/ RO/PR Maximo belum diterbitkan
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen R1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) <35%
diidentifikasi
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 16 / 145

1. Dokumen R1-K2a dimana Spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah diidentifikasi
sebesar <35% dari total kebutuhan material/jasa standar
OH.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

1.2. Dokumen R1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo belum diterbitkan

Dokumen R1-K2b dimana spare part utama/spesifik dengan


delivery 12 s.d 18 Bulan sudah dilakukan penyusunan alokasi
proses pengadaan sebesar <35% dari total kebutuhan
material/jasa standar OH.

1.3. Dokumen Usulan Anggaran Untuk material/spare part dengan delivery


time 12 s.d 18 bulan

Dokumen surat usulan anggaran (AMS) dari Manajer Unit


Pelaksana ke Unit Induk.

Level 2: 2.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery 12 s.d 18 Bulan
35%≤x<60% sudah di identifikasi & IR/ RO /PR Maximo sudah
diterbitkan 35%≤x<60%dengan spesifikasi lengkap. Data base masih
dalam aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen R1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 35%≤x<60%
diidentifikasi.

1. Dokumen R1-K2a dimana Spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah diidentifikasi
sebesar 35%-60% dari total kebutuhan material/jasa
standar OH.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

2.2. Dokumen R1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 35%≤x<60% sudah diterbitkan

1. Dokumen R1-K2b dimana spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah dilakukan
penyusunan alokasi proses pengadaan sebesar 35%-60%
dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen R1-K2b yang dilengkapi no PR maximo
3. Asesor dapat melakukan random sampling pada no PR yang
terbit.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 17 / 145

2.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 12-18


bulan, 35%≤x<60% dari total program sudah terbit.

Dokumen penetapan anggaran dari unit induk untuk material


dengan delivery time 12 s/d 18 bulan (35%-60% dari total
kebutuhan material)

Level 3 : 3.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery 12 s.d 18 Bulan
60%≤x<80% sudah di identifikasi & IR/ RO/ PR Maximo sudah
diterbitkan dengan spesifikasi lengkap. Data base masih dalam aplikasi
manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen R1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 60%≤x<80%
diidentifikasi.

1. Dokumen R1-K2a dimana Spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah diidentifikasi
sebesar 61%-80% dari total kebutuhan material/jasa
standar OH.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH

3.2. Dokumen R1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 60%≤x<80% sudah diterbitkan

1. Dokumen R1-K2b dimana spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah dilakukan
penyusunan alokasi proses pengadaan sebesar 61%-80%
dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen R1-K2b yang dilengkapi no PR maximo
3. Asesor dapat melakukan random sampling pada no PR
yang terbit.

3.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 12-18


bulan, 60%≤x<80% dari total program sudah terbit.

Dokumen penetapan anggaran dari unit induk untuk


material dengan delivery time 12 s/d 18 bulan (61%-80%
dari total kebutuhan material)

Level 4 : 4.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery 12 s.d 18 Bulan
80%≤x<100% sudah di identifikasi & IR/ RO/ PR Maximo sudah
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 18 / 145

diterbitkan dengan spesifikasi lengkap.Data base sudah ada di web MO


80%≤x<100%updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen R1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 80%≤x<100%
diidentifikasi

1. Dokumen R1-K2a dimana Spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah diidentifikasi
sebesar 81%-99% dari total kebutuhan material/jasa
standar OH.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

4.2. Dokumen R1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 80%≤x<100% sudah diterbitkan, data sudah
diupdate di Web Outage

1. Dokumen R1-K2b dimana spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah dilakukan
penyusunan alokasi proses pengadaan sebesar 81%-99%
dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen R1-K2b yang dilengkapi no PR maximo
3. Asesor dapat melakukan random sampling pada no PR
yang terbit.

4.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 12-18


bulan, 80%≤x<100% dari total program sudah terbit.

Dokumen penetapan anggaran dari unit induk untuk material


dengan delivery time 12 s/d 18 bulan (81%-99% dari total
kebutuhan material)

Level 5 : 5.1. Spare part utama/ spesifik 100% dengan delivery 12 s.d 18 Bulan
sudah di identifikasi & IR/ RO /PR maximo sudah diterbitkan dengan
spesifikasi lengkap.Data base sudah ada di web MO 100% updated dan
terintegrasi
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen R1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 100% diidentifikasi

1. Dokumen R1-K2a dimana Spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah diidentifikasi
sebesar 100% dari total kebutuhan material/jasa standar
OH.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 19 / 145

5.2. Dokumen R1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 100% sudah diterbitkan, data sudah diupdate di
Web Outage dan maximo

1. Dokumen R1-K2b dimana spare part utama/spesifik


dengan delivery 12 s.d 18 Bulan sudah dilakukan
penyusunan alokasi proses pengadaan sebesar 100% dari
total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen R1-K2b yang dilengkapi no PR maximo yang
sudah approve GM.
3. Asesor dapat melakukan random sampling pada no PR
yang terbit.

5.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 12-18


bulan, 100% dari total program sudah terbit.

Dokumen penetapan anggaran dari unit induk untuk


material dengan delivery time 12 s/d 18 bulan (100% dari
total kebutuhan material)

3. Efektivitas Pertemuan/Koordinasi Antar Bidang/ Subdit


Efektifitas dari pertemuan/ koordinasi kegiatan Outage Management terkait
dengan materi yang dibahas dan fungsi/bidang yang terlibat.
1. Materi yang dibahas meliputi: Rencana Tindak Lanjut. Jadwal & Scope OH.
Informasi dari Bidang terkait Terintegrasi dengan WPC Mgt, terkait resourse
mgt (Tools & Sdm).
2. Peserta yang diundang dari Eksekutor : Supervisor./Koord. Mesin, Listrik,
Kontrol, Enjinering, Rendal Har & Staf. Teknisi.
3. Peserta yang diundang dari Pemberi Kerja : M. Har/ M. Eng, Staff, Supervisors
MO & Staf, Supervisors Rendal Har & Staf, Supervisors Mesin, Listrik, Kontrol,
Supervisors Rendal Ops, Supervisors Produksi.
4. Jumlah Peserta yang hadir

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Dokumen Hasil Rapat R1 ke Unit Induk

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 20 / 145

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan dalam range waktu lebih dari 21
hari dari tanggal yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen-dokumen R1 sesuai SK GM dengan pelaksanaan dalam
range waktu >21 hari dari tanggal yang ditetapkan.

1. File print screen jadwal rencana dan realisasi Rapat R1


pada web Outage.
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

Level 2: 2.1. Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan dengan peserta


35%≤x<60%undangan (perfungsi). Materi yang dibahas
35%≤x<60%%. Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan dalam range
waktu 15≤x<21 hari dari tanggal yang ditetapkan. Data base masih
dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen-dokumen R1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
35%≤x<60%, pelaksanaan dalam range waktu 15≤x<21 hari dari
tanggal yang ditetapkan

1. Dokumen R1 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

2.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 35%≤x<60%

Dokumen absensi rapat R1 dengan jumlah peserta sesuai


ketentuan SK GM

Level 3 : 3.1. Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan dengan peserta 60%≤x<80%


undangan (perfungsi).Materi yang dibahas 60%≤x<80%. Pertemuan
kegiatan R1 dilaksanakan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari tanggal
yang ditetapkan. Data base masih dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen-dokumen R1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
60%≤x<80%, pelaksanaan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari
tanggal yang ditetapkan
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 21 / 145

1. Dokumen R1 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM.
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

3.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 60%≤x<80%


Dokumen absensi rapat R1 dengan jumlah peserta sesuai
ketentuan SK GM

Level 4 : 4.1. Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan dengan peserta 80%≤x<100


undangan perfungsi dan salah satu manajer. Materi yang dibahas
80%≤x<100. Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan dalam range waktu
1≤x<7 hari dari tanggal yang ditetapkan Data base sudah ada di SIT
80%≤x<100 updated
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen-dokumen R1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
80%≤x<100%, pelaksanaan dalam range waktu 1≤x<7 hari dari
tanggal yang ditetapkan

1. Dokumen R1 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

4.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 80%≤x<100%


Dokumen absensi rapat R1 dengan jumlah peserta sesuai
ketentuan SK GM

Level 5 : 5.1. Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan dengan peserta 100% undangan


perfungsi dan kedua manajer (pemberi kerja & eksekutor). Materi yang
dibahas 100%. Pertemuan kegiatan R1 dilaksanakan sesuai tanggal
yang ditetapkan. Data base sudah ada di SIT 100% updated dan
terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen-dokumen R1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
100%, pelaksanaan dalam sesuai tanggal yang ditetapkan

1. Dokumen R1 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM diupload pada
web Outage
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 22 / 145

5.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 100%, (Upload ke web Outage


maksimal 7hari setelah rapat)

Dokumen absensi rapat R1 dengan jumlah peserta sesuai


ketentuan SK GM diupload pada web Outage

A3 R2 (12 Month Planning) - Pre Outage Management

1. Review Progress Meeting R1 & Hasil OH Yang Telah Dilaksanakan


Review tindak lanjut meeting R1, hasil evaluasi, rekomendasi & rencana tindak
lanjut OH yang sudah dilaksanakan sebaga input planning. (Note : tindak lanjut =
sudah ada rencana penetapan action plan, target dan PIC oleh Planner Outage).
Up-date : Data terkini/terbaru setelah dilakukan Review oleh Planner. Terintegrasi
: data dapat dishare oleh Bidang lain yang terkait, database ada di Web Outage (ter
update).

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Review progress meeting R1 sudah dilakukan tindak lanjut untuk
planning OH berikutnya.tanpa melibatkan bidang lain
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen Tindak lanjut Rekomendasi OH (Dokumen R2-M1) dilakukan
tanpa melibatkan bidang lain

1. Dokumen R2-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dan berisikan program yang sudah
ditindaklanjuti sebagian dari total rekomendasi OH
sebelumnya.
2. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 23 / 145

Level 2: 2.1. Review progress meeting R1 sudah ada, rekomendasi tindak lanjut,
program , target dan PIC sudah ditetapkan, namun belum dilakukan
prioritisasi, database masih manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen Tindak lanjut rekomendasi OH (Dokumen R2- M1) sudah
lengkap dan melibatkan bidang OME tetapi belum dilakukan prioritas
(database manual).

1. Dokumen R2-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dan berisikan program yang sudah
ditindaklanjuti sebagian dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori
ditindaklanjuti.
2. Absen pelaksanaan rapat wajib melibatkan perwakilan
bidang OME

Level 3 : 3.1. Review progress meeting R1 sudah dilakukan, dievaluasi melalui forum
yang melibatkan bidang terkait (OME) dan sudah dilakukan kajian
enjinering , belum ditetapkan prioritisasi program, Database sudah di
upload di Web Outage 50%≤x<75% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen kajian enjiniring dari rekomendasi OH dan Pemeliharaan
Rutin.

1. Dokumen rekapitulasi ECP berdasarkan rekomendasi OH


dan Pemeliharaan Rutin.
2. Rekomendasi OH dan pemeliharaan rutin yang
membutuhkan kajian enjiniring hanya untuk main part unit
pembangkit/Top 20% kritikal asset.
3. Asesor dapat melakukan random sampling ECP
berdasarkan dokumen rekapitulasi ECP.

3.2. Screenshot Web Outage 50%≤x<75%

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 50%-75% dari total materi dokumen.

Level 4 : 4.1. Review progress meeting R1 sudah dilakukan dan dievaluasi melalui
forum yang melibatkan bidang terkait (OME), sudah ditetapkan
prioritisasi program., database sudah di upload Web Outage
75%≤x<100% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen skala prioritas program rekomendasi
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 24 / 145

Dokumen R2-M1 yang sudah ditandatangani manajemen unit


pelaksana dilengkapi daftar program rekomendasi yang
sudah dilakukan prioritisasi.

4.2. Screenshot Web Outage 75%≤x<100%


File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi
dokumen 76%-99% dari total materi dokumen.

Level 5 : 5.1. Review progress meeting R1 Rencana tindak lanjut rekomendasi sudah
dilakukan dan dievaluasi melalui forum yang melibatkan bidang terkait
(OME) , sudah ditetapkan prioritisasi program, database sudah di
upload di Web Outage 100% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen R2-M1 sudah lengkap dengan skala prioritas dan terupdload
di Web Outage 100% (maksimal 7hari setelah rapat).

1. Dokumen R2-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dilengkapi daftar program rekomendasi
yang sudah dilakukan prioritisasi.
2. File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi
dokumen 100% dari total materi dokumen.
3. Dokumen wajib terupload maksimal 7hari setelah rapat

2. Identifikasi Jadwal & Scope pekerjaan, Performance Unit, Rekomendasi


pemeliharaan Rutin PM, CM, PdM dan ECP
Identifikasi Jadwal, scope of work, baik yang standar maupun tambahan.

Note : Perubahan Standard Job OH maka harus melalui proses reliability


Management dan telah disepakati bidang OME di Meeting R2. Identifikasi
Performance unit (PKU, Hasil Assesment peralatan, Daya mampu netto, efisiensi,
jam operasi unit).

Note : Sudah Terintegrasi dengan Reliability Mgt Rekomendasi hasil dari


pemeliharaan tactical dan non tactical. Note : Tactical/terencana (PM, PdM, FDT
Realibilty Management), Non Tactical/tidak terencana (CR, EM)

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Data FMEA dari Pengelola Sistem
 Laporan realisasi penerapan teknologi PdM ke Pengelola Sistem
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 25 / 145

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006
 An Introduction to Predictive Maintenance, R.Keith Mobley, Butterworth-
Heinemann, 1999

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat. Potret kondisi operasi unit &
rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) sudah
ditindaklanjuti <35%. Telah dilakukan review dan update Standard Job.
Standar job <35% sudah diterbitkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen R2-M3 (Review Kondisi Peralatan) < 35% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya

1. Dokumen R2-M3 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dan berisikan program yang sudah
ditindaklanjuti <35% dari total kondisi peralatan.
2. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

1.2. Dokumen R2-M2 (Rencana Pemeliharaan Periodik)

Dokumen R2-M2 rencana pemeliharaan periodik update pada


web Outage dan sudah disampaikan ke kantor induk.

1.3. Dokumen R2-M4 (Lingkup Standart) < 35% sudah disampaikan ke


eksekutor, data masih dalam bentuk manual.

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (<35% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.

Level 2 : 2.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat. Telah dilakukan review dan update
Standard Job. standar job 35%≤x<60% sudah diterbitkan Sudah
memiliki data potret kondisi operasi unit dan rekomendasi hasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 35%≤x<60% sudah
ditindak lanjuti Data base masih dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen R2-M3 (review kondisi peralatan) 35%≤x<60% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 26 / 145

Dokumen R2-M3 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 36%-60% dari total rekomendasi
hasil review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun
CM. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

2.2. Dokumen R2-M4 (Lingkup Standart) 35%≤x<60%sudah disampaikan


ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (36%-60% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.

Level 3 : 3.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat. Telah dilakukan review dan update
Standard Job. standar job 60%≤x<80% sudah diterbitkan Sudah
memiliki data potret kondisi operasi unit dan rekomendasi hasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 60%≤x<80% sudah
ditindaklanjuti Data base masih dalam aplikasi manual updated
Penjelasan Evidence:
3.1 Dokumen R2-M3 (review kondisi peralatan) 60%≤x<80% sudah
ditindaklanjuti.

Dokumen R2-M3 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 61%-80% dari total rekomendasi
hasil review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun
CM. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

2.3. Dokumen R2-M4 (Lingkup Standart) 60%≤x<80% sudah disampaikan


ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual

1. Dokumen R2-M4.
2. Dokumen scope standar OH (61%-80% dari total scope).
3. Nota dinas AMS ke eksekutor (Internal UP)
4. Surat keluar AMS ke eksekutor (Eksternal UP)

Level 4 : 4.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat Telah dilakukan review dan update
Standard Job. standar job 80%≤x<100% sudah diterbitkan dan Sudah
memiliki data potret kondisi operasi unit dan rekomendasi hasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) (80%≤x<100%) sudah
ditindaklanjuti. Data base sudah ada di Maximo dan web Outage
80%≤x<100%
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 27 / 145

4.1. Dokumen R2-M3 (review kondisi peralatan) 80%≤x<100% sudah


ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya

Dokumen R2-M3 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 81%-99% dari total rekomendasi hasil
review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun CM.
Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja dan
waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

4.2. Dokumen R2-M4 (Lingkup Standart) 80%≤x<100%sudah disampaikan


ke eksekutor

1. Dokumen R2-M4 sudah diupload di web Outage.


2. Dokumen scope standar OH (81%-99% dari total scope).
3. Nota dinas AMS ke eksekutor (Internal UP)
4. Surat keluar AMS ke eksekutor (Eksternal UP)

4.3. Screenshot WO di Maximo 80%≤x<100%

File screenshot berdasarkan lingkup scope standar OH (Modul


PM tipe OH pada maximo)

Level 5 : 5.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat Telah dilakukan review dan update
Standard Job. Standard Job 100% sudah diterbitkan Sudah memiliki
data potret kondisi operasi unit, ditindaklanjuti dengan scope tambahan
dan Data base sudah ada di Web MO dan QPR 100% updated dan
terintegrasi. Rekomendasihasil pemeliharaan rutin (tactical dan non
tactical) 100%-sudah ditindaklanjuti. Data base sudah ada di SIT 100%
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen R2-M3 (review kondisi peralatan) 100% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya

Dokumen R2-M3 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 100% dari total rekomendasi hasil
review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun CM.
Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja dan
waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

5.2. Dokumen R2-M4 (Lingkup Standart) 100% sudah disampaikan ke


eksekutor

1. Dokumen R2-M4 sudah diupload di web Outage.


2. Dokumen scope standar OH (61%-80% dari total scope).
3. Nota dinas AMS ke eksekutor (Internal UP)
4. Surat keluar AMS ke eksekutor (Eksternal UP)
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 28 / 145

5.3. Screenshot WO di Maximo 100%

Berdasarkan lingkup scope standar OH (Modul PM tipe OH


pada maximo)

3. Identifikasi Kebutuhan Material / Sparepart.


Material/Sparepart. Identifikasi kebutuhan sparepart utama/ spesifik dengan
delivery time 6 s.d 12 bulan serta penerbitan Issue Requisition/Recommended
Order sebagaidasar proses pengadaan.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 6 s.d 12 bulan sudah
di identifikasi <35%, IR/ RO/PR Maximo belum diterbitkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen R2-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) <35%
diidentifikasi

1. Dokumen R2-K2a.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

1.2. Dokumen R2-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo belum diterbitkan

1. Dokumen R2-K2b.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

1.3. Dokumen Usulan Anggaran Untuk material/spare part dengan delivery


time 6 s.d 12 bulan

Dokumen surat usulan anggaran (AMS) dari Manajer Unit


Pelaksana ke Unit Induk.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 29 / 145

Level 2 : 2.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 6 s.d 12 bulan
35%≤x<60% sudah di identifikasi, IR/ RO sudah diterbitkan
35%≤x<60%dengan spesifikasi lengkap. Data base masih dalam
aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen R2-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 35%≤x<60%
diidentifikasi.

1. Dokumen R2-K2a dimana Spare part utama/spesifik


dengan delivery 6 s.d 12 Bulan sudah diidentifikasi
sebesar 35%-60% dari total kebutuhan material/jasa
standar OH.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

2.2. Dokumen R2-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR 35%≤x<60% sudah diterbitkan

1. Dokumen R2-K2b dimana spare part utama/spesifik


dengan delivery 6 s.d 12 Bulan sudah dilakukan
penyusunan alokasi proses pengadaan sebesar 35%-60%
dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen R2-K2b yang dilengkapi no PR maximo
3. Asesor dapat melakukan random sampling pada no PR
yang terbit.

2.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 6-12


bulan, 35%≤x<60% dari total
Dokumen penetapan anggaran dari unit induk untuk material
dengan delivery time 6 s/d 12 bulan (35%-60% dari total
kebutuhan material)

Level 3 : 3.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 6 s.d 12 bulan
60%≤x<80% sudah di identifikasi & IR/ RO/ PR Maximo sudah
diterbitkan dengan spesifikasi lengkap.Data base masih dalam aplikasi
manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen R2-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 60%≤x<80%
diidentifikasi.

1. Dokumen R2-K2a dimana Spare part utama/spesifik


dengan delivery 6 s.d 12 Bulan sudah diidentifikasi sebesar
61%-80% dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 30 / 145

3.2. Dokumen R2-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 60%≤x<80% sudah diterbitkan

1. Dokumen R2-K2b dimana spare part utama/spesifik


dengan delivery 6 s.d 12 Bulan sudah dilakukan
penyusunan alokasi proses pengadaan sebesar 61%-80%
dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen R2-K2b yang dilengkapi no PR maximo
3. Asesor dapat melakukan random sampling pada no PR
yang terbit.

3.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 6-12


bulan, 60%≤x<80% dari total program sudah terbit.

Dokumen penetapan anggaran dari unit induk untuk material


dengan delivery time 6 s/d 12 bulan (61%-80% dari total
kebutuhan material)

Level 4 : 4.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 6 s.d 12 bulan
80%≤x<100% sudah di identifikasi & IR/ RO/ PR Maximo sudah
diterbitkan dengan spesifikasi lengkap.Data base sudah ada di web MO
80%≤x<100%updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen R2-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 80%≤x<100%
diidentifikasi

1. Dokumen R2-K2a sesuai dengan kriteria level 2.1 dengan


pencapaian 81%-99%.
2. Dokumen monitoring bulanan, akan di review oleh pembina
induk

4.2. Dokumen R2-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 80%≤x<100% sudah diterbitkan, data sudah
diupdate di Web Outage

1. Dokumen R2-K2b dimana spare part utama/spesifik


dengan delivery 6 s.d 12 Bulan sudah dilakukan
penyusunan alokasi proses pengadaan sebesar 81%-99%
dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen R2-K2b yang dilengkapi no PR maximo
3. Asesor dapat melakukan random sampling pada no PR
yang terbit.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 31 / 145

4.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 6-12


bulan,80%≤x<100% dari total program sudah terbit.

Dokumen penetapan anggaran dari unit induk untuk material


dengan delivery time 6 s/d 12 bulan (81%-99% dari total
kebutuhan material)

Level 5 : 5.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 6 s.d 12 bulan 100%
sudah di identifikasi & IR/ RO/ PR Maximo sudah diterbitkan dengan
spesifikasi lengkap.Data base sudah ada di web MO 100% updated
dan terintegrasi
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen R2-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 100% diidentifikasi

Dokumen R2-K2a sesuai dengan kriteria level 2.1 dengan


pencapaian 100%

5.2. Dokumen R2-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 100% sudah diterbitkan, data sudah diupdate di
Web Outage dan maximo

Dokumen R2-K2b sesuai dengan kriteria level 2.2 dengan


pencapaian 100%

5.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 6-12


bulan, 100% dari total program sudah terbit.

Sesuai dengan kriteria level 2.3 dengan pencapaian 100%

4. Monitoring & Pengendalian Kegiatan Hasil R1.


Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan/koordinasi dan proses kegiatan sesuai
target yang ditetapkan antara lain: Monitoring proses pengadaan mulai dari TOR
IR/PR/RO, HPS, PO, Levering. (Maximo), rentang waktu R1 s.d R2 Material spesifik
yang terkontrak.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Data upload ke induk (web Outage)
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 32 / 145

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 2 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2
Penjelasan Evidence:
1.1. 2 Dokumen monitoring dan pengendalian Prosentase progress
pengadaan material utama dari usulan di R1 0% dari rencana (TOR-
HPS-AANWJZ-KONTRAK-DELIVERY)

1. Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


2. Absen dan foto dengan time stamp.
3. Dilakukan 2 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2 (per
Triwulan)
4. Monitoring yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu
bulan yang sama tidak diakomodir.

Level 2: 2.1 Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 3 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2 Data base masih dalam
aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. 3 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pengadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR Maximo/RO, HPS, PO.

1. Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


2. Absen dan foto dengan time stamp.
3. Dilakukan 3 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2 (per dua
bulan)
4. Monitoring yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu
bulan yang sama tidak diakomodir.

2.2. 35%≤x<60% Usulan Proses Pengadaan pada R1 (lead time 12-18


bulan) sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH dengan


persentase 35%-60% sudah terkontrak

Level 3 : 3.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 4
kali. dalam rentang waktu R1
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 33 / 145

Penjelasan Evidence:
3.1. 4 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR Maximo/RO, HPS, PO,

Dilakukan 4 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2 (per 6


minggu)

3.2. 60%≤x<80% Usulan Proses Pengadaan pada R1 (lead time 12-18


bulan) sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH dengan


persentase 61%-80% sudah terkontrak

Level 4 : 4.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 5 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2. Data base sudah ada
di Web MO <100%updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. 5 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR Maximo/RO, HPS, PO,

Dilakukan 5 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2 (per 5


minggu)

4.2. Dokumen sudah ada di Web Outage <100%, Maksimal di upload 7 hari
setelah Tanggal Dokumen Monitoring

Dokumen monitoring kurang dari 100% diupload pada web


Outage

4.3. 80%≤x<100% Usulan Proses Pengadaan pada R1 (lead time 12-18


bulan) sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH dengan


persentase 100% sudah terkontrak

Level 5 : 5.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 6 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2.Data base sudah ada
di SIT 100% updated dan terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. 6 (Enam) Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan
mulai dari TOR/Spesifikasi, IR/PR Maximo/RO, HPS, PO, Levering
lengkap dengan rencana dan realisasi.
Dokumen monitoring Levering (delivery time) lengkap dengan rencana
dan realisasi.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 34 / 145

Dilakukan 6 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2 (per 1 bulan)

5.2. Dokumen sudah ada di Web Outage 100%, Maksimal di upload 7 hari
setelah Tanggal Dokumen Monitoring

1. File screenshot bukti dokumen sudah diupload pada web


Outage
2. Time log upload dokumen

5.3. Seluruh Usulan Proses Pengadaan pada R1 (lead time 12-18 bulan)
100% sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


dengan persentase 100% sudah terkontrak

5. Efektivitas Pertemuan/ Koordinasi Antar Bidang/ Subdit.


Efektifitas dari pertemuan/ koordinasi kegiatan Outage Management terkait dengan
materi yang dibahas dan fungsi/bidang yang terlibat.
1. Materi yang dibahas meliputi: Rencana Tindak Lanjut. Jadwal & Scope OH.
Informasi dari Bidang terkait Terintegrasi dengan WPC Mgt, terkait resourse
mgt (Tools & Sdm).
2. Peserta yang diundang dari Eksekutor : M. Project/ K. PLTA/ M. Tek/ M
Renbintek , Supervisor./Koord. Mesin, Listrik, Kontrol, Enjinering, Rendal Har
& Staf. Teknisi.
3. Peserta yang diundang dari Pemberi Kerja : M. Har/ M. Eng, Staff,
Supervisors MO & Staf, Supervisors Rendal Har & Staf, Supervisors Mesin,
Listrik, Kontrol, Supervisors Rendal Ops, Supervisors Produksi.
4. Jumlah Peserta yang hadir

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 35 / 145

Level 1 : 1.1. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dalam range waktu lebih dari 21
hari dari tanggal yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen-dokumen R2 sesuai SK GM dengan pelaksanaan dalam
range waktu >21 hari dari tanggal yang ditetapkan.

1. File print screen jadwal rencana dan realisasi Rapat R2


pada web Outage.
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

Level 2: 2.1. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dengan peserta


35%≤x<60%undangan (perfungsi). Materi yang dibahas
35%≤x<60%%. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dalam range
waktu 15≤x<21 hari dari tanggal yang ditetapkan. Data base masih
dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen-dokumen R2 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
35%≤x<60%, pelaksanaan dalam range waktu 15≤x<21 hari dari
tanggal yang ditetapkan.

1. Dokumen R2 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

2.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 35%≤x<60%

Dokumen absensi rapat R2 dengan jumlah peserta sesuai


ketentuan SK GM

Level 3 : 3.1. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dengan peserta 60%≤x<80%


undangan (perfungsi).Materi yang dibahas 60%≤x<80%. Pertemuan
kegiatan R2 dilaksanakan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari tanggal
yang ditetapkan. Data base masih dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen-dokumen R2 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
60%≤x<80%, pelaksanaan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari
tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

3.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 60%≤x<80%


Sesuai perhitungan poin level 2
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 36 / 145

Level 4 : 4.1. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dengan peserta 80%≤x<100


undangan perfungsi dan salah satu manajer. Materi yang dibahas
80%≤x<100. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dalam range waktu
1≤x<7 hari dari tanggal yang ditetapkan Data base sudah ada di SIT
80%≤x<100 updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dengan peserta 80%≤x<100
undangan perfungsi dan salah satu manajer. Materi yang dibahas
80%≤x<100. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dalam range waktu
1≤x<7 hari dari tanggal yang ditetapkan Data base sudah ada di SIT
80%≤x<100 updated.
Sesuai perhitungan poin level 2

4.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 80%≤x<100%


Sesuai perhitungan poin level 2

Level 5 : 5.1. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan dengan peserta 100% undangan


perfungsi dan kedua manajer (pemberi kerja & eksekutor). Materi yang
dibahas 100%. Pertemuan kegiatan R2 dilaksanakan sesuai tanggal
yang ditetapkan. Data base sudah ada di SIT 100% updated dan
terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen-dokumen R2 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
100%, pelaksanaan dalam sesuai tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

5.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 100%


Sesuai perhitungan poin level 2

A4 R3 (6 Month Planning) - Pre Outage Management


1. Review Progress Meeting R2 & Hasil OH Yang Telah Dilaksanakan
Review tindak lanjut meeting R2, hasil evaluasi, rekomendasi & rencana tindak
lanjut OH yang sudah dilaksanakan sebaga input planning.
(Note : tindak lanjut = sudah ada rencana penetapan action plan, target dan PIC
oleh Planner Outage)
Up-date : Data terkini/terbaru setelah dilakukan Review oleh Planner.
Terintegrasi : data dapat dishare oleh Bidang lain yang terkait, database ada di Web
Outage (ter up- date).

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 37 / 145

 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Review progress meeting R2 sudah dilakukan tindak lanjut untuk
planning OH berikutnya.tanpa melibatkan bidang lain
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen Tindak lanjut Rekomendasi OH

Dokumen R3-M1 ditandatangani manajemen unit.

Level 2 : 2.1. Review progress meeting R2 sudah ada, rekomendasi tindak lanjut,
program , target dan PIC sudah ditetapkan, namun belum dilakukan
prioritisasi, database masih manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen Tindak lanjut rekomendasi OH (Dokumen R3- M1) sudah
lengkap dan melibatkan bidang OME tetapi belum dilakukan prioritas
(database manual)

1. Dokumen R3-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dan berisikan program yang sudah
ditindaklanjuti sebagian dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori
ditindaklanjuti.
2. Absen pelaksanaan rapat wajib melibatkan perwakilan
bidang OME

Level 3 : 3.1. Review progress meeting R2 sudah dilakukan, dievaluasi melalui


forum yang melibatkan bidang terkait (OME) dan sudah dilakukan
kajian enjinering , belum ditetapkan prioritisasi program, Database
sudah di upload di Web Outage 50%≤x<75% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen kajian enjiniring dari rekomendasi OH dan Pemeliharaan
Rutin.

1. Dokumen rekapitulasi ECP berdasarkan rekomendasi OH


dan Pemeliharaan Rutin.
2. Rekomendasi OH dan pemeliharaan rutin yang
membutuhkan kajian enjiniring hanya untuk main part
unit pembangkit/Top 20% kritikal asset.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 38 / 145

3. Asesor dapat melakukan random sampling ECP


berdasarkan dokumen rekapitulasi ECP.

3.2. Screenshot Web Outage 50%≤x<75%

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 50%-75% dari total materi dokumen.

Level 4 : 4.1. Review progress meeting R2 sudah dilakukan dan dievaluasi melalui
forum yang melibatkan bidang terkait (OME) , sudah ditetapkan
prioritisasi program., database
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen skala prioritas program rekomendasi.

Dokumen R3-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dilengkapi daftar program rekomendasi yang
sudah dilakukan prioritisasi.

4.2. Screenshot Web Outage 75%≤x<100%

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 76%-99% dari total materi dokumen.

Level 5 : 5.1. Review progress meeting R2 Rencana tindak lanjut rekomendasi sudah
dilakukan dan dievaluasi melalui forum yang melibatkan bidang terkait
(OME) , sudah ditetapkan prioritisasi program, database sudah di
upload di Web Outage 100% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen R3-M1 sudah lengkap dengan skala prioritas dan terupdload
di Web Outage 100% (maksimal 7hari setelah rapat)

1. Dokumen R3-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dilengkapi daftar program rekomendasi
yang sudah dilakukan prioritisasi.
2. File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi
dokumen 100% dari total materi dokumen.
3. Dokumen wajib terupload maksimal 7hari setelah rapat

2. Identifikasi Jadwal & Scope pekerjaan, Performance Unit, Rekomendasi


pemeliharaan Rutin PM, CM, PdM dan ECP

Identifikasi Jadwal, scope of work, baik yang standar maupun tambahan.


Note : Perubahan Standard Job OH maka harus melalui proses reliability
Management dan telah disepakati bidang OME di Meeting R2. Identifikasi
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 39 / 145

Performance unitc(PKU, Hasil Assesment peralatan, Daya mampu netto,


efisiensi, jam operasi unit).
Note : Sudah Terintegrasi dengan Reliability Mgt Rekomendasi hasil dari
pemeliharaan tactical dan non tactical. Note : Tactical/terencana (PM,
PdM, FDT Realibilty Management), Non Tactical/tidak terencana (CR, EM)

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Jadwal dan scope OH belum dibuat, potret kondisi operasi unit &
Rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) sudah
ditindaklanjuti <35% , Telah dilakukan review dan update Standard
Job. WO OH <35% sudah diterbitkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen R3-M3 (Review Kondisi Peralatan) < 35% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya.

1. Dokumen R3-M3 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dan berisikan program yang sudah
ditindaklanjuti <35% dari total kondisi peralatan.
2. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

1.2. Dokumen R3-M2 (Rencana Pemeliharaan Periodik).

Dokumen R3-M2 rencana pemeliharaan periodik update pada


web Outage dan sudah disampaikan ke kantor induk.

1.3. Dokumen R3-M4 (Lingkup Standart) < 35% sudah disampaikan ke


eksekutor, data masih dalam bentuk manual

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (<35% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 40 / 145

Level 2 : 2.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, Telah dilakukan review dan update
Standard Job, WO OH 35%≤x<60% sudah diterbitkan.Sudah memiliki
data potret kondisi operasi unit dan Rekomendasi hasil pemeliharaan
rutin (tactical dan non tactical) 35%≤x<60% sudah ditindak lanjuti.
Data base masih dalam aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen R3-M3 (review kondisi peralatan) 35%≤x<60% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya.

Dokumen R3-M4 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 36%-60% dari total rekomendasi
hasil review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun
CM. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

2.2. Dokumen R3-M4 (Lingkup Standar) 35%≤x<60% sudah disampaikan


ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual.

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (36%-60% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.

Level 3 : 3.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, Telah dilakukan review dan update
Standard Job, WO OH 60%≤x<80% sudah diterbitkan.
3.2. Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit dan Rekomendasi hasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 60%≤x<80% sudah
ditindaklanjuti. Data base masih dalam aplikasi manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen R3-M3 (review kondisi peralatan) 60%≤x<80% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya

Dokumen R3-M3 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 61%-80% dari total rekomendasi
hasil review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun
CM. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

3.2. Dokumen R3-M4 (Lingkup Standart) 60%≤x<80%sudah disampaikan


ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual.

1. Dokumen R2-M4.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 41 / 145

2. Dokumen scope standar OH (61%-80% dari total scope).


3. Nota dinas AMS ke eksekutor (Internal UP)
4. Surat keluar AMS ke eksekutor (Eksternal UP)

Level 4 : 4.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, Telah dilakukan review dan update
Standard Job, WO OH 80%≤x<100 sudah diterbitkan. updated.
Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit, ditindaklanjuti
menjadi scope tambahan. Rekomendasihasil pemeliharaan rutin
(tactical dan non tactical) 80%≤x<100 -sudah ditindaklanjuti. Data
base sudah ada di SIT, 80%≤x<100
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen R3-M3 (review kondisi peralatan) 80%≤x<100% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya.

Dokumen R3-M3 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 81%-99% dari total rekomendasi hasil
review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun CM.
Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja dan
waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

4.2. Dokumen R3-M4 (Lingkup Standart) 80%≤x<100%sudah


disampaikan ke eksekutor.

1. Dokumen R2-M4 sudah diupload di web Outage.


2. Dokumen scope standar OH (61%-80% dari total scope).
3. Nota dinas AMS ke eksekutor (Internal UP)
4. Surat keluar AMS ke eksekutor (Eksternal UP)

4.3. Screenshot WO di Maximo 80%≤x<100%.

File screenshot berdasarkan lingkup scope standar OH


(Modul PM tipe OH pada maximo)

Level 5 : 5.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, Telah dilakukan review dan update
Standard Job, WO OH 100% sudah diterbitkan.Data base sudah ada di
Web MO dan QPR 100% updated dan terintegrasi. Sudah memiliki data
potret kondisi operasi unit, ditindaklanjuti dengan scope tambahan dan
Data base sudah ada di Web MO dan QPR 100% updated dan
terintegrasi. Rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non
tactical) 100%-sudah ditindaklanjuti. Data base sudah ada di SIT 100%
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen R3-M3 (review kondisi peralatan) 100% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya
Sesuai perhitungan level 4
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 42 / 145

5.2. Dokumen R3-M4 (Lingkup Standart) 100%sudah disampaikan ke


eksekutor
Sesuai perhitungan level 4

5.3. Screenshot WO di Maximo 100%


Sesuai perhitungan level 4

3. Identifikasi Kebutuhan Material/Sparepart.


Identifikasi kebutuhan sparepart utama/ spesifiksesuai dengan delivery time serta
penerbitan Issue Requisition/Recommended Order sebagaidasar proses pengadaan.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 3s.d 6 bulan sudah di
identifikasi <35%, IR/ RO/PR belum diterbitkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen R3-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) <35%
diidentifikasi.

1. Dokumen R3-K2a.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

1.2. Dokumen R3-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo belum diterbitkan
1. Dokumen R2-K2b.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

1.3. Dokumen Usulan Anggaran Untuk material/spare part dengan delivery


time 3 s.d 6 bulan.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 43 / 145

Dokumen surat usulan anggaran (AMS) dari Manajer Unit


Pelaksana ke Unit Induk.

Level 2 : 2.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 3 s.d 6 bulan
35%≤x<60% sudah di identifikasi, IR/ RO sudah diterbitkan
35%≤x<60%dengan spesifikasi lengkap. Data base masih dalam
aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen R3-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 35%≤x<60%
diidentifikasi

1. Dokumen R3-K2a dimana Spare part utama/spesifik


dengan delivery 3 s.d 6 Bulan sudah diidentifikasi sebesar
35%-60% dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen kebutuhan material/jasa standar OH.

2.2. Dokumen R3-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 35%≤x<60% sudah diterbitkan.

1. Dokumen R3-K2b dimana spare part utama/spesifik


dengan delivery 3 s.d 6 Bulan sudah dilakukan penyusunan
alokasi proses pengadaan sebesar 35%-60% dari total
kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen R2-K2b yang dilengkapi no PR maximo

2.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 3-6


bulan, 35%≤x<60% dari total program sudah terbit.

Dokumen penetapan anggaran dari unit induk untuk material


dengan delivery time 3 s/d 6 bulan (35%-60% dari total
kebutuhan material)

Level 3 : 3.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 3 s.d 6 bulan
60%≤x<80% sudah di identifikasi & IR/ RO sudah diterbitkan dengan
spesifikasi lengkap.Data base masih dalam aplikasi manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen R3-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 60%≤x<80%
diidentifikasi
Sesuai perhitungan level 2

3.2. Dokumen R3-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 60%≤x<80% sudah diterbitkan
Sesuai perhitungan level 2
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 44 / 145

3.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 3-6


bulan, 60%≤x<80% dari total program sudah terbit.
Sesuai perhitungan level 2

Level 4 : 4.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 3 s.d 6 bulan
80%≤x<100% sudah di identifikasi & IR/ RO sudah diterbitkan dengan
spesifikasi lengkap.Data base sudah ada di web MO
80%≤x<100%updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen R3-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 80%≤x<100%
diidentifikasi
Sesuai perhitungan level 2

4.2. Dokumen R3-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 80%≤x<100% sudah diterbitkan, data sudah
diupdate di Web Outage
Sesuai perhitungan level 2 dan data diupload pada web
Outage

4.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 3-6


bulan, 80%≤x<100% dari total program sudah terbit.
Sesuai perhitungan level 2

Level 5 : 5.1. Spare part utama/ spesifik dengan delivery time 3 s.d 6 bulan 100%
sudah di identifikasi & IR/ RO sudah diterbitkan dengan spesifikasi
lengkap.Data base sudah ada di web MO 100% updated dan
terintegrasi
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen R3-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 100% diidentifikasi
Sesuai perhitungan level 2

5.2. Dokumen R3-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR 100% sudah diterbitkan, data sudah diupdate di Web
Outage dan maximo
Sesuai perhitungan level 2 dan data sudah diupdate pada web
Outage dan maximo

5.3. Penetapan anggaran Untuk Material/Spare Part dengan delivery 3-6


bulan, 100% dari total program sudah terbit.
Sesuai perhitungan level 2
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 45 / 145

4. Monitoring & Pengendalian Kegiatan Hasil R2.


Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan/koordinasi dan proses kegiatan sesuai
target yang ditetapkan antara lain: Monitoring proses pengadaan mulai dari TOR
IR/PR/RO, HPS, PO, Levering. (Ellipse/ Maximo), rentang waktu R2 s.d R3 Material
spesifik yang terkontrak.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 2 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3
Penjelasan Evidence:
1.1 2 Dokumen monitoring dan pengendalian Prosentase progress
pengadaan material utama dari usulan di R2 0% dari rencana.

1. Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


2. Absen dan foto dengan time stamp.
3. Dilakukan 2 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3 (per
Triwulan)
4. Monitoring yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu
bulan yang sama tidak diakomodir.

Level 2 : 2.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 3 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3 Data base masih dalam
aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. 3 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pengadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO>

1. Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


2. Absen dan foto dengan time stamp.
3. Dilakukan 3 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3 (per
dua bulan)
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 46 / 145

4. Monitoring yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu


bulan yang sama tidak diakomodir.

2.2. 35%≤x<60% Usulan Proses Pengadaan pada R2 (lead time 6-12


bulan) sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH dengan


persentase 35%-60% sudah terkontrak

Level 3 : 3.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 4 kali. dalam rentang waktu R2 s.d R3 Data base masih dalam
aplikasi manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. 4 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO.

Dilakukan 4 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3 (per 6


minggu)

3.2. 60%≤x<80% Usulan Proses Pengadaan pada R2 (lead time 6-12


bulan) sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH dengan


persentase 61%-80% sudah terkontrak

Level 4 : 4.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 5 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3. Data base sudah ada
di Web MO <100%updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. 5 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO.

Dilakukan 5 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2 (per 5


minggu)

4.2. Dokumen sudah ada di Web Outage <100%, Maksimal di upload 7 hari
setelah Tanggal Dokumen Monitoring.

1. Dokumen monitoring kurang dari 100% diupload pada


web Outage
2. File screenshot time log upload dokumen
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 47 / 145

4.3. 80%≤x<100% Usulan Proses Pengadaan pada R2 (lead time 6-12


bulan) sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH dengan


persentase 80%-99% sudah terkontrak

Level 5 : 5.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 6 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3.Data base sudah ada
di SIT 100% updated dan terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. 6 (Enam) Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan
mulai dari TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO, Levering lengkap
dengan rencana dan realisasi.

Dilakukan 6 kali dalam rentang waktu R1 s.d R2 (per 1 bulan).

5.2. Dokumen sudah ada di Web Outage 100%, Maksimal di upload 7 hari
setelah Tanggal Dokumen Monitoring

1. File screenshot bukti dokumen sudah diupload pada web


Outage
2. Time log upload dokumen

5.3. Seluruh Usulan Proses Pengadaan pada R2 (lead time 6-12 bulan)
100% sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


dengan persentase 100% sudah terkontrak

5. Efektivitas Pertemuan/ Koordinasi Antar Bidang/ Subdit.


Efektifitas dari pertemuan/ koordinasi kegiatan Outage Management terkait dengan
materi yang dibahas dan fungsi/bidang yang terlibat.
1. Materi yang dibahas meliputi: Rencana Tindak Lanjut. Jadwal & Scope OH.
Informasi dari Bidang terkait Terintegrasi dengan WPC Mgt, terkait resourse mgt
(Tools & Sdm).
2. Peserta yang diundang dari Eksekutor : M. Project/ K. PLTA/ M. Tek/ M
Renbintek ,Supervisor./Koord. Mesin, Listrik, Kontrol, Enjinering, Rendal Har &
Staf. Teknisi.
3. Peserta yang diundang dari Pemberi Kerja :
M. Har/ M. Eng, Staff, Supervisors MO & Staf, Supervisors Rendal Har & Staf,
Supervisors Mesin, Listrik, Kontrol, Supervisors Rendal Ops, Supervisors
Produksi.
4. Jumlah Peserta yang hadir
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 48 / 145

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Pertemuan kegiatan R3 dilaksanakan dalam range waktu lebih dari 21
hari dari tanggal yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen-dokumen R3 sesuai SK GM dengan pelaksanaan dalam
range waktu >21 hari dari tanggal yang ditetapkan.

1. File print screen jadwal rencana dan realisasi Rapat R3


pada web Outage.
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

Level 2 : 2.1. Pertemuan kegiatan R3 dilaksanakan dengan peserta


35%≤x<60%undangan (perfungsi). Materi yang dibahas
35%≤x<60%%. Pertemuan kegiatan R3 dilaksanakan dalam range
waktu 15≤x<21 hari dari tanggal yang ditetapkan. Data base masih
dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen-dokumen R3 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
35%≤x<60%, pelaksanaan dalam range waktu 15≤x<21 hari dari
tanggal yang ditetapkan.

1. Dokumen R3 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

2.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 35%≤x<60%.

Dokumen absensi rapat R3 dengan jumlah peserta sesuai


ketentuan SK GM
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 49 / 145

Level 3 : 3.1. Pertemuan kegiatan R3 dilaksanakan dengan peserta 60%≤x<80%


undangan (perfungsi).Materi yang dibahas 60%≤x<80%. Pertemuan
kegiatan R3 dilaksanakan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari
tanggal yang ditetapkan. Data base masih dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen-dokumen R3 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
60%≤x<80%, pelaksanaan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari
tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

3.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 60%≤x<80%


Sesuai perhitungan poin level 2

Level 4 : 4.1. Pertemuan kegiatan R3 dilaksanakan dengan peserta 80%≤x<100


undangan perfungsi dan salah satu manajer. Materi yang dibahas
80%≤x<100. Pertemuan kegiatan R3 dilaksanakan dalam range waktu
1≤x<7 hari dari tanggal yang ditetapkan Data base sudah ada di SIT
80%≤x<100 updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen-dokumen R3 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
80%≤x<100%, pelaksanaan dalam range waktu 1≤x<7 hari dari
tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

4.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 80%≤x<100%


Sesuai perhitungan poin level 2

Level 5 : 5.1. Pertemuan kegiatan R3 dilaksanakan dengan peserta 100% undangan


perfungsi dan kedua manajer (pemberi kerja & eksekutor). Materi yang
dibahas 100%. Pertemuan kegiatan R3 dilaksanakan sesuai tanggal
yang ditetapkan. Data base sudah ada di SIT 100% updated dan
terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen-dokumen R3 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
100%, pelaksanaan dalam sesuai tanggal yang ditetapkan

Sesuai perhitungan poin level 2

5.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 100%

Sesuai perhitungan poin level 2


PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 50 / 145

A5 P1 (3 Month Planning) - Pre Outage Management

1. Review Progress Meeting R3 & Hasil OH Yang Telah Dilaksanakan


Review tindak lanjut meeting R3, hasil evaluasi, rekomendasi & rencana tindak
lanjut OH yang sudah dilaksanakan sebagai input planning.

(Note : tindak lanjut = sudah ada rencana penetapan action plan, target dan PIC
oleh Planner Outage)

Up-date : Data terkini/terbaru setelah dilakukan Review oleh Planner.


Terintegrasi : data dapat dishare oleh Bidang lain yang terkait, database ada di Web
Outage (terupdate).

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Review progress meeting R3 sudah dilakukan tindak lanjut untuk
planning OH berikutnya tanpa melibatkan bidang lain
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen Tindak lanjut Rekomendasi OH

Dokumen P1-M1 ditandatangani manajemen unit


Level 2 : 2.1. Review progress meeting R3 sudah ada, rekomendasi tindak lanjut,
program , target dan PIC sudah ditetapkan, namun belum dilakukan
prioritisasi, database masih manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen Tindak lanjut rekomendasi OH(Dokumen P1- M1) sudah
lengkap dan melinbatkan bidang OME tetapi belum dilakukan prioritas
(database manual)

1. Dokumen P1-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dan berisikan program yang sudah
ditindaklanjuti sebagian dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 51 / 145

rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori


ditindaklanjuti.
2. Absen pelaksanaan rapat wajib melibatkan perwakilan
bidang OME

Level 3 : 3.1. Review progress meeting R3 sudah dilakukan, dievaluasi melalui forum
yang melibatkan bidang terkait (OME) dan sudah dilakukan kajian
enjinering , belum ditetapkan prioritisasi program, Database sudah di
upload di Web Outage 50%≤x<75% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen kajian enjiniring dari rekomendasi OH dan Pemeliharaan
Rutin.

1. Dokumen rekapitulasi ECP berdasarkan rekomendasi OH


dan Pemeliharaan Rutin.
2. Rekomendasi OH dan pemeliharaan rutin yang
membutuhkan kajian enjiniring hanya untuk main part unit
pembangkit/Top 20% kritikal asset.
3. Asesor dapat melakukan random sampling ECP
berdasarkan dokumen rekapitulasi ECP.

3.2. Screenshot Web Outage 50%≤x<75%

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 50%-75% dari total materi dokumen.

Level 4 : 4.1. Review progress meeting R3 sudah dilakukan dan dievaluasi melalui
forum yang melibatkan bidang terkait (OME) , sudah ditetapkan
prioritisasi program., database sudah di upload Web Outage
75%≤x<100% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen skala prioritas program rekomendasi

Dokumen prioritisasi menggunakan kertas kerja risiko

4.2. Screenshot Web Outage 75%≤x<100%

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 76%-99% dari total materi dokumen.

Level 5 : 5.1. Review progress meeting R3 Rencana tindak lanjut rekomendasi sudah
dilakukan dan dievaluasi melalui forum yang melibatkan bidang terkait
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 52 / 145

(OME) , sudah ditetapkan prioritisasi program, database sudah di


upload di Web Outage 100% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
5.1 Dokumen P1-M1 sudah lengkap dengan skala prioritas dan terupdload
di Web Outage 100% (maksimal 7hari setelah rapat)

1. Dokumen P1-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dilengkapi daftar program rekomendasi
yang sudah dilakukan prioritisasi.
2. File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi
dokumen 100% dari total materi dokumen.
3. Dokumen wajib terupload maksimal 7hari setelah rapat

2. Identifikasi Jadwal & Scope pekerjaan, Performance Unit, Rekomendasi


pemeliharaan RutinPM,CM,PdM dan ECP
Identifikasi Jadwal, scope of work, baik yang standar maupun tambahan.

Note :
Perubahan Standard Job OH maka harus melalui proses reliability Management dan
telah disepakati bidang OME di meeting R3. identifikasi performance unit (PKU, hasil
assesment peralatan, daya mampu netto, efisiensi, jam operasi unit).

Note :
Sudah terintegrasi dengan Reliability Management Rekomendasi hasil dari
pemeliharaan tactical dan non tactical.

Note : Tactical/terencana (PM, PdM, FDT Reliabilty Management), Non


Tactical/tidak terencana (CR, EM)

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -
Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. Jadwal dan scope OH belum dibuat, potret kondisi operasi unit &
Rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) sudah
ditindaklanjuti <35% , WO OH <35% sudah diterbitkan.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 53 / 145

Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P1-M4 (Review Report) < 35% sudah ditindaklanjuti/sudah
ada action plan penyelesaiannya.

1. Dokumen P1-M4 (Review Report R3) yang sudah


ditandatangani manajemen unit pelaksana dan berisikan
program yang sudah ditindaklanjuti <35% dari total kondisi
peralatan.
2. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

1.2. Dokumen P1-M3a (Rencana Pemeliharaan Periodik).

Dokumen jadwal rencana pemeliharaan periodik update pada


web Outage dan sudah disampaikan ke kantor induk.

1.3. Dokumen P1-M3b (Kesepakatan Scope) < 35% sudah disampaikan ke


eksekutor, data masih dalam bentuk manual.

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (<35% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.
3. WO OH sudah approved di maximo (<35%)

Level 2 : 2.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 35%≤x<60%


Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen P1-M4 (review report) 35%≤x<60% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya.

Dokumen P1-M4 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 36%-60% dari total rekomendasi
hasil review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun
CM. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

2.2. Dokumen P1-M3b (Kesepakatan Scope) 35%≤x<60%sudah


disampaikan ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (36%-60% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.
3. WO OH sudah approved di maximo
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 54 / 145

Level 3 : 3.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 60%≤x<80%


Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen P1-M4 (review report) 60%≤x<80% sudah ditindaklanjuti
Sesuai perhitungan level 2

3.2. Dokumen P1-M3b (Kesepakatan Scope) 60%≤x<80%sudah


disampaikan ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual.

1. Dokumen scope standar OH (61%-80% dari total scope).


2. Nota dinas AMS ke eksekutor (Internal UP)
3. Surat keluar AMS ke eksekutor (Eksternal UP)

Level 4 : 4.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 80%≤x<100 sudah


diterbitkan. updated. Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit,
ditindaklanjuti menjadi scope tambahan. Rekomendasihasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 80%≤x<100 -sudah
ditindaklanjuti. Data base sudah ada di SIT, 80%≤x<100
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen P1-M4 (review report) 80%≤x<100% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya
Sesuai perhitungan level 2

4.2. Dokumen P1-M3b (Kesepakatan Scope) 80%≤x<100%sudah


disampaikan ke eksekutor
Sesuai perhitungan level 2

4.3. Screenshot WO di Maximo 80%≤x<100%

File screenshot berdasarkan lingkup scope standar OH (Modul


PM tipe OH pada maximo)

Level 5 : 5.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 100% sudah


diterbitkan.Data base sudah ada di Web MO dan QPR 100% updated
dan terintegrasi. Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit,
ditindaklanjuti dengan scope tambahan dan Data base sudah ada di
Web MO dan QPR 100% updated dan terintegrasi. Rekomendasihasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 100%-sudah
ditindaklanjuti. Data base sudah ada di SIT 100%
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen P1-M4 (review report) 100% sudah ditindaklanjuti/sudah
ada action plan penyelesaiannya
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 55 / 145

Sesuai perhitungan level 4

5.2. Dokumen P1-M3b (Kesepakatan Scope) 100%sudah disampaikan ke


eksekutor
Sesuai perhitungan level 4

5.3. Screenshot WO di Maximo 100%


Sesuai perhitungan level 4

3. Kesiapan Spare-part Spesifik & Material Umum.


Kesiapan Sparepart Spesifik & Material Umum. sesuai delivery time serta penerbitan
Issue Requisition/Recommended Order sebagai dasar proses pengadaan.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006
 An Introduction to Predictive Maintenance, R.Keith Mobley, Butterworth-
Heinemann, 1999

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Spare part utama/ spesifik dan umum di identifikasi <35% sudah di
identifikasi dan IR/ RO/ PR Maximo <35% diterbitkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) <35%
diidentifikasi

Dokumen P1-K2a yang berisi daftar semua material baik part


utama maupun consumable OH

1.2. Dokumen P1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR sudah diterbitkan.

Dokumen P1-K2b yang berisi daftar semua material baik part


utama maupun consumable OH

1.3. Dokumen P1-K5.1 (kesiapan material umum/consumable) < 35%


diidentifikasi.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 56 / 145

Dokumen P1-K5.1 khusus consumable (kesiapan <35% dari


total standard material consumable OH)

1.4. Penetapan anggaran Untuk Material umum dengan delivery sampai


dengan 3 bulan, <35% dari total program sudah terbit.

Dokumen penetapan anggaran material umum OH dengan


delivery time 3 bulan (kesiapan <35% dari total standard
material consumable OH)

Level 2 : 2.1. Spare part utama/ spesifik dan umum 35%≤x<60% sudah di
identifikasi & 35%≤x<60% IR/ RO sudah diterbitkan dengan
spesifikasi lengkap.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen P1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 35%≤x<60%
diidentifikasi.

Dokumen P1-K2a yang berisi daftar semua material baik part


utama/jasa maupun consumable OH.

2.2. Dokumen P1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR 35%≤x<60% sudah diterbitkan.

1. Dokumen P1-K2b dimana semua material baik part


utama/jasa maupun consumable OH sudah dilakukan
penyusunan alokasi proses pengadaan sebesar 35%-60%
dari total kebutuhan material/jasa standar OH.
2. Dokumen P1-K2b yang dilengkapi no PR maximo
3. Asesor dapat melakukan random sampling pengecekan
nomor PR maximo

2.3. Dokumen P1-K5.1 (kesiapan material umum/consumable) IR/RO/PR


35%≤x<60% sudah diterbitkan
1. Dokumen P1-K5.1 dimana semua material consumable OH
sudah dilakukan penyusunan alokasi proses pengadaan
sebesar 35%-60% dari total consumable standar OH.
2. Dokumen P1- K5.1 yang dilengkapi no PR maximo.
3. Asesor dapat melakukan random sampling pengecekan
nomor PR maximo

2.4. Penetapan anggaran Untuk Material umum dengan delivery sampai


dengan 3 bulan, 35%≤x<60% dari total program sudah terbit.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 57 / 145

Dokumen penetapan anggaran material umum OH dengan


delivery time 3 bulan (kesiapan 35%-60%) dari total
standard material consumable OH)

Level 3 : 3.1. Spare part utama/ spesifik dan umum 60%≤x<80% sudah di
identifikasi &60%≤x<80% IR/ RO sudah diterbitkan dengan spesifikasi
lengkap. Data base masih dalam aplikasi manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen P1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 60%≤x<80%
diidentifikasi
Sesuai perhitungan level 2

3.2. Dokumen P1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 60%≤x<80% sudah diterbitkan
Sesuai perhitungan level 2

3.3. Dokumen P1-K5.1 (kesiapan material umum/consumable) IR/RO/PR


Maximo 60%≤x<80% sudah diterbitkan
Sesuai perhitungan level 2

3.4. Penetapan anggaran Untuk Material umum dengan delivery sampai


dengan 3 bulan, 60%≤x<80% dari total program sudah terbit.
Sesuai perhitungan level 2

Level 4 : 4.1. Spare part utama/ spesifik dan umum 80%≤x<100% sudah di
identifikasi &80%≤x<100% IR/ RO sudah diterbitkan dengan
spesifikasi lengkap. Data base sudah ada di web MO 75% updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen P1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 80%≤x<100%
diidentifikasi
Sesuai perhitungan level 2

4.2. Dokumen P1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 80%≤x<100% sudah diterbitkan, data sudah
diupdate di Web Outage
Sesuai perhitungan level 2

4.3. Dokumen P1-K5.1 (kesiapan material umum/consumable) IR/RO/PR


Maximo 80%≤x<100% sudah diterbitkan
Sesuai perhitungan level 2

4.4. Penetapan anggaran Untuk Material umum dengan delivery sampai


dengan 3 bulan, 80%≤x<100% dari total program sudah terbit.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 58 / 145

Sesuai perhitungan level 2

Level 5 : 5.1. Spare part utama/ spesifik dan umum100% sudah di identifikasi & IR/
RO sudah diterbitkan dengan spesifikasi lengkap.Data base sudah ada
di web MO 100% updated dan terintegrasi
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen P1-K2a (Daftar kebutuhan material/jasa) 100% diidentifikasi
Sesuai perhitungan level 2

5.2. Dokumen P1-K2b (alokasi proses pengadaan barang dan jasa),


IR/RO/PR Maximo 100% sudah diterbitkan, data sudah diupdate di
Web Outage dan maximo
Sesuai perhitungan level 2

5.3. Dokumen P1-K5.1 (kesiapan material umum/consumable) IR/RO/PR


Maximo 100% sudah diterbitkan
Sesuai perhitungan level 2

5.4. Penetapan anggaran Untuk Material umum dengan delivery sampai


dengan 3 bulan, 100% dari total program sudah terbit.
Sesuai perhitungan level 2

4. Monitoring & Pengendalian Kegiatan Hasil R3.


Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan/koordinasi dan proses kegiatan sesuai
target yang ditetapkan antara lain: Monitoring proses pengadaan mulai dari TOR
IR/PR/RO, HPS, PO, Levering. (Ellipse/ Maximo), rentang waktu R3 s.d P1 Material
spesifik yang terkontrak.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -
Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 59 / 145

Level 1 : 1.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 2 kali dalam rentang waktu R3 s.d P1 Data base masih dalam
aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
1.1. 2 Dokumen monitoring dan pengendalian Prosentase progress
pengadaan material utama dari usulan di R3 0% dari rencana sudah
terkontrak

1. Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


2. Absen dan foto dengan time stamp.
3. Dilakukan 2 kali dalam rentang waktu R3 s.d P1 (per 6
minggu).
4. Format dokumen monitoring sesuai persetujuan Unit
Induk
5. Monitoring yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu
bulan yang sama tidak diakomodir.

Level 2 : 2.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 3 kali dalam rentang waktu R3 s.d P1 Data base masih dalam
aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. 3 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pengadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO, Levering

Dilakukan 3 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3 (per bulan)

2.2. 35%≤x<60% Usulan Proses Pengadaan pada R3 (lead time 3-6 bulan)
sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH dengan


persentase 35%-60% sudah terkontrak

Level 3 : 3.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 4 kali. dalam rentang waktu R3 s.d P1 Data base masih
dalam aplikasi manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. 4 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO.

Dilakukan 4 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3 (per 3


minggu)
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 60 / 145

3.2. 60%≤x<80% Usulan Proses Pengadaan pada R3 (lead time 3-6 bulan)
sudah terkontrak.
Sesuai perhitungan level 2

Level 4 : 4.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 5 kali dalam rentang waktu R3 s.d P1 Data base sudah ada
di Web MO <100%updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. 5 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO.

Dilakukan 4 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3 (per 3


minggu)

4.2. Dokumen sudah ada di Web Outage <100%, Maksimal di upload 7 hari
setelah Tanggal Dokumen Monitoring.

1. Dokumen monitoring kurang dari 100% diupload pada


web Outage
2. File screenshot bukti dokumen sudah diupload pada web
Outage.

4.3. 80%≤x<100% Usulan Proses Pengadaan pada R3 (lead time 3-6


bulan) sudah terkontrak.

Dokumen monitoring progres pengadaan material OH dengan


persentase 80%-99% sudah terkontrak

Level 5 : 5.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 6 kali dalam rentang waktu R3 s.d P1.Data base sudah ada
di SIT 100% updated dan terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. 6 (Enam) Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan
mulai dari TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO, Levering lengkap
dengan rencana dan realisasi.

Dilakukan 6 kali dalam rentang waktu R2 s.d R3 (per 2


minggu)

5.2. Dokumen sudah ada di Web Outage 100%, Maksimal di upload 7 hari
setelah Tanggal Dokumen Monitoring.

1. Dokumen monitoring kurang dari 100% diupload pada


web Outage
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 61 / 145

2. File screenshot bukti dokumen sudah diupload pada web


Outage.
3. Time log upload dokumen

5.3. 100% Usulan Proses Pengadaan pada R3 (lead time 3-6 bulan) sudah
terkontrak.

1. Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


dengan persentase 100% sudah terkontrak
2. Asesor dapat melakukan random sampling dokumen
kontrak

5. Perencanaan Critical Task


Identifikasi critical task yang berpengaruh pada pada jalannya keseluruhan OH.
Pada pembuatan jadwal OH maupun kurva s harus memaskukkan semua scope OH
baik itu standard scope ataupun add scope. Dari jadwal tersebut, diidentifikasi juga
jadwal pelaksanaan critical tasknya (baik itu standar scope atau add scope) mulai
P1 s.d P3

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. WBS sudah ada, tetapi belum ada identifikasi critical path
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P1-K3 belum lengkap
Dokumen P1-K3

Level 2 : 2.1. Critical path sudah teridentifikasi, tetapi belum ada identifikasi critical
task atau critical task yang diidentifikasi masih untuk standard job
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 62 / 145

2.1. Dokumen P1-K3 kelengkapan 35%≤x<60% dengan isian FTK,


material, dan tools, menyediakan min. 10% Sampling Kelengkapan
WO di Maximo (FTK, Material, dan Tools)

1. Dokumen P1-K3
2. Dokumen WBS sesuai scope OH dalam bentuk MS.
Project
3. Asesor dapat melakukan random sampling 10 WO pada
maximo

2.2. Dokumen P1-K1 35%≤x<60% dan kajian enjiniring belum menyeluruh

Dokumen P1-K1 (Kajian risiko)

Level 3 : 3.1. Critical path sudah teridentifikasi, tetapi belum ada identifikasi critical
task atau critical task yang diidentifikasi masih untuk standard job dan
scope tambahan.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen P1-K3 kelengkapan 60%≤x<80% dengan isian FTK,
material, dan tools.

1. Dokumen P1-K3
2. Asesor dapat melakukan random sampling 10 WO pada
maximo
3. Dokumen P1-K3-2
4. Dokumen WBS sesuai scope OH dalam bentuk MS.
Project dilengkapi identifikasi critical path (Jadi
lampiran pada web Outage)

3.2. Dokumen P1-K1 60%≤x<80% dan dilengkapi Kajian Resiko

1. Dokumen P1-K1 yang ditandatangani manajemen unit


pelaksana dengan kelengkapan 61%-80%.
2. Kajian Resiko sesuai format yang disetujui unit induk.

3.3. Resume (P1-K3) terkait dengan kesiapan material, tool dan FTK
(Minimal berisi total dan jenis material yang dibutuhkan vs
ketersediaan material, Total Kebutuhan FTK vs Ketersediaan FTK,
Total Kebutuhan (Jenis & Jumlah) Tools vs ketersediaan Tools (Jenis
& Jumlah)

Dokumen monitoring Compliance ketersediaan material,


tools dan FTK
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 63 / 145

Level 4 : 4.1. Critical task telah diidentifikasi dan merupakan bagian dari critical path
dan resource untuk critical task sudah teridentifikasi (FTK, material,
tools)
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen P1-K3 kelengkapan 80%≤x<100% dengan isian FTK,
material, dan tools

1. Dokumen P1-K3
2. Asesor dapat melakukan random sampling 10 WO pada
maximo
3. Dokumen P1-K3 -2
4. Dokumen WBS sesuai scope OH dalam bentuk MS.
Project dilengkapi identifikasi critical path sudah
ditandatangi MB har (Jadi lampiran pada web Outage)

4.2. Dokumen P1-K1 80%≤x<100% dan dilengkapi Kajian Risiko

1. Dokumen P1-K1 yang ditandatangani manajemen unit


pelaksana dengan kelengkapan 61%-80%.
2. Kajian Resiko sesuai format yang disetujui unit induk.

Level 5 : 5.1. Critical task telah diidentifikasi dan merupakan bagian dari critical path
dan resource untuk critical task sudah teridentifikasi (FTK, material,
tools) sudah diupload pada SIT dan sudah konsisten dilakukan selama
3 tahun
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen P1-K3 lengkap 100% dengan isian FTK, material, dan tools

1. Dokumen P1-K3
2. Asesor dapat melakukan random sampling 10 WO pada
maximo
3. Dokumen P1-K3 -2
4. Dokumen WBS sesuai scope OH dalam bentuk MS. Project
dilengkapi identifikasi critical path sudah ditandatangi MB
har (Jadi lampiran pada web Outage)

5.2. Dokumen P1-K1 lengkap dengan Kajian Risiko dan konsisten dilakukan
selama 3 siklus (pada 3 overhaul unit yang sama).

1. Dokumen P1-K1 yang ditandatangani manajemen unit


pelaksana dengan kelengkapan 100% dan konsisten
dilaksanakan pada 3 siklus overhaul unit yang sama.
2. Kajian Resiko sesuai format yang disetujui unit induk.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 64 / 145

6. Efektivitas Pertemuan/ Koordinasi Antar Bidang/Subdit


Efektifitas dari pertemuan/ koordinasi kegiatan Outage Management terkait dengan
materi yang dibahas dan fungsi/bidang yang terlibat.
1. Materi yang dibahas meliputi: Rencana Tindak Lanjut.
Jadwal & Scope OH. Informasi dari Bidang terkait Terintegrasi dengan WPC Mgt,
terkait resourse mgt (Tools & Sdm).
2. Peserta yang diundang dari Eksekutor :
M. Project/ K. PLTA/ M. Tek/ M Renbintek ,Supervisor./Koord. Mesin, Listrik,
Kontrol, Enjinering, Rendal Har & Staf. Teknisi.
3. Peserta yang diundang dari Pemberi Kerja :
M. Har/ M. Eng, Staff, Supervisors MO & Staf, Supervisors Rendal Har & Staf,
Supervisors Mesin, Listrik, Kontrol, Supervisors Rendal Ops, Supervisors Produksi.
4. Jumlah Peserta yang hadir
Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Pertemuan kegiatan P1 dilaksanakan dalam range waktu lebih dari 21
hari dari tanggal yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen-dokumen P1 sesuai SK GM dengan pelaksanaan dalam
range waktu >21 hari dari tanggal yang ditetapkan

1. File print screen jadwal rencana dan realisasi Rapat P1


pada web Outage.
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

Level 2 : 2.1. Pertemuan kegiatan P1 dilaksanakan dengan peserta


35%≤x<60%undangan (perfungsi). Materi yang dibahas
35%≤x<60%%. Pertemuan kegiatan P1 dilaksanakan dalam range
waktu ≥ 15 hari dari tanggal yang ditetapkan.
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 65 / 145

2.1. Dokumen-dokumen P1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas


35%≤x<60%, pelaksanaan dalam range waktu 15≤x<21 hari dari
tanggal yang ditetapkan..

1. Dokumen P1 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

2.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 35%≤x<60%.

Dokumen absensi rapat P1 dengan jumlah peserta sesuai


ketentuan SK GM

Level 3 : 3.1. Pertemuan kegiatan P1 dilaksanakan dengan peserta 60%≤x<80%


undangan (perfungsi).Materi yang dibahas 60%≤x<80%. Pertemuan
kegiatan P1 dilaksanakan dalam
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen-dokumen P1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
60%≤x<80%,
pelaksanaan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari tanggal yang
ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

3.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 60%≤x<80%


Sesuai perhitungan poin level 2

Level 4 : 4.1. Dokumen-dokumen P1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas


80%≤x<100%, pelaksanaan dalam range waktu 1≤x<7 hari dari
tanggal yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen-dokumen P1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
80%≤x<100%, pelaksanaan dalam range waktu 1≤x<7 hari dari
tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

4.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 80%≤x<100%


Sesuai perhitungan poin level 2

Level 5 : 5.1. Pertemuan kegiatan P1 dilaksanakan dengan peserta 100% undangan


perfungsi dan kedua manajer (pemberi kerja & eksekutor). Materi yang
dibahas 100%. Pertemuan kegiatan P1 dilaksanakan sesuai tanggal
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 66 / 145

yang ditetapkan. Data base sudah ada di SIT 100% updated dan
terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen-dokumen P1 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
100%, pelaksanaan dalam sesuai tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

5.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 100%, (diupload ke web


Outage maksimal 7hari setelah rapat)
Sesuai perhitungan poin level 2

7. Perencanaan instruksi kerja, kebutuhan resources, dan material dalam


CMMS
Menunjukkan bagaimana proses perencanaan langkah kerja, kompetensi, Manhours
teknisi, serta material yang dibutuhkan dalam pemeliharaan untuk kemudian
dituliskan dalam CMMS EAMS

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Seluruh Scope Standard OH, Sudah masuk dalam Modul PM Maximo
Penjelasan Evidence:
1.1. Screenshot sebagian besar WO belum dilengkapi kebutuhan
kompetensi teknisi, estimasi man hours, kebutuhan material

File screenshoot WO OH. WO OH (Scope standar OH) yang


diterbitkan berdasarkan modul PM, diluar modul PM (WO
standing) tidak akan diakomodir.

1.2. Seluruh standard scope OH, sudah masuk dalam Modul PM Maximo.

1. File screenshoot modul PM maximo


2. File rekapitulasi standar scope OH (file rekap induk) (ms.
Office) terhadap daftar modul PM Maximo.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 67 / 145

Level 2 : 2.1. Instruction pada WO hanya diisi klausul standar dari standard job
template.
2.2. Estimasi waktu bersifat umum, dinyatakan dalam satuan hari
2.3. Material diidentifikasi teknisi saat mengerjakan yang kemudian
dimintakan Rendalhar. Akibatnya perencanaan sering tidak akurat dan
terjadi delay eksekusi pekerjaan.
2.4. 35% work order telah diidentifikasi kebutuhan resource- nya Seluruh
Scope Standard OH dan WO tambahan (waiting Outage)
Penjelasan Evidence:
2.1. < 35% WO OH, sudah dilengkapi resource standard sesuai dalam
uraian.

File rekapitulasi WO OH scope standar OH (< 35% total WO


OH) yang dilengkapi resource standar scope OH.

Level 3 : 3.1. Urutan job instruction sudah mulai spesifik pada setiap pekerjaan.
Untuk WO Tambahan sudah mengacu job site visit . Job instruction
masih bersifat kualitatif dan tidak menyertakan kebutuhan tool
3.2. Perencanaan Manhours jauh lebih akurat meski masih terjadi
kesalahan.
3.3. Material ditentukan berdasar historis pemeliharaan sebelumnya, namun
masih muncul kebutuhan material yang tidak diprediksi 35% < x <
60%
3.4. 35% <x<60% work order telah diidentifikasi kebutuhan resource-nya
Penjelasan Evidence:
3.1. Screenshot WO dengan kelengkapan 35% < x < 60%,
35% < x < 60% WO OH, sudah dilengkapi resource standard sesuai
dalam uraian.

1. File rekapitulasi WO OH scope standar OH (36%-60%


total WO OH) yang dilengkapi resource standar scope OH.
2. Dokumen P1-K3.
3. Penambahan material yang tidak terprediksi dihitung
berdasarkan adanya penambahan material (jumlah atau
jenis) pada scope standar OH.
4. Untuk WO tambahan perlu dilakukan Asesor dapat
melakukan random sampling untuk kelengkapan job
instruction termasuk kebutuhan job site visit (opsional).

Level 4 : 4.1. Job instruction berisi detail langkah kerja, mulai pekerjaan
pendahuluan, pekerjaan inti, dan pekerjaan penutup. Job instruction
bersifat kualitatif. Tool yang dibutuhkan hanya disebutkan bersifat
umum pada semua langkah kerja
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 68 / 145

4.2. Estimasi Manhours sudah mulai detail pada setiap task (di EAM Maximo
menggunakan modul task assignment) untuk diroll up pada total task
4.3. Perencanaan material sudah memanfaatkan BOM Management
sehingga job delay sudah jarang terjadi
4.4. 75% work order telah diidentifikasi kebutuhan resourcenya
Penjelasan Evidence:
4.1. 75% WO OH, sudah dilengkapi resource standard sesuai dalam uraian

1. File rekapitulasi WO OH scope standar OH (75% total WO


OH) yang dilengkapi resource standar scope OH dan
estimasi Manhours.
2. Dokumen P1-K3.
3. File print screen material OH yang terintegrasi dengan BOM
(opsional).
4. Penambahan material yang tidak terprediksi dihitung
berdasarkan adanya penambahan material (jumlah atau
jenis) pada scope standar OH.
5. Untuk WO tambahan perlu dilakukan Asesor dapat
melakukan random sampling untuk kelengkapan job
instruction termasuk kebutuhan job site visit (opsional).

Level 5 : 5.1. Job instruction berisi detail langkah kerja, mulai pekerjaan
pendahuluan, pekerjaan inti, dan pekerjaan penutup. Job instruction
bersifat kuantitatif dengan menyertakan parameter pada setiap
langkah. Tool yang dibutuhkan juga sudah didetailkan pada setiap
langkah kerja
5.2. Memenuhi level 4, dan sudah melibatkan standard job/job plan dalam
perencanaan resources yang dievaluasi berdasar inputan feedback
dari teknisi
5.3. Memenuhi level 4, dan sudah dilakukan koreksi mengacu historis
pemeliharaan sebelumnya
5.4. 100% work order telah diidentifikasi kebutuhan resourcenya
Penjelasan Evidence:
5.1 100% WO OH, sudah dilengkapi resource standard sesuai dalam
uraian.

1. File rekapitulasi WO OH scope standar OH (100% total WO


OH) yang dilengkapi resource standar scope OH dan
estimasi Manhours.
2. Dokumen P1-K3
3. File print screen material OH yang terintegrasi dengan BOM
(opsional)
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 69 / 145

4. Penambahan material yang tidak terprediksi dihitung


berdasarkan adanya penambahan material (jumlah atau
jenis) pada scope standar OH.
5. Untuk WO tambahan perlu dilakukan Asesor dapat
melakukan random sampling untuk kelengkapan job
instruction termasuk kebutuhan job site visit (opsional).

A6 P2 (1 Month Planning) - Pre Outage Management


1. Review Progress Meeting P1 & Hasil OH Yang Telah Dilaksanakan
Review tindak lanjut meeting P1, hasil evaluasi, rekomendasi & rencana tindak
lanjut OH yang sudah dilaksanakan sebaga input planning.
(Note : tindak lanjut = sudah ada rencana penetapan action plan, target dan PIC
oleh Planner Outage)
Up-date : Data terkini/terbaru setelah dilakukan Review oleh Planner.
Terintegrasi : data dapat dishare oleh Bidang lain yang terkait, database ada di Web
Outage.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Review progress meeting P1 sudah dilakukan tindak lanjut untuk
planning OH berikutnya.tanpa melibatkan bidang lain
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen Tindak lanjut Rekomendasi OH (Dokumen P2-M1) dilakukan
tanpa melibatkan bidang lain

Dokumen P2-M1 ditandatangani manajemen unit

Level 2 : 2.1. Review progress meeting P1 sudah ada, rekomendasi tindak lanjut,
program , target dan PIC sudah ditetapkan, namun belum dilakukan
prioritisasi, database masih manual
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 70 / 145

Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen Tindak lanjut rekomendasi OH(Dokumen P2-M1) sudah
lengkap dan melinbatkan bidang OME tetapi belum dilakukan prioritas
(database manual).

1. Dokumen P2-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dan berisikan program yang sudah
ditindaklanjuti sebagian dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori
ditindaklanjuti.
2. Absen pelaksanaan rapat wajib melibatkan perwakilan
bidang OME

Level 3 : 3.1. Review progress meeting P1 sudah dilakukan, dievaluasi melalui forum
yang melibatkan bidang terkait (OME) dan sudah dilakukan kajian
enjinering , belum ditetapkan prioritisasi program, Database sudah di
upload di Web Outage 50%≤x<75% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen kajian enjiniring dari rekomendasi OH dan Pemeliharaan
Rutin

1. Dokumen rekapitulasi ECP berdasarkan rekomendasi OH


dan Pemeliharaan Rutin.
2. Rekomendasi OH dan pemeliharaan rutin yang
membutuhkan kajian enjiniring hanya untuk main part unit
pembangkit/Top 20% kritikal asset.
3. Asesor dapat melakukan random sampling ECP
berdasarkan dokumen rekapitulasi ECP.
3.2. Screenshot Web Outage 50%≤x<75%

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 50%-75% dari total materi dokumen.

Level 4 : 4.1. Review progress meeting P1 sudah dilakukan dan dievaluasi melalui
forum yang melibatkan bidang terkait (OME) , sudah ditetapkan
prioritisasi program., database sudah di upload Web Outage
75%≤x<100% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen skala prioritas program rekomendasi

Dokumen prioritisasi menggunakan kertas kerja risiko

4.2. Screenshot Web Outage 75%≤x<100%


PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 71 / 145

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 76%-99% dari total materi dokumen.

Level 5 : 5.1. Review progress meeting P1 Rencana tindak lanjut rekomendasi sudah
dilakukan dan dievaluasi melalui forum yang melibatkan bidang terkait
(OME) , sudah ditetapkan prioritisasi program, database sudah di
upload di Web Outage 100% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen P2-M1 sudah lengkap dengan skala prioritas dan terupdload
di Web Outage 100% (maksimal 7hari setelah rapat)2

1. Dokumen P2-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dilengkapi daftar program rekomendasi
yang sudah dilakukan prioritisasi.
2. File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi
dokumen 100% dari total materi dokumen.
3. Dokumen wajib terupload maksimal 7hari setelah rapat
dilihat dari time log web Outage.

2. Identifikasi Jadwal & Scope pekerjaan, Performance Unit, Rekomendasi


pemeliharaan RutinPM,CM,PdM dan ECP
Identifikasi Jadwal, scope of work, baik yang standar maupun tambahan. Dan
sudah diterbitkan WO OH Standart & tambahan serta PIC dan melakukan review
struktur tim OH & sarana yang dalam kendali UP.

Note : WO standart sesuai skope OH dan WO Tambahan sesuai dengan


kesepakatan Identifikasi Performance unit (PKU, Hasil Assesment peralatan, Daya
mampu netto, efisiensi, jam operasi unit). Note : Sudah Terintegrasi dengan
Reliability Mgt Rekomendasi hasil dari pemeliharaan tactical dan non tactical.
Note :
Tactical/terencana (PM, PdM, FDT Realibilty Management), Non Tactical/tidak
terencana (CR, EM) Penetapan rencana Performance test sebelum OH dan
mekanisme koordinasi pelaksanaannya.

Note :
Penetapan Rencana Pelaksanaan Performance Test sudah harus ditetapkan pada
Area ini, dan rencana pelaksanaannya serta pihak-pihak yang terkait (Operator,
Rendal Ops, PdM, SO, Perf. Enjiner UPHAR untuk unit thermal) 1<x≤2

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 72 / 145

 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:
Level 1 : 1.1. Jadwal dan scope OH belum dibuat, potret kondisi operasi unit &
Rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) sudah
ditindaklanjuti <35% , WO OH <35% sudah diterbitkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P2-M4 (Review Report ) < 35% sudah ditindaklanjuti /sudah
ada action plan penyelesaiannya

1. Dokumen P2-M4 (Review Report P1) yang sudah


ditandatangani manajemen unit pelaksana dan berisikan
program yang sudah ditindaklanjuti <35% dari total kondisi
peralatan.
2. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

1.2. Dokumen P2-M3 (Rencana Pemeliharaan Periodik)

Dokumen jadwal rencana pemeliharaan periodik update pada


web Outage dan sudah disampaikan ke kantor induk.

1.3. Dokumen P2-M2a (Kesepakatan Scope) < 35% sudah disampaikan ke


eksekutor, data masih dalam bentuk manual

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (<35% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.
3. WO OH sudah approved di maximo (<35%)

Level 2 : 2.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 35%≤x<60% sudah


diterbitkan.Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit.
Rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical)
35%≤x<60% sudah ditindak lanjuti. Rencana Performance test
sebelum OH sudah ditetapkan, namun belum dikirimkan (di
informasikan) kepada pihak yang terkait dan koordinasi dengan pihak
yang terkait belum dilaksanakan.Data base masih dalam aplikasi
manual.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 73 / 145

Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen P2-M4 (REVIEW REPORT) 35%≤x<60% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya

Dokumen P2-M4 berisikan program yang sudah


ditindaklanjuti sebesar 36%-60% dari total rekomendasi
hasil review peralatan berdasarkan pelaksanaan PM maupun
CM. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

2.2. Dokumen P2-M3b (Kesepakatan Scope) 35%≤x<60%sudah


disampaikan ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual

1. File print screen modul PM OH dan WO OH yang sudah di


create.
2. Dokumen scope standar OH (36%-60% dari total scope).
Dokumen yang disampaikan wajib masuk web Outage.
3. WO OH sudah approved di maximo

Level 3 : 3.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 60%≤x<80% sudah


diterbitkan.Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit dan
ditindaklanjuti dengan scope tambahan. Rekomendasihasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 60%≤x<80%-sudah
ditindaklanjuti. Rencana Performance test sebelum OH sudah
ditetapkan, namun belum dikirimkan (di informasikan) kepada pihak
yang terkait dan koordinasi dengan pihak yang terkait belum
dilaksanakan.Review Struktur tim OH & sarana sudah dilakukan ,Data
base masih dalam aplikasi manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen P2-M4 (REVIEW REPORT) 60%≤x<80% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya
Sesuai perhitungan level 2

3.2. Dokumen P2-M2a (Kesepakatan Scope) 60%≤x<80%sudah


disampaikan ke eksekutor, data masih dalam bentuk manual

1. Dokumen scope standar OH (61%-80% dari total scope).


2. Nota dinas AMS ke eksekutor (Internal UP)
3. Surat keluar AMS ke eksekutor (Eksternal UP)

Level 4 : 4.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 80%≤x<100% sudah


diterbitkan updated. Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit,
ditindaklanjuti menjadi scope tambahan. Rekomendasihasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 80%≤x<100% sudah
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 74 / 145

ditindaklanjuti. Rencana Performance test sebelum OH sudah


ditetapkan dan koordinasi dengan pihak yang terkait sudah
dilaksanakan. Data base sudah ada di SIT,80%≤x<100%
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen P2-M4 (REVIEW REPORT) 80%≤x<100% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya
Sesuai perhitungan level 2

4.2. Dokumen P2-M2a (Kesepakatan Scope) 80%≤x<100%sudah


disampaikan ke eksekutor
Sesuai perhitungan level 2

4.3. Screenshot WO di Maximo 80%≤x<100%

File screenshot berdasarkan lingkup scope standar OH


(Modul PM tipe OH pada maximo)

Level 5 : 5.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 100% sudah


diterbitkan.Data base sudah ada di Web MO dan QPR 100% updated
dan terintegrasi. Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit,
ditindaklanjuti dengan scope tambahan dan Data base sudah ada di
Web MO dan QPR 100% updated dan terintegrasi.Rekomendasihasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 100% sudah
ditindaklanjuti. Rencana Performance test sebelum OH sudah
ditetapkan dan koordinasi dengan pihak yang terkait sudah
dilaksanakan.Data base sudah ada di SIT 100%
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen P2-M4 (REVIEW REPORT) 100% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya
Sesuai perhitungan level 2

5.2. Dokumen P2-M2a(Lingkup Standart) 100%sudah disampaikan ke


eksekutor
Sesuai perhitungan level 2

5.3. Screenshot WO di Maximo 100%


Sesuai perhitungan level 2

2 Penambahan Scope Pekerjaan Overhaul

Note : WO standar
Semua scope pekerjaan telah teridentifikasi di meeting P1, tidak ada penambahan
scope dan kebutuhan spare part/material/jasa pada P2
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 75 / 145

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:
Level 1 : 1.1. Penambahan scope pada P2 sebesar lebih dari 10% dari total scope
yang telah disepakati pada meeting P1
Penjelasan Evidence:
1.1. Prosentase penambahan WO > 10% dari total scope pada meeting P1

1. Dokumen File P2-K3 dengan P1-K3


2. Dokumen rekapitulasi penambahan WO OH pada saat
pembahasan P2 dibandingkan dengan jumlah WO OH pada
saat pembahasan P1.
3. WO OH pada P2 bertambah >10% dibandingkan total WO
OH pada P1

Level 2 : 2.1. Penambahan scope pada P2 antara 5 s.d 10% dari total scope yang
telah disepakati pada meeting P1
Penjelasan Evidence:
2.1. Prosentase penambahan 5% < x < 10% dari total scope pada meeting
P1
Sesuai perhitungan level 1

Level 3 : 3.1. Penambahan scope pada P2 sebesar 5% dari total scope yang telah
disepakati pada meeting P1
Penjelasan Evidence:
3.1. Prosentase penambahan 5% dari total scope pada meeting P1
Sesuai perhitungan level 1

Level 4 : 4.1. Tidak ada penambahan scope pada P2


Penjelasan Evidence:
4.1. Tidak ada penambahan WO
Sesuai perhitungan level 1

Level 5 : 5.1. Konsisten tidak ada penambahan scope pada P2 dan dilakukan selama
3 tahun
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 76 / 145

Penjelasan Evidence:
5.1. Konsisten tidak ada penambahan WO selama 3 tahun. 3 siklus
pemeliharaan terakhir
Konsisten pada 3 siklus OH terakhir untuk unit yang sama.

3 Perencanaan Critical Task


Identifikasi critical task yang berpengaruh pada pada jalannya keseluruhan OH.
Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. WBS sudah ada, tetapi belum ada identifikasi critical path sesuai
dengan rekomendasi hasil meeting P2
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P2-M3 belum lengkap

Level 2 : 2.1. Critical path sudah teridentifikasi, tetapi belum ada identifikasi critical
task atau critical task yang diidentifikasi masih untuk standard job
sesuai dengan rekomendasi hasil meeting P2
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen P2-M3 kelengkapan 35%≤x<60% dengan isian FTK,
material, dan tools
Dokumen P2-M3 dengan kelengkapan isian FTK, Material dan
tools sebesar 36%-60% dari total standar OH.

2.2. Dokumen P2-K1 35%≤x<60% dan Kajian Resiko belum menyeluruh


1. Dokumen P2-K1 dengan kelengkapan 36%-60%
2. Kajian Resiko sesuai format yang disetujui Pembina.

Level 3 : 3.1. Critical path sudah teridentifikasi, tetapi belum ada identifikasi critical
task atau critical task yang diidentifikasi masih untuk standard job dan
scope tambahan sesuai dengan rekomendasi hasil meeting P2
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen P2-M3 kelengkapan 60%≤x<80% dengan isian FTK,
material, dan tools
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 77 / 145

Sesuai perhitungan level 2

3.2. Dokumen P2-K1 60%≤x<80% dan dilengkapi kajian Resiko


Sesuai perhitungan level 2

Level 4 : 4.1. Critical task telah diidentifikasi dan merupakan bagian dari critical
path dan resource untuk critical task sudah teridentifikasi (FTK,
material, tools) sesuai dengan rekomendasi hasil meeting P2
Penjelasan Evidence:
4.1 Dokumen P2-M3 kelengkapan 80%≤x<100% dengan isian FTK,
material, dan tools
Sesuai perhitungan level 2
4.2 Dokumen P2-K1 80%≤x<100% dan dilengkapi kajian Resiko
Sesuai perhitungan level 2

Level 5 : 5.1. Critical task telah diidentifikasi dan merupakan bagian dari critical
path dan resource untuk critical task sudah teridentifikasi (FTK,
material, tools) sudah diupload pada SIT dan sudah konsisten
dilakukan selama 3 tahun
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen P2-M3 lengkap 100% dengan isian FTK, material, dan tools
Sesuai perhitungan level 2

5.2. Dokumen P2-K1 lengkap dengan kajian Resiko dan konsisten dilakukan
selama 3 tahun
Konsisten dilaksanakan selama 3 tahun

4 Kesiapan Material / Sparepart


Kesiapan Sparepart Spesifik & Material Umum. sesuai delivery time serta penerbitan
Issue Requisition/Recommended Order sebagai dasar proses pengadaan."

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 78 / 145

Level 1 : 1.1. Spare part utama/ spesifik dan umum sudah di identifikasi atau <35%
sudah di identifikasi dan IR/ RO belum diterbitkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P2-K2a (ceklist kesiapan OH) < 35% diidentifikasi
Dokumen P2-K2a (breakdown list material/bukan judul
pengadaan/kontrak)

1. Dokumen P2-K2a dengan kesiapan material/jasa < 35%


total material/jasa OH.
2. Material (Kategori utama atau spesifik) dinyatakan siap
berdasarkan ketersediaan material di gudang.
3. Jasa dinyatakan siap jika sudah terkontrak.
4. Asesor dapat melakukan pengecekan Asesor dapat
melakukan random sampling ketersediaan material pada
modul inventory

Level 2 : 2.1. Spare part utama/ spesifik dan umum 35%≤x<60% sudah di
identifikasi & IR/ RO sudah diterbitkan dengan spesifikasi lengkap. Data
base masih dalam aplikasi.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen P2-K2a (ceklist kesiapan OH) 35%≤x<60%
Sesuai perhitungan level 1

Level 3 : 3.1. "Spare part utama/ spesifik dan umum 60%≤x<80% sudah di
identifikasi & IR/ RO sudah diterbitkan dengan spesifikasi lengkap.Data
base masih dalam aplikasi manual updated."
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen P2-K2a (ceklist kesiapan OH) 60%≤x<80%
Sesuai perhitungan level 1

Level 4 : 4.1. "Spare part utama/ spesifik dan umum 80%≤x<100% sudah di
identifikasi & IR/ RO sudah diterbitkan dengan spesifikasi lengkap.
Data base sudah ada di web MO 80%≤x<100% updated."
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen P2-K2a (ceklist kesiapan OH) 80%≤x<100%

1. Sesuai perhitungan level 1


2. Dokumen sudah di update pada web Outage dan maximo

Level 5 : 5.1. Spare part utama/ spesifik dan umum100% sudah di identifikasi & IR/
RO sudah diterbitkan dengan spesifikasi lengkap.Data base sudah
ada di web MO 100% updated dan terintegrasi
Penjelasan Evidence:
5.3. Dokumen P2-K2a (ceklist kesiapan OH) 100%
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 79 / 145

1. Sesuai perhitungan level 1


2. Dokumen sudah di update pada web Outage dan maximo

5 Monitoring & Pengendalian Kegiatan Hasil P1


Pengamatan terhadap konsistensi pertemuan/koordinasi dan proses kegiatan sesuai
target yang ditetapkan antara lain: Monitoring proses pengadaan mulai dari TOR
IR/PR/RO, HPS, PO, Levering. (Ellipse/ Maximo), rentang waktu P1 s.d P2 Material
spesifik yang terkontrak."

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. "Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan
sebanyak 1 kali. Data base masih dalam aplikasi manual."
Penjelasan Evidence:
1.1 Dokumen monitoring dan pengendalian Prosentase progress
pengadaan material utama dari usulan di P1 0% dari rencana

1. Dokumen monitoring progres pengadaan material OH


2. Absen dan foto dengan time stamp.
3. Dilakukan 2 kali dalam rentang waktu P1 s.d P2 (per
bulan).
4. Format dokumen monitoring sesuai persetujuan Unit
Induk
6. Monitoring yang dilaksanakan dalam kurun waktu satu
bulan yang sama tidak diakomodir.

Level 2 : 2.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 2 kali. Data base masih dalam aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. 3 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pengadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO,

Dilakukan 3 kali dalam rentang waktu P1 s.d P2 (per 3


minggu)
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 80 / 145

2.2. >50% material R1 & R2 sudah Onsite dalam kondisi baik


Dokumen rekapitulasi kesiapan material/jasa

2.3. >50% kebutuhan Jasa Outage sudah terkontrak


Dokumen rekapitulasi kesiapan material/jasa

Level 3 : 3.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 3 kali. Data base sudah di SIT 50% updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. 4 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO,
Dilakukan 4 kali dalam rentang waktu P1 s.d P2 (per 2
minggu)

3.2. 100% Material R1 & R2 Sudah onsite dalam kondisi baik


Dokumen rekapitulasi kesiapan material/jasa

3.3. 100% kebutuhan Jasa Outage sudah terkontrak


Dokumen rekapitulasi kesiapan material/jasa

Level 4 : 4.1. "Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH


dilakukan sebanyak 4 kali. Data base sudah ada di SIT 75% updated."
Penjelasan Evidence:
4.1. 5 Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan mulai dari
TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO,
Dilakukan 5 kali dalam rentang waktu P1 s.d P2 (per 2 minggu)

4.2 Dokumen sudah ada di Web Outage <100%


File screenshot bukti dokumen pada web Outage

4.3 100% Material R1, R2 & R3 Sudah onsite dalam kondisi baik
Dokumen rekapitulasi kesiapan material/jasa

Level 5 : 5.1. Kegiatan monitoring dan pengendalian progres planning OH dilakukan


sebanyak 4 kali.Data base sudah ada di SIT 100% updated dan
terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. 6 (Enam) Dokumen monitoring dan pengendalian proses pngadaan
mulai dari TOR/Spesifikasi, IR/PR/RO, HPS, PO, Levering lengkap
dengan rencana dan realisasi.
Dilakukan 6 kali dalam rentang waktu P1 s.d P2 (3 kali rapat
per bulan)
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 81 / 145

5.2. Dokumen sudah ada di Web Outage 100%


File screenshot bukti dokumen pada web Outage

5.3. 100% Material R1, R2, R3, P1 Sudah onsite dalam kondisi baik
Dokumen rekapitulasi kesiapan material/jasa

7. Efektivitas Pertemuan/ Koordinasi Antar Bidang/ Subdit.

Efektifitas dari pertemuan/ koordinasi kegiatan Outage Management terkait dengan


materi yang dibahas dan fungsi/bidang yang terlibat.
1. Materi yang dibahas meliputi: Rencana Tindak Lanjut.
Jadwal & Scope OH. Informasi dari Bidang terkait Terintegrasi dengan WPC Mgt,
terkait resourse mgt (Tools & Sdm).
2. Peserta yang diundang dari Eksekutor :
M. Project/ K. PLTA/ M. Tek/ M Renbintek , Supervisor./Koord. Mesin, Listrik,
Kontrol, Enjinering, Rendal Har & Staf. Teknisi.
3. Peserta yang diundang dari Pemberi Kerja :
M. Har/ M. Eng, Staff, Supervisors MO & Staf, Supervisors Rendal Har & Staf,
Supervisors Mesin, Listrik, Kontrol, Supervisors Rendal Ops, Supervisors Produksi.
4. Jumlah Peserta yang hadir"

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Pertemuan kegiatan P2 dilaksanakan dalam range waktu lebih dari 21
hari dari tanggal yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen-dokumen P2 sesuai SK GM dengan pelaksanaan dalam range
waktu >21 hari dari tanggal yang ditetapkan
1. File print screen jadwal rencana dan realisasi Rapat P2
pada web Outage.
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 82 / 145

Level 2 : 2.1. "Pertemuan kegiatan P2 dilaksanakan dengan peserta


35%≤x<60%undangan (perfungsi). Materi yang dibahas 35%≤x<60%%.
Pertemuan kegiatan P2 dilaksanakan dalam range waktu ≥ 15 hari dari
tanggal yang ditetapkan. Data base masih dalam aplikasi manual"
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen-dokumen P2 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
35%≤x<60%, pelaksanaan dalam range waktu 15≤x<21 hari dari
tanggal yang ditetapkan

1. Dokumen P2 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

2.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 35%≤x<60%

Dokumen absensi rapat P2 dengan jumlah peserta sesuai


ketentuan SK GM

Level 3 : 3.1. Pertemuan kegiatan P2 dilaksanakan dengan peserta 60%≤x<80%


undangan (perfungsi).Materi yang dibahas 60%≤x<80%. Pertemuan
kegiatan P2 dilaksanakan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari
tanggal yang ditetapkan. Data base masih dalam aplikasi manual
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen-dokumen P2 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
60%≤x<80%, pelaksanaan dalam range waktu 7≤x<15 hari dari
tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

3.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 60%≤x<80%


Sesuai perhitungan poin level 2

Level 4 : 4.1. Pertemuan kegiatan P2 dilaksanakan dengan peserta 80%≤x<100


undangan perfungsi dan salah satu manajer. Materi yang dibahas
80%≤x<100. Pertemuan kegiatan P2 dilaksanakan dalam range
waktu 1≤x<7 hari dari tanggal yang ditetapkan Data base sudah ada
di SIT 80%≤x<100 updated.\

Bila tidak ada manajer yang hadir maka masih di level 3


PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 83 / 145

Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen-dokumen P2 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
80%≤x<100%, pelaksanaan dalam range waktu 1≤x<7 hari dari
tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

4.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 80%≤x<100%


Sesuai perhitungan poin level 2

Level 5 : 5.1. Pertemuan kegiatan P2 dilaksanakan dengan peserta 100% undangan


perfungsi dan kedua manajer (pemberi kerja & eksekutor). Materi
yang dibahas 100%. Pertemuan kegiatan P2 dilaksanakan sesuai
tanggal yang ditetapkan. Data base sudah ada di SIT 100% updated
dan terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen-dokumen P2 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
100%, pelaksanaan dalam sesuai tanggal yang ditetapkan
Sesuai perhitungan poin level 2

5.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 100%


Sesuai perhitungan poin level 2

A7 P3 (1 Week Planning) - Pre Outage Management

1. Review Progress Meeting P2 & Hasil OH Yang Telah Dilaksanakan


Review tindak lanjut meeting P2, hasil evaluasi, rekomendasi & rencana tindak
lanjut OH yang sudah dilaksanakan sebaga input planning.
(Note : tindak lanjut = sudah ada rencana penetapan action plan, target dan PIC
oleh Planner Outage)
Up-date : Data terkini/terbaru setelah dilakukan Review oleh Planner.
Terintegrasi : data dapat dishare oleh Bidang lain yang terkait, database ada di
Web Outage & QPR (ter up- date)."

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 84 / 145

 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom


Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Review progress meeting P2 sudah dilakukan tindak lanjut untuk
planning OH berikutnya.tanpa melibatkan bidang lain
Penjelasan Evidence:
1.1. "Dokumen Tindak lanjut Rekomendasi OH (Dokumen P3-M1) dilakukan
tanpa melibatkan bidang lain"
Dokumen P3-M1 ditandatangani manajemen unit

Level 2 : 2.1. Review progress meeting P2 sudah ada, rekomendasi tindak lanjut,
program , target dan PIC sudah ditetapkan, namun belum dilakukan
prioritisasi, database masih manual
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen Tindak lanjut rekomendasi OH(Dokumen P3- M1) sudah
lengkap dan melinbatkan bidang OME tetapi belum dilakukan prioritas
(database manual)

1. Dokumen P2-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dan berisikan program yang sudah
ditindaklanjuti sebagian dari total rekomendasi OH
sebelumnya. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan
rencana kerja dan waktu sudah termasuk pada kategori
ditindaklanjuti.
2. Absen pelaksanaan rapat wajib melibatkan perwakilan
bidang OME

Level 3 : 3.1. Review progress meeting P2 sudah dilakukan, dievaluasi melalui forum
yang melibatkan bidang terkait (OME) dan sudah dilakukan kajian
enjinering , belum ditetapkan prioritisasi program, Database sudah di
upload di Web Outage 50%≤x<75% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen kajian enjiniring dari rekomendasi OH dan Pemeliharaan
Rutin

1. Dokumen rekapitulasi ECP berdasarkan rekomendasi OH


dan Pemeliharaan Rutin.
2. Rekomendasi OH dan pemeliharaan rutin yang
membutuhkan kajian enjiniring hanya untuk main part unit
pembangkit/Top 20% kritikal asset.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 85 / 145

3. Asesor dapat melakukan random sampling ECP


berdasarkan dokumen rekapitulasi ECP.

3.2. Screenshot Web Outage 50%≤x<75%

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 50%-75% dari total materi dokumen.

Level 4 : 4.1. "Review progress meeting P2 sudah dilakukan dan dievaluasi melalui
forum yang melibatkan bidang terkait (OME) , sudah ditetapkan
prioritisasi program., database sudah di upload Web Outage
75%≤x<100% (ter Update)"
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen skala prioritas program rekomendasi

Dokumen prioritisasi menggunakan kertas kerja risiko

4.2. Screenshot Web Outage 75%≤x<100%

File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi


dokumen 76%-99% dari total materi dokumen.

Level 5 : 5.1. Review progress meeting P2 Rencana tindak lanjut rekomendasi sudah
dilakukan dan dievaluasi melalui forum yang melibatkan bidang terkait
(OME) , sudah ditetapkan prioritisasi program, database sudah di
upload di Web Outage 100% (ter Update)
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen P3-M1 sudah lengkap dengan skala prioritas dan terupdload
di Web Outage 100% (maksimal 7hari setelah rapat)

1. Dokumen P3-M1 yang sudah ditandatangani manajemen


unit pelaksana dilengkapi daftar program rekomendasi
yang sudah dilakukan prioritisasi.
2. File screenshoot web Outage dengan kelengkapan materi
dokumen 100% dari total materi dokumen.
3. Dokumen wajib terupload maksimal 7hari setelah rapat
dilihat dari time log web Outage.

2. Penambahan Scope Pekerjaan Overhaul


Semua scope pekerjaan telah teridentifikasi di meeting P2, tidak ada penambahan
scope dan kebutuhan spare part/material/jasa pada P3"

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 86 / 145

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Penambahan scope pada P3 sebesar lebih dari 7% dari total scope
yang telah disepakati pada meeting P2
Penjelasan Evidence:
1.1. Prosentase penambahan WO > 7% dari total scope pada meeting P2

1. Dokumen File P2-K3 dengan P3-K3


2. Dokumen rekapitulasi penambahan WO OH pada saat
pembahasan P3 dibandingkan dengan jumlah WO OH pada
saat pembahasan P2.
3. WO OH pada P3 bertambah >10% dibandingkan total WO
OH pada P2

Level 2 : 2.1. Penambahan scope pada P3 antara 3% s.d 7% dari total scope yang
telah disepakati pada meeting P2
Penjelasan Evidence:
2.1. Prosentase penambahan 3% < x < 7% dari total scope pada meeting
P1
Sesuai perhitungan level 1

Level 3 : 3.1. Penambahan scope pada P3 sebesar 3% dari total scope yang telah
disepakati pada meeting P2
Penjelasan Evidence:
3.1. Prosentase penambahan 3% dari total scope pada meeting P1
Sesuai perhitungan level 1

Level 4 : 4.1. Tidak ada penambahan scope pada P3


Penjelasan Evidence:
4.1. Tidak ada penambahan WO
Sesuai perhitungan level 1

Level 5 : 5.1. Konsisten tidak ada penambahan scope pada P3 dan dilakukan selama
3 tahun
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 87 / 145

Penjelasan Evidence:
5.1. Konsisten tidak ada penambahan WO selama 3 tahun
3 Siklus OH terakhir
Konsisten pada 3 siklus OH terakhir untuk unit yang sama.

3. Review kesiapan Jadwal & scope pekerjaan, hasil Performance test,


kondisi unit & hasil pemeliharaan rutin.

Review kesiapan Jadwal, scope of work, baik yang standar maupun tambahan. Dan
sudah diterbitkan WO OH Standart & tambahan serta PIC dan melakukan review
struktur tim OH & sarana yang dalam kendali UP.
Note : WO standart sesuai skope OH dan WO Tambahan sesuai dengan
kesepakatan Review hasil Performance test & penetapan target OH serta kesiapan
prosedur kerja (safety/ working permit) dilengkapi dengan pelaksanaan isolating
area/equipment.
Note : Prosedur Ijin Kerja meliputi : Safety Permite / Working Permite
Target Performance Unit : Sasaran yang diharapkan UP terhadap hasil pelaksanaan
OH. Review kondisi unit dan tindak lanjut dari pemeliharaan rutin (tactical dan non
tactical)
Note : Tactical: terencana (PM, PdM) Non Tactical: tidak terencana (Corr, BD, EM)
Terintegrasi : WPC Mgt"

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Jadwal dan scope OH, rekomendasi pemeliharaan belum dibuat WO
OH, dan Performance test sebelum OH belum dilaksanakan. Tim OH
belum ditetapkan.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P3-M3 (Review Report ) < 35% sudah ditindaklanjuti/sudah
ada action plan penyelesaiannya

1. Dokumen P3-M3 (Review Report P2) yang sudah


ditandatangani manajemen unit pelaksana dan berisikan
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 88 / 145

program yang sudah ditindaklanjuti <35% dari total kondisi


peralatan.
2. Keterangan yang sudah dilengkapi dengan rencana kerja
dan waktu sudah termasuk pada kategori ditindaklanjuti.

1.2. Dokumen P3-M2.1 (Rencana Pemeliharaan Periodik) dengan


kelengkapan < 35%

Dokumen jadwal rencana pemeliharaan periodik update pada


web Outage dan sudah disampaikan ke kantor induk.

1.3. Dokumen P3-K2b (struktur organisasi OH)


Dokumen P3-K2b yang ditandatangani manajemen unit.

Level 2 : 2.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH<35% sudah diterbitkan,
Tim OH sudah ditetapkan. Sudah memiliki data potret kondisi operasi
unit. Rekomendasi hasil pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical)
35%≤x<60% sudah ditindak lanjuti. Performance test sebelum OH
sudah dilaksanakan, namun hasil belum ada Data base masih dalam
aplikasi manual.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen P3-M3 (Review Report) 35%≤x<60% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya
Sesuai perhitungan level 1

2.2. WO OH <35% diterbitkan


File rekapitulasi WO OH

2.3. BA Pelaksanaan Perf Test

Dokumen BA Performance test yang sudah ditandatangani


Manager Bagian Operasi / MULP

Level 3 : 3.1. Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 100% sudah diterbitkan
Tim OH sudah ditetapkan. Sudah memiliki data potret kondisi operasi
unit dan ditindaklanjuti dengan scope tambahan. Rekomendasihasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 60%≤x<80% sudah
ditindaklanjuti. Performance test sebelum OH sudah dilaksanakan, Hasil
ada, Prosedur ijin kerja sudah dibuat, Target Performance setelah OH
sudah ditetapkan. Data base masih dalam aplikasi manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen P3-M3 (Review Report) 60%≤x<80% sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya
Sesuai perhitungan level 1
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 89 / 145

3.2. WO OH 100% diterbitkan

1. Job Card sudah diserahkan ke eksekutor ditunjukkan


dengan bukti form serah terima ke eksekutor internal
maximal pada hari pelaksanaan P3 (Jika eksekutor oleh
internal unit pelaksana atau pihak ketiga) atau
2. Surat penyampaian Job Card jika OH dilaksanakan oleh
UPHK dengan batas penyerahan 30 hari sebelum jadwal
eksekusi OH

3.3. Target Perf test after OH

Dokumen target Performance paska overhaul

3.4. Dokumen Working Permit

1. Untuk pelaksana OH eksternal maka dokumen WP dibuat


per kontrak.
2. Untuk pelaksana OH internal (Unit pelaksana/UPHK)
maka disusun per bagian (mekanik 1-2, Kontrol
Instrumen, Listrik, CAH)

Level 4 : 4.1. "Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 100% sudah diterbitkan.
updated. Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit, ditindaklanjuti
menjadi scope tambahan. Rekomendasihasil pemeliharaan rutin
(tactical dan non tactical) 80%≤x<100 sudah ditindaklanjuti.
Performance test sebelum OH sudah dilaksanakan, Hasil ada, Prosedur
ijin kerja sudah dibuat, Target Performance setelah OH sudah
ditetapkan. Data base sudah ada di SIT, 60%≤x<80%"
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen P3-M3 (Review Report) 80%≤x<100 sudah
ditindaklanjuti/sudah ada action plan penyelesaiannya
Sesuai perhitungan level 1

4.2. Data sudah diupload di web Outage 60%≤x<80%

File screenshot bukti dokumen P3 sudah diupload di web


Outage

Level 5 : 5.1. "Jadwal dan scope OH sudah dibuat, WO OH 100% sudah


diterbitkan.Data base sudah ada di Web MO dan QPR 100% updated
dan terintegrasi. Sudah memiliki data potret kondisi operasi unit,
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 90 / 145

ditindaklanjuti dengan scope tambahan dan Data base sudah ada di


Web MO dan QPR 100% updated dan terintegrasi. Rekomendasihasil
pemeliharaan rutin (tactical dan non tactical) 100%-sudah
ditindaklanjuti. Performance test sebelum OH sudah dilaksanakan, Hasil
ada, Prosedur ijin kerja sudah dibuat, Target Performance setelah OH
sudah ditetapkan. Data base sudah ada di SIT 100%"
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen P3-M3 (Review Report ) 100% sudah ditindaklanjuti
Sesuai perhitungan level 1

5.2. Data sudah diupload di web Outage 100%


Sesuai perhitungan level 4

4. Kesiapan Spare-part Spesifik & Material Umum.


sesuai delivery time serta penerbitan Issue Requisition/Recommended Order
sebagai dasar proses pengadaan."

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. Spare part utama/ spesifik dan umum <35% sudah siap
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen kesiapan material utama dan material umum < 35%
Dokumen rekapitulasi kesiapan material/jasa utama dan
umum dengan persentase kesiapan <35% dari total
kebutuhan material OH

Level 2 : 2.1. "Spare part utama/ spesifik dan umum 35%≤x<60%


2.2. sudah siap. Data base masih dalam aplikasi ."
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen kesiapan material utama dan material umum 35%≤x<60%
Sesuai perhitungan level 1
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 91 / 145

Level 3 : 3.1. "Spare part utama/ spesifik dan umum 60%≤x<80% sudah siap.Data
base masih dalam aplikasi manual updated."
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen kesiapan material utama dan material umum 60%≤x<80%
Sesuai perhitungan level 1

Level 4 : 4.1. Spare part utama/ spesifik dan umum 80%≤x<100% sudah siap. Data
base sudah ada di web MO 80%≤x<100% updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen kesiapan material utama dan material umum 80%≤x<100%
1. Sesuai perhitungan level 1
2. Update kesiapan pada data inventory maximo

4.2. Data ada di web Outage 80%≤x<100%


File screenshot bukti dokumen rekapitulasi kesiapan sudah
diupload di web Outage

Level 5 : 5.1. Spare part utama/ spesifik dan umum100% sudah siap.Data base
sudah ada di web MO 100% updated dan terintegrasi
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen kesiapan material utama dan material umum 100%
1. Sesuai perhitungan level 1
2. Update kesiapan pada data inventory maximo

5.2. Data ada di web Outage 100%


File screenshot bukti dokumen rekapitulasi kesiapan sudah
diupload di web Outage

5. Checklist Kesiapan Pekerjaan OH.


Penetapan checklist kesiapan pekerjaan OH diketahui oleh GM/ Manajer. Daftar item
monitoring kesiapan pelaksanaan OH yang mencakup : Kesiapan spare part/
material, Kesiapan Tim OH, Kesiapan Sarana, dam Kesiapan Tools
Note :
Checklist dibuat dalam Form yang telah ditetapkan & di Approval oleh Manajer/GM
disertai dengan penjelasan terhadap kondisi kesiapan."

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 92 / 145

 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:
Level 1 : 1.1. Checklist kesiapan OH sudah dilakukan dengan tingkat kesiapan
<35% belum dilengkapi dengan tindak lanjut untuk melengkapi
kekurangan kesiapan OH serta belum di approval oleh Manajer/ GM.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P3-K2a (ceklist kesiapan OH) < 35% diidentifikasi
1. Dokumen P3-K2a yang ditandatangani manajemen unit
2. Kesiapan OH kurang dari 35% dari total checklist standar
kesiapan OH berdasarkan persetujuan unit induk

Level 2 : 2.1. Checklist kesiapan OH sudah dilakukan dengan tingkat kesiapan


35%≤x<60 belum dilengkapi dengan tindak lanjut untuk melengkapi
kekurangan kesiapan OH serta belum di approval oleh Manajer/ GM.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen P3-K2a (ceklist kesiapan OH) 35%≤x<60%
Sesuai perhitungan level 1

Level 3 : 3.1. Checklist kesiapan OH sudah dilakukan dengan tingkat kesiapan


60%≤x<80% dan dilengkapi dengan tindak lanjut untuk melengkapi
kekurangan kesiapan OH serta sudah di Approval oleh Manajer/ GM.
Data base masih dalam aplikasi manual updated.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen P3-K2a (ceklist kesiapan OH) 60%≤x<80%
Sesuai perhitungan level 1
3.2. tersedia WBS (Work Breakdown Structure) Berbasis Microsoft Project
Dokumen WBS OH dalam bentuk ms. Project

Level 4 : 4.1. Checklist 80%≤x<100% dan dilengkapi dengan tindak lanjut untuk
melengkapi kekurangan kesiapan OH serta sudah di approval oleh
Manajer/ GM. Data base sudah ada di SIT 80%≤x<100% updated.
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen P3-K2a (ceklist kesiapan OH) 80%≤x<100%
Sesuai perhitungan level 1

4.2. Tersedia WBS (Work Breakdown Structure) Berbasis Microsoft Project,


include resource labor( man power), base line
Dokumen WBS OH dalam bentuk ms. Project yang dilengkapi
man power dan base line Project.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 93 / 145

Level 5 : 5.1. Checklist kesiapan OH sudah dilakukan dan disetujui oleh GM dengan
tingkat kesiapan 100% dan dilengkapi dengan tindak lanjut untuk
melengkapi kekurangan kesiapan OH serta sudah di Approval oleh
Manajer/ GM. Data base sudah ada di SIT 100% updated dan
terintegrasi.
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen P3-K2a (ceklist kesiapan OH) 100%
Sesuai perhitungan level 1

1.2. Tersedia WBS (Work Breakdown Structure) Berbasis Microsoft Project,


include resource labor( man power), base line, Tools
Dokumen WBS OH dalam bentuk ms. Project yang dilengkapi
man power, tools dan base line Project.

6. Efektivitas Pertemuan/ Koordinasi Antar Bidang/ Subdit.


Definisi :
Ketepatan waktu (dalam range +7 hari dari tanggal yang ditetapkan) pertemuan
sesuai Jadwal kegiatan & kelengkapan peserta pertemuan. Ketepatan waktu
pertemuan/koordinasi sesuai Jadwal kegiatan& kelengkapan peserta pertemuan.
Note :
Perkecualian jika terjadi pada hari libur (nasional) dapat bergeser maju / mundur
1-2 hari

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. "Pertemuan kegiatan P3 dilaksanakan dengan peserta <35% undangan
(perfungsi). Materi yang dibahas <35%, Data base masih dalam
aplikasi manual Pertemuan kegiatan P3 dilaksanakan dalam range
waktu lebih/kurang 15s/d 21 hari dari tanggal yang ditetapkan"
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen-dokumen P3 sesuai SK GM dengan pelaksanaan dalam range
waktu >21 hari dari tanggal yang ditetapkan
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 94 / 145

1. File print screen jadwal rencana dan realisasi Rapat P3


pada web Outage.
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk.

Level 2 : 2.1. "Pertemuan kegiatan P3 dilaksanakan dengan peserta 35%≤x<60%


undangan (perfungsi). Materi yang dibahas35%≤x<60%, Data base
masih dalam aplikasi manual
Pertemuan kegiatan P3 dilaksanakan dalam range waktu 3 s/d 7 hari
dari tanggal yang ditetapkan"
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen-dokumen P3 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
35%≤x<60%, pelaksanaan dalam range waktu 3 s/d 7 hari dari tanggal
yang ditetapkan

1. Dokumen P3 yang sudah ditandatangani dan jumlah


materi yang dibahas sesuai standar SK GM.
2. Rencana jadwal pelaksanaan rapat didasarkan pada
penetapan kantor induk. Dengan rentang waktu waktu 3
s/d 7 hari

2.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 35%≤x<60%


Dokumen absensi rapat P3 dengan jumlah peserta sesuai
ketentuan SK GM

Level 3 : 3.1. Pertemuan kegiatan P3dilaksanakan dengan peserta


60%≤x<80%undangan (perfungsi).Materi yang dibahas 60%≤x<80%
Data base masih dalam aplikasi manual Pertemuan kegiatan P3
dilaksanakan dalam range waktu <3 hari dari tanggal yang ditetapkan.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen-dokumen P3 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
60%≤x<80%, pelaksanaan dalam range waktu <3 hari dari tanggal
yang ditetapkan

Sesuai perhitungan poin level 2

3.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 60%≤x<80%

Sesuai perhitungan poin level 2

Level 4 : 4.1. Pertemuan kegiatan P3 dilaksanakan dengan peserta 80%≤x<100%


undangan perfungsi dan salah satu manajer. Materi yang dibahas
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 95 / 145

80%≤x<100%, Data base sudah ada di SIT 80%≤x<100 updated.


Pertemuan kegiatan P3 dilaksanakan tepat waktu dari tanggal yang
ditetapkan
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen-dokumen P3 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
80%≤x<100%, pelaksanaan tepat waktu dari tanggal yang ditetapkan

Sesuai perhitungan poin level 2

4.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 80%≤x<100%

Sesuai perhitungan poin level 2

Level 5 : 5.1. Pertemuan kegiatan P3 dilaksanakan dengan peserta 100% undangan


perfungsi dan kedua manajer (pemberi kerja & eksekutor). Materi
yang dibahas 100% Data base sudah ada di SIT 100% updated dan
terintegrasi. Pertemuan kegiatan P3 dilaksanakan tepat waktu dari
tanggal yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen-dokumen P3 sesuai SK GM dengan materi yang dibahas
100% pelaksanaan dalam sesuai tanggal yang ditetapkan
1. Sesuai perhitungan poin level 2
2. Konsisten pada 3 siklus pemeliharaan terakhir untuk unit
yang sama.

5.2. Daftar kehadiran sesuai dengan SK GM 100%, Upload dokumen ke


web Outage maksimal 7 hari setelah rapat
Sesuai perhitungan poin level 2

A8 Eksekusi Pekerjaan OH (Execution Outage)

1. Manajemen Resiko Eksekusi OH


yaitu resiko yang muncul ketika pekerjaan OH sedang berjalan (resiko yang belum
teridentifikasi pada fase perencanaan)
Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 96 / 145

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Tidak dilakukan analisa resiko.


Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen analisa risiko tidak ada

Level 2 : 2.1. Analisa resiko sudah dilakukan, tetapi hanya pada beberapa scope
pekerjaan saja
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen analisa risiko ada tetapi hanya pada beberapa scope
pekerjaan
Dokumen risk Management plan untuk OH

Level 3 : 3.1. Analisa resiko sudah dilakukan, tetapi detail klasifikasi resiko belum
dipetakan, prioritasi resiko belum dipetakan.
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen analisa risiko dilakukan pada seluruh scope pekerjaan tetapi
belum diklasifikasi dan dilakukan skala prioritas
Dokumen risk Management plan untuk OH seluruh scope
3.2. Dokumentasi rapat/pembahasan ( Foto dengan timestamp & notutlen
rapat) analisa resiko OH yang melibatkan pihak-pihak terkait ( Operasi,
Maintenance, Enjiniring & Tim Manrisk)
Dokumen notulen, absen dan foto dengan time-stamp
pelaksanaan rapat analisa risiko OH.

Level 4 : 4.1. Analisa resiko sudah dilakukan, detail klasifikasi resiko sudah
dipetakan, prioritasi resiko sudah dipetakan. Detail untuk pekerjaan
kritikal sudah teridentifikasi. Jika kondisi darurat muncul, berfokus pada
penanganan jangka pendek.
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen peta klasifikasi risiko
Dokumen peta risiko OH menggunakan kertas kerja profil
risiko yang berlaku.

4.2. Dokumen Skala prioritas


Dokumen Skala prioritas risiko OH menggunakan kertas kerja
profil risiko yang berlaku

4.3. Dokumen Contingency plan jangka pendek


Dokumen Contingency OH menggunakan kertas kerja
profil risiko yang berlaku
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 97 / 145

Level 5 : 5.1. Analisa resiko sudah dilakukan, detail klasifikasi resiko sudah dipetakan,
prioritasi resiko sudah dipetakan. Detail untuk pekerjaan kritikal sudah
teridentifikasi dan sudah mempersiapkan PIC untuk masing masing
kritikal task. Jika kondisi darurat muncul (jarang terjadi), resource
sudah mempersiapkan penanganan dengan baik
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen PIC untuk masing-masing kritikal task
Dokumen analisa risiko semua scope OH yang sudah di
lengkapi kritikal task dan PIC mitigasi risiko.

5.2. Dokumen contingency plan sudah detail dan mampu menyelesaikan


kondisi darurat yang terjadi
1. Dokumen contingency plan dilengkapi dengan data
penurunan tingkat risiko.
2. Format dokumen contigency plan disetujui oleh pembina
2. Manajemen Kualitas Quality Control Inspection untuk Critical Task & Task
Pendukung OH

Yaitu melakukan inspeksi dan memastikan kualitas hasil pekerjaan untuk peralatan
kritis sesuai dengan scope pekerjaan hasil meeting P3.
Note : Critical task adalah pekerjaan dalam overhoul yang mempengaruhi durasi
OH secara Total

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Dokumen DRD dari Pengelola Sistem
 Laporan realisasi penerapan teknologi PdM ke SUPERVISOR Pengelola Sistem

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006
 An Introduction to Predictive Maintenance, R.Keith Mobley, Butterworth-
Heinemann, 1999

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. Semua pekerjaan QC untuk critical task sudah dilakukan pada semua
Bidang 80% (sesuai dengan scope P3), QC sudah menggunakan acuan
kualifikasi standard yang reputable berdasarkan Manual Book ,
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 98 / 145

memperhatikan trending pengukuran, dilakukan analisa dan sudah


melakukan tindak lanjut rekomendasi bidang Engineering
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen QC (Quality Control) dengan parameter Ukuran yang Jelas
untuk critical task 80% sesuai scope pada saat P3
1. Dokumen Form Uji peralatan/spare part pada critical
task terpenuhi 80% dari total critical task.
2. Dokumen Quality Control harus menyajikan informasi
yang kuantitatif dan atau parameter ukuran yang jelas
dan dapat dipahami.

Level 2 : 2.1. "Semua pekerjaan QC untuk critical task sudah dilakukan pada semua
Bidang 100% (sesuai dengan scope P3), QC sudah menggunakan
acuan kualifikasi standard yang reputable berdasarkan Manual Book ,
memperhatikan trending pengukuran, dilakukan analisa dan sudah
melakukan tindak lanjut rekomendasi bidang Engineering"
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen QC (Quality Control) dengan parameter Ukuran yang Jelas
untuk critical task 100% sesuai scope pada saat P3

1. Dokumen Form Uji peralatan/spare part pada critical task


terpenuhi 100% dari total critical task.
2. Dokumen Quality Control harus menyajikan informasi
yang kuantitatif dan atau parameter ukuran yang jelas
dan dapat dipahami

Level 3 : 3.1. "Semua pekerjaan QC untuk critical task sudah dilakukan pada semua
Bidang 90% (sesuai dengan scope P3), QC sudah menggunakan
acuan kualifikasi standard yang reputable berdasarkan Manual Book ,
memperhatikan trending pengukuran, dilakukan analisa dan sudah
melakukan tindak lanjut rekomendasi bidang Engineering"
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen QC untuk 90% dari Seluruh Pekerjaan OH
1. Dokumen rekapitulasi QC 90% dari total scope OH
2. Asesor dapat melakukan random sampling form uji (form
QC Peralatan/spare part)

Level 4 : 4.1. "Semua pekerjaan QC untuk critical task sudah dilakukan pada semua
Bidang 100% (sesuai dengan scope P3), QC sudah menggunakan
acuan kualifikasi standard yang reputable berdasarkan Manual Book ,
memperhatikan trending pengukuran, dilakukan analisa dan sudah
melakukan tindak lanjut rekomendasi bidang Engineering"
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 99 / 145

4.1. Dokumen QC untuk 100% dari Seluruh Pekerjaan OH


1. Dokumen rekapitulasi QC 100% dari total scope OH
2. Asesor dapat melakukan random sampling form uji (form
QC peralatan/spare part)

Level 5 : 5.1. "Semua pekerjaan QC untuk critical task sudah dilakukan pada semua
Bidang 100% (sesuai dengan scope P3), QC sudah menggunakan
acuan kualifikasi standard yang reputable berdasarkan Manual Book ,
memperhatikan trending pengukuran, dilakukan analisa dan sudah
melakukan tindak lanjut rekomendasi bidang Engineering"
Penjelasan Evidence:
5.1. "Tersedia Dokumen QC untuk 100% dari pekerjaan OH konsisten
selama 3 siklus OH terakhir"

1. Dokumen rekapitulasi QC 100% dari total scope OH


2. Asesor dapat melakukan random sampling form uji (form
QC peralatan/spare part)
3. Implementasi pada 3 siklus OH terakhir untuk unit yang
sama.

3. Efektivitas Pertemuan
Definisi : Ketepatan Waktu pertemuan progress OH dan pembahasan critical task
sesuai Jadwal yang telah disepakati bersama dan kehadiran pihak terkait.
Note : Jadwal pertemuan kegiatan ditetapkan oleh UPHAR/Pelaksana
Pemeliharaan sesuai kesepakatan.
Efektifitas dari pertemuan/koordinasi kegiatan Outage Management terkait dengan
materi yang dibahas dan fungsi/ bidang yang terlibat.
1. Materi yang dibahas meliputi: Koodinasi pelaksanaan OH Pembahasaan critical
task

2. Peserta yang diundang dari Eksekutor :


M. Project/ MULP/ M. Tek/ M Renbintek , Supervisor./Koord. Mesin, Listrik,
Kontrol, QC, Resplan. Teknisi,Tim QC
3. Peserta yang diundang dari Pemberi Kerja :
M. Har/ M. Eng, Staff, Supervisors MO & Staf, Supervisors Rendal Har & Staf,
Supervisors Mesin, Listrik, Kontrol, Supervisors Rendal Ops, Supervisors
Operasi,Tim QC
4. Jumlah Peserta yang hadir"

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 100 / 145

Transaction Point:
 Data progress pekerjaan harian dari eksekutor
 Dokumen daily report ke Manajemen UP

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Pertemuan kegiatan progress OH dilaksanakan namun belum


konsisten- Pertemuan kegiatan progress OH dilaksanakan namun belum
konsisten
Penjelasan Evidence:
1.1. Jadwal dan notulen progress OH yang belum konsisten
Notulen yang bertandatangan (min 1 dokumen)

Level 2 : 2.1. Pertemuan kegiatan progress OH dilaksanakan +3 hari


2.2. Belum ada pembahasan tentang critical task yang sudah diidentifikasi
saat perencanaan
2.3. Prosentase Kehadiran 35%≤x<60% Tim Pelaksana OH"
Penjelasan Evidence:
2.1. Notulen progress OH dilakukan +3hari
1. Notulen yang bertandatangan.
2. Rapat dilaksanakan 4 hari sekali.

2.2. Daftar hadir 35%≤x<60% tim pelaksana OH


1. Dokumen absen rapat pelaksanaan OH
2. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan
random sampling min 10% jumlah absensi pada 1 siklus
OH

Level 3 : 3.1. Pertemuan kegiatan progress OH dilaksanakan +2 hari


3.2. Pembahasan critical task meliputi kecukupan resource, mitigasi resiko
potensi adanya extension jadwal OH, kesesuaian dengan jadwal,
namun belum ada rencana tindak lanjut.
3.3. Prosentase Kehadiran 60%≤x<80% Tim Pelaksana OH"
Penjelasan Evidence:
3.1. Notulen progress OH dilakukan +2hari
1. Notulen yang bertandatangan.
2. Rapat dilaksanakan 3 hari sekali.

3.2. Daftar hadir 60%≤x<80% tim pelaksana OH


Sesuai perhitungan level 2
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 101 / 145

Level 4 : 4.1. Pertemuan kegiatan progress OH dilaksanakan +1 hari


4.2. Pembahasan critical task meliputi kecukupan resource, mitigasi resiko
potensi adanya extension jadwal OH, kesesuaian dengan jadwal, dan
sudah ada rencana tindak lanjut.
4.3. Prosentase Kehadiran 80%≤x<100% Tim Pelaksana OH"
Penjelasan Evidence:
4.1. Notulen progress OH dilakukan +1hari
1. Notulen yang bertandatangan.
2. Rapat dilaksanakan 2 hari sekali.

4.2. Daftar hadir 80%≤x<100% tim pelaksana OH


Sesuai perhitungan level 2

Level 5 : 5.1. Pertemuan kegiatan progress OH dilaksanakan sesuai tanggal


kesepakatan
5.2. Pembahasan critical task meliputi kecukupan resource, mitigasi resiko
potensi adanya extension jadwal OH, kesesuaian dengan jadwal, dan
sudah ada rencana tindak lanjut.
5.3. Prosentase Kehadiran 100% Tim Pelaksana OH"
Penjelasan Evidence:
5.1. Notulen progress OH daily
Notulen pembahasan critical task meliputi kecukupan
resource, mitigasi resiko potensi adanya extension jadwal OH,
kesesuaian dengan jadwal, dan sudah ada rencana tindak
lanjut

5.2. Daftar hadir 100% tim pelaksana OH

Sesuai perhitungan level 2

4. Quality Control Inspection


Tersedianya kelengkapan pekerjaan Quality Control (QC) yang meliputi Struktur Tim
QC (Surat Penunjukan Tim QC) & Uraian Ruang Lingkup Tugas QC.SOP/IK Form
Checklist QC. Pelaksanaan Pekerjaan QC : Hasil Validasi (Approval) QC. Mekanisme
Koordinasi antar Bidang.
Note : Form Checklist QC meliputi RuangLingkup (Scope pekerjaan OH)

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 102 / 145

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. Kelengkapan Pekerjaan QC 35% < x < 60%. – Pekerjaan QC tidak
dilakukan. - Koordinasi QC antar Bidang tIdak dilakukan."
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen Kelengkapan Pekerjaan QC 35% < x < 60%, Pekerjaan QC
tidak dilakukan. Koordinasi QC antar Bidang tIdak dilakukan
Dokumen form uji
1.2. List Pekerjaan QC (quality control) untuk Seluruh Pekerjaan OH - QC
harus mempunyai parameter ukuran yang jelas.
Dokumen daftar scope pekerjaan yang membutuhkan QC

Level 2 : 2.1. Kelengkapan Pekerjaan QC 60% < x < 80% (kurang lengkap). -
Pekerjaan QC belum dilakukan pada semua Bidang. - Koordinasi QC
antar Bidang tidak terjadwal
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen Kelengkapan Pekerjaan QC 60% < x < 80%. Pekerjaan QC
belum konsisten"
Dokumen rekapitulasi pekerjaan QC

2.2. Dokumen Koordinasi QC antar Bidang dilakukan tetapi tidak terJadwal


1. Dokumen notulen yang berisikan jadwal pelaksanaan QC
2. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan random
sampling notulen

Level 3 : 3.1. Kelengkapan Pekerjaan QC 80% < x <100% Pekerjaan QC sudah


dilakukan pada semua Bidang. Koordinasi QC antar Bidang optimal.
Data base akivitas QC masih dalam aplikasi manual."
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen Kelengkapan Pekerjaan QC 80% < x < 100%.
Sesuai perhitungan level 2
3.2. Dokumen QC bidang mesin ,listrik kontrol sudah di Approval
(acceptance test per masing masing WO)
Dokumen masing-masing form uji per bidang sudah ditanda
tangani.
3.3. Jadwal Pelaksanaan QC Seluruh Pekerjaan OH
Dokumen WBS berisikan jadwal pelaksanaan QC. Scope OH
dilengkapi pelaksanaan QC.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 103 / 145

Level 4 : 4.1. Kelengkapan pekerjaan QC 100%.


4.2. Pekerjaan QC sudah dilakukan pada semua Bidang.
4.3. Koordinasi antar bidang/ unit optimal & terJadwal.
4.4. Data base sudah ada di SIT 35% < x < 60% updated.
4.5. sebagian besar Pelaksanaan QC sesuai jadwal"
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen Kelengkapan Pekerjaan QC 100%.
Sesuai perhitungan level 2

4.2. Data base sudah di upload di web Outage 35% < x < 60% updated,
maksimal 7 hari setelah Pekerjaan OH selesai
1. Laporan hasil uji QC diupload pada Web Outage
2. File screenshot upload dokumen pada web Outage

4.3. Realisasi Pelaksanaan QC ( Jadwal Vs Realisasi) >80%


Dokumen WBS Compliance realisasi pelaksanaan QC

Level 5 : 5.1. Kelengkapan pekerjaan Startup dan sinkron 100%. - SOP/ IK 100%
tersedia & Review up-date. - Pekerjaan QC sudah dilakukan pada
semua Bidang. - Koordinasi antar bidang/ unit setiap hari & terJadwal.
- Data base sudah ada di SIT 100% updated.
Penjelasan Evidence:
5.1. Rekap data base ada di WEB OUTAGE 100%, maksimal 7 hari setelah
Pekerjaan OH selesai

1. File screenshot upload dokumen pada web Outage


2. Asesor dapat melakukan pengecekan timelog upload
dokumen.

5.2. Dokumen Review /evaluasi pekerjaan QC semua bidang.


Laporan OH yang dilampiri form uji dan evaluasi hasil
pekerjaan.

5.3. Realisasi Pelaksanaan QC ( Jadwal Vs Realisasi) 100%


Dokumen WBS Compliance realisasi pelaksanaan QC

5. Periode Start-Up & Sinkron.


Tersedianya kelengkapan Start- up dan sinkron yang meliputi: Tim Start-up dan
sInkron. SOP/ IK Start-up. Referensi standard operation book equipment.
Pelaksanaan pekerjaan Start-up dan sinkron. Mekanisme koordinasi antar bidang
dan unit. Hasil pekerjaan Start-up dan syncrone sesuai dengan durasi waktu yang
telah ditetapkan dalam PPA Terntegrasi : Operation Mgt
Note : tidak digunakan untuk Pembangkit Hidro

Pedoman Proses:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 104 / 145

 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
 IK Start up/shut down Unit (Belum ada UMS)

Transaction Point:
 Dokumen Notulen RAE dari UIP3B

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. Kelengkapan pelaksanaan Start-up dan sinkron <35%(tidak lengkap).
Koordinasi tidak optimal. Pelaksanaan Start-up dan syncrone gagal
dilakukan akibat kendala dan memerlukan perbaikan lebih dari 1 hari"
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen kelengkapan Tim Start-up
Dokumen Struktur Tim OH
1.2. Dokumen kelengkapan check list persiapan Start <35%
Dokumen check list Start up
1.3. Dokumen penundaan > 1 hari dari target RAE
Dokumen rencana Start up
Notulen RAE

Level 2 : 2.1. Cheklist kesiapan dan Kelengkapan IK/SOP Start-up dan sinkron 35%
< x < 60%. Koordinasi antar bidang/ unit optimal. Data base masih
dalam aplikasi manual. Pelaksanaan Start-up dan syncrone gagal
dilakukan akibat kendala dan memerlukan penundaan lebih dari 50%
dari target waktu dalam PPA
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen Cheklist kesiapan dan Kelengkapan IK/SOP Start-up dan
sinkron 35% < x < 60%
1. Dokumen checklist kesiapan unit 36%- 60% dari total
checklist unit.
2. Dokumen SOP Start-up & sinkron unit

2.2. Start Up dilakukan 12 jam ≤ target RAE < 24 jam


1. Dokumen rencana Start up unit
2. Notulen RAE

Level 3 : 3.1. Cheklist kesiapan dan Kelengkapan IK/SOP Start-up & sinkron 60% <
x < 80% Koordinasi antar bidang/ unit optimal & terJadwal. Data base
masih dalam aplikasi manual updated. Pelaksanaan Start-up dan
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 105 / 145

syncrone gagal dilakukan akibat kendala dan memerlukan penundaan


lebih dari 25% dari target waktu dalam PPA
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen Cheklist kesiapan dan Kelengkapan IK/SOP Start-up dan
sinkron 60% < x < 80%
Sesuai perhitungan level 2
3.2. Start Up dilakukan 6 jam ≤ target RAE < 12 jam
Sesuai perhitungan level 2

Level 4 : 4.1. Cheklist kesiapan dan Kelengkapan IK/SOP Start-up & sinkron 100%.
Koordinasi antar bidang/ unit optimal & terJadwal. Data base sudah
ada di Web MO 60% < x < 80% updated.Pelaksanaan Start-up dan
syncrone sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan PPA"
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen Cheklist kesiapan dan Kelengkapan IK/SOP Start-up dan
sinkron 100%.
Sesuai perhitungan level 2

4.2. Dokumen jam sinkron sesuai target RAE, database sudah masuk di
web Outage
Sesuai perhitungan level 2

Level 5 : 5.1. Cheklist kesiapan dan Kelengkapan IK/SOP Start-up dan sinkron
100%. Koordinasi antar bidang/ unit optimal & terJadwal Data base
sudah ada di Web MO 100% updated."
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen jam sinkron lebih cepat dari target RAE
Sesuai perhitungan level 2

A9 WO Feed Back
1. Informasi dan dokumentasi WO Closed
WO yang dimaksud disini adalah WO Type OH dan WO Type lain dalam
pengendalian Rendal MO. Informasi feedback terdiri dari: failure mode & cause,
tindakan korektif yang dilakukan (untuk WO di luar WO standard OH), hasil test,
pemakaian aktual material, manhour dan resource lain, job task tambahan dll.
Planner mendokumentasikan informasi feedback dalam Maximo

Note : analisa pareto WO feedback berisi analisa terkait dengan kesesuaian


resource, task, material, tools, durasi, sebagai bahan untuk update job plan.

Pedoman Proses:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 106 / 145

 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Dokumen feedback Job Card dari eksekutor

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. Job Card dikembalikan ke Planner <100% setelah pekerjaan selesai
tanpa dilengkapi dengan feed back
Penjelasan Evidence:
1.1. List Job Card dikembalikan ke planner <100%, isian feed back tidak
ada
1. Dokumen rekapitulasi Job Card
2. Asesor dapat melakukan pengecekan salah satu Job
Card yang diisi feedback

Level 2 : 2.1. Job Card dikembalikan ke Planner 100% setelah pekerjaan selesai
informasi feed back yang minimum atau tidak lengkap 35%< x < 60%
dan di entry ke SITE
Penjelasan Evidence:
2.1. List jobcard dikembalikan ke planner 100 %
Dokumen rekapitulasi Job Card

2.2. Informasi feed back WO 35% < x < 60%


1. File feedback WO hanya berisi kelengkapan sebesar 35%-
60% dari total format standar feedback WO.
2. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan random
sampling 5 dokumen feedback jobcard/WO

2.3. >40% dari total WO OH di Closed/complete Maksimal 7 hari setelah


tanggal Actual Finish WO
1. Dokumen rekapitulasi Job Card yang Closed/complete
2. Tanggal Close/complete WO 7 hari setelah tanggal Actual
Finish Job Card (Actual Finish vs Log date Maximo)

Level 3 : 3.1. Job Card dikembalikan ke planner 100% setelah pekerjaan selesai,
sudah terdapat informasi tindakan korektif / perbaiikan yang dilakukan,
hasil test, pemakaian material, manhour dan resource lain, dimasukkan
kedalam SIT /maximo 60% < x < 80%
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 107 / 145

Penjelasan Evidence:
3.1. Informasi feedback WO 60% < x < 80% sudah terupdate di maximo
Sesuai perhitungan level 2

3.2. >70% dari total WO OH di Closed/complete Maksimal 5 hari setelah


tanggal Actual Finish WO
Sesuai perhitungan level 2

Level 4 : 4.1. Job Card dikembalikan ke planner 100% setelah pekerjaan selesai,
sudah terdapat informasi tindakan korektif / perbaiikan yang dilakukan,
hasil test, pemakaian material, manhour dan resource lain, dimasukkan
kedalam SIT /maximo 100% WO Feed Back sudah dijadikan Evidence
Rencana tindak lanjut OH Berikutnya.
Penjelasan Evidence:
4.1. Informasi feedback WO 100% sudah terupdate di maximo
Sesuai perhitungan level 2

4.2. WO Feedback dijadikan Evidence RTL


Dokumen RTL dilengkapi sumber input dari Feedback Job Card

4.3. Seluruh WO OH di Closed/complete Maksimal 3 hari setelah tanggal


Actual Finish WO
Sesuai perhitungan level 2

Level 5 : 5.1. Job Card dikembalikan ke planner 100% setelah pekerjaan


selesai,sudah terdapat informasi tindakan korektif / perbaiikan yang
dilakukan, hasil test, pemakaian material, manhour dan resource lain,
dimasukkan kedalam SIT /maximo 100%
WO Feed Back sudah dijadikan Evidence Rencana tindak lanjut OH
Berikutnya. Rendal MO menggunakan data-data feed back WO untuk
melakukan analisa pareto dll, dalam rangka program peningkatan
kinerja unit selanjutnya digunakan sebagai bahan untuk membuat job
plan dan job execution
Penjelasan Evidence:
5.1. Analisa Pareto WO Feedback
Dokumen analisa WO Feedback yang ditandatangani
Manager Bagian Pemeliharaan.

5.2. Revisi job plan berdasarkan analisa pareto WO feedback


Dokumen rekap job plan hasil revisi berdasarkan analisa
pareto WO feedback

5.3. Seluruh WO OH di Closed/complete Maksimal 1 hari setelah tanggal


Actual Finish WO
Sesuai perhitungan level 2
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 108 / 145

A10 Pasca Pekerjaan OH (Post Outage)

1. Presentasi,Evaluasi dan laporan

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
Level 1 : 1.1. Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dilaksanakan dalam waktu
lebih dari >6 Minggu setelah sinkron.
1.2. Laporan OH dibuat 50% sesuai frame work dalam waktu lebih dari > 8
minggu setelah sinkron
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen undangan Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dan
daftrat hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu lebih dari >6 Minggu setelah sinkron.
1. Surat undangan presentasi pasca OH
2. Daftar hadir
1.2. Dokumen perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame work dalam
waktu lebih dari >8 minggu setelah sinkron dengan materi 50%
Frame work laporan sesuai SK GM

Level 2 : 2.1. Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dilaksanakan dalam waktu
lebih dari >5 Minggu setelah sinkron.
2.2. Laporan OH dibuat 50% sesuai frame work dalam waktu lebih dari >7
minggu setelah sinkron.
2.3. Data base sudah ada di Web Outage 35%≤x<60% updated."
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen undangan presentasi evaluasi & rekomendasi hasil OH dan
daftar hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu lebih dari >5 Minggu setelah sinkron.
1. Surat undangan presentasi pasca OH (AMS)
2. Daftar hadir
3. Materi presentasi hasil OH
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 109 / 145

2.2. Dokumen surat AMS perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame


work dalam waktu lebih dari >7 minggu setelah sinkron dengan materi
50%
1. Surat penyampaian dari UP ke Unit Induk (AMS)
2. Asesor dapat melaksanakan Asesor dapat melakukan
random sampling laporan OH untuk pengecekan
kesesuaian terhadap frame work laporan OH.

2.3. Data base sudah ada di Web Outage 35%≤x<60% updated. Maksimal
>7 minggu setelah sinkron
Data base yang diupload dan update adalah
1. Materi presentasi, 2 tab
2. Laporan OH 15 tab
3. Rekomendasi OH 1 tab
4. Realisasi material dan jasa OH 1 tab

Level 3 : 3.1. Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dilaksanakan dalam waktu
maksimum 4 Minggu setelah sinkron.
3.2. Laporan OH dibuat 75% sesuai frame work dalam waktu maksimum 6
minggu setelah sinkron.
3.3. Data base sudah ada di Web Outage 60%≤x<80% updated."
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen undangan Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dan
daftar hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu maksimum 4 Minggu setelah sinkron.

Sesuai perhitungan level 2


3.2. Dokumen surat OA perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame work
dalam waktu maksimum 6 minggu setelah sinkron dengan materi 75%

Sesuai perhitungan level 2

2.4. Data base sudah ada di Web Outage 60%≤x<80% updated. Maksimal
>6 minggu setelah sinkron

Sesuai perhitungan level 2

Level 4 : 4.1. Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dilaksanakan dalam waktu
maksimum 3 Minggu setelah sinkron.
4.2. Laporan OH dibuat 100% sesuai frame work dalam waktu 5 minggu
setelah sinkron.
4.3. Data base sudah ada di Web Outage 80%≤x<100% updated."
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 110 / 145

4.1. Dokumen undangan Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dan


daftrat hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu maksimum 3 Minggu setelah sinkron.
Sesuai perhitungan level 2

4.2. Dokumen surat AMS perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame


work dalam waktu maksimum 5 minggu setelah sinkron dengan materi
100%
Sesuai perhitungan level 2

4.3. Data base sudah ada di Web Outage 80%≤x<100% updated. 5 minggu
setelah sinkron
Sesuai perhitungan level 2

Level 5 : 5.1. Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dilaksanakan 2 Minggu


setelah sinkron.
5.2. Laporan OH dibuat 100% sesuai frame work kurang dari 3 Minggu
setelah sinkron.
5.3. Data base sudah ada di Web Outage 100% updated."
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen undangan Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dan
daftrat hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu 2 MInggu setelah sinkron.
Sesuai perhitungan level 2

5.2. Dokumen surat AMS perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame


work dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah sinkron dengan materi
100%
Sesuai perhitungan level 2

5.3. Data base sudah ada di Web Outage 100% updated. Maksimal 3
minggu
Sesuai perhitungan level 2

2. Verifikasi dan ketepatan waktu pembebanan biaya OH


Kesesuaian pembebanan biaya OH sesuai dengan klasifikasi yang telah
direncanakan dan ketepatan waktu pembebanan biaya OH

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 111 / 145

 Dokumen BASTP dari eksekutor


 Dokumen realisasi anggaran dari bagian akuntansi

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Level 1 : 1.1. Finalisasi proses keuangan dan verifikasi kesesuaian pembebanan


biaya OH dengan scope pekerjaan yang sudah disepakati di awal dan
temuan pekerjaan yang telah disetujui oleh UP (scope pekerjaan).
Pembebanan biaya tidak sesuai 100% .
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen rencana dan realisasi anggaran, pembebanan biaya tidak
sesuai 100%

Pembebanan biaya terhitung:


Dokumen rekapitulasi biaya perencanaan OH dilengkapi
dengan realisasi biaya pembebanan OH
1. Material – material persediaan (Gudang) yang terpakai
berdasarkan picking slip
2. Jasa/Supply Erect – berdasarkan terbit service entry.

Level 2 : 2.1. Finalisasi proses keuangan dan verifikasi kesesuaian pembebanan


biaya OH dengan scope pekerjaan yang sudah disepakati di awal dan
temuan pekerjaan yang telah disetujui oleh UP (scope pekerjaan).
Pembebanan biaya 100% sesuai dan selesai maksimal 30 hari

Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen rencana dan realisasi anggaran, pembebanan biaya sesuai
100%
Dokumen rencana dan realisasi anggaran

2.2. Penyelesaian pembebanan 25<X ≤30 hari, setelah selesai pelaksanaan


pekerjaan
Berdasarkan tanggal selesai overhaul

Level 3 : 3.1. Finalisasi proses keuangan dan verifikasi kesesuaian pembebanan


biaya OH dengan scope pekerjaan yang sudah disepakati di awal dan
temuan pekerjaan yang telah disetujui oleh UP (scope pekerjaan).
Pembebanan biaya 100% sesuai dan selesai maksimal 25 hari
Penjelasan Evidence:
3.1. Penyelesaian pembebanan 20<X ≤25 hari, setelah selesai
pelaksanaan pekerjaan
Berdasarkan tanggal selesai overhaul
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 112 / 145

Level 4 : 4.1. Finalisasi proses keuangan dan verifikasi kesesuaian pembebanan


biaya OH dengan scope pekerjaan yang sudah disepakati di awal dan
temuan pekerjaan yang telah disetujui oleh UP (scope dan
maintenance type). Pembebanan biaya 100% sesuai dan selesai
maksimal 20 hari
Penjelasan Evidence:
4.1. Penyelesaian pembebanan 15<X ≤20 hari, setelah selesai pelaksanaan
pekerjaan
Berdasarkan tanggal selesai overhaul

Level 5 : 5.1. Finalisasi proses keuangan dan verifikasi kesesuaian pembebanan


biaya OH dengan scope pekerjaan yang sudah disepakati di awal dan
temuan pekerjaan yang telah disetujui oleh UP (scope, maintenance
type dan equipment). Pembebanan biaya 100% sesuai dan selesai
maksimal 15 hari
Penjelasan Evidence:
5.1. Penyelesaian pembebanan ≤15 hari, setelah selesai pelaksanaan
pekerjaan
Berdasarkan tanggal selesai overhaul

3. Rencana Tindak Lanjut OH Berikutnya.


Penyampaian dan pembahasan rencana tindak lanjut dari laporan, evaluasi dan
rekomendasi hasil pelaksanaan OH yang mencakup : Rencana tindaklanjut untuk
OH berikutnya (program continuous improvement).
Rencana tindaklanjut kendala-kendala dalam perencanaan
Peserta : OME dan UPHAR/Pelaksana Project

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 113 / 145

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Program rencana tindak lanjut untuk OH berikutnya dan jadwal
pelaksanaan RTL sudah dibuat tanpa melibatkan bidang OME
Penjelasan Evidence:
1.1. Dokumen RTL dibuat <35% tanpa melibatkan bidang Operasi,
Pemeliharaan dan Enjiniring
Dokumen RTL
1.2. Jadwal Pelaksanaan RTL
Surat undangan pembahasan RTL paska OH

Level 2 : 2.1. "Program rencana tindak lanjut untuk OH berikutnya sudah dibuat,
namun belum detail. Data base masih dalam aplikasi manual. RTL
dibuat ≥49 hari setelah syncrone"
Penjelasan Evidence:
2.1. Dokumen RTL dibuat 35%<X<100%, dibuat >49 hari setelah syncrone
Dokumen RTL dengan rincian pekerjaan belum detail (Hanya judul RTL)

Level 3 : 3.1. "Program rencana tindak lanjut untuk OH berikutnya sudah dibuat
secara detail.Data base sudah ada di Web MO 35%< x < 60%
updated. RTL dibuat 42≤x<49 hari setelah syncrone"
Penjelasan Evidence:
3.1. Dokumen RTL dibuat 100%, dibuat 42≤x<49 hari setelah syncrone
1. Kegiatan atau task yang perlu ditambahkan pada OH
berikutnya.
2. PdM yang mengalami perubahan.
3. SOP/IK yang mengalami perubahan (jika tidak diperlukan
perubahan SOP/IK maka tetap dilakukan justifikasi atau
keterangan pada
4. Material yang perlu diperbaiki atau dicadangkan.
5. Rencana lainnya berdasarkan evaluasi dan rekomendasi
Detail RTL (work plan : Rencana tindak lanjut, PIC & target
waktu)
3.2. Data sudah ada di Web Outage 35%< x < 60%
Data RTL sudah diupload pada web Outage sejumlah 36%-
60% dari total data RTL

Level 4 : 4.1. "Program rencana tindak lanjut untuk OH berikutnya sudah dibuat
secara detail. Data base sudah ada di Web MO 60% < x< 80%
updated. RTL dibuat 35≤x<42 hari setelah syncrone"
Penjelasan Evidence:
4.1. Dokumen RTL dibuat 100%, dibuat 35≤x<42 hari setelah syncrone
1. Sesuai perhitungan level 3
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 114 / 145

2. Diverifikasi oleh Manager Bagian terkait (UPK/UPDK) atau


Manager Bagian Teknik (UPHK) dan disahkan oleh
Manager Unit Pelaksana

4.2. Data sudah ada di Web Outage 60% < x< 80%
Sesuai perhitungan level 3

Level 5 : 5.1 Program rencana tindak lanjut untuk OH berikutnya dibuat secara
detail. Data base sudah ada di Web MO 100% updated RTL dibuat
secara detail < 28 hari setelah syncrone
Penjelasan Evidence:
5.1 Dokumen RTL dibuat 100%, dibuat < 28 hari setelah syncrone
Workplan dibuat dalam
Sesuai perhitungan level 3

5.2 Data sudah ada di Web Outage 100%, maksimal 7 hari setelah selesai
pelaksanaan Rapat RTL
1. Sesuai perhitungan level 3
2. File Screenshot time log upload dokumen pada web Outage

A11 Pre Outage

1. Work Scope Stability


Rasio antara scope tambahan awal pada R3 dan sebelumnya dibandingkan dengan
Scope tambahan Total. Scope Tambahan sampai dengan R3/Scope tambahan
sampai dengan P3
Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Work Scope Stability 0 - 70%


Penjelasan Evidence:
1.1. Work Scope Stability 0 - 70% data by WO Maximo
1. Dokumen rekapitulasi perbandingan jumlah WO pada tahap
R3 terhadap jumlah WO pada P3
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 115 / 145

2. Contoh perhitungan: WO pada R3 sejumlah 100 buah. List


WO pada P3 sejumlah 120 buah. Maka, Work scope stability =
(100/120) x100 = 80%

Level 2 : 2.1. 70 ≤ Work Scope Stability < 80%


Penjelasan Evidence:
2.1. 70 ≤ Work Scope Stability < 80% data by WO Maximo
Sesuai perhitungan level 1

Level 3 : 3.1. 80 ≤ Work Scope Stability < 90%


Penjelasan Evidence:
3.1. 80 ≤ Work Scope Stability < 90% data by WO maximo
Sesuai perhitungan level 1

Level 4 : 4.1. 90 ≤ Work Scope Stability < 100%


Penjelasan Evidence:
4.1. 90 ≤ Work Scope Stability < 100% data by WO Maximo
Sesuai perhitungan level 1

Level 5 : 5.1 Work Scope Stability = 100%


Penjelasan Evidence:
5.1 Work Scope Stability = 100% data by WO Maximo
Sesuai perhitungan level 1

2. Rasio Kesiapan Material/Spare Part & Jasa Terkontrak


Rasio antara material & Jasa terkontrak yang tersedia saat P3 dibandingkan dengan
jumlah kebutuhan material & Jasa total.
Rasio perhitungan dihitung dari rasio per item material & Jasa yang ada pada saat
P3 dibandingkan dengan seluruh item material & jasa ( PR total maximo ).

Pedoman Proses:
 Prosedur SCM

Transaction Point:
 Dokumen kontrak dari PJ. Laksda
 Data PR dari logistik

Referensi:
 SK DIR 620

Maturity Level :

Level 1 : 1.1. Kesiapan Material & Jasa 0 - 70%


Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 116 / 145

1.1. Kesiapan Material & Jasa 0 - 70% data by penerimaan di maximo dan
pengecekan lapangan
1. Form P3-k2A
2. Rekap penerimaan pada maximo
3. Check list opname fisik material Gudang
4. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan random
sampling record penerimaan barang pada modul inventory
maximo

Level 2 : 2.1. 70 ≤ Kesiapan Material & Jasa < 80%


Penjelasan Evidence:
2.1. 70 ≤ Kesiapan Material & Jasa < 80% data by penerimaan di maximo
dan pengecekan lapangan
Sesuai perhitungan level 1

Level 3 : 3.1. 80 ≤ Kesiapan Material & Jasa < 90%


Penjelasan Evidence:
3.1. 80 ≤ Kesiapan Material & Jasa < 90% data by penerimaan di maximo
dan pengecekan lapangan
Sesuai perhitungan level 1

Level 4 : 4.1. 90 ≤ Kesiapan Material & Jasa < 100%


Penjelasan Evidence:
4.1. 90 ≤ Kesiapan Material & Jasa < 100% data by penerimaan di maximo
dan pengecekan lapangan
Sesuai perhitungan level 1

Level 5 : 5.1 Kesiapan Material & Jasa = 100%


Penjelasan Evidence:
5.1 Kesiapan Material & Jasa = 100% data by penerimaan di maximo dan
pengecekan lapangan
Sesuai perhitungan level 1

A12 Outage execution


1. Prosentase WO Temuan saat OH
Yaitu jumlah WO yang muncul pada saat fase eksekusi OH diluar pekerjaan yang
telah disepakati pada meeting P3. % Jumlah WO temuan pada saat fase eksekusi
dibandingkan semua WO OH"

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 117 / 145

 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Presentase Jumlah WO temuan lebih dari 20% dibandingkan dengan
total WO pada fase perencanaan P3.
Penjelasan Evidence:
1.1. WO Temuan > 20% dibanding WO saat P3

Dokumen rekapitulasi perbandingan WO temuan terhadap total


WO pada fase P3

Level 2 : 2.1. "Presentase Jumlah WO temuan antara 15%-20% dibandingkan


dengan total WO pada fase perencanaan P3."
Penjelasan Evidence:
2.1. WO Temuan 15% < X ≤20% dibanding WO saat P3

Dokumen rekapitulasi perbandingan WO temuan terhadap


total WO pada fase P3

Level 3 : 3.1. "Presentase Jumlah WO temuan antara 15%-20% dibandingkan


dengan total WO pada fase perencanaan P3."
Penjelasan Evidence:
3.1. WO Temuan 15% < X ≤20% dibanding WO saat P3

Dokumen rekapitulasi perbandingan WO temuan terhadap


total WO pada fase P3

Level 4 : 4.1. Presentase Jumlah WO temuan antara 5%-10% dibandingkan dengan


total WO pada fase perencanaan P3.
Penjelasan Evidence:
4.1. WO Temuan 5% < X ≤10% dibanding WO saat P3

Dokumen rekapitulasi perbandingan WO temuan terhadap


total WO pada fase P3

Level 5 : 5.1 Presentase Jumlah WO temuan tidak lebih dari 5% dibandingkan


dengan total WO pada fase perencanaan P3.
Penjelasan Evidence:
5.1 WO Temuan ≤5% dibanding WO saat P3
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 118 / 145

Dokumen rekapitulasi perbandingan WO temuan terhadap


total WO pada fase P3

2. Rasio Safety Permit

Perbandingan antara Safety permit yang terbit dibandingkan dengan jumlah


task/pekerjaan yang membutuhkan Safety permitt
Safety Permit : merupakan izin kusus untuk pekerjaan yang memiliki resiko tinggi
(ketinggian/panas/bertegangan)

Manual : List WO OH yang dikeluarkan rendal har, dan dilakukan JSA oleh K3 untuk
pekerjaan yang membutuhkan Safety Permit.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Prosedur K3

Transaction Point:
 Dokumen WO OH ke K3
 Dokumen WO OH dengan safety analysis dari K3

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Rasio Permitt 0 - 70%


Penjelasan Evidence:
1.1. Rasio Permitt 0 - 70%
1. Dokumen rekapitulasi WO OH dilengkapi dengan
keterangan kebutuhan dan JSA yang terbit yang
ditandatangani Supervisor Rendalhar & PJ. K3L
2. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan random
sampling dokumen Job Safety Analysis WO OH.

Level 2 : 2.1. 70 ≤ Rasio Permitt < 80%


Penjelasan Evidence:
2.1. 70 ≤ Rasio Permitt < 80%
1. Dokumen rekapitulasi WO OH dilengkapi dengan
keterangan kebutuhan dan JSA yang terbit yang
ditandatangani Supervisor Rendalhar & PJ. K3L
2. Asesor dapat melakukan random sampling dokumen Job
Safety Analysis WO OH.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 119 / 145

Level 3 : 3.1. 80 ≤ Rasio Permitt < 90%


Penjelasan Evidence:
3.1. 80 ≤ Rasio Permitt < 90%
1. Dokumen rekapitulasi WO OH dilengkapi dengan
keterangan kebutuhan dan JSA yang terbit yang
ditandatangani Supervisor Rendalhar & PJ. K3L
2. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan random
sampling dokumen Job Safety Analysis WO OH (manual)

Level 4 : 4.1. 90 ≤ Rasio Permitt < 100%


Penjelasan Evidence:
4.1. 90 ≤ Rasio Permitt < 100%
1. Dokumen rekapitulasi WO OH dilengkapi dengan
keterangan kebutuhan dan JSA yang terbit yang
ditandatangani Supervisor Rendalhar & PJ. K3L
2. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan random
sampling dokumen Job Safety Analysis WO OH (maximo)

Level 5 : 5.1 Rasio Permitt = 100%


Penjelasan Evidence:
5.1 Rasio Permitt = 100%
1. Dokumen rekapitulasi WO OH dilengkapi dengan
keterangan kebutuhan dan JSA yang terbit yang
ditandatangani Supervisor Rendalhar & PJ. K3L
2. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan random
sampling dokumen Job Safety Analysis WO OH (maximo)

3. Ketepatan waktu critical task


Rasio antara jumlah critical task yang tepat waktu dibandingkan dengan total
critical task

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 120 / 145

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Timeliness of critical task 0 - 70%


Penjelasan Evidence:
1.1. Timeliness of critical task 0 - 70% data by Gant Chart
1. Perbandingan jumlah critical yang tepat waktu terhadap
total critical task pada WBS
2. Gant chart dapat menggunakan ms. Excel atau sejenisnya.

Level 2 : 2.1. 70 ≤ Timeliness of critical task < 80%


Penjelasan Evidence:
2.1. 70 ≤ Timeliness of critical task < 80% by Gant Chart
1. Perbandingan jumlah critical yang tepat waktu terhadap
total critical task pada WBS
2. Wajib menggunakan gant chart MS. Project

Level 3 : 3.1. 80 ≤ Timeliness of critical task < 90%


Penjelasan Evidence:
3.1. 80 ≤ Timeliness of critical task < 90% by Gant Chart
Sesuai perhitungan level 2

Level 4 : 4.1. 90 ≤ Timeliness of critical task < 100%


Penjelasan Evidence:
4.1. 90 ≤ Timeliness of critical task < 100% by Gant Chart
Sesuai perhitungan level 2

Level 5 : 5.1 Timeliness of critical task = 100%


Penjelasan Evidence:
5.1 Timeliness of critical task = 100% by Gant Chart
Sesuai perhitungan level 2

A13 Evaluasi Pasca Outage

1. WO OH Compliance

Ketepatan dalam proses pelaksanaan WO OH sesuai schedule yang telah


ditetapkan.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 121 / 145

Transaction Point:
 Dokumen Feedback Job Card dari Eksekutor

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Sebagian Besar Pelaksanaan WO tidak sesuai dengan schedule yang
ditetapkan
Penjelasan Evidence:
1.1. WO OH Compliance <35%
1. File EAM SBS Compliance OH
2. Dokumen perbandingan antara Schedule Start & Actual
Start terhadap Shedule Finish & Actual Finish

Level 2 : 2.1. Sebagian Pelaksanaan WO sesuai dengan schedule yang ditetapkan


Penjelasan Evidence:
2.1. WO OH Compliance 35%-55%
Sesuai perhitungan level 1

Level 3 : 3.1. Sebagian Besar Pelaksanaan WO sesuai dengan schedule yang


ditetapkan
Penjelasan Evidence:
3.1. WO OH Compliance 55%-75%
Sesuai perhitungan level 1

Level 4 : 4.1. Sebagian Besar Pelaksanaan WO sesuai dengan schedule yang


ditetapkan
Penjelasan Evidence:
4.1. WO OH Compliance 75%-95%
Sesuai perhitungan level 1

Level 5 : 5.1 Seluruh Pelaksanaan WO OH sesuai dengan schedule yang


ditetapkan
Penjelasan Evidence:
5.1 WO OH Compliance >95%
Sesuai perhitungan level 1
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 122 / 145

2. Bugdet Compliance
Perbandingan Rencana Biaya pada saat P1 dibandingkan realisasi Biaya Setelah
Eksekusi OH

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Data Realisasi Biaya OH dari Akuntansi

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Budget Compliance ±10%


Penjelasan Evidence:
1.1. ±10%
1. Berlaku untuk nilai realisasi lebih besar dari 10%
2. Dokumen rekapitulasi perbandingan rencana biaya pada
P1 terhadap biaya paska OH

Level 2 : 2.1. Budget Compliance ± 5% I ± 6% Untuk PLTU Batubara


Penjelasan Evidence:
2.1. ± 5% I ± 6% Untuk PLTU Batubara
Sesuai perhitungan level 1

Level 3 : 3.1. Budget Compliance ± 4% I ± 5% Untuk PLTU Batubara


Penjelasan Evidence:
3.1. ± 4% I ± 5% Untuk PLTU Batubara
Sesuai perhitungan level 1

Level 4 : 4.1. Budget Compliance ± 3% I ± 4% Untuk PLTU Batubara


Penjelasan Evidence:
4.1. ± 3% I ± 4% Untuk PLTU Batubara
Sesuai perhitungan level 1

Level 5 : 5.1 Budget Compliance ± 2% I ± 3% Untuk PLTU Batubara


Penjelasan Evidence:
5.1 ± 2% I ± 3% Untuk PLTU Batubara
Sesuai perhitungan level 1
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 123 / 145

3. Performance
Perbandingan antara Performance pada saat PT sebelum pelaksanaan OH,
dibandingkan dengan PT setelah pelaksanaan OH
Performance Pembangkit : parameter ukuran untuk mengukur kinerja pembangkit
yang ditetapkan dan disetujui oleh pembina ( dapat berupa daya
mampu/efisiensi/vibrasi/parameter lain2 yang berkaitan)

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 IK Performance test

Transaction Point:
 Data Performance test dari rendalop

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. "Performance Pembangkit tidak lebih baik dari kondisi sebelum
Outage"
Penjelasan Evidence:
1.1. "Performance Pembangkit tidak lebih baik dari kondisi sebelum Outage"
Dokumen PT sebelum dan sesudah OH

Level 2 : 2.1. "Performance Pembangkit sama dengan kondisi sebelum Outage"


Penjelasan Evidence:
2.1. "Performance Pembangkit sama dengan kondisi sebelum Outage"

Laporan perbandingan Performance sebelum dan setelah


overhaul

Level 3 : 3.1. "Performance Pembangkit lebih baik dari kondisi sebelum Outage "
Penjelasan Evidence:
3.1. "Performance Pembangkit lebih baik dari kondisi sebelum Outage "
Laporan perbandingan Performance sebelum dan setelah
overhaul

Level 4 : 4.1. "Performance Pembangkit lebih baik dari expectasi Outage yang
ditetapkan saat P3"
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 124 / 145

4.1. "Performance Pembangkit lebih baik dari ekpektasi Outage yang


ditetapkan saat P3
- Contoh melebihi target untuk kategori efisiensi pembangkit adalah
minimal lebih dari 10% dari target yang ditetapkan"
Laporan perbandingan Performance sebelum dan setelah
overhaul

Level 5 : 5.1 "Performance Pembangkit lebih baik dari expectasi Outage yang
ditetapkan saat P3 secara konsisten selama 1 siklus pemeliharaan "
Penjelasan Evidence:
5.1 "Performance Pembangkit lebih baik dari expectasi Outage yang
ditetapkan saat P3 secara konsisten selama 1 siklus pemeliharaan "
1. Laporan perbandingan Performance sebelum dan
setelah overhaul
2. Dokumen target overhaul yang disetujui unit induk.
3. Laporan perbandingan Performance sebelum dan
setelah overhaul selama 1 siklus pemeliharaan unit yang
salam
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 125 / 145

OUTAGE MANAGEMENT UNIT PELAKSANA PEMELIHARAAN PEMBANGKIT

MATURITY IN PROCESS

1.1 Kegiatan Manajemen Outage


Kegiatan Perencanaan Management Outage, meliputi proses kegiatan UPHK untuk
mendukung Proses Pelaksanaan Outage Unit Pelaksana

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Prosedur Pola Hubungan Kerja (belum ada UMS)

Transaction Point:
 Dokumen Jadwal OH dari Unit Induk
 Dokumen QPE ke Unit Pelaksana/Unit Induk

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1: 1.1. Belum Ada Kegiatan Manajemen Outage yang sistematis dan terencana
Penjelasan Evidence:
1.1. Penyusunan dan rencana kegiatan manajemen Outage belum
dilaksanakan dgn konsisten dan sistematis (sesuai SK Outage
Mangement)
Tidak ada dokumen

Level 2: 2.1. Kegiatan Management Outage sudah berdasarkan prosedur/IK, Sudah


dilakukan update secara berkala dan terdapat kejelasan peran dan
tanggungjawab organisasi
Penjelasan Evidence:
2.1 Sudah ada penyusunan rencana kegiatan manajemen Outage untuk
UPHK sesuai dgn prosedur (Sesuai SK Outage Management)
Dokumen surat penugasan penugasan UPHK dari GM

2.2 Dapat menunjukan prosedur/IK penyusunan dan penetapan rencana


kegiatan manajemen Outage Untuk UPHK pada setiap tahapan
manajemen Outage. Prosedur valid, up to date, diketahui dan dipahami
oleh user. Terdapat kejelasan peran dan tanggung jawab organisasi
diantaranya adalah:

1. Prosedur/IK penugasan Manajemen Outage UPHK di UMS


PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 126 / 145

2. Peran dan tanggung jawab pengelolaan Outage dijelaskan


dalam dokumen/petunjuk resmi

Level 3 : 3.2. Memenuhi Level 2 dan Keterlibatan UPHK dalam Proses persiapan
Outage di UP sudah cukup baik
Penjelasan Evidence:
3.3 Peran dan tanggung jawab UPHK yang meliputi pengelolaan seluruh
aspek kesiapan (yang menjadi scope UPHK) dan eksekusi Outage,
untuk setiap Project UPHK, diserahkan ke UP terkait paling lambat
pada P2 (surat resmi)
1. Prosedur/IK penugasan Manajemen Outage UPHK di
UMS
2. Surat (AMS) dari Manager UPHK ke Manager UPK/UPDK
terkait penyampaian dokumen QPE untuk Project OH yang
dilaksanakan UPHK.
3. Dokumen QPE untuk masing-masing Project OH

3.4 Dokumen hasil implementasi setiap tahapan Outage untuk UPHK


sesuai dengan prosedur yang telah dikeluarkan oleh UPHK, dokumen
untuk seluruh Project penugasan UPHK
Dokumen QPE

3.5 bukti keterlibatan/kehadiran UPHK dalam Rapat Outage UPK/UPDK (R1


s.d P3), minimal 60% dari total proses (sesuai SK Outage) pada
seluruh penugasan

1. Jadwal kalender Outage


2. Absensi pelaksanaan rapat Outage (Web Outage) baik
screenshot zoom meeting maupun absen online.

Perhitungan:
Dalam semester asesmen terdapat 5 rapat Outage
Pra/Eksekusi/Paska). Misal, dalam 1 rapat minimal 10 orang
UPHK yang hadir (berdasarkan SK GM). Realisasi pada rapat
pertama yg hadir 5 orang maka pada rapat itu dihitung
kehadiran UPHK.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 127 / 145

𝟓
𝑷𝒆𝒓𝒔𝒆𝒏𝒕𝒂𝒔𝒆 𝒓𝒂𝒑𝒂𝒕 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 = 𝒙𝟏𝟎𝟎 = 𝟓𝟎%
𝟏𝟎
Dengan asumsi rapat 2 s/d rapat 5 sebesar 50% maka,

𝟓𝟎 + 𝟓𝟎 + 𝟓𝟎 + 𝟓𝟎 + 𝟓𝟎
𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒑𝒆𝒓𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 = = 𝟓𝟎%
𝟓

Total persentase penilaian sebesar 50%.

Level 4 : 4.2. Memenuhi level 3 dan keterlibatan UPHK dalam proses persiapan di
UP/UPDK >80% dari total proses
Penjelasan Evidence:
4.5 bukti keterlibatan/kehadiran UPHK dalam Rapat Outage UPK/UPDK (R1
s.d P3), minimal 80% dari total proses (sesuai SK Outage) pada
seluruh penugasan
Sesuai perhitungan level 3

Level 5 : 5.2. Memenuhi level 3 dan keterlibatan UPHK dalam proses persiapan di
UP/UPDK sudah 100% dari total proses, dan konsisten selama 2 tahun
terakhir
Penjelasan Evidence:
5.2 bukti keterlibatan/kehadiran UPHK dalam Rapat Outage UPK/UPDK (R1
s.d P3), minimal 100% dari total proses (sesuai SK Outage) pada
seluruh penugasan, konsisten selama 2 tahun terakhir.
1. Sesuai perhitungan level 3
2. File foto dengan time-stamp

1.2. Perencanaan Resource


Perencanaan dan Pengendalian Sumber Daya Manusia

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 128 / 145

Level 1 : 1.1. Proses Prencanaan dan pengendalian SDM masih insidentil dak tidak
terstruktur
Penjelasan Evidence:
1.1. Pelaksanaan perencanaan dan pengendalian sumber daya manusia
masih belum dilaksanakan secara konsisten dan sistematis
1. Perencanaan terkait dengan kompetensi eksekutor
UPHK, kewajiban/standar minimal kompetensi,
2. Kompetensi minimal pelaksana UPHK dalam Project
tertentu.

1.2. Belum ada prosedur/IK perencanaan dan pengendalian SDM


Prosedur/IK yang terdaftar pada UMS

Level 2 2.1. Sudah ada proses perencanaan dan pengendalian SDM yang tertuang
: dalam prosedur yang baku.
Penjelasan Evidence:
2.1. Dapat menunjukan prosedur/IK terkait perencanaan dan pengendalian
sumber daya manusia. Prosedur valid, up to date, diketahui dan
dipahami oleh user.
Prosedur Perencanaan Resource (Tim Teknik UPHK)

2.2. Perencanaan dan pengendalian SDM sdh dilaksanakan sesuai prosedur


Dokumen WBS dilengkapi dengan resource Tim OH

Level 3 : 3.1. Memenuhi level 2 dan proses evaluasi perencanaan dan penggunaan
SDM sudah dilaksanakan
Penjelasan Evidence:
3.1. Mengevaluasi rencana vs aktual penggunaan sumber daya manusia
baik dari sisi jumlah maupun level skill. Termasuk evaluasi penggunaan
Teknisi eksternal (UPK/UPDK/eksternal UIKSBS) oleh UPHK.
1. Laporan evaluasi rencana dan realisasi penggunaan
SDM hanya untuk salah satu OH.
2. Dokumen WBS rencana (WBS pada P1)
3. Dokumen WBS realisasi.

Level 4 : 4.1. Memenuhi level 3 dan proses evaluasi penggunaan dan pengendalian
sumber daya manusia sudah dilaksanakan dan digunakan dalam
Project berikutnya.
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 129 / 145

4.1. Terdapat evaluasi secara berkala penggunaan sumber daya manusia


telah digunakan untuk perencanaan dan pengembangan SDM serta
perencanaan Outage/Project berikutnya
1. Laporan evaluasi penggunaan resources
2. Contoh:
Dokumen WBS realisasi AI Unit 3 PLTU Tarahan yang
dijadikan acuan untuk smoothing resources pada WBS
rencana AI Unit 4 PLTU Tarahan.

4.2 Terdapat dokumen Evaluasi terkait dengan Efektifitas penggunaan SDM


dan durasi yang optimal dalam Project Outage
Laporan evaluasi penggunaan resources

Level 5 : 5.1. Memenuhi Level 4 dan Proses Perencanaan dan pengendalian SDM
sudah Efisien dan konsisten selama periode 3 tahun terakhir.
Penjelasan Evidence:
5.1. Dapat menunjukkan peningkatan perencanaan dan pengendalian
sumber daya manusia secara konsisten selama 3 thn, untuk jenis
Outage sama pada UP yang sama.
1. Peningkatan Efisiensi penggunaan SDM, sebagai contoh
jumlah SDM untuk OH tertentu dapat berkurang atau durasi
OH tertentu bisa dikurangi berdasarkan pengelolaan labor
OH.
2. Laporan evaluasi penggunaan resources untuk semua tipe
OH yang dilaksanakan UPHK (Semester berjalan)
3. Asesor dapat melakukan random sampling 5 laporan
evaluasi penggunaan resources OH selama 3 tahun

1.3. Perencanaan dan Pengendalian Part, Material, dan Tools.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Dokumen Picking Slip dari Rendalhar UPK/UPDK

Referensi:
 A Guide To The Project Management Body Of Knowledge, PMI, 1996

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Proses perencanaan dan pengendalian material & Tools masih belum
konsisten dan sistematis, Prosedur Belum ada
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 130 / 145

Penjelasan Evidence:
1.1. Pelaksanaan perencanaan dan pengendalian consumable material (bila
dilakukan oleh UPHK) dan tool Outage masih belum dilaksanakan
secara konsisten dan sistematis
Tidak ada dokumen
1.2. Belum ada prosedur/IK perencanaan dan pengendalian part, material
dan Tools
Belum ada prosedur

Level 2: 2.1. Proses perencanaan dan pengendalian material & Tools sudah sesuai
dengan Prosedur resmi UPHK, SOP/IK Valid, Up to date dan dipahami
oleh User terkait
Penjelasan Evidence:
2.1. Perencanaan dan pengendalian consumable material dan tools sudah
dilaksanakan sesuai prosedur resmi UPHK
1. Dokumen perencanaan dan pengendalian material
consumable dan tools.
2. Dokumen usulan kebutuhan material dan tools dari UPHK
ke UP
3. BA Serah Terima Material Dan Tools dari UP ke UPHK
4. Laporan realisasi pemakaian material dan tools

2.2. Dapat menunjukan prosedur/IK terkait perencanaan dan pengendalian


consumable material dan tools Outage. Prosedur valid, up to date,
diketahui dan dipahami oleh user.

Prosedur/IK perencanaan dan pengendalian consumable


material dan tools Outage (UMS)

Level 3 : 3.1. Memenuhi Level 2 dan sudah ada evaluasi terkait dengan penggunaan
tools dan consumable, tersedia database penggunaan Tools dan
material
Penjelasan Evidence:
3.1. Mengevaluasi rencana vs aktual penggunaan tool dan consumable
material baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Termasuk evaluasi
penggunaan material/tool UPK/UPDK oleh UPHK.

Dokumen rencana & realisasi penggunaan tool dan


consumable material

3.2. tersedia database untuk aktual penggunaan Tools, material yang


digunakan untuk setiap pekerjaan yang disusun berdasarkan
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 131 / 145

Equipment Number, nama equipment dan unit yang bersangkutan.


Untuk >30% dari seluruh item kegiatan untuk setiap Project

Dokumen rekapitulasi realisasi penggunaan tools & material.


(Database tools & material masing-masing Project di UPHK)

Level 4 : 4.1. Memenuhi Level 3 dan sudah ada evaluasi terkait dengan penggunaan
tools dan consumable, tersedia database penggunaan Tools dan
material, database sudah mencakup >60% dari total seluruh Item
kegiatan untuk setiap Project
Penjelasan Evidence:
4.1. Evaluasi secara berkala penggunaan tools dan consumable material
telah digunakan untuk:

1. Usulan update job plan (usulan kepada UPK/UPDK


bersangkutan)
2. Surat (AMS) dokumen Usulan dari UPHK ke UP terkait.

4.2 Tersedia database untuk aktual penggunaan Tools, material yang


digunakan untuk setiap pekerjaan yang disusun berdasarkan
Equipment Number, nama equipment dan unit yang bersangkutan.
Untuk >60% dari seluruh item kegiatan untuk setiap Project.

Dokumen rekapitulasi realisasi penggunaan tools & material.


(Database tools & material masing-masing Project di UPHK)

Level 5 : 5.1. Memenuhi Level 4 dan sudah ada evaluasi terkait dengan penggunaan
tools dan consumable, tersedia database penggunaan Tools dan
material, database sudah mencakup 100% dari total seluruh Item
kegiatan untuk setiap Project, Akurasi perencanaan Material dan Tools
mencapai >85%
Penjelasan Evidence:
5.1. Akurasi Perencanaan Material dan tools ( plan vs aktual) > 85%

Dokumen rencana & realisasi penggunaan tool dan


consumable material

5.2. Tersedia database untuk aktual penggunaan Tools, material yang digunakan
untuk setiap pekerjaan yang disusun berdasarkan Equipment Number, nama
equipment dan unit yang bersangkutan. Untuk 100% dari seluruh item
kegiatan untuk setiap Project, sudah tersimpan dalam Sistem teknologi
informasi dan mudah di akses oleh bagian terkait.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 132 / 145

Dokumen rekapitulasi realisasi penggunaan tools & material.


(Database tools & material masing-masing Project di
Maximo)

1.4. Perencanaan dan Pengendalian Kualitas Pekerjaan


1. Dokumentasi kesepakatan hasil workshop perencanaan dan persiapan overhaul
diaplikasi Outage Management
2. Tersedia Project schedule overhaul
3. Tersedianya standar/prosedur pengendalian kualitas pekerjaan OH (QAQC)
4. Pengendalian kualitas pekerjaan OH (pembuatan progress report, dokumen
individual test peralatan)
5. Pengendalian work order Outage, update status dan pengisian feedback

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
 Prosedur pengendalian kualitas (Belum ada UMS)

Transaction Point:
 Dokumen Kontrak Kesepakatan
 Dokumen QPE ke Unit pelaksana

Referensi:
 A Guide To The Project Management Body Of Knowledge , PMI, 1996

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Proses perencanaan dan pengendalian kualitas pekerjaan masih belum
dilaksanakan secara konsisten, belum ada prosedur/IK
Penjelasan Evidence:
1.1. Pelaksanaan perencanaan dan pengendalian kualitas pekerjaan
Outage masih blm dilaksanakan secara konsisten dan sistematis

1.2. Belum ada prosedur/IK perencanaan dan pengendalian kualitas


pekerjaan

Level 2 2.1. Prosedur perencanaan dan pengendalian kualitas pekerjaan sudah


: ada, tetapi pelaksanaan belum konsisten, SOP/IK sudah ada, valid, up
to date dan dipahami oleh user
Penjelasan Evidence:
2.1. Perencanaan dan pengendalian kualitas pekerjaan sudah dilakukan
sesuai prosedur namun belum konsisten.
Dokumen QPE pada salah satu Project OH
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 133 / 145

2.2. Dapat menunjukan prosedur/IK perencanaan dan pengendalian


kualitas pekerjaan overhaul. Prosedur valid, up to date, diketahui dan
dipahami oleh user.
Prosedur QPE dan prosedur Quality Log

Level 3 : 3.1. Memenuhi level 2 dan Prosedur perencanaan dan pengendalian


kualitas pekerjaan sudah ada dan sistematis, SOP/IK sudah ada, valid,
up to date dan dipahami oleh user
Penjelasan Evidence:
3.1. Secara sistematis memastikan bahwa setiap pekerjaan Outage (sesuai
dengan Project penugasan) telah melaksanakan pengendalian dan
jaminan kualitas
Dokumen Quality Log

3.2. Setiap kegiatan Outage telah dilengkapi pernyataan metode


pengendalian dan jaminan kualitas
Dokumen Quality Log diterapkan pada semua OH

Level 4 : 4.1. Memenuhi lelve 3 dan proses evaluasi pengendalian kualitas pekerjaan
telah digunakan untuk inputan review Job plan dan Outage berikutnya.
Penjelasan Evidence:
4.1. Telah dilakukan evaluasi pengendalian kualitas pekerjaan telah
digunakan untuk perbaikan job plan dan perencanaan Outage
berikutnya (usulan kepada UPK/UPDK bersangkutan)

1. Usulan update job plan (parameter post maintenance


testing) (usulan kepada UPK/UPDK bersangkutan)
2. Surat AMS dokumen Usulan dari UPHK ke UP terkait

4.2. Secara sistematis memastikan bahwa setiap pekerjaan Outage (sesuai


dengan Project penugasan) telah melaksanakan pengendalian dan
jaminan kualitas serta dilakukan evaluasi, evaluasi minimal untuk
>70% dari total Project
Dokumen Quality Log yang dilengkapi evaluasi kualitas
Project (>70% dari total Project)

Level 5 : 5.1. Memenuhi Level 4 dan terdapat sistem yang sistematis untuk proses
pengendalian dan jaminan kualitas, 100% dari total Project
Penjelasan Evidence:
5.1. Secara sistematis memastikan bahwa setiap pekerjaan Outage (sesuai
dengan Project penugasan) telah melaksanakan pengendalian dan
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 134 / 145

jaminan kualitas serta dilakukan evaluasi, evaluasi untuk 100% dari


total Project
Dokumen Quality Log yang dilengkapi evaluasi kualitas
Project (100% dari total Project)

1.5. Laporan Outage


Proses pelaporan pelaksanaan Outage, meliputi presentasi evaluasi dan rekomendasi
dan penyampaian laporan secara menyeluruh

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Data Performance Test dari Rendalop

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Belum ada Prosedur pelaporan Outage


Penjelasan Evidence:
1.1. Laporan Outage blm dilaksanakan secara konsisten dan sistematis
Laporan Outage salah satu OH dan belum memiliki format
baku.

1.2. Belum ada prosedur/IK


Prosedur/IK

Level 2: 2.1. Laporan Outage sudah disusun sesuai dengan prosedur, Prosedur/IK
valid, up to date dan dipahami oleh user
Penjelasan Evidence:
2.1. Laporan Outage disusun sesuai dengan prosedur dan standar laporan
Laporan Outage untuk semua Project OH (Semester
assesment)

2.2. Dapat menunjukan prosedur/IK pelaporan Outage. Prosedur valid, up


to date, diketahui dan dipahami oleh user.
Prosedur/IK Pelaporan Outage berdasarkan SK GM
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 135 / 145

2.3. Dokumen undangan Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dan


daftar hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu lebih dari >18 hari setelah sinkron.
1. Surat undangan AMS.
2. File foto rapat dengan time-stamp.
3. Absensi presentasi hasil OH.
4. Bila terdapat 5 Project dalam 1 semester dimana
pencapaian 4 Project < 18 hari dan 1 Project > 18 hari
maka masih masuk pada level 2. Perhitungan dilakukan
untuk rata-rata seluruh Project.

2.4 Dokumen surat AMS perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame


work dalam waktu maksimum 28 hari setelah sinkron

Dokumen surat AMS untuk penyampaian laporan OH

Level 3 : 3.1. Memenuhi level 2 dan sudah ada proses evaluasi, rekomendasi dan
tindaklanjutnya terkait dengan rencana dan aktual, Proses pelaksanaan
Presentasi dalam waktu maksimum 18 hari setelah unit synchron
Penjelasan Evidence:
3.1. Detail Outage report mengkompilasi ketidaksesuaian rencana vs aktual
dilengkapi dgn evaluasi dan tindaklanjut termasuk masukan terhadap
perencanaan Outage berikutnya
Dokumen rekomendasi OH dilengkapi dengan saran perbaikan

3.2. Dokumen undangan Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dan


daftrat hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu maksimum 14 hari setelah sinkron.
Sesuai perhitungan pada level 2

3.3. Dokumen surat AMS perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame


work dalam waktu maksimum 20 hari setelah sinkron
Sesuai perhitungan pada level 2

Level 4 : 4.1. Memenuhi level 3 Proses pelaksanaan Presentasi dalam waktu


maksimum 12 hari setelah unit synchron, Laporan Outage disampaikan
maksimum 20 hari setelah sinkron
Penjelasan Evidence:
4.1. Diperoleh data kepuasan pelanggan (Quisioner)

Dokumen rekap quisioner kepuasan pelanggan


PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 136 / 145

4.2. Dokumen undangan Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dan


daftrat hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu maksimum 10 hari setelah sinkron.
Sesuai perhitungan pada level 2

4.3. Dokumen surat AMS perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame


work dalam waktu maksimum 14 hari setelah sinkron
Sesuai perhitungan pada level 2

Level 5 : 5.1. Memenuhi level 4 Proses pelaksanaan Presentasi dalam waktu


maksimum 6 hari setelah unit synchron, Laporan Outage disampaikan
maksimum 14 hari setelah sinkron
Penjelasan Evidence:
5.1. Dokumen undangan Presentasi Evaluasi & Rekomendasi hasil OH dan
daftrat hadir yang menunjukan pelaksanaan presentasi dan
dilaksanakan dalam waktu 6 hari setelah sinkron.
Sesuai perhitungan pada level 2

5.2. Dokumen surat AMS perihal penyampaian Laporan OH sesuai frame


work dalam waktu maksimum 10 hari setelah sinkron
Sesuai perhitungan pada level 2

1.6. Compliance (Kepatuhan) K3 saat eksekusi

Compliance (Kepatuhan) K3 saat eksekusi Kepatuhan Pelaksanaan K3 dalam proses


eksekusi OH

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
 Prosedur K3
 Instruksi Kerja K3 OH

Transaction Point:
 Dokumen Scope OH ke Pj. K4L

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level :
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 137 / 145

Level 1 : 1.1. Tidak Tersedia JSA untuk Kegiatan OH


Penjelasan Evidence:
1.1. Tidak tersedia data JSA untuk setiap kegiatan OH yang menjadi scope
UPHK, atau
Dokumen JSA yang berisi procedure, langkah kerja dan
pengendalian resiko bahaya.

1.2. Terjadi pelanggaran safety yang berakibat fatal (bagi personil, aset,
atau lingkungan) selama pelaksanaan OH, pada scope UPHK
Kategori pelanggaran yaitu:
1. Personil (meninggal, cacat permanen),
2. Aset (Kerusakan major/biaya perbaikan > biaya OH)
3. Lingkungan – potensi proper merah

Level 2 : 2.1. Data JSA (standar) Tersedia untuk kegiatan OH scope UPHK
Penjelasan Evidence:
2.1. Data JSA (standar) tersedia untuk setiap kegiatan OH yang menjadi
scope UPHK,

Dokumen JSA berdasarkan masing-masing scope OH

Level 3 : 3.1. Memenuhi level 2 dan JSA di Update sesuai dengan Kondisi terkini
pembangkit, Laporan Pengawasan K3 lengkap untuk >50% WO OH &
Masuk dalam laporan OH UPHK
Penjelasan Evidence:
3.1. Data JSA tersedia untuk setiap kegiatan OH yang menjadi scope UPHK
dan update disesuaikan dengan kondisi saat ini di pembangkit
Dokumen rekap JSA yang ditandatangani Pj K4L UPHK dan Pj
K3 UP

3.2. Laporan pengawasan K3 pada saat pelaksanaan OH, dilengkapi


dokumentasi foto lengkap Untuk >50% WO OH sesuai scope, sudah
masuk dalam laporan OH UPHK
1. Dokumen rekap laporan pengawasan K3 dilengkapi judul
scope dan No. WO OH.
2. Asesor dapat melakukan Asesor dapat melakukan random
sampling minimal 5 Laporan pengawasan K3 dengan foto
(dengan timestamp).

Level 4 : 4.1. Memenuhi level 3 dan JSA di submit sebelum Pelaksanaan OH, Laporan
Pengawasan K3 lengkap untuk >75% WO OH & Masuk dalam laporan
OH UPHK
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 138 / 145

4.1. Data JSA tersedia untuk setiap kegiatan OH yang menjadi scope UPHK
dan update disesuaikan dengan kondisi saat ini di pembangkit dan
submit sebelum pelaksanaan OH
Dokumen rekap JSA yang ditandatangani Pj K4L UPHK dan Pj
K3 UP sebelum OH

4.2. Laporan pengawasan K3 pada saat pelaksanaan OH, dilengkapi


dokumentasi foto lengkap Untuk >75% WO OH sesuai scope, sudah
masuk dalam laporan OH UPHK
Sesuai perhitungan pada level 3

Level 5 : 5.1. Memenuhi level 4 , Laporan Pengawasan K3 lengkap untuk 100 % WO


OH & Masuk dalam laporan OH UPHK
Penjelasan Evidence:
5.1. Laporan pengawasan K3 pada saat pelaksanaan OH, dilengkapi
dokumentasi foto lengkap Untuk 100% WO OH sesuai scope, sudah
masuk dalam laporan OH UPHK
Sesuai perhitungan pada level 3

1.7. Kompetensi Personil

Proses Mapping dan pengembangan Kompetensi personil dilakukan sesuai dengan


kebutuhan dan terukur.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
 Prosedur Usulan Training
Transaction Point:
 -

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Belum tersedia program mapping kompetensi


Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 139 / 145

Level 2 : 2.1. Sudah tersedia program Mapping Kompetensi personil, Kebutuhan


kompetensi personil dan program peningkatan kompetensi &
Apprentice
Penjelasan Evidence:
2.1. Mapping kompetensi personil, kebutuhan kompetensi dan Program
peningkatan kompetensi.
1. Dokumen rekapitulasi mapping personil renbintek dan
teknik dengan rincian riwayat daftar sertifikat training,
kursus, diklat atau workshop.
2. 50% personil Teknik sudah sertifikasi kompetensi
(Lembaga sertifikasi nasional seperti IATKI, HAKIT)

Level 3 : 3.1. Memenuhi level 2 dan sudah tersedia skill & Knowledge mapping (
termasuk untuk pegawai baru & Tenaga eksisting), terdapat program
pembelajaran untuk teknisi pemeliharaan baru. sebagian personil
eksekutor sudah memiliki serftifikat kompetensi sesuai dengan
kebutuhan jabatan.
Penjelasan Evidence:
3.1. Sertifikat dari lembaga sertifikasi kompetensi tenaga teknik
ketenagalistrikan yang diakui oleh Lembaga sertifikasi nasional, untuk
100% Personil Eksekutor.
1. Dokumen rekapitulasi mapping personil renbintek dan
teknik dengan rincian riwayat daftar sertifikat training,
kursus, diklat atau workshop
2. 100% personil Teknik & K3 sudah sertifikasi kompetensi
(Lembaga sertifikasi nasional seperti
IATKI/HAKIT/BNSP/Kemenaker (K3)) – sertifikasi
kompetensi dapat diakomodir 1 sertfikat tiap personil.

3.2. Program Pembelajaran untuk Teknisi Pemeliharaaan.


Surat usulan pengembangan kompetensi personil tim teknik
(training, kursus, diklat atau sertifikasi) dari Manager UPHK
ke VP HTD.

Level 4 : 4.1. Memenuhi level 3 dan seluruh personil eksekutor sudah memiliki
serftifikat kompetensi sesuai dengan kebutuhan jabatan.
Penjelasan Evidence:
4.1. Sertifikat dari lembaga sertifikasi kompetensi tenaga teknik
ketenagalistrikan yang diakui oleh Lembaga sertifikasi nasional, untuk
seluruh Personil Eksekutor.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 140 / 145

1. Dokumen rekapitulasi mapping personil renbintek dan


teknik dengan rincian riwayat daftar sertifikat training,
kursus, diklat atau workshop
2. 100% personil Teknik, resplan & K3 sudah sertifikasi
kompetensi (Lembaga sertifikasi nasional seperti
IATKI/HAKIT/B4T-welder/BNSP/IAMPI
(Resplan)/Kemenaker (K3)) – sertifikasi kompetensi dapat
diakomodir 1 sertifikat tiap personil.
3. Terdapat satu pegawai Teknik yang memiliki sertifikasi
khusus (welding inspector/NDT UT//welder 6G, dll).

Level 5 : 5.1. Memenuhi level 4 dan terdapat personil Teknisi pemeliharaan yang
memiliki sertifikat international dan sudah terlibat langsung dalam
program improvement kegiatan pemeliharaan
Penjelasan Evidence:
5.1. Sertifikat dari lembaga serftifikasi kompetensi tenaga teknik
ketenagalistrikan yang diakui pada level international.
1. Dokumen rekapitulasi mapping personil renbintek dan
teknik dengan rincian riwayat daftar sertifikat training,
kursus, diklat atau workshop
2. Dokumen sertifikat profesi internasional kompetensi salah
satu personil teknik/renbintek (PMI-Project/Mobius-
PE/API/GIS-teknik/CITA-Konin dll).

5.2. Bukti keterlibatan pada program improvement kegiatan pemeliharaan


1. Dokumen Inovasi kegiatan pemeliharaan OH sesuai
dengan kompetensi sertifikasi internasional personil
2. Inovasi dalam lingkup unit induk.

KPI

1.1. Durasi Outage (pengukuran On Time)

Pedoman Proses:
 Pedoman kinerja UIKSBS

Transaction Point:
 Kontrak kesepakatan
 Dokumen RAE dari Rendalop UP
 Dokumen Pengusahaan dari Rendalop UP
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 141 / 145

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Durasi Outage Melebihi ekpektasi/target yang ditetapkan


Penjelasan Evidence:
1.1. durasi Outage lebih panjang ≥ 10% dibandingkan dgn ekspektasi
(tercantum dalam MoU)

1. Berita Acara Pekerjaan Selesai


2. Durasi OH berdasarkan target pada kontrak kesepakatan
3. Perhitungan rata2 semua OH pada semester asesmen.

Level 2 2.1 Durasi Outage Melebihi ekpektasi/target yang ditetapkan, tetapi masih
: <10% dari target
Penjelasan Evidence:
2.1. Durasi Outage lebih panjang <10% dibandingkan dengan ekspektasi
(tercantum dalam MoU)

1. Berita Acara Pekerjaan Selesai


2. Durasi OH berdasarkan target pada kontrak kesepakatan
3. Perhitungan rata2 semua OH pada semester asesmen.

Level 3 : 3.1. Durasi Outage sesuai dengan Target


Penjelasan Evidence:
3.1. Durasi Outage sesuai dengan ekspektasi (tercantum dalam MoU)

1. Sesuai perhitungan pada level 2


2. Ekspektasi OH oleh unit induk

Level 4 : 4.1. Durasi Outage lebih cepat >5% dari target


Penjelasan Evidence:
4.1. Durasi Outage berkurang >5% dari ekspektasi (tercantum dalam MoU)
Dokumen sudah ada di Web Outage <100%, Maksimal di upload 7 hari
setelah Tanggal Dokumen Monitoring

1. Sesuai perhitungan pada level 2


2. File screenshot bukti upload ke web Outage
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 142 / 145

Level 5 : 5.1. Durasi Outage Lebih cepat >10% dari target secara konisten disertai
dengan analisisnya
Penjelasan Evidence:
5.1. Mengusulkan improvement pada durasi Outage berkurang >10%
secara konsisten disertai analisis.

1. Berita Acara Pekerjaan Selesai


2. Durasi OH berdasarkan target pada kontrak kesepakatan
3. Perhitungan rata-rata semua OH pada semester
assesment.
4. Dokumen rekomendasi OH dilengkapi dengan usulan
improvement untuk pengurangan durasi OH.

5.2. Melaksanakan kajian dan modifikasi untuk melaksanakan lingkup


Outage pada saat unit beroperasi (metode SMED)

Dokumen rekomendasi OH dilengkapi dengan usulan


improvement untuk mengefisienkan lingkup OH berdasarkan
analisa scope OH yang bisa dilaksanakan ketika unit
beroperasi.

1.2. Budget Compliance


Budget Compliance (sesuai scope) yang menjadi kewenangan UPHK (pengukuran
on budget)

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
 SK GM Prosedur emergency
 Prosedur pengadaan

Transaction Point:
 Data realisasi biaya OH dari Keuangan
 Data Biaya Pemeliharaan dari Akuntansi

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Anggaran pelaksanaan Outage >10 % dari target yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
1.1. > 10 %
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 143 / 145

1. Dokumen rekapitulasi rencana biaya OH terhadap realisasi


biaya OH.
2. Biaya rencana yang digunakan sesuai rencana biaya OH
pada kontrak kesepakatan.

Level 2 2.1. Anggaran pelaksanaan Outage >5% dari target yang ditetapkan
:
Penjelasan Evidence:
2.1. > 5 %
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 3 : 3.1. Anggaran pelaksanaan Outage >2% dari target yang ditetapkan
Penjelasan Evidence:
3.1. > 2 %
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 4 : 4.1. Anggaran Pelaksanaan Outage sesuai dengan Target Awal Pada
RKAP/Penetapan anggaran
Penjelasan Evidence:
4.1. Sesuai budget awal pada RKAP
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 5 : 5.1. Anggaran pelaksanaan Outage, lebih kecil dari target awal pada
RKAP/Penetapan Anggaran
Penjelasan Evidence:
5.1. Terdapat efisiensi dari penetapan awal budget
Sesuai perhitungan pada level 1

1.3. Performance Pasca OH


Performance (Parameter setelah OH) (pengukuran on quality)

Pedoman Proses:
 Prosedur Quality OH

Transaction Point:
 Data Performance Test dari Rendalop

Referensi:
 A Guide to the Project Management Body of Knowledge, PMI, 1996
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 144 / 145

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Performance Pembangkit tidak lebih baik dari kondisi sebelum
Outage
Penjelasan Evidence:
1.1. Performance Pembangkit tidak lebih baik dari kondisi sebelum
Outage

1. Perhitungan kinerja Quality (Berdasarkan target pada


konkes). Perhitungan rata-rata semua Project pada
semester asesmen.
2. Jika hasil target konkes daya mampu 100MW dan PT
setelah OH daya mampu 90 MW maka pencapaian 90%.
90% dinyatakan tidak lebih baik dari kondisi sebelum
Outage.

Level 2 : 2.1. Performance Pembangkit sama dengan kondisi sebelum Outage


Penjelasan Evidence:
2.1. Performance Pembangkit sama dengan kondisi sebelum Outage
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 3 : 3.1. Performance Pembangkit lebih baik dari kondisi sebelum Outage
Penjelasan Evidence:
3.1. Performance Pembangkit lebih baik dari kondisi sebelum Outage
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 4 : 4.1. Performance Pembangkit lebih baik dari expectasi Outage yang
ditetapkan saat P3
Penjelasan Evidence:
4.1. Performance Pembangkit lebih baik dari ekspektasi Outage yang
ditetapkan saat P3
- >10% dari target yang ditetapkan
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 5 : 5.1. Performance Pembangkit lebih baik dari expectasi Outage yang
ditetapkan saat P3 secara konsisten selama 1 siklus pemeliharaan
Penjelasan Evidence:
5.1. Performance Pembangkit lebih baik dari expectasi Outage yang
ditetapkan saat P3 secara konsisten selama 2 tahun terakhir
1. Sesuai perhitungan pada level 1
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 145 / 145

2. Konsisten dilaksanakan selama 2 tahun

1.4. Garansi Pekerjaan (Selama 6 bulan)


Pedoman Proses:
 Pedoman penilaian kinerja

Transaction Point:
 Dokumen OEE dari Rendalop UP

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Data MWH Lost Akibat Kualitas Pekerjaan UPHK tidak terukur
Penjelasan Evidence:
1.1. Tidak tersedia data MWH Loss akibat kualitas pekerjaan UPHK (rework)
Tidak ada data

Level 2 : 2.1. Data MWH Lost Akibat Kualitas Pekerjaan UPHK ≥ 5%


Penjelasan Evidence:
2.1. MWH Loss akibat kualitas pekerjaan UPHK ≥ 5%. MWh loss dihitung
dari lama pekerjaan rework dibandingkan scope awal OH
1. Total loss output berdasarkan durasi rework dibagi total
potensi MwH (DMN) selama durasi OH.
2. Rework yang dihitung adalah rework yang dilaksanakan
pada semester assesment.
3. Dilakukan perhitungan rata-rata untuk masing-masing
garansi Project OH.

Level 3 : 3.1. Data MWH Lost Akibat Kualitas Pekerjaan UPHK 2- 5%


Penjelasan Evidence:
3.1. MWH Loss akibat kualitas pekerjaan UPHK 2-5%. MWh loss dihitung
dari lama pekerjaan rework dibandingkan scope awal OH
Sesuai perhitungan pada level 2

Level 4 : 4.1. Data MWH Lost Akibat Kualitas Pekerjaan UPHK ≤ 2%


Penjelasan Evidence:
4.1. MWH Loss akibat kualitas pekerjaan UPHK ≤ 2%. MWh loss dihitung
dari lama pekerjaan rework dibandingkan scope awal OH
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 146 / 145

Sesuai perhitungan pada level 2

Level 5 : 5.1. Tidak ada MWH Loss Akibat Kualitas pekerjaan UPHK, konsisten
selama 1 tahun terakhir
Penjelasan Evidence:
5.1. Tidak ada MWH Loss akibat kualitas pekerjaan UPHK dan konsisten
selama 1 tahun
Sesuai perhitungan pada level 2

1.5. WO Warranty (selama 6 bulan)

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 Dokumen WO Warranty dari rendalhar UP
 Dokumen list serah terima WO OH dari rendalhar UP

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester >5%
Penjelasan Evidence:
1.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester >5%
WO warranty yang terbit terhadap seluruh WO OH (Scope standar dan
WO Tambahan yang dikerjakan UPHK)

Dokumen persentase perbandingan antara WO Warranty


yang terbit terhadap Total WO OH.

Level 2 : 2.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester >
3%, <5%
Penjelasan Evidence:
2.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester >
3%, <5%
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 3 : 3.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester 2%
>x ≤ 3%
Penjelasan Evidence:
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 147 / 145

3.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester 2%


>x ≤ 3%
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 4 : 4.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester ≤
2%
Penjelasan Evidence:
4.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester ≤
2%
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 5 : 5.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester ≤
1%
Penjelasan Evidence:
5.1. Total rework WO OH untuk seluruh Project selama satu semester ≤
1%
Sesuai perhitungan pada level 1

1.6. Utilitas jam kerja


Utilitas jam kerja UPHK (teknik) Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, maksimal jam
kerja per pekan adalah 40 Jam ditambah lembur maksimal 14 jam.

Pedoman Proses:
 UU Ketenagakerjaan 13 tahun 2003

Transaction Point:
 Dokumen Kontrak Kesepakatan OH

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006
Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Tidak tersedia data utilisasi Manhours


Penjelasan Evidence:
1.1. 100 + > ≤50% atau tidak tersedia data utilisasi Manhours

Level 2 : 2.1. Data Utilitasi Manhours 100 + > ≤40%


Penjelasan Evidence:
2.1. 100 + > ≤140%

Dokumen rekapitulasi Manhours Project OH yang di


tandatangani MB Teknik & Project Manager.
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 148 / 145

Level 3 : 3.1. Data Utilitasi Manhours 100 + > ≤30%


Penjelasan Evidence:
3.1. 100 + > ≤30%
Sesuai perhitungan pada level 2

Level 4 : 4.1. Data Utilitasi Manhours 100 + > ≤20%


Penjelasan Evidence:
4.1. 100 + > ≤20%
Sesuai perhitungan pada level 2

Level 5 : 5.1. Data Utilitasi Manhours 100 + > ≤10%


Penjelasan Evidence:
5.1. 100 + > ≤10%
Sesuai perhitungan pada level 2

1.7. Pengisian Feedback WO Overhaul

Pedoman Proses:
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02
 Prosedur WPC Management

Transaction Point:
 Dokumen WO OH dari rendalhar UP

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom Lenahan,
Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Sebagian besar WO OH belum dikembalikan tepat waktu dan Feedback
WO OH telah diisi dengan lengkap dan sesuai dengan aktual
pelaksanaan
Penjelasan Evidence:
1.1. < 40% WO Overhaul telah di Close dgn feedback yang lengkap, Job
Card dikembalikan Maksimal 7 hari setelah tanggal Actual Finish WO.

1. Dokumen list perbandingan WO OH yang berisikan


feedback terhadap total WO OH (semua pekerjaan) yang
terbit ditanda tangani Manager Unit Pelaksana
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 149 / 145

2. Bukti penyerahan Job Card pada jurnal (Paraf perwakilan


unit pelaksana)

Level 2 : 2.1. 60% WO Overhaul telah di Close dgn feedback yang lengkap, Job Card
dikembalikan Maksimal 7 hari setelah tanggal Actual Finish WO
Penjelasan Evidence:
2.1. 60% WO Overhaul telah di Close dgn feedback yang lengkap, Job Card
dikembalikan Maksimal 7 hari setelah tanggal Actual Finish WO
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 3 : 3.1. 80% WO Overhaul telah di Close dgn feedback yang lengkap, Job Card
dikembalikan Maksimal 5 hari setelah tanggal Actual Finish WO
Penjelasan Evidence:
3.1. 80% WO Overhaul telah di Close dgn feedback yang lengkap, Job Card
dikembalikan Maksimal 5 hari setelah tanggal Actual Finish WO
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 4 : 4.1. Sebagian besar WO OH telah dikembalikan tepat waktu sesuai jadwal
dan Feedback WO OH telah diisi dengan lengkap dan sesuai dengan
aktual pelaksanaan
Penjelasan Evidence:
4.1. 90% WO Overhaul telah di Close dgn feedback yang lengkap, Job Card
dikembalikan Maksimal 3 hari setelah tanggal Actual Finish WO
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 5 : 5.1. Seluruh WO OH telah dikembalikan tepat waktu sesuai jadwal dan
Feedback WO OH telah diisi dengan lengkap dan sesuai dengan aktual
pelaksanaan
Penjelasan Evidence:
5.1 100% WO Overhaul telah di Close dgn feedback yang lengkap, Job
Card dikembalikan Maksimal 1 hari setelah tanggal Actual Finish WO
Sesuai perhitungan pada level 1

1.8. WO OH Compliance
Ketepatan dalam proses pelaksanaan WO OH sesuai schedule yang telah
ditetapkan.

Pedoman Proses:
 SK GM No. 0002.P/GM-UIKSBS/2019
 Integrated Procedure Manual Outage Management IPM-B.02.02

Transaction Point:
 -
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 150 / 145

Referensi:
 Turnaround Shutdown and Outage Management Second Edition, Tom
Lenahan, Butterworth-Heinemann, 2006

Maturity Level:

Level 1 : 1.1. Sebagian Besar Pelaksanaan WO tidak sesuai dengan schedule yang
ditetapkan
Penjelasan Evidence:
1.1. WO OH Compliance <35%

1. File EAM SBS Compliance OH


2. Perbandingan Schedule Start dan Actual Start terhadap
schedule Finish dan Actual Finish

Level 2 : 2.1. Sebagian Pelaksanaan WO sesuai dengan schedule yang ditetapkan


Penjelasan Evidence:
2.1. WO OH Compliance 35%-55%
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 3 : 3.1. Sebagian Besar Pelaksanaan WO sesuai dengan schedule yang


ditetapkan
Penjelasan Evidence:
3.1. WO OH Compliance 55%-75%
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 4 : 4.1. Sebagian Besar Pelaksanaan WO sesuai dengan schedule yang


ditetapkan
Penjelasan Evidence:
4.1. WO OH Compliance 75%-95%
Sesuai perhitungan pada level 1

Level 5 : 5.1. Seluruh Pelaksanaan WO OH sesuai dengan schedule yang ditetapkan


Penjelasan Evidence:
5.1. WO OH Compliance >95%
Sesuai perhitungan pada level 1

=== TIM MANAJEMEN ASET UIKSBS ===


PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK PEMBANGKITAN SUMBAGSEL
INSTRUKSI KERJA
JUKNIS ASESMEN WORK PLANNING & CONTROL
MANAGER SUB BIDANG MANAGEMENT ASET
IK-B.01-02/004 Tanggal Terbit : 01 April 2022 Revisi : 00 Halaman : 151 / 145

LAMPIRAN B. TEMPLATE BERITA ACARA ASESMEN