Anda di halaman 1dari 13

Judul :

Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran TIK Materi Design Grafis Kelas XII Semester I MA Darul Aminin NW Aikmual Tahun Pelajaran 2009/2010.

A. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komuikasi saat ini berkembang dengan sangat cepat sehingga diperlukan adaptasi yang berkelanjutan terutama pengadaan sarana pendukung untuk memenuhi kebutuhan penguasaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi terbaru. Berdasarkan pengalaman di lapangan, proses pembelajaran di sekolah dewasa ini kurang TIK. meningkatkan Masih banyak aktivitas tenaga siswa, pendidik terutama yang dalam

pembelajaran

kesulitan

menyampaikan materi pelajaran tertentu karena keterbatasan sarana praktik seperti : Lab Komputer, LCD Projektor, Laptop dll, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi tidak menarik dan minat siswa dalam mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan materi yang disampaikan hilang. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang selalu didominasi oleh guru. Dalam penyampaian materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah, dimana siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian, suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif.

Keberhasilan pembelajaran berbasis TIK didukung oleh orientasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (learner centered learning). Pembelajaran berpusat pada peserta didik merupakan pembelajaran yang lebih berpusat kepada kebutuhan, minat, bakat, dan kemampuan peserta didik, sehingga pembelajaran akan menjadi sangat bermakna (meaningful). Peserta didik memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi untuk mencapai sasaran yang telah diterapkannya sendiri karena merasa dilibatkan atau diikutsertakan dalam pembelajaran dengan bebas melakukan pencarian informasi atau ilmu pengetahuannya dan menggunakan informasi tersebut. Peserta didik akan lebih termotivasi untuk belajar walaupun ia tidak diawasi oleh pengajarannya. Peserta didik ikut serta dalam merumuskan, mengembangkan dan memproses materi pembelajaran. Dalam hal ini peran pengajar sebagai pemberi kemudahan (fasilitator) dalam belajar peserta didik. Strategi penyampaian materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik (Munir, 2008). Proses pembelajaran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut adanya partisipasi aktif dari seluruh siswa. Jadi, kegiatan belajar berpusat pada siswa, guru sebagai motivator dan fasilitator di dalamnya agar suasana kelas lebih aktif. Berdasarkan hasil pengamatan pada saat berlangsung proses

pembelajaran di MA Darul Aminin NW Aikmual Lombok didapat kurang dari 30% siswa yang aktif mengikuti proses belajar mengajar. siswa

cenderung pasif untuk berintraksi dengan sesama siswa dan guru dalam belajar. Berkaitan dengan persoalan tersebut, guru bidang studi mengakui kurang dalam menerapakan metode-metode pembalajaran yang ada, maka upaya untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, diperlukan metode pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah Metode Penugasan. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk menyusun penelitian dengan judul Penerapan Metode Penugasan untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar
Siswa Pada Mata Pelajaran TIK Kelas XII MA Darul Aminin NW Aikmual Tahun Pelajaran 2009/2010..

B. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah yang diajukan dalam proposal ini adalah: Apakah melalui penerapan Metode Penugasan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas XII MA Darul Aminin NW Aikmual Lombok Tahun pelajaran 2009/2010. C. Alternatif pemecahan masalah Berdasarkan permasalahan di atas, maka alternatif pemecahan masalah adalah dengan menerapakan Metode Penugasan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa sehingga siswa dituntut untuk melaksanakan kegiatan belajar mandiri dalam perolehan pengetahuan melalui proses mentalnya sendiri dengan intraksi antar siswa dan guru saat konsultasi hasil kerja.

D. Batasan masalah Ruang lingkup penelitian ini hanya dibatasi pada pokok bahasan Design Grafis pada siswa kelas XII MA DA NW Aikmual Lombok tahun pelajaran 2009/2010.

E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan diadakan penelitian untuk mengetahui apakah melalui penerapan Metode Penugasan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas XII MA DA NW Aikmual Lombok. F. Manfaat Penelitian 1. Bagi guru : sebagai masukan bagi guru untuk meningkatkan mutu pendidikan dikelasnya.
2. Bagi siswa : sebagai bahan masukan bagi siswa untuk meningkatkan

tanggung jawab dan motivasi belajar mandiri di dalam maupun diluar kelas.
G. Kerangka Teoritis 1. Metode Penugasan

Pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Tugas yang diberikan guru dapat berupa masalah yang harus dipecahkan dan prosedurnya tidak diberitahukan. Metode penugasan ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, merangsang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan

tanggungjawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Kekurangan metode ini terletak pada sulitnya mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri. Dalam pemberian tugas, guru harus jelas dalam mendeskripsikan tugas untuk siswa. Andaikan tugas harus diselesaikan oleh kelompok, sebaiknya guru juga mendeskripsikan tugas untuk anggota kelompok untuk menghindari adanya siswa yang tidak aktif. Sebaiknya tiap anggota kelompok melaporkan hasil yang dibuatnya sendiri disamping ada hasil yang merupakan laporan kelompok. Sebagai contoh ketika guru memberi tugas kepada siswa kelas XII MA untuk mendesign poster grafis (gambar). Anggota no.1 dan no.2 mengedit gambar/foto dengan program Adobe photoshop, anggota no.3 dan no.4 mendesign text untuk keteranganketerangan atau pesan-pesan yang akan ditempelkan pada gambar yang di edit oleh anggota no.1 dan no.2 dengan menggunakan program Coreldraw, sedangkan anggota no.5 menggabungkan hasil design yang telah dibuat seluruh anggota sampai bentuk terakhir dan siap di cetak. Ketika laporan kelompok tentang pembuatan poster diserahkan, sebagai lampiran disertakan penjelasan langkah-langkah pengeditan gambar dengan Adobephotoshop, design text dengan corel draw dan proses penggabungan gambar dengan text yang dilakukan oleh anggota no.5. satu hal yang harus dicamkan oleh guru yaitu laporan siswa harus diperiksa dan dikembalikan kepada siswa setelah diperiksa.

2.

Aktivitas belajar Aktivitas belajar adalah kegiatan melibatkan seluruh panca indra

yang dapat membuat seluruh anggota tubuh dan pikiran terlibat dalam proses belajar (Sardiman. 2007). Aktivitas memegang peranan penting dalam belajar sebab, pada dasarnya belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif tetap dan dilakukan secara sengaja (Slameto, 2003). Ada beberapa jenis aktivitas belajar yang dikemukakan oleh Sardiman yang dalam hal ini mencakup aktivitas fisik dan mental yaitu sebagai berikut:
a. Aktivitas visual (Visual activities)

Antara

lain:

membaca,

memperhatikan

penjelasan,

gambar,

demontrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.


b. Aktivitas oral (Oral activities)

Antara lain: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberikan saran, mengeluarkan pendapat, diskusi.
c. Aktivitas menulis (Writing activities)

Antar lain: menulis cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.


d. Aktivitas mendengar (Listening activities)

Antara lain: mendengar uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato.


e. Aktivitas motorik (Motor activities)

Antara lain: melakukan percobaan, membuat kontruksi, model mereparasi, bermain, berkebun, berternak.
f.

Aktivitas menggambar (Drawing activities)

Antara lain: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.


g. Aktivitas mental (Mental activities)

Antara lain: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.
h. Aktivitas emosi (Emotional activities)

Antara lain: menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup.
3.

Pengertian belajar Untuk memperoleh pengertian yang objektif tentang belajar

terutama belajar di sekolah, perlu dirumuskan secara jelas pengertian belajar. Pengertian belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli psikologi termasuk ahli psikologi pendidikan. Menurut pengertian secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Perubahanperubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah laku. Pengertian belajar dapat didefinisikan sebagai berikut : Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan

lingkungannya. (Slameto, 2003). Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang banyak sekali baik sifat maupun jenisnya karena itu sudah tentu tidak setiap perubahan dalam

diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar. Kalau tangan seorang anak menjadi bengkok karena patah tertabrak mobil, perubahan semacam itu tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan dalam arti belajar. Demikian pula perubahan tingkah laku seseorang yang berada dalam keadaan mabuk, perubahan yang terjadi dalam aspek-aspek kematangan, pertumbuhan, dan perkembangan tidak termasuk perubahan dalam pengertian belajar. Jika demikian, apakah ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar? 1. Perubahan terjadi secara sadar 2. Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional 3. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif 4. Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara 5. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah 6. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku

H. Hipotesis Tindakan Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut : Melalui Penerapan Metode Penugasan Pada Pembelajaran TIK Kelas XII MA DA Aikmual Lombok Maka Aktivitas Belajar Siswa Dapat Meningkat. I. Rencana Penelitian a. Setting Penelitian dan karakteristik subyek penelitian Penelitian ini direncanakan akan diadakan di kelas XII MA DA Aikmual pada semester genap tahun 2009/2010. Sebelum penelitian ini dilakukan, peneliti mengadakan studi pendahuluan untuk mengidentifikasi masalah. b. Faktor yang diselidiki Untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan, faktor yang ingin diselidiki adalah faktor siswa, dengan melihat aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran pada mata pelajaran TIK melalui Metode Penugasan. c. Data dan teknik pengambilan data 1. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kualitatif berupa pelaksanaan Metode Penugasan. 2. Cara pengambilan data Untuk melihat pelaksanaan Metode Penugasan dengan menggunakan lembar observasi prilaku siswa selama mengikuti pembelajaran.

3. Cara pengolahan data

Pengolahan data hasil observasi aktifitas belajar siswa diolah dengan cara mengkonversi data frekuensi menjadi bentuk persentase (%) dengan menggunakan rumus :

aktivitas

jumlah ... yang ... melakukan ... aktivitas jumlah ... siswa .. yang .. hadir

100

Kategori aktivitas siswa Persentasase % 80 60 79 40 59 30 39 0 19 (Laksmi, 2003)


d.

Kategori Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

Indikator Kinerja

Indikator kinerja penelitian ini adalah : Siswa dikatakan aktif jika mencapai 60% atau lebih dari jumlah siswa melakukan indikator penilaian aktivitas.

e. Tim Peneliti dan Tugasnya

1. Dosen pembimbing memberikan bimbingan kepada peneliti dalam penyusunan proposal penelitian dan laporan hasil penelitian. 2. Guru mitra sebagai obsever pada saat palaksanaan penelitian.

Daftar Pustaka Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: CV Alfabeta. Nasution, S. 1986. Didaktik Asas-asas Mengajar. Bandung: Jemmars. Saraswati, Shrie Laksmi. 2003. Menumbuhkan keberanian siswa SLTP untuk mengajukan pertanyaan dan mengemukakan gagasan melalui model latihan inkuiri. Tesis program pasca sarjana UPI: Tidak diterbitkan. Sardiman (2007). Intraksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Slameto (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Universitas pendidikan Indonesia 2008. Pedoman penulisan Karya Ilmiah. Bandung. Rustaman, N (2005). Strategi Belajar Mengajar. Malang: UM Press.

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)


PENERAPAN METODE PENUGASAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TIK KELAS XII MA DARUL AMININ NW AIKMUAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Disusun oleh FAKHRUN ROZI NIM: 0910102

JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN KONSENTRASI GURU TIK FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG 2010

Anda mungkin juga menyukai