Anda di halaman 1dari 184

n @ bja

Mukhtashor Bayaan Edisi Indonesia


Terjemahan
Mukhtashor Bayaan
1
YANG DI AWAS I DAN DI REKOMENDAS I KAN OLEH:
Syaikhuna Yahya bin Ali al-Hajury
bm@a@y
Diterjemahkan oleh:
Sebagian Thullaab al-Indonisiyyiin
di Darul Hadits Dammaj
















2
- -~ = -=:- =:- --
MUQODDIMAH

- '- '- ---= --=- -+- .---' =' ='-' ' =-- ` --= - ` ' ` -+- .--''' - --='
-- '- .--' - ' --+- -- .- -=- '' '= -'=:

Dengan rohmat Alloh dan taufiqNya kami berhasil menterjemahkan kitab :
Muhktashor Bayan yang memang telah ditunggu-tunggu oleh ikhwah yang
komitmen dengan manhaj salaf , dan yang memiliki rasa kecemburuan yang tinggi
terhadap keutuhan dan kesinambungan Ma`had Darul Hadits Dammaj pusat
dakwah salafiyah di dunia , sesuai dengan pengakuan orang yang mengerti , dan
paham , dan memiliki penilaian yang jujur dan adil dengan hakekat dakwah salafiyah
dewasa ini .
Adapun mereka yang tidak melihat secara langsung perkembangan dan
keutuhan Darul Hadits , atau barangkali yang memiliki niat jahat , atau terkelabuhi
oleh bualan dan syubhat para penjahat dakwah , atau terbawa emosional para
pembawa bendera fitnah , atau orang yang memiliki hati hasad dan jauh dari istiqomah
mereka akan mengatakan : Dammaj sekarang telah berubah , Dammaj hari ini bukan
Dammaj kemarin , Dammaj tempat fitnah , Dammaj telah kosong dari ilmu dan akhlaq ,
Dammaj telah sirna keelokannya , Dammaj tinggal kenangan belaka dst.
Maka kami katakan kepada mereka semua dengan firman Alloh :
. .. . ` `` `. .. . l ll l ~ ~~ ~` `` `, ,, , | || | l l l l 1 11 1 | || | ! !! ! . .. .
Sungguh besar (kedustaan) kalimat yang keluar dari mulut-mulut mereka ,
tidaklah mereka berkata kecuali kedustaan.[ QS : Al Kahfi :5]
Juga firman-Nya :
+ - ' - _ ['=/62]
Kenapa kalian terpalingkan? [ QS : Ghofir :62]
Kenapa kalian tidak mengecek kabar terlebih dahulu
(1)
??, kenapa kalian
berburuk sangka kepada tempat yang Alloh muliakan ??, kenapa kalian acuh tak acuh
dengan rongrongan yang sedang diperbuat oleh para penjahat yang sesat untuk
memusnahkan melenyapkannya ?? di mana rasa kecintaan kalian karena Alloh kepada
sesama salafi untuk bahu-membahu mengusir para perusuh manhaj dan aqidah kita ??
Kalau kalian katakan : Mereka bukanlah penjahat atau perusuh , dan bukan
pula para penghasut yang memiliki niat jahat dan memiliki kedengkian dan hasad ,
3
akan tetapi kalianlah yang salah sangka dan terlalu semena-mena dan terburu-buru
dalam menilai niatan saudaramu , lagi pula kami bersama para tetua yang
membimbing kami dalam mengarungi lautan fitnah, dan seterusnya dari alasan yang
mereka buat , maka jawaban semua itu tertera dalam lembaran-lembaran keterangan
yang ada dihadapan kita ini dengan penuh ilmiyah dan bukti kongkrit dan akurat yang
menjadi pendobrak dinding talbisat , dan perobek tirai-tirai syubhat serta pencair
keraguan yang selama ini tertutupi oleh kedustaan yang pekat.
Kami tahu bahwa apa yang kami usahakan akan mendapat beberapa sambutan
dari berbagai kelompok :
Ada yang memberi sambutan positif dan merasa bersyukur dan memberi
sugesti atas usaha ini , karena dengan diterjemahkan buku ini memberi faedah besar
bagi yang belum mampu memahami bahasa Arob , yang ingin mengetahui hakikat
kenyataan yang ada.
Ada yang merendahkan dan mencemooh serta mengkritik dengan pedas dari
berbagai sisi.
Ada yang acuh tak acuh dan nggak urusan sama sekali dengan apa yang
terjadi.
Ada yang bingung lagi bengong apa yang harus dia ucapkan dan perbuat.
Ada yang pura-pura senang didepan umum tapi sebenarnya dia memendam
bara kedengkian dan kemarahan karena berbagai sebab , baik karena sebab masalah
pribadi atau sok menjadikan masalahnya masalah manhaj.
Alhamdulillah kami -insya Alloh- tidak tergoyangkan dengan pujian atau
cemoohan, karena yang kami harapkan cuma wajah Alloh semata.
Karena keterbatasan kemampuan kami dan sempitnya waktu di Dammaj yang
sangat padat dengan kesibukan belajar dan ibadah , maka kami membagi pekerjaan ini
kepada beberapa ikhwah yang memiliki kecemburuan lebih dari yang lainnya , dan
inilah nama-nama mereka yang ikut andil dalam penyelesaian terjemahan ini, baik para
penerjemah atau penulis atau yang membantu membacakan teks yang telah tetulis atau
yang menyediakan sarana dan prasarana sampai terlaksananya usaha ini:
1) - Abul Abbas Khodir Al-Mulky
2) - Abu Abdilkarim Shubhan bin Abi Tholhah Al-Jawy
3) - Abu Abdillah Adib Bin Ahmad Ad-Depoky Al-Jawy
4)- Abu Abdillah Anwar Al-Ambony
4
5)- Abu Abdillah Muhammad Bin Thobary Al-Brebesy
6) Abu Abdirrohman Shiddiq Bin Muhammad Arsyad Al-
Bugisy
7) - Abu Abdil Ghoni Abdul Wahid Al-Maliky As-Siagy Al-
Jakarty
8) - Abu Abdirrohman Irham Al-Maedany
9) - Abu Abdirrohman Utsman As-Semarangy
10) Abu 'Amr Ridwan Bin Zaky Al-Ambony
11) Abu Arqom Muslih Zarqony Al-Magetany
12) Abu Bakroh 'Afif Bin Ahmad Al-Jawy
13) Abu Dujanah Amin Al-Ambony
14) Abu Fairuz Abdurrohman Bin Sukaya Al-Khudsyy
15) Abu Hudzaifah Habibi Al-Acehy
16) Abu Hudzaifah Hasan Al-Bugisy
17) Abul Husain Umair Al-Mulky
18) Abu Idris Muhammad Subhi Al-Lumajangy
19) Abu Ja'far Harits Al-Minangkabawy
20) Abu Jauhar Adam Bin Ahmad Al-Ambony
21) Abu Nafi' Hakim Al-Malangy
22) Abu Saif Mufti Bin Khairi Bin Hasan Al-Jawy
23) Abu Sholih Mushlih Al-Madiuny
24) Abu Sulaim Sulaiman Al-Ambony
25) Abu Umar Ahmad Rifai Bin Mas'ud Al-Wonosoby
5
26) Abu Usamah Shofwan Al-Banjary
27) Abu Yusuf Abdul Malik Al-Ambony
28) Abu Zakariya Harits Al-Jabaly Al-Farombanany
29) Abul Fida Hisyam Bin Yusuf Al-Maliziy
30) Abul Hasan Affan Al-Makassary
31) Abul Husain Muhammad At-Tegaly
32 Abul Mundzir Mujahid Al-Bugisy
33 Abu Ahmad Sulaiman Al-Ambony
34 Abu Umair Adin Al-Ambony
35 Abu Abdillah Muhammad bin Umar Al-Acehy
36 Abu Sholih Dzakwan Al-Maidany
37 Abu Zaki Abdul A'la Al-Lamongany
Ini semua kami sebutkan bukan karena ingin dikenal para pembaca , atau
dikenal ummat , atau niatan yang lainnya secara duniawi na`udzu billah min dzaalik -
akan tetapi kami ungkapkan ini semua karena rasa syukur kami kepada Alloh atas
karunia-Nya , dan sebagai tanggung jawab kami di hadapan Alloh atas apa yang kami
perbuat dan juga menapaki jejak salaf yang dengan terang-terangan menyebutkan
identitas aslinya tanpa menyembunyikannya , tidak seperti yang dilakukan oleh orang-
orang yang tidak bertanggung jawab sebangsa : Abu Mahfut , Abu Umar dan yang
sejenis mereka.
Mungkin ada yang mengatakan nama-nama diatas adalah anak-anak kemaren
sore yang belum mengenal liku-liku dakwah dan hanyalah mengekor kepada yang
diatasnya saja.
Kami jawab , Iya memang benar kami adalah anak-anak kemaren sore yang
belum berpengalaman , akan tetapi apakah kebenaran dan pahala Alloh dan
fadhilahNya hanya diperuntukkan orang-orang yang yang sudah ubanan atau bagi
mereka-mereka yang kami nggak tahu apa lawan kemaren sore - ??


6
.= .- -= - - '-+-= .= --' '" '`- .`- . .--'-' .`- .= ='-- = '- .-
.-- ' .- -= ' --- '+-' '= - -'- +-' ` ' .- .-- ' .- --- '+-' ' `- -' '=
- -'- '--' ` ' .- .-- ' .- -' ' --- .--' '= .-=- --' --- +-'
'--' ''- '- '-' ` `-= . '== ' . ---- .- -= '' ` . ' ='- '- -- .- '- " [ -
'=-' : 2268]

Dari Ibnu Umar dari Nabi bersabda:Perumpamaam kalian dengan dua
Ahlul kitab adalah seperti seorang yang mempekerjakan beberapa pekerja maka dia
mengatakan :Siapa yang akan bekerja dari pagi sampai pertengahan siang dengan
upah satu qiroot maka orang Yahudi yang mengambilnya kemudian dia berkata:Siapa
yang mau bekerja dari tengah hari sampai shalat Ashar dengan upah satu qiroot maka
orang Nashroni yang mengambilnya kemudain dia berkata : Siapa yang mau bekerja
untukku dari waktu Ashar sampai tenggelam matahari dengan upah dua qiroot maka
kalianlah yang mengambilnya. Maka marahlah orang Yahudi dan Nashroni seraya
berkata:Kenapa kita lebih banyak kerja tapi upahnya lebih sedikit?Sang juragan
berkata:Apakah aku mengurangi hak kalian? Mereka jawab:Tidak Maka juragan
itupun berkata:Itu adalah keutamaanku yang aku berikan kepada yang aku
kehendaki.[HSR.Bukhari 2268]
Adapun jawaban perkara kedua bahwa kami hanyalah pengekor , kami jawab
sebagaimana perkataan sebagian salaf di antaranya : Ubaidillah bin Hasan , dan
Hammad bin Zaid +-= - dll :
Sungguh seandainya aku menjadi ekor dalam kebenaran lebih aku sukai dari
pada menjadi pemimpin dalam kesesatan . [ Lihat : Tahdzibul Kamal(( 19 / 25 dan
Siar `Alamun Nubala (( 5 / 233]
Sebelum kami akhiri muqoddimah ini, tak lupa kami ucapkan = - -=
kepada Ikhwah di Indonesia yang masih konsisten dengan kebenaran yang begitu
terangnya , dan Insya Alloh akan semakin tambah terang setelah risalah ini tersebar ,
sebagian mereka itu adalah : Abu Hazim , Abu Usamah , Abu A`isyah Asnur , Abul
Husain Muhammad Irwan , Fajar , Nafil Abu Arbah, Abdul Wahhab dan semua murid-
murid mereka dan selain mereka yang ikut berpartisipasi dalam jihad ini seperti
keluarga pak Arif , keluarga pak Nurdin , pak Alfi , Imron , Abu Yunus (alias Abu
Intan) , keluarga Abu Yahya Ahmad Ibrohim dan lain-lainnya yang tidak bisa kami
sebut semua di sini, kami titipkan kalian kepada Alloh , dalam mengemban beban
yang sangat berat ini, dan banyaklah berdoa meminta keteguhan jiwa, ketabahan dada ,
ketetapan kata , ketegaran indra sampai bertemu Alloh dalam menggapai sorga dan
memandang wajah-Nya.

7
Akhirnya kami memohon kepada Alloh keikhlasan dan kelurusan hati , kata dan
perbuatan dhohir dan bathin dan menjadikan amalan ini untuk menggapai keridoan-
Nya semata.
Kalau ada kritik-sapa yang membangun atau teguran yang berarti , jangan kalian
bakhil untuk menuturkannya , dan kami siap membenahi diri semampu kami Insya
Alloh.

Ditulis oleh:
Abu Turob Saif bin Hadhor Al-Jawy.
Darul Hadits Dammaj 27 Robiul Awwal 1430 H.





















8
Bab:
Para Penyusun "Mukhtasor" Yang Membikin Panas
(Diambil dari Syair Buku Kak Sarbini Nikam Dengan Ganas tulisan Abu Fairuz
`Afallohu anhu)
"Mukhtashor Bayan" di- susun dan dibahas
oleh tokoh Dammaj yang tampil trengginas:
Syaikh Abu 'Amr yang hapalannya "ganas"
Penulis handal yang bahasanya lugas
Syaikh Al ''Amudy yang lembut bagai kapas
Tapi tamparannya pada hizby pedas
Syaikh Abdul Hamid pem- berani dan tegas
Hapalan hebat, huj- jah mantap dan jelas
Akh Yusuf yang pembe- rani juga cerdas
banyak kasih fai- dah bernilai emas
Ahli "usul fiqh" Yafi' Sa'id Da'as
Moga dijaga da- ri fitnah yang buas
juga Abu Basyir mu'arrikh yang awas
Lembut, banyak ilmu jiwa tidak lemas
Abdul Hakim yang be- rani juga tegas
ahli nahwu, 'aqi- dah dan manhaj yang pas
murid tiga imam yang membikin gemas
Abdulloh Asymuri yang giat melibas
hizbyyyin dengan ber- bagai fasilitas
9
Abdulloh Rozihi korban hizby buas
Karna keluarkan Al haq dari kulkas.
Dan Muafa Al Hu- daidi yang cerdas
Hujjahnya bagus tu- lisannya selaras
Mustafidun Indo- Nesia-Yaman tangkas
cepat bagai mobil tinggi kualitas
tambah satu tholib yang turut bertugas
Pontang-panting bantu keringat terperas.
Semuanya dibim- bing sang Gunung Cadas
Syaikh Yahya yang bikin hizbyyyin terlindas
Terbentuklah risa- lah yang bikin gemas
Bongkar topeng hizby baru dengan tuntas
Banyak yang tersadar dari tidur pulas
bagai tanah mati kena hujan deras
berkat Alloh Yang il- mu-Nya tanpa batas.
10
-~- = -=:- --=:-
Rekomendasi dari Asy-Syaikh Al-Allamah An-Nashih Al-Amin Abu Abdirrohman Yahya bin
Ali Al-Hajury =-= =
- '- '- ---= --=- -+- .---' =' ='-' ' =-- ` --= - ` ' ` -+- .--''' - --='
-- '- .--' - ' --+- -- .- -=- '' '= -'=:

Segala puji bagi Alloh Rabb semesta alam. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada
sesembahan yang berhak diibadahi selain Alloh semata yang tidak ada sekutu bagi-
Nya, Al Haq (Yang Mahabenar) Al- Mubiin (Yang Maha menjelaskan).
Aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya,
semoga shalawat Alloh senantiasa tercurah untuknya dan keluarganya dan para
sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya sampai tegaknya hari
pembalasan.
Amma badu:
Alloh berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
!l-> .-. -.l . .`. . l i. ...
Dan demikianlah kami jadikan sebahagian kalian sebagai cobaan bagi
sebahagian yang lain. Apakah kalian akan bersabar. (QS. Al-Furqon: 20 )
Semenjak masa hidup syaikh kita yaitu Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadii -= -
sampai saat ini pula, kita masih ditimpa ujian/cobaan dengan senantiasa kita
memohon keselamatan dari Alloh dan perlindungan-Nya- dari sebagian orang yang
(dahulunya mereka) tumbuh terdidik di tempat -yang semoga Alloh memberkahinya
ini Darul Hadits As-Salafiyyah di Dammaj-. Tiba-tiba tanpa kita ketahui ternyata
sebagian mereka terfitnah dengan angan-angan duniawi atau rayuan-rayuan syaithon.
Allohul mustaan.
Yang paling terakhir terfitnah di masa ini dari kalangan pelajar Darul Hadits
adalah Abdulloh bin Mari dan Abdurrohman bin Mari (dua bersaudara) beserta
sejumlah orang yang bersembunyi di balik fitnah keduanya dari kalangan orang-orang
yang mempunyai kepentingan-kepentingan buruk terhadap dakwah salafiyah ini, atau
sebagian pelajar yang tertipu dengan mereka. Sehingga (hal ini) menuntut adanya
penjelasan tentang apa yang kita saksikan dan ketahui di tempat ini atau lainnya
tentang perihal yang mengerikan dan perbuatan-perbuatan hizbyyyah yang keji, yang
sebagiannya telah tertera di dalam risalah ini.
Ketika bantahan-bantahan yang tertulis mengkronologiskan hizbyyyah mereka
11
itu terpisah-pisah (di beberapa risalah .pent), sehingga sulit untuk diperolehnya dan
memakan waktu dan susah payah untuk menelaahnya, maka bangkitlah sejumlah dari
saudara-saudara kita para dai di jalan Alloh yang mulia ini - +=-= - -
(1)
berinisiatif
untuk mengumpulkan inti sari yang terangkum dari bantahan-bantahan tersebut yang
dilandasi bukti-bukti yang akurat dan yang terangkum pula dari apa yang mereka
ketahui dan saksikan dengan kenyataan tentang pengaruh buruk dari hizbyyah ini.
Mereka mengumpulkan dalam risalah ini dengan tema RINGKASAN
BUKTI NYATA TENTANG HIZBYYYAH Al-Adany ABDURROHMAN DAN
PARA PENGIKUTNYA PENEBAR FITNAH DAN PERMUSUHAN.
(2)
Semoga
Alloh membalas mereka dengan kebaikan.



Ditulis oleh:
Yahya bin Ali Al-Hajury, tanggal 29 Syawwal 1429H.

12
KRONOLOGI FITNAH ABDURROHMAN AL- adanY
POINT PERTAMA : PERENCANAAN FITNAH
(1)

Tidak diragukan lagi bahwa tidaklah seorang pembawa kebatilan yang khawatir
akan ditolak kebatilan tersebut darinya melainkan dia telah mengatur siasat untuk
menebar fitnahnya pada waktu yang cocok dan tepat menurutnya untuk menyebarkan
apa yang dia inginkan sebagaimana perihal itu dijelaskan Robbuna dalam firman-
Nya:
) '=-=- '-- '-- '' ' -' .- -- '' '- ---- +- (
Padahal Alloh beserta mereka ketika suatu malam mereka menetapkan
keputusan rahasia yang Alloh tidak ridhoi. Dan Alloh itu Muhiith (Maha meliputi)
terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. An-Nisa: 108)
Firman Allah :
) ' -----' '''- --'-- '' '-' '- ' ='+- '--+- '- -' ' .'--' ` (
Mereka berkata: Bersumpahlah kalian dengan nama Alloh bahwa kita
sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari,
kemudian kita katakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan
kematian keluarganya itu dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang jujur. (QS.
An-Naml: 49)
Firman-Nya pula:
: ) - --`-' - .- -' =- -- .- '-' -= '' '' -- -- = =- '-- (
Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) berupaya menangkapmu
atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Alloh membalas
tipu daya mereka dan Alloh sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. Al-Anfal: 30)
Al-Imam Al-Barbahari - -=- berkata sebagaimana tertera dalam kitab
Thabaqat Al-Hanabilah
(1/190): ( ' +-'- ==- -' +--- +- --- '-' .`- --' '=- .`- ='- =-' ---
--- '- '- --- ' '-' .-- --=- --' .) .

Permisalan para pelaku kebidahan adalah bagaikan sekelompok kalajengking
yang menyembunyikan kepala dan badannya di dalam tanah dan menampakkan
ekornya. Apabila ada peluang yang memungkinkan, dia akan menyengat. Demikianlah
ahlul bidah, mereka bersembunyi di tengah-tengah manusia dan apabila mereka
mendapatkan peluang yang memungkinkan, mereka akan menunaikan apa yang
mereka inginkan.
13
Al-Mufadhdhol bin Muhallal As-Sadi -= - - berkata:
( .=-- ` -'=- -- --' --'='- =`-=- -' -- - -= -=--- =`-=- -' --'= =--' -='- ' '
=-' .- =- -- =-' '- '+'' -=-- =-'=).
Kalau seandainya pelaku kebidahan apabila kamu duduk dengannya dia
menceritakan kebidahannya tersebut kepadamu, niscaya kamu akan waspada dan
menghindar darinya. Tetapi dia itu akan menyebutkan hadits-hadits sunnah pada
awal mula majelisnya, kemudian dia akan memasukkan kebidahannya pada dirimu
sehingga bisa jadi lekatlah kebidahan itu dalam hatimu. Maka kapankah bidah itu
akan keluar dari hatimu?!
Al-Imam Al-Wadii - -=- berkata dalam kitabnya Ghorotul Asyrithoh ala
Ahlil Jahl was Safsathoh (2/9):
( -=- ` ---- -- - .=-' ` -= - '- -- =' ----- -= - -- ` ' ' .-
---= '- += - `' --- ` '-- ' '- .' ----).
Maka siapapun orangnya yang dihukumi oleh Al-Akh Robi bahwasanya dia
itu hizby, maka suatu saat akan nampak dan terungkap bagimu bahwa dia adalah
hizby, karena seseorang (terkadang) keadaannya itu tersembunyi pada awal mulanya
dan dia pun tidak ingin terungkap keadaan yang sebenarnya. Tetapi jika dia sudah
merasa memiliki kekuatan dan pengikut, serta ucapan manusia terhadapnya tidak
membahayakannya, dia akan menampakkan apa yang ada pada dirinya.
Beliau berkata pula (2/14):
( --- .=-' '-' --- '- - `- ` `' - -`-= -- -- ` --=' +=- ` - ).

Sebagaimana telah lalu kita katakan bahwa terkadang seseorang menutupi hal
dirinya dan tidak menampakkan hizbyyyahnya sampai dia merasa kuat sikunya dan
menilai bahwa ucapan orang lain tidak mempengaruhinya.
Dan perlu kita sampaikan untuk diketahui bagi siapa yang ingin
mengetahui perihal ini sebenarnya, bahwasanya Abdurrohman bin
Mari Al-Adany beserta orang-orang khusus dari para pengikutnya
mereka telah merencanakan terjadinya fitnah ini.
Hal itu diketahui berdasarkan bukti-bukti yang banyak, di antaranya:
1. Abu Abdillah Muhammad bin Mahdi Al-Qobbash Asy-Syabwy menuturkan: Suatu
hari ketika kami kembali dari menghadiri muhadhoroh (ceramah) yang diisi oleh
Abdurrohman Al-Adany dan hal itu terjadi setelah kepulangan syaikh Yahya
hafidhahulloh- dari kunjungan terakhir beliau ke kota 'Adn-. Berkatalah Al-Akh Shodiq
Al-Abdiiny kepada Abdurrohman dia adalah termasuk teman akrab Abdurrohman
Al-Adany - : Yang menghadiri majelis syaikh Yahya jumlahnya cukup besar. Kita
melihat kekuasaan kita akan tegak di sana (yaitu di 'Adn), maka Abdurrohman
14
menimpali sembari berkata: Siapa tahu, wahai akh Shodiq, kalau markaz atau
dakwah ini akan dialihkan ke sana. Karena markaz ini (Dammaj) terancam dari
pihak Rofidhoh. Hal ini terjadi sebelum terungkapnya fitnah Abdurrohman dan
bergejolaknya fitnah Al-Hutsiyyiin para pengikut Al-Hutsi dari kalangan Rafidhoh
yang memberontak terhadap pemerintah Yaman-.
2. Abu Yusuf Al-Amriky menuturkan : bahwa Abdulloh bin Mari pernah berkata
kepadanya: Di sana terdapat perselisihan di antara para masyaikh. Aku dan syaikh
Ubaid beserta saudaraku Abdurrohman berada di satu pihak sementara para
masyaikh berada di pihak lain. Ucapan ini pula terungkap beberapa lama sebelum
terjadinya fitnah.
3. Muhammad bin Said bin Muflih dan saudaranya Ahmad keduanya dari penduduk
kampung Dis Timur di pinggiran Hadhromaut- mengatakan bahwa Salim ba Muhriz
berkata kepada mereka di pertengahan tahun 1423 H: Kita sudah selesai dari kasus
Abul Hasan dan tiba gilirannya yang akan datang menimpa Al-Hajury.
4. Abu Bilal Khalid bin Abbud ba Amir Al-Hadhromy berkata: Sungguh Abdulloh bin
Mari pernah berkata: Dikhawatirkan kejelekan terhadap dakwah ini dengan sebab
keberadaan syaikh Yahya. Hal tersebut terungkap pada tahun 1422 H jangka waktu
empat tahun sebelum terjadinya fitnah.
5. Abdul Hakim bin Muhammad Al-Uqaily Ar-Raimy menuturkan: Salah seorang dari
orang Indonesia pernah datang meminta arahan dari Abdurrohman Al-Adany ketika
dia hendak membeli tanah di kawasan Dammaj dengan harga empat juta real Yaman,
berkatalah Abdurrohman: Saya menasehatkan kepadamu untuk tidak membelinya.
Kemudian orang tersebut pergi. Kemudian Abdurrohman berkata kepadaku: Nasehati
orang itu! Ini adalah harta yang banyak, hanya Alloh yang Mengetahui, apakah akan
tetap keberadaan Dammaj seperti ini atau tidak? Bahkan bisa jadi akan hilang sia-sia
harta orang itu. Sebagaimana yang dia katakan, hal ini sebelum fitnah. Alloh Yang
menjadi saksi atas apa yang aku katakan.
Abul Khoththob Thariq Al-Liiby dia termasuk gembong fitnah ini- pernah berkata
kepada Akh Aiman Al-Liiby: Abdurrohman bin Mari Al-Adany akan mendirikan
markaz besar di 'Adn dengan segala prasarananya yang memadai dan penopang
yang kuat dan akan dinamakan dengan Kota Ilmu. Insya Alloh akan didapati
padanya solusi bagi para pendatang dari luar negeri. Kemudian Abul Khoththob
berkata : Dan tidak ada satu pun pelajar yang akan tersisa di Dammaj ini .
6. Wadhdhoh Al-Adany pernah berkata kepada Al-Akh Yusuf Al-Jazairiy sebelum
terjadinya fitnah : Bagaimanakah pendapatmu kalau mereka para pelajar yang kuat
itu menurut pandangannya seperti Yasin Al-Adany, Nashir Al-Adany, Abul
Khoththob Al-Liby dan selain mereka semua keluar dari Dammaj dan mereka pergi ke
15
markaz baru di 'Adn dan tidak akan tersisa seorang pun di antara mereka di sini ?
7. Abdulloh bin Ali Ar-Rozihy menuturkan : Ketika kita dalam perjalanan kembali di
atas kendaraan milik dakwah setelah selesai menunaikan khutbah di kawasan Shodah
dan kita sampai di kawasan perumahan para pelajar Dammaj, tiba-tiba Shodiq berkata
kepada kita (di saat itu beliau adalah penanggung jawab jadwal para khatib) :
Bergembiralah wahai warga Shodah, rumah-rumah di Dammaj ini akan
dikosongkan (oleh penghuninya). Maka aku katakan kepadanya : Wahai Shodiq,
siapakah yang mengatakan hal ini kepadamu ? Dia pun menjawab : Markaz Syaikh
Abdurrohman akan dibuka di Lahj. Maka aku katakan padanya : Apakah syaikh
Yahya mengetahui hal ini (keluarnya para pelajar dari Dammaj). Kemudian (Shodiq)
berkata padaku dan sebagian ikhwah : Saksikanlah bahwasanya saya berlepas diri
(dari perkatakan ini), Syaikh Abdurrohman tidak berkata demikian dan janganlah
seorang pun menyampaikan hal ini kepada syaikh Yahya. Maka aku pun merasa
heran dari parkataan ini, yang perihal ini baru pertama kali kudengar, dan hal ini
terjadi sebelum syaikh Yahya berbicara tentang fitnah ini.
8. Al-Akh Abdulloh Al-Jahdary penanggung jawab materi pendidikan/pelajaran di
Dammaj dan termasuk teman duduk dekat Abdurrohman Al-Adany- menuturkan:
bahwasanya dia pernah berkeinginan untuk membeli rumah di Dammaj. Sementara
Abdurohman menyarankan untuk tidak membelinya seraya berkata kepadanya:
Kita tidak mengetahui bagaimanakah jadinya urusan-urusan ini, dan apa yang akan
terjadi di belakang hari? Hal ini terjadi pada akhir fitnahnya Abul Hasan.
9. Saran seperti ini pula disampaikan oleh Abdurrohman bin Mari Al-Adany kepada
orang lain di hadapan akh Abdulloh Al-Jahdary dalam selang waktu dua tahun setelah
dia sampaikan padanya.
10. Abdurrohman bin Ahmad An-Nakhai berkata : Aku pernah berjalan bersama
Abdurrohman Al-Adany di atas kendaraannya dan bersamaku pula Abdul Bari Al-
Laudary. Kemudian Abdul Bari berkata : Wahai syaikh Abdurrohman, bagaimanakah
kabar markaz Anda itu ? Abdurrohman Al-Adany berkata : Kita sedang
mengupayakannya. Maka berkatalah Abdul Bari : Ini adalah upaya bagus agar
mereka menghentikan calo-calo di Dammaj . Kemudian Abdul Bari tertawa dan
Abdurrohman Al-Adany terdiam.
11. Abdulloh bin Ali Ar-Razihi berkata : Aku pernah bepergian dengan Shodiq Al-
Abdiny dan Said Al-Khaulany serta sejumlah palajar yang lain ke Shona pada bulan
Rojab tahun 1427 dan terjadi perbincangan (di saat itu) berkaitan dengan markaz yang
sedang mereka upayakan berdirinya di salah satu kawasan kota Shodah melalui
perantara Abdurraqib Al-Ilaby yang di saat itu pula beliau sedang menangani markaz
di Baihan, maka aku katakan kepada mereka:
16
Pertama: Sudah sejak lama Shodiq banyak menggambarkan kepada kita akan
dibangunnya masjid di dalam kota Shodah milik Ahlus Sunnah.
Kedua: Mengapa masjid itu didirikan jauh dari kota? Maka Said Al-Khaulany pun
mengambil alih jawaban dan berkata: Karena di sana akan berdiri markaz dan
dibangun pula di sana rumah-rumah bagi para pelajar. Aku katakan: Siapakah yang
akan menanganinya? Dia berkata: Aku dan kamu serta fulan dan fulan dari warga
Shodah. Aku katakan: Apabila kita berselisih? Dia berkata: Kita tidak akan
berselisih. Aku katakan pula: Tidakkah perkara ini seperti halnya masjid-masjid
Ahlus Sunnah yang dekat dari markaz-markaz mereka? Dia pun menjawab: Apakah
kamu inginkan agar Syaikh Yahya yang berbicara (mengatur), kamu tidak boleh
khutbah! Kamu tidak boleh mengajar? Aku katakan: Kalau begitu, tidak ada
faedahnya kalian meminta rekomendasi dari Syaikh Yahya dan Syaikh Abdulaziz Al-
Buroi`y yang mengikat keberadaan markaz ini dengan Darul Hadits dan berada di
bawah pengawasan Syaikh Yahya!! Dan di sela-sela perdebatan itu Shodiq berkata:
Ada telepon dari Syaikh Abdurraqib Al-`Ilaby dan kita akan berjalan untuk menemui
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Aku katakan: Untuk apa? Dia berkata:
Untuk mendapatkan rekomendasi untuk masjid (markaz) Shodah. Aku katakan:
Bukankah Abdurraqib pernah berkata bahwa cukup walau dengan satu rekomendasi
untuk orang yang punya harta itu. Kemudian mereka berkata: Wahai saudara kami,
rekomendasi Syaikh Yahya terdapat di dalamnya tahakkum (upaya ingin
menguasai). Maka terjadilah keributan, kemudian kita pun kembali ke tempat tidur
kita masing-masing. Hal ini terjadi di ruang tamu masjid Al-Khoir Shana.
Abdurrohman Al-Adany sendiri pernah menyatakan pada saat pertemuan
pertama kali dengan para masyaikh di Dammaj, dia pernah menyatakan pernyataan
yang didengar oleh mereka (para Masyayikh) yang menunjukkan bahwa dialah yang
sekarang ternyata mengambil alih tongkat kemudi orang-orang sebelumnya yang
membuat gaduh di Darul Hadits dan memberontak terhadap Syaikhnya. Di saat itu dia
berkata: Tidak akan aku sembunyikan dari kalian bahwasanya setelah selesai fitnah
Al-Bakry, ada beberapa orang datang kepadaku dan mereka mengatakan: Al-Bakry
telah jatuh, maka bangkitlah kamu sekarang ini (untuk menggantikan posisinya
untuk menyerang). Demikian, sebagaimana dinukil oleh Syaikh Yahya =-= -
12. Husain bin Fadhl As-Shalahi Al-Yafi'yy berkata: Abdulloh bin Salim Ar-Ridfanyi (dia
termasuk orang yang fanatik terhadap Abdurrohman bin Mari Al-Adany) pernah
berkata: Sesungguhnya pada diriku ada sesuatu yang tersimpan terhadap Syaikh
Yahya semenjak masa fitnahnya Abul Hasan.
POINT KEDUA : PENGARUH DARI PERENCANAAN TERSEBUT.
Pengaruh yang dipetik dari perencanaan tersebut adalah:
17
1)- Nampak perubahan-perubahan aneh pada diri Abdurrohman jauh hari
sebelum terjadinya fitnah.
Alloh berfirman:
) = '+-- -- -- =- ' '' '- =' -'= --- '' +--- '- '- -- -= ' ( ['--`/53]
Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Alloh sekali-kali tidak akan
merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkannya kepada suatu kaum, sehingga merekalah
yang merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan sesungguhnya Alloh Sami` (Maha
Mendengar) lagi Bashir (Maha Mengetahui). (QS. Al-Anfal: 53).
Alloh berfirman
: ) '-' -- -- '' ' - '= '- -- .- '' -- --- .- ( [--'/211]
Dan barangsiapa yang menukar nikmat Alloh setelah datang nikmat padanya, maka
sesungguhnya Alloh sangat keras siksaannya. (QS. Al-Baqarah: 211)
) - '' .- ' '=--' -- ' '+-- -'--' '--'- ' -'--- ' -' '-- +-'= .- . * ' '+- -'- ' '--- ' '' ' -'= -
-' .`- =' -+'- -- -+'- -'= .-=- -'' .`- '`- - -- +'' .--' .-' '--'-'- - - .- -'
---* '`- '- -'=- -' +--- '--'-'- - - .- -' -' ' ( [=`/175-177]
Dan bacalah kepada mereka berita salah seorang yang telah kami datangkan kepadanya
ayat-ayat kami kemudian dia berlepas diri darinya , maka dia diikuti syaithon , jadilah dia
termasuk orang yang sesat. Dan kalau kita kehendaki niscaya kami angkat derajat dia dengan
ayat-ayat tersebut , akan tetapi dia lebih memilih kekal di bumi (lebih memilih kemuliaan di
dunia), sehingga dia mengikuti hawa nafsunya , maka perumpamaannya adalah seperti seekor
anjing kalau kamu kuasai ,dia akan menjulurkan lidahnya dan kalau kamu biarkan diapun tetap
menjulurkan lidahnya . Itulah jeleknya perumpamaan suatu kaum yang mendustakan ayat-ayat
kami , maka ceritakanlah kisah-kisah ini kepada mereka agar mereka mau berpikir. (QS. Al-
Araf: 175-177)
Dan Alloh berfirman:
!l s ~ < .l < 1l _.1.l
Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran) Alloh memalingkan hati mereka dan
Alloh tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. (QS. As-Shaff: 5)
Dan salah satu doa yang senantiasa dipanjatkan oleh Rasulullah adalah:
- .- =- = - +'' ===- --= =---- '= =--'= =- =-- -= .- ---= .- -'-+-= - --
'-- .
18
Wahai Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan-Mu dan
pembelaan-Mu yang beralih dan siksaan-Mu yang mendadak dan segala kemurkaan-
Mu. (HR. Muslim dari Ibnu Umar radhiyAllohu anhuma)
-= - - .=- .- ---= ---= .- '="'--" - ' -- =' .- -- ' '- -'= - '- .
Terdapat pula dalam hadits Abdulloh bin Sarjis dalam riwayat Muslim bahwa
Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam memohon perlindungan dari kemunduran
setelah terwujudnya kemajuan.
Al-Imam An-Nawawi menyebutkan dalam Riyadhus Sholihin tentang makna
hadits ini : bahwa para ulama berkata tentang maknanya yaitu kemunduran setelah
terwujudnya istiqamah atau kembali berkurang setelah terjadinya peningkatan.
Abu Bakar berkata:
- - ' '--- ''- --' - -- .- '--- -- -= -' - -'-= ` - .-- '- -'= - '- ) ---
-'=.
Tidaklah aku akan tinggalkan suatu perkara pun yang telah diamalkan oleh
Rasulullah melainkan akan aku amalkan pula, karena aku khawatir akan
menyimpang dari jalan yang lurus jika aku tinggalkan satu perkara dari petunjuknya.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Adapun bukti dan hasil dari perubahan yang terjadi pada diri
Abdurrohman adalah sebagai berikut:
a. Dahulu (sebelum fitnah), Abdurrohman Al-Adany suka memuji Syaikh Yahya
dan berterima kasih atas jerih payah beliau dalam dakwah dan mengakui
kelebihan dan manfaat beliau serta upaya beliau untuk melaksanakan kewajiban
dengan taufik-Nya dan mengarahkan orang kepada beliau. Apabila dia
(Abdurrohman) hendak bepergian, minta izin dari beliau (Syaikh Yahya). Di saat
kembali pun bertemu menyalami Syaikh. Semua akhlaq mulia itu hilang
beberapa saat sebelum terjadinya fitnah sampai terjadinya perubahan pada
dirinya yang bertolak belakang dari hal-hal tersebut. Bahkan berbalik menjadi
celaan-celaan terhadap Syaikh Yahya, bahwa pada diri beliau terdapat
kedunguan dan hal ini didengar oleh Akh Kamal Al-Adany, Muhammad
Suwary dan Thariq Al-Badaany dan lain-lain.
b. Ketika sampainya berita bahwa Falih mencela Syaikh Yahya, dia (Abdurrohman)
berkata: Biarkan dia (Falih) mengurangi sifat kerasnya Syaikh Yahya. Ucapan
ini dia katakan kepada Akh Abdussalam Asy-Syabi Al-Yafi'y. Dia berkata pula
bahwa materi pelajaran umum yang disampaikan Syaikh Yahya tidak banyak
faedahnya. Ucapan ini didengar Abdulloh Al-Jahdary.
c. Pada masa-masa akhir ini, Abdurrohman banyak melakukan gerakan-gerakan
19
yang memancing pandangan orang, sampai terkadang dia siap untuk keluar
bepergian jarak jauh, meskipun dalam kondisi sakit yang ada pada dirinya,
padahal sebelumnya dia selalu beralasan dengan sakitnya itu untuk tidak keluar
dan tidak mau membantu Syaikh Yahya memikul beban penanganan markaz,
sehingga hal ini membuat marah Syaikh Muqbil - -=-. Syaikh Yahya Al-
Hasyidi berkata: Syaikh Muqbil - -=- ketika berada di rumah sakit Ats-
Tsaurah Shonaa pernah berkata kepada Abdurrohman bin Mari Al-Adany:
Kita ingin agar kamu membantu Syaikh Yahya menangani markaz, karena
beliau masih baru dalam memikul beban dakwah. Maka Abdurrohman berkata:
Aku tidak bisa. Syaikh Muqbil berkata lagi: Wahai saudaraku Abdurrohman,
kita ingin kamu membantu Syaikh Yahya. Dijawab pula oleh Abdurrohman:
Aku tidak bisa. Seraya beralasan dengan beberapa perkara. Kemudian
Abdurrohman keluar dan Syaikh Muqbil marah kepadanya dan memerah
wajahnya, karena sudah menjadi kebiasaan Syaikh rahimahullah- apabila
beliau marah disertai dengan wajah merah. Hal ini dapat dirasakan dan diamati
dari kondisi Abdurrohman.
d. Membuka materi pelajaran dalam bentuk yang tidak pernah dikenal darinya
sebelumnya, karena dahulu kala dia (Abdurrohman) banyak beralasan dengan
penyakitnya untuk tidak membuka pelajaran.
e. Mendekatkan orang-orang yang dahulu merupakan musuh atau saingannya
seperti Ali Hudzaify, Yasin Al-Adany dan selain mereka tanpa adanya faktor
penyebab hal itu, baik berupa perdamaian atau taubat dari kedua belah pihak.
Padahal Abdurrohman Al-Adany pernah menilai Yasin adalah orang yang tidak
beradab (seraya berkata): Aku tidak menyangka dia itu akan diberi taufiq.
Sementara Yasin Al-Adany pun pernah berkomentar tentang Abdurrohman
bahwa orang itu (Abdurrohman) tidak jernih seperti susu dan tidak ada nilainya,
bahkan ada pada dirinya perkara-perkara yang dikritik. Demikian Ali Al-
Hudzaify tidaklah dia menganggap Abdurrohman sebagai orang yang berilmu
dan dia juga mengingkari fatwa-fatwanya (Abdurrohman) dan berkata: Apa
komentar ulama Arab Saudi jikalau mereka tahu bahwasanya kita katakan,
Abdurrohman adalah seorang yang berilmu, sementara umurnya masih muda.
Abdurrohman juga pernah ditanya tentang Hudzaify, maka dia berkata:
Huzaifi memiliki perkara yang lebih besar dari ini.
Pemberontakan Abdurrohman Al-Adany dan Perpecahan di Dammaj
Sungguh Abdurrohman Al-Adany telah berupaya menimbulkan perkara baru
yang tidak dikenal sebelumnya dalam dakwah Ahlus Sunnah, yaitu bentuk
pendaftaran thullab yang ingin menjadi pengikutnya
(1)
yang telah disepakati oleh para
20
masyayikh di Yaman tentang kelirunya hal tersebut dan keharusan untuk
menghentikannya. Siapa yang mampu untuk menarik kembali hartanya, maka
hendaknya dia lakukan. (Hal ini) dilakukan setelah semakin runyamnya perkara dan
munculnya perselisihan.
Pada pertemuan tersebut di Darul Hadits Dammaj, mereka (para masyayikh)
meminta Abdurrohman untuk menjelaskan hal itu di hadapan para thullab, tetapi tidak
dia lakukan dan Syaikh Yahya pun senantiasa menuntut darinya (tuntutan itu) setelah
kepergian para masyaikh, sebagaimana yang telah Abdurrohman janjikan di hadapan
para masyayikh, akan tetapi dia tidak mau memenuhinya dan tetap bersikeras
melanjutkan pendataan (pendaftaran) tersebut, bahkan membalas Syaikh Yahya
dengan kejelekan sebagaimana akan dijelaskan dalam point-point yang akan datang.
Bentuk pendataan (yang bersifat bid`ah- pent) tersebut sebagai
berikut:
Pendataan nama-nama melalui cabang-cabang kepengurusan yang dia miliki di
Dammaj dan seluruh negeri Yaman, bagi yang hendak membeli tanah untuk
membangun markaz beserta rumah-rumah para pelajar di kawasan markaz tersebut
dengan promosi gencar, baik temporer ataupun kontemporer, dengan harga murah
serta usaha yang dapat diperoleh di balik hal itu, juga disertai dengan pembatasan
masa pendaftaran selama empat hari dan pembatasan masa tinggal selama setahun.
Semua perkara tadi berjalan tanpa adanya musyawarah dan izin dari Syaikh
Yahya, sehingga hal ini mendorong sebagian penuntut ilmu (dengan sebab rayuan-
rayuan untuk mendaftar) untuk keluar dari Darul Hadits dan menjual rumah dan harta
milik mereka (yang ada di Dammaj).
Sampai ada sebagian mereka yang memikul beban hutang dan sebagian yang
lain mencari usaha atau pekerjaan untuk memperoleh harta seharga tanah dan
bangunannya di sana.
Kemudian dengan sebab itu mereka meninggalkan belajar (thalabul ilmi),
padahal sebelumnya sebagian mereka adalah para pengarang dan memiliki karya tulis,
tetapi kemudian mereka terlantar dan hingga sebagian mereka harus mengorbankan
perkara yang berkaitan dengan agamanya. Contoh-contoh masalah ini terlalu banyak
untuk disebutkan, karena hal ini adalah perkara-perkara yang tidak tersembunyi (bagi
kita).
Di antaranya adalah apa yang dikatakan Abul Khoththob Al-Liby (dia termasuk
gembong fitnah ini) kepada Aiman Al-Liby sebelum terjadinya fitnah: Abdurrohman
akan mendirikan markaz besar di 'Adn dengan fasilitas yang memadai serta sokongan
yang kuat dan akan dinamakan dengan Kota ilmu, insya Alloh akan didapati
padanya solusi bagi para pendatang dari luar negeri. Kemudian dia berkata pula:
21
Tidak akan ada seorang penuntut ilmu pun yang akan tersisa di Dammaj.
Demikian pula yang dikabarkan Abu Hurairah Al-Bakistany dan selainnya
tentang para pengikut Abdurrohman yang terkadang mereka mendatangi sebagian
pendatang dari luar negeri, kemudian merayu serta menjanjikan kepada mereka bahwa
mereka akan diberikan kemudahan untuk memperoleh (iqomah) kartu kependudukan
setempat dan kemudahan-kemudahan yang lainnya.
Keberlangsungan hal inilah yang medorong Syaikh Yahya untuk menyampaikan
nasehat serta penjelasan dan peringatan kepada para penuntut ilmu dari pengaruh-
pengaruh jelek yang disebabkan perbuatan-perbuatan tersebut.
Pada awalnya, nasehat kepada Abdurrohman Al-Adany disampaikan secara
tersembunyi dalam majelis khusus. Kemudian, ketika Abdurrohman Al-Adany dan
para pengikutnya tidak mau menerima nasehat tersebut dan bersikeras untuk tetap
melakukan hal tersebut, maka Syaikh Yahya menyampaikannya secara terbuka di
hadapan para penuntut ilmu. Hal ini dikarenakan kekhawatiran beliau akan
keterlantaran mereka.
Inilah teks risalah tersebut:
Bukti Pengingkaran Terhadap Upaya Pendataan
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Dari Yahya bin Ali Al-Hajury kepada Saudara kami yang mulia dan kami
hormati Syaikh Abdurrohman Al-Adany dan segenap ikhwan para pengurus
pendataan semoga Alloh menjaga kalian-
Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Amma badu:
Sungguh telah banyak ikhwah yang mulia menyampaikan kabar kepadaku
bahwasanya kalian merasa sakit dari komentarku terhadap upaya pendataan yang
kalian ketahui, sehingga aku ingin mengemukakan dalam risalah ini faktor
penyebab pengingkaranku terhadap upaya pendataan tersebut yang telah
kusinggung sebelumnya. Jikalau belum aku menyatakan (secara terbuka) kepada
saudara kita Syaikh Abdurrohman agar menjauhinya pada pertemuan itu yang
dihadiri oleh saudara-saudara yang mulia:
Kamal Al-Adany, Abu Dahdah Al-Hajury, dan Hasan Al-Khoulani.
Dan inilah, wahai saudara-saudaraku yang terhormat- sebagian kejelekan atau
keburukan yang nampak bagiku dari upaya pendataan ini yang bisa jadi akibat
buruknya ini akan menimpa kalian khususnya atau menimpa dakwah secara
umum. Aku memohon kepada Alloh Al-Azhiim (Yang Maha Agung) agar
22
membukakan hati kalian untuk menjauhinya , dan memberi manfaat kaum
muslimin dengan sebab kalian.
Yang terpenting dari hal itu adalah sebagaimana berikut:
1. Membuka pintu pembauran (tanpa seleksi) dan tidak adanya pembeda dalam
dakwah (dari dakwah-dakwah lain yang sesat), karena sesungguhnya orang
yang membeli sepetak tanah di sana meskipun nampaknya baik menurut
pandangan kalian, akan tetapi tidaklah bisa dianggap aman darinya, akan
timbul fitnah baik berupa hizbyyyah atau penyimpangan yang lain, yang
menuntut untuk dibuang dan dijauhkan dari dakwah, dalam rangka menjaga
peranan dan keutuhan dakwah yang mulia ini, bahkan terkadang kalian atau
selain kalianpun tidak mampu untuk mengusir dan menjauhkan pelaku
penyimpangan tersebut yang akan merusak nama dan dakwah kalian dengan
apa yang tidak perlu di perinci di sini. Hal itu semua terjadi dikarenakan
kemapanan pemilik tanah tersebut di rumahnya beserta keluarganya dan para
pembelanya, terlebih lagi di kota 'Adn yang bersuhu panas. Maka dia pun siap
untuk tidak keluar dari rumahnya, meskipun diangkat kasusnya bersama kalian
ke pengadilan tinggi.
2. Bersamaan dengan pendataan yang tidak terseleksi ini pula, sungguh landasan
utama sejak awal terjadinya pembebasan tanah tersebut adalah atas dasar
ketamakan duniawi, untuk membeli tanah murah di kawasan industri
sebagaimana dinyatakan oleh sebagian mereka dengan ucapannya bahwa dia
hanya menginginkan tanah itu untuk disewakan atau membangun usaha di
atasnya. Hal itu juga merupakan upaya untuk membuka pintu keduniawiaan
bagi orang-orang yang telah disiapkan oleh dakwah dengan susah payah
diusahakan untuk menjadi kader agar mereka menjadi ulama, para penulis,
pambahas ilmu dan para dai yang mumpuni dan tangguh dengan idzin Alloh.
Dan kamu pun lebih mengetahui wahai saudara yang mulia- bahwa cuaca yang
panas itu membutuhkan biaya yang lebih untuk memenuhi kebutuhan listrik
dan kebutuhan yang lainnya seperti AC (pendingin ruangan) yang terus-
menerus, siang malam atau yang lainnya dalam rangka menanggulangi suhu
panas yang kuat yang tidak mendukung semangat untuk menuntut ilmu terlebih
lagi kalau ditinjau dari pengeluaran kesehariannya, ini membutuhkan harta
yang banyak. Dan markaz tersebut semenjak awal mula pendiriannya, bisa jadi
akan harus tunduk di bawah naungan lembaga-lembaga yang memang ingin
memanfaatkan kesempatan dengan perkumpulan tersebut, dan bila hal ini
sampai terjadi adalah bencana besar -semoga (Alloh) tidak mentakdirkannya-
dan bisa jadi pula hal ini akan mendorong ikhwah yang dahulunya kita
harapkan manfaatnya (dari sisi ilmu), untuk membuka peluang usaha dan
23
pekerjaan lainnya, sehingga dengan sebab itu, mereka pun tersibukkan diri dari
ilmu, meskipun seandainya salah seorang di antara mereka menyampaikan
khutbah atau ceramah, dianggap dirinya dengan hal itu sebagian penuntut ilmu.
Kondisi seperti ini mirip dengan orang awam. Kamu juga mengetahui bahwa
sebagian ikhwah di sini dengan suasana ilmu yang kondusif, dan kita senantiasa
mengarahkan mereka agar tidak tersibukkan dari ilmu dengan sebab perkara
duniawi sebagaimana yang telah aku sebutkan, masih saja ada sebagian mereka
yang terlepas dari tangan-tangan kita (yaitu tidak menghiraukan pengarahan
kita) Wallohul mustaan (hanya kepada Alloh semata tempat memohon
pertolongan).
3. Sungguh kita telah mendengar ada yang berkomentar bahwa pada
pendaftaraan ini terdapat unsur hizbyyyah. Hal itu terbukti dengan keberadaan
sebagian pengurus pendaftaran tersebut yang didatangi seseorang yang
menginginkan sepetak tanah, kemudian dia menolaknya, sementara ketika
orang lain yang datang dengan maksud yang sama dan saat yang sama dia
berikan kepadanya (tanah tersebut). Meskipun mungkin masih bisa disanggah,
bahwa dia hendak memilih orang yang pantas atau sesuai dan cocok, akan tetapi
hal ini tidak dapat melepaskan dari tuduhan tadi (yaitu keberadaan unsur
hizbyyyah), karena yang zhohir mereka semua (yang menginginkan tanah)
adalah di atas sunnah dan tidak seorang pun di kalangan para ulama yang
menghukumi seorang pun dari mereka selain sunni. (lantas kenapa kok
dibedakan padahal sama-sama sunninya).
4. Sesungguhnya kalian telah mengetahui barokah metode dakwah kita (yang
ditempuh dalam dakwah) yang atas dasar inilah berdiri seluruh markaz di
negeri Yaman, dan jauh pula dari rekayasa yang berlebih-lebihan, dan disertai
dengan ketenangan, keselamatan dan manfaat (bagi ummat). Kalian telah
melihat pula munculnya bibit kerusakan dan kejelekan penyimpangan dari hal
itu, baik berupa fanatik buta dan upaya sebagian orang untuk memisahkan diri
dalam suatu dakwah serta melatih mereka untuk membangkang dan membelot
dariku (Syaikh Yahya sebagai guru mereka). Sementara aku menganggap diriku
sebagai orang tua mereka, demikian pula mereka(menganggapku sebagai orang
tua mereka). Sampai pada saat munculnya pendaftaran ini, aku melihat dan
mendengar dari mereka perkara yang belum pernah aku lihat dan dengar
sebelumnya dari mereka, dan aku kira kalian tidak akan ridho dengan kondisi
seperti ini. Andaikata kalian ridho dengan hal itu, maka sesungguhnya (balasan
yang akan menimpa kalian) itu sesuai dengan jenis amal yang diperbuatnya.
5. Ketika syaithon telah memancangkan benderanya di atas upaya pendaftaran ini,
kalian telah melihat bahaya yang terjadi di dalamnya, yaitu perkara yang
24
menarik perhatian yang mengantarkan kapada upaya dari pihak musuh-musuh
kita yang memiliki kepentingan untuk mencari kesempatan kehancuran kita.
6. Bahwasanya kesulitan-kesulitan dalam bentuk apapun terkadang muncul
disebabkan percekcokan karena permasalahan tanah-tanah. Hal itu sebagaimana
yang telah terjadi pada masa Bakry dan para pengikutnya, yang beban kesulitan
itu akan dipikul oleh para ulama sunnah yang kalian ketahui dan yang kalian
tidak hiraukan nasehat mereka sekarang ini. Padahal mencegah terjadinya
kerusakan lebih dikedepankan daripada mendatangkan manfaat, sebagaimana
(hal ini) maklum menurut ahli fikih. Inipun (yaitu penerapan landasan dasar ini)
jika diketahui bahwa mashlahat atau manfaat tersebut benar-banar terwujud,
(lalu) bagaimana kalau hal itu hanya (sebatas) dugaan belaka dan tidak ada
wujudnya?
Saya cukupkan risalah yang ringkas ini dengan arahan-arahan tersebut beserta
nasehat yang tak henti-hentinya untuk kalian wahai Syaikh yang mulia dan segenap
saudara-saudara kita yang masih berebut dikarenakan tanah-tanah itu, agar
menghentikan pendaftaran ini dan mengembalikan harta orang itu kepada pemiliknya
serta berlepas diri dari ikatan jalan yang sempit serta membahayakan kalian dan
dakwah ini, (kemudian) berusahalah mendirikan markaz yang penuh barokah seperti
halnya markaz-markaz lain milik ahlus sunnah dengan semangat menjalin
persaudaraan dan saling mencintai di antara kalian dan saudara-saudara kalian para
masyaikh ahlus sunnah serta para penuntut ilmu.
(1)

Ini adalah tabungan yang lebih bermanfaat bagi dakwah kalian daripada upaya
perekrutan tanpa seleksi itu yang tidak mengindahkan himbauan para ulama, dan
tidak menutup kemungkinan pula , mereka tidak akan memberikan perhatian itu
kepada kalian terlebih setelah tercapainya kepentingan tersebut. Kita senantiasa
menjalin hubungan bagaikan rantai dengan kalian dalam hal itu dengan bantuan Alloh
Azza wa Jalla semata, wabillahit-taufiq.
Ditulis oleh saudara kalian yang menginginkan kabaikan bagi kalian -sebagaimana
Alloh ketahui-: Yahya bin Ali Al-Hajury.
Perkara-perkara yang dikhawatirkan oleh syaikh Yahya di dalam risalah ini
sungguh telah terjadi .
Timbullah dari hal itu (pendaftaran) pemberontakan mereka dan munculnya
celaan dan pelecehan terhadap syaikh Yahya dan Darul Hadits secara terang-terangan
serta pengaruh lain yang akan datang penyebutannya.


25
Hakekat Pendaftaran Tersebut
Akh Abu Umamah Abdulloh Al- Jahdary =-= - mengatakan:
`. < -,l >,l
Aturan yang ditetapkan oleh Abdurrohman Mari berkaitan dengan
tanah-tanah itu sebatas pengetahuan saya adalah sebagai berikut:
1. Kesepakatan yang dibuat antara Abdurrohman atau wakilnya dengan pemilik
tanah untuk menyerahkan uang muka kepada pemilik tanah dan siapa yang
menarik kembali pembelian itu, (maka) dia akan menanggung kerugiannya.
Pembeli menanggung kerugian uang muka yang diserahkan sebelumnya ketika
menarik kembali pembelian tanah tersebut dan tidak mampu untuk melunasi
kekurangan dari harga tanah tersebut. Saya tidak tahu persis berapa banyak
kerugian yang ditanggung oleh pemilik tanah itu?
2. Abdurrohman Al adany mengandalkan upaya-upaya untuk memperoleh harta
untuk pembebasan tanah sebagaimana berikut:
1 Meletakkan pada setiap daerah satu atau lebih perwakilan yang
mengurusinya.
2 Pengurus tersebut dipersilakan untuk mendata dari daerahnya dengan
jumlah terbatas, tidak boleh lebih (dari ketentuan) agar ada peluang bagi
orang-orang yang hendak mendaftar dari daerah-daerah lain.
3 Pengurus menulis nama-nama dan menerima pembayaran dari orang-orang
yang memiliki harta tunai. Adapun orang yang tidak memiliki harta tunai,
diberikan jangka waktu tertentu. Jika tidak mampu melunasinya, maka akan
dihapus namanya atau diperlakukan seperti yang semisalnya dalam bentuk
pengalihan-pengalihan.
4 Pengurus mengirim uang-uang yang diterimanya kepada wakil-wakil
Abdurrohman di 'Adn atau tempat yang lainnya, kemudian dari uang-uang
inilah diserahkan uang muka tersebut.
Abdurrohman Al adany dan para pengikutnya dikejutkan dengan keputusan
para masyayikh untuk menghentikan upaya pendaftaran itu. Mereka dikejutkan pula
dengan keberadaan Abdurrohman menyetujui keputusan tersebut pada awal mulanya,
sehingga Hasyim as-sayyid (salah seorang wakil Abdurrohman) menghubunginya dan
berkata kepadanya : Apa yang akan kita perbuat dengan sisa uang yang diminta?
Abdurrohman berkata : Aku tidak ikut campur. Maka Hasyim As-Sayyid
menghubungi Akh Ali bin Salim adany dan berkata kepadanya : Bagaimana kita
perbuat, orang-orang itu menuntut kembali dari kita uang-uang mereka (yaitu yang
26
telah diserahkan sebagai uang muka) dan penjual tidak akan mengembalikannya
sebagaimana kesepakatan, apa yang harus kita perbuat ? Apa yang akan diperbuat oleh
masyayikh untuk kita ? Kita akan masuk penjara. Apa yang akan kita perbuat ? Hialan
Barbar (perkataan yang diambil dari film kartun, maksudnya apakah kita akan katakan
untuk sesuatu, jadilah demikian!! Seperti para penyihir, kemudian jadilah seperti apa
yang dikatakan penyihir itu )?
Kemudian setelah itu muncul dua orang saudagar, salah satunya adalah Al-
Haddy sebagaimana kabar itu disampaikan Abdulloh Syahih kepadaku. Dia membeli
tanah yang tersisa dan menyerahkan harta sesuai harganya dan menyelamatkan
kondisi genting yang menimpa wakil-wakil itu (perwakilan Abdurrohman) dan
Abdulloh Syahih berkata kepadaku: Kita menginvestasikannya dan akan kita jual
dengan harga yang menguntungkan.
Kemudian berikutnya muncul seorang dari Radfan, namanya `Aidarus, dia
menyebutkan dalam catatannya bahwa Al-Haddy ini menjalin kesepakatan bersama
sebagian pengurus perwakilan atau orang lain untuk menyerahkan harta itu sehingga
nampak dalam bentuk seseorang yang membeli tanah itu dengan harganya (kontek
ucapannya akan datang penyebutannya).
Sungguh Akh Murtadho Al adany telah mengabariku bahwa Ali Al-Haddy
berkata kepadaku: Sesungguhnya aku telah membeli tanah-tanah itu. Kemudian
Murtadho berkata kepadanya: Bagaimana bisa kamu katakan bahwa kamu yang
membeli tanah-tanah itu, padahal kamu hanya mengambil uang para pembeli,
kemudian kamu beli tanah-tanah itu dengan uang itu, akan tetapi katakan saja bahwa
aku yang menipu orang untuk memperoleh barang sebagai syarat pembelian dan aku
takut kehilangan uang muka itu (hal ini terjadi setelah keputusan para ulama untuk
menghentikan pendaftaran). Kemudian hal itu diakui oleh Ali Al-Haddy.
3. Ali bin Salim berkata kepadaku bahwa tanah itu sempurna pembeliannya dengan
harga delapan puluh ribu real yaman dan harga ini bukan harga pembelian untuk
sepetak tanah , akan tetapi itu adalah harga penjualan yang ditetapkan oleh
Abdurrohman, kemudian dia rubah harga tersebut dengan penjualan seharga 100
ribu real, dan 20 ribu real ini sebagai cadangan jikalau dibutuhkan untuk sebagian
administrasi atau jika tidak dibutuhkan diberitahukan kepada pemilik harta itu,
bahwa masih tersisa uangmu sejumlah sekian, silahkan diambil atau dibiarkan
sukarela untuk kepentingan dakwah. Kemudian aku pun bertanya kepada sebagian
pembeli tanah-tanah tersebut dengan harga 100 real, ternyata mereka sendiri tidak
diberi tahu dan tidak tahu-menahu bahwa 20 ribu real itu sebagai cadangan.
4. Sebelum cara ini ditempuh, telah ditawarkan kepada sebagian ikhwah 200 faddan
(jenis ukuran tanah) dengan harga 40 juta real. Di antara mereka (yang ditawari)
adalah Khalid Hathiby, dia berkata kepada kita: Kamu yang membeli tanah ini
27
dengan harga ini, kemudian kita yang akan menjualnya dan harga penjualan kita
musyawarahkan di antara kita dan keuntungannya, kita bagi sebagian besarnya
untuk pondok karena kita punya dakwah, karena kalau tidak demikian bagaimana
kita akan mendirikan markiz? Sementara kita tidak tahu perihal saudagar dari
Wushob ini (seorang saudagar yang siap menanggung pembangunan masjid). Bisa
jadi dia berbalik mengatur kita sesuka hatinya. Kemudian Kholid menuturkan
setelah beberapa hari kemudian mulailah Abdurrohman membuka pendaftaran itu.
Jika kita perhitungkan berdasarkan data-data ini, kita akan dapati harga penjualan
terakhir yang digunakan oleh Abdurrohman adany seharga 100 ribu untuk sebidang
tanah. Sementara yang kita ketahui, tanah itu berukuran 200 faddan dan setiap
faddannya mencakup 16 petak tanah, sebagaimana yang dituturkan Kholid, sehingga
keuntungan bersih yang akan diperoleh tanpa modal yang berjumlah 40 juta itu adalah
280 juta real yaman.
Nampaknya Abdurrohman adany lebih mengutamakan caranya, agar tidak ada
seorang pun yang mendapat bagian dalam hal itu, sehingga mendorong dia untuk
menempuh cara peletakan cabang-cabang perwakilan yang telah disebutkan, Wallohul
mustaan.
Pertanyaan: Siapakah yang membolehkan Abdurrohman adany melakukan cara
seperti ini terhadap harta orang tanpa sepengetahuan mereka?
(1)

PENYIMPANGAN-PENYIMPANGAN YANG TIMBUL DARI GEJOLAK AGENDA
PENDAFTARAN.
Berikut kami sebutkan penyimpangan-penyimpangan berat dan akibat buruk
dari agenda pendaftaran:
Pertama: upaya pengelompokan dalam bentuk `ashobiyah (fanatisme) yang itu
merupakan landasan hizbyyyah dan bibitnya.
Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi bahwasanya beliau
bersabda: Barangsiapa yang keluar dari ketaatan terhadap pemerintah dan memisahkan diri
dari jamaah kemudian dia meninggal, maka dia mati di atas kematian jahiliyyah dan
barangsiapa yang berjuang di bawah bendera balas dendam, apabila marah atau menyeru atau
menolong (semua itu) karena fanatik terhadap suatu golongan kemudian dia terbunuh, maka
kematiannya dalam keadaan jahiliyyah dan barangsiapa yang memberontak terhadap ummatku,
membunuh orang baik ataupun yang jelek di kalangan mereka dan tidak menjauhi dari aniaya
terhadap orang mukmin dan tidak menunaikan atau menepati perjanjian, maka dia bukan dari
golonganku dan aku pun bukan dari golongannya. (HR. Muslim no. 2584)
Telah berkata Syaikh Rabi` =-= - di dalam kitabnya "Fanatik Yang Tercela dan
Pengaruhnya" (hal. 10): "Maka sesungguhnya pembicaraan kita adalah tentang tema
28
yang membahayakan yaitu sikap fanatik yang tercela dan pengaruh-pengaruh yang
timbul darinya. Sesungguhnya dia adalah penyakit yang kronis yang merusak otak-
otak umat manusia dan menghancurkan pedoman hidup mereka dan membinasakan
banyak nyawa. Sesungguhnya fanatik itu adalah penyakit yang paling pertama
menimpa makhluk ini. Iblis yang terlaknat adalah pelaku maksiat yang paling pertama
yang sebab kemaksiatan tersebut adalah fanatik (ta'ashshub).
! ! .> _..1l> ! .1l> _.L
"Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan dia dari tanah." (QS. A'raf:
12)
Dia (Iblis) fanatik dan angkuh dengan unsurnya , demikianlah pula kaum Nuh
dan selain mereka dari umat-umat yang sesat, yang mendustakan para Rasul-Nya dan
seluruh kelompok-kelompok serta partai-partai dan para pemeluk agama-agama
Yahudi, Nashara, Majusi, Hindu, dan seluruh orang-orang kafir penyembah berhala,
tidak ada yang membinasakan mereka melainkan penyakit kronis ini (fanatik buta),
wal'iyadzubillah.[selesai]
Ketika terjadinya peristiwa yang berkaitan dengan agenda pendaftaran itu,
ternyata hal itu mengantarkan kebanyakan orang yang terlibat dalam agenda
pendaftaran itu ataupun orang yang tertimpa dari para pendaftar kepada sikap
ta'ashshub (fanatik) dan takattul (persekongkolan). Hal ini diperkuat dengan
munculnya perihalperihal yang banyak terjadi di balik itu sebagaimana terangkum
berikut ini (walaupun tidak mencakup semua perihal tersebut):
1. Pertemuan-pertemuan tersembunyi yang terjadi di rumah-rumah, di kebun-kebun, di
perbukitan, di gurun-gurun dan di perpustakaan umum pada waktu yang berbeda-beda,
siang ataupun malam pada saat berlangsungnya mata pelajaran yang disampaikan Syaikh
Yahya =-= - untuk seluruh pelajar kecuali yang memiliki udzur.
Alloh 'Azza wa Jalla berfirman:
.`. !l .`. < - | ..` ! _., 1l l < !.
l- !L> "Mereka dapat bersembunyi dari manusia, (akan tetapi) mereka tidak dapat
bersembunyi dari Alloh, sementara Dia (Alloh) beserta mereka ketika mereka merencanakan
ucapan/tindak laku yang tidak diridhoi. Dan Alloh Muhiith (Maha Meliputi) apa yang kalian
lakukan." (QS. An-Nisa': 108)
Imam Umar bin Abdil Aziz -= - telah berkata: "Apabila engkau melihat suatu
kaum berbisik-bisik tentang agama mereka tanpa (sepengetahuan) khalayak umum,
29
maka ketahuilah bahwasanya mereka berada di atas dasar kesesatan." Diriwayatkan
oleh Ad-Darimy (310), Abdulloh bin Ahmad dalam "Zuhud" (1699) dengan sanad yang
shahih sampai Auza'iy darinya.
Ibnu Abi Syaibah dalam kitabnya Mushannaf (14/567-568) dan Ibnu Abi 'Ashim
dalam "Al-Mudzakkir wat Tadzkir" (hal. 91) dengan sanad yang shahih: "Bahwasanya
pada saat dibaiat Abu Bakar (sebagai khalifah) sepeninggal Rasulullah , Ali dan
Zubair masuk kepada Fathimah putri Rasulullah kemudian bermusyawarah
dengannya dan mengerahkan perihal mereka, maka ketika sampai perihal itu kepada
Umar bin Khoththob, dia keluar sehingga masuk kepada Fathimah dan berkata: "Wahai
putri Rasulullah , tidak ada seorang pun yang lebih kita cintai daripada bapakmu dan
tidak ada seorang pun yang lebih kita cintai setelahnya daripada kamu. Demi Alloh,
perihal itu tidaklah tersembunyi bagi kita, ketika mereka berkumpul dihadapanmu.
Jika aku mau, aku perintahkan mereka untuk dibakar beserta rumahnya. Maka ketika
Umar keluar, mereka pun (kembali) mendatanginya, kemudian Fathimah berkata:
"Tahukah kalian bahwa Umar telah mendatangiku dan bersumpah jika kalian kembali
dia akan membakar kalian beserta rumah ini. Demi Alloh, dia akan mewujudkan apa
yang dia sumpahkan, maka pergilah kalian dengan petunjuk (yang benar), beranjaklah
kalian dan jangan kalian kembali kepadaku, kemudian mereka pun beranjak dan tidak
kembali kepadanya sampai saatnya mereka membaiat Abu Bakar sebagai khalifah.
Al-'Allamah Al-Muhaddits Ahmad bin Yahya An-Najmy -= - telah ditanya:
"Apakah bepergian dengan para pemuda ke tempat-tempat yang sunyi termasuk
metode dakwah Ikhwanul Muslimin, ataukah perkara itu sebaliknya?" Beliau
menjawab: "Ya, ini adalah metode mereka, mereka mengatakan: "Kita pergi dan kita
membaca Al-Quran atau yang semisalnya, kemudian mereka berjalan di malam hari ke
tempat-tempat yang jauh dan mereka duduk di sana dengan diiringi nasyid-nasyid
yang mereka miliki atau kebid'ahan-kebid'ahan yang serupa dengannya karena
mereka kalau jujur dengan pengakuan mereka bahwa yang mereka inginkan adalah
ibadah, maka sepantasnya bagi mereka untuk duduk di dalam masjid Yang paling
penting (untuk diketahui) bahwasanya perbuatan mereka ini mengandung perkara
yang membahayakan, dan orang-orang seperti mereka hanyalah melakukan perbuatan
seperti ini karena adanya hal-hal yang mereka sembunyikan dan mereka tutup-tutupi
di balik itu semua.
Artinya mereka hanya akan mengatakan dengan terbuka tentang ide mereka
kepada orang yang bersama mereka saja dan mereka tidak akan mampu menyatakan
hal-hal itu semua jikalau mereka berada di khalayak ramai, mereka hanya akan
mengatakan hal-hal itu di hadapan orang-orang yang mereka percaya." (Al-Fatawa Al-
Jaliyyah hal. 64)
Dan beliau rahimahullah berkata: "Faktor apakah yang mendorong untuk
30
mengadakan sirriyyah (pertemuan rahasia)?" Semua itu tidak lain dikarenakan pada
dakwah mereka terdapat perkara-perkara diluar hukum-hukum syariat yang mereka
sembunyikan sampai mereka menggapai tujuan atau kepentingan mereka." (Al-
Mauridzul Adzb hal. 246)
Abu Umamah Abdulloh Al-Jahdary pernah menuturkan bahwa pada suatu hari
dia pergi ke rumah Ali bin Salim Al-Adany dan mengetuk pintu rumahnya, kemudian
dia pun keluar seraya berkata kepadanya: "Yasin Al-Adany berada di sini. Dia tidak
ingin seorang pun melihatnya. Kemudian Ali bin Salim berkata kepada Jahdary: "Kamu
tunggu, aku akan masukkan Yasin ke kamar mandi kemudian setelah itu barulah kamu
masuk kamar itu." Dan Yasin pun keluar, maka Ali bin Salim juga melakukan perihal
itu. Dia masukkan ke dalam kamar mandi dan Abdulloh masuk ke dalam kamar tamu
kemudian setelah itu Yasin keluar dari dalam kamar mandi terus keluar rumah.
Abdulloh Jahdary bertanya kepada pemilik rumah: "Kenapa Yasin tidak mau dilihat
oleh seorang pun?" Dia menjawab: "Aku tidak tahu."
Peristiwa seperti ini banyak di lakukan oleh para pemicu fitnah, di antaranya:
a. Abu Bakar Anwar bin Ali Al-Wadi'iy berkata dia adalah salah seorang pelajar dan
pengawas (bagian keamanan) di Darul Hadits hafidhahullah wa ra'ah- berkata: "Di
sela-sela kita melacak orang-orang yang tidak menghadiri materi pelajaran umum
tanpa alasan, terutama pada saat terjadinya fitnah. Kami dapati beberapa hal (yang
mencurigakan) dari orang-orang hizby itu. Sungguh suatu malam kami keluar
antara Maghrib dan Isya' ke rumah Nashir adany pemilik kedai karena adanya
laporan dari seseorang , bahwa mereka sedang berkumpul di rumahnya pada saat
berlangsungnya pelajaran umum di masjid. Aku ketuk pintunya, kemudian ada
yang membukakannya untukku dengan dugaan bahwa aku termasuk salah seorang
dari komplotan mereka, dan bertepatan pula kamar tempat berkumpul mereka
berada di hadapan pintu masuk, sehingga aku dapati pula mereka bersama
sebagian orang-orang Indonesia seperti Abu Taubah (Hammam) yang telah diusir
dan beberapa orang lainnya yang telah dikenal (ulahnya dalam fitnah).
Dan mereka dipergoki pula oleh Sholeh bin Hadi Wadi'iy Abu Hamud beliau
termasuk pengawas Darul Hadits =-= - - pada suatu saat mereka berkumpul di
sela-sela perkebunan sementara mereka tidak merasa malu dengan keberadaan
wanita-wanita di sana, di antara mereka adalah Yasin Al-Adany, Ahmad Misybah,
Abul Khoththob dan selain mereka yang telah kalian ketahui keadaan mereka.
Dan hal itu didapati pula oleh Faris bin Ali Al-Wadi'iy beliau juga termasuk para
pengawas pondok =-= - -- pada suatu saat di dalam ruang perpustakaan dikala
pelajaran ba'da Ashar berlangsung, mereka kunci pintu perpustakaan dari dalam
sambil tertawa tawa , bersenda gurau dan mengolok-olok ucapan Syaikh Yahya
=-= - di antara mereka adalah Ahmad Misybah, Muhammad Ja'far, Yasin, dan
31
selain mereka yang tidak kita ketahui. Dan kita dapati mereka pula berkumpul di
dalam kamar di sebelah musholla wanita di saat pelajaran ba'da Dhuhur
berlangsung, tanpa ada rasa malu pada diri mereka dari Alloh. Di antara mereka
adalah Abul Khoththob Liby, Yasin, Ahmad Misybah, Muhammad Ja'far dan
komplotan mereka.
Dan banyak lagi yang lainnya , yang semua itu menunjukkan bahwasanya hal
tersebut adalah hizbiyyah yang tercela , di mana keberadaan mereka setiap kali
mereka mengetahui kita selalu memantau gerakan mereka, maka mereka berusaha
beralih dari satu tempat ke tempat lain yang tersembunyi (agar tidak diketahui
orang) seakan-akan mereka itu komplotan pencuri.
b. Faris Al-Wadi'iy =-= - juga menuturkan bahwa Qa'id bin Ali memberitahukan
kepadanya bahwa di sana ada sejumlah orang-orang Perancis. Sering sekali dia
dapati mereka berkumpul di tempat-tempat yang gelap disaat berlangsungnya
pelajaran.
c. Amir Suqothri =-= - berkata bahwa pada malam terakhir sebelum kepergiannya
dari Dammaj. Dia berkumpul bersama sebagian pelajar sampai jam satu tengah malam.
d. Syu'aib Ta'izy =-= - berkata: Bismillahirrohmanirrahiim, amma ba'du:
Pada suatu hari aku dan Yasin Al-Adany masuk ke dalam rumah Abdurrohman
Syatsan. Kebetulan keluargaku dan keluarganya ada di rumahnya pula. Kemudian
Abdurrohman Syatsan bersikeras mengajak kita untuk makan malam bersamanya dan
Abdurrohman sering sekali berkata kepada Yasin: "Silahkan, wahai Syaikh!! Duduk, ya
Syaikh!! (sebagai penghormatan baginya, ya Syaikh!! Ya Syaikh!! Pada saat itu dia
sangat fanatik terhadap Yasin, di saat itu pula Yasin berkata: "Syaikh Yahya berkata:
"Kita bersama ulama." Mana buktinya dia bersama ulama? Ucapan ini terlontar setelah
terjadinya perbincangan di antaranya dan kawannya Abdurrohman waktu itu. Dan dia
berkata pula: "Si fulan itu dungu," (yang dia maksudkan adalah Mazin adany). Tidak
lama kemudian Manshur Udainy dan Yahya 'Amrany masuk dalam keadaan terengah-
engah dan yang pertama kali dia ucapkan ketika dia masuk: "Tutup jendela-jendela itu,
tidak ada seorang pun yang mendengar (pembicaraan) kita!" Dan di antara
pembicaraan mereka bahwa mereka akan mendatangi Muhammad Shon'any dan pergi
bersamanya ke para pengawas pondok. Manshur berkata: "Kita datangi dia sebelum
dia berkumpul dengan kawan-kawannya dan perang itu adalah tipu daya. Dan dia juga
atau Yahya Amrany berkata: "Wahai kawan-kawanku, kita ingin ucapan ini tidak
keluar didengar oleh seorang pun.
e. Shuhaib juga berkata: "Pada suatu saat ketika aku berjaga-jaga di atas bukit bersama
Arif Syamiry, Abdul Ilah Syar'aby dan Mu'adz Dubay, tiba-tiba Yasin, Misybah,
Muhammad Ja'far, Sanad dan lainnya sejumlah kurang lebih 20 orang diperkirakan
32
mereka semua naik bukit di saat pelajaran berlangsung. Mereka duduk melingkar dan
ngobrol sampai mendekati waktu maghrib". Shuhaib juga menuturkan: "Komplotan ini
adalah para pembolos dan pembangkang di waktu-waktu pelajaran berlangsung.
Terkadang kita keluar seusai dari pelajaran sementara mereka keluar dari sebuah
rumah, salah seorang dari mereka berjalan dari bukit dan yang lain berjalan melalui
perkebunan agar tidak diketahui atau dilihat oleh para pelajar.
f. Utsman Jazairy (dia termasuk orang yang fanatik terhadap Abdurrohman adany)
menceritakan di hadapan sekumpulan pelajar dari Al-Jazair bahwa mereka para
pengikut Abdurrohman menjadikan beberapa orang khusus untuk melobi mereka.
"Dan aku termasuk orang pilihan mereka sehingga aku dijadikan sebagai perantara di
antara mereka dengan orang-orang Aljazair dan mereka (para komplotan) menanyakan
kepadaku tentang mereka(orang-orang Al-jazaair), siapa pun yang aku nilai baik,
mereka akan dekati dan siapa yang aku nilai jelek, mereka pun menjauhinya. Bila suatu
saat aku berjalan bersama sebagian dari orang Aljazair bertemu mereka, mereka pun
mengisyaratkan kepadaku seraya bertanya tentang keadaannya (temanku dari Aljazair)
dan dia (Utsman) berkata pula: "Oleh sebab itu ketika memanggil Yasin, Nashir adany
dan Abul Khoththob Liby, mereka berkata kepadanya (yaitu Syaikh): "Engkau tidak
memiliki bukti untuk menyalahkan kita." Hal itu dikarenakan mereka tidaklah
berbicara selain kepada orang-orang khusus mereka saja.
g. - Abu Abdillah Baidhony menuturkan bahwasanya suatu hari dia pergi mencari
Fahd adany. Kemudian dia diberitahu bahwa sedang pergi ke rumah Nashir Zaidy
adany dan (ketika) dia mengetuk pintu rumahnya, ternyata rumah itu penuh dengan
para pelajar dari 'Adn, Indonesia
(1)
dan selain mereka.
h. - Al-Akh Abu Dahdah Muhammad bin Husain Al-Hajury =-= - berkata: Dulu saya
pergi ke rumah Abdurrohman Al-Adany untuk mengambil jawaban risalah yang
dikirim kepadanya. Pada awal-awal fitnah saat itu, sedangkan Syaikh Yahya minta
jawaban tersebut. Kemudian dia (Abdurroman Al-Adany) berkata kepada saya:
Kembali ke sini setelah Maghrib. Setelah Maghrib, saya pergi ke dia lagi, tetapi dia
berkata saya: Kembali ke sini setelah Isya. Setelah Isya saya pergi lagi ke dia, tetapi
dia berkata: Kembali ke sini setelah dua jam lagi. Setelah itu saya pergi lagi ke dia,
kemudian dia berkata: Balik ke sini satu jam lagi. Setelah satu jam lagi seraya dia
berkata: Balik ke sini setelah setengah jam lagi. Setelah setengah jam, saya pergi ke
dia lagi seraya dia berkata: Kembali ke sini setelah seperempat jam. Setelah itu saya
pergi lagi ke dia. Pada saat saya menunggu, saya melihat Abdurrohman Al-Khorify
salah satu orang-orang yang pro dengan Abdurrohman Al-Adany, dia keluar-masuk
rumah Abdurrohman adany. Kata Abu Dahdah: Saya merasa di tempat perkumpulan
33
itu , terdapat banyak orang lain. Sedangkan Abdurrohman adany tidak memanggilku
untuk masuk rumahnya, padahal malam itu gelap dan sunyi.
i. Kata Al-Akh Abu Abdillah Aidarus bin Nashir Ar-Ridfany di dalam surat edarannya
yang berjudul Bidayatul Inhirof, katanya: Para ulama telah mengadakan ijtima' di
Dammaj pada tanggal 13 Jumadal Akhir 1427H, mereka berkata: Dengan
dihentikannya tasjil (pendaftaran atau pendataan) di markaz Fuyusy. Apakah dengan
fatwa para ulama tersebut Abdulloh bin Salim sebagai pengurus di Ridfan bisa
menjalankan fatwa tersebut atau tidak? Dan apakah dia akan mengembalikan uang
yang telah dibayarkan untuk pemiliknya di Ridfany kepada pemiliknya atau tidak?
Perwakilan kami Abdulloh, dia mewakilkan pendataan kepada saudaranya yang
bernama Muadz. Pendaftaran kami berlangsung pada bulan Jumada, sedangkan uang
dipegang oleh Muadz. Pada akhir bulan Syaban Muadz menginginkan uang tersebut
diserahkan ke Al-Haddy sebagai penanggung jawab areal tanah.
Saya menasehati Muadz bahwa tindakan ini menyelisihi fatwa ulama, akan
tetapi dia tidak meresponi nasehat saya karena dia cuma menjalankan tugas saja. Maka
saya katakan kepada dia: Apakah kamu punya fatwa para ulama dalam hal ini? Dia
menjawab: Tidak ada. Saya katakan kepada dia: Apa yang dikatakan Abdurrohman
adany? Dia menjawab: Saya telah telpon Syaikh Abdurrohman adany, kata dia:
Beritanya ada pada Abdulloh bin Salim. Tapi Abdulloh bin Salim berkata: Beritanya
ada pada Muhammad bin Abdul Qowi. Sungguh menakjubkan,apa-apaan ini,
pelemparan dari fulan ke fulan.
Tapi kamu jangan terburu-buru dulu karena kamu sebentar lagi akan
mengetahuinya. Kemudian saya telepon Abdurrouf Ar-Ridfanyi, setelah perbincangan
tersebut dia berkata: Keterangan-keterangan para ulama ada pada Muhammad bin
Abdul Qowi dan saya tidak mengetahui siapa Muhammad itu, akan tetapi ketika saya
melihat lemparan yang ditujukan ke dia dan dia mempunyai keterangan-keterangan
para ulama, langsung saja saya ambil nomor telponnya, lalu saya telpon dia, akan tetapi
saya tidak mendapatkannya. Setelah itu saya menelpon Syaikh Al-Imam, saya katakan
pada dia: Wahai Syaikh, kami telah mendaftar setelah dua bulan yang lalu. Tetapi
uang yang tersisa sampai sekarang pada Abdulloh, sedangkan tanah kami dialokasi.
Apakah kami harus membayarkan uangnya? Berkata Syaikh: Kami telah melakukan
ijtima di Dammaj dan Abdurrohman mengabarkan kepada kami bahwasanya tasjil
34
(pendaftaran) akan dihentikan dan uang yang dikasih ada di tangan ikhwan akan
kembali ke pemiliknya, maka kalian jangan bayarkan dan kembalikan kepada ikhwan-
lkhwan.
Kemudian saya mengabarkan permasalahan ini kepada wakil penanggung
jawab kami dan Abdurro'uf. Tetapi mereka tetap pada pendiriannya dan tidak
menggubrisnya. Setelah itu saya telah telpon ke Muhammad bin Abdul Qowi Al-
Qoirohy yang ada di Ma'bar. Dia telah mengetahui terlebih dahulu keterangan-
keterangan para ulama. Lalu dia berkata: "Kalian ambil uangnya untuk Al-Haddi dan
kalian adakan ijtima' secara diam-diam, sedangkan kami sudah melakukan ijtima' di
Ma'bar secara diam-diam. Kami telah menelpon ikhwan yang ada di Yafi', kami
katakan kepada mereka: "Ijtima'lah kalian secara diam-diam." Dan kalian juga rapatlah
secara diam-diam." Dia mempersoalkan Syaikh Yahya, katanya: "Al-Hajury bertolak
belakang dengan markaz, sedangkan markaz tetap akan didirikan."
Beberapa selang kemudian saya ditelpon oleh Abdurro'uf, dia mengabari kami
kalau dia sudah menelpon Syaikh Al-Imam dan Syaikh Al-Buro'iy. Keduanya berkata:
"Kalian jangan beli dan kembalikan uangnya kepada ikhwan-ikhwan." Tapi mereka
tidak menggubris dan bersikeras menyelisinya. Hal ini dikarenakan Abdurro'uf maftun
(terfitnah) sedangkan Mu'adz cuma mengerjakan saja, yang mana Abdulloh yang
memerintahkan. Dan dia adalah provokator fitnah di Ridfan.
Inilah kisah yang terjadi , jika permasalahannya saja sudah menyelisihi para
ulama sejak awal pembangunan dengan cara sembunyi-sembunyi, menyelisihi
kebenaran disertai penipuan, bagaimana akhirnya nanti?"
Di antara bukti parahnya sifat fanatisme mereka
j. Al-Akh Syu'aib At-Ta'izy - salah satu tholibul 'ilmi di Dammaj - dia pergi untuk
menasehati Nashir Az-Zaidi Al-Adany salah seorang yang pro dengan Abdurrohman
Al-Adany dan dia telah kabur dari Dammaj karena keinginan sendiri-. Dia pergi dalam
rangka menasehati Nashir untuk meninggalkan sifat fanatisme dan fitnah, tetapi dia
berkata: "Ini adalah aqidah yang tidak mungkin aku tinggalkan."
k. Demikian pula Utsman Al-Jazairy sebelum keluarnya dari Daammaj dalam keadaan
terusir disebabkan fanatismenya dia, ada beberapa orang dari Aljazair
menghampirinya untuk menasehatinya, maka tahulah kalau dia telah tenggelam dalam
35
fitnah dan dia menjanjikan untuk menjelaskan keadaan orang-orang yang terfitnah.
Setelah itu dia berkata: "Ini adalah aqidah yang telah tertancap di benak hati saya. Saya
tidak akan meninggalkannya."
l. Demikian pula Riyadh Al-Anabi Al-Jazairy setelah keluar dari Dammaj karena
keinginan dia sendiri.
Al-Akh Hasan Al-Jazairy telah menasehati dia untuk bertaubat dan kembali untuk
menuntut ilmu di Dammaj. Tetapi dia menjawab: "Bagaimana bisa saya akan bertaubat
sedangkan ini adalah aqidah yang terdapat di hati saya."
m. Berkata Abu Abdirrohman Abdulloh Al-Amriky : "Syaikh Yahya mempunyai sifat
ghuluw (yang berlebih-lebihan) inilah yang saya yakini di hati saya dan saya tidak bisa
menghilangkannya."
Ini disebabkan karena:
2. adanya penggembosan terhadap tholabatul 'ilmi, pengobaran fitnah yang
ditunjukkan kepada Syaikh Yahya, berhimpun dan berkelompok untuk memisahkan
mereka dari Syaikh Yahya. Dan kenyataan tersebut tercatat dalam beberapa contoh:
a. Akh Ahmad Syu'aiby berkata: "Ketika Syaikh kami, yaitu Syaikh Yahya
membicarakan masalah pendataan (pengaplingan tanah). Saya pergi ke Abdurrohman
Al-Adany sekaligus saya minta untuk berbicara kepadanya, akan tetapi dia minta
udzur (yakni tidak bisa), karena dia sedang sibuk. Aku pun mencoba mendesaknya,
tetapi dia tetap menolak, maka aku buka perkara ini bahwa aku telah duduk bersama
Syaikh dan aku ceritakan kepadanya apa yang menjadi perbincangan antaraku dan
syaikh Yahya.
Kata Ahmad: "Ketika itu wajah Abdurrohman langsung berubah dan
mengkerut. Lalu Abdurrohman berkata: "Wahai Ahmad, kamu bersama orang yang
duduk di atas kursi, telah sampai kepada saya kalau kamu dulu dengan saya, tetapi
sekarang telah berubah keadaan." Kemudian dia menyebutkan makar yang
membinasakan dan menyebutkan ayat-ayat tentang makar. Dia menyebutkan
bahwasanya Falih dan Al-Bakry dikarenakan kedholimannya dan perkataan (yang
jelek) terhadap ahlul ilmi, maka mereka sekarang jadi orang-orang yang hina. Dan saya
(Ahmad) mengetahui kalau dia menempatkan ayat-ayat makar tersebut ditujukan
kepada Syaikh Yahya.
36
Setelah ini dia melanjutkan omongannya dalam rangka menakut-nakutiku:
"Wahai Syu'aiby, besok para masyaikh akan datang. Saya tidak ingin kamu keluar-
masuk." Demi Alloh, inilah yang terjadi, sampai-sampai saya menyangka kalau saya ini
telah meninggalkan sebagian permasalahan karena sangat banyak omongannya juga
serangan yang bertubi-tubi ditujukan kepada saya , dia berbicara secara terus-menerus
tak henti-henti, sekitar setengah jam isinya cercaan dan celaan dan sindiran. Sampai
saya tercengang terbengong dan bingung di saat mendengarkan omongan yang keluar
dari mulutnya,kok bisa ucapan seperti itu keluar dari lidahnya.
Demi Alloh, tidaklah tujuan saya ini kecuali sebuah nasehat baginya dan bagi
semuanya. Alloh adalah saksi atas apa yang saya ucapkan. Cukuplah Alloh sebagai
pelindung bagi kami.
b. Akh Kamal Al-Adany =-= - berkata: "Abdurrohman Al-Adany berkata kepada
saya: Kejadian ini di saat saya pergi ke dia untuk menyatukan antara dia dan Syaikh
Yahya. Lalu dia berkata: "Wahai Kamal, kamu semenjak satu tahun terakhir ini telah
terjadi banyak perubahan pada diri kamu diakibatkan kamu dekat dengan Syaikh.
Kamu jadi berubah." Aku (Kamal) katakan kepada dia: "Wahai Syaikh, bagaimana saya
bisa berubah. Demi Alloh, tidaklah saya ini kecuali cuma pergi ke perpustakaan lalu ke
rumah kemudian ke masjid, bukankah ini nasehatmu kepadaku?" Dia (Abdurrohman)
berkata: "Akan tetapi wahai Kamal- telah nampak sekali perubahan darimu
sedangkan seseorang bisa terpengaruh dari teman duduknya." Saya (Kamal) berkata:
"Wahai Syaikh, bagaimana saya berubah?" Dia berkata: "Wahai saudaraku Kamal,
Yahya itu tidak memperdulikan orang-orang dari 'Adn dan tidak menggubris mereka.
Syaikh membicarakan kejelekan-kejelekan wanita 'Adn. Apa-apaan ini, seorang da'i kok
mengucapkan kalimat seperti ini?!"
c. Kata Akh Abdulloh Al-Jahdary: "Abdurrohman Al-Adany memanggil Ali bin Salim
Al-Adany, kejadian itu terjadi setelah Syaikh Yahya menjelaskan dan menasehatinya.
Yang penjelasan dan nasehat itu berkaitan dengan masalah pendataan (untuk
pengaplingan tanah). Dia meminta agar Abdurrohman menjelaskan hakikat pendataan
tersebut, tetapi mereka menolaknya. Dia berkata: "Aku tidak akan berbicara terlalu
banyak tentang pribadi Syaikh Yahya." Dia (Ali bin Salim) berkata: "Tidak ada
seseorang yang datang meminta kepadamu untuk berbicara tentang pribadi Syaikh
Yahya, akan tetapi wajib bagi kamu untuk menjelaskannya." Berkata Ali bin Salim:
"Bahwasanya Yasin dan Ahmad Masybah keluar dari tempat Abdurrohan Al-Adani,
37
keduanya yang akan menjelaskannya."
d. Ketika sebagian thullab yaitu Akh Thoriq Al-Ba'dani, Akh Muhammad As-Suary dan
Akh Abu Muhammad Al-Urduny. Mereka pergi untuk menyampaikan nasehat Syaikh
Yahya untuk Abdurrohman, lalu langsung wajahnya memerah karena marah. Lalu dia
berkata: "Kedunguan apa-apaan ini, sepertinya keterangan (Syaikh Yahya) telah
membuat kalian puas . Sepertinya dia telah mempengaruhi kalian". Kemudian setelah
pembicaraannya berlangsung, dia berkata: "Dia itu (maksudnya Syaikh Yahya)
menganggap diri saya adalah orang yang paling lemah di markaz ini (Dammaj) dan
Alloh Azza wa Jalla akan menolongku."
e. Berkata Zakaria Al-Yafi'iy: "Wahai Syaikh Abdurrohman, koran Al-Balagh
mengabarkan bahwasanya di sana terjadi perpecahan antara engkau dan Syaikh Yahya.
Andaikan engkau menjelaskan bahwasanya di sini tidak ada perpecahan di antara
kalian?" Lalu dia langsung melihat ke saya dengan pandangan marah, seraya berkata:
"Pergi kalian, nasehati Syaikh Yahya!" Saya katakan: "Apa yang harus aku nasehati ke
dia?" Dia berkata: "Setiap apa yang ada di kepalanya berkaitan apa saja dia utarakan di
atas kursi." Lalu dia (Zakaria) berkata: "Wahai Syaikh, sekarang koran Al-Balagh
mengabarkan terjadinya perselisihan di antara kalian, maka ini harus dijelaskan karena
koran tersebut mencantumkan namamu." Dia menjawab: "Koran-koran itu adalah
pembohong, tidak bisa dipakai sandaran." Inilah kata-kata dia yang terlontarkan di
waktu pelajarannya (Al-Umdatul Kubro) atau ini terjadi di saat pelajarannya (Ayatul
Ahkam). Perkataan ini terekam, sedangkan dia belum mengomentari apa yang
tercantum di koran tersebut dan tidak pula dia mengatakan kalau di sini tidak ada di
antara kami perselisihan dan kami hanyalah ikhwan bersaudara.
f. Al-Akh Ismail Al-Adany berkata bahwasanya Abdurrohman bilang sama dia (Ismail):
"Katanya Abdurrohman: "Biarkan dirimu bersama-sama dengan ikhwan-ikhwan
kamu." Kata Ismail: "Saya katakan: "Insya Alloh, ada baiknya." Kata Abdurrohman:
"Kamu jangan gelengkan kepalamu untuk setuju dengan saya. Saya menginginkan
suatu bukti perbuatan.
Inilah fakta-fakta yang terwujud dari beberapa contoh ringkas
tidak secara meyeluruh. Fakta-fakta tersebut merupakan suatu bukti
yang jelas yang menunjukkan tindak lanjut Abdurrohman Al-Adani
dalam rangka penggembosan, pengelompokan, penanaman sifat
38
fanatisme golongan dan perpecahan di antara para tholabatul ilmi ,
kalau memang bukan itu tujuannya maka apa perlunya dia berbuat
sedemikian rupa dan apa makna dari semua itu???.
Faedah: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh sebagaimana yang terdapat
di Majmu' Fatawa (20/164): "Tidak pantas bagi seseorang untuk menisbatkan umat ini
kepada seseorang tertentu yang menyeru ke jalannya sendiri. Yang mana dia
berloyalitas atau bermusuhan di atas jalannya sendiri yang bukan di atas jalannya Nabi
.
Tidak pantas pula untuk menisbatkan umat ini kepada idealisme tertentu yang
dia dapat berkawan atau berlawan berdasarkan idealisme tersebut bukan berdasarkan
perkataan Alloh dan Rosul-Nya dan bukan pula berdasarkan ijma' umat. Bahkan ini
adalah termasuk perbuatan ahlul bid'ah yang mereka menisbatkan diri-diri mereka
kepada seseorang tertentu atau idealisme tertentu yang dapat memecah belah umat.
Mereka berkawan dan berlawan berdasarkan idealisme yang dianut tersebut."
Berkata pula rohimahulloh ta'ala (28/15 dan setelahnya): "Apabila seorang guru
atau seorang ustadz memerintahkan untuk memboikot seseorang atau untuk
memperkenankan, menjatuhkan, menjauhkan atau semisalnya harus dilihat dulu.
Apabila dia secara syar'i telah melakukan perbuatan dosa, maka dia divonis sesuai
kadar dosanya tanpa ditambah-tambahi. Jika tidak berbuat, maka tidak boleh divonis
dengan sesuatu apapun sekalipun perintah itu dari seorang guru atau selainnya. Tidak
pantas bagi para guru untuk menghimpun manusia ke dalam kelompok-kelompok dan
menimbulkan di antara mereka agresi atau permusuhan dan kedengkian. Padahal
mereka itu sebenarnya bersaudara saling bantu-membantu di atas kebajikan dan takwa
sebagaimana firman Alloh :
!-. ls .l 1.l !-. ls .N `-l
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."
Apabila terjadi perselisihan dan persengketaan di antara guru yang satu dengan
guru yang lain atau terjadi di antara murid yang satu dengan murid yang lain atau
terjadi di antara guru dengan muridnya, tidak boleh seorang pun untuk membela salah
39
satu dari keduanya sampai mengetahui kebenaran. Tidak boleh membela dengan
kebodohan atau dengan hawa nafsu. Bahkan harus lihat perkaranya dulu. Apabila
kebenaran sudah jelas, baru membantu orang yang benar melawan orang yang salah,
baik orang yang benar itu dari kalangan dia atau bukan. Begitu pula orang yang salah,
baik dari kalangannya atau bukan. Sehingga tujuannya adalah perwujudan ibadah
kepada Alloh saja dan merupakan ketaatan kepada Rosul-Nya dalam rangka mengikuti
kebenaran dan menegakkan keadilan. Firman Alloh :
!! _%! ` _. 1`.1l!. < l ls >. _ll _..,N |
> !s .1 <! | !. `-... l-. | 'l. .,-. < l !.
l-. ..>
"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak
keadilan. Menjadi saksi karena Alloh biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum
kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Alloh lebih tahu kemashlahatannya. Maka
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika
kamu memutar-balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Alloh itu
khobir (maha mengetahui) segala apa yang kamu kerjakan." (An-Nisa': 135)
Lafadz ( ' '- -'-' ) maknanya adalah mengabarkan dengan kebohongan.
Lafadz (( =`maknanya menyembunyikan kebenaran. Sedangkan orang yang
mendiamkan kebenaran adalah setan bisu. Barangsiapa yang condong ke temannya
baik dia di atas kebenaran atau tidak, maka dia telah berhukum dengan hukum
jahiliyyah dan keluar dari hukum Alloh dan Rosul-Nya. Wajib bagi semuanya berada
dalam satu tangan, bersama-sama orang yang benar melawan orang yang salah.
Sehingga orang yang dimuliakan di antara mereka adalah orang yang dimuliakan oleh
Alloh dan Rosul-Nya. Orang yang diutamakan di antara mereka adalah orang yang
diutamakan oleh Alloh dan Rosul-Nya. Orang yang dicintai di antara mereka adalah
orang yang dicintai oleh Alloh dan Rosul-Nya dan orang yang hina di antara mereka
adalah orang dihinakan oleh Alloh dan Rosul-Nya sesuai kadar yang diridhoi oleh
Alloh dan Rosul-Nya, bukan menurut hawa nafsu. Barangsiapa yang mentaati Alloh
dan Rosul-Nya akan memperoleh petunjuk. Barangsiapa yang memaksiati Alloh dan
Rosul-Nya tidak bisa memudhorotkan kecuali dirinya sendiri. Inilah merupakan asal
40
dan patokan untuk menghujjah mereka. Pada saat itu tidak ada hujjah untuk berpecah
dan bergolong-golong di antara mereka karena Alloh telah berfirman:
) .- -' +-- -' '-- --' +-- - (
"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah
menjadi beberapa golongan) tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka."
Dan Firman Alloh :
) '' -- .- -'' -- -'-= .- -- '- '= '---' =-' +' -= -== (
"Janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah
datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan
siksa yang berat."
Sehingga seseorang yang telah diketahui oleh seorang ustadz dan tahu
kebaikannya dan rasa syukurnya, pada saat itu tidak boleh seseorang pun berpindah
dari yang satu ke yang lain, tidak boleh menisbatkan ke siapa pun baik temannya atau
selainnya dari nama-nama jahiliyyah, karena perkara ini terlahir dari sikap seorang
ustadz yang ingin mencocoki apa yang dikehendaki oleh muridnya sendiri, maka dia
berteman kepada orang yang ditemaninya dan memusuhi orang yang dijadikan
sebagai musuh secara membabi buta dan ini adalah harom.
Tidak boleh seseorang pun untuk menyuruh orang lain untuk berbuat demikian
dan tidak boleh untuk dituruti. Sebaliknya sunnahlah yang mempersatukan mereka
dan bid'ahlah yang dapat memperpecah mereka. Langkah-langkah yang diperintahkan
oleh Alloh dan Rosul-Nya itulah yang dapat mempersatukan mereka dan maksiat
kepada Alloh dan Rosul-Nya yang akan mempercerai-beraikan mereka. Sampai
manusia bila menjadi orang yang taat atau bisa menjadi orang yang bermaksiat.
Tidak mungkin terwujud ibadah kecuali harus dipersembahkan kepada Alloh
Azza wa Jalla. Tidak disebut taat sebaik-baik ketaatan kecuali taat kepada Alloh dan
Rosul-Nya , yang wajib bagi mereka adalah untuk saling menyuruh dalam kebaikan
dan saling mencegah dari kejelekan. Tidak boleh mereka menyeru atau mengajak orang
yang menampakkan kedholiman atau kekejian di antara mereka atau mengajak seorang
anak kecil (yang belum berjenggot) untuk berdandan dan berhias yang bisa
menimbulkan fitnah di kalangan manusia bahkan tidak boleh bergaul dengan orang
41
yang mengaku-aku sebagai kerabatnya dan tidak pula anak kecil itu disayangi dengan
tujuan yang jelek. Siapa yang menjalin perjanjian dengan seseorang untuk berkawan.
Siapa yang dijadikan kawan dan memusuhi siapa yang dimusuhi. Maka dia termasuk
sejenis Tatar. Mereka berjihad di atas jalan syaithon. Yang seperti ini bukan termasuk
orang-orang yang berjihad di jalan Alloh Ta'ala dan bukan pula tergolong tentara-
tentara kaum muslimin. Semisal mereka ini tidak boleh terjadi di kalangan tentara-
tentara kaum muslimin. Bahkan mereka ini dari kalangan prajurit-prajurit syaithon.
Akan tetapi dia (ustadz) menghiasi perkataannya kepada muridnya, dengan
perkataannya: "Kamu telah bersumpah dengan nama Alloh dan berjanji untuk
menolong orang yang ditolong oleh Alloh dan Rosul-Nya dan memusuhi orang yang
dimusuhi oleh Alloh dan Rosul-Nya, saling bantu-membantu dalam mengerjakan
kebaikan dan takwa, jangan saling bantu-membantu dalam perbuatan dosa dan
pelanggaran. Apabila kebenaran terdapat pada saya, maka kamu menolong kebenaran
itu. Apabila saya di atas kebatilan, maka kamu tidak boleh menolong kebatilan itu.
Maka siapa yang menjalankannya untuk berbuat seperti itu, maka dia termasuk orang-
orang yang berjihad di jalan Alloh Ta'ala yang mana mereka menginginkan agama itu
semata-mata untuk Alloh dan menjadikan kalimat Alloh menjadi tinggi" dan
seterusnya sampai akhir perkataannya rohimahulloh ta'ala.
Dampak Perpecahan di Kalangan Thullabul Ilmi dan Ahlus Sunnah Secara
Menyeluruh
Firman Alloh :
) --' .- -- '' ''-' -- --- -' .----- .- * = +- -' '-- = . '-- -' +-- .- -' .- (
['/31 32]
"(Mereka) kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah sholat
dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alloh. dari orang-orang
yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi berkelompok-kelompok yang masing-
masing kelompok merasa bangga dengan apa yang mereka miliki" (Ar-Ruum: 31-32)
Firman Alloh :
| _%! , . l !-: `.l . `_: !| || < . ` .` ! . l l- '
"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah
42
menjadi beberapa golongan) tidaklah ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka.
Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Alloh. Kemudian Alloh akan
memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat."
Imam Asy-Syathiby rohimahulloh berkata dalam kitabnya 'Al-Muwafaqot'
(6/54): "Kebanyakan orang-orang yang sibuk dengan ilmu yang mana ilmu itu tidak
menghasilkan buah yang berbobot. Fitnah akan mengelabuhi mereka yang pada
akhirnya mereka keluar dari jalan yang lurus. Perselisihan akan bergelimut di antara
mereka, begitu juga celah-celah yang mengakibatkan putus hubungan, permusuhan
dan penanaman fanatisme golongan sampai mereka terpecah-pecah beberapa
golongan. Apabila mereka melakukan apa yang demikian tersebut, mereka telah keluar
dari sunnah.
Asy-Syathiby juga berkata dalam Al-Itishom (2/231): "Untuk kalian (yaitu orang-
orang yang sesat) mereka dapat diketahui dilihat dari pentolan-pentolannya dan
karakter-karakter secara global ataupun secara terperinci. Adapun secara global ada
tiga yaitu salah satunya perpecahan yang mana sudah diperingatkan oleh Alloh
Ta'ala" (dia menyebutkan dalil-dalilnya kemudian berkata): Perpecahan ini
merupakan asal mula yang dulunya satu golongan menjadi tergolong-golong dan
terbagi-bagi."
Dan yang termasuk dari tujuan pergolakan tasjil yang telah dijelaskan tadi itu
yaitu menimbulkan dampak perpecahan, persengketaan dan saling jauh-menjauhi di
antara tholabul ilmi dan terjadi juga di kalangan ahlus sunnah yang lainnya. Hal ini
adalah akibat ulah Abdurrohman Al-Adany dan para pengikutnya. Semua ini dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1)-Terjadinya pemboikotan. Saksi-saksi permasalahan ini sebagai berikut:
a. Kata Amin Masybah sebagaimana yang tertulis di suratnya yang telah dikirim
ke sebagian teman-temannya, dan surat itu telah dibaca oleh Akh Said bin Daas
yang isinya: Kamu jangan ucapkan salam kepada Syaikh Yahya karena kamu
akan berdosa.
b. Kata Abu Bilal Al-Hadhromy: Abbas Al-Jaunah berkata kepada saya
bahwasanya Hasan Ba Jaba salah seorang dari pengikut Abdurrohman, dia
datang ke sana seraya berkata: Kamu ambil tanah yang ada di Fuyusy. Saya
jawab: Saya tidak menginginkannya. Saya berada di Dammaj." Lalu dia
memaksa saya seraya berkata: Kami akan membantumu dan bekerja sama
43
denganmu." Saya katakan pada dia: "Wahai saudaraku, metode kamu tidak
menyenangkan saya." Tiba-tiba pada hari yang kedua Abdurrohman Al-Adany
menghampiri saya dengan sikap yang berubah sampai-sampai dia tidak
mengajak bicara pada saya.
c. Kata Hammud Al-Waaily: Pada bulan Romadhon, saya bersalaman dengan
Abdurrohman Al-Adany. Ketika itu dia belum diusir dari Dammaj. Pada waktu
saya bersalaman, saya mendengar suara gelegak nafas dari dadanya. Lalu dia
mencampakkan tanganku."
d. Kata Akh Abdurrohman bin Daas Al-Yafi'y -dia adalah salah satu penuntut
ilmu di Dammaj- katanya: Saya dulu masuk ke perpustakaan umum,
sedangkan Fahd Al-Adany berkata ke Yasin Al-Adany: "Kamu telah membakar
orang ini, wahai anak kecil," (orang yang dimaksud itu adalah Syaikh Jamil As-
Shulwi). Ucapan ini terjadi waktu pelajaran Syaikh Jamil di saat menggantikan
Syaikh Yahya hafizhohulloh. Pada waktu itu Syaikh As-Sulwy berbicara dengan
panjang lebar tentang persaudaraan dan menyebarkan salam, sedangkan Yasin
adalah salah satu pentolan orang-orang yang pro Abdurrohman Al-Adany. Dia
sebelumnya telah memboikot Syaikh Jamil.
e. Akh Kholil At-Taizy bertamu kepada orang-orang yang ada di 'Adn. Dia
mengadakan muhadhoroh (pertemuan) di masjid Ash-Shohabah atas
permintaan imam masjid tersebut. Tiba-tiba Abdurrohman Al-Adany yang ada
di sana berdiri serta mengisyaratkan kepada orang yang ada di masjid yang ada
di sana untuk keluar sampai-sampai tidak ada yang tersisa kecuali sedikit dari
para hadirin dan kejadian ini disaksikan para ikhwah yang hadir.
Inilah akhir ringkasan bentuk-bentuk pemboikotan mereka dan
semisalnya yang berulang kali terjadi. Perkara ini sudah tersebar di
kalangan thullabul ilmi dan cukuplah Alloh yang membuat perhitungan
atas mereka. Mereka telah menggembor-gemborkan pemboikotan
kepada siapa saja yang tidak sepakat dengan fanatisme golongan
mereka dan juga kepada orang yang tidak bergabung di barisan
mereka pada awal mulainya fitnah. Pada waktu itu ikhwan-ikhwan
tidak bergaul dengan mereka, sedangkan Syaikh kami mengajak untuk
mempererat persatuan dan menasehati untuk ditiadakan pemboikotan-
pemboikotan walaupun dia adalah orang yang dulunya bersama
dengan Abdurrohman sekalipun dia pro dengannya.
44
2)Terjadinya tindakan anarkis, penanaman perselisihan dan perpecahan di Darul
Hadits Dammaj. Yang demikian ini terbukti dengan saksi-saksi sebagai berikut:
a. Pada waktu dia membuka pendaftaran (untuk pengaplingan tanah) muncul
gejolak yang jelek yang dapat menghilangkan ketentraman. Kumpul-kumpul
dan ngrumpi dengan tema apa yang berkaitan dengan tanah. Ini terjadi di
jalan-jalan, tempat-tempat khusus untuk pertemuan mereka, di setiap selesai
sholat, pada tengah-tengah pelajaran maupun di saat berakhirnya pelajaran.
Kumpul-kumpul dengan Abdurrohman di saat jam pelajaran umum (pelajaran
Syaikh Yahya). Pokoknya mereka tersibukkan dengan masalah tersebut.
Mereka lupa bahwa mereka datang ke Dammaj untuk tholabul 'ilmi.
b. Kata Akh Amin Al-Khorify =-= - ta'ala ketika dia ruju' sekaligus menjelaskan
keadaannya dahulu dan sifat fanatismenya kepada Abdurrohman bin Mar'i Al-
Adany itu. Katanya: "Saya minta udzur (mengaku salah) wahai Syaikh Yahya.
Saya minta maaf sebenarnya saya dulu di antara mereka adalah orang yang
paling bersikeras dan mereka senang dengan saya. Mereka berkata: "Demi
Alloh, Amin adalah teman yang tegar. Alloh sajalah yang diminta
pertolongannya." Rencana mereka, mereka akan meninggalkan Syaikh Yahya
sampai dia membicarakan Abdurrohman. Dan saya nanti adalah orang yang
pertama berdiri di halqoh majlis, lalu saya katakan: "Ittaqillah dalam
membicarakan Syaikh Abdurrohman Al-Adany." Kemudian salah satu dari
mereka yang ada di sana menyusul berdiri sehingga kita jadikan keadaan ribut.
Kata dia: "Apa-apaan ini!" Ini adalah bentuk sifat fanatisme golongan kepada
seseorang tertentu.
c. Setelah kejadian demi kejadian, Syaikh kami mempersoalkan Abdurrohman bin
Mar'i (dia adalah dalang munculnya fanatisme). Pada waktu itu Abdurrohman
berdiri setelah sholat Jum'at pada pekan pertama terdapat di sampingnya
beberapa pentolannya dari 'Adn dan lainnya. Mereka mengitarinya dan
bergerombol untuk melihatnya. Pada waktu itu jumlah mereka banyak sekali
pada waktu dia naik mobil, mereka seperti berkolektif untuk mengiringinya
seakan-akan dia adalah tokoh besar.
d. Ketika Syaikh Kami, Syaikh Yahya =-= - mengusir Abdurrohman bin Mar'i
Al-Adany, Yasin Al-Adany -salah satu pentolan orang-orang yang pro
Abdurrohman- bergegas menyampaikan kabar gembiranya. Kata
Abdurrohman: "Saya akan kembali. Biar saya dengar sendiri pengusiran itu.
Inilah yang dinukilkan oleh Akh Muhammad Al-'Amudy salah satu tullabul
'ilmi di Dammaj. Abdurrohman berusaha untuk kembali ke Dammaj tanpa
memikirkan apa yang akan terjadi dari dampak-dampak yang berbahaya
sampai-sampai Abdulloh bin Syahir -salah satu tangan kanan Abdurrohman
Al-Adany di Dammaj yang dia itu berniat untuk telpon Abdurrohman-,
45
katanya: "Saya akan pergi ke seseorang jika dia berkata kepada Syaikh Yahya:
"Turun kamu dari kursi," maka dia akan turun. Demikian ini telah didengar
oleh Abdulloh Al-Jahdary hafidlhulloh.
Inilah ringkasan dari bukti-bukti yang kami maksudkan yaitu
terjadinya kekacauan, tumbuhnya perpecahan, perselisihan akibat
ulah Abdurrohman serta orang-orang yang bersamanya. Lebih-lebih
lagi kalau ditambah adanya pelecehan-pelecehan dan pemukulan-
pemukulan yang dilakukan oleh pihak Abdurrohman Al-Adany di Darul
Hadits dan selainnya di sela-sela fitnah ini .
3)- Adu domba di antara Ahlus Sunnah.
Syaikh kami, Al-'Allamah Yahya bin Ali Al-Hajury hafidlohulloh berkata dalam
kitabnya Al-Wasaail Al-Khofiyah lid-Dhorbid-Da'wah As-Salafiyyah yang termuat
dalam kitabnya dengan judul Adhroor Al-Hizbyyyah 'alal Ummah Al-Islamiyyah (hal.
28-29), kata beliau: Dan di antara metode yang tersembunyi adalah adu domba yang
digencarkan oleh para penentang dakwah salafiyyah di jajaran para pemikul dakwah
salafiyyah ,termasuk para ulama dan para da'i. Mereka menggencarkan adu domba di
tengah-tengah para ulama , dan ini bukanlah perkara yang baru. Akan tetapi ini adalah
perkara yang sudah lama terjadi di zaman Imam Bukhory dan syaikhnya Muhammad
bin Yahya Adz-Dzuhly, juga di zaman Imam Malik dan Ibnu Ishaq, juga di zaman
Abbas bin Abdil 'Adzim dengan Abdurrozzaq dan imam-imam yang lainnya. Ini
adalah perwujudan jerih payah syaithon.
Imam Muslim meriwayatkan dalam As-Shohih dari hadits Jabir bin Abdillah
rodhiyallohu 'anhu bahwasanya Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
: .- '=--' .-=-''- .' ' -= '--' ----
"Sesungguhnya syaithon sudah putus asa untuk diibadahi oleh para mushollin di
tanah Arab tetapi mencari cara lain) yaitu dengan cara adu domba."
Yaitu dia menggerakkan, menancapkan dan menggencarkan adu domba di antara
mereka tanpa memadamkannya, sampai-sampai mengadu atau menghasut saudara
yang baru dengan saudara yang lainnya, antara bapak dan anaknya. Dia (syaithon)
membangun kerajaannya di laut mengerahkan para tentaranya untuk menghasut di
antara manusia Maka belum dikatakan sukses apa yang dia kerjakan sampai ada dari
46
tentaranya datang seraya berkata: Senantiasa saya menghasut di antara fulan dan
fulan sampai-sampai dia memisahkan istrinya. Maka jawabnya iblis: Sebaik-baik
tentara adalah kamu!" Lalu dia diberikan kedudukan. Barangsiapa yang hidupnya
untuk menghasut, maka dia termasuk dari tentara-tentara syaithon baik menghasut
antara saudara dan saudara yang lain, antara istri dan suaminya atau tetangga satu
dengan yang lainnya dari kalangan muslim. Semua itu adalah ulah syaithon. Nabi
shollallhu alaihi wa sallam bersabda:
'-- .-' ---- '= ''-- '+= '= - --= .-
Barangsiapa yang menipu seorang istri yang dia di bawah wewenang suaminya atau
menipu seorang budak yang dia itu dibawah wewenang juragannya, maka dia bukan
berada di jalan kami. Perkara ini yang menjadi catatan para orang yang berakal yaitu
tidak mungkin mereka membiarkan musuh-musuh dakwah salafiyah masuk dari jalan
ini.
Bukti-bukti terjadinya adu domba tersebut cukup banyak, kami
akan menyebutkannya:
a. Abdurrohman mengaku merasa terdlolimi ketika di depan para masyaikh dan
seakan-akan dia menerima nasehat para masyaikh, sampai-sampai menyebabkan
para masyaikh mengeluarkan penjelasan pernyataan. Kemudian pernyataan itu
dia pegang bersama pengikutnya untuk memperkuat fitnah dan untuk mengadu
perkataan masyaikh dengan perkataan Syaikh Yahya. Hal ini dapat menciptakan
perpecahan, perselisihan dan ketegangan di antara ahlus sunnah. Sedangkan dia
dan orang-orang yang pro dengannya tidak menjalani nasehat para masyaikh agar
meninggalkan sifat fanatisme golongan, berkelompok, perbedaan dan agar
menjaga persaudaraan dan lain-lainnya.
Dan penjelasannya sebagai berikut:
1. Para masyaikh melakukan ijtima' di Darul Hadits Dammaj pada awal fitnah
tanggal 14-7-1428H sebelum diusirnya Abdurrohman Al-Adany. Dalam ijtima'
tersebut mereka menyimpulkan dengan dihentikannya pendaftaran.
Abdurrohman Al-Adany disuruh untuk mengakui kesalahan apa yang terjadi
akibat pendataan yang menimbulkan kekacauan, keributan, perpecahan dan
sebagainya. Sedangkan Abdurrohman tidak menjalankan apa yang diputuskan
oleh masyaikh dan setelah ijtima' berlangsung dia terus mengadakan
pendataan sampai sekarang. Kata Abu Ubaidah Kholid dan Muhammad Asy-
Syar'aby ro'ahulloh: "Menantu saya yang bernama Abdul Hafidz Ad-Dubbaiy
mengabari saya kalau dia itu telah menelpon Abdurrohman Al-Adany sekitar
47
satu tahun yang lalu. Dia tanya Abdurrohman, katanya: "Mereka mengkritik
kamu karena kamu mengadakan pendaftaran di Dammaj." Jawabannya dia:
"Aku tidak bisa memberhentikan pendaftaran ini."
Kata Abu Abdillah Aidarus bin Nashir Ar-Ridfany di dalam surat edarannya yang
berjudul Bidayatul Inhirof, katanya: Para ulama telah mengadakan ijtima' di Dammaj
pada tanggal 13 Jumadal Akhir 1427H, mereka berkata: Dengan dihentikannya tasjil
(pendaftaran atau pendataan) di markaz Fuyusy. Apakah dengan fatwa para ulama
tersebut Abdulloh bin Salim sebagai pengurus di Ridfan bisa menjalankan fatwa
tersebut atau tidak? Dan apakah dia akan mengembalikan uang yang telah dibayarkan
untuk pemiliknya di Ridfan kepada pemiliknya atau tidak?
Bendahara kami Abdulloh, tetapi dia mewakilkan pendataan kepada saudaranya
yang bernama Muadz. Pendaftaran kami berlangsung pada bulan Jumada, sedangkan
dipegang oleh Muadz. Pada akhir bulan Syaban Muadz menginginkan uang tersebut
untuk diserahkan ke Al-Haddi sebagai penanggung jawab petak tanah. Saya
menasehati Muadz bahwa tindakan ini menyelisihi fatwa ulama, sedangkan dia tidak
meresponi nasehat saya karena dia cuma menjalankan tugas saja. Maka saya katakan
kepada dia: Apakah kamu punya fatwa para ulama dalam hal ini? Dia menjawab:
Tidak ada. Saya katakan kepada dia: Apa yang dikatakan Abdurrohman adany?
Dia menjawab: Saya telah telpon Syaikh Abdurrohman adany, kata dia: Beritanya
ada pada Abdulloh bin Salim. Tapi Abdulloh bin Salim berkata: Beritanya ada pada
Muhammad bin Abdul Qowi. Sungguh menakjubkan, pelemparan dari fulan ke fulan.
Tapi kamu jangan terburu-buru dulu karena kamu sebentar lagi akan mengetahuinya.
Kemudian saya telepon Abdurrouf Ar-Ridfani, setelah perbincangan tersebut dia
berkata: Keterangan-keterangan para ulama ada pada Muhammad bin Abdul Qowi
dan saya tidak mengetahui siapa Muhammad itu, akan tetapi ketika saya melihat
lemparan yang ditujukan ke dia dan dia mempunyai keterangan-keterangan para
ulama, langsung saja saya ambil nomor telponnya, lalu saya telpon dia, akan tetapi saya
tidak mendapatkannya. Setelah itu saya menelpon Syaikh Al-Imam, saya katakan pada
dia: Wahai Syaikh, kami telah mendaftar setelah dua bulan yang lalu. Tetapi uang
yang tersisa sampai sekarang pada Abdulloh, sedangkan tanah kami dialokasi. Apakah
kami harus membayarkan uangnya? Berkata Syaikh: Kami telah melakukan ijtima di
Dammaj dan Abdurrohman mengabarkan kepada kami bahwasanya tasjil
(pendaftaran) akan terhenti dan uang yang dikasih ada di tangan ikhwan akan kembali
ke pemiliknya, maka kalian jangan bayarkan dan kembalikan kepada ikhwan-lkhwan.
48
Kemudian saya sudah mengabarkan permasalahan ini kepada wakil penanggung
jawab kami dan Abdurro'uf. Tetapi mereka tetap pada asalnya dan tidak
menggubrisnya. Setelah itu saya telah telpon ke Muhammad bin Abdul Qowi Al-
Qoirohy yang ada di Ma'bar. Telah berlalu kalau dia mengetahui keterangan-
keterangan para ulama. Lalu dia berkata: "Kalian ambil uangnya untuk Al-Haddi dan
kalian adakan ijtima' secara diam-diam, sedangkan kami sudah melakukan ijtima' di
Ma'bar secara diam-diam. Kami telah menelpon ikhwan yang ada di Yafi', kami
katakan kepada mereka: "Ijtima'lah kalian secara diam-diam." Dan kalian juga ijtima'lah
secara diam-diam." Dia mempersoalkan Syaikh Yahya, katanya: "Al-Hajury bertolak
belakang dengan markaz, sedangkan markaz akan didirikan." Beberapa selang
kemudian saya ditelpon oleh Abdurro'uf, dia mengabari kalau dia sudah menelpon
Syaikh Al-Imam dan Syaikh Al-Buro'iy. Keduanya berkata: "Kalian jangan beli dan
kembalikan uangnya kepada ikhwan-ikhwan." Tapi mereka tidak menggubris dan
tetap untuk menyelisinya. Hal ini dikarenakan Abdurro'uf maftun (terfitnah)
sedangkan Mu'adz cuma mengerjakan saja, yang mana Abdulloh yang memerintahkan.
Dan dia adalah provokator fitnah di Ridfan. Inilah kisah yang terjadi. Jika
permasalahannya saja sudah menyelisihi para ulama dengan cara sembunyi-sembunyi,
menyelisihi kebenaran disertai penipuan, bagaimana akhirnya nanti?"
Demikian juga Abdurroman tidak memenuhi apa yang telah ditetapkan oleh
para ulama, yaitu untuk minta maaf dari apa yang terjadi dan Syaikh Yahya -
hafizhohulloh- berulang kali meminta ke dia setelah perginya para masyaikh, akan
tetapi tidak memenuhinya tanpa ada peduli terhadap nasehat para masyaikh, tanpa
melihat akibat-akibat yang akan terjadi, sebagaimana apa yang akan datang
penjelasannya yang menunjukkan kalau dia tidak mempedulikan nasehat para
masyaikh.
Nashir Az-Zaidy Al-Adany -salah satu orang dekatnya sekaligus yang pro Al-
Adany- dia berkata kepada Akh Abdurrohman Da'as Al-Yafi'y: "Sesungguhnya fatwa
masyaikh dengan dihentikannya pendataan tidak lain hanyalah menutup jalan
kebaikan."
Perkara menjadi gawat, semakin bertambah sifat fanatisme, celaannya dan
usaha-usaha untuk menghimpun dan memunculkan kejelekan. Perkara inilah yang
mendorong Syaikh Yahya -hafizhohulloh- untuk selalu berbicara tentang apa yang
diakibatkan oleh Abdurrohman bin Mar'i Al-Adany. Sedangkan Abdurrohman Al-
49
Adany ketika di hadapan para masyaikh merasa terzholimi dan menampakkan bahwa
dia menerima nasehat para masyaikh. Salah satu dari nasehat Syaikh Yahya -
hafizhohulloh- adalah meninggalkan pemboikotan dan mendorong untuk bersaudara
dan sifat kekerabatan.
2.- Perkara ini mengakibatkan terjadinya ijtima' masyaikh yang kedua kalinya yang
berlangsung di markaz Ma'bar tanggal 12-4-1428 hijriyah dan dari hasil penjelasan
ijtima' mereka yang berkaitan dengan Abdurrohman (adalah bahwasanya dia bersama
masyaikh ahlus sunnah dakwahnya adalah dakwah mereka, apa saja yang dilihat oleh
ahlus sunnah, maka perkataan dia termasuk perkataan mereka dan perkataan yang
keluar dari Syaikh Yahya bukanlah penyebab terjadinya perpecahan di tengah dakwah
salafiyah) Dan Abdurrohman disyukuri oleh masyaikh karena dia menuruti para
masyaikh ahlus sunnah dan telah melanggengkan dakwah dan juga para masyaikh
bersyukur kepada Syaikh Yahya yang telah memberikan pelayanannya dalam dakwah
dan pembelaannya terhadap dakwah salafiyah karena dilihat dari perkataan yang
keluar darinya bukanlah pembelaan karena hasad atau dendam atau untuk
menjatuhkan seseorang dari ahlus sunnah. Hanyalah dia membela dikarenakan
kecemburuannya terhadap sunnah dan ahlus sunnah.
Abdurrohman Al-Adany termasuk orang-orang yang menandatangani
pernyataan tersebut. Setelah itu dia menulis selebaran tercatat pada tanggal 12-4-1428H
yang intinya: "Saya berlepas diri dari sifat fanatisme golongan dan dari penyebab
terjadinya terkocar-kacirnya barisan dan dari tercerai-berainya persatuan baik
fanatisme ini dari pihak saya atau dari pihak yang lain.
Akan tetapi yang disayangkan, semua yang ditanda tangani oleh Abdurrohman
Al-Adany dalam pernyataan di hadapan masyaikh dan dia sendiri yang menulis di
lembarannya, semua itu semata-mata hanyalah tinta yang tertulis di atas kertas belaka
,pada kenyataan dia menyelisinya, baru saja dia kembali dari ijtima' masyayikh ,
langsung saja dia kembali ke gerombolan orang-orang yang mencela Syaikh Yahya dan
mencela Darul Hadits.
Mereka bertindak untuk menimbulkan perpecahan, sifat fanatisme golongan,
mencabik-cabik persatuan, mengobrak-abrik barisan untuk kepentingannya tanpa ada
nasehat dari Abdurrohman untuk mereka, dan tidak pula meninggalkan fitnah,
bahkan dia memuji dan menyanjung mereka, berhubungan dengan mereka dan
50
mengalihkan permasalan kepada mereka. Sebagaimana akan datang nama-nama orang
tersebut dan isyarat yang menunjukkan tindakan-tindakan dan kata-kata mereka
seperti Abul Khotthob dan selainnya.
Bahkan komplotan Abdurrohman mencoba mengambil kesempatan menjadikan
keterangan tersebut untuk menjelek-jelekkan, memboikot dan lari menjauh dari Syaikh
kami, Syaikh Yahya serta mereka membuat perpecahan, menyempitkan sikap wala' dan
baro' pada mereka dan lain-lainnya tanpa adanya sanggahan dan teguran yang
terdengar dari Abdurrohman, malah mereka dijadikan pendamping-pendamping
utamanya sekaligus jadi orang-orang dekatnya di waktu dia bepergian atau di waktu
dia mukim.
Dan pada waktu yang sama Syaikh Yahya =-= - senantiasa berwasiat supaya
meninggalkan pemboikotan, mendorong untuk mempererat rasa persaudaraan juga
tidak luput untuk menjelaskan terjadinya fitnah ini secara terus-menerus yang buah
fitnah ini sungguh jelek akibatnya.
3.- Kemudian para masyaikh mengadakan ijtima' dengan Abdurrohman yang ketiga
kalinya di Hudaidah pada tanggal 5-1-1429H. Mereka menyebutkan kesimpulan pada
saat mereka manasik haji. Mereka bertemu Syaikh Robi' pada tahun 1428 di antara
kesimpulannya yaitu: Sesungguhnya Syaikh Abdurrohman berlepas diri dari orang-
orang yang membicarakan kejelekan Syaikh Yahya dan ma`had Dammaj. Siapa yang
membicarakannya, maka sesungguhnya dia menggambarkan wataknya sendiri bukan
menggambarkan watak Abdurrohman.
Telah keluar pernyataan yang menerangkan penjelasan ini dari Abdurrohman
kalau dia telah menjalankan apa yang dimintanya. Berdasarkan penjelasan yang telah
lampau, siapa yang mengobarkan kerisauan dengan alasan membela Abdurrohman,
maka dia adalah kontra Dammaj dan kontra Syaikh Yahya. Dia sendiri akan terbongkar
kalau dia bersikap jelek terhadap Abdurrohman karena Abdurrohman sudah berlepas
diri dan tidak rela dengan tindakannya sehingga pembelaannya itu bisa
memudhorotkan dirinya sendiri.
Setelah penandatanganan pernyataan tersebut Abdurrohman melampirkan satu
lembaran yang isinya: "Saya berlepas diri kepada Alloh dari dampak negatif dan
pencelaan terhadap markaz Dammaj dan Syaikh Yahya Al-Hajury. Barangsiapa yang
melakukannya itu sesungguhnya dialah yang menggambarkan wataknya sendiri bukan
51
menggambarkan watak saya."
Demikianlah Abdurrohman selalu menyetujui ketentuan para masyaikh dan
mengabulkan permintaan mereka dihadapan mereka , tetapi pada kenyataannya dia
menyelisihinya baik sepontanitas atau dibelakang hari.
Di samping itu masih saja orang-orang yang dijadikan teman-teman di dalam
ijtima' tersebut seperti Abdurrouf bin Abbad, Ali Al-Hudzaify, Abdul Ghofur Al-Lahjy,
Abdurrohman Baadih dan Hisyam As-Sayid, mereka ini adalah para pentolan fitnah ini
dan di sana juga bertemu Yasin Al-Adany salah satu dalang dalam fitnah ini dan juga
bertemu dengan yang lainnya.
Ketika dia pulang dari ijtima` , kembali dia bermujalasah dengan orang yang dia
anggap kalau dirinya sudah berlepas diri dari mereka dalam bayannya , di samping itu
adanya pujian dia terhadap mereka, bergabung dengan mereka dalam muhadhoroh-
muhadhoroh yang mereka selenggarakan , misalnya dia masih bekerja sama dengan
Nashir Az-Zaidi Al-Adany, Ali Al-Hudzaify Al-Adany dan Abdul Ghofur hubungan
dengan mereka masih berlanjut, padahal mereka adalah orang-orang loyalnya , yang
selalu berusaha keras mengobarkan gejolak api fitnah.
Dan kebanyakan mereka itu memiliki tanah yang ada di bawah tangannya yaitu
di markaznya , sehingga kenyataannya tidak berbekas sedikitpun apa yang sudah
diputuskan dalam pernyataan itu (pernyataan dihadapan masyayikh), semata-mata
cuma tinta di atas kertas atau semata-mata cuma tipu mushlihat saja.
Maka dari sini pernyataan itu tidaklah memberikan manfaat kepada orang-
orang yang pro Abdurrohman kecuali semakin memperparah pertikaian, sifat
fanatisme golongan dan celaan pada Syaikh Yahya dan markaz Dammaj dan
bertambahnya pemboikotan kepada orang-orang yang menyelisihinya , di samping itu
tidak ada pengingkaran dari Abdurrohman. Dia tidak pula mengambil sikap tegas
terhadap pengikutnya seperti apa yang dia janjikan.
Dari sini diketahui apa yang Abdurrohman Al-Adany perlihatkan seperti
persetujuannya dan pelepasan dirinya. Semua itu maksudnya untuk memperluas api
fitnah dan supaya dapat menggeret para masyaikh masuk ke barisannya. Dia
menjadikan para masyaikh sebagai antisipasi untuk menolak apa yang sudah
ditetapkan oleh Syaikh Yahya =-= - berupa bukti-bukti terjadinya fitnah ini. Serta dia
52
menjadikan mereka (para ulama) sebagai penguat untuk ikut serta dalam pertikaian,
perbedaan dan dalam kekacauan, seperti yang sudah kami paparkan penyelisihan
Abdurrohman ketika dia menandatangani pernyataan para masyaikh dan sekaligus
berjanji.
Padahal sudah dimaklumi, bahwa yang dimaksud dengan baroah (berlepas
diri) bisa terwujud dengan perkataan dan perbuatan, tidak cukup dengan pengakuan
saja. Tidak mungkin malam itu sama dengan siang. Maka ini bisa mengingatkan kita
tindak lanjut Abul Hasan Al-Mishry saat dia bersama-sama para masyaikh di Madinah,
dia memperkuat dan memperalat masyaikh. Kemudian dia meninggalkan mereka
bergabung dengan ahlul bida sebagaimana apa yang dikatakan oleh Al-Allamah
Syaikh An-Najmy rohimahulloh di dalam Al-Fatwa Al-Jaliyyah (2/221).
Berkata Akh Kholid As-Syaraby setelah pernyataan yang isinya Abdurrohman
telah berlepas diri dengan orang-orang yang mencela Syaikh dan markaznya. Kata
Kholid: Menantuku Abdul Hafidz Ad-Dubaiy datang ke sana di Dammaj untuk
berziarah. Dia berkata: Dia itu sudah berlepas diri, tinggal apa lagi?! Terjadilah
dialog antara saya dan dia sampai-sampai dia mengatakan kalau dia itu telah telpon
Abdurrohman, menanyakan masalah ini dan Abdurrohman mengatakan: Saya
melakukannya (tanda tangan tersebut) hanyalah sekedar untuk
menenangkan suasana saja (bukan karena ada niat ishlah) .
(1)

b. Abdurrohman bin Mari dan Abdulloh bin Mari berusaha untuk mengadu domba
antara Syaikh Yahya dengan Syaikh yang lainnya.
1.- Di saat ijtima, Abdurrohman bin Mari beserta saudaranya dan para pentolan fitnah
dari kroco-kroconya, mereka merasa belum bisa memperoleh hasil yang memadai dari
masyaikh Yaman. Di saat pertemuan dan ijtima' masyaikh Yaman, mereka belum bisa
merekrut masyaikh untuk dimasukkan ke barisannya kecuali apa yang terjadi pada
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushoby waffaqohulloh tergambar kalau
dia membela Abdurrohman Al-Adany yang ini menyebabkan semakin parahnya
perpecahan, perbedaan di antara Syaikh Yahya dan Syaikh Al-Wushoby waffaqohulloh
dan menyebabkan semakin luasnya gejolak api perpecahan, akan tetapi belum juga
memenuhi maksud Abdurrohman.
Maka dia tidak berhenti sampai di sini, Abdurrohman Al-'Adny dengan
saudaranya pergi ke masyaikh di Saudi, alangkah samanya malam kemaren dengan
53
malam ini, persis sekali dengan perbuatan hizby Abul Hasan. Ketika kamu melihat
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak bisa memberikan faedah jika berbenturan
dengan Syaikh Yahya. Mereka memandang Syaikh Al-Wushoby kalau setiap dia
membicarakan Syaikh Yahya dia akan berada dalam posisi yang sempit dan
mendapatkan kecaman. Terus apa yang mereka lakukan?
Mereka merubah trik baru yaitu mereka berangkat pergi ke Tanah Hijaz dan
Nejed sampai bertemu dengan orang yang namanya Hani bin Buraik beserta cs-nya.
Mereka telah mempersiapan suasana cerah dan menghidangkan dengan keselarasan
suasana. Dan juga mereka mengompori sebagian hati orang-orang di Madinah supaya
mereka marah kepada Syaikh Yahya hafidlohulloh yang salah satu di antara orang-
orang tersebut adalah Syaikh Ubaid Al-Jabiry hadahulloh. Tidaklah mereka
mendatanginya kecuali dia memenuhi keinginan mereka.
Ini membuktikan kalau mereka sudah menjadikan Syaikh Ubaid panas sampai-
sampai dia mempersoalkan Syaikh Yahya.
(1)
Di samping itu apabila Thullabul ilmi dari
Dammaj datang padanya, dia tidak menerimanya atau mereka tidak mendapatkan
pelayanan yang baik. Ketika Abdurrohman dan saudaranya pergi ke sana dengan
alasan berobat, mereka pergi ke dia (Syaikh Ubaid) sambil menyempurnakan apa yang
tersisa dari niat busuknya berupa penghasutan dan perpecahan.
Tak disadari oleh Syaikh Yahya, tiba-tiba ia mendapat serangan bertubi-tubi dari
Syaikh Ubaid , berupa kata-kata yang pedas dengan alasan ucapan negatif Syikh Yahya
=-= - tentang Jamiah Islamiyyah yang tentunya sudah diketahui kondisinya di
kalangan ahlus sunnah.
2.- Di antara penguat-penguat dan bukti-bukti yang kami sebutkan diatas adalah
Abdurrohman Al-Adany beserta pentolan fitnah ini, mereka menjadikan permasalahan
Jamiah Islamiyyah sebagai tangga untuk mengubah serangan (pukulan) terhadap
dakwah salafiyah , tepatnya di tengah-tengah poros dakwah salafiyyah. Mereka
membangkitkan masyaikh di Saudi untuk membentur Syaikh Yahya dengan tujuan
supaya keluar dari mereka kata-kata yang memojokkan Syaikh Yahya , sebagaimana
apa yang terjadi pada sebagian masayikh Yaman.
Padahal Abdurrohman sendiri memandang apa yang ada di Jamiah Islamiyyah
seperti apa yang dipandang oleh Syaikh kami, bahkan dia lebih keras. Misalnya dahulu
dia tidak menasehatkan orang untuk mendaftar di Jamiah Islamiyyah sebagaimana
54
yang terdapat dalam kasetnya dan dalam internet. Nah, sekarang apakah permasalahan
Jamiah Islamiyyah yang tidak asing lagi menjadi bahan dan sebab untuk mencela
dakwah salafiyah tepatnya di tengah-tengah poros dakwah yang jernih atau menjadi
sebab terjadinya perpecahan, perbedaan, benturan dan retaknya ukhuwah di antara
ahlus sunnah ???
Maka berdasarkan apakah yang dapat menyebabkan celaan tersebut? Bukanlah
ini yang menunjukkan bahwasanya penyertaan masalah Jamiah Islamiyyah dalam
fitnah ini bertujuan untuk adu domba dan terjadinya benturan seperti yang sudah
diperingatkan oleh sebagian orang-orang yang berakal bersih seperti Syaikh Al-Fadhil
Muhammad bin Romzan sebagaimana dinukil oleh Syaikh Hasan bin Qosim Ar-Raimy
di surat edarannya, katanya: Syaikh Yahya Al-Hajurylah yang berpendapat benar
dalam dialognya dengan Syaikh Ubaid dan semoga Alloh memberikan taufiq kepada
mereka semuanya. Dan untuk semuanya agar tidak memuji secara mutlak (tanpa batas)
dan menjelekkan secara mutlak. Hanyalah perkara ini dari sisi tertentu. Kalau tidak
begitu, memungkinkan terjadinya pembengkakan dan pengusutan, sedangkan di
dalamnya terdapat yang bagus dan yang jelek. Dan juga perkara ini bukanlah lagi
rahasia di kalangan orang-orang. Dan saya mengharapkan juga jangan sampai
permasalahan ini menjadi perkara atau permulaan fitnah yang celah-celahnya bisa
diambil kesempatan oleh orang yang menginginkan bergolaknya api di antara ahlus
sunnah.
Dan yang menjadi penguat perkara tersebut: bahwasanya Syaikh Yahya
mengarahkan tuduhan adu domba kepada Abdurrohman Al-Adany sekaligus kepada
kroco-kroconya yang termuat di dalam bantahannya kepada Syaikh Ubaid. Kata beliau:
"Saya peringatkan kepada Syaikh Ubaid untuk tidak langsung membenarkan apa yang
dinukil oleh sebagian orang-orang yang terfitnah, yang mereka itu sekarang
menyimpan rasa dendam kepada kami disebabkan kami telah membeberkan apa-apa
yang berkaitan dengan fitnah dalam dakwah salafiyah di Yaman , seperti
Abdurrohman Al-Adany, saudaranya sendiri yaitu Abdulloh bin Mar'i, Hani Buraik,
Arofat dan yang semisal mereka. Kami telah tahu mereka bersungguh-sungguh dan
berusaha untuk memfitnah di antara saya dan ikhwan-ikhwan saya dari kalangan ahlus
sunnah. Kami meminta kepada Alloh supaya Dia menyelamatkan kami dan Anda dari
tindakan buruk yang timbul dari teman-teman yang jelek."
Namun sangat disayangkan ternyata Syaikh Ubaid menerima serta
55
membenarkan nukilan mereka bahkan dia mensifati mereka kalau mereka adalah
orang- orang khususnya . Dan dia tidak merespon apa yang diberitahukan oleh Syaikh
Yahya yaitu yang berkaitan dengan adu domba juga dia tidak mengingkari
Abdurrohman dan kroco-kroconya.
3 Dan yang menjadi penguat pula, dampak negatif seperti peristiwa-peristiwa
lainnya yang diakibatkan oleh perusuh-perusuh dakwah salafiyah dari kelompok Abul
Hasan dan Sholeh Bakry seperti masalah: bahwasanya ahlus sunnah adalah golongan
yang paling dekat dengan kebenaran. Ini sudah dijabarkan dan dijelaskan oleh syaikh
Yahya =-= - pada waktu itu.
4 Dan yang menjadi penguat pula bahwasanya Abdurrohman Al-Adany setelah
berlangsungnya ijtima' masyaikh, dia mengeluarkan surat edaran yang isinya
ungkapan yang tersimpan di hatinya selama menjadi tholabul ilmi. Ini membuktikan
kalau kesepakatannya dengan masyaikh belum bisa membuahkan kebaikan. Maksud
dia yang demikian itu hanyalah untuk menggabungkan masyaikh ke barisannya. Inilah
nash perkataannya yang termuat di surat edarannya: "Dengan rasa senang saya akan
memperingatkan kepada semuanya yaitu yang berkaitan dengan kebiasaan atau tabiat
Yahya Al-Hajury yang telah diketahui kalau dia berani-beraninya mengingkari apa
yang terjadi padanya , walaupun ini sudah diketahui oleh sebagian tholabul ilmi
bahkan para masyaikh pun sudah tahu. Tidak ada kaset atau tulisannya serta
semuanya belum lupa pengingkarannya tentang apa yang dinukilkan masyaikh
hafidlohumulloh ta'ala di saat ijtima' di Hudaidah yang isinya menerangkan sikapnya
terhadap kesepakatan yang terjadi di Makkah tepatnya di tempat atau di hadapan
Syaikh Al-Allamah Robi' bin Hadi Al-Madkholi hafidlohulloh ta'ala. Dalam
pengingkarannya salah satu dari dua kemungkinan: yang pertama, bisa jadi dia
pendusta atau penipu apabila dia dengan terang-terangan menampakkan sikapnya di
hadapan mereka, maka di saat dia seorang pendusta ketika dia mengingkarinya.
Kedua, apabila dia tidak terang-terangan, maka dia seorang penipu karena dia keliru
dalam menghadirkan sikap padahal kenyataannya bukan seperti itu. Memang sungguh
banyak bohong, makar dan penipuan yang terdapat pada diri Al-Hajury meskipun dia
menampakkan kebaikan, takwa dan senantiasa untuk jujur dan amanah. Dari sini saya
menulis persaksian kalau saya mengetahui bahwa Alloh akan menanyai saya nanti
pada hari kiamat. Alloh berfirman:
) ' '-- +- '+- ---- (
"Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban."
Saya katakan: saya bersumpah demi Alloh Al-Adzim bahwasanya dari awal saya
menuntut ilmu sampai sekarang, saya tidak mengetahui seorang pun dari kalangan
ahlul ilmi dan kebaikan yang paling jahat, pendendam dalam pertikaian dan yang
56
paling pembohong, penipu dan makar dari Yahya bin Ali Al-Hajury meskipun dia
menampakkan dirinya sebagai seorang yang paling keras untuk berhati-hati dari hal-
hal tersebut. Akan tetapi Alloh tidak mau kecuali akan mengungkap kejelekan para
pemegang kebatilan. Sungguh benar Alloh ketika berfirman:
) --- -- '- =- '' (
"Dan Alloh hendak menyingkap apa yang selama ini kamu sembunyikan."
Alangkah bagusnya perkataan seseorang: "Selama seseorang mempunyai
tabiatwalaupun dia sembunyikan sampai tidak terlihat oleh manusia, pasti tabiat
tersebut akan terbongkar."
(1)

Kami tidak mendapatkan perkataan mereka yang menyatakan berlepas diri dari
tuduhan bahkan Syaikh Ubaid Al-Jabiri memperkokoh dengan memberikan
kepercayaan penuh serta pujian kepada mereka tanpa ada pengingkaran.
5. Dan di antara usaha untuk mengadu domba adalah seringnya mereka menelpon
sebagian masyaikh dan menyodorkan kepada mereka pertanyaan-pertanyaan yang bisa
memanasi gejolak fitnah, misalnya mereka menelpon Syaikh Ubaid waffaqohulloh
yang tindakan itu dapat mengakibatkan terjadinya cercaan dan celaan. Inilah yang
dicari-cari oleh orang-orang yang pro Abdurrohman.
6. Dan yang termasuk hal itu pula yaitu mereka sengaja mengundang sebagian
masyaikh untuk mengobarkan api fitnah seperti mengundang Syaikh Ubaid
waffaqohulloh.
7. Dan yang termasuk hal itu pula yaitu apa yang dikatakan oleh Akh Al-Fadhil Abdul
Hakim Ar-Roimy, kata dia: "Pertama-tama saya katakan, saya telah ditelpon oleh Akh
Adil bin Manshur yang bermukim di Saudi dan dia termasuk orang-orang yang dipuji
Syaikh Robi' bin Hadi Al-Madkholi =-= - dan yang selainnya dari masyaikh Yaman
dan Saudi hafidlohumullohul jami'. Dia mengabari saya kalau Syaikh Robi' itu
mengabarkan bahwasanya Abul Khotthob menelponnya. Ketika Syaikh Robi' tahu
kalau omongannya terdapat cercaan terhadap Syaikh Yahya Al-Hajury hafidlohulloh
ta'ala, Syaikh Robi' langsung menghardiknya dengan keras. Lalu Syaikh Robi' berkata:
"Sampaikan kepada Syaikh Yahya untuk mengusir orang itu (Abul Khotthob)." Lalu
dia dikabari, katanya: "Sepertinya Syaikh Yahya merasa khawatir kalau dia di
negaranya akan tersakiti(dari sisi pemerintah)." Syaikh Robi' melanjutkan ucapannya:
57
"Biarkan Dia disakiti di negaranya asalkan tidak mengganggu dakwah
salafiyah di Yaman, membuat fitnah, kerisauan dalam dakwah
salafiyyah di Yaman."
Kata Akh Adil bin Manshur =-= - : " Siapa yang ingin mengecek (kebenaran)
perkataan ini lebih lanjut, maka telpon saja sendiri ke Syaikh Robi' Al-Madkholi
hafidlohulloh.
8. Dan yang termasuk pula apa yang dikatakan oleh Amin Al-Khorifi mengenai fakta-
fakta setelah dia meninggalkan Abdurrohman bin Mar'i Al-Adany, katanya: "Dan juga
mereka dulu menggolongkan saya sebagai orang-orang yang membuat kerisauan dan
kegoncangan di markaz Dammaj. Kemudian ketika kami sampai, mereka berkata: "Kita
akan pergi ke Syaikh Al-Imam, saya dan Akh Unais serta ikhwan-ikhwan lainnya."
Sebagian besar mereka sudah taubat Sesuai dengan permintaan, kami akan pergi ke
Syaikh Muhammad Al-Imam, kemudian kami singgah ke Syaikh Fulan. Ketika di
hadapan masyaikh, kami merasa terdholimi dengan mengatakan: "Syaikh Yahya itu
orang yang kasar, keras kepala!!"
9. Dan yang termasuk hal itu pula apa yang dibikin Abul Khotthob Thoriq Az-Zintany
Al-Liby dia adalah salah satu pentolan sekaligus dalang dalam fitnah ini di Dammaj-
di saat dia berulang kali menelpon sebagian masyaikh di tanah Hijaz dalam rangka
mengharapkan tanggapan dari masyaikh untuk memperkuat gejolak api fitnah. Tetapi
dalam kenyataannya dia kembali dengan membawa penderitaan di samping itu
rencana busuknya menimpa dirinya sendiri.
Syaikhuna Al-Allamah Yahya bin Ali Al-Hajury di saat jam pelajarannya, dia
berkata: "Sebagian da'i dari Saudi menelpon saya sekaligus mereka mengabarkan kalau
yang namanya Abul Khotthob hadahulloh itu menelusuri metode hizbyyyin yang dulu
seperti pengikutnya Abul Hasan. Caranya mereka menelpon para masyaikh untuk
mengadu domba dan berusaha mengfitnah! Saya telah ditelpon oleh sebagian masyaikh
dan sebagian mereka telah menasehatinya, maka dari sini saya nyatakan bahwa Abul
Khotthob diusir dari markaz Dammaj. Semoga Alloh tidak membalas kebaikannya dan
tidak mendapatkan orang yang berniat untuk membuat fitnah. Siapa yang
menampakkan kejelekannya dalam keadaan seperti ini, maka hendaknya dia untuk
tawakkal kepada Alloh (maksudnya adalah untuk pergi dari Dammaj). Ini adalah
hizbyyyah dengan mengambil cara-cara pengikutnya Abul Hasan sedikit demi sedikit.
58
Demi Alloh, orang yang mencermati kebenaran tidak akan merasa ragu-ragu tentang
kehizbyyahannya.
10. Dan yang termasuk hal itu pula apa yang dikatakan oleh Abdul Hakim Ar-Roimy,
katanya: "Saya dikabari oleh `Adil bin Manshur, kalau yang nama Abul Khotthob Al-
Liby menelpon Syaikh Abdulloh Al-Bukhory. Dia menanyakan beberapa soal yang
isinya terdapat cercaan yang ditujukan kepada Syaikh Yahya. Kemudian setelah Syaikh
Al-Bukhory menjawab soal-soal tersebut, lalu dia berkata: "Apakah kamu sudah
bertanya ke selain saya?" Jawabannya (Abul Kahotthob): "Ya, saya telah bertanya
Syaikh Robi'." Dia berkata: "Apa kata beliau?" Kata Abul Khotthob: "Beliau menasehati
saya untuk tholabul ilmi." Lalu dia (Syaikh Al-Bukhory) melanjutkan perkataannya:
"Oh, begitu. Jadi jawaban saya tadi saya cabut, saya berkata seperti perkataan Syaikh
Robi'." Inilah yang dinukil Akh Adil bin Manshur dari Syaikh Al-Bukhory secara
langsung.
11. Dan yang termasuk hal itu pula, kalau yang namanya Yasin Al-Adany berkata
kepada Abdurrohman bin Da'as Al-Yafi'y ro'ahulloh. Kejadian ini ketika Syaikh Yahya
meminta keterangan orang-orang yang dari Yafi' yang berkaitan dengan pembelian
tanah. Dan siapa yang tidak meninggalkannya (masalah tanah ini) akan diusir dari
markaz Dammaj. Katanya: "Kokohlah kalian, wahai orang-orang Yafi'. Kalian adalah
orang-orang yang terkenal dalam bahu-membahu."
12. Dan di antara uslub-uslubnya, adalah memperbanyak para masyaikh, ulama dan
dai dengan mengumumkan muhadhoroh secara serentak melalui via telpon
sebagaimana mereka menghubungi pada tahun 1428 yang lalu dengan Syaikh An-
Najmy -= - dan Syaikh Robi Al-Madkholy =-= - dan pada tahun 1429
menghubungi Syaikh Al-Ghodayan, Syaikh Zaid bin Hadi Al-Madkholy, Syaikh
Sulaiman Abu Khoil dan Syaikh Abdulloh Al-Bukhory.
Dan mereka mengaku telah menghubungi Syaikh Al-Fauzan, Syaikh Robi, Syaikh
Muhammad bin Hadi Al-Madkholi, Syaikh Muhammad bin Abdulloh Al-Imam, Syaikh
Al-Buro'iy +=-= - '--= dan mereka berhalangan untuk ikut serta dalam hal itu
sebagaimana dinukil dari balai pertemuan Darul Hadits Syihr. Dan Akh Muhammad
As-Suary roahulloh mengabarkan kepada kami bahwa orang-orang Abdurrohman Al-
Adany mengumumkan muhadhoroh Syaikh Robi =-= - pada hari ketiga bulan
Syawwal 1429 di masjid As-Sunnah di Shona`a , yang mana mereka mengirim bis ke
59
masjid Al-Khoir Shonaa. Beberapa pemuda berdiri menyebarkan dan mengulang-
ulangi muhadhoroh Syaikh Robii Akh Jabry Al-Mahiki berkata: Saya keluar dan
beberapa orang, maka tiba-tiba ada bis telah mereka siapkan untuk mengangkut siapa
yang mau pergi, maka kamipun ikut pergi.
Namun tatkala kami masuk, kami dapatkan di masjid sekitar 15 orang saja .
Kamipunn duduk sembari mendengar ceramah , akan tetapi muhadhoroh itu bukan
muhadhoroh Syaikh Robi, maka kamipun langsung keluar.
Dan dengan cara ini orang-orang yang dendam terhadap Darul Hadits , mampu
mengeluarkan banyak fatwa yang bertujuan untuk pencelaan dari Darul Salafiyyah dan
Ilmu Daril Hadits Dammaj di antara lagi adalah sebagai berikut:
Meningkatkan tahdzir dan celaan mereka kepada Syaikh Yahya =-= - dan
markiznya dengan dalih apa yang telah berlalu. Juga dengan fatwa Syaikh Al-Jabiri
yang mrngatakan bahwa Syaikh Yahya bukan salafi dan telah menyimpang dari rel,
sebagaimana dalam pertanyaan orang-orang Sudan.
Melarang muhadhoroh-muhadhoroh dari orang-orang ahlus sunnah yang tidak
cocok dengan mereka di masjid-masjid yang mereka naungi dengan dasar fatwa-
fatwa ini.
Melarang bis-bis yang pergi mengangkut thullabul ilmi ke Darul Hadits berdalih
dengan fatwa Syaikh Ubaid yang mana Syaikh Ubaid telah berfatwa seperti ini
kepada Shobir An-Najdy pemilik bis yang mengangkut thullab ke Dammaj.
Melarang pengiriman wesel (uang) yang dikirim untuk thullabul ilmi di Darul
Hadits Dammaj dengan alasan tidak boleh taawun dalam kemungkaran,
sebagaimana fatwa Syaikh Ubaid ke pemilik barang-barang import Arab di 'Adn
yang mana sebelumnya mengirim wesel ke Dammaj.
menghambat jalan bagi orang yang ingin rihlah ke tempat ilmu terutama
Dammaj dengan alasan fatwa syaikh Ubaid .
Ini semua mereka lakukan setelah adanya fatwa tersebut padahal sebelumnya
mereka tidak berani untuk berbuat semacam ini karena belum memiliki batu pijakan
dari ahlul ilmi untuk memikul beban ini untuk memoles kebatilan mereka dan
menyebarkannya .
60
Dan metode semacam ini adalah metode ahlul bid`ah sepanjang masa, seperti
yang di paparkan oleh Imam Syaukany -= - : Dan telah menjadi kaidah ahlul bid'ah
sejak tempo dahulu dan zaman sekarang bahwa mereka sangat bergembira ketika ada
satu ungkapan (yang agak mencocoki kebatilan mereka: pent) dari seorang alim saja,
maka mereka berlebih-lebihan dalam memasyhurkan ungkapan tersebut di halayak
sesama mereka , dan mereka menjadikan kalimat tadi sebagai hujjah untuk
membentengi kebid'aahan mereka, dan mereka menjadikannya sebagai cambuk di
wajah orang yang mengingkari mereka.[ lihat : Adab Thulab hal : 43]
4 Merampas Masjid-Masjid Yang berada Dibawah Tangan Ahlus Sunnah Dan
Mendahului Menguasainya.
Dan sudah dimaklumi bahwa usaha merampas masjid-masjid ahlus sunnah
hanyalah metode hizbyyyin terdahulu dari Ikhwanul muflisin atau para anggota
Yayasan Al-Hikmah ,Yayasan Al- Ihsan , pengekor Abul Hasan dan selain mereka , dan
contoh-contoh kegiatan semacam ini terlalu banyak untuk di sebutkan dan perkara ini
sudah bukan menjadi rahasia umum lagi diketahui oleh orang dekat ataupun jauh.
Berkata Al-Imam Al- Mujaddid Muqbil bin hadi Al-Wadi`i - -=: mereka
adalah para singa yang hendak menerkam ahlus sunnah yang tidak menginginkan
masyakil (banyak problem) , mereka mengatakan : Usir mereka dari masjid-masjid ini
, karena keberadaan mereka membahayakan, karena mereka nanti akan berbicara saat
pemilu. Di sana sebuah masjid di Bir Ubaid di Shona, dibangun karena Alloh
semata. Lalu datanglah perintah-perintah dari Hamud Hasyim semoga Alloh tidak
memberkahinya- agar masjid itu diserahkan kepada Ikhwanul Muslimin, dan agar
pengurus masjid tadi dipenjara. (Tuhfatul Mujib)
Para pengikut Abdurrohman dan saudaranya telah menempuh jalan ini, yang
mana mereka merampasi sekian masjid dari tangan saudara-saudara kita Salafiyyin.
Dan pada proses perampasan sebagian masjid tadi mereka meminta bantuan aparat,
sebagian orang awam dan tanda tangan mereka.
Imam Asy Syathiby berkata di dalam Al Itishom (1/hal. 285-287/masyhur)
berkata: .. dan terkadang mereka tidak memberontak dengan cara ini, tapi hanyalah
dengan mencukupkan diri dengan model dakwah, tapi dalam bentuk yang lebih
mengundang jawaban, karena di dalamnya ada semacam pemaksaan dan teror. Maka
cara ini bukan sekedar dakwah, dan bukan pula dengan cara merebut kendali
kekuasaan dari seluruh sisinya. Yang demikian itu adalah dengan cara meminta
bantuan pada salah satu penguasa dalam mendukung dakwahnya, karena ketundukan
masyarakat di sini lebih kuat, karena mereka takut kepada penguasa yang akan
61
memenjara orang yang membangkang, atau memukulnya, atau membunuhnya,
sebagaimana telah terjadi kesepakatan antara Bisyr Al Marisi pada zaman Al Mamun,
dan Ahmad bin Abi Duad pada zaman Al Watsiq sampai dengan- Maka ahli bidah
itu jika dakwahnya tidak mengalami sambutan yang bagus dengan sekedar pemberian
udzur ataupun peringatan yang mereka nasihatkan, mereka berusaha untuk bangkit
melalui jalur penguasa karena cara itu lebih bisa meraih sambutan. Selesai.
Al Muntadayat Al Aqsho As Salafiyyah telah mengeluarkan topik berita dengan
judul: Kejadian Perjumpaan sejumlah Ikhwah Salafiyyin dari Palestina dengan Syaikh
Robi Al Madkholy pada hari Kamis bertepatan dengan tanggal 4 Romadhon 1429 H ,
dan di antara yang diucapkan beliau adalah yang berkenaan dengan masalah Palestina
, di mana sebagian orang yang fanatik kepada Ali Hasan Halaby dan Halaby ini
adalah propokator sebab terjadinya fitnah - merampas sebuah markiz ikhwah
salafiyyin.
Maka berkatalah syaikh Robi` kepada Usamah `Athoya : "Mereka wajib
mengembalikan markiz , madrosah salafiyah itu kepada Syaikh Hisyam," maka seraya
Usamah `Athoya berkata: mereka tidak menginginkan. Maka Syaikh Robi` mendesah
keras sambil mengatakan: "Bagaimana mereka tidak mau , ini pokok inti dalam
perdamaian, perbuatan ini merampas markiz dan madrosah kami tidak pernah
mendengan semisalnya sama sekali". kemudian Syaikh Robi` berkata setelah berhenti
sejenak : "Mereka itu apabila tidak meninggalkan fanatik kepada Ali Halaby dan tidak
mengembalikan markiz dan madrosah kepada Hisyam maka mereka bukanlah
salafiyyiin". Selesai.
Maka bagaimanakah dengan kondisi pemicu fitnah ini , mereka telah merampas
banyak sekali masjid-masjid ikhwah salafiyyiin.
Dan inilah beberapa bukti akan kelakuan kotor mereka :
1 Masjid Imam Al -AlBany di tempat tinggal `Iyaadh walayah kabupaten Lahj ,
kemudian di rampas pada tanggal 2/9/2007 M . mereka meminta bantuan untuk
mensukseskan tujuan mereka dengan meminta tanda tangan orang awam
setelah mereka kompori untuk memboikot imam masjid dan dengan alasan
menunaikan perintah direktorat badan wakaf , namun setelah itu terkuak kedok
mereka bahwa sebagian tandatangan adalah tanda tangan palsu, maka ketika
sebagian orang awam tahu akan hal itu mereka segera mengembalikan masjid
kepada imamnya dari ahli sunnah, dan telah terlaksana pengembaliannya.
2 Masjid Al-Bukhory terletak di desa Al-Mahallah kabupaten Lahj, dirampas
dengan menggunakan polisi untuk mengusir imamnya lantas dia dipenjara dan
diberhentikan sebagai imam dan khotib lewat badan Wakaf , inilah ceritanya
62
sesuai dengan penuturan imam sendiri dia itu adalah : Abdul `Aziz bin `Abdul
Karim :
Telah menimpaku perilaku jahat dari para pengikut Abdurrohman bin Mari`
sebagai berikut : mereka membikin berita-berita tentang diriku yang membuat
sesak dada orang awam kepadaku , karena aku dalam fitnah ini memihak
kepada kebenaran , dan aku dalam fitnah ini menempatkan diriku sendiri untuk
banyak diam setelah mengetahui kebenaran ini , akan tetapi para pengekor
Abdurrohman tidak ridho dengan diamku ini , akhirnya mereka mengutus
seorang yang bernama Muhammad Al-Khudsyy , dia itu dulu salah seorang
thullabul ilmi di Dammaj dan sebagai pengikut Abdurrohman Mar'i, dan mereka
menyewakan rumah untuknya di samping masjid kemudian dia melakukan
kekacauan di masjidku ini, mengadu domba dengan cara membuka pelajaran
tanpa seizinku, dan kembali kepadaku padahal , sudah diketahui bahwa aku
telah mewakafkan semua ujung-ujung untuk masjid menghindari terjadinya
masalah apapun .
Akan tetapi, pengikut-pengikut Abdurrohman terus menerus membuka
pelajaran, mengadakan muhadhoroh juga mengumpulkan tanda tangan dari
orang-orang awwam untuk mengeluarkan aku dari imam masjid.Telah diketahui
bahwa aku imam masjid ini dengan gaji tertentu dari Departemen Perwakafan
dan Bimbingan di propinsi.
Dan demikianlah, setelah terkumpulnya tanda tangan-tanda-tangan,
mereka memperingatkan orang-orang awwam, anak-anak kecil penduduk desa
untuk menjauhi Syaikh Yahya dan Darul Hadits Dammaj, dan tidak menziarahi
istana ilmu ini.
Kemudian mereka semakin keras kepala untuk melakukan muhadhoroh
di masjidku untuk dua orang dari pengikut Abdurrohman yaitu Abdul Ghofur
As Syarohby dan Muhammad Al Khudsyy tanpa sepengetahuanku , tatkala aku
melarang muhadhoroh maka berdirilah sebagian orang yang ta'asshub dengan
Abdurrohman mengeluarkanku dari masjid. Dan mereka memadamkan lentera
dan lampu dan memanggil petugas keamanan dan membawaku kemudian aku
dipenjarakan tanpa satu sebabpun, dan menyogok dengan memberi harta
kepada penanggung jawab pemerintah untuk memecatku dari imam.
Mereka mendapatkan sambutan baik dari orang-orang yang membenci
dakwah Salafiyah dari orang-orang orientalis dan memenuhi keinginan mereka
serta membantu mereka dalam urusan ini, sebagaimana mereka mengusirku
dari tempat tinggalku di masjid dengan cara yang keji dan licik yang mana
63
mereka memutus sambungan listrik untuk keluargaku, mematikan air di musim
panas. Maka aku sampaikan hal tersebut kepada bagian penanggung jawab
bagian, akan tetapi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, aku telah diusir secara
resmi dari rumahku dengan bantuan hizbyyyin dari orang-orang yayasan dan
yang lainnya.
Tatlaka orang-orang yang ta'asshub mendatangkan petugas keamanan
mereka memprovokasi mereka untuk menyeretku saat aku sedang
menyampaikan muhadhoroh dan mereka memprovokasi orang-orang awwam.
Perlu diketahui : Bahwa sebagian pengikut-pengikut Abdurohman
membagi-bagikan selebaran seusai sholat kepada orang-orang awwam di masjid
yang isinya celaan terhadap Syaikh Yahya =-= - dan tahdzir untuk tidak
belajar di Dammaj.

3 Abu Bilal Nashir ibnudz Dzaib bin Mas'ad Al Khalify Asy Syabwy
berkata:"Hizbyyyun melakukan beberapa kali makar untuk mengambil tanah
masjid Ahlus Sunnah di kota 'Attaq, yang mana tanah-tanah tersebut di bawah
pengawasan Syaikh Yahya =-= - . Di antara makar-makarnya sebagai berikut:
(a) Abdulloh Al Mar'i Al Adany melalui sebagian ikhwah di Syabwah mau
mengambil sertifikat-sertifkan tanah dengan sangkaan bahwa ada muhsinin
(donatur) yang akan membangunnya. Akan tetapi dengan karunia Alloh ,
sertifikat-sertifikat itu ada pada tangan kami dan kami jelaskan kepada mereka
bahwa Syaikh Yahya =-= - sebagai pengawas tanah-tanah itu. Maka marahlah
sebagian mereka akan tetapi mereka tidak mampu berbuat apa-apa.
(b) Telah terjadi kesepakatan antar pengikut-pengikut Abdurrohman Al Adany
yang dipimpin oleh Nashir bin 'Athif dengan pengikut partai ishlah (milik
Ikhwanul Muflisin) yang diwakili oleh dewan perwakilan setempat untuk
merubah tanah ini sebagai madrosah anak-anak putri, dan sebagai gantinya
adalah tanah seluas 516 petak di luar kota Ahlus Sunnah.Dan penggantian ini
tidak lain kecuali untuk pengikut-pengikut Abdurrohman diwakili oleh Nashir
bin 'Athif dan telah resmi kesepakatan ini melalui Kantor Pertanahan dan
Pembangunan Negara.Dan setelah kami mengetahui hal itu,maka orang tuaku
Adzaib bin Mas'ad =-= - datang kepada mereka dan menjelaskan bahwa tanah
ini tanah wakaf , tidak diperkenankan seorangpun merubah-rubahnya dan
sertifikatnya ada pada kami dan kami sebagai pengurusnya. Maka para pegawai
Pertanahan dan Pembangunan Negara tidak jadi melakukannya dan meminta
maaf serta menjelaskan bahwa mereka ditipu, kemudian mereka membatalkan
64
kesepakan itu.
(c) Setelah gagal makar kedua ini, Nashir bin 'Athif dan orang-orang yang
bersamanya dari para pengikut Abdurrohman Al Adany menghubungi Syaikh
Muhammad Al Imam agar beliau mengizinkan mereka untuk membangun
diatas tanah tersebut.Maka beliau mengizinkan , karena ketidaktahuan beliau
kalau tanah tersebut dibawah pengawasan Syaikh Yahya =-= - , akan tetapi
mereka segan untuk memulainya maka mereka ,mendatangi orangtuaku dan
mengatakan bahwa Syaikh Muhammad Al Imam akan berbicara denganmu
berkaitan dengan tanah ini ,dan beliau telah mengizinkan kami untuk
membangunnya. Akan tetapi,orang tuaku menolak dan tidak peduli dan
mengatakan kepada mereka akan membangunnya untuk Ahlus Sunnah dengan
pengawasan Syaikh Yahya =-= - .Maka gagalah usaha mereka dan Alloh
campakkan makar mereka ke leher mereka.
4 Masjid sunnah di Mukalla (Hadhromaut) . berkata Muhammad bin `Ali Al-
Kautsary =-= - adapun yang berkaitan dengan apa yang menimpa akh Yaasir
Ad Dhuba`y Abu `Ammar dari sisi Salim Ba Muhriz adalah sebagai berikut :
Salim Ba Muhriz telah menjadikan nafkah(harta) untuk wakaf dan juga sebagian
lainnya untuk dikontrakkan sebagai tempat tinggal , dan perlu diketahui bahwa
nafkah tersebut adalah bersumber dari sebagian ikhwan dari Imarot , dan Salim
menerima dana tersebut sekedar perantara saja untuk menyalurkannya kepada
akh abi `Ammar , akan tetapi ternyata Salim Ba Muhriz melakukan perbuatan ini
(mewakafkan dan menyewakan) tanpa sepengetahuan dan minta izin terlebih
dahulu kepada para ikhwah penyumbang di Imarot, perkara yang lain, bahwa
mereka (pengekor Abdurrohman) melakukan tekanan kepada Akh Yaasir di
masjid , di antara bentuk tekanan tersebut adalah : mengunci dan menutup
maktabah darinya , dengan cara mengganti kunci-kunci seluruh pintu
maktabah. Ini yang aku ketahui tentang masalah ini. Selesai. Dan berkata Abdul
Hakim Ar Roimy : sungguh akhuna Syaikh Abu Ammar sendiri telah
menceritakan kandungan perkara ini kepada kita.
5 Rosyid bin Muhammad bin Sholih Imam dan khotib masjid Ibrohim Kholil di
kabupaten Lahj berkata : sungguh aku telah disakiti oleh mereka para
muta`ashibin Abdurrohman Al Adany , di mana salah seorang di antara
mereka yang bernama Basyar bin Abbaad telah melakukan pengumpulan tanda
tangan orang-orang awan untuk mencabutku dari keimamanku dan mereka
meminta bantuan dalam memusuhi dakwah yang penuh barokah ini dengan
orang-orang pasar dan para pelaku kemaksiatan (preman) juga dari orang
sosialis dan selain mereka , namun Alhamdulillah mereka tidak berhasil untuk
merebut masjid ini (dari tanganku).
6 Ahmad bin 'Abd bin Sholih `Aulaqi dan dia berdomisili di desa Al Khoddad di
kabupaten Lahj berkata: Aku bersaksi bahwa aku pernah melihat kelakuan
65
sebagian muta`ashibiin dari pengikut Abdurrohman Al-Adany dia itu adalah
imam sebuah masjid namanya Amin bin Muhsin An-Namr di mana dia bangkit
melarang halaqoh-halaqoh Qur`an di masjid yang diadakan sebagian murid-
murid Syaikh Yahya Al-Hajury. Begitu pula wc-wc di masjid ditutup kecuali
bagi yang cocok dengan pemikirannya.
7 Akh Saalim Al-Lahjy salah seorang imam masjid di Syabwah selama tujuh tahun
, setelah itu dia mendapat tekanan dari pihak pengikut Abdurrohman Al
Adany sampai akhirnya dia keluar dari masjid , dengan cara memutus
nafakohnya, kemudian salah seorang ikhwah yaitu Abdul Hakim Hanasy -=
- -= menjamin beliau selama enam bulan, ternyata para pengekor
Abdurrohman telah meyerobotnya dengan menempatkan salah seorang dari
mereka pada posisinya di masjid.
8 Dan ini Sholahuddin Al Adany - salah seorang yang terfitnah dalam fitnah ini -
dia sering menyakiti saudara-saudaranya di 'Adn di kota Kuraitar terlebih lagi
yang datang dari Dammaj -harosahalloh-, di antara perbuatannya dia berusaha
keras dalam mencegah pelajaran-pelajaran, khothbah-khothbah, dan
muhadhoroh-muhadhoroh Ahlus sunnah. Dia memanfaatkan jabatannya- di
mana dia menjabat sebagai perwakilan satu lembaga pemerintahan -dalam
memerangi para penuntut ilmu, kadang-kadang mengancam Imam Masjid Asy
Syinqithi kadang-kadang ia mengatakan aku mampu mendatangkan Taqom
(mobil yang ada bazokanya) dan sungguh dia berusaha mencegah muhadhoroh
Syaikh Abdulloh Al Iryany - =-= - di masjid Asy Syinqithy dan betul pernah
Syaikh Abdulloh dicegah dari muhadhoroh dengan sebab dia.
9 Masjid Umar bin Khotthob di kecamatan Al Kidaam kabupaten Lahj dirampas
lewat badan Wakaf .
10 Mereka menyita maktabah wakaf umum untuk masjid Ibnu`Ashidah milik
Ahlussunnah secara umum di desa Dis Timur di kabupaten Hadhromaut , suatu
saat ahlussunnah di desa itu melakukan muhadhoroh di kecamatan sebelah
bernama Roidah di Hadromaut , maka mereka (para penjahat) menggunakan
kesempatan ketidak adanya mereka untuk menyikat maktabah dengan mobil
Deina seakan -akan mereka membawa batu saking banyaknya kitab, dan
diperkirakan bahwa harga maktabah itu tiga juta real Yaman , dengan perbuatan
itu mereka menghambat para thullab dari menelaah dan membahas masalah.
11 Berkata Muhammad bin Umar bin Salim Al-Baar imam masjid As- Syaikh
Thohir yang berdomisili di kecamatan Al-Hajroin di kabupaten Hadhromaut :
masjid ini telah kita tempati selama tiga tahun , akan tetapi ketika fitnah ini
muncul mereka (para pengekor Abdurrohman ) padahal mereka dahulu
dakwah bersama kita - datang kepada petugas penilik masjid di daerah kami
dan juga mendatangi seorang pedagang untuk mendirikan masjid , dan telah
menyiapkan santunan untuk imam dan seluruh biaya operasional
66
pembangunan, mereka mendatangi petugas tersebut dengan menyebutkan
beberapa perkara yang berkaitan dengan kejelekan-kejelekanku , sehingga
mereka berusaha untuk mengusirku dan mengusir Akh Jam`an yang sedang
mengisi dauroh di masjid kami ini ,Akhirnya kami keluarkan sertifikat tanah ,
maka petugas penilik mengatakan : perkaranya perlu dicek kembali , maka
ketika mereka diminta pengecekan mereka hengkang dan bahkan menimpali
dengan ucapan pedas , barulah petugas itu tahu bahwa mereka mengingkarinya,
(berdusta).akan tetapi mereka belum merasa cukup dengan usaha ini , akhirnya
mereka kembali berusaha untuk merampas masjid di tempat lain berlokasi di
kecamatan Jibliyah , masjid di bawah pengawasan kedua orang tuaku , imamnya
adalah Abdulloh bin `Awadh .
12 Usaha untuk meruntuhkan masjid Maifa` di kabupaten Hadhromaut.
13 Berusaha merampas tanah masjid Al-Anshor di kabupaten Lahj.
14 Masjid di desa Al-'Ain kabupaten Syabwah.
15 Masjid Al- Haq di kecamatan Al Basatiin kabupaten 'Adn, di mana yang
merampas adalah Sholeh Kenthus dan dia adalah salah seorang gembong
fitnah ini dia merampas masjid tersebut , yang menjadi imam waktu itu adalah
Abu Huroiroh Basil bin Hasan Al-Adany ,dengan cara mengumpulkan tanda
tangan orang-orang awam dan meminta bantuan pembesar setempat dan juga
badan wakaf Negara sehingga perkaranya diambil alih oleh kepolisian setempat
kemudian masjid dirampas dengan paksa sebagaimana apa yang diceritakan
oleh imam masjid itu sendiri. Wallohul Musta`an.
5- Permusuhan Di Dalam Dakwah
) .- -' - '- '' '= .-' '- .----' .-- '-- -- - - -=-- -=- '' '- .-'=-' .- .
- '' +- -+-- '' --=' * ' -- - -- '' -=- '= - - -- = - .- --' '= .- -=--
.- +=-' -=- '' +=--* - .- .- -= - '' .- -- '= -'--- .- .- ' = '-- '= -'--
.--''=' -' -+- '' '' -+= '- - '+-' ( [--'/107-109].
"Dan orang-orang yang menjadikan masjid karena Dhiror (untuk menimbulkan bahaya bagi
kaum muslimin) , kekufuran , perpecahan di kalangan orang beriman dan sebagai pengintai bagi
orang yang memerangi Alloh dan RosulNya sejak dahulu , mereka sungguh akan bersumpah :
kami tidak menghendaki kecuali kebaikan . dan Alloh menjadi saksi bahwa mereka itu berdusta.
Maka janganlah kamu berdiri (sholat) di situ selama-lamanya, sesungguhnya masjid yang di
dirikan di atas dasar ketaqwaan sejak hari pertama adalah lebih patut untuk kamu mendirikan
sholat di dalamnya , karena di dalamnya ada orang-orang yang menginginkan mensucikan diri ,
dan Alloh mencintai orang-orang yang membersihkan diri. Maka apakah orang yang mendirikan
masjid atas dasar taqwa kepada Alloh dan mengharapakan keridhoan-Nya lebih baik dari orang
67
yang mendirikannya di tepi jurang yang runtuh lalu bangunannya jatuh ke neraka jahannam ?
dan Alloh tidak akan memberi hidayah kepada orang-orang yang dholim. [At-Taubah 107-
109]
Berkata Al-Imam Asy-Syaukany : dalam kitabnya Fathul Qodir 2/585:
"Sungguh Allah telah mengabarkan bahwa yang memotivasi mereka di dalam
membangun masjid tersebut, 4 perkara :
Pertama : Menimbulkan kemudhorotan (bagi kaum mukminin) maka masjid
tersebut adalah suatu mudhorot,
Kedua : Kekufuran kepada Allah dan membanggakan diri atas kaum muslimin
karena tujuan mereka dalam membangun masjid adalah menguatkan kekuatan orang-
orang munafiq.
Ketiga : Memecah belah barisan kaum mu'minin, karena mereka berkeinginan
agar kaum muslimin tidak mendatangi masjid quba sehingga menjadi sedikit jumlah
kaum muslimin, dengan ini akan timbul perpecahan dan hilangnya persatuan yang
tidak diragukan lagi.
Keempat : Menunggu kedatangan orang yang memerangi Allah dan Rosul-Nya
yaitu menyiapkan diri demi menunggu siapa yang memerangi Allah dan rosul-Nya,
berkata Az-Zajjaj: "Al-Irshod adalah menunggu", berkata Ibnu Qutaibah: "Al-Irshod
adalah menunggu yang disertai dengan permusuhan. Dan kebanyakan mengatakan
maknanya : persiapan, dan semua maknanya hampir sama." Selesai.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah seperti dalam Majmu' Fatawa 28/57 :"
Merupakan ketetapan Allah dahulu jika Ia berkeinginan menampakkan agamaNya Ia
memunculkan penentang agama tersebut, maka Ia pun menetapkan Al-haq dengan
kalimat-kalimatNya dan menumbangkan kebatilan dengan al-haq sehingga kebatilan
pun lenyap. Selesai
Bentuk-bentuk permusuhan mereka bisa terlihat pada point-point berikut:
Pertama ; Melarang dan menyuruh ummat untuk menjauhi muhadhoroh
saudara-saudara kami para penuntut ilmu dari Dammaj dan siapa saja yang tidak
setuju dengan fitnah mereka perkara ini ada beberapa bukti :
1. Saudara Kholil At-Taizzy pergi bertamu ke orang-orang 'Adn sekaligus mengisi
68
muhadhoroh di masjid Ash-Shohabah dengan permintaan imam masjid tersebut
maka Abdurrohman Al-Adany pun berdiri dan memberi isyarat kepada orang-
orang yang berada di masjid untuk keluar sehingga tidaklah mendengarkan
muhadhorohnya kecuali sedikit. Disaksikan pula oleh beberapa orang ikhwan
yang hadir.
2. Melarang Syaikh Ahmad bin Utsman Al-Adany dari muhadhoroh di seluruh
masjid-masjid orang-orang yang termakan fitnah mereka di 'Adn dan Mudiyah ,
padahal beliau adalah penanggung jawab masjid As-Sunnah di 'Adn, dan masjid
ini adalah masjid terbesar bagi ahlussunnah di 'Adn
3. Berkata Ahmad 'Abid Soleh 'ulaqy dia dari desa Khoddad :" Saya bersaksi demi
Allah sungguh saya melihat sebagian orang-orang yang fanatik kepada
Abdurrohman Al-Adany dari pengikut-pengikutnya , dia adalah imam masjid
dia dipanggil Amin Muhsin An-Namr di mana dia bangkit melarang halaqoh-
halaqoh quran di masjid yang diadakan sebagian murid-murid Syaikh Yahya Al-
Hajury. Begitu pula wc-wc di masjid ditutup kecuali bagi yang cocok dengan
pemikirannya.
4. Saudara Abdul Hamid Al-Hajury pergi ke 'Adn tanggal 10-10-1429 H dan telah
diumumkan penyelenggaraan muhadhorohnya di masjid A-Buraiqoh di 'Adn
yang menjadi penanggung jawab atasnya Syaikh Ahmad bin Utsman Al-Adany
=-= - yang akan diselenggarakan setelah dhuhur tiba-tiba dia dikejutkan
dengan adanya polisi disekitar masjid dan meminta darinya untuk membatalkan
muhadhoroh, permintaan tersebut datang dari kepala Kementrian Agama dan
Kepala Keamanan disebabkan datangnya beberapa orang kepala keamanan yang
mengatakan : seandainya muhadoroh orang ini berlangsung akan terjadi
bentrokan dan fitnah sebagaimana yang dikhabarkan bagian keamanan kepada
Syaikh Ahmad bin Utsman, maka syaikh Ahmad pun memindahkan
muhadhorohnya ke kota Al-Khoisa di 'Adn , kemudian beberapa orang polisi
menelpon penduduk Khoisah dan mengancam jika muhadhoroh tersebut
berlangsung maka akan dicegat. Kemudian sebagian ikhwan menghubungi
gubernur 'Adn dan pegawai pemerintah maka gubernur pun mengizinkan untuk
diadakan muhadhoroh di masjid Al-Buraikoh dengan fadhilah dari Allah
berlangsunglah muhadhoroh dengan sebaik-baiknya tanpa menimbulkan fitnah
dan kerusuhan. Mengabarkan kepada kami hal ini Syaikh Ahmad bin Utsman
=-= - -
5. Begitu pula mengabarkan kepada kami Syaikh Ahmad bin Utsman - =-= - -
bahwa beliau berkata : Suatu kali aku mau mengadakan muhadhoroh, maka
mereka ( hizbyyyin yang baru ) berusaha menghalangi dengan perantara bagian
kementrian tetapi tidaklah berhasil usaha mereka hanya saja disyaratkan untuk
mematikan mikrofon luar.
6. Sholahuddin Al-Adany - termasuk dari orang-orang yang terfitnah dengan
69
fitnah ini - dan sering menyakiti saudara-saudaranya di 'Adn di kota Kuraitar
terlebih lagi yang datang dari Dammaj -harosahalloh-, di antara perbuatannya dia
berusaha keras dalam mencegah pelajaran-pelajaran, khotbah-khotbah, dan
muhadhoroh-muhadhoroh Ahlus sunnah. Dia memanfaatkan jabatannya- di
mana dia menjabat sebagai perwakilan satu lembaga pemerintahan -dalam
memerangi para penuntut ilmu, kadang-kadang mengancam Imam Masjid Asy
Syinqithi kadang-kadang ia mengatakan aku mampu mendatangkan Taqom
(mobil yang ada bazokanya) dan sungguh dia berusaha mencegah muhadhoroh
Syaikh Abdulloh Al Iryany - =-= - di masjid Asy Syinqithy dan betul pernah
Syaikh Abdulloh dicegah dari muhadhoroh dengan sebab dia.
7. Saudara Zain Al Yafi'y dari zaman Syaikh Muqbil : telah bertugas menkordinir
beberapa penuntut ilmu di Dammaj melebihi seratus orang di bulan Romadhon
setiap tahunnya dan membagi mereka ke mesji-masjid di kampung-kampung
Yafi' dalam rangka mengadakan pelajaran-pelajaran ilmiyah dari bidang aqidah,
tauhid, fiqih, dan lain-lain bidang ilmu yang bermanfaat sekaligus sholat bersama
penduduk setempat. Kebaikan ini berjalan sampai tahun 1428 H. Namun pada
bulan Romadhon tahun 1428 H bangkit pengekor-pengekor Abdurrohman Al
adany menimbulkan kerusuhan, di antaranya dengan cara menelpon berulang
kali saudara Zain Al Yfi'i dan mengancamnya akan disakiti dan dipukuli di jalan
dan memprovokasi orang untuk menolak siapa yang datang dari Dammaj,
dengan sebab ini ditolaklah beberapa orang pelajar dari beberap masjid sebagian
mereka ada yang mau dipukul dan sebagian juga ada yang dicegah dari
muhadhoroh, kejelasannya sebagai berikut:
Saudara Zain berkata : Kami pernah meminta saudara Muhammad bin Abdil Qowi Al
Qayruhy dan dia memiliki semangat dalam berdakwah di Yafi' terkadang untuk
bekerja sama dengan kami kemudian diapun menjawab: aku tidak bisa aku ada
pekerjaan yang khusus di Desa Al Muflihi maka aku akan membantu mereka(dengan
moril). Kejadian ini terjadi sebelum fitnah ini adapun akhir-akhir ini khususnya di
bulan Romadhon 1429H setelah dia menjadi pengekor Abdurrohman Al adany,
bertambahlah semangatnya ke beberapa tempat yang banyak di Yfi' bahkan
mendahului saya dalam merebut kebanyakan masjid-masjid yang dulu ditangan kami
beberapa tahun yang lalu, dan dia memperingatkan (tahdzir) mereka dari para penuntut
ilmu dari Dammaj buktinya: Saya menghubungi pemilik masjid-masjid tersebut agar
saya mengutus siapa yang akan mengimami mereka seperti biasanya maka akupun
dikagetkan dengan perkataan mereka seperti: Muhammad Al Qoiruhi telah berjanji
akan mengutus imam, terkadang saya mendatangi mereka dengan seorang da'i akan
tetapi telah mendahului saya Muhammad Al Qoiruhi dengan da'i yang lain dan dia
70
tahu sayalah yang menjadi penanggung jawab untuk mendatangkan imam-imam ke
masjid-masjid ini sebelumnya, jumlah masjid yang ia rebut sekitar sepuluh di Al Haddi
dua di Al Qu'aiti tiga di Al Muflihi dan satu masjid di desa qor'ad,
Salah satu bukti atas perkara mereka bahwa saudara Ahmad Al-Akwury menukil dari
saudara yusuf Al-Asady berkata padanya Muhammad Al-Qoiruhy di bulan sya'ban
tahun ini: bersegeralah datang !!! maksudnya turun ke Yafi' sebelum datang orang-
orang dari Dammaj.
Di antaranya saya menelpon saudara Muhammad Tsa'lul dari penduduk Hisn
di kota Alhad khususnya untuk saya utus kepada mereka seseorang ,maka dia
menjawab kami tidak ingin yang datang dari sisi Al-Hajury keledai pendusta, bodoh,
seret dia dari atas kursi, seret dia !!!
Di antaranya juga saudara Muhammad bin Husein dari dusun Al-Qouuh, yang
berada di kota Al-Had berkata : jangan kamu datangkan kepada kami siapa saja yang
dari Dammaj kami bersama Abdurrohman Al-Adany, jika kamu mendatangkan orang
dari Dammaj, maka kami akan mengusirnya dari kota Al-Mahajy.Dan Al-Mahajy
adalah kota pertama di wilayah Al-Had.
Di antaranya aku menghubungi saudara Ahmad bin Ali Ad-Da'i dia yang
bekerja sama denganku dalam membagi ikhwan di kota Al-Had maka dia menjawab
waktu-waktu ini aku tidak bisa dan aku ingin I'tikaf di kota Al-baidho' , saya tahu
orang ini ingin lari dan dia tidak mau kalau saya mendatangkan orang dari Dammaj
dan tidak mau bekerja sama dengan saya. Buktinya saya menghubungi beberapa desa
di kota Al-Had seperti desa Al-Faidh dan desa Bani Bakr dan saya sepakat dengan
mereka untuk mendatangkan para da'i kemudian setelah itu mereka membatalkan
kesepakatan dan meminta udzur karena Ahmad Ad-Da'i telah menjanjikan mereka
untuk mendatangkan pelajar-pelajar dari Ma'bar.
Salah satu perbuatan Ahmad Ad-Da'i bahwasanya dia berkata kepada Ahmad
bin Jabir Al-Hudaidy sebagaimana yang akan datang siapa yang mengutus kamu
kepada kita maka Ahmad bin Jabir menjawab yang mengutus saya adalah Zain maka
dia berkata pergi kamu dari Al-Mahajy kalian itu orang Dammaj yang penuh dengan
fitnah'.
Berkata saudara Abdulloh bin Husein Al-Yafi'y kami pergi ke sebagian
71
kampung di A-Had untuk berdakwah maka berkata kepada kami Ahmad Ad-Da'i dan
Muhsin bin Ali bin Muhsin kami tidak menerima seorangpun dari murid-murid atau
sahabat- sahabat Al-Hajury yang menjadi saksi atas perkara ini juga Ahmad Al-
Hubaisy .
Di antaranya juga Muhsin bin Ali bin Muhsin mengancam saya dengan
pemukulan jika saya mendatangkan kepada mereka da'i dari Dammaj, menceritakan
kepadaku pamanku Ali bin Ahmad Al-Haddy bahkan Muhsin sendiri mengatakan
kepada saya jika datang kepada kita siapa saja yang menjelekkan Abdurrohman Al-
Adany maka kita akan memukulnya.
Simaklah apa yang ditulis saudara Ahmad bin Jabir Al-Hudaidy:
Alhamdulillahi rabbil 'alamin wassholatu wassalamu ala asyrofil anbiayai wal mursalin
amma ba'du ini adalah ringkasan dari apa yang menimpa saya dari pengekor-pengekor
hizbyyyah yang baru yaitu saudara Zain Al-Yafi'y mengutus saya ke bupati Al-Had
di Yafi' pada hari kamis tanggal 20 sya'ban 1429 H begitu saya sampai di desa Al-
Mahajy saya mendapati Muhsin bin Ali bin Muhsin dan Ahmad Ad-Da'i dan lainnya ,
maka mereka berkata kepadaku: siapa yang mengutus kamu ? saya jawab: Saudara
Zain. maka mereka menyuruh saya untuk kembali karena katanya kita orang Dammaj
penuh dengan fitnah, maka aku katakan: Sudah semenjak 4 tahun lebih saya datang ke
desa ini , dan fitnah apa yang kalian lihat dari saya ,bahkan orang-orang di kampung
ini dan lainnya menyukai orang-orang Dammaj?? ketika itu mereka membawa seorang
yang bernama Muhammad bin Hady , maka dia mengatakan : Demi Allah jika kamu
memasuki desa ini maka kami akan menyeret kamu telungkup dengan wajahmu .
perkara ini disaksikan pula sebagian penduduk desa Al-Mahajy dan mereka ingin
menuju ke desa Al-Baidho' maka ketika mereka melihat saya tetap pergi ke desa Wadi
Da'an mereka kembali ke masjid maka mereka membuat saya gelisah dengan
pertanyaan-pertanyaan dan mengolok-ngolok saya serta memprovokasi massa
sehingga Anis bin Abdillah bin Ja'far(dia salah satu yang pergi dari Dammaj karena
mengekor Abdurrohman )bangkit menampar wajahku . selesai.
8. Al-Akh Al-Fadhil Abdul Hamid Al-Hajury dilarang untuk mengisi muhadhoroh di
Hadromaout beliau berkata:

72
- - - .-=' -='
-= --' '- ---= --=- -+- -=' --=' .---' =' ='-' - ` ' ` -+- .--''' - --='
-- '- .-- - . .= ---' .--'''':
Adapun saya Alhamdulillah keluar berdakwah di jalan Alloh pada bulan sya'ban
1428H. dan tugas kami bi hamdillah adalah Al-Ilm, amal dan dakwah. Dan dakwah
diadakan selama lima hari di daerah sekitar pantai Hadromaut yaitu di Al-Mukalla, Al-
ghail dan Al-Hamy, Qushoi'ar, Diis dan berakhir di Syihr. Mereka pun senang dengan
muhadhoroh yang diadakan di tempat mereka maka ketika menolak permohonan dari
orang mulia merupakan suatu hal yang tercela , maka kamipunn menyambut
permintaan mereka dan memenuhi keinginan mereka, mereka pun bertanya:" Di masjid
mana diselenggarakan?."
Jawabku:"Terserah keinginan kalian, walaupun di masjid At-Taqwa karena
sesungguhnya masjid itu dibangun untuk sunnah walaupun Abdulloh Al-Mar'i telah
merubah atau menggantinya atau ucapan semisal itu."
Mereka pun berkata:" Kalau begitu kita selenggarakan di masjid Al-Maghfiroh
saja."
Kukatakan:" Kalian yang lebih tahu."
Keesokan harinya mereka pun menenangkan perasaannku bahwasanya mereka
telah meminta ijin pemilik masjid itu , kemudian mereka pun diijinkan.
Kukatakan:" Alhamdulillah."
Kemudian Akh Abu Bilal Al-Hamy datang dan berkata :"Wahai akh Abdul
Hamid, ikhwan di Syihir menganjurkan dalam muhadhoroh tidak menyinggung
masalah fitnah."
Kukatakan:" Baiklah InsyaAlloh."
Keesokan harinya tatkala kita berada di Qushoi'ar mereka berkata:" Wahai akh
Abdul Hamid ikhwan pengikut Abdulloh Al-Mar'y memberi persyaratan agar mereka
dipersilakan berbicara."
Kami pun menjawab:" baiklah akan tetapi dengan syarat tidak ada sindiran-
sindiran kalau tidak memenuhi syarat , maka mereka akan mendapatkan sesuatu yang
menghinakan diri mereka."
73
Namun tiba-tiba ada jawaban untuk menggagalkan muhadhoroh, awalnya aku
senang kalau ikhwah menyelenggarakan muhadhoroh di halaman masjid , maka
akhirnya mereka pun memindahkan ke masjid Al-Khozan. Malam itu malam yang baik
dan tenang Alhamdullillah.
Tiba-tiba kami dikagetkan oleh perkataan syaikh Abdul Aziz dan Syaikh
Muhammad bin Abdul Wahhab yang mereka gantung di dinding.
Maka kukatakan:" Itu kalam ulama" dan Alhamdullih kami mengetahui
bagaimana bersikap terhadap ulama. Adapun kandungan akhir muhadhoroh adalah
nasihat-nasihat untuk bersungguhsungguh dalam menuntut ilmu dan menjauh dari
berbagai macam fitnah Di antaranya adalah fitnah ini, tidaklah hal tersebut kecuali
karena kejelekannya semakin nampak , sebagai wujud peringatan dan nasehat kalau
tidak demi Alloh sungguh kami merasa senang apabila kita akhiri muhadhoroh tanpa
menyebut-nyebut Abdurrohman Al-Adany dan pengikutnya walhamdulillah. (ditulis
oleh: Abu Muhammad Abdul Hamid Al-Hajury 7/5/1429H)
9. Al-Akh Abdul Hamid Al-Hajury dilarang untuk mengisi muhadhoroh di daerah
Muhaifif tetangga daerah Ghaedhoh di Maharoh, dan muhadhoroh pun dipindah ke
daerah Qisyin.
10. Al-Akh Abdul Hamid Al-Hajury dilarang untuk mengisi muhadhoroh di daerah
Saehut di Maharoh disebabkan oleh orang-orang yang fanatik terhadap Abdurrohman
Al-Adany maka muhadhoroh di pindah ke Rohut di Mahroh.
11. Al-Akh Murtadho Al-Adany dilarang untuk mengajar di masjid Muadz dan 'Aisyah
di daerah Sobr dan dua masjid ini dipegang oleh orang-orang yang fanatik pada
Abdurrohman Al-Adany.
12. Al-Akh Wardi Al-Adny berkata:" Abdulloh Asysyaqqo` - salah seorang yang fanatik
terhadap Abdurrohman Al-Adany- melarang saya untuk mengajar di masjidnya
padahal dulunya aku senantiasa mengajar di masjid itu dan ia mengatakan kepadaku:"
Kami telah meminta saran kepada 30 imam masjid dalam pelarangan ini."
Dia (Abdulloh Asysyaqqo`) juga mengatakan kepadaku berkata Anwar Al-Aidarus
berkata kepadaku: Bahwasanya tidak pantas keberadaan dua manhaj dalam satu
masjid.
74
YANG KEDUA: MENEGAKKAN DAKWAH TANDINGAN
Hal tersebut dengan mengadakan muhadhoroh- muhadhoroh tandingan untuk
menyaingi dakwah ahlussunnah dalam waktu dan daerah yang sama, dengan maksud
untuk memalingkan perhatian masyarakat dan menghalangi mereka dari dakwah
ahlussunnah. Dan ini merupakan strategi dan methode hizbyyiin dalam memunculkan
kelompok baru, berikut beberapa contoh hal tersebut:
a. Muhadhoroh Syaikh Abu Amr Al-Hajury telah diumumkan di 'Adn , maka pada
waktu dan daerah yang sama mereka pun mengumumkan muhadhoroh untuk
Abdurrohman Al-Adany dan saudaranya Abdulloh Al-Adany dan Salim
Bamuhriz dalam keadaan tidak ada rencana terlebih dahulu sebelumnya.
b. Syaikh Yasir Ad-Duba'i =-= - setelah keluar meninggalkan masjidnya dan
pindah ke masjid lain setelah mendapat tekanan dari Abdulloh Al-Mar'i dan
kawan-kawan. Biasanya sebelum musim haji dia mengadakan muhadhoroh
tahunan dengan judul:"Manasik Haji dan Umroh" maka sebagaimana biasanya
diapun mengumumkan muhadhoroh sebelum musim haji, maka pada waktu
dan wilayah yang sama diumumkan muhadhoroh untuk Abdulloh Al-Mar'i dan
Salim Bamuhriz dengan judul dan tema yang sama. Dan ini adalah awal kali
terselenggaranya dua muhadhoroh pada waktu dan wilayah yang sama dengan
tema yang sama.
c. Al-Akh Haidaroh Al-Ja'daby =-= - berkata:" Ini yang ikhwan kabarkan ke
saya dan apa yang saya lihat sendiri dari mereka sekitar enam bulan yang lalu ,
ikhwan salafiyun di Mudiah melakukan kunjungan ke Dammaj , mereka pun
duduk bersama dengan para masyayikh Darul Hadits dan merekapun memberi
nasihat untuk memisahkan diri dari orang-orang yang fanatik terhadap
Abdurrohman Al-Adany . Tatkala mereka kembali ke Mudiah mereka pun
memberi khobar kepada orang-orang yang fanatik terhadap Abdurrohman Al-
Adany bahwa mereka akan menempati masjid-masjid yang berada di sebelah
timur Mudiah, hal tersebut terus berlangsung selama beberapa bulan hingga
Jum'at kedua bulan Syawwal para muta'ashshibin mendatangi secara paksa
masjid-masjid yang telah ditempati oleh ikhwan salafiyin. Dan mereka
mengirim salah seorang yang bernama 'Indhil ke masjid Al-'Urkub dan masjid
ini telah didahului oleh Al-Akh Sa'id bin Sa`id Al-Lahjy dan 'Indil pun tidak
memungkinkan baginya untuk khotbah. Walhamdulillah dan mereka mengutus
orang yang dikenal dengan Abu Bakar Asy-Syaibah ke masjid Al-Habaj dan ia
telah didahului oleh Al-Akh Abul Bukhory, namun sangat disayangkan Abu
Bakar yang khotbah untuk mereka. Dan mereka mengutus seorang yang dikenal
dengan Abdulloh Hudaib kemasjid Al-Hamiah sementara imam masjid ini
adalah Al-Akh Syaikh Al-Kauzimy waktu itu dia berada di masjid dia keluar
75
untuk berwudhu sebelum kembali dari wudhunya Abdulloh Hudaib sudah
mendahuluinya naik di atas mimbar tanpa izin. Dan kejadian seperti ini
berulang beberapa kali.
(1)

YANG KE-TIGA: PENELANTARAN PARA PENUNTUT ILMU DAN MENGHALANGI
MEREKA UNTUK MENDATANGI DARUL HADITS DAMMAJ

Di antara kerusakan dan dampak negativ dari fitnah ini adalah menelantarkan
para penuntut ilmu dan memalingkan mereka dari kebaikan yang dulu mereka berada
di atasnya dan menyeret mereka dari pangkuan syaikh mereka , terlebih lagi senior-
senior mereka dan di antara mereka ada yang sudah mapan dalam menuntut ilmu
bertahun-tahun lamanya, dan di antara mereka para penulis,pentahqiq, pengajar dan
harapan besar ada pada mereka.
Sebagaimana yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Jam'iyah Ihya Atturots dan Jam'iyah
Al-Hikmah, Jam'iyah Al-Ihsan dan Abul Hasan Al-Mishry terhadap murid-murid
syaikh Muqbil Al-Wadi'y dengan cara menghasut ,menarik mereka dan menyampaikan
kedustaan, memutarbalikkan fakta dan membangkitkan semangat duniawiyah yang
dibangun di atas kaidah Sa'id Hawa dan Ikhwanul Muslimin tatkala Sa'id Haawa
berkata : Para ulama yang berseberangan dengan methode dakwah kita,
wajib bagi kalian untuk menyeret murid-murid mereka sampai dia sadar
kalau dia itu menyendiri dan tidak menjumpai murid-murid yang bisa
diajarkan ilmunya lagi . Sebagaimana telah disebutkan oleh Asy-Syaikh Al-Wadi'i
-= - di beberapa kitab beliau .
Dan tidak tersembunyi lagi, betapa besar pengkhianatan ini sebagaimana Akh
Amin Al-Khorify menyaksikan sendiri hal tersebut pada mereka setelah meninggalkan
mereka yang dahulu ia bersama mereka dalam belenggu taashub , sembari dia pun
berkata: Mereka itu sangat bersungguh-sungguh untuk merekrut orang-
orang yang mapan dan cerdas di markiz seperti fulan, fulan dan fulan
adalah orang-orang pilihan !!... persiiis seperti Ikhwanul Muslimin.
Dan Mereka Dalam Menempuh Metode-Metode Dan Strategi Ini Tergambar Dalam
Beberapa Perkara:
A. Penyebaran kabar-kabar yang menghantam Syaikhuna Yahya =-= - dan memutar-
balikkan fakta dan penyebaran berbagai macam kedustaan. Alloh berfirman:
76

| _%! .> : :>l _%! ` .s .l !l ,> < `l- `.
l-. ' l `. < l. .- < ' '>

Sesungguhnya orang-orang yang menginginkan tersebarnya kekejian di kalangan orang-
orang yang beriman, bagi merekalah siksaan yang pedih di dunia dan akhirat dan Alloh
mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui. Seandainya bukan karena keutamaan dan
kerohmatan Alloh atas kalian dan bahwasanya Alloh itu Rouf (Maha Pengasih) lagi Rohim
(Maha Penyayang). (QS. An-Nuur: 19-20)
Berkata Ibnu Katsir rohimahulloh dalam Tafsirnya (3/367) pada ayat ini : Ini
adalah bentuk tadib yang ketiga bagi orang yang mendengar sebagian dari perkataan
yang jelek. Kemudian muncul dalam benaknya perkataan itu dan mengatakan, maka
janganlah ia memperbanyaknya dan jangan pula menyebarkannya karena Alloh telah
berfirman:
| _%! .> : :>l _%! ` .s .l !l ,> < `l-
`. l-. '
Sesungguhnya orang-orang yang menginginkan tersebarnya kekejian di kalangan orang-
orang yang beriman, bagi merekalah siksaan yang pedih di dunia dan akhirat dan Alloh
mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui.
Yakni mereka memilih nampaknya perkataan itu dari mereka dengan cara yang jelek.
bagi merekalah siksaan yang pedih di dunia yakni dengan ditimpakannya
hukuman had kepada mereka dan di akhirat dengan siksaan yang pedih.
dan Alloh mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui. Maka
kembalikanlah urusan-urusan kepada-Nya. Niscaya kalian akan mendapat petunjuk.
Imam Ahmad berkata (setelah menyebutkan sanadnya sampai pada Rosululloh
shollahu alaihi wa sallam dari Tsauban ):
' =--- -= -= - -'= '--' -= = -'= .- -' +-= -'=- ` -- ` - '-= - `
---).
77
Janganlah kalian menyakiti hamba-hamba Alloh dan janganlah kalian mencela dan mencari-
cari aurat (cela/cacat) mereka, karena sesungguhnya siapa yang mencari-cari aurat saudaranya
semuslim, Alloh akan mencari auratnya sampai Alloh membongkarnya walaupun ia berada
dalam rumahnya.
Imam Asy-Syaukani berkata: Dan telah menjadi kaidah ahlul bidah di zaman
dulu dan setelahnya , bahwa mereka merasa senang dengan munculnya satu kalimat
dari seorang alim dari para ulama dan mereka melampaui batas dalam
memasyhurkannya dan menyebarkannya di antara mereka untuk mereka jadikan
sebagai hujjah terhadap bidah mereka dan mereka menggunakannya untuk
menghantam orang-orang yang mengingkari mereka. (Lihat Adabut-Tholab hal. 43)
Alloh berfirman:
_l `l . 1l _%! .l ", >,l l ,-`l . .
'! > !. | l _.`-l ! 1. > l . .1. <
_%! l> `. l > .l < ..
Apabila tidak berhenti orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit dalam
hati mereka dan orang-orang yang menyebarkan kedustaan di Madinah, maka pastilah kami
akan membuat kalian berkuasa terhadap mereka, kemudian mereka tidak akan menjadi tetangga
kalian di Madinah kecuali sebentar saja. Di mana saja mereka berada, mereka terlaknat,
tertangkap dan diperangi dengan sebenar-benarnya. Itu adalah sunnatulloh pada orang-orang
yang terdahulu dn kalian tidak akan mendapatkan pengganti bagi sunnatulloh. (QS. Al-Ahzab:
60-62)
Alloh berfirman:
) - += =' '= -= - '' =' -' .- .- ---' -- --' ' '' ( [--'/48].
Dan sungguh dari dulu mereka telah mengharapkan terjadinya fitnah dan mereka
membolak-balikkan perkara sampai datanglah kebenaran sedang mereka dalam keadaan tidak
senang. (QS. At-Taubah: 48)
Dan Rosululloh bersabda:
' '-- =- -= '-=' = - -- - .-' '- .-- ' .-.
78
Siapa yang berkata tentang seorang mukmin apa-apa yang tidak ada padanya, maka
Alloh akan menempatkannya dalam keringatnya penduduk neraka. (HR. Abu Daud dari hadits
Ibnu Umar rodhiyallohu anhu dan dishohihkan oleh Imam Mujaddid Al-Wadiiy rohimahulloh)
Dan akan datang pemaparan contoh dari uslub-uslub mereka pada tempatnya
yang mana hal ini menyebabkan sebagian penuntut ilmu meninggalkan Darul Hadits
dan meninggalkan menuntut ilmu, sampai-sampai sebagian mereka yang terusir dari
Darul Hadits memberikan ucapan selamat terhadap sebagian yang lain , dan dalam hal
itu mereka mempunyai ibarat-ibarat yang masyhur di antaranya:
1. Tatkala Abul Khotthob Al-Libby diusir, Yasin Al-Adany berkata kepadanya:
Kamu sungguh beruntung , wahai Abul Khotthob. Maka Abul Khotthob
berkata: Itu adalah keutamaan Alloh yang Ia berikan kepada siapa yang Ia
kehendaki. Bersaksi akan hal ini Utsman Al-Jazairi di hadapan ikhwan Aljazair.
Dan tatkala Yasin Al-Adany diusir dia berkata: Visaku telah keluar.
Sebagaimana dinukil oleh Kamal Al-Adany.
2. Abdul Hakim An-Nakhoby berkata: Pengusiranku dari Dammaj adalah
karomah. Hal ini persis apa yang dikatakan oleh salah seorang pengikut Al-
Bakry tatkala dia keluar dari Dammaj dan melewati kampung terdekat dari
Dammaj (Al-Abdin). Ia pun menarik nafas yang panjang dan berkata:
Alhamdulillah, yang telah mengeluarkanku dan menyelamatkanku dari
Dammaj.
Hal itu adalah disebabkan tersebarnya khobar-khobar yang dianggap sebagai
ushlub yang hina yang digunakan oleh ahlul fitan dan hizbyyyun di zaman ini untuk
melawan dai-dai kebenaran sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Allamah Al-
Mujahid Robi bin Hadi Al-Madkholi di dalam kitabnya "Jamaah Wahidah Laa
Jamaaat wa Shirot Wahid Laa Asyaroot" hal. 70 dan "Roddu Kullil-Mungkarot wal-
Ahwaa" hal. 44-45.
B. Menghadang orang-orang yang ingin berkunjung ke Darul Hadits Dammaj untuk
menuntut ilmu dari berbagai tempat dan mencegat mereka, dengan cara berusaha
memuliakan mereka sebelum sampainya mereka ke Dammaj, dan hal itu dengan
cara membangkitkan kemarahan mereka terhadap Darul Hadits Dammaj dan
Syaikhnya.
Alloh berfirman:
`-1. . 1. s. .. s . < .. !-.. !>s `, | `.
79
l .> `,L . l .1s _.l

Dan janganlah kalian duduk-duduk di setiap jalan, kalian mengancam dan
menghalang-halangi orang-orang yang beriman kepada Nabi Syuaib dari jalan Alloh. Dan
kalian menginginkan agar jalan Alloh menjadi bengkok dan ingatlah tatkala kalian masih sedikit,
maka Alloh pun membuat kalian menjadi banyak dan lihatlah bagaimana akibat orang-orang
yang berbuat kerusakan. (QS. Al-Arof: 86)
. .l !. `.. s . < />l .s 'Ls '
Dan kalian akan merasakan kejelekan disebabkan karena kalian menghalang-halangi
manusia dari jalan Alloh dan bagi kalianlah siksaan yang besar. (QS. An-Nahl: 94)
Berkata Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh dalam kitabnya "Miftah Daaris-
Sa'adah" (1/160). Beliau membicarakan tentang sekelompok manusia yang mana
hilangnya agama Islam ini disebabkan oleh tangan mereka: Kelompok yang
keempat: wakil-wakil iblis di muka bumi, mereka adalah orang-orang yang
menghalangi manusia dari menuntut ilmu dan tafaqquh dalam agama,
maka mereka itu lebih berbahaya dari syaithon-syaithon dari jenis jin
karena mereka menghalang-halangi antara hati-hati manusia, petunjuk
Alloh dan jalan-jalan-Nya Dan mereka semua berada di tepi api neraka,
dan di atas jalan kebinasaan dan tidaklah seorang alim dan dai kepada
Alloh dan Rosul-Nya mendapatkan gangguan dan perlawanan kecuali
karena ulah tangan-tangan mereka. Dan Alloh melakukan terhadap siapa
saja yang Ia kehendaki dalam kemurkaannya sebagaimana ia melakukan
kepada siapa yang Ia cintai dalam keridhoan-Nya. Sesungguhnya Ia itu
Khobir (Maha Mengetahui) dan Bashir (Maha Melihat) terhadap hamba-
hamba-Nya.
Dan beliau berkata juga di dalam Madarijus-Salikin (2/464): Dan tidaklah
melarang dari ilmu kecuali para penyamun di antara mereka dan wakil-wakil iblis.
Adapun pemaparan contoh-contoh yang tersebut sangat panjang, di antara
contoh-contohnya adalah:
1. Bahwasanya sekelompok orang-orang asing dari Perancis, Al-Jazair dan juga
salah seorang dari negeri Cina telah berkunjung ke Yaman untuk menuntut ilmu
80
di Darul Hadits Dammaj, maka tak disadari mereka duduk dengan para
penyamun di Shona sebelum sampainya mereka dan akhirnya memalingkan
perjalan mereka ke Dammaj. Adapun orang-orang yang ingin berkunjung ke
Dammaj yang datang dari Yaman sendiri maka hal itu sering terjadi,
sebagaimana hal itu dilakukan orang-orang yang sebelum mereka dari para
pengikut Abul Hasan dan Sholeh Al-Bakry.
2. Berkata Akh Rosyid Al-Jazairy At-Tilmisany dan Akh Abdul Karim Al-Habasyi:
Bahwasanya salah seorang ikhwan dari Perancis telah sampai ke Shona untuk
menuju ke Dammaj, maka ia pun dicegah oleh Umar Al-Maghribi salah seorang
yang diusir dari Dammaj disebabkan taashub- dan temannya Nuruddin Al-
Maghribi salah seorang yang keluar dari Dammaj karena kemauannya sendiri-
maka mereka pun mengobarkan kemarahannya tehadap Syaikhuna Yahya dan
memalingkannya untuk melanjutkan perjalanannya dengan berbagai macam
kedustaan dan khobar-khobar batil yang disebar-sebarkan, maka ia pun
meminta nasehat kepada Syaikh As-Saumaly akan hal ini, maka Syaikh
Shoumaly pun menganjurkan untuk melanjutkan perjalanannya ke Dammaj.
Maka kedua orang tersebut mencegahnya untuk kedua kalinya dan ia
mengabarkan akan nasehat Syaikh As-Shoumaly. Maka keduanya mencela
Syaikh As-Shoumaly, maka ia pun tertipu oleh kedua orang tersebut dan
mengurungkan niatnya pergi ke Dammaj menuju ke Mesir.
3. Dan termasuk yang menguatkan akan hal itu adalah banyaknya pertanyaan dari
para penuntut ilmu dari berbagai negara terhadap Al-Allamah Al-Mujahid Robi
bin Hadi Al-Madkholi tentang Dammaj dan belajar di sana dan ini adalah
perkara yang dimaklumi dan sudah masyhur.
4. Inilah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Banna =-= - ditanya tentang
apa yang diakui oleh sebagian mereka bahwa ahlus sunnah di Dammaj telah
melakukan perubahan dan pergantian setelah Syaikh Muqbil -= - , maka
beliau pun menjawab: "Demi Alloh, saya tidak tahu apa yang akan saya katakan.
Demi Alloh, -sekarang- tempat yang paling baik yang kalian inginkan untuk
belajar tentang manhaj salaf secara hakekatnya dengan ilmu dan amal adalah
Dammaj. Demi Alloh, Makkah sekarang telah dimasuki oleh Ikhwanul Muslimin
dan mereka telah merusaknya. Demi Alloh tempat yang sangat dibutuhkan
untuk mempelajari salafiyah yang shohih dengan amal adalah di Dammaj.
Perkataannya ini terekam dan tersebar di website Al-Ulum As-Salafiyah.
Dan kenyataan yang semisal ini banyak terjadi lebih-lebih di Shona, karena di sana
ada sekelompok orang-orang yang taashub menghadang orang-orang yang akan
berkunjung menuju ke Darul Hadits Dammaj dari orang asing dan memalingkannya.
Kesimpulan dari apa yang telah lalu dalam point ini adalah: sebagaimana yang telah
81
lalu dalam penjelasan tentang perencanaan fitnah bahwa Abdurrohman Al-Adany
sebelum terjadinya fitnah menasehati sebagian orang yang meminta pendapat
kepadanya agar tidak membeli tanah atau rumah di Dammaj. Dan kami tidak melihat
Abdurrohman Al-Adany setelah terjadinya fitnah mempunyai mauqif dalam bentuk
nasehat atau tahdzir terhadap apa-apa yang telah disebutkan di atas berupa
penyebaran khobar-khobar, membuat orang lari, mentahdzir dan meninggalkan
menuntut ilmu di Dammaj bahkan para tokoh-tokoh fitnah dari orang-orang dekatnya
tidak merealisasikan atau mewujudkan bentuk baronya secara lisan -menurut
sangkaannya- dengan perbuatan sebagaimana telah lalu penjelasan hal itu.
Dan yang lebih jelas dari itu bahwa Akh Hani Abul Jaroh Al-Kuwaity Al-Adany
terjadi pembicaraan antara dia dengan Abdurrohman Al-Adany di sepuluh terakhir
bulan Syaban 1429H. Akh Hani berkata: "Kami menuju ke Syaikh Abdurrohman di
Fuyusy, saya dan salah seorang ikhwah, maka saya mengabarkan kepada
Abdurrohman agar ia menasehati ikhwan yang ada di sekitarnya, karena mereka
sangat fanatik dan membicarakan Syaikh Yahya dengan kejelekan dan mentahdzir dari
Dammaj seperti Al-Qodasy dan lain-lainnya. Maka ia menjawab: "Wahai Akh Hani,
kamu sudah lama meninggalkan Yaman dan kamu tidak tahu kenyataan yang terjadi di
sekitarmu. Saya nasehati kamu agar tidak berbenturan dengan ikhwan. Biarkan kamu
diam sendiri, perkara akan jelas insya Alloh."
Ini adalah bukti yang sangat jelas akan iqrornya Abdurrohman dan keridhoannya
dengan apa yang terjadi dari orang-orang yang taashub kepadanya terhadap Syaikh
mereka Syaikh Yahya dan Darul Hadits Dammaj. Maka di mana bukti kebenaran
perkataannya terhadap apa yang dikatakannya dalam Bayan Al-Hudaidah tatkala ia
berkata : "Sesungguhnya saya berlepas diri kepada Alloh dari setiap keributan dan
celaan melawan markaz Dammaj dan Syaikh Yahya dan siap yang melakukan hal itu
sesungguhnya ia sedang menggambarkan dirinya dan bukanlah menggambarkan akan
diriku."
Maka dari sini diketahui bahwa orang-orang yang mencela Syaikh Yahya pada
kenyataannya adalah mereka itu sedang menggambarkan Abdurrohman Al-Adany,
kemudian dan tidaklah sumpahnya yang ia katakan dalam "Taliqot Al-Mardhiyah"-
nya kecuali sebagai bukti tentang hal itu.
6. Celaan bertubi-tubi terhadap Syaikhuna Yahya dan berusaha untuk menebar
82
fitnah di Darul Hadits Dammaj Pusat Dakwah Salafiyah yang murni
Alloh befirman :
_%! ` _.l l .-. ! ... 1 l.> !.. !.| !..
Dan orang-orang yang menyakiti kaum mukminin dan mukminat tanpa dosa yang mereka
lakukan, maka sungguh mereka telah menanggung kedustaan dan dosa yang nyata. (QS. Al-
Ahzab: 58)
Rosululloh bersabda:
=''- --' -- '-' ' '= .- ' - '=-' ==(5 / 2384( -= - - - - ---= .-.
Sesungguhnya Alloh telah berkata: Siapa yang memusuhi wali-wali-Ku, maka Saya telah
mengumumkan peperangan kepadanya. (HR. Bukhory 5/2384 dari hadits Abu Huroiroh)
Sesungguhnya tanda yang paling nampak dari fitnah yang terencana ini yang mana
fitnah ini mengarahkan kepada suatu hal yang membahayakan dan tanda yang paling
jelas yang mana tanda ini dimulai oleh setiap orang yang ingin mengobarkan fitnah
terhadap dakwah salafiyah dari kelompok Ikhwanul Muslimin dan keturunan-
keturunannya dari Sururiyyah, Quthbiyah, pengikut Abul Hasan dan orang-orang
yang menempuh jalan mereka dari ashhabul fitan seperti Sholeh Bakry.
Awal bangkitnya fitnah mereka dilancarkan kepada para tokoh dakwah salafiyah
dan para penjaganya dengan menyebarkan celaan dan tuduhan-tuduhan yang keji
terhadap mereka, melemparkan tuduhan-tuduhan yang menyebabkan umat lari dari
mereka dan menisbahkan kedustaan-kedustaan dan kebatilan-kebatilan kepada mereka
dan menyebarkan perkataan-perkataan bohong dengan tujuan untuk membuat kesan
buruk , untuk merusak citra baik mereka , karena dengan jatuhnya mereka
mengharuskan jatuhnya al-haq yang mereka bawa sebab mereka adalah batu
rintangan yang sulit diatasi yang merintangi jalan mereka.
Perlu diketahui bahwasanya celaan terhadap dai-dai kebenaran dan berusaha
untuk menjatuhkan mereka adalah salah satu metode dari metodenya hizbyyun,
yang mengarahkan kepada jatuhnya manhaj salaf, dengan menjatuhkan orang-
orangnya, yang mana hal ini adalah pemikiran yahudiyah masuniyah rofidhoh:
Apabila kamu ingin menjatuhkan suatu pemikiran, maka kamu harus menjatuhkan
tokoh-tokohnya . Faidah ini disebutkan oleh Al-Allamah Al-Mujahid Robi bin Hadi
83
Al-Madkholi dalam kitabnya "Al-Hatstsu alal Mawaddah wal Itilaf" dan "Roddu Kullil
Munkaroot wal Ahwaa".
Dan Alloh telah melarang kita untuk mentaati dan menyerupai mereka:
>. _%!l . < 9.! . .l` ` 1.l '
Dan jangnlah kalian menjadi orang-orang yang lupa terhadap Alloh, maka Alloh pun
menjadikan mereka lupa terhadap diri mereka sendiri dan mereka itulah orang-orang yang
fasik. (QS. Al-Hasyr: 19)
L. > _. ! !: . ~! .ll .-` . .`s -. il
Dan jangnlah kalian mentaati setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina yang banyak
mencela yang berjalan kesana kemari melakukan namimah yang enggan untuk berbuat baik,
melampaui batas, lagi banyak dosanya. Yang kasar, setelah itu terkenal kejahatannya. (QS. Al-
Qolam: 10-13)
Abdurrohman Al-Adany dan saudaranya Abdulloh dan orang-orang yang taashub
kepada mereka berdua telah menempuh jalan ini sedikit demi sedikit. Inilah beberapa
contoh celaan-celaan yang mereka lakukan terhadap Syaikh Yahya, Darul Hadits
Dammaj dan kepada para penuntut ilmu di Dammaj.
1. Abdurrohman Al-Adany menuduh Syaikh Yahya =-= - dengan beberapa
perkara di antaranya:
a. Menuduhnya dengan pendusta, keras kepala, takabbur, penipu, mencerca
agamanya dan kesholihannya dan tuduhannya dengan kemunafikan dan
semua ini tertulis dalam perkataannya yang ia namakan dengan Taliqotul
Mardhiyah ia berkata: Saya bersumpah dengan nama Alloh yang Azhim
(Maha Agung) bahwasanya saya tidak mengetahui seorang pun semenjak
saya menuntut ilmu sampai sekarang- yang menisbahkan dirinya kepada
ilmu dan kesholihan yang lebih keji dan pendendam dalam perselisihan,
lebih besar dustanya, penipuannya dan makarnya dari Yahya bin Ali Al-
Hajury dan dia dengan sifat-sifatnya itu sangat berhati-hati agar tidak
nampak, akan tetapi Alloh enggan kecuali akan membongkar orang-orang
yang melakukan kebatilan. Dan Maha Benar Alloh tatkala berfirman:
: ) --- -- '- =- - (
Dan Alloh akan mengeluarkan apa-apa yang kalian sembunyikan.
84
Dan alangkah indahnya orang yang berkata:
'- '-' '= -=- '+''= --'= .- - --= .- '-+-) .
Dan meskipun pada seseorang itu ada suatu sifat walaupun ia biarkan
tersembunyi pasti akan diketahui oleh manusia.
b. Menuduh Syaikh Yahya =-= - dengan makar.
Akh Ahmad bin Said Asy-Syuaby berkata: Abdurrohman Al-Adany
berkata: Kamu wahai Ahmad, dengan siapa yang duduk di atas kursi, telah
sampai kepada kami bahwa kamu bersama kami dan sekarang keadaanmu
telah berubah. Kemudian dia menyebutkan bahwa makar itu telah gagal
dan menyebutkan tanda-tanda makarnya dan bahwa Falih dan Bakry dengan
sebab kedzoliman mereka dan perkataan mereka pada ahlul ilmi mereka
jatuh dan kamu tahu bahwa telah turun tanda makar terhadap Syaikh Yahya.
c. Menuduh Syaikh Yahya =-= - dungu.
Berkata Abdurrohman Al-Adany kepada sebagian ikhwan di antaranya
Thoriq Al-Badani, Muhammad As-Suury dan Muhammad Al-Urduny
setelah mereka menyampaikan nasehat dan Muhammad Al-Urduny setelah
mereka menyampaikan nasehat Syaikh Yahya: Kedunguan apa ini?! Ia telah
menundukkan kalian, ia telah mempengaruhi kalian (yang dimaksud adalah
Syaikh Yahya).
d. Penghinaannya terhadap Syaikh Yahya =-= - dan pengingkarannya
terhadap kemampuan ilmiahnya.
Berkata Akh Ahmad bin Ali bin Syuwaid Al-Hasyidy: Awal kali yang
diucapkan Abdurrohman, Al-'Adny terhadapku: Hakikatnya, kita dipimpin
oleh salah seorang yang paling kecil ilmunya terhadap kitab dan sunnah,
akan tetapi ia ingin menyeret kita, sunnahnya siapa ini, sunnahnya siapa ini,
dan mengulanginya. Yang dimaksud adalah Syaikh Yahya.
e. Menuduh Syaikh Yahya =-= - ghuluw.
Akh Abdus Salam Asy-Syaby berkata: Taatkala sampai khobar kepada
Abdurrohman Al-Adany bahwa Falih mencela Syaikh Yahya, Abdurrohman
berkata : "Biarkan ia mengurangi kekerasannya yakni Syaikh Yahya =-= - -
.
85
Dan telah lalu di point B perkataannya terhadap Ahmad Asy-Syu'aiby.
f. Akh Hamud Al-Waily berkata:Tatkala Syaikhuna mengingatkan terhadap
kesalahan sebagian masyaikh tentang pembelaan mereka terhadap Abul
Hasan, Abdurrohman berkata: Apaa?! Mereka dikafirkan?! Maka Akh ini
menjawab: Tidak, itu cuma nasehat.
g. Menisbahkan terjadinya fitnah yang terjadi di Darul Hadits Dammaj
kepada Syaikh Yahya =-= - .
Abdurrohman Al-Adany berkata dalam tulisannya halaman 9, yang dalam
tulisan itu ia membalas nasehat Syaikh Yahya =-= - : Adapun apa yang
kamu sebut -mudah-mudahan Alloh memberimu taufiq- tentang sikap
beraninya sebagian mereka terhadapmu disebabkan karena pendataan ini,
maka harus dicari sebab yang mengharuskan
Karena itu dan kalau tidak maka sebagian ikhwah di markaz-markaz yang
lain telah tercatat bersama ikhwannya dan bersamaan dengan itu tidak
terjadi perlakuan yang jelek pada para masyaikh markaz-markaz tersebut.
Dan apapun itu maka kami tidak ridho terhadap setiap kebatilan dan
permusuhan yang Alloh mengetahui semua itu.
h. Kesungguh-sungguhan terhadap Syaikh Yahya =-= = dengan
mendo'akan baginya kejelekan
Berkata Al-Akh Al-Jahdary: "Sesungguhnya Abdulloh bin Syahir
mengabarkan padanya bahwasanya Abdurrohim Al-Adany bersungguh-
sungguh dalam mendo'akan kejelekan bagi Syaikh Yahya."
i. Tuduhan bahwa Syaikh Yahya =-= = adalah teman yang jelek.
Di antara bukti tuduhan tersebut adalah perkataan Abdurrohman Al-Adany
pada Al-Akh Kamal: "Wahai Kamal, engkau semenjak setahun ini terjadi
perubahan pada dirimu. Engkau berubah banyak karena kedekatanmu
dengan Syaikh (yaitu Syaikh Yahya). Engkau berubah" Aku berkata:
"Wahai Syaikh (Abdurrohman), bagaimana aku berubah -demi Alloh-
tidaklah saya kecuali dari maktabah (perpustakaan) ke rumah, ke masjid.
Bukankah ini nasehatmu bagiku?!" Abdurrohman berkata: "Akan tetapi
muncul darimu perubahan yang jelas dan seseorang itu terpengaruh dengan
teman duduknya."
j. Tuduhan pada Syaikh Yahya =-= - dengan fanatik jahiliyyah.
Berkata Abdurrohman Al-Adany: "Wahai saudaraku Kamal, Syaikh Yahya
tidak menganggap orang-orang 'Adn dan tidak perduli dengan mereka."
86
k. Pelecehan terhadap Syaikh Yahya =-= - dan tuduhannya dengan
pelecehan terhadap wanita-wanita terhormat (afifah).
Berkata Abdurrohman Al-Adany pada Kamal: "Syaikh Yahya berbicara
tentang wanita-wanita 'Adn. Apa yang mendorong dia melontarkan
perkataan ini."
Berkata Al-Akh Kamal: "Wahai saudaraku para pembaca , ketahuialah bahwa
Syaikh Yahya =-= - tidak mengatakan perkataan ini dan hanya saja beliau berkata apa
yang didengar oleh jamaah di masjid berupa nasehat karena ada khabar yang datang
dari sebagian ikhwah 'Adn (berkaitan dengan para wanita 'Adn),setelah mereka
mendengar nasehat tersebut maka sebagian mereka berkata kami ingin menghapusnya
dari kaset." Berkata Syaikh (Yahya): " Aku hanya ingin menolong kalian dan menolong
al-haq dengannya (nasehat itu ) dan tidak ada padanya sesuatu yang membahayakan
kalian sedikitpun ,dan tidak juga memberi manfaat bagi kalian tapi hapuslah seusai
keinginan kalian, maka mereka menghapus kalimat tersebut walhamdulillah, maka apa
pendorong untuk melakukan kekacauan ini?!
Kita kembali pada permasalahan:
Aku berkata: "Syaikh Yahya tidak bermaksud para wanita salafiyyin. Hanya saja
perkataan itu pada wanita-wanita jalanan dan Syaikh Yahya membela mereka
karena kecemburuan dan maksud perkataan itu adalah tentang kerusakan dan
para pelakunya yang kalian semua itu telah mengetahuinya." Abdurrohman
berkata dengan maksud memojokkan: "Wahai Kamal, tinggalkan basa-basi.
Apakah kaset itu sampai pada para wanita jalanan itu?" Aku berkata padanya:
"Wahai Syaikh, kalau begitu tidak perlu berbicara tentang para da'i kemaksiatan
karena itu tidak akan sampai pada orang-orang yang bermaksiat?" Dia berkata:
"Wahai Kamal, tinggalkan basa-basi dan jangan letakkan dirimu sebagai
pembela seseorang." Ketika aku melihat perkara makin panas aku diam dan aku
berkata: "Insya Alloh baik."
Dan telah muncul pula dari sebagian pengikutnya ungkapan-ungkapan yang
menunjukkan fanatisme kesukuan dan fanatisme jahiliyyah.
Dari ungkapan-ungkapan tersebut:
Apa yang dikatakan oleh Al-Akh As-Suary = =- - : "Aku bertemu dengan Kholid
Murojih Al-Adany di belakang masjid, maka aku berkata padanya: "Semoga Alloh
memberkahi markaz baru yaitu Fuyusy-," lalu aku berkata: "Insya Alloh akan menjadi
seperti fulan dan fulan dan fulan dari penjaga keamanan Darul Hadits di Dammaj."
87
Berkata Kholid Murojih: "Dan tidak seorang dahbasyi(julukan orang jahat versi Yaman)
pun mengatur kita!!!" Dan demikian pula berkata Jamal Al-Adany Al-Yafi'y: "Kami
tidak ingin dahbaasyii di markaz Fuyusy." Dan berkata Al-Akh Abu Hamzah Azwaz
=-= - bahwa dia mendengar sebagian orang Lahj dari para fanatis Abdurrohman Al-
Adany di Dammaj, mereka mengatakan: "Tidak ada dahbasyi setelah hari ini."
Dahbasyi adalah kalimat yang diungkapkan oleh sebagian besar ikhwah di daerah
sebelah utara dan ikhwah di daerah selatan dan memaksudkan dengan itu penghinaan
dan pengejekan. Wallohulmusta'an.
Salim Ba Muhriz berkata kepada ikhwah Ahmad Baghouts dan Kholid Ba
Khuroishoh dan Abu Imad Nabil Musai'id: "Para Masyaikh Yaman tidak menginginkan
berdirinya markaz untuk ikhwah wilayah utara."
Dan Sholahuddin Al-Adany - salah seorang yang telah terfitnah - dan salah satu
petugas perwakilan berkata kepada Al-Akh Abu Muhammad Al-Urduniy semoga
Alloh menjaganya dan dia adalah salah satu thullab dari Dammaj -: "Kamu itu orang
asing yang ikut campur persoalan kita."
2. Adapun celaan-celaan Abdulloh bin Mar'i adalah:
Abdulloh bin Mar'i berkata tentang Syaikh Yahya =-= - : "Gila, tolol, nggak tahu apa
yang keluar dari kepalanya, nggak punya adab, dakwah ini ditakutkan (runtuhnya)
dari Syaikh Yahya." Saksinya adalah Abu Bilal Kholid bin Abud Ba Amir Al-Hadhromy
dan selainnya. Ketika Abu Bilal Al-Hadhromy mengabarkan Abdurrohman bahwa
saudaranya Abdulloh bin Mar'i mencela Syaikh Yahya, dia berkata: "Engkau tahu
bahwa kakakku nggak suka Syaikh Yahya."
Dan berkata Abdulloh bin Mari: Saya tidak percaya dengan ilmunya atau fatwanya
-yaitu Syaikh Yahya-. Persaksian Abul Abbas Asy-Syihry. Dan berapa banyak
pelecehan terhadap Syaikh Yahya dan celaan padanya. Lihatlah pada bukti-buktinya
dalam risalah (karangan) Abdulloh Mari Al-Miyaar dan terkadang dia datang ke
Dammaj tanpa menyalami dan menyapa Syaikh atau mengunjunginya.
3. Pelecehan Salim Ba Muhriz terhadap Syaikh Yahya:
Berkata Salim Ba Muhriz pada pertengahan tahun 1423H: Kita sudah usai dari Abul
Hasan dan giliran selanjutnya pada Hajury. Dan telah lewat penyebutan saksi-
88
saksinya hal. 4 no. 3.
Berkata Salim Ba Muhriz: Syaikh Yahya menempuh cara yang tidak bagus dalam
menyampaikan nasehat, bahkan dia memakai cara Falih Al-Harby. Perkataan ini
berulang kali dalam majelis lebih dari satu kali. Menyaksikan yang demikian itu Abul
Abbas Luthfi Khoirulloh Al-Ghoily, Said Ba Salamah dan Zakaria bin Masduf.
Berkata Salim Ba Muhriz: Yahya bukan ahli untuk menjarh. Lihat kaset Salim Ba
Muhriz
Seperti Orang Awam.
4- Pelecehan Hani bin Buroik.
a. Sindiran Hani bin Buroik tentang kemurtadan Syaikh Yahya.
Berdasarkan atas komentar Syaikh Yahya atas kitab kecil "At-Tuhaf fii Madzahibis-
Salaf" bahwa kitab kecil ini bisa dibaca dalam satu malam saja , dan Hani Buroik
menyamakan komentar syaikh Yahya itu seperti perkataan Muhammad Surur:
"Sesungguhnya kitab-kitab 'aqidah adalah kitab-kitab yang kaku dan kering." Dan
perkataan Salman Al-Audah: "Sesungguhnya aqidah tauhid itu bisa dijelaskan dengan
jangka waktu sepuluh menit." Dan meletakkan fatwa Syaikh Bin Bazz yang tidak
lengkap ditujukan kepada Syaikh Yahya secara bersambung ,yang sebenarnya maksud
dari perkataan tersebut ditujukan untuk Muhammad Surur, maka (Hani) meletakkan
perkataan ini untuk setiap perkataan perkataan yang lain dengan kedustaan,
(menyamaratakan). dan itu terekam dengan suaranya dan tersebar di webnet Al-
Ulumus-Salafiyyah.
b. Perkataan Hani bin Buroik pada Akh Hani Al-Kuwaity: Kita membicarakan Al-
Hajury dan dan kita bongkar dia (kesalahan-kesalahannya) sebagai landasan agar
ulama berbicara terhadapnya.
c. Tuduhan Hani bin Buraik terhadap Syaikh Yahya dengan kedustaan. Dan itu
terekam dengan suaranya dan tersebar di webnet Al-Ulumus-Salafiyyah.
d. Tuduhan Hani bin Buraik bahwasa Syaikh Yahya adalah penyeru perpecahan dan
fitnah. Ini terekam dengan suaranya.
e. Penyifatan Hani bin Buraik terhadap Syaikh Yahya bahwasanya dia itu orang yang
89
jahat . dalam kasetnya yang terdahulu.
5- Pelecehan Abul Harits Muhammad bin Gholib terhadap Syaikh Yahya:
a. Sindiran dan pelecehannya terhadap Syaikh Yahya dan niatnya , bahwasanya dia
ingin merendahkan orang yang dia nasehati , sebagaimana dia berbicara dalam kaset
yang terekam dengan suaranya dalam syarah hadits Ad-Dien adalah nasehat. Dia
berkata setelah menyebutkan pengertian orang pandai dan baik dalam memberi
nasehat:Dan definisi ini lebih mencakup dan melingkup, karena ada sebagian orang
yang menyerukan nasehat namun sebenarnya ia menginginkan pelecehan
(membuka kedok), tidak ada kesesuaian antara niatnya dengan perbuatannya, dan
tidaklah perbuatan dan niatnya dalam rangka nasehat, semuanya menurut dia itu
sama. Niatnya penghinaan akan tetapi ucapannya dan perkataannya yang nampak
diluar adalah nasehat.
b. Tuduhan terhadap Syaikh Yahya dengan penyelewengan dalam metode
pengkritikan bahwasanya Syaikh Yahya tidak terarah dalam dakwaannya. Di mana
dia berkata pada kaset yang sama: " bahwa orang ini tidak terarah dan tidak karuan
dalam menjarah dia dengan seenak perutnya mengeluarkan seseorang dari
ahlussunnah atau memasukkan seseorang ke ahlussunnah sepertinya dia adalah
pemegang kerah pintu-pintu sunnah memasukkan siapa yang dia inginkan dan
mengeluarkan siapa yang ia inginkan tanpa adanya ketentuan dan menjaga
perasaan. Ini bukanlah sunnahnya Rosululloh,"dst.
6. Pelecehan Arofat Al-Basry Al-Mahmady:
a. Tuduhannya dengan dajjal dan kebohongan.
Berkata Arofat dalam sebuah muhadhoroh sebagaimana dalam kaset yang terdahulu:
Fitnah terakhir ini yang paling tampak tanda-tandanya adalah kebohongan. Demi
Alloh, wahai saudara-saudaraku dan sifatnya yang paling jelas adalah kebohongan.
Dua hari yang lalu saya mendegar kasetnya Imam dua jenis makhluk (jin dan manusia)
di sisi mereka sebagaimana para penyair mensifatinya sebagai imam jin dan manusia.
Dia berkata memaksudkan Syaikh Yahya-: "Alhamdulillah, wahai ikhwan 'Adn tidak
tersisa bersama mereka kecuali masjid al-muhajirin dan al-anshor dua masjid masuk
'Adn seluruhnya. Dan setelah menyampaikan padaku Syaikh yang mulia pemegang
(masjid) Al-Buromiqoh bahwa dakwah ditangannya demikian dia mengatakan:
"Alhamdulillah, dakwah ini di tangan sifulan dan itu di tangan yang lain sementara
Ubaid Al-Jabiry kasihan dia, masuk dan keluar 'Adn tidak ada yang memuliakannya
dari penduduk 'Adn. Apa-apan ini, ini kebohongan ?! Dan dajjal tidak takut kepada
90
Alloh - yakni mereka telah sampai tingkatan/tahap ini mendustakan kenyataan dengan
kedustaan yang banyak yang tiada hentinya , kedustaan yang di lakukan orang-orang
yang awam. Hendaknya dia merasa malu dan gentar(melakukan kedustaan ini).
b. Dia mengatakan: Dia telah berdusta atas Syaikh Robi tiga kedustaan dengan
mengatakan: Syaikh Robi berkata: Sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang
yang fajir, ini adalah dusta. Demi Alloh dia tidak mengatakannya dan saudaraku Abul
Harits termasuk orang-orang yang mendengar Syaikh Robi mengatakan apa-apa yang
engkau katakan ini dan juga berdusta atasnya (Syaikh Robi) ketika dia mengatakan
bahwa beliau berkata: Beliau tidak mengharuskanku dengan sesuatu pada pertemuan
di Mekkah dan ini adalah kebohongan padahal mereka mengharuskan dia dengan
sesuatu, dan mengatakan sesungguhnya Al-Wushoby dialah yang memimpin markaz
Fuyusy. Berkata Syaikh Robi: Sesungguhnya pimpinannya adalah Al-Wushoby dan
ini adalah dusta. Semuanya ini adalah kedustaan semata.
c. Celaannya terhadap Syaikh Yahya dan tuduhannya terhadap murid-murid Dammaj
dengan Irja (pemahaman murjiah) dan pensucian mereka terhadap Syaikh Yahya
sebagaimana pensucian kaum musyrik terhadap Hubal (salah satu berhala sesembahan
mereka), sebagaimana dalam kasetnya Syarah Hadits Nasehat, mengatakan: Karena
ini engkau datang pada ikhwanul muslimin. Katakan kepada mereka: Kemari, lihatlah
kaset-kaset dan kitab-kitab kalian dari kesesatan , kebidahan-kebidahan dan
kekufuran dan engkau akan dapati mereka menghiasi pandangan-pandangan mereka.
Sebutkan padanya kesalahan-kesalahan Hasan Al-Banna dan Umar At-Tilmisani dan
sebutkan pada mereka kesesatan-kesesatan yang ada dalam kitab-kitab mereka dan
sebutkan pada mereka penyelisihan mereka terhadap kaedah-kaedah usul. Selamanya
mereka tidak akan menggerakkan air yang tenang: menghiasi mereka: "mereka adalah
syuhada" "mereka adalah ulama", "mereka adalah para pemikir" dan "kitab-kitab
mereka adalah sebaik-baik kitab". Ini adalah keadaan mereka, maka ini adalah irja.
Mereka terjerumus dalam irja, katakan padanya: Sayid Qutb mengkafirkan
shohabat, mencela Muawiyah dan mengkafirkannya dan mencela Utsman dan mencela
Amr bin Ash dan mengkafirkan ummat seluruhnya dan menghukumi atas mereka
dengan riddah. Dia akan mengatakan padamu: Selamanya dia adalah mujahid
syahid, maka ini adalah hakekat Irja. Yang mana tidak berpengaruh keimaanan Sayid
Qutb dengan kebid`ahan yang ada padanya. Selamanya tetap saja dia adalah imam
yang suci. Agungkan Hubal, Tinggikan Hubal. Di atas cara ini, maka ini adalah benar
91
benar irja dst.
6. Pelecehan Ali Al-Hudzaify Al-Adany terhadap Syaikh Yahya =-= = :
a. Sindirannya terhadap Syaikh Yahya bahwasanya dia tidak terarah dalam dakwahnya
dan ini terekam dengan suaranya sebagaimana dia mengatakan: Apakah tergolong
faqih jika engkau tahan nasehat dan engkau tinggalkan adab-adab nasehat dan dan
syarat-syaratnya? Perhatikanlah wahai saudara-saudara, berhati-hatilah (3x). Ambillah
kaidah dengan syarat-syaratnya. Dan jangan kalian tidak terarah sebagaimana tidak
terarahnya sebagian orang.
b. Sindiran untuk nasehat-nasehat Syaikh Yahya =-= - dan bahwa dia menunggu-
nunggu celaka orang yang dinasehati dan menginginkan di belakang itu agar diketahui
kejelekannya oleh orang banyak dan menginginkan agar yang dinasehati lenyap, dan
pelecehan terhadap Syaikh Yahya =-= - bahwa beliaulah yang memecah belah
dakwah dan dia menyakiti para ulama dan orang-orang sholeh dan mushlihin (orang-
orang yang berbuat perbaikan) dengan metode dakwahnya dan tidak mempedulikan
keutuhan dakwah . Dan dia menuduh mereka bahwasanya mereka itu mengejar dunia
sementara saya adalah penasehat bagi orang-orang muslim saja dan dia berburuk
sangka terhadap orang-orang muslim, sebagaimana dia mengatakan: Berapa banyak
nasehat muncul dengan pakaian bernama nasehat, padahal pada hakekatnya adalah
pemusnahan ,untuk melenyapkan Zaid atau Amr, dan berapa banyak nasehat secara
lahiriah dan berbaju nasehat namun hakekat sebenarnya barokallohu fiikum- adalah
tasyhir (memasyhurkan kesalahan-kesalahan yang dinasehati).
Jika seseorang yang menunggu-nunggu kehancuranmu kemudian ketika datang
permasalahan dia datang dengan nama pemberi nasehat, padahal dia yang mencabik-
cabik dakwah dan dan manusia semua berada di balik dinding , sementara para ulama
dan orang-orang yang sholeh mereka tidak perduli dengan dakwah dan tidak
memperhatikan dakwah, mengejar dunia dan saya hanya adalah seorang pemberi
nasehat bagi muslimin, yang aku memecah belah dakwah dan saya berburuk sangka
terhadap muslimin. Dan saya yang berbolak-balik di atas tempat tidur (merasa prihatin
akan keadaan dakwah),
Demi Alloh wajib atas kita untuk bertakwa kepada Alloh, wajib atas kita untuk
berburuk sangka pada diri kita, dan berbaik sangka terhadap ahlul ilmi. Keadaanmu itu
sebagai tholabul ilmi, yang suka berbaik sangka terhadap dirimu sendiri dan berburuk
92
sangka pada yang lainnya, atau saya yang menasehati dan yang terbakar dan tercabik-
cabik dan mereka dikekang perut-perut mereka dan berbaik sangka terhadap dirimu
sendiri yang rendah dan engkau berburuk sangka terhadap yang lain. Ini -demi Alloh-
ketidakadaannya taufiq dari Alloh untukmu.
c. Tuduhan terhadap Syaikh yahya bahwasanya beliau ingin sebagai nara sumber
utama dalam berfatwa dan sebagai tempat rujukan kalau ada permasalahan dan dia
menginginkan agar segala sesuatu miliknya sebagaimana penukilan yang didengar
langsung oleh Abdurrohman Al-Jary =-= - .
Adapun caci maki para fanatisme Abdurrohman Al-Adany, maka sangatlah banyak ,
kita sebutkan secara ringkas saja.
(7) - Apa yang dikatakan oleh salah seorang yang pro Abdurrohman yaitu
Abdurrohman Al-Amiri Al-Yafi'y dalam buletinnya yang berjudul "Khothorul-Fitnatil-
Haliqoh Liddin Al-Lati Ajjajaha wa Adhromaha Yahya bin Ali Al-Hajury bainas-
Salafiyyin." Celaan-celaan yang dituduhkan oleh Al-Amiri kepada Syaikh Yahya: Dia
itu orang yang terburu-buru, tidak kokoh, suka membawa kebohongan, pengin jadi
pemimpin, dia mempunyai tujuan pribadi dalam fitnah Abdurrohman, dia dengki
terhadap Abdurrohman, kawan duduknya jelek, pengalaman dia dalam dakwah
sedikit, angkuh tidak mau menerima kebenaran, lisannya kotor, tolol, pentolan fitnah
sekaligus provokator fitnah,suka melaknat, mencela, mencerca, berbuat kekejian,
lisannya bengkok, durhaka, pembual, bahkan dia mengungguli Al-Bakry dalam
tindakannya yang ghuluw (berlebih-lebihan), berdusta dan mencerca ulama sampai-
sampai bisa mengakibatkan peperangan, sudah melampaui batas, dholim, pendebat,
mempunyai kesalahan-kesalahan dalam aqidah, mengunggulkan dirinya sendiri, tidak
mempunyai kadar ilmu dan tidak mengetahui kadar persaudaraan tidak ada rasa
murah hati dan ketabahan, tidak punya sifat ramah dan sabar, mengada-ada,
memperkecil dan merendahkan para ulama, dia menyerupai ahlul bidah bahkan dia
menyerupai Hammad bin Sulaiman dan Az-Zamakhsyary, pemutus barisan, dia
melompat ke kursi Al-Wadiy, belum bisa membersihkan dirinya dari celaan dan
cercaan, dungu.
(8) - Di antara cercaan-cercaan Yasin Al-Adany -salah seorang pentolan fitnah ini-:
a. Ketika dikatakan padanya: Kami merasa senang kalau kamu bersyukur kepada
Syaikh Yahya karena dia telah memberikan resensi pada kitabmu. Komentarnya:
93
Sesungguhnya saya ini benar-benar membencinya. Saya tidak ingin melihat
wajahnya. Ini disaksikan oleh Akh Muhammad Al-'Amudy.
b. Katanya disaat mengomentari ucapan seseorang: Syaikh (Syaikh Yahya) sedang
sakit, semoga Alloh melenyapkannya. Ini disaksikan oleh Abdurrohman bin Daas.
c. Di antara ucapannya: Seandainya mereka mengetahui kadar dan kemampuan yang
ada pada diri mereka (yaitu Syaikh Yahya dan Syaikh Jamil Ash-Shulwi -beliau
pengganti Syaikh Yahya (mengajar) ketika Syaikh tidak ada-), mereka tidak akan
memperpanjang pelajarannya. Ini disaksikan oleh Abdulloh Al-Jahdary.
d. Setelah Syaikh Yahya memberikan nasehat kepadanya yang berkaitan dengan fitnah
ini, komentarnya: Perkataan Syaikh tidak bisa menggoyangkan satu rambut pun yang
ada di kepala saya.
e. Di antara ucapannya: Tidaklah Syaikh Yahya mempersoalkan Syaikh Abdurrohman
kecuali tujuan dunia.
f. Setelah Syaikh Yahya memanggilnya sekaligus menasehatinya, lalu dia berkomentar:
Syaikh itu tidaklah menginginkan kecuali memperburuk muka saya. Ini disaksikan
oleh Abdurrohman bin Daas.
g. Di antara ucapannya: Syaikh Yahya itu bohong." Ini disaksikan oleh Abdurrohman
Asy-Syaibany dan juga dia menulis seperti ini berbentuk SMS yang ditujukan ke
Shodiq Al-Baity.
h. Di antara ucapannya dalam rangka menyoroti Syaikh kalau dia itu menyendiri :
"Lihatlah di mana Syaikh Yahya dan di mana masyaikh."
i. Di antara ucapannya : "Kata Syaikh Yahya : "Kami bersama para ulama. Sekarang
mana dia dari para ulama." Ini disaksikan oleh Syuhaib At-Taizy dan selainnya.
(9) - Kata Muhammad Jafar Al-Adany : "Kalau seandainya Syaikh Yahya mempunyai
agama, kenapa dia tergesa-gesa untuk mempersoalkan Farkus." Ini disaksikan oleh Akh
Fadel bin Ali Al-Qohthony roahulloh dan dia mengaku kesalahannya di hadapan
Syaikh Yahya. Lalu Syaikh memaafkannya, akan tetapi belum juga dia meninggalkan
fitnah.
(10) - Sebagian ikhwan Indonesia berkata: Syaikh itu tidak punya adab, bertindak
94
dzolim. Di antara perkataannya: Syaikh itu bukanlah orang berilmu, tidak hafal
kecuali hafal Al-Quran dan Riyadhus-Sholihin saja. Ini dinukil oleh Abu Turob dan
Abu Fairuz Al-Indonesiyan.
(11) - Kata Muhammad bin Iwad Al-Haidari: Syaikh (Syaikh Yahya) itu mempunyai
sifat berlebih-lebihan disamping itu dia tidak punya ilmu. Ketika salah seorang
ikhwan menasehatinya, dia menjawab: Tidak, saya tidak mengatakan seperti ini
kepada kamu, hanya saja saya mengatakan kepadamu bahwasanya Abul Khotthob-lah
yang mengatakan demikian. Ini disaksikan oleh Kholid Al-Wushobi.
(12) - Kata Ahmad Misybah kepada Abdurrohman bin Daas: Sabarlah kamu. Nanti
akan muncul perkara-perkara dan perkataan yang mantap dan jitu bahwasanya para
ulama tidak rela dengan tindak lanjut Syaikh Yahya. Kemudian dia berkata: Syaikh
(Yahya) itu ingin bertindak dzolim dan juga ingin mengatur markaz Fuyusy. Kami
dikabari oleh Abdurrohman bin Daas, juga dia berkata: Syaikh Yahya itu tidak ada
yang mengangkatnya kecuali kursi Syaikh Muqbil. Ini telah disaksikan oleh
Muhammad Al-'Amudy. Di antara ucapannya: "Nasehat dari kami hanyalah ditujukan
kepada setiap orang yang melanggar kebenaran dan orang-orang yang berlebih-
lebihan" (dia ingin menuduh Syaikh Yahya dengan tuduhan ghuluw/sifat berlebih-
lebihan dan melakukan pelanggaran). Hal ini dia tulis di suratnya yang dikirim ke Akh
Muhammad Al-'Amudy.
Di antara ucapannya: Meskipun kamu mencium telapak kaki Syaikh Yahya, dia itu
tidak akan ridho kepadamu. Ini disaksikan oleh Abdulloh Al-Jahdary.
Di antara ucapannya: Sebetulnya Syaikh Yahya ingin menyeret Syaikh Abdurrohman
diajak ke arena untuk dimulainya pertandingan gulat. Ini disaksikan oleh
Abdurrohman bin Daas.
(13) - Tholal bin Muhammad Al-Adany An-Najjar ketika dikabari bahwa Syaikh Yahya
mendoakan dengan doa celaka kepada orang-orang yang pro Abdurrohman Al-
Adany langsung dia mengomentarinya, katanya: Ini adalah doanya pelacur tidak
mungkin bisa menggoyangkan kabah. Ini disaksikan oleh Abu Turob Ali bin Aud Al-
Adany dan Akh Mathori At-Taizy.
(14) - Abu Kholid Al-Indonesiy salah satu tholibul ilmi yang telah belajar di Dammaj
kemudian dia meninggalkan belajarnya karena keinginannya sendiri- katanya: Syaikh
95
Yahya bukanlah seorang yang berilmu. Di antara ucapannya: Syaikh Yahya berjalan
di atas jalan hizbyyyah. Di antara ucapannya: Syaikh Yahya itu mungkin seorang
pembohong, karena dia telah mengingkari kesepakatan antara dia dan masyaikh ketika
mereka di hadapan Syaikh Robi. Kemungkinan kedua dia adalah orang buruk karena
dia diam di waktu berlangsungnya kesepakatan padahal dia mampu untuk
mengingkarinya. Kemungkinan ketiga dia pada waktu itu sedang sakit, jadi dia punya
udzur. Kemungkinan keempat bahwasanya masyayikh adalah orang-orang
pembohong karena mereka menggembor-gemborkan adanya kesepakatan padahal
kesepakatan itu tidak ada dan kemungkinan terakhir ini tidak mungkin terjadi. Di
antara ucapannya: Para ulama, mereka nanti akan memperbincangkan Syaikh Yahya
sehingga nantinya markaz Dammaj akan terlantar dan terbengkalai.
(15) - Di antara ucapan-ucapan Abu Taubah Al-Indonesiy: Syaikh Yahya itu akhlaknya
jelek dan dia terburu-buru.
(16) - Muhammad Afifuddin Al-Indonesiy berkata: Syaikh Yahya itu orang yang
hasad.
(17) - Muhammad bin Barmen Al-Indonesiy berkata: Syaikh Yahya terfitnah dengan
kursi."
Kabar orang-orang Indonesia ini dinukil oleh Abu Turob dan Abu Fairuz
roaahumalloh.
(1)

(18) - Abul Khotthob Thoriq Al-Libby berkata: Bahwasanya Syaikh Yahya mempunyai
100 kesalahan dalam akidah. Ini dinukil oleh Haidaroh 'Azb dari Ali Usus dari Abul
Khotthob sendiri.
Kami katakan: Sekarang akidah apa yang tersisa pada diri Syaikhuna ?!
(19) - Hassan As-Sudany berkata: "Syaikh Yahya haddady dan orang yang di
sekitarnya adalah takfiry sebagaimana yang dinukil oleh ikhwah Sudan."
(20) - Ala' bin Husain berkata: "Syaikh Yahya memecah belah dakwah, sebagaimana
persaksian Husain Al-`Assal dari Mudiyah, dia berkata: "Syaikh Yahya pencela
sebagaimana persaksian Abdurrohman Da'as. "Hajury dikhawatirkan adalah seorang
Syi'iy yang menyusup di antara ahlus sunnah wal jama'ah."
"Aku tidak ragu sedikit pun bahwa Hajury seperti Abul Hasan Al-Mishry sebagaimana
96
didengar oleh Mazin Al-Adany."
(21) - Ali 'Ashidah berkata: "Syaikh Yahya tidak tatsabut dan mengusir orang yang
tidak dengan ulama." (persaksian Salim Al-Lahjy).
"Syaikh Yahya menghina ahlus sunnah." (persaksian Haidah 'Azb)
(22) - Ali Ash-Ash berkata: "Syaikh Yahya melakukan perbuatan riddah (keluar dari
islam)."
(23) - Sanad Al-Jaunah berkata: "Syaikh Robi' akan berbicara tentang Syaikh Yahya
pada tanggal 6 Syawwal tahun ini." (persaksian Jamal Ghushn)
Dia berkata di dalam suratnya kepada Akh Abdurrohman An-Nakho'i =-= - : "Ulama
di satu sisi dan kalian di sisi yang lainnya."
)24) - Abu Bakar Asy-Syaibah: "Hajury bakal disembelih pada tanggal 6 Syawwal."
(persaksian Salim Al-Lahjy dari Ahmad Asy-Syaibah dari saudaranya Abu Bakar)
(25) - Basil Al-Lahjy Al-Adany berkata: "Syaikh Yahya munafik."
(26) - Abdul Hakim An-Nakhoby berkata: "Syaikh Yahya sudah tersungkur."
(persaksian Zain Al-Abary Al-Yafi'y)
(27) - Muhammad Harharoh Al-Yafi'y salah seorang fant Abdurrohman yang keluar
dari Dammaj berkata: "Kami sudah selesai dari Hajury, ulama sudah berbicara
tentangnya, Syaikh Ubaid, Washoby, dia memiliki kesalahan." (persaksian Zain Al-
Abary Al-Yafi'y)
Tatkala mengemasi mengambil barang-barangnya, dia ditanya: "Kemana kamu akan
pergi?" Katanya: "Saya mau lari dari fitnah." "Kemana?" "Ke Fuyusy." (persaksian
Akrom bin Sholeh Al-Yafi'y)
(28) - Basir Al-Hazmy sebagaimana yang dinukil oleh Samih bin Ali bin Qosim Abu
Hamro dalam persaksiannya yang disebar di situs Al-Ulum As-Salafiyyah dengan
judul Syahadatu Haqqin wa Adl" berkata: Saya adalah Samih Ali Qosim Abu Hamro.
Aku bersaksi dengan persaksian yang benar dan adil yang aku pertanggungjawabkan
di depan Alloh di hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak. Bahwa aku
mendengar Basyir Al-Hazmi berkata terhadap Syaikh Yahya bahwa dia adalah
pendusta, fajir, fasiq, lisannya pedas, zindiq dan dia berkata terhadap orang-orang yang
97
membela Syaikh Yahya: Kalian akan dikafirkan. Kalian akan dibidahkan, kalian
khowarij, kalian rofidhoh, mutazilah. Allohlah yang menjadi saksi ucapanku. Dan hal
itu terjadi di masjid As-Sunnah Shona setelah sholat Dhuhur sebulan yang lalu dari
tanggal persaksianku. Dan kalau Basyir Al-Hazmi ingin mubahalah, maka aku katakan
kepadanya: Semoga Alloh melaknat siapa yang berbohong di antara kita.
Alhamdulillahirobbil alamin.
(29) - Manshur Al-Hazmy termasuk orang yang diusir dari Dammaj- berkata: Kalau
kami tinggal di rumah kami diusir Hajury. Kalau kami hadir di pelajarannya, dia
membuat kami sakit. Hajury lebih hina / kotor dari Abul Hasan. Dia tidak menyisakan
seseorang pun kecuali mengomentarinya. (persaksian Zain Al-Abari Al-Yafi'y)
Tatkala dikatakan kepadanya: Mengapa kamu tidak hadir di pelajaran Syaikh Yahya?
Katanya: Pelajarannya bukan pelajaran Imam Ahmad. Dia berkata kepada Nabil bin
Ali bin Qoid Al-Hazmi: Alangkah senangnya kalian. Tokoh Haddadiyyah di Yaman
yaitu Syaikh Yahya.
(30) - Abdurrohman Al-Khorifi termasuk orang yang keluar dari Dammaj- berkata:
Syaikh Yahya tolol, goblok, kurang ajar seperti panglima tentara. (persaksian Amin
Al-Khorifi)
(31) - Abdul Bari Al-Laudary berkata: Syaikh Yahya tidak punya rem. Syaikh Yahya
itu zaq-zuq(asal nyeplos). (persaksian Abdurrohman An-Nakhoi)
Pada suatu malam di antara maghrib dan isya Syaikh sedang berbicara tentang orang-
orang yang terjerumus dalam fitnah. Maka Abdul Bari bangkit dari pelajaran dan
keluar dan berkata: Pelajaran yang hina. Bahkan dia mengakui hal ini di hadapan
Syaikh Yahya dan para murid.
(32) - Fahd As-Sulaimany Al-Adany, dia berkata kepada Muhammad Al-Amudy:
Syaikh Yahya salah dan banyak kelirunya. Dan berkata setelah terjadi perdebatan:
Jangan katakan bahwa Syaikh mendapatkan satu pahala atau dua pahala dalam fitnah
ini(maksudnya: tidak memiliki pahala sama sekali).
(33)- Zakaria Al-Adany termasuk orang yang mencela Syaikh Yahya. Dia
menyerupakan Syaikh Yahya dengan seorang hizby di 'Adn namanya Ali Az-Zaidy.
Kalau Syaikh Yahya berbicara tentang Abdurrohman Al-Adany, dia berkata: Hari ini
Az-Zaidy tidak kena pengaruh sama sekali. Hari ini Ali Az-Zaidy belum makan sama
98
sekali. Ali Az-Zaidy adalah hizby yang ada di 'Adn.
Zakaria adalah mantan penjaga maktabah di Dammaj, kalau mereka mau
mengejek Syaikh Yahya, mereka menyebutnya Ali Az-Zaidy ini sebelum fitnah-.
Kemudian semakin banyak penyebutan Ali Az-Zaidy di masa fitnah. Bahkan mereka
mengaku kepada seorang ikhwah yaitu Aiman Asy-Syawafy yaitu yang dimaksud
dengan Ali Az-Zaidy adalah Syaikh Yahya. Maka Zakaria termasuk orang yang tolol
dari kaum itu.
(34) - Abdulloh Mudisy Al-Abyany berkata: Aku mencoba menasehati Zakaria bin
Syuaib Al-Adany supaya meninggalkan fitnah dan mengurus dirinya sendiri. Lalu dia
menjawab: Fitnah tidak akan selesai sampai orang ini turun dari kursinya (sambil
berisyarat ke kursi Syaikh Yahya). Dan aku juga menasehatinya agar tidak menjual
rumahnya di Dammaj. Dia berkata: Kota kami kota yang agung. Tidak ada orang yang
memberi persyaratan (yaitu markiz Fuyusy).
(35) - Nashir Az-Zaidy Al-Adany berkata: Syaikh Yahya tidak berkata dengan dalil.
Dan dia juga memberi julukan kepada Syaikh Yahya dengan Ali Az-Zaidy. Jikalau dia
ingin mencela Syaikh Yahya dia berkata: Ali Az-Zaidy tidak ridho. Ali Az-Zaidy tidak
setuju. Ali Az-Zaidy marah. Sampai ada seseorang bertanya: Siapakah Ali-Az-Zaidy
itu, wahai Nashir? Lalu dia tertawa sambil mengejek dan berkata: Teruslah kalian
dalam kebutaan. Perkara ini sebelum fitnah Abdurrohman Al-Adany. Ketika fitnah
Abdurrohman datang, diketahuilah siapa yang dimaksud dengan Ali Az-Zaidy yaitu
Syaikhuna Yahya hafidlohulloh.
Seorang ikhwah berkata kepada Nashir: Bertaubatlah kamu kepada Alloh
sebagaimana permintaan Syaikh Yahya. Dia menjawab: Syaikh Yahya yang harus
taubat duluan. Syaikh Yahya tidak memiliki bukti apapun terhadap Syaikh
Abdurrohman kecuali persangkaan dan perdukunan. Telah tersebar di Saudi bahwa
Syaikh Yahya memiliki kesalahan manhajiyah dan aqidah. Tatkala sebagian ikhwah
menasehatinya dia berkata: Ayo sebarkan bahwa saya hizby (seperti orang yang
berolok-olok). Mereka bersaksi atas diri mereka bahwa dia ucapkan perkataan di
depan beberapa orang ikhwah di antaranya Ahmad Al-Bakry.
Dan perlu diketahui bahwa Fahd , Zakaria dan Nashir keluar dari Dammaj atas
kemauan mereka sendiri.
99
(36) - Abdur Rouf Abbad Al-Adany berkata: Kaset Syaikh Yahya yang berjudul
"Nashihatul Ikhwan" adalah fitnah dan perkara pribadi. Akh Shobir berkata
kepadanya: Akan aku sebar ucapanmu. Dia berkata: Kalau kamu bisa sebarkan di
koran dan majalah, maka sebarkan saja!
(37) - Sholah Kentusy Al-Adany, dia berkata: Syaikh Yahya tidak meluruskan
ushulnya, sehingga pelajarannya membosankan. (persaksian Abu Hafsh Umar Al-
'Iroqy)
Dia berkata di sebuah kantor polisi: Syaikh Yahya pendusta. (persaksian Abu
Huroiroh) Dan ia juga tidak menganjurkan untuk belajar di Dammaj. Dia berkata:
Syaikh Muqbil tidak hebat dalam fiqh. Syaikh Al-Albany ada beberapa perkara yang
menyimpang dalam masalah faroidh (suaranya dalam sebuah kasetnya).
(38) - Shobry bin Muhammad Al-Muais Al-Abyani berkata: Hajury sudah habis,
sudah kami selesaikan. (persaksian Abdulloh bin Abi Bakr)
Dia berkata: Ucapan Syaikh Yahya dan Syaikh Al-Imam tentang Abul Khotthob tidak
dapat diterima (nukilan Haidaroh Azb)
(39) - Abul Husain Asy-Syabwy berkata: Ucapan Syaikh Yahya harus dihadapkan
kepada para ahlul ilmi, sehingga mereka menerima atau menolaknya. (persaksian
Husain Al-Baihany)
Dan juga dia membuat orang enggan ke Dammaj (persaksian Abdulloh Al-Hakamy).
Dia berkata: Yang berusaha untuk menasehati Syaikh Yahya akan menjadi
musuhnya. Ini nukilan Muhammad Al-Amudy dari Yasin Al-Adany. Dengan itu pula
Abdurrohman Asy-Syaibany berbicara dari Sholah Kentus darinya. Menuduh Syaikh
Yahya tergesa-gesa (persaksian Abdulloh Al-Hakamy)
(40) - Muhammad Al-Mahwity dalam malzamahnya berkata: Hajury membangun
dakwahnya, serangannya, ucapannya, tulisannya, menyiapkan pasukannya
melengkapi kendaraannya dengan kekerasan, kasar, ujub, tipuan, menyebarkan
permusuhan dan kebencian di dalam dakwah, tenggelam di dalam hawa nafsu, bodoh
dan tidak mau menerima nasehat dan beramal dengan ilmu dan keadilan. Kemudian
menyerang kaum muslimin dengan dimulai dari ahlus sunnah.
Hajury menghapal dalilnya, tetapi tidak mendapatkan taufiq untuk
100
mengamalkannya. Seolah-olah dia tidak dibebani untuk itu.
Syaikh Yahya menempuh jalan Abul Hasan dalam mencela, meremehkan dan
mengolok-olok ulama ahlus sunnah wal jamaah demi memperluas kekuasannya
terhadap mereka.
Orang ini (Syaikh Yahya) merongrong dakwah dengan lisannya yang bengkok
dan penanya yang serampangan dan mencoba menjatuhkan bintang-bintangnya.
Hajury mengambil manhaj yang luas dalam masalah jarh dan penyesatan orang.
(41) - An-Nazily telah menghabisi kitab As-Shubhu Asy-Syariq (yang menjelaskan
kesesatan Az-Zendany) yang ditulis Syaikh Yahya. Kelihatannya ketika bantahan itu
dilihat oleh Hajury, maka dia terkencing-kencing.
Abul Hasan membuat fitnah yang besar di Yaman di dalam ahlus sunnah dan fitnah
Hajury lebih besar dan lebih merusak.
(42) - Abdulloh Al-Qodiry Al-Washoby berkata: Khutbah dan ceramah Syaikh Yahya
hanya untuk mempertahankan kursinya. (persaksian Amin Al-Khorify)
(43) - Sholih bin Musa Al-Halimy Al-Yafi'y salah seorang wakil Abdurrohman yang
berada di Yafi: Syaikh Yahya memiliki histeria, tergesa-gesa dan keras. Dammaj
sudah berubah. (persaksian Abu Sinan Akrom bin Sholih Al-Yafi'y)
(43) - Yasir As-Siba`i Al-Yafi'y berkata: Syaikh Yahya penipu. Dammaj sudah berubah
dibanding zaman Syaikh Muqbil. (persaksian Abu Sinan Akrom Al-Yafi'y)
(44) - Murod bin Salim berkata: Syaikh Yahya zholim, tukang rampas. (persaksian
Muhammad bin Said Al-Lahjy)
Ketika dia ingin menjual rumah waqof, Syaikh melarangnya. Lalu dia menjadi
marah dan berkata: Aturan komunis!! Inilah yang menyama-ratakan hak manusia lalu
keluar dari majelis dan berkata sambil berdiri seperi negara saja?! Kemudian keluar
tanpa permisi kepada Syaikh.
(45) - Abdulloh bin sholih Al-Wuhaisy Al-Baidhony berkata: "Jangan tanya Syaikh
Yahya, tapi tanyakan Syaikh Abdurrohman karena dialah yang paling pandai di dalam
fiqh." (nukilan Husain Al-Baihany)
101
(46) - Musthofa Mubrom di dalam selebarannya yang berjudul lembaran fitnah Abul
Hasan menyebutkan sifat-sifat Abul Hasan yang diserupakannya dengan Syaikh Yahya
walau dia tiak menyebut nama. Kemudian menulis syair yang menerangkan
maksudnya itu!
(47) - Labib Al-Adany termasuk murid senior dan mutaasshib terhadap
Abdurrohman Al-Adany yang keluar dari Dammaj dengan kemauan sendiri- berkata:
Aku tidak mendapatkan faedah apapun sejak wafatnya Syaikh Muqbil. Buku tulisku
kosong. Di Dammaj cuma ada orang Somalia. (nukilan Ali Al-Banna'iy)
Kemudian di Shona'a ditemui oleh Zakaria Al-Yafi'y penuntut ilmu dai
Dammaj- Labib datang untuk memberi salam lalu Zakaria berkata: "Sudah, jangan
memberi salam aku. Ini kan orang Somalia. Lalu Labib berkata kepada Muhammad Al-
Yafi'y saudara Zakaria: "Aku kan memperdengarkan kepadanya perkataan yang kasar."
Ketika Zakaria datang, dia berkata: "Wahai Zakaria, aku meyakini bahwa Hajury
penipu, goblok, tidak mampu memimpin, menekan kami." Zakaria berkata: "Kapan
Syaikh Yahya menekan kalian, bahkan Syaikh membelamu dan memujimu. Syaikh
berkata kamu adalah orang beradab. Labib berkata: Kamu kan tahu, aku tinggal
selama dua bulan di Dammaj tapi para tullab berpaling dariku tidak ada yang mau
menelpon diwartelku.
Sejak dahulu dia mencela Syaikh Yahya sebelum munculnya fitnah dia berkata
Syaikh Yahya tidak menerima nasehat tidak mau mengalah kecuali dengan orang yang
lebih tua. Syaikh Yahya plintat plintut ketika dinasehati dalam perkataannya bahwa
rasul salah dia berkata: Aku tidak bermaksud, aku, aku (persaksian Yasir As-Syarif).
(48) - Nashir Al-Jazairy Al-Badawy berkata: Syaikh Yahya menyimpang, Syaikh Yahya
mencela ulama. (yang dinukil oleh Yusuf Al-Jazairy dari beberapa orang Al-Jazair
dalam persaksian mereka.
(49) - Husain Al-Jazairy berkata: Syaikh Yahya tidak berakhlak, bagaimana mungkin
aku belajar kepada orang seperti ini. Syaikh Yahya tidak tatsabbut. Tatkala dikatakan
kepadanya bahwa Syaikh Yahya 'alim berdasarkan ucapan Syaikh Robi' dan yang
lainnya dia berkata: Itu cuma isu, yang muncul dari orang-orang yang ghuluw
(melampui batas), Syaikh Robi' mengatakan hal itu untuk memasyhurkannya di depan
thulab. (persaksian Muhammad At-Taibazy).
102
(50) - Ismail Ath-Thablaty Al-Jazairy berkata: Syaikh Yahya menempuh manhaj Al- Ir-
Habi(teroris), ia berkata: Kamu (Syaikh Yahya) menggali kuburmu dengan tanganmu
sendiri wahai Hajury!
(51) - Muhammad Ath-Thablati Al-Jazairy berkata: Semua yang ada di markaz adalah
penipu mulai dari kepalanya sampai semuanya. Di Dammaj hanya ada shalat dengan
sandal, ucapan syaikh masuk dari telinga keluar dari telinga. (persaksian Mahmud Al-
Jazairy)
(52) - Riyad Al-Inaby Al-Jazairy berkata: Siapa sih Syaikh Yahya, sehingga tarjih-nya
dinukil. Seandainya saja orang-orang Libia yang pergi ke Hijaz pergi ke ulama untuk
menjelaskan keadaan Syaikh Yahya. (persaksian Muhammad AL-Libiy).
(53) - Yahya bin Rasyid Al-Amrony berkata: Syaikh Yahya orang yang hina, dzalim,
goblok, aku tidak akan hadir di dalam pelajarannya, dia ingin menggeser syaikh
Ahmad Al-Washoby sebagai imam. (persaksian Bundar Al-Janbiy)
1 Aku tidak akan pergi kepada orang yang mencela ulama
2 Setelah dikatakan kepadanya: "Pergilah ke Dammaj! (persaksian Syamir Asy-
Syawafiy, Jamal Ar-Raimy dan yang lainnya di Maktabah Masjid As-Sunnah di
Imron)
(54) - Abu Qois Al-Liby -termasuk orang yang terjerumus di fitnah Abul Hasan yang
pura-pura taubat di akhir fitnah tersebut, lalu membela mati-matian di fitnah
Abdurrohman Al-Adny- dia berkata di surat-suratnya kepada Muhammad Al-Liby Al-
Mizabi: Hajury itu lebih merusak dari Iblis terhadap dakwah Salafiyyah.
1 Seandainya saja Hajury cuma mubtadi' tapi ini malah mubtadi' yang hina
2 Al-Hadad memuntahkan Falih dan Falih memuntahkan Yahya.
3 Jalan Hajury adalah jalannya masuni yang berbahaya adapun Al-Bakry adalah
salafy yang menghinakan Al-Haddadiyah
4 Kelompok Hajuryyah adalah bancinya hadadiyah dan Harbiyah.
5 Syeikh kalian Al-Fujuri (menempuh jalan Falih bahkan lebih parah)
6 Dia bilang ketika Syaikh Yahya dan murid-muridnya tatkala berkunjung ke
Syaikh Robi' ketika haji. Ali Baba dan empat puluh orang perompak diusir oleh
Al-Madkholi.
7 Al-Fujuri adalah mubtadi' walaupun seandainya dipuji oleh Imam Ahmad.
8 Hajury tidak mau berperang melawan rofidhoh karena takut kursinya.

103
(55) - Tuduhan Abdulloh bin Robi' As-Salafi (orang yang tidak dikenal) di dalam
malzamahnya yang disebarkan oleh situs As-Syhr dengan judul "Madza Yanqimuna
'ala As-Syaikh Al-Hajury," bagian pertama yang berisi cercaan di antaranya Syaikh
Yahyalah yang mengobarkan api fitnah yang dinamakannya dengan fitnah Hajuryyah
dan Syaikh Yahya yang mengangkat dirinya sebagai penguasa manhaj salafi dan dia
menjarah siapapun yang dia mau dengan cara yang disukainya melampaui batas,
zholim, mencela ulama sunnah dan masyaikhnya secara umum dan juga khusus.
Maunya menang sendiri dan suka mengolok-olok dan berusaha menjatuhkan wibawa
di mata masyarakat. Sudah kehabisan cara untuk menasehati, yang tersisa padanya
cuma celaan dan menyebarkan aib. Memiliki kaidah-kaidah aneh dan berusaha
memisahkan pengikutnya dari ulama. Memusnahkan dakwah dan dia tidak perduli
bahwa perbuatannya menyebabkan dakwah terpecah-pecah. Merubah metode dakwah
Imam Al-Wadii, sering bertolak belakang. Mencela dikarenakan persangkaan, bahkan
dalam masalah niat, penipu dan di dalam bagian yang kedua yang berjudul Bayan
Asy-Syabah Al-Arbain Baina Al-Hajury wal Mariby fil Khotho wa Az-Zalal Al-
Mubin (Penjelasan 40 Syubhat Hajury dan Mariby Dalam Kesalahan dan
Ketergelinciran Yang Nyata).
(56) - Abu Abdurrohman Abdulloh Al-Amriky berkata:
- Syaikh Yahya ghuluw. Inilah yang aku yakini di dalam hatiku.
- Syaikh selalu membidahkan siapa saja yang menyelisihinya dan menghukum
dengan hizbyyyah hanya sebuah kotak infak.
- Thullab juga ghuluw terhadap Syaikh Yahya dan menyangka bahwa dia tidak
memiliki kesalahan, padahal punya. (persaksian Abdul Hakim dan Mundzir Al-
Amrikiyan)
(57) - . Yang termasuk cercaan terdahap Syaikh Yahya adalah apa yang disebutkan di
dalam risalah yang terdiri dari 24 halaman yang dikirim oleh para mutaashib kepada
Akh Hisyam Al-Husuwy agar dia terjerumus di dalam fitnah dan supaya cepat keluar
dari Dammaj. Di antaranya adalah:
Syaikh Yahya menyendiri dalam menggerakkan kemudi dakwah menurut
pendapat sendiri dan dikte hawa nafsunya, dia itu punya ta'wil-ta'wil rendahan,
mengeluarkan kaset-kaset di luar kendali, dia itu tidak beradab, dia itu mencerca
104
ulama, tak menerima al haq, berhasrat untuk mengendalikan dakwah umat sendirian
berdasarkan metodenya yang khusus, dan dia dan para muridnya adalah pemilik
senjata-senjata setan yang hendak meruntuhkan Dammaj, mencerai-beraikan barisan,
memecah belah kalimat Salafiyyin, dan bahwa orang-orang di sekitarnya adalah orang-
orang yang jahat, dia banyak mendengarkan bisikan mereka, dia adalah orang yang
banyak omong dusta, kalajengking hasad telah menjangkiti hatinya, pendendam,
zholim, jahat, membabi buta, suka merangkai berita dan kebohongan, telah mencapai
garis batas metode orang awam yang fajir(jahat) dalam mencari kedustaan, bicara tanpa
ilmu, tidak takut pada Alloh, pembual, mengigau dengan perkara yang tidak diketahui,
mencari fitnah, membalik perkara, mengadu domba, membuat perkara jadi
menakutkan, melariskan perkara, kedustaannya mencapai ufuk, pembuat makar dan
tipu daya, pengekor hawa, bandel, pembuat usul-usul (pondasi) yang batil, tak punya
waro', menempuh jalan ahlul ahwa dalam berbantah, fanatisme baik dia itu menyadari
ataupun tidak, dengan cara banyak mengelak, tadlis (siasat untuk penggelapan),
pengkaburan, bodoh dalam manhaj Ahlussunnah, membikin ragu terhadap kriteria
dan stabilitas Ahlussunnah, adab jelek dalam berdebat, musibahnya besar pada saat
mengigau dengan tuduhan-tuduhan hizbyyyah, goncang dalam membikin kaidah,
tidak mengikuti nasihat orang lain, mengikuti hawa nafsu, lancang, ngawur, tergesa-
gesa dalam membantah, tidak punya penghormatan, kriminil besar terhadap dakwah
ahlussunnah dalam membikin usul-usul tanpa pengetahuan yang memadai. Dan ini
adalah keadaan orang yang tidak kokoh dalam memahami manhaj salafi dan tidak
mendalami ilmu syar'i.
(58) - Ubaidulloh As Salafy salah seorang tokoh samaran yang memakai nama tak
dikenal- berkata dalam malzamahnya yang berjudul "Aujuhisy Syibh Bainal Hajury wal
Haddadiyyah": Kesadaranku terpalingkan kepada beberapa kemiripan antara
keistimewaan Al Haddad dan pengikutnya , dengan beberapa perkara yang dijalani
oleh Al Hajury dan pecintanya sampai dengan- dan setiap hari Al Hajury dan
pengikutnya bertambah mirip dengan hadadiyyah dan manhaj mereka, dan
bahwasanya metode yang dijalaninya bersama para muridnya melampaui jalan Al
Haddad pada sebagian ciri khasnya. Dan bahwasanya dia dan para pengikutnya
menyerupai Haddadiyyah. Lalu dia menyebutkan ciri khas Al Haddadiyyah yang
ditulis oleh Al 'Allamah Robi' Al Madkholy ro'ahulloh- dan diterapkan pada Asy
Syaikh Yahya dan para murid beliau =-= - -.
105
Dan dia telah menggambarkan bahwasanya Fadhilatusy Syaikh Yahya - =-= - -
menampakkan diri dengan gaya yang menyelisihi kenyataan.
(59) - Muhsin Ziyad berkata kepada Abdul Qowi Al Khoulany: "Kamu datang dari sisi
pendusta besar." Padahal sebagaimana diketahui bersama dia (Muhsin Ziyad) itu telah
mengumumkan tobatnya di depan umum, lalu berbalik lagi kepada kesesatannya.
(60) - Abu Malik Ar Riyasyi berkata: "Asy Syaikh 'Ubaid berkata tentang Asy Syaikh
Yahya bahwasanya dia itu orang yang tolol dan pendusta." Dan Abu Malik mengulang-
ulang ucapan tadi dengan gaya mengejek. Dan dia berkata,"Dammaj adalah bumi
kebatilan, cercaan dan caci-makian."
Dia juga berkata," Asy Syaikh Robi' punya ruqyah yang besar buat orang-orang sakit
"Paramol" untuk menyehatkan mereka-maksudnya adalah para pelajar Dammaj-." Ini
didengar dan disaksikan oleh Ahmad Al Hadhromi ro'ahulloh- pemilik markiz
fotocopy di Dammaj.
Akhuna Kholid Al Yazidy berkata tentang sikap Syaikh Muhammad Al Imam terhadap
Abu Malik Ar Riyasyi, Syaikh Muhammad Al Imam berkata,"Aku melarang orang-
orang ''Adn dari duduk-duduk dengannya." Beliau juga berkata,"Kami tidak
menerimanya dan tidak meridhoinya."
(61) - Sholih Al Barqy dan dulunya dia adalah pelajar dari Dammaj, lalu berubah sikap
setelah terjadinya fitnah Abdurrohman- berkata tentang Syaikh Yahya,"Wallohi,
sungguh aku yakin dia itu pembohong" dan mengulang-ulang sumpah tersebut,
sebagaimana di dalam kasetnya dengan suaranya.
Juga berkata tentang Syaikh Yahya,"Dia itu fasiq, dan kuyakini dia itu onta jantan."
Sebagaimana dipersaksikan oleh Muhammad bin Haidar.
Juga berkata tentang Syaikh Yahya,"Dia itu tolol, perusak, liar, tidak peduli dengan
murid-muridnya. Aku mohon pada Alloh agar menghukumnya dan mencabutnya dari
Dammaj." Sebagaimana dipersaksikan oleh Salim bin Syu'aib dan Basyir Az Zabidi.
Juga berkata tentang Syaikh Yahya,"Dia itu busuk." Sebagaimana dipersaksikan oleh
Jamil Al Wushobi.
Juga berkata,"Al Hajury sekarang menempuh jalan spionase. Tiada yang tersisa selain
dia itu berkata,"Utusan kami berkata tentang kejadian ini, utusan kami berkata tentang
106
kejadian itu." Wahai ikhwan, Al Hajury itu wartawan." Sebagaimana dipersaksikan
oleh Jamil Al Wushobi dan Yahya Az Zabidi.
Juga berkata tentang Syaikh Yahya,"Dia itu bertolak belakang. Mereka murid-murid
beliau- menyebutnya "Imam besar yang tinggi ilmunya". Mungkinlah pantas jika jadi
imam masjid. Dan dia berkata,Al Hajury, orang yang menyelisihi pendapatnya akan
diusir. Dan orang yang menyelisihi pendapatnya akan dicap hizby. Aku bersumpah
pada Alloh sungguh ini adalah manhaj Ikhwany. Ini persaksian Jamal Al Wushobi.
Dia juga berkata tentang Syaikh Yahya -hafizhohulloh-,Dia ingin agar kita berfanatik
padanya. Ini persaksian Ali bin Syuaib.
Dia juga berkata,Aku mohon pada Alloh agar menghilangkan nikmat dari
hadapannya. Ini persaksian Mahir Asylah.
Dia juga berkata,Kenapa jika aku berbicara tentang Syaikh Yahya datanglah
pembelaan buatnya dari segala penjuru? Dan pada saat Syaikh Yahya berbicara tentang
aku dan di hadapan ribuan thullab, dan di jaringan internet tiada seorangpun yang
membelaku? Ini persaksian Abdulloh Al Ajam.
Dia juga berkata tentang darul Hadits di Dammaj,Tempat itu comberan adu domba.
Ini persaksian Qosim Al Hadhromi.
(62) - Amin Misybah berkata di dalam surat yang dikirimkannya ke sebagian
sahabatnya, dan telah dibaca oleh Akhuna Said Daas,Janganlah engkau
mengucapkan salam pada Syaikh Yahya karena sungguh engkau akan berdosa.
(63) - Numair Al 'Adany berkata pada akhuna Abdul Alim Ash Shilwi,Aku tidak
ragu-ragu bahwasanya Al Hajury itu Haddadi.
(64) - Akrom Arob berkata,Tidak didapati ulama di Yaman yang pantas menjadi
rujukan selain Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi. Ini persaksian
Jamal Ghushn dari Muhammad Ash Shonani.
(65) - Abdur Rouf Ar Ridfani berkata dia adalah wakil Abdurrohman dalam
mengurus tanah di Ridfan-,Syaikh Yahya itu salah. Yang terjadi antara Syaikh Yahya
dan Syaikh Abdurrohman adalah kalam aqron (ucapan antar sejawat). Ini persaksian
Abu Sinan Akrom bin Sholih Al Yafi'y.
107
Cercaan mutaashshibin terhadap Syaikh Yahya =-= - itu banyak sekali
sampai-sampai beliau tidak selamat dari mereka di telepon, sebagaimana cerita beliau
sendiri pada kami.
Pasal:
Para Maftunun di Fitnah Abul Hasan Al Mishri dan Fitnah yang Lain, Kebanyakan
Dari Mereka Bergabung ke Dalam Fitnah Abdurrohman Al 'Adany. Silakan Lihat
Sebagian dari Nama mereka:
1 Muhammad Abdul Qowi Al Qoirohy Al Yafi'y.
2 Sholah bin Ali Said.
3 Abdurrohman Al Lahji.
4 Nashir Mahruq
5 Said bin Said Al adani.
6 Sholah Ath Thomisi.
7 Abu Khoththob Al libi.
8 Abul Husain Hasan Ulaiwah Asy Syabwi.
9 Abu Hashim Jamal Khomis Surur.
10 Abdulloh bin Ali ba Sad. Dulunya dia termasuk tokoh besar mutaashshibin
Abul Hasan.
11 Abu Bakr Ba Sholah Ad Disi.
12 Ahmad bin Umar Ba Wafi.
13 Nabil Al Hamar.
14 Sholih Yamani Al Mahri.
15 Wasir bin Ali Al Amiri.
16 Murod Al Uthoifi Al Lahji.
17 Abdul Ghofur Al Lahji.
18 Syarof bin Haabis.
19 Abu Zakariya Jamil bin Ali bin Tholib Al Lahji.
20 Abu Qois Khoiri Al Lahji.
Dan masih tersisa banyak dari mereka. Tujuan dari penyebutan ini tadi hanyalah
isyarat. Dan sungguh benar Alloh ketika berfirman:
! _%! l. . `l .: `.l
Hati-hati mereka saling serupa. (QS Al Baqoroh 118)
Tujuan pokok yang menjadi sasaran dari fitnah ini dan fitnah-fitnah sebelumnya
108
adalah meruntuhkan Darul Hadits di Dammaj, pusat dakwah Salafiyyah. Dan inilah
dia yang dikandung dan disembunyikan di dalam hati Abdurrohman Al 'Adany dan
teman-teman khususnya, dan mengedarkannya di dalam dirinya sebelum hari
pemberontakannya, sebagaimana ditunjukkan oleh apa yang kami sebutkan pada bab
Perencanaan fitnah dari ucapan-ucapannya sendiri yang diucapkannya secara
terang-terangan sebelum fitnah bahwasanya dammaj akan berakhir, dan dia
mendorong orang untuk tidak membeli tanah ataupun rumah di Dammaj dengan sebab
itu. Seperti ucapannya pada al akh Indonesi yang bermusyawarah dengannya tentang
pembelian tanah di Dammaj, maka Abdurrohman berkata,Kunasihatkan padamu
untuk jangan membeli. Lalu pergilah orang itu. Maka Abdurrohman Al 'Adany
berkata pada al akh Abdul Hakim Ar Roimi,Nasihati orang itu. Duit segitu itu banyak.
Allohu alam apakah Dammaj akan masih ada atau tidak. Mungkin saja uang orang
tadi akan hilang.
Dan sebagaimana ucapan Shodiq Al Abdini dan dia adalah salah satu teman dan
sahabat Abdurrohman Al 'Adany-: Bergembiralah wahai masyarakat Shodah, rumah-
rumah akan kosong di Dammaj. Maka dia ditanya tentang hal itu maka dia
menjawab,markiz Syaikh Abdurrohman di Lahj akan dibuka. Ini adalah persaksian
Abdulloh Ar Rozihi.
Dan seperti ucapan Shodiq juga,Dakwah akan berpindah ke Adn. Dan seperti
ucapan Abdurrohman Al 'Adany kepada al akh Abdulloh Al Jahdary pengurus
pengaturan jadwal pelajaran di Darul Hadits di Dammaj-. Pernah al akh Abdulloh
minta pertimbangan padanya tentang pembelian rumah di Dammaj. Maka
Abdurrohman menasihatinya untuk tidak membelinya dan berkata,Kita tidak tahu
bagaimana urusan itu nantinya. Dan apa yang akan terjadi besok? Dan ini diucapkan
seusai fitnah Abul Hasan.
7- Penyebaran berita-berita dan kebohongan.
Berbagai macam cercaan yang menimpa Syaikhuna Yahya =-= - , tujuannya hanya
untuk ini, dan upaya untuk meruntuhkan markiz Dammaj pusat dakwah Salafiyyah.
Dan inilah yang pertama kali dilakukan oleh para pemberontak tersebut. Dan tidaklah
fitnah Abul Hasan dan Al Bakry itu jauh dari kita. Dan juga para pendahulu mereka
dari kalangan Sururiyyah dan Quthbiyyah. Dan para fanatik Abdurrohman juga
menempuh jalan ini, dan mereka melampaui kelompok-kelompok tadi dalam masalah
109
ini.
Dan untuk maksud ini , para fanatik tadi menebarkan berita-berita bohong, yang
dengannya mereka bisa memperburuk citra Dammaj. Terkadang mereka
berkata,Dammaj telah berakhir. Terkadang juga berkata,Tiada ilmu lagi di
Dammaj. Dan terkadang bilang,Tiada kesibukan di sana selain cercaan, makian,
merusak kehormatan para dai dan ulama, Terkadang juga berkata,Mereka itu
ghulah (orang yang berlebihan), mutasyaddidun (kelompok keras). Terkadang juga
berkata,Dammaj telah berubah dari keadaannya yang dulu, sampai bahkan rumah-
rumahnya. Dan telah menjadi darul fitan (kompleks fitnah), tiada di sana pembentukan
pondasi ilmiyyah. Terkadang juga berkata,Darul hadits di Dammaj tidak
memberikan ijazah pada para thullab. Terkadang juga berkata,Para thullab Darul
hadits berada dalam kondisi miskin dan lapar. Terkadang juga berkata,Tiada di
Dammaj selain ilmu hadits. Terkadang juga berkata,Syaikh Yahya punya kesalahan-
kesalahan yang banyak. Dan para ulama akan berbicara tentangnya. Terkadang juga
berkata,Syaikh Yahya terburu-buru, tak mempertimbangkan kemaslahatan dakwah.
Terkadang juga berkata, Sungguh di sana ada ujian. Jika yang datang mencocoki
mereka akan diterima, tapi jika tidak dia akan diusir. Terkadang juga berkata,Para
mustafidun telah keluar dari sana. Terkadang juga berkata,Syaikh Yahya mengusiri
orang-orang yang menonjol. Terkadang juga berkata,Para thullab yang qudama
(senior) dan menonjol berlawanan dengan Syaikh Yahya. Terkadang juga
berkata,Syaikh Yahya punya mata-mata yang ditebarkannya di antara thullab.
Terkadang juga berkata,Dammaj tidak memberikan berita yang baik. Terkadang juga
berkata,Tiada yang tersisa di sana selain orang-orang Shomaly. Terkadang juga
berkata,Tiada yang tersisa di sana selain satu pelajaran, Terkadang juga
berkata,Para pengajar di sana adalah pelajar yunior. Terkadang juga
berkata,Dammaj tidak memperhatikan pendidikan anak, dan seterusnya.
Maka inilah sebagian dari cercaan dan berita-berita bohong, yang tidak kami dapati
dari para pelakunya dan pimpinan mereka Abdurrohman- adanya serangan ke arah
ahli bathil dengan berbagai jenisnya seperti ini atau yang mendekati hal tersebut.
Dan telah jelas dan pasti darinya yakni: Abdurrohman Al 'Adany-, dan juga
diketahui dari keadaannya yang tidak punya sikap memerangi ahlul batil. Dan
perkataannya terhadap mereka nyaris tidak ada. Dan dia beralasan saat menghindar
dari mengkritik ahlul batil, dengan beberapa alasan yang lemah, di antaranya adalah:
110
1 Takut kepada aparat keamanan, sebagaimana yang diceritakan oleh Akhuna
Kamal Al 'Adany dan lainnya.
2 Kabar dari akhuna Amin Al Khorify saat berkata,"Wahai Syaikh Abdurrohman,
Abul Hasan ingin membuat makar terhadap dakwah, ingin begini dan begitu.
Kami senang jika anda mau baku bantu dengan Syaikh Yahya =-= - walaupun
dengan satu kalimat saja, atau satu muhadhoroh." Maka dia menjawab,"Wahai
akh Amin, engkau kan tahu bahwa aku ini sakit. Aku tak sanggup berbicara.
Syaikh Yahya itu dijaga Alloh, diberi taufiq dan diluruskan-Nya. Dan beliau
telah mencukupi tanggung jawab kita, walillahil hamd. Karena dia itu tidak
butuh pada ucapanku terhadap Abul Hasan." selesai.
3 Ucapannya juga,"Tidak setiap orang yang berbicara kita harus membantahnya."
Inilah ucapannya pada Zakaria Al Yafi'y pada saat Syaikh Yahya =-= -
memintanya untuk berbicara tentang Koran "Al Balagh" milik Rofidhoh yang
menebarkan berita tentang adanya perselisihan antara Syaikh Yahya dengan
Syaikh Abdurrohman sebelum fitnah.
4 Berita dari Muhammad As Suwary: "Saya diutus Syaikh Yahya untuk
menyampaikan amplop di dalamnya ada risalah untuk Abdurrohman Al 'Adany
pada saat dia mengajarkan kitabul Buyu' dari kitab "Ad Darori" di masjid
Mazro'ah. Maka berangkatlah aku dengan surat tadi hingga tiba di rumah
Abdurrohman, maka kuketuk pintunya. Diapun keluar dan kusalami dia dan
berkata: Ini ada surat dari Syaikh Yahya. Maka aku berjalan bersamanya menuju
dars di masjid Mazro'ah. Maka di pertengahan jalan Abdurrohman membuka
surat tadi dan mulai membacanya. Lalu dia berkata,"Wallohul musta'an."
Kukatakan,"Khoiron!!!" Dia berkata,"Syaikh Yahya memintaku untuk berbicara."
Kutanyakan,"Terhadap Abul Hasan?" Dia menjawab,"Bukan, hanya terhadap Al
Bakry." Maka mulailah dia menyampaikan beberapa udzur, di antaranya adalah:
"Orang-orang akan berkata bahwasanya aku hanyalah berbicara demi membalas
dendam pribadi." Maka kukatakan,"Berangkatlah ke Syaikh dan Anda berdua
bisa saling memahami."
Maka seperti ini menunjukkan apa? Dan kami tidak mendapati pada Abdurrohman
adanya desah pengingkaran terhadap perbuatan para pengikutnya, ataupun baro'ah
syar'iyyah yang menunjukkan lepasnya dia dari tuntutan aib tadi, dan tiadanya
keridhoan dia terhadap perbuatan mereka, bersamaan dengan tuntutan para
masyayikh untuk itu.
Dan bagaimana bisa sempurna sementara dia itu adalah pemimpin dan teladan
mereka dalam bab ini, sebagaimana keadaan sumpahnya. Dan yang memperkuat
kenyataan ini adalah perkara yang telah berlalu penukilannya dari akh Hani' Al 'Adany
Al Kuwaiti saat disebutkan padanya bahwa para pengikutnya mencaci Syaikhuna
111
Yahya dan mentahdzir orang dari Dammaj. Dan dia meminta Abdurrohman untuk
menasihati ikhwah di sekelilingnya karena para muta'ashshibun mencaci Syaikhuna
Yahya dan mentahdzir orang dari Dammaj, seperti Al khodasy dan selainnya. Maka dia
berkata,"Wahai Akh Hani', engkau telah lama pergi dari Yaman, engkau tak tahu apa
kenyataan yang terjadi di Yaman di sekelilingmu. Dan kunasihatkan padamu untuk
tidak berbenturan dengan para ikhwan para pemuda. Engkau diam sajalah. Perkaranya
akan jadi jelas insya Alloh." Selesai.
Bersamaan dengan besarnya kriminalitas Abdurrohman Al 'Adany terhadap
dakwah Salafiyyah dan pusatnya.Tidaklah ucapan Syaikh Yahya =-= - dan para
muridnya +=-= - mencapai kadar ucapan mereka ini. Dan telah diketahui bersama
bahwasanya ucapan Syaikh Yahya dan para muridnya +=-= - terhadap mereka
bersumber dari rel syariat, dengan burhan dan dalil-dalil yang pasti yang memvonis
mereka bahwasanya merekalah yang membikin fitnah dan hizbyyyah, bukan seperti
yang dikoarkan oleh Abdurrohman Al 'Adany dan orang-orang yang berta'ashshub
padanya.
Pasal Kedua:
Penjelasan Tentang Perpanjangan Fitnah Abdurrohman Al 'Adany dan orang-orang
yang berta'ashshub padanya
Alloh berfirman:
!! _%! l. ! _.s .s ! l ..> .!.! .! ! .. _%! lL
'..` .! ! .. ! _>-.
"Sungguh telah mengatakannya orang-orang yang sebelum mereka, maka tidaklah
bermanfaat bagi mereka apa yang mereka kerjakan. Maka kejahatan-kejahatan yang
mereka kerjakan menimpa mereka. Dan orang-orang yang zholim dari kalangan
mereka itu, akan menimpa mereka apa yang mereka kerjakan, dan mereka tidak bisa
lolos darinya." (QS Az Zumar 50-51)
Dan berfirman:
il ! . _%! l. | l! ',>! `> .. .. . s!L
112
"Demikianlah, tidaklah datang seorang rosulpun pada orang-orang yang
sebelum mereka kecuali mereka berkata,"Dia itu adalah tukang sihir atau orang yang
gila." Apakah mereka saling berwasiat dengannya? Bahkan mereka itu adalah kaum
yang melampaui batas." (QS Adz Dzariyyat 52-53)
Dan berfirman:

"Seperti orang-orang yang sebelum kalian, mereka itu dulunya lebih kuat
daripada kalian dan lebih banyak harta dan anak. Lalu mereka telah bersenang-senang
dengan bagian mereka, maka kalian pun bersenang-senang dengan bagian kalian,
sebagaimana mereka telah bersenang-senang dengan bagian mereka, Dan kalian
berbicara seperti orang-orang yang berbicara itu. Mereka itulah orang-orang yang
gugur amalan mereka di dunia dan akhirat, dan mereka itulah orang-orang yang
merugi." (QS At Taubah 69)
Sesungguhnya termasuk dari ciri-ciri yang paling menonjol dari fitnah
Abdurrohman Al 'Adany dan orang-orang yang berta'ashshub padanya, dan pertanda
mereka yang paling terang adalah bahwasanya fitnah mereka yang luas itu polanya
adalah seperti pola pelaku hizbyyyah dan fitnah sebelum mereka. Dan yang demikian
itu adalah bahwasanya ahlut tahazzub dan ahwa melakukan pemberontakan yang
dahsyat terhadap dakwah salafiyyah di Yaman, khususnya pusat ilmu dan dakwah
salafiyyah di Yaman. Dan mereka untuk tujuan tersebut memiliki trik-trik yang telah
disusun rapi . Dan masing-masing mengambil bantuan dari pendahulunya, walaupun
ada sebagian ciri khas yang dengannya mereka menyendiri, meskipun semuanya itu
kembali pada sifat global yang mereka sepakati.
Pemberontakan Ikhwanul muflisin.
Maka yang pertama kali memberontak terhadap dakwah salafiyyah, dan
khususnya markiz ilmu dan sunnah Darul Hadits di Dammaj, mereka adalah Ikhwanul
Muslimun yang menebarkan berita-berita dan kebohongan terhadap Syaikhunal
Imamul Mujaddid Al Wadi'i -= - berusaha untuk menempelkan tuduhan-tuduhan,
menisbatkan keganjilan-keganjilan ucapan kepada beliau secara dusta, usaha untuk
menyembunyikan dakwah beliau dan memperburuk citra beliau dalam rangka untuk
melarikan orang dari beliau, dari dakwah beliau, dan dari markiz beliau.
113
Pemberontakan Sururiyun
Kemudian menyusul mereka anak-anak mereka dari kalangan Sururiyyah dan
Quthbiyyah yang bersembunyi di balik baju salafiyyah dan berlindung di balik
jam'iyyat khoiriyyah yang lahiriyyahnya adalah amal kebajikan, namun batiniyyahnya
adalah penyebaran hizbyyyah, yang disokong oleh tangan-tangan makar dari luar.
Yang terkemuka dari mereka adalah Abdurrohman Abdul Kholiq, dan Abdulloh As
Sabt.
Dan pemberontakan yang mereka lakukan adalah dengan cara menggaet para
penuntut ilmu yang menonjol dari hadapan Syaikhunal Imamul Mujaddid Al Wadi'i
semoga Alloh mengampuni beliau-, dan memalingkan mereka dari kebaikan ini
dengan berbagai penipuan keduniaan, pengobaran kebencian jiwa terhadap Syaikh Al
Wadi'i -= - dan pengelompokan mereka secara rahasia, yang mengharuskan Imamul
Mujaddid Al Wadi'i rohimahulloh untuk berseru tentang hizbyyyah mereka,
bersamaan dengan tersembunyinya hal tersebut, dan kuatnya kerahasiaan mereka.
Dulu beliau berkata tentang hal itu,"Ini adalah hizbyyyah yang terbungkus."
Dan inilah keadaan hizbyyyah pada awal permulaannya yang tidak diketahui kecuali
oleh orang yang punya keahlian dan pandangan tajam. Dan beliau -= - waktu itu
dibantah oleh para da'i Sunnah, tapi beliau tidak berpaling kepada penentangan tadi,
dan tidak lekang di dalam mentahdzir umat dari bahaya pelaku hizbyyyah yang
terbungkus itu tadi, karena beliau itu lebih tahu tentang mereka, karena mereka adalah
dari murid-murid beliau yang memberontak di hadapan beliau.
Dan mereka pada awal gerakan, mereka berupaya keras untuk merusak murid-
murid beliau -= - , dalam keadaan mereka ada di hadapan beliau. Dan mereka
berusaha untuk merubah manhaj yang mereka enyam dari Syaikhuna -= - . Sampai
akhirnya Alloh ta'ala menyenangkan hati beliau dan menjelaskan pada orang-orang
jalan yang diridhoi-Nya, dan manhaj salafi tentang ma'rifatul hizbyyyah, jalan-jalannya
dan pokok-pokoknya yang berupa kedustaan, talbis (kesamaran), penipuan,
pembalikan hakikat, sebagaimana perkataan beliau yang masyhur yang diulang-
ulangnya. Dan dengannya beliau mendidik murid besar dan kecil.
Pemberontakan Abul Hasan Al-Hizby
Kemudian setelah mereka Abul Hasan Al Mishri dengan pemberontakan yang
cukup memakan korban besar, setelah Alloh menentramkan dakwah Salafiyyah di
114
Yaman dari pemberontakan ahlit tahazzub sementara waktu, setelah padamnya fitnah
Sururiyyah dan Quthbiyyah. Dan dulunya Abul Hasan mengawasi urusan ini dengan
hati-hati, dan menunggu-nunggu kebinasaan Ahlussunnah. Dan dia menjadikan
manhaj jarh watta'dil sebagai tangga untuk memukul dakwah Salafiyyah dari pintunya
yang paling luas, dan senjatanya yang paling kuat. Dan dia menebarkan pemikiran-
pemikiran Ikhwanyyyahnya, dan menanti-nanti kesempatan emas untuk itu.
Ketahuilah bahwasanya kesempatan emas itu adalah meninggalnya Al Imamul
Mujaddid Al Wadi'i -= - yang mana Abul Hasan berteriak dengan lantang
sepeninggal beliau,"Telah pergi zaman ketakutan" dengan pongahnya bahwasanya
orang-orang sebelumnya dari kalangan pelaku jam'iyyat itu cuma kardus saja karena
mereka menampakkan keinginan mereka pada zaman Syaikh Muqbil (zaman
ketakutan). Maka mulailah dia berbuih, bergoyang dan melenguh dengan usul-usul
yang rusak, kaidah-kaidah yang murahan dan pemikiran-pemikirannya yang bobrok,
serta dakwahnya yang rugi, dan dia mengira bahwasanya setelah sang singa wafat
tiada lagi singa setelahnya. Padahal itu adalah harapan nihil belaka. Seandainya Muqbil
telah meninggal, Alloh tetap menyisakan seribu Muqbil.
Maka Abul Hasan mengarahkan panah-panahnya ke Darul Hadits markiz Islam
dan sunnah untuk menyudahi dakwah Imam Al Wadi'i -= - , melipat leher dakwah
tersebut dan merubah arah perjalanannya kearah manhajnya yang bersifat Ikhwany
yang luas. Maka dia menimbulkan perpecahan dan kegaduhan, dan menelantarkan
banyak sekali dari thullab yang menonjol.
Maka terjerumuslah mereka itu pada keadaan yang sama sekali tak terduga yaitu
permusuhan, penyelewengan dan penentangan terhadap dakwah Salafiyyah di
pusatnya Darul Hadits di Dammaj, serta condong kepada dunia dengan jauh mengikuti
orang-orang sebelumnya. Dan Syaikhuna Yahya =-= - - adalah orang di Yaman yang
pertama kali mengetahui makar Abul Hasan, dan beliau menghadapi dan
menghadangnya dengan kuat, teguh, dan tekad yang kokoh. Dan beberapa
masyayikh dakwah salafiyyah menentang beliau pada awal kejadian ini.
Dan beliau mengalami kecapekan yang amat sangat pada awal beliau memikul
beban dakwah sepeninggal syaikh beliau Al Imamul Mujaddid Al Wadii -= - ,
sebagaimana telah diketahui juga makar tadi sebelumnya oleh pembawa bendera jarh
wat tadil Al Allamah Al Mujahid Robi bin Hadi Al Madkholi semoga Alloh
115
memperpanjang umur beliau- selama beberapa tahun. Maka manakala dia
mengobarkan pemikiran-pemikirannya beliaupun menghadangnya sebagaimana
ucapan Syaikhuna Yahya -hafizhohulloh- di dalam Ath Thobaqot hal. 26: -beliau
menyebutkan penghadangan ahlul haq terhadap fitnah Abul Hasan-: Ketika Abul
Hasan dihantam oleh singa itu Pembawa bendera pembelaan terhadap manhaj salaf
sholih pada zaman ini Al Allamah yang masyhur, pembuat perbaikan yang besar
Syaikh Robi bin Hadi Al Madkholi semoga Alloh memperbanyak pahala dan
ganjarannya dan seluruh ulama sunnah, dan membalas mereka dengan jannah, dan
tambahan (melihat wajah Alloh)- (selesai).
Dan sungguh Abul Hasan telah mengarahkan pukulan-pukulannya yang beruntun
dan bertubi-tubi sebagai upaya untuk menjatuhkan Darul Hadits di Dammaj manakala
di tengah perjalanannya itu tidak ada yang menjegal alurnya dan menyerang
pemikirannya di Yaman selain Darul Hadits di Dammaj (dan Dammaj itu Dammaj,
dulu maupun sekarang. Dan Darul Hadits ini adalah Yahya, dan Al Amin Darul
Hadits). Maka Abul Hasan mempersiapkan anak buahnya sebagai pasukan untuk
mengobarkan goncangan dan kekacauan, adu domba, pengelompokan, penyebaran
kaset dan selebaran yang sasarannya adalah untuk mencabut kekokohan Darul Hadits
yang megah, dan memadamkan cahayanya. Dan Alloh tidak mau kecuali untuk
menyempurnakan cahayanya.
Maka ketika Syaikh -'= - mengetahui rencana jahat ini , beliau membongkarnya
dan membuka aib pelakunya , yang akhirnya mereka tidak memperoleh tujuannya, dan
hanya menelan kepahitan dan kehinaan , Alloh berfirman :
_> `,>l ..l | .&#!.
Dan tidaklah menimpa makar yang jelek itu kecuali pada pelakunya.
Maka ketika mereka mengetahui bahwa tidak ada jalan terbuka untuk
menghancurkan Darul Hadits - '+-=dari dalam , maka Abul Hasan dan
komplotannya melancarkan serangan berikutnya dengan cara menghubungi para
masyayikh baik lewat telpon atau yang lainnya , dengan menampakkan diri kepada
mereka sebagai salafi , dan terkadang dengan menantang untuk menjadikan hakim
fulan dan fulan atau pendapat fulan dan fulan , terkadang terhadap ulama Yaman , dan
terkadang kepada ulama Madinah ,dan terkadang pula menghubungi ulama Syam ,
dan terkadang dengan mengumpulkan kesalahan-kesalahan yang dibuat-buat untuk
116
disebarkan dilingkungan salafiyyun, yaitu dengan cara memotong- motong kalimat
dan menyambungnya dengan kalimat lain atau dengan cara menempatkan kalam yang
bukan pada tempatnya kemudian diajukan kepada sebagian ulama dalam rangka
menggulingkan Darul Hadits Dammaj dengan cara menjatuhkan syaikh Yahya -'= - .
Dan Abul Hasan menjadikan makarnya sebagai tangga untuk memperluas daerah
fitnah , dengan menyandarkan perkara seseorang , dan apabila terbongkar dia pindah
kepada orang lain , dan mencari-cari kesempatan untuk menyebarkan fitnahnya dan
mengalihkan pandangan manusia dari orang yang telah mengetahui hakikat
perkaranya sejak dini, dan memanfaatkan sebagian keterangan yang di keluarkan oleh
sebagian orang yang masih berbaik sangka kepadanya dan belum mengetahui hakekat
halnya , untuk menyebarkan fitnahnya dan memperkuat diri dalam menghadapi ahlul
haq, dan metode menyebabkan sebagian thullab dan selain mereka terjatuh kedalam
penyelewengan , dan sebab yang paling besar adalah karena rumah tidak didatangi
dari pintu masuknya (maksudnya : mendatangi perkara tidak melewati jalurnya ) dan
tidak membiarkan perkara kepada ahlinya.
Maka tidak beberapa lama kemudian, Alloh membongkar keadaan dia dan
membuka makar-makar dia dan menampakkan bahayanya. Maka Alloh memilah
dakwah salafiyah dan mensucikannya dari kejelekan-kejelekan Abul Hasan, dan
nampaklah pandangan tajam dari pejuang-pejuang medan ini seperti Syaikh Al-
Allamah Al-Mujahid Robi bin Hadi Al-Madkholi =-= - dan Syaikh Al-Allamah Al-
Mujahid Ahmad bin Yahya An-Najmi -= - dan Syaikhna Al-Mujahid Yahya bin Ali
Al-Hajury =-= - sampai Syaikh Abdul Aziz Al-Buro'iy =-= - berkata kepada Abul
Hasan di beberapa bantahan beliau: Benar, sungguh telah tepat firasat Syaikh Yahya
Al-Hajury terhadapmu tatkala beliau berkata: Abul Hasan memiliki manhaj yang
berlawanan dengan dakwah salafiyah. Selesai.
Dan berkata syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobi - - : Kalau
sekiranya dulu kami menolong Syaikh Yahya dari awal perjuangan ini.
PEMBERONTAKAN SHOLEH AL-BAKRY.
Dan di saat ahlus sunnah masih terus mengatasi sisa-sisa fitnah Abul Hasan dan
belum sembuh total dari luka akibat fitnah ini, saat itu pula muncul Sholeh Al-Bakry
mencela dakwah salafiyah dari belakang dan mengerahkan usaha untuk menjatuhkan
ujung tombak markiz salafy ma`had Darul Hadits Dammaj, diwaktu yang sepantasnya
bagi dia untuk mengerahkan segala kemampuannya untuk mendukung dakwah
salafiyah dengan mempertahankan dan membela benteng induknya. Akan tetapi dia
117
justru menampakkan pemberontakannya dengan bersandarkan pada bekal,
perlengkapan dan senjata pemberontak sebelumnya. Maka dia memberontak kepada
Syaikhuna Yahya - -- - yang tidak memiliki bobot sama sekali , hal itu
disebabkan karena:
Tuduhannya terkadang atas kesalahan yang mana Syaikh Yahya telah ruju
darinya.
(1)

Atau sesuatu yang kebenaran pada pihak Syaikh Yahya =-= -
(2)
.
Dan terkadang pada perkara yang lebih utamanya untuk ditinggalkan (bukan karena
salah atau keliru secara syar`i seperti perkataan yang agak kasar dan kotor dalam
menghinakan ahlul bid`ah) karena (hal itu) dipergunakan dan diambil kesempatan oleh
orang-orang yang berniat jahat terhadap Syaikh =-= - yang di dalamnya
menggambarkan sesuatu yang jelek terhadap ahlul haq.
(3)

Dan terkadang dengan perkataan yang dipotong-potong dan menjadikan hal
tersebut sebagai jembatan untuk menghantam Darul Hadits dan menjatuhkannya dan
berusaha keras untuk menghancurkannya, dengan mendorong para penuntut ilmu
untuk keluar darinya, walaupun dengan cara menggantikan kesibukan tholabul ilmu
dengan kesibukan-kesibukan perkara dunia dan meninggalkan menuntut ilmu.
Akibatnya keluarlah sekelompok pelajar asing (luar Yaman) dan mereka kembali ke
negeri kafir, dan sebagian pelajar dalam Yaman yang berakibat sebagian mereka
tertimpa dengan perkara yang merusak agamanya, yaitu dengan menjadikan manhaj
penipuan dengan perhiasan duniawiyah sebagai jalan untuk menarik para penuntut
ilmu.
Maka tampillah Syaikhuna Yahya =-= - menghalau fitnahnya karena beliau
memahami tujuan dan bahaya-bahayanya (terhadap dakwah salafiyah) karena perkara
tersebut adalah fitnah yang bersumber dari pemikiran-pemikiran pengekor Abul Hasan
. Di mana puncak tujuannya sebagaimana halnya dengan tujuan dari fitnah-fitnah
sebelumnya yaitu usaha keras untuk menjatuhkan markiz Darul Hadits Dammaj , dan
Sholeh Al-Bakry dalam perkara ini dibantu oleh pembawa bendera Al-Haddadiyah di
Yaman yaitu Falih Al-Harby sebagaimana yang disifatkan oleh pembawa bendera jarh
wat tadil Al-Allamah Al-Mujahid Robi bin hadi Al-Madkholi =-= - = -- -.
Karena Falih Al-Harby ingin memusnahkan Dakwah Salafiyyah dari pokoknya dengan
perkataan yang lemah dan kosong, dilemparkannya tanpa pertimbangan
118
kesudahannya.
(PEMBERONTAKAN ABDURROHMAN Al-'ADNY)
Maka tatkala berakhir fitnah Sholeh Al-Bakry dan tergagalkan rencana-rencana
busuknya yang mana tidak memiliki pengaruh berat terhadap roda perjalanan dakwah
salafiyah bahkan tidaklah menambahnya kecuali kemurnian, kekokohan dan
kemakmuran. Maka tiba-tiba Abdurrohman Al-Adany menampakkan apa yang selama
ini disembunyikan dan dirahasiakan berupa fitnah dan perpecahan.
Menantikan kesempatan yang cocok dan bangkit dengan giliran yang
diidamkannya sebagaimana pengakuannya sendiri dihadapan para masyaikh di awal
pertemuan dalam pembahasan fitnahnya: Saya tidak menyembunyikan perkara
ini kepada kalian , bahwasanya setelah berakhirnya fitnah Al-Bakry datang
kepada saya beberapa orang dan berkata kepadaku: Telah jatuh Al-Bakry,
maka bangkitlah kamu sekarang! Sebagaimana yang telah dinukilkan oleh
Syaikh kami Yahya, =-= - . Selesai.
Tujuannyapun serupa dengan model sebelumnya dari para pemberontak yang
telah kalian ketahui, yaitu pemberontakan dan menebar fitnah terhadap pusat dakwah
salafiyah dan ilmu Darul Hadits di Dammaj.
Dan tidaklah fitnah dia dan fitnah para pengikutnya lebih kecil dari fitnah
sebelum mereka, bahkan fitnah Abdurrohman dan pengikut-pengikutnya lebih besar
kebohongan dan kedustaannya terhadap dakwah, dari sebagian besar ikhwanul
muslimin dan pengikut-pengikutnya , dan fitnahnya paling besar usahanya untuk
menjatuhkan Darul Hadits dan syaikhnya , mentahdzir darinya ,memboikot para
penuntut ilmu dan menyia-nyiakan mereka. Dan merubah jalan mereka dan mengotori
pemikiran-pemikiran mereka dan menipu mereka, dipenuhi dengan dendam dan
kebencian , peperangan , propaganda mereka, mengadu-domba antar ahlul ilmi ,
kegilaan dan kekotoran lidah-lidah mereka dan banyaknya celaan-celaan mereka
sebagaimana telah lewat di halaman depan, dan tidak perlu diulang kembali.
Dan ketahuilah bahwa yang menjadi tumpuan sandaran dalam fitnah ini juga
sebagian senjata tumpul sebelum mereka,
(1)
yang mengadakan pemberontakan
terhadap da'wah salafiyyah di pusat markaznya dan atas syaikhnya yang menjadi
sasaran utama adalah syaikhuna Yahya =-= - mereka melancarkan tuduhan keji
119
kepada beliau berupa penyimpangan dan keluar dari jalan yang benar dan manhaj
Salaf ,mereka mengeluarkan keputusan-keputusan dan fatwa-fatwa ini dari sebagian
masyaikh yang masih samar baginya perkara mereka,dan yang belum mengetahui
bahaya dari tujuan-tujuan mereka dan apa yang menjadi sasaran mereka terhadap
dirinya dan menjalankan untuk tujuan tersebut dari menghancurkan da'wah Salafiyyah
dengan menjatuhkan pusatnya Darul Hadits di Dammaj, dengan menghidupkan
beberapa permasalahan yang telah terkubur difitnah yang sebelumnya bahkan
memperluas api fitnah, yang mana telah dijelaskan oleh syaikhuna gambaran yang
sebenarnya dan sisi kebatilan yang mereka dengung-dengungkan.
Dan mereka menambah penyandaran kebatilan kepada syaikh kami atas
pendahulu mereka seperti perkataan mereka:
Bahwasanya beliau mencela Rasulullah dan para shohabat beliau dan mereka
menyebarkan isu-isu tersebut kepada seluruh manusia.
Dan bahwasanya beliau menuduh Al-Allamah As-Sa'di dengan pemikiran Ikhwany,
dan pencelaan terhadap Al-Allamah Robi' Al-Madkholi .
Dan bahwasanya syaikhuna mencemarkan kehormatan ulama Sunnah secara
keseluruhan dan mufti Al-Mamlakah Syaikh Abdul Aziz Alu Al-Syaikh.
Dan sungguh beliau telah menyelisihi wasiat Al-Imam Al-Wadi'i dan penentangan
dia terhadap beliau dan merubah metode dakwah beliau dan menuduhnya dengan
kebohongan yang banyak dan pemusatan perkataan mereka atas perkara itu bersumber
kepada siapa siapa yang telah diketahui kebohongannya di sisi kami dari apa apa yang
dituduhkan terhadap syaikhuna.
Dan pengobaran perkara Al-jami'ah Al-islamiyah dan memanfaatkan peluang ini
untuk membela mati-matian atasnya , padahal tidak tersembunyi lagi bagi orang-arang
yang memiliki pandangan yang tajam dan orang-orang yang bersikap adil atas apa
yang terjadi sebenarnya dalam perkara tersebut.
Dan sungguh dia mengusir siapa-siapa yang dikehendakinya dan bagaimanapun
caranya.
Dan bahwasanya dia mengurangi porsi materi pelajaran aqidah.
Dan sesungguhnya dia tukang pengadu domba dan pemutarbalik fakta dan
120
menyeleweng dalam mengkritik.
Dan sungguh dia menghendaki kesewenang-wenangan di dalam berfatwa dan
menginginkan agar menjadi nara sumber utama dalam berfatwa dan menginginkan
agar dia sendirilah yang menggerakkan roda da'wah sesuai dengan pandangan dan
kemauan pribadi.
Dan sungguh dia menempuh jalan Abul Hasan diberbagai perkara seperti kelompok
baroatudzimmah dan memiliki pemikiran ganjil yang berseberangan dengan para
ulama.
Dan menggembosi para penuntut ilmu agar mendiskreditkan para ulama.
Dan sungguh dia menempuh jalan Faleh Al-Harby pemimpin Haddadiah dan
kaidah-kaidah yang batil dan yang lainnya.
TUJUAN UTAMA PARA PEMBERONTAK DARI PERBUATAN TUJUAN UTAMA PARA PEMBERONTAK DARI PERBUATAN TUJUAN UTAMA PARA PEMBERONTAK DARI PERBUATAN TUJUAN UTAMA PARA PEMBERONTAK DARI PERBUATAN- -- -
PERBUATAN YANG TERCELA INI PERBUATAN YANG TERCELA INI PERBUATAN YANG TERCELA INI PERBUATAN YANG TERCELA INI
Dari berbagai tuduhan-tuduhan miring dan kebohongan ini Abdurrohman Al-
Adany dan orang-orang yang senang mengobarkan api fitnahnya dari orang-orang
yang fanatik terhadapnya berhasil mendapatkan sebagian dari tujuan mereka, maka
mereka telah mendapatkan orang-orang yang menyambutnya dengan hangat dan
menjadikan dirinya sebagai pembela terhadap mereka.
Dan contoh yang paling dekat atas perkara tersebut adalah mereka berhasil
menyeret Syaikh 'Ubaid Al-Jabiry-semoga allah memberikan ia taufik- dengan
melontarkan kata-kata pedas terhadap Syaikhuna Yahya dan =-= - sampai
menghukuminya bahwa dia bukan salafy dan dia telah melenceng dari jalan yang
benar , sebagaimana jawaban dia ketika menjawab pertanyaan orang-orang Sudan
yang direkam dengan suaranya , dan didalam perkataanya semoga allah memberikan
dia taufik- dan dia berbicara tentang kalimat :"Ahlussunnah waljamaah adalah
kelompok yang paling dekat dengan kebenaran", "Kalau sekiranya saya menyampaikan
kepada kalian maka saya akan menghukumi diri saya sebagai seorang ahlul bid'ah".
Dan dia menjanjikan pertolongan kepada mereka atas apa yang mereka pandang
sebagaimana dalam akhir perkataannya pada pertemuan di Syihr seperti yang terekam
dikaset "Petikan-petikan dari pertemuan ahlusunnah di Syihr" maka dia berkata:" Inilah
121
yang dimudahkan wahai Syaikh Abdulloh dan saya mengharap kalian dan ikhwan-
ikhwan pengertiannya karena sesungguhnya waktu telah membelenggu semuanya dan
kami dalam persiapan insyaalloh untuk memenuhi undangan kalian jika kalian
mengundang kami terhadap apa yang telah kalian lihat, berupa pertolongan dan apa
yang kalian saksikan dalam bentuk kerjasama di antara kita untuk menolong tauhid
dan sunnah, dan salawat dan salam terhadap nabi kita Muhammad, keluarga dan para
sahabatnya". Selesai.
Dan terkadang mereka memanfaatkan jawaban sebagian ahlul 'ilmi yang mereka
pertanyakan kepadanya dari suatu permasalahan yang keberadaanya seperti yang telah
lewat (kebohongan atau potongan-potongan kata dst). Yang terkadang mereka (para
ulama itu) tidak mengetahui hakikat sebenarnya, seperti yang dilakukan oleh teman-
teman Abul Hasan bersama dengan Faleh Al-Harby dan Ali bin Hasan Al-Halaby dan
As-Sadlan dan sebagaimana yang dilakukan oleh teman-teman Al-Bakry terhadap
Syaikh Al-Fauzan dan selain mereka dari kalangan ahlul 'ilmi, dan seperti inipula apa
yang dilakukan oleh Abdurrohman Al-Adany dan teman-temannya, contohnya
mereka menelpon ke Al-'Allamah Annajmy semoga allah merahmatinya dan kepada
Syaikh Robi' =-= - dan beliau membentak dan menghardik sipenelpon gelap ; dan
menelpon ke Syaikh Al-Bukhory dan penyebutan hal ini telah lewat didalam bab
pengadu dombaan dari halaman-27.
POINT KETIGA: ALWALA WAL BARO YANG SEMPIT POINT KETIGA: ALWALA WAL BARO YANG SEMPIT POINT KETIGA: ALWALA WAL BARO YANG SEMPIT POINT KETIGA: ALWALA WAL BARO YANG SEMPIT
Alloh berfirman:
> ! `` <!. l ,> ` !> < `&! l l !. !. `>|
:.: s i.l` .. `.l N ~`,. `l>` > ,> !.> `,N _$#> ! _.
< .s . s i.l` .> < | .> < ` >lRQ
"Engkau tidak mendapati suatu kaum yang beriman pada Alloh dan Hari Akhir saling
mencintai dengan orang-orang yang menentang Alloh dan Rosul_Nya, meskipun mereka itu
adalah bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, atau saudara mereka atau keluarga mereka.
Mereka itulah yang Alloh tetapkan keimanan di dalam hati-hati mereka, dan Alloh memperkuat
mereka dengan ruh (pertolongan) dari-Nya, dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam Jannah-
Jannah yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya, Alloh ridho pada
122
mereka dan mereka pun ridho pada-Nya. Mereka itulah golongan Alloh. Ketahuilah bahwasanya
golongan Alloh itulah orang-orang yang beruntung." (QS Al Mujadilah 22)
Dan Alloh berfirman:
. < `&! _%! ` .> < ` .l-l
"Dan barangsiapa berwala' (loyalitas) pada Alloh, Rosul-Nya dan orang-orang yang
beriman, maka sesungguhnya golongan Alloh itulah orang-orang yang menang." (QS Al
Ma'idah 56)

Juga Al Imamul Bukhory (16) dan Muslim (63) '+-= - - dari Anas berkata:
Rosululloh - bersabda:
'--` `= .+- -= - . .- ``, .+-- : - ` -=- ` -' -=- .
"Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya itu ada padanya dia akan mendapatkan
manisnya iman: -di antaranya adalah:- Dan dia mencintai seseorang, tidaklah dia mencintainya
kecuali karena Alloh."

Dan telah datang riwayat dari Abu Dawud rohimahulloh (4681) dari Abu
Umamah berkata: Rosululloh bersabda:
- -= .-, - .-, - ==, - --, '--` .--- --.
"Barangsiapa mencintai karena Alloh, membencinya karena Alloh, memberi karena
Alloh, dan mencegah karena Alloh, maka sungguh dia telah mencapai kesempurnaan iman."
Dan telah dishohihkan Al Imamul Albani rohimahulloh di "Ah Shohihah" (380)
dan beliau telah menyebutkan penguat dari hadits Mu'adz bin Jabal rodhiyallohu 'anhu
(1/113) dan beliau menghasankannya, kemudia beliau berkata,"Dan hadits ini dengan
kumpulan dari berbagai jalannya adalah shohih." selesai.
Syaikhul Islam -= - berkata sebagaimana di dalam "Majmu'ul Fatawa" (2/466):
"Maka adapun pemimpin hizby maka sesungguhnya dia adalah pimpinan golongan
yang berkelompok, yakni menjadi komplotan. Maka jika mereka berkumpul di atas
apa-apa yang Alloh dan Rosul-Nya perintahkan tanpa adanya penambahan dan
pengurangan maka mereka adalah orang mukmin, bagi mereka pahala kebaikan
mereka, dan akan menimpa mereka dosa mereka sendiri. Tapi jika mereka telah
menambah dalam perkara ini dan menguranginya seperti fanatik terhadap orang-orang
yang masuk ke dalam kelompok mereka baik kebenaran ataupun kebatilan, dan
berpaling dari orang-orang yang tidak masuk ke dalam kelompoknya, sama saja
mereka di atas kebenaran ataukah diatas kebatilan, maka ini adalah perpecahan yang
123
dicela oleh Alloh ta'ala dan Rosul-Nya, karena Alloh ta'ala dan Rosul-Nya
memerintahkan kepada persatuan dan kasih sayang, dan melarang dari perpecahan
dan perselisihan, dan memerintahkan untuk saling menolong di atas kebaikan dan
taqwa, dan melarang dari baku tolong di atas dosa dan permusuhan." selesai.
Dan Al Imamul Mujaddid Muqbil bin Hadi Al Wadi'i -= - ditanya:
"Bagaimana cara mencegah para pemuda dari hizbyyah yang tidak jelas, di mana
tidaklah melarang dari perkara tersebut kecuali segelintir orang?? Dan bagaimana
diketahui bahwa seseorang itu telah menyelisihi manhaj salaf dalam perkara tersebut?"
Maka beliau menjawab, "Diketahui dengan loyalitas yang sempit. Barangsiapa
bersamanya maka mereka menghormatinya dan menyeru orang-orang untuk
menghadiri ceramahnya dan berkumpul di sekitarnya. Dan barangsiapa tidak bersama
dengan mereka maka dia dianggap sebagai musuh oleh mereka.." ("Tuhfatul Mujib")
Dan sudah dimaklumi bahwasanya tidak ditemukan seorang hizby kecuali asal-
usul kelompoknya dibangun di atas wala' dan baro' yang sempit. Dan Abdurrohman
dan kawan-kawannya telah menempuh cara-cara ini. Di antara bukti-buktinya adalah
perkara yang telah lewat penyebutannya yang disertai dengan buktinya. Maka kami
menyebutkan di sini secara ringkas, di antaranya sebagai berikut:
1 Meninggalkan Ahlussunnah dan memutuskan hubungan dengannya, dan
pengelompokan yang mereka timbulkan di tengah-tengah Ahlussunnah.
2 Pengelompokan yang tersembunyi.
3 Pengadudombaan di antara Ahlussunnah
4 Memerangi kebenaran dan ahlinya dengan beraneka ragam cara seperti
menghasut pemerintah untuk melemparkan mereka ke dalam penjara, dan
menghakiminya serta mengancamnya dengan perantaraan pihak-pihak
keamanan, dan memukul mereka.
(1)

5 Mengambil alih masjid-masjid mereka
6 Menjauhkan manusia dari dakwah mereka.
7 Dan melarang mereka untuk mengadakan kajian-kajian ilmiyah.
8 Dan cercaan-cercaan yang banyak terhadap ahlul haq dengan cara yang tidak
benar.
9 Dan sebaliknya , saling memuji dan mencintai dan berdekatan dengan siapapun
yang bergandengan tangan dengannya selama dia berada di atas apa yang
ditempuhnya dan mengambil pendekatan dari kelompok yang sesat.
10 Pemutusan hubungan dari ahlul haq.
124
11 Fanatik dan penentangan terhadap mereka.
12 Menganggap rendah kedudukan mereka.
Dan di antara bukti-bukti wala dan baro mereka yang sempit adalah:
1 Bahwasanya dulu di antara Abdurrohman Al 'Adany dan Ali Al Hudzaify Al
'Adany ada permusuhan dan percekcokan. Dan dulu Ali Al Hudzaify mencela
Abdurrohman Al 'Adany dan merendahkan kedudukannya, sampai hal tersebut
menyebabkan timbulnya perpecahan dan perselisihan di antara Ali Al Hudzaify
Al 'Adany dengan beberapa penuntut ilmu di Dammaj demi Abdurrohman Al
'Adany, dalam keadaan Abdurrohman Al 'Adany tidak cocok dengan dia, dia
berkata,"Saya tidak senang dengan Ali Al Hudzaify, dan dia tidak cocok dengan
saya." Dan ini sebelum terjadinya fitnah. Maka tatkala Abdurrohman Al 'Adany
memulai fitnahnya maka bergabunglah bersama Ali Al Hudzaify dan mereka
saling berdekatan. Dan dulu Al Akh Zakariya Al Yafi'y
menghujahi(membantah) Abu Ishaq Al Yafi'y, salah seorang dari orang yang
fanatik kepada Abdurrohman Al 'Adany, dan seorang lainnya, dengan perkara
tersebut, maka dia menngungkapkan kembali perkara tersebut kepada
keduanya. Maka keduanya mengingkari Abdurrohman dikarenakan Ali Al
Hudzaify telah terkenal bermusuhan dengan Abdurrohman Al 'Adany dan
pelecehan kepada ulama Yaman. Maka keduanya langsung menelpon
Abdurrohman, maka Abdurrohman Al 'Adany mengingkari adanya kedekatan
di antara dia dengan Ali Al Hudzaify Al 'Adany. Namun beberapa hari
kemudian didapati Abdurrohman Al 'Adany dan Ali Al Hudzaify
bergandengan tangan mengisi ceramah dan mereka saling memuji di antara
keduanya dengan pujian yang semerbak yang tidak seperti biasanya. Maka Al
Akh Zakariya Al Yafi'y menyebutkan hal tersebut kepada Abi Ishaq dan orang-
yang bersamanya maka keduanya menelepon Abdurrohman Al 'Adany dan
menanyakan perkara tersebut kepadanya maka dia (Abdurrohman)
berkata,"Benar dan sungguh kami telah berdamai."
2 Dan Syaikh Ahmad bin Ustman =-= - adalah seorang yang terhomat dan
ucapannya mendapat sambutan baik dari ummat dan beliau termasuk salah
seorang murid senior Syaikh Muqbil -= - dan beliau telah menegakkan
dakwah yang semarak di kota 'Adn , maka ketika `Arofat bin Hasan Al-Bushoiry
Al-Mahmady dan dia adalah salah seorang dari pentolan muta`ashibin
Abdurrohman- meminta kepada beliau agar Syaikh Ubaid Al-Jabiry waffaqolloh
ingin berkhutbah di masjidnya, maka beliau enggan menerimanya, karena dia
125
melihat ada kemaslahatan (pada penolakannya tersebut) dan supaya tidak
menimbulkan fitnah di masjidnya , maka setelah itu merekapun dengan
serentak sepakat untuk melarangnya mengisi muhadhoroh (ta'lim) di semua
masjid (diwilayah 'Adn) dengan kesepakatan para pembesar mereka
sebagaimana yang dikatakan oleh Abdurrohman Badih -dan dia adalah salah
seorang muta'shib (fanatik)- dalam percakapan lewat telepon antara dia dengan
al-akh Mansur Al-Adany dan mereka mengancam sebagian Imam-imam masjid
dengan sebuah ancaman dan pemboikotan jika membolehkan Syaikh Abdulloh
bin Utsman untuk mengisi muhadhoroh di sana sebagaimana hal ini diceritakan
oleh beliau sendiri.
3 Dan telah disebutkan oleh Al-Akh Kholil At-Ta'izy bahwasanya beliau telah
datang ke ''Adn dan mengisi muhadhoroh di masjid Ash-Shahabah dengan
permintaan imam masjid tersebut yaitu Syafiq maka tatkala al-akh Kholil berdiri
untuk berbicara tiba-tiba berdirilah Abdurrohman Al-Adany keluar dari masjid
dengan memberi isyarat kepada orang-orang yang di masjid untuk keluar, maka
mereka pun keluar sampai tidak tersisa seorangpun dalam masjid itu kecuali
sedikit.
4 Dan telah datang rombongan dari penduduk Yafi' dari Wadi Hatib ke Fuyusy
kemudian Anis Al-Yafi'y - seorang yang muta'shib - berkata kepada mereka,
kenapa kalian datang wahai ash-shabul Hajury kami tidak akan menerima
kalian di sini.
5 Telah berkata Abdulloh Al-Jahdary, telah mengabarkan kepada kami Ali bin
Salim bahwasanya beliau di awal fitnah datang di muhadhorohnya syaikh Jamil
beserta sebagian thulabul ilmi dari Dammaj , kemudian datanglah pengikut
Abdurrohman Al-Adany kemudian mereka mengingkari kedatangan Ali kepada
mereka sembari berkata: Kenapa kalian datang ke muhadhoroh ini, sedangkan
mereka telah datang dari pangkuan Al-Hajury.
6 Dan Mukhtar Adz-Dzamary Al-Adany yang dulu dia telah membeli tanah
kemudian setelah menyebarnya malzamah yang berisikan nasehat syaikh Yahya
kepada Abdurrohman Al-Adany agar diberhentikan pendataan (pendaftaran)
kemudian pengikut Abdurrohman Al-Adany mengembalikan harta tersebut
kepadanya, kemudian mereka menarik kembali tanah tersebut.
7 Demikian pula apa yang mereka melakukan terhadap Roo'iq Abdul Hakim Al-
Adany (salah seorang pengkapling tanah).
126
8 Demikian pula yang mereka lakukan terhadap Husain Al-Kur Al-'Adany (dulu
dia membeli tanah kemudian tatkala dia mendengar nasihat syaikh Yahya, dia
langsung menjual tanahnya , kemudian datanglah kepadanya pengikut
Abdurrohman dengan membawa uang yang dia bayarkan untuk membeli tanah
tersebut. Maka tatkala dia mengabarkan kepada mereka bahwasanya dia telah
menjual tanah tersebut maka merekapun meminta padanya agar dibatalkan jual
beli yang pertama untuk mengembalikan tanah tersebut pada mereka.
9 Telah berkata Al-Akh Abu Abdillah Muhammad bin Mahdiy Al-Qobbasy =-=
- dan di antara bukti tersebut adalah kami melihat salah seorang dari mereka
penduduk desa Roudhoh yang berloyalitas sempit, hal itu terbukti apabila
datang salah seorang dari kalangan mereka, mereka mengumumkan padanya
muhadhoroh kemudian mereka berkumpul di sekelilingnya dan mengadakan
muhadhoroh untuknya dan menyiapkan makanan untuknya dan mereka
menjalankan mobil kesana kemari, dan jika yang datang adalah salah seorang
dari Dammaj mereka tidak melakukan seperti itu sedikit pun, dan sungguh saya
telah mengalami kejadian seperti itu berkali-kali, dan tatkala Syaikh Jamil
datang mereka enggan untuk hadir di muhadhorohnya , dan yang terakhir
tatkala salah seorang dari temannya Abdurrohman Al-'Adany sekonyong-
konyong mobil-mobil berdatangan dari mana-mana, dan pada waktu yang sama
di sana ada syaikh Abdul Hamid Al-Hajury merekapun juga tidak mau
menghadirinya dan padahal dia datang ke tempat mereka, bersamaan dengan
itu merekapun tidak menghadirinya dan tidak pula menjamunya dan
menemuinya.
Dan ini semua adalah kutipan bentuk al-wala' wal baro' yang sempit yang
diperbuat oleh Abdurrohman Al-Adany dan pengikutnya, dan yang semisal
itu sangatlah banyak.
Dan kami akan menyebutkan di sini beberapa cuplikan dari sikap-sikap
khusus yang nampak jelas dari al-wala' wal baro' hizby yang sempit sebagai
tambahan atas apa yang telah lalu (penjelasannya). Dan di antaranya:
Bahwasanya Abdurrohman dan saudaranya Abdulloh Al-Mar'i sejak dahulu
mereka tidak merasa ridho terhadap para masyaikh Yaman, telah berkata Al-Akh Sa'id
bin Da'as Al-Yafi'y : Telah berselisih Ahmad Misybah dan Wail Al-Adany terhadap
syaikh Muhammad Al-Imam dan syaikh Abdulloh bin Utsman Adz-Dzamari dan
Syaikh Abdul 'Aziz Al-Buro'iy , maka berkata Wail: "Mereka itu sekedar masyaikh dan
127
bukan ulama", kemudian Ahmad Misybahpun membantahnya dan berkata kepadanya:
"Mereka itu adalah ulama'". Maka pergilah Ahmad Misybah kepada Al-'Adany dalam
rangka memberikan hukum masalah ini dan bertanya kepada Abdurrohman tentang
hal itu, berkata Abdurrohman Al-Adany: "Mereka itu adalah cuma para da'i dan
masyayikh kita tidak mengatakan bahwa mereka adalah ulama'".
Dan yang menjadi penguat alasan di atas adalah : bahwasanya Abdurrohman
Al-Adany tidak menoleh kepada mereka dan tidak pula bermusyawarah dengan
mereka dalam membangun markaznya, dikarenakan mereka (para masyaikh) menurut
pandangannya adalah orang-orang kecil (ulama' shighar) sehingga dia tidak merasa
butuh kepada mereka sebagaimana dia telah tuangkan dengan terang-terangan pada
lembaran-lembaran yang berisikan bantahan terhadap tulisan syaikhuna Yahya Al-
Hajury, yang dikirimkan untuknya dalam rangka untuk menjelaskan perkara-perkara
yang menyelisihi (syari'at) yang ada dalam pendataan tersebut. Dan apa-apa yang
menjurus kepada pertengkaran, yang mana perkara yang berat seperti itu dikembalikan
kepada siapa yang telah kalian ketahui dari kalangan ulama' Ahlussunnah, Dia berkata:
Ketahuilah bahwasanya kami telah memusyawarahkan permasalahan tersebut pada
sebagian pembesar-pembesar ahlul ilmi (Kibaarul Ulama) sebelum memulainya
(membangun ma`had).
Seruan untuk kembali kepada Kibar Ulama, yang merupakan tujuan untuk
meruntuhkan Ulama Ahlus Sunnah yang berada di Yaman yang digembar-gemborkan
oleh Abdurrohman dan saudaranya Abdulloh Al-Mar'ian dan orang-orang yang
bersama mereka berdua.
Di antaranya:
1 Bahwasanya Abdulloh Bin Mar'i berkata dalam kitabnya (Al-Mi'yar); dia telah
memberi judul suatu bab dengan tema " Barokah bersama petuah-petuah
kalian", dia berkata: "Sesuai dengan pembahasan yang telah lewat, kami
mengetahui bahwa sembuhnya suatu penyakit , obat yang mujarab ,teredamnya
fitnah ,dan tersingkirnya ujian, semua itu berada ditangan Al-Aimah Al-A'lam
Ar-Robaniyin (Ulama-ulama Kibar), yang ilmunya mendalam, jujur, yang
terkemuka, lahiriah ataupun ma'nawiah.
Dan Abdurrohman tidak memenuhi permintaan para masyayikh pada awal
pertemuan yang diselenggarakan di Dammaj sebelum keluarnya dari Dammaj
agar dia memberhentikan pendataan tersebut, dan memberikan alasan(meminta
maaf) dari perkara yang menimbulkan fitnah atau kegoncangan di Daarul
128
Hadits (pusat da'wah salafiah di Dammaj), akan tetapi dia terus melanjutkan
dalam fitnah dan kecongkakannya dan bahkan dia tidak perduli terhadap apa-
apa yang diketahui oleh para Masyayikh, dan mereka mengetahui pada
Abdurrohman akan timbul darinya akibat-akibat yang jelek, dan kejahatan yang
membengkak, kemudian pengikut-pengikut Abdurrohman tidak ridho terhadap
hal itu, maka jadilah mereka mencela dan mencaci maki para Masyayikh.
DI ANTARA UCAPAN-UCAPAN MEREKA TENTANG HAL ITU YANG MENUNJUKKAN
ATAS KESEPAKATAN MEREKA UNTUK MENDISKREDITKAN PARA MASYAYIKH
YAMAN.
2 Telah berkata Muhammad Al-Katsiri:"Telah berkata kepadaku Abdulloh Al-
Mar'i berkaitan dengan Syaikh AbdilAziz Al-Buro'iy dan Utsman As-Salimi di
kemah Ibnu Suhail pada musim haji tahun 1426 H, dengan suara yang rendah:
problemnya bahwasanya mereka menganggap diri-diri mereka itu (berbobot)
padahal; mereka itu tidak ada apa-apanya, atau yang semakna dengan ini.
3 Tatkala Abdurrohman keluar dari Dammaj dia duduk sejenak bersama pengurus
masjid As-Salam di 'Adn, dan itu terjadi bertepatan denga hari Iedul Fitri. Dan
Abdurrohman Al-Adany berkata di Majelis ini: "Berpegang teguhlah kalian
dengan pemuka-pemuka (ulama), dan berpegang teguhlah kalian dengan orang
yang telah beruban jenggotnya". Selesai sebagaimana hal ini dinukil dari kaset
rekaman dengan suaranya sendiri.
4 Kemudian datanglah beberapa penasehatnya dari pengikut-pengikutnya mereka
memberikan dorongan kepadanya agar bergerak menuju Masyayikh
sebagaimana hal ini telah disebutkan oleh Abdul Hakim Ar-Roimi dari Yahya
Asy-Syabwi, yang termasuk orang dekatnya Abdurrohman Al-Adany
bahwasanya ia berkata: " Bahwasanya beberapa orang telah pergi ke
Abdurrohman Al-Adany setelah keluarnya dia dari Dammaj dan munculnya
perkataan Syaikh (Yahya) padanya, mereka katakan padanya: "Al-Hajury
mencelamu dan adapun Masyayikh diam, maka jika engkau diam dan tidak
bergerak, maka kamu akan habis dan akan jatuh". selesai.
Maka diapun menyingsingkan lengan baju bersemangat menampilkan posisi
sebagai orang yang terdholimi, dan memelas mengharap agar mereka
bergabung di barisannya. Ketika dia berhasil mendapatkan apa yang dia
inginkan dari para Masyayikh yang berupa kunjungan-kunjungan dan pujian-
pujian dengan sangkaan bahwasanya dia dan pengikut-pengikutnya dan para
Masyayikh berada di satu jalan, sedangkan Syaikh Yahya berada di jalan yang
lain sendirian, maka diapun dan pengikut-pengikutnya mengumumkan
bahwasanya para Masyayikh bersama mereka, agar mereka memiliki kekuatan
129
dengan itu. Dan akhir-akhir ini dia tidak mendapatkan dari sebagian mereka
maksud yang sempurna sebagaiman dia mendapatkannya dari yang lainya, dan
dia merasa di antara mereka akan memiliki sikap keras kepadanya ,dengan
sebab perkara baru yang jelek yang mereka perbuat maka mulailah dia dan para
pengikutnya mendiskreditkan mereka dan mempersiapkan diri untuk
membantah mereka setelah mereka merasa berhasil menggaet sebagian dari para
masyaayikh.
5. Sesungguhnya dia dalam sebuah muhadhorohnya di Mudiyah dan Laudar
Abdurrohman Al-Adany ditanya: " Siapa yang akan menjadi rujukan di
kalangan Ahlul Ilmi ??", dia menyatakan dalam jawabannya: "Beberapa Ulama
Najd dan Hijaz" dan tidak menyebut satupun dari Ulama Yaman, sebagaiman
telah lalu menukilkan hal ini oleh Abdurrohman An-Nakho'i ro'ahullah-.
6. Pada bulan sya'ban pada tahun 1429 H Abdurrohman Al-Adany menampakkan
kejelekan yang ada pada dirinya kepada saudara Hany Al-Quwaity Al-Adany
,Abil Jarraoh dan akh yang lain bersamanya dan ini konteksnya (berkata akh
Hany):" Kami pergi ke syaikh Abdurrohman Al-Adany maka saya
menganjurkan dia agar menasehati ikhwan yang di sekitarnya dikarenakan
mereka mutaashib yang dengan sebab itu mereka mencela Syaikh Yahya dan
mentahdzir Dammaj , maka dia berkata: Akh Hany kamu telah lama pergi dari
Yaman, yang panjang dan kamu tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi
di sekelilingmu maka saya nasehatkan kamu jangan berpecah belah terutama
dengan para syabab biarlah kamu diam terhadap perkara perkara yang
insyaAllah akan jelas adapun saya maka para masyaikh kibar yang dalam
ilmunya menjadikan hizbyyyah jauh dari saya (mereka tidak menganggap saya
hizby) seperti Syaikh Robi' dan Syaikh Ubaid Al-jabiry dan Syaikh Wushoby
adapun penjelasan yang sudah ditunggu-tunggu oleh para syabab akan terbit
dan saya tidak terbetik untuk menerima penjelasan-penjelasan pemuda yang
kanak-kanak, yang mana mereka menghina ikhwan-ikhwan dalam fitnah Abul
Hasan yakni mereka itu setiap hari menurnkan malzamah , Dan menjelek-
jelekkan ikhwan-ikhwannya adapun saya tidak menganggap penjelasan mereka
dan tidak menunggu dari mereka berupa penjelasan dan yang lain dan kami
bersama para masyaikh kibar yang dalam ilmunya. Yang mana mereka tidak
menganggap saya hizby yang dengan itu fitnah akan usai. Selesai.
130
Dan bandingkanlah perkataan Abdurrohman dan saudaranya Abdulloh bin
Mar'i sebelumnya: "Adapun Syaikh Imam dan Syaikh Al-Buro'iy maka keduanya
goncang dalam fitnah Abul Hasan." Yang menjadi saksi atas perkataan ini Abul
Abbas Asy-Syihry.
7- Berkata Abdulloh bin Mar'i,"Akan terjadi fitnah di kalangan para masyaikh
maka hendaklah kalian bersama ulama yang ada di mamlakah su'udiyah".
Dinukilkan oleh Akh Muhammad Al-Katsiry
5 Dan semua teman-teman Abdurrohman seperti Hani Buraoik dan Ali Al-
Hudzaify dan Muhammad bin Gholib dan 'Arofat Al-Basiry maka amalan
mereka terhadap ulama Yaman seperti menyebarkan kabar-kabar yang keliru
atau mencegah para syabab untuk tidak belajar bersama mereka dan ini sangat
Nampak dan jelas.
6 Dan berkata Salim Bamuhriz akh Ahmad Baguts dan Kholid bakhorisoh dan
Abu Hammad Nabil Musayyid bahwa pada masyaikh Yaman mereka tidak
pingin ingin mendirikan markis dari segala penjuru
7 Berkata Yasin Al'adany para masyaikh mereka tak bisa membedakan yang
mana haq dan bathil didalam perselisihan ini mereka tidak mempunya hak
untuk mendapati minyak tanah di dengar oleh Abdurrohman Asy-Syaibany.
8 . Kata Al-Akh Abu Abdillah Aidarus bin Nashir Ar-Ridfany di dalam surat
edarannya yang berjudul Bidayatul Inhirof, katanya: Para ulama telah
mengadakan ijtima' di Dammaj pada tanggal 13 Jumadal Akhir 1427H, mereka
berkata: Dengan dihentikannya tasjil (pendaftaran atau pendataan) di markaz
Fuyusy. Apakah dengan fatwa para ulama tersebut Abdulloh bin Salim sebagai
pengurus di Ridfan bisa menjalankan fatwa tersebut atau tidak? Dan apakah dia
akan mengembalikan uang yang telah dibayarkan untuk pemiliknya di Ridfany
kepada pemiliknya atau tidak? Perwakilan kami Abdulloh, dia mewakilkan
pendataan kepada saudaranya yang bernama Muadz. Pendaftaran kami
berlangsung pada bulan Jumada, sedangkan uang dipegang oleh Muadz. Pada
akhir bulan Syaban Muadz menginginkan uang tersebut diserahkan ke Al-
Haddy sebagai penanggung jawab areal tanah. Saya menasehati Muadz bahwa
tindakan ini menyelisihi fatwa ulama, akan tetapi dia tidak meresponi nasehat
saya karena dia cuma menjalankan tugas saja. Maka saya katakan kepada dia:
131
Apakah kamu punya fatwa para ulama dalam hal ini? Dia menjawab: Tidak
ada. Saya katakan kepada dia: Apa yang dikatakan Abdurrohman adany?
Dia menjawab: Saya telah telpon Syaikh Abdurrohman adany, kata dia:
Beritanya ada pada Abdulloh bin Salim. Tapi Abdulloh bin Salim berkata:
Beritanya ada pada Muhammad bin Abdul Qowi. Sungguh menakjubkan,apa-
apaan ini, pelemparan dari fulan ke fulan. Tapi kamu jangan terburu-buru dulu
karena kamu sebentar lagi akan mengetahuinya. Kemudian saya telepon
Abdurrouf Ar-Ridfanyi, setelah perbincangan tersebut dia berkata:
Keterangan-keterangan para ulama ada pada Muhammad bin Abdul Qowi dan
saya tidak mengetahui siapa Muhammad itu, akan tetapi ketika saya melihat
lemparan yang ditujukan ke dia dan dia mempunyai keterangan-keterangan
para ulama, langsung saja saya ambil nomor telponnya, lalu saya telpon dia,
akan tetapi saya tidak mendapatkannya. Setelah itu saya menelpon Syaikh Al-
Imam, saya katakan pada dia: Wahai Syaikh, kami telah mendaftar setelah dua
bulan yang lalu. Tetapi uang yang tersisa sampai sekarang pada Abdulloh,
sedangkan tanah kami dialokasi. Apakah kami harus membayarkan uangnya?
Berkata Syaikh: Kami telah melakukan ijtima di Dammaj dan Abdurrohman
mengabarkan kepada kami bahwasanya tasjil (pendaftaran) akan dihentikan dan
uang yang dikasih ada di tangan ikhwan akan kembali ke pemiliknya, maka
kalian jangan bayarkan dan kembalikan kepada ikhwan-lkhwan.Kemudian saya
mengabarkan permasalahan ini kepada wakil penanggung jawab kami dan
Abdurro'uf. Tetapi mereka tetap pada pendiriannya dan tidak menggubrisnya.
Setelah itu saya telah telpon ke Muhammad bin Abdul Qowi Al-Qoirohy yang
ada di Ma'bar. Dia telah mengetahui terlebih dahulu keterangan-keterangan para
ulama. Lalu dia berkata: "Kalian ambil uangnya untuk Al-Haddi dan kalian
adakan ijtima' secara diam-diam, sedangkan kami sudah melakukan ijtima' di
Ma'bar secara diam-diam. Kami telah menelpon ikhwan yang ada di Yafi', kami
katakan kepada mereka: "Ijtima'lah kalian secara diam-diam." Dan kalian juga
rapatlah secara diam-diam." Dia mempersoalkan Syaikh Yahya, katanya: "Al-
Hajury bertolak belakang dengan markaz, sedangkan markaz tetap akan
didirikan." Beberapa selang kemudian saya ditelpon oleh Abdurro'uf, dia
mengabari kami kalau dia sudah menelpon Syaikh Al-Imam dan Syaikh Al-
Buro'iy. Keduanya berkata: "Kalian jangan beli dan kembalikan uangnya kepada
ikhwan-ikhwan." Tapi mereka tidak menggubris dan bersikeras menyelisinya.
132
Hal ini dikarenakan Abdurro'uf maftun (terfitnah) sedangkan Mu'adz cuma
mengerjakan saja, yang mana Abdulloh yang memerintahkan. Dan dia adalah
provokator fitnah di Ridfan. Inilah kisah yang terjadi , jika permasalahannya saja
sudah menyelisihi para ulama sejak awal pembangunan dengan cara sembunyi-
sembunyi, menyelisihi kebenaran disertai penipuan, bagaimana akhirnya
nanti?"
9 Ucapan Hani bin Buraik ketika berusaha merayu Syaikh Robi` =-= - sampai
menangis-nangis dihadapannya : Tamparlah mereka (ulama Yaman) karena
mereka suka melipat-lipat manhaj. Menyaksikan atas hal ini al akh Abu
`Abdulloh Al-Baidhoni =-= - dan saudaranya Abu Hammam Al-Baidhoni.
10 Dan telah berkumpul Abu Bilal Murtadho Al adany dan Abduh Husain dengan
Hani Buraik maka dia menyebutkan perkataan Syaikh Al- Washoby dan Syaikh
Al-Iman dan Syaikh Al-Buro`i tidak sesuai dengan maksud mereka , maka Akh
Murtadho menegurnya dan membatahnya sembari memberitahu yang benar
kepadanya , maka Hani mengomentari para masyayikh : Mereka itu para
pendusta inginnya kita berselisih sementara mereka enak-enak duduk diatas
kursi . ini kabar dari Akh Murtadho sendiri.
11 Berkata Akrom Arob berkata,Tidak didapati ulama di Yaman yang pantas
menjadi rujukan selain Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi. Ini
persaksian Jamal Ghushn dari Muhammad Ash Shonani.
12 Berkata Sholah Yafi`i : Al-Buro`I dan Imam tidak bisa jadi sandaran dalam
masalah fitnah.bersaksi atas hal ini Tsabit bi Abd As-Syamusyi .
13 Berkata akh Abdurrohman Al- Ja`ri -'= - dari Ali Hudhaifi dia berkata : Sampai
kapan kita terus- menerus pergi ke Ulama kenapa bukan kita yang jadi ulama.
14 Berkata Yasiin At Tahami Adholi`i dan salah satu fanatis Abdurrohman-
kepada Abdul Alim As Sulwi =-= - : kita mengikuti para masyayikh selama
mereka tidak menghizbykan Abdurrohman kalau mereka menghizbykannya
kita tidak akan bersama mereka , kita lihat dulu perkataan mereka , kami tidak
bersama orang yang paling banyak ilmunya , kalau kita mengambil ucapan
Syaikh Al-Imam kalau dia berbicara tentu kita akan ambil perkataan Syaikh
Yahya karena dia lebih pandai. Dan dia juga mengatakan : Dammaj telah
133
berubah.
PERKARA KEEMPAT
Penyelisihan Abdurrohman Terhadap Ketetapan-Ketetapan Manhaj Salaf Dan
Perobahan Laju Dakwah Salafiyyah.
Sesungguhnya perkara yang sangat besar terjatuhnya seseorang kedalam
hizbyyah adalah menyelisihi manhaj salafi dan merubah laju dakwah yang shohih yang
tersusun rapi dengan kitab dan sunnah sesuai dengan pemahaman salafus sholeh ,
penyelisihan itu dalam rangka menolong , membela dan melindungi kebatilan dan para
pelaku kebatilan , seperti apa yang dilakukan oleh ikhwanul muslimin dan anak
didiknya dengan kaidah mereka :(al muazanah : penyebutan kebaikan dan kejelekan
ketika menjarah ahlil bathil),(al-ma`dziroh dan ta`awun : memberi udzur dalam
kesalahan dan tolong menolong dalam kecocokan), (tatsabbut muhdats : pengecekan
berita model baru ) dan lain-lainnya yang mereka jadikan sebagai tameng dan
pembelaan terhadap kebatilan dan pelakunya.
Alloh berfirman :
) '' - '- ' '- .- -' .- +' = - ' - +' ( [-'/21]
Ataukah mereka memiliki sekutu yang membuat syareat bagi mereka yang tidak Alloh
idzinkan bagi mereka ??
Dan firmanNya :
) -` '''-= - -= ' '' -= --= .- ' ' ( ['--'/82].
Kalau sesuatu itu datang dari selain Alloh niscaya mereka dapat perselisihan yang
banyak didalamnya.
Berkata Abul Qoosim Al Asbahany -= - : Dan sebab ittifaqnya(persatuan)
ahlulhadist dikarenakan mereka mengambil dien ini dari kitab dan sunnah , yang
dengan itu timbul dari diri mereka persatuan dan saling berlemah-lembut. Berbeda
dengan ahlul bid'ah ,mereka menjadikan dien ini semata-mata dari perkataan-
perkataan dan akal-akal orang yang bukan sebagai dalil, maka timbul dari mereka
pecah belah dan perselisihan.
Berkata Al Imam Asyathiby -= - : Sesungguhnya lafazh yang digunakan
134
ahlul hawa dan ungkapan-ungkapan yang digunakan ahlul bid'ah, hakekatnya
digunakan untuk orang-orang yang melaksanakan bid'ah mereka dan dipampangkan
didalamnya hanyalah hawa nafsu dengan istinbath dan menolong hawa nafsu mereka
dan mencari-cari dalil untuk membenarkan bid'ah mereka, sebagaimana yang mereka
duga . (Al I'tishom 162)
Dan sungguh hizby baru ini telah menempuh jalan sebagaimana telah
ditempuh oleh salaf mereka dari kalangan hizbyyah dalam menyelisihi
pokok-pokok salaf dan berjalan diatas kaidah-kaidah ahlul bid'ah yang
awal mula-mula telah dibuat yaitu :
(1) Sesungguhnya sebagian masalah kontemporer tidak disyaratkan ada
salafnya.
Mahir bin Ali Ash-Shobaahi telah menuliskan kepada kami pada tanggal 28
Ramdhan 1429 yang di isinya :
"Segala puji bagi bagi Allah dan shalawat dan salam kepada Rasulullah keluarganya
dan para shahabatnya dan orang-orang yang berloyalitas kepadanya sampai hari
kiamat. Kemudian dari pada itu, maka sungguh saya telah bertanya kepada syaikh
Yahya =-= - perkiraan setelah tiga tahun yang lampau yaitu apakah dipersyaratkan
disetiap permasalahan ada salafnya? Beliau menjawab: Setiap masalah ada salafnya.
Kemudian saya pergi umroh pada bulan Sya'ban dan kami menghadiri pelajaran yang
dibuka oleh syaikh Rabi' =-= - dan saya bertanya seperti pertanyaan yang tadi maka
beliau menjawab: Ya, harus setiap permasalahan ada salafnya dan beliau menyebutkan
perkara-perkara yang intinya bahwa dalam masalah-masalah harus rujuk dengan salaf ,
dikarenakan merekalah yang membawa dan mengemban agama ini yang mana mereka
mengambil agama ini dengan teguh dan langsung dari nabi, dan mereka
mempraktekkan ilmu mereka dengan adanya nabi dan persetujuannya maka atas dasar
itu mereka adalah salaf, dari merekalah harus diambil ilmu, dan karena dari sinilah
ahlu bid'ah dan ahlu ahwa' memiliki pintu masuk ke dalamnya dan beliau
menyebutkan perkataan yang panjang khusus dalam perkara ini, kemudian beberapa
bulan setelah itu aku bertanya kepada Abdurrohman Al- adany dengan soal yang
sama , maka dia menjawab : sesungguhnya ada sebagian permasalahan
kontemporer yang tidak disyaratkan ada salafnya, beberapa bulan setelah itu
saya bertanya kepada syaikh Abdul Aziz Al-Buro`i kemudian saya bertanya dengan
dengan pertanyaan yang sama: dia pun menjawab: "Iya, harus ada salafnya, kemudian
135
saya bertanya dengan dengan pertanyaan lain, yang konteksnya apa hukum yang
berkata: Sesungguhnya sebagian perkara kontemporer tidak disyaratkan ada salafnya,
maka Beliau berkata: "Sungguh dia telah menghukumi dirinya di atas kesesatan". Ini
yang ada sama saya. Segala puji bagi Allah.
Faedah: Berkata Imam Ahmad: "Jika kamu mampu tidak menggaruk kepala
kecuali dengan atsar maka lakukanlah", dan berkata Al-Maimuny: Berkata kepadaku
Imam Ahmad: "Wahai Abul Hasan hati-hati kamu berkata dalam sautu masalah
dalam keadaan kamu tidak mempunyai imam dalam masalah tersebut" (Siyar alam
nubala: 11/296).
Dan kaidah ini membuka pintu bid`ah bagi orang sesat dan yang
mempunyai pikiran yang menyimpang sebagai perantara untuk
menghancurkan kesungguhan usaha ahlussunnah dalam mengingkari
perkara-perkara bid`ah di zaman ini, dan kaidah ini merupakan pemisah
sebagian permasalahan hukum syariat dari pemahaman salaf sebagaimana
arahan kaidah sururiyah dengan slogannya : Aqidah kita salafiyah
arahan kita modernisasi .
2. Membatasi rujukan hanya kepada ulama kibar, baik secara indrawi ataupun
maknawi.
1- Berkata Abdulloh Al-Mar'i dalam Kitab "Mi'yarul Ilmi wad Dien" (hal.39) :Maka
sungguh saya menasehati kalian dengan terus menerus tenang dan menjauhi keinginan
untuk dihormati dalam fitnah dan saya nasehatkan untuk menunggu perkataannya
ulama kibar ., dan juga berkata: Akan terjadi fitnah di antara masyaikh maka
hendaklah kalian bersama ulama Su'udi (dinukilkan oleh Al-Akh Muhammad Al-
Katsiri.
2.- Berkata Abdurrohman Al-Adany kepada akh Hani' Abi Jarah = =- - : "Adapun saya
maka para masyaikh kibar yang dalam ilmunya menjadikan hizbyyyah jauh dari saya
(mereka tidak menganggap sya hizby) seperti Syaikh Robi' dan Syaikh Ubaid Al-jabiry
dan Syaikh Wushoby adapun penjelasan yang sudah ditunggu-tunggu oleh para
syabab akan terbit dan saya tidak terbetik untuk menerima penjelasan-penjelasan anak
muda yang kanak-kanak, yang mana mereka menghina ikhwan-ikhwan dalam fitnah
Abul Hasan yakni mereka itu setiap hari menurunkan malzamah , Dan menjelek-
jelekkan ikhwan-ikhwannya adapun saya tidak menganggap penjelasan mereka dan
tidak menunggu dari mereka berupa penjelasan dan yang lain dan kami bersama para
136
masyaikh kibar yang dalam ilmunya. Yang mana mereka tidak menganggap saya hizby
yang dengan itu fitnah akan usai

3 - Sesungguhnya Abdurrohman Al-'Adany sebelumnya sudah tidak setuju dengan
para masyaikh Yaman maka sungguh Said bin Da'as Al-Yafi' berkata: Telah berselisih
Ahmad Misybah dan Wail Al-Adanyy tentang Syaikh Al-Imam Ad-Damariy Al-Buroi.
Maka Wail Al-Adanyy berkata: Mereka para masyaikh bukan para ulama, maka
Ahmad membantahnya dan membela mereka dan berkata: Mereka adalah para ulama
maka Ahmad pun pergi ke Abdurohman Al-Adanyy untuk menghukumi perkara ini,
maka mereka berkata mereka itu duat. Mereka para masyaikh dan kami tidak
mengatakan mereka itu ulama.
4 - Berkata Abdurrohman Al-Adany dalam selebarannya yang di dalamnya bantahan
terhadap syaikh Yahya agar meninggalkan system pendataan: Ketahuilah ,
dikarenakan awal mulanya kami telah meminta nasehat dan petunjuk kepada sebagian
ulama kibar.
5 - Berkata Akh Abdulloh Al-Jahdary telah menghabariku Ali bin Salim bahwasanya
Abdulloh Al-Mar'i atau Abdurrohman berkata kepadanya : Manhaj kami adalah
bahwasanya kami tidak menjarah seorangpun sampai ulama kibar menjarahnya.
6 - Berkata Ali Al-Huzaifi kepada Akh Said Da'as :Bagaimana jadinya kalau para
ulama Saudi mengetahui bahwa kami (Abdurrohman Al-Adanyy) menganggapnya
alim padahal dia masih muda.
Dan ajakan agar membatasi rujukan hanya kepada ulama kibar itu adalah
semboyan Abdurrohman Al-Adany dan teman-temannya baik dengan perkataan
ataupun , dan perbuatan ini menyelisihi usul-usul manhaj dari berbagai sisi
sebagaimana dijelaskan oleh syaikh Bazmul dalam kitabnya "Ibaratun Muuhimah" (hal.
54-56) beliau berkata :
Dan termasuk ungkapan yang salah, perkataan sebagian mereka: Syaikh ini bukan
termasuk ulama kibar. Perkataan ini sering diulangi oleh sebagian orang jika ingin
membantah suatu perkataan yang dikatakan oleh salah satu para masyaikh atau ingin
memalingkan seseorang yang tidak mendengar ta'limnya untuk mengambil manfaat
darinya, terutama pada perkara mengingkari kemungkaran dan tahdzir dari
137
kebid`ahan-kebid`ahan dan peringatan dari kesalahan, dan hal ini merupakan kebatilan
yang ditiupkan oleh syaithon agar memalingkan orang dari mendengar kebenaran atau
menerimanya, maka ungkapan itu adalah ungkapan yang tidak bisa diterima dari
berbagai sisi:
Di antaranya adalah: bahwasanya pada asalnya perkara adalah bahwa suatu
perkataan itu tidak ditolak berdasarkan sosok seorang tokoh. Akan tetapi perkataan itu
diterima ataupun ditolak berdasarkan kecocokannya dengan al haq atau
ketidaksesuaiannya. Jika mencocoki al haq akan kami terima, tapi jika menyelisihi al
haq akan kami tolak. Adapun perkataan seseorang itu ditolak semata-mata karena
orang yang mengucapkannya itu bukan ulama besar, maka tidak boleh seperti itu
karena menyelisihi usul kaidah yaitu: "Kebenaran itu tidak dinilai berdasarkan
orang-orangnya."
Dan di antaranya adalah: Bahwasanya orang yang mengucapkannya itu ulama
kibar, tidaklah dimaksudkan bahwasanya seluruh ucapannya itu benar. Demikian pula
jika ucapan itu adalah muncul dari masyayikh yang belum mencapai derajat ulama
kibar, tidak berarti bahwa seluruh ucapannya itu batil/salah. Dan sebagaimana datang
dari Al Imam Malik -= - : "Tidak ada seorangpun dari kita kecuali bisa
menolak atau ditolak perkataannya, kecuali pemilik kuburan ini." Maka
urusannya adalah mengecek dalil orang yang berbicara tersebut, dan sejauh mana
kecocokannya dengan kebenaran, atau penyelisihannya.
Dan di antaranya adalah : bahwasanya ucapan seperti ini mengandung upaya
menjadikan orang merasa tidak butuh pada ulama, dan penyia-nyiaan hak mereka,
selama orang alim tadi tidak dikenal di kalangan mereka, atau mereka tidak punya
perhatian dengannya, atau alim yang belum terkenal!
Dan di antaranya adalah : bahwasanya di dalam ucapan seperti ini ada adab
yang buruk terhadap hak ulama. Padahal wajib untuk menjaga hak mereka, dan
menilai keadaan yang tampak pada diri mereka berdasarkan Al Kitab dan As Sunnah
serta perkara yang dulunya As Salafush Sholih ada di atasnya.
Dan di antaranya adalah : bahwasanya ucapan seperti ini sekarang telah
menjadi bagian dari kapak-kapak dan alat penghancur bagi ahlul bida', yang
dengannya mereka menolak perkataan Ahlussunnah Wal Jamaah. Maka setiap ada
orang alim yang memperingatkan umat dari suatu kebid'ahan yang mereka terjatuh di
138
dalamnya, atau dari suatu kesalahan yang mereka jalani, jadilah ucapan si alim ditolak,
dan umat ditahdzir darinya dengan slogan: "Dia bukan dari ulama kibar!". Maka yang
wajib adalah menyelisihi ahlul bid'ah dan berhati-hati dari manhaj-manhaj mereka
yang dengannya mereka memerangi al haq dan ahlul haq.
Dan di antaranya adalah : bahwasanya makna ucapan ini adalah: tiada ada hak
untuk mengingkari kesalahan yang terjatuh padanya orang-orang yang menamakan
dirinya sebagai "Da'i" baik secara individu ataupun kelompok, kecuali orang yang
menurut mereka- termasuk dari kibarul ulama. Dan ini tidak benar, menyelisihi
keumuman sabda Ar Rosul yang mulia :
"'--` -- =' -'-- =--- ' ' -'-'- =--- ' ' ---- ---' -- -- .-".
"Barangsiapa yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah dia merobahnya
dengan tangannya, maka jika ia tidak mampu maka dengan lisannya , maka jika ia tidak mampu
maka dengan hatinya , dan itulah selemah-lemah iman." [HSR. Muslim/186 dari Abi Sa'id Al
Khudry rodhiyallohu 'anhu].
Dan di antaranya adalah : bahwasanya Alloh 'azza wajalla memerintahkan
untuk kembali kepada orang yang punya ilmu tentang Al Kitab dan As Sunnah
(Ahludz Dzikr) dan Alloh tidak mensyaratkan mereka itu harus dari kalangan orang-
orang yang masyhur atau ulama kibar. Alloh berfirman:
) +-' =- `'= ` ='- .- '-'- '- -'- ` -- -' . ' '-' * - '- '-'' .---' -' =-' '-' - - ' '---''-
--- +'' +-' ( [.=-' -:43-44].
"Dan tidaklah Kami untus seorang Rosulpun sebelummu kecuali para pria yang Kami
wahyukan kepada mereka. Maka hendaknya kalian bertanya kepada ahludz dzikr jika kalian itu
tidak mengetahui. (Kami untuk mereka) dengan keterangan-keterangan dan kitab-kitab. Dan
telah kami turunkan kepadamu Adz Dzikr agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang
telah diturunkan kepada mereka, semoga mereka berpikir." (QS An Nahl 43-44)
Dan di antaranya adalah : bahwasanya seorang alim itu manakala menyebutkan
kepadamu suatu kebid'ahan atau suatu kesalahan yang terjatuh padanya orang ini atau
orang itu, maka sesungguhnya si alim itu tengah memberikan kabar padamu tentang
keadaan orang itu. Dan kabar dari orang yang tsiqoh itu maqbul (diterima) kecuali jika
ditentang oleh kabar yang setara denganya. Dan tidak disyaratkan orang tsiqoh tadi
adalah harus dari kalangan ulama yang terkenal, atau dari ulama kibar, karena syarat
ini tidak diucapkan oleh para imam di dalam syarat-syarat diterimanya berita! Maka
pendapat seperti itu merupakan bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan oleh
139
ahli ilmu!
Dan di antaranya adalah : kenyataan yang ada dilapangan bahwa yang
diinginkan oleh orang yang mengucapkan kalimat ini adalah sekedar menetapkan
kebid'ahan dan tidak adanya pengingkaran. Karena kalau toh kamu, mendatangkan
perkataan ulama kibar yang membantah jenis bid'ah ini, atau membantah perkataan
yang batil ini, atau menjelaskan orang ini atau itu, pastilah dia menolaknya juga atau
berkelit dengan pernyataan lain seperti:
"Wahai saudaraku, syaikh ini terpengaruh oleh orang-orang di sekitarnya."
Atau "Wahai saudaraku, janganlah kalian menyelidiki aqidah orang dan kesalahan
mereka."
Atau "Wahai saudaraku, menjatuhkan seorang tokoh itu bukan urusan yang sepele."
Atau "Wahai saudaraku, aku tidak diharuskan untuk mengikuti ucapan syaikh ini."
Atau ungkapan-ungkapan yang seperti ini. Dan hasilnya adalah kebatilan yang
berlanjut, dan seruan untuk mengikuti orang tadi dan kebid'ahannya agar tetap
berlanjut. Para penyeru kebatilanpun terus diberi keleluasaan jalan dan dibikin
mengkilat sebagai tebusannya adalah tersia-siakan sunnah dan Ahlussunnah. Dan
dengannya orang-orang tertipu.
Maka berbaliklah ahlul haq menjadi tidak dikenal oleh manusia, sehingga
manusia tidak mau mencari al haq yang ada padanya dan berakibat manusiapun tidak
mengenal sunnah. Dan berbaliklah perkara yang ma'ruf itu menjadi mungkar, dan
yang mungkar menjadi ma'ruf. Tiada upaya dan tiada kekuatan selain dengan
pertolongan Alloh. Dan sungguh kami ini hanyalah milik Alloh, dan sungguh kami
akan kembali kepada-Nya).
3- Manhaj Yang Luas Dan Lapang, Dan Peruntuhan Kaidah Wala' Wal Baro' Yang
Sesuai Syariat Serta Penjernihan Manhaj.
Al Akh Muthi' bin Muhammad Ba Syurohil Al Hadhromi menulis dan
berkata,"Telah terjadi dialog antara diriku dan seorang awam seorang pemilik stan
pameran mobil- seputar kasus Abdulloh bin Mar'i. Maka dia mengabariku bahwasanya
Abdulloh bin Mar'i berkata padanya:"Sesungguhnya kami sekarang sedang melawan
pemikiran (Bersama kami ataukah berhadapan dengan kami)" padahal kita semua
140
berkumpul di bawah satu bendera, yaitu: "Dakwah kepada tauhid". Bagaimana kita
bisa sampai ke masyarakat dalam keadaan kita memisahkan diri dari mereka?
(1)

Si orang awam ini berkata,"'Iwadh Sa'id mengabariku bahwasanya dia -
Abdulloh bin Mar'i- berupaya untuk mengumpulkan ketua-ketua Hasaniyyin yang
berdomisili di daerah kami di wadi Hadhromaut seperti Qosim At Ta'zi, Muhammad
Ba Bahr, Abu Bakr Al Haddar dan orang yang serupa dengan mereka. dia berupaya
untuk mengumpulkan mereka di sisi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al
Wushobi hingga kalimat mereka terkumpul di situ". Kemudian si orang awam ini
menelepon Abdulloh bin Mar'i untuk memastikan kebenaran isi dialog yang terjadi
antara dirinya dan Abdulloh bin Mar'i dalam bab ini. Maka dia (Abdulloh) berkata
padanya,"Kapankah kita datang bersama ke Syaikh Wushobi." (sebagaimana diketahui
bahwasanya aku sedang menelponnya) dan dia tidak menjawab. Maka Abdulloh bin
Mar'i menutup pembicaraan. Dan telpon saat itu dengan suara terbuka, pakai
loudspeaker luar, dan Al Akh Muthi' bin Muhammad Ba Syurohil mendengarkan:
"Syaikh tidak menjawab secara langsung. Akan tetapi hanyalah salah seorang ikhwah
yang berbicara lalu menyampaikannya. Bergembiralah, aku akan mengajak bicara salah
seorang ikhwah untuk menyampaikannya kepada Syaikh Al Wushobi." selesai.
Dan ini merupakan penetapan yang nyata untuk kaidah manhaj yang luas dan
lapang dan peruntuhan pokok wala' wal baro' menurut Ahlussunnah, dan seruan
untuk tidak memisahkan diri dengan ahlul batil, dan untuk tidak adanya penjernihan
pada barisan Ahlussunnah (dari hizbyyah). Dan upayanya untuk menyatukan kalimat
bersama para penyeleweng tadi dari pentolan-pentolan pengikut Abul Hasan tanpa
adanya tobat yang benar terlebih dahulu , ini semua merupakan praktek penerapan
dari apa yang diucapkannya. Dan yang lebih jelas lagi adalah:
a Yang dilakukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushobi -
waffaqahulloh- di dalam rihlah (safari dakwah) nya yang terkenal ke ''Adn,
Hadhromaut, Ta'iz dan Yafi', yang di dalam acara rihlah tadi terangkat lagi
pengikut Abul Hasan seperti Sholah bin Ali Sa'id, Jalal Nashir Al 'Adany,
Muhammad 'Iwadh Al Yafi'y, dan Jamil Syuja' yang mana beliau berkumpul
dengan mereka dan singgah di masjid-masjid mereka dan memuji mereka tanpa
adanya tobat dari mereka, tanpa adanya bayan (penjelasan kesalahan yang telah
lalu) ataupun ishlah (perbaikan), dengan ditemani Abdulloh dan Abdurrohman
ibnai Mar'i dalam mengangkat sebagian mereka dan berkumpul dengan mereka.
Dan tampak keridhoan keduanya dengan perbuatan itu, dan tanpa adanya
141
pengingkaran dari keduanya terhadap perbuatan itu. Dan yang menunjukkan
bahwa keduanya itu ada di atas asas awal yang menyelisihi kebenaran itu
adalah : manakala Abdurrohman Al 'Adany pergi ke Hasyid, dan
diumumkanlah ceramah buatnya di sana, berjumpalah dia dengan si Hasyidi
salah seorang kepala pengikut Abul Hasan- di dalam ceramah tadi, dan si
Hasyidi itu berdiri dan mencerca Syaikh Yahya =-= - , lalu seusai pidatonya dia
berkata,"Dan sekarang tiba giliran Syaikh Abdurrohman untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan." Maka Abdurrohman bangkit dan tidak mengingkari
cercaannya tadi, tapi bahkan dia menjabat tangan si Hasyidi dan berpelukan
dengannya setelah itu.
b Dan pada bulan Romadhon pada tahun ini 1429 H berjumpalah Muhammad Al
Hasyidi salah seorang kepala pengikut Abul Hasan- dengan Hani' bin Buroik
dan Muhammad bin Gholib dan keduanhya adalah salah satu kepala fitnah
Abdurrohman Al 'Adni di Madinah Nabawiyyah dan da'inya-. Dinukil oleh Abu
Hatim Abdulloh bin Hasan Al Asymuri.
c Berkata Ahmad Al Bakry =-= - : Datang kepadaku Hasyim As Sayyid untuk
memberi nasehat menurur anggapannya, karena dia mendengar bahwa aku
telah membaca malzamah-malzamah yang dikeluarkan oleh Syaikh Yahya =-=
-dalam penjelasan keadaan Abdurrohman bin Mar'i . Kemudian dia (Hasyim)
berkata : Tidakkah kami tahu apa yang dikatakan Abul Hasan di muhadhoroh
yang disampaikan di masjid Abaas Thohil , Aku menjawab : Apa yang dia
katakan ?? Berkata Hasyim : Abul Hasan berkata kepada kawan-
kawannya : Bergembiralah kalian sesungguhnya akan datang kepada kalian
tamu yang dimaksud dengan tamu sebagaimana perkataan Hasyim kepadaku
adalah Abdurrohman bin Mar'i . Selesai perkataan Ahmad Bakry .
d Berkata Abdulloh Thaha dan Sholih Syu'aiby : Jama`ah masjid Ibnu Qayyim
yang dibawah Yayasan Al- Hikmah mengumumkan muhadhoroh
Abdurrohman Al adany di masjid As Shohabah.
e Para pengikut Yayasan Al- Ihsaan menyebarkan ditengah-tengah mereka
bahwa Abdurrohman Al adany bersama kita,dan setelah itu hadir
Abdurrohman Al adany di masjid Asy Syurthah,dan yang hadir di
muhadhorohnya sekumpulan dari pengikut Jam'iyyatul Ihsaan atas pimpinan
Hani Al Yazidy salah satu pimpinan Jamiyyatul Ihsan di wilayah Buroiqoh
(sebagaimana dikabarkan oleh Shalih Al Yafi'y , dan telah mengabari:
(Muhammad 'Audh dan 'Aly Rohwah dan Adib Abdul Aziz) yang mereka
mendatangi muhadhoroh itu bahwa pengikut Jam'iyyatul Ihsan.Berdiri setelah
muhadhoroh mereka menyalami Abdurrohman Al adany dan di antara mereka
adalah Hani Al Yazidy dan termasuk yang menyalami mereka Hasyim Asy
Syayyid dia adalah salah satu gembong fitnah ini dan mengetahui keadaan Hani
Al Yazidy .
142
f Di antaranya : bahwa sebagian pengikut Abdurrohman mendukung bantahan
An Nazili dan As Salimi di mana keduanya adalah pengikut Abul Hasan -
terhadap kitabnya Syaikh Yahya =-= - [ Subhu Asy Syariq ] yang menjelaskan
kesesatan Abdul Majid Az - Zandany (kabar ini dari Aiman Syawafy).
g Dan di antara yang menunjukkan manhaj yang luas apa yang terjadi di markaz
Abdurrohman Al adany yang dibangun untuk menentang dakwah Salafiyah di
wilayah dakwah Salafiyah yang dikumpulkan dibarisannya orang-orang
sembarang tanpa penyaringan, diatas daftar/catatan tasjiil/daftar, Ahlus Sunnah
dan pengikut Abul Hasan dan pengikut Bakry dan sebagian Takfiry dan
sebagian fasiq dan sebagian Ahlud Dunya dengan pengetahuan bahwa markaz
ini mendakwahkan diri sebagai markaz ilmu,dan telah memperingatkan Syaikh
Yahya =-= - atas ini di dalam risalahnya kepada Abdurrohman Al adany .
5 Dan Di antaranya Adalah Sandaran Mereka Terhadap Orang Majhul
(Tidak Dikenal) Dalam Bantahan Kritikan , Pengalihan Rujukan Dan
Pujian Kepada Mereka.
Ini adalah ciri-ciri yang mereka warisi (para pembuat keonaran) dari abul Hasan
dan Falih Harbi dan pengikut-pengikut mereka, di mana mereka menyelisihi apa-apa
yang telah dijalani dan diwujudkan oleh Ahlus Sunnah baik yang terdahulu ataupun
yang sekarang , dengan metode ini ahlussunnah kembali memetik puncak kemuliaan
manusia diatas jalanNya dan diatas asas ini dakwah mereka. Yaitu manhaj pemurnian
tashfiyah(pembersihan) yang mana manhaj ini diselisihi oleh seluruh Ahlul Hawa'.
Dan ini adalah dalil yang paling jelas dari apa yang mereka jalani dalam
pengeruhan dakwah yang berbarokah ini , dan penyelewengan terhadap utsulnya dan
mereka dengan perbuatan ini menyelisihi manhaj tatsabbut (pemastian) yang
disyariatkan oleh agama Islam dan Alloh perintahkan untuk mengecek kabar atau
berita orang fasiq dengan firman-Nya :
) =--- ''+=- '- ---- ---- '--- -' '= -- ' .- -' '+- '- -' '- '=
.-- '- ( [=='/6]
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah datang kepada kalian orang yang fasik
membawa kabar maka carilah kejelasan agar jangan sampai menimpa kalian (kejelekan) pada
suatu kaum dengan kebodohan sehingga jadilah kalian menyesal dengan apa yang kalian
lakukan." [Al Hujuraat:6]
Dan di dalam sebuah qiro'ah (--`-) : "Carilah kepastian"
143
Dan orang yang tidak dikenal itu dia berada di dalam hukum orang fasik yang
mewajibkan kita untuk tatsabbut dari yang selainnya, karena keseluruhan yang ada
padanya tidak memiliki kepastian sifat orang yang adil (yang bisa diterima kabarnya).
Oleh karena itu,Ibnu Siriin -= - berkata : "Mereka dulu tidak bertanya tentang
isnad .Tapi ketika telah terjadi fitnah mereka berkata : " Sebutkan pada kami rantai
sanad kalian. Maka , mereka melihat, apabila orang-orang tadi adalah Ahlus Sunnah
maka hadits mereka diambil.Dan mereka melihat apabila sanad tadi adalah Ahlul
Bid'ah maka hadits mereka tidak diambil.(dicampakkan)" (Diriwayatkan Imam Muslim
dalam Muqaddimah Shahihnya).
Faidah:
Berkata Imam Syu'bah bin Hajjaj -= - ta'ala:"Apabila berbicara kepada kalian
Almuhaddits dan kamu tidak melihatnya jangan kamu riwayatkan darinya karena
kemungkinan dia itu syaithon yang telah berubah wujud.Dan berkata Syaithon:"aku
kabari dan aku beritahu yang itu menyelisihi kebenaran." [Dari kitab "Tadriibur Rowi
(2/11)
Berkata Syaikh Rabi' =-= - :"At Tatsabbut fy As Syari'ah wa mauqif Abil Hasan
minhu hal.34 : " Dan kesimpulan terakhir , bahwa orang ini menolak perkataan-
perkataan Ulama' dan persaksian-persaksian Ulama' serta hukum-hukum mereka, dan
membantah kabar-kabar Salafiyiin bagaimanapun banyaknya , di sisi lain mereka
menerima dengan hawanya kabar-kabar orang yang tidak diketahui (tak dikenal) atau
para pendusta, maka menunjukkan atas apakah prilaku-prilaku dari perbuatan-
perbuatan mereka ini ? Dan sesungguh amalan-amalan dia ini menyelisihi at tatsabbut
yang disyariatkan dalam agama Islam.Apabila dia berkata (Abul Hasan):" Mereka yang
tidak dikenal itu di sisiku adalah orang yang terpercaya (tsiqoot), dan tidak ada yang
melazimkanku untuk tatsabbut/mencari kejelasan dari kabar-kabar mereka." Maka
katakan kepadanya:
1) Sebutkan nama-nama mereka dan sanjungan Ulama' terhadapnya dan ketidak
adanya celaan terhadap mereka.
2) Kenapa engkau sembunyikan di belakang at tatsabbut untuk membantah
perkataan-perkataan para Ulama' yang terpercaya, bahkan orang yang lebih
tinggi martabatnya, di mana kamu membantah fatwa-fatwa dan perkataan
mereka?! Maka apabila engkau mempunyai manhaj yang benar dan maksud
yang baik, apa untungnya engkau berbuat seperti ini? Dan untuk apa engkau
144
membantah kabar-kabar dari Salafiyyiin walaupun banyak jumlahnya ?
Bukankah semua ini dan itu menunjukkan atas sangat bengkok dan menyelisihi
fitroh dan manhaj Salafy yang benar?? Bahkan menunjukkan atas pengingkaran
terhadap manhaj ini dan pengikutnya dengan sebenar-benarnya. ?? Selesai
perkataannya Syaikh Rabi' =-= - .
Dan sesungguhnya pendorong mereka dalam menyebarkan berita-
berita orang-orang majhul dan yang menggerakkannya adalah karena
adanya kecocokan dan keserasian mereka terhadap apa yang mereka jalani,
dan seperti ini juga apa yang telah dilakukan oleh Abul Hasan Al Mishry
dan kayu bakar fitnahnya:
Berkata Syaikh Muhammad bin Abdulloh Al Imam =-= - di dalam kitabnya
Bidayatul Inhiroof wa Nihaayatuhu (hal.336-337) : Dan Abul Hasan dengan terang-
terangan telah menerima ucapan-ucapan orang yang tidak dikenal, yang mereka
mencela ulama sunnah dan dia(Abul Hasan) berkata di dalam kasetnya Al-
Burhan :" Adapun saya, maka aku menerima pembahasan-pembahasan ilmiyyah
orang-orang yang tidak diketahui," maka tidak tersembunyi bagimu bahwa pendorong
Abul Hasan di dalam menerima orang-orang yang tidak diketahui adalah apa-apa yang
terkandung pada pembahasannya dari celaan-celaan terhadap ulama sunnah dan
pembelaannya terhadap kaidah-kaidah yang batil dan dari apa-apa yang menunjukkan
engkau atas yang demikian ini adalah bahwa mereka yang tidak diketahui
menampakkan diri-diri mereka ketika tampaknya fitnah Abul Hasan dan tidak ada
untuk mereka alasan yang syar'i di dalam menyembunyikan nama-nama mereka.
Selesailah perkataan Syaikh Muhammad Al Imam.

Ini adalah sebagian nama-nama orang yang diketahui yang tersebar bantahan-
bantahan tulisan mereka di mauqi'(situs internet) Syihr dan Wahyain
(1)
pengikut
Abdurrohman dan Abdulloh Mar'i bersamaan nama risalah-risalah bantahan mereka:
No. Penulis Majhul Judul Risalah mereka
1
Abdurrohman bin Ahmad Al
Barmaky
.
2
Abdulloh bin Robii' As Salafy '- ---- .- ---' ==' ( '-'- .- 1-4)
3
Abdulloh bin Qosim Ad
Daakhily
'-'-" =- --- --'- =-=- "(1) '' ---' -=- .
= ' --' .
4
Abu Abdillah Abdul Aziz bin '`-- --- .- '- -- '+-'- ==' '=''- =-'
-' --' -- '`-- ---
145
Ahmad Al Qohthony
5
Abdulloh bin Ahmad Al
Khaulaany
'- - - '- -=- .-`
6
Ibnus Shabban Al
Manshuury
- '--= ==' '- '-'= . --' !!!!
7
Abu Abdil Wahhab ==' =-- --'= -''-
-=' .-=' '-- - ---' -=- - - .-='
' .---' '= '-' -- .--`
8
Abu Hajir As Salafy ---- `-' ' --'-- ==' '=+'
9
Abu Abdillah As Salafy -- ==' - .-- .-+-' '-=--` -''-
10
Ammar As Salafy '- -- '- ==' ('--=') -- --- -- !
11
Sa'id bin 'Aly Al Hamid - ==' --- ( -'=' '` --'`' )
12
Ath Thoyyib Abul Madiny ==' .- '+-` .- -'=' '` ' -'
13
Abdulloh bin Ahmad -'=- -=-' ---= ---'
14
Ubaidillah As Salafy --- ==' `='- '-''
= --' .-- =' -= --='
15
Abu Muslim Muhammad bin
Abdillah Al Hamdaany
.- '=' ' -
-= '= -- ''='
16
Abdulloh bin Mubaarok - .- =='
17
Abdulloh bin Mutsanna ' .- ==' -=- ''-' '- .-'-`'
---- ==' --- ---- - .-=' .- .- -=' '+-''=-
----'
=--- '='= ' (( --== -' )) -=- ==' - -'- +---
18
Abdulloh bin Habib Al Atsary .= ==' -'=-'
19
Syakir bin Abdul Aziz As
Saalimy
---- '=' '= `=- '-- ==' . --' -=' - '
='
20
Abu Abdillah Ad Daary

'-'- '-' .= ='
146
21
Abu Abdillah Al Hadhromy

=-'- ` =---' -- '-'' - =-- ` '+=--- " --'-'
.--`"
22
Abul Harits Al Asymuury
(1)
" =-' ----' '= '- ==' - --' ---=' "

6 Tuntutan Kelompok Abdurrohman Al -Adany Terhadap Tatsabbut Yang Bid'ah Dan
Menghancurkan Dasar Ahlus Sunnah Dalam Menerima Kabar Orang Yang
Terpercaya.
Di sisi lain mereka menyandarkan berita terhadap orang-orang yang tidak dikenal
yang menyelisihi manhaj tatsabbut yang sesuai dengan syari`at , maka sungguh mereka
telah menghancurkan dasar penerimaan kabar orang terpercaya yang salafy dan
mereka telah terjerumus ke dalam tatsabbut bid'ah gaya baru.
(1)

Dan telah berkata Ali Hudzaify Al adany - salah satu pentolan fitnah
Abdurrohman - di dalam kaset syarah hadits "Agama Adalah Nasehat" Wahai para
pemuda, sudah cukup kita terjerembab (jangan terulang kembali), metode para
ulama adalah untuk tidak mengoreksi seorang ulama kecuali dari kaset yang dia
dengar atau dari kitab yang ditulis yang tersebar di pasar,apabila datang fatwa ini dari
kitabnya atau dari kasetnya maka dikoreksi dengan koreksi yang ilmiyah.
Dan berkata Hudzaify di kaset ini juga :"Termasuk adab di dalam nasehat adalah
untuk tatsabbut terlebih dahulu bukan dengan thoriqoh(cara)kegelapan menukil berita-
berita yang merusak nama baik,yang merusak masjid,yang merusak dakwah yang
banyak,tata cara di dalam berita.
Dan berkata Aly Hudzaify dalam usaha menghancurkan kaidah menerima berita
orang yang terpercaya "Saya ingin wahai para ikhwan untuk kalian memberikan
kepadaku dua keadaan-tiga keadaan di zaman sahabat sampai zaman kita sekarang ini
ah ah,berikan kepadaku tiga keadaan,yang mana seseorang membawa suatu berita dari
Zaid(seseorang dari manusia)kemudian dia naik ke atas mimbar dan menghukumi
dengan sejelek-jeleknya hukuman,Demi Alloh bukanlah ini jalannya sahabat dan bukan
jalannya tabi'in.
Dan telah menetapkan kaidah ini juga orang yang tidak dikenal Abdulloh bin
Robi' As Salafy seperti yang dia katakan dalam bantahannya yang berjudul"Apa yang
147
mereka cela terhadap Syaikh Hajury"Barangsiapa yang ingin melihat metode tatsabbut
versi Syaikh Yahya maka hendaknya melihat terhadap cara dia ini : Kemudian
penelponan tersebut di antara dua Syaikh mendekati waktu Ashar, berapa waktu yang
tersisa yang diberikan Syaikh Yahya untuk sampainya berita kepada Syikh Abdulloh
dan meminta penjelasan darinya tentang kebenaran perkara-perkara itudan meneliti
hujjah-hujjahnya apalagi yang bersangkutan dengan perkara agama dan manhajnya?
Jawabnya: Apa-apa yang tidak terbetik di dalam pikiran seorangpun dari detik-detik
yang terhitung! Maka setelah shalat ashar di hari itu juga naik Al Hajury di atas
kursinya dan menghukumi terhadap Syaikh Abdulloh bahwa dia itu berjalan diatas
jalan Hizbyyah maka ini adalah tatsabbut di sisi Hajury,dan adapun perkataan dia
bahwa dia tidak mendapatkan nomor telepon maka sungguh jeleknya dari suatu
udzur,maka apakah ini adalah paling jauhnya kesungguhan dia di dalam mencurahkan
sebab-sebab tatsabbut di dalam bab kehormatan?
Dan misal-misal yang menyalahkan seruan mereka ini , yang datangnya dari Nabi
- dan dari sahabat dan dari tabi'in banyak sekali tidak terhitung,di antaranya:
1) Dari hadits Abu Mas'ud Al Anshory 'Uqbah bin 'Amr Al Badry radiyallohu
'anhu-:"Sesungguhnya seorang lelaki berkata :Demi Alloh !ya
Rasululloh,sesungguhnya aku tidak mengikuti dari shalat subuh karena sebab
fulan karena panjangnya shalat dia,maka aku tidak melihat Rasululloh
shallallohu 'alaihi wa sallam- di dalam nasehat sangat marah lebih dari hal itu
.kemudian Rasulloh shallallohu 'alaihi wa sallam- berkata:"sesungguhnya dari
kalian ada orang-orang yang membuat lari ,maka siapapun dari kalian yang
mengimami manusia hendaknya meringankan,maka sesungguhnya di antara
mereka ada orang yang lemah dan ada orang tua dan ada orang yang banyak
keperluan.(Mutafaqqun 'alaih.)
2) Dari 'Aisyah radiyallohu 'anha- berkata :"Datang kepada Aisyah Bariroh
meminta kepadanya untuk memerdekakan dirinya maka Aisyah radiyallohu
'anha- berkata :Kalau kamu mau aku berikan tuanmu dan walaa' untuk
aku,maka berkata tuannya:"Kalau kamu mau kamu memberinya apa yang
tersisa,dan kalau kamu mau merdekakanlah dia dan walaa'nya untuk kami,maka
ketika datang Rasululloh shallallohu 'alaihi wa sallam- aku kabari dia dua hal
tersebut maka berkata Nabi shallallohu 'alaihi wa sallam- :"Belilah dia dan
merdekakanlah maka sesungguhnya walaa' untuk orang yang memerdekakan"
Kemudian berkata Rasululloh shallallohu 'alaihi wa sallam- diatas
mimbar:"Bagaimana keadan suatu kaum mensyaratkan suatu syarat yang tidak
di dalam Kitabulloh,barangsiapa yang mensyaratkan syarat yang bukan di
148
dalam Kitabulloh maka tidaklah bermanfaat,walaupun seratus syarat. Dan di
dalam riwayat lain"Bagaimana keadaan orang-orang yang mensyaratkan syarat
yang tidak ada di dalam Kitabulloh,apa-apa dari syarat yang bukan dari
Kitabulloh maka itu adalah batil walaupun seratus syarat,hukum Alloh lebih
berhak dan syarat Alloh lebih kuat sesungguhnya walaa' untuk yang
memerdekakan.Mutafaqqun 'alaihi.
3) Hadits Jabir bin Abdillah radiyallohu 'anhuma- :Bahwa Nabi shallallohu
'alaihi wa sallam- berkata kepada Mu'az radiyallohu 'anhu- ketika sampai
kepada Nabi bahwa dia memanjangkan shalat,berkata Nabi shallallohu 'alaihi
wa sallam- :"Apakah engkau tukang fitnah wahai Mu'az! apakah engkau tukang
fitnah wahai Mu'az! (Mutafaqqun 'alaihi),didalamnya ada kisah.
4) Dan berlepasnya dirinya Abdulloh bin 'Umar radiyallohu 'anhuma- dari
qodariyah ketika sampai kepada dia berita bahwa mereka mengatakan
sesungguhnya perkara itu unuf(belum diketahui oleh Alloh) yaitu takdir.
(Riwayat Muslim)
5) Berkata Imam Hakim rohimahulloh di dalam kitab Ma'rifatu Uluumul Hadits
1/5:Aku mendengar Abal Husain Muhammad bin Ahmad Al Handholy di
Baghdad berkata:"Aku mendengar Aba Ismail Muhammad bin Ismail At
Tirmidzi berkata:Aku bersama Ahmad bin Hasan At Tirmidzi di sisi Abu
Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal maka berkata Ahmad bin Hasan
:"Wahai Abu Abdillah!orang membicarakan Ashhabul hadits di sisi Abu Kutailah
di Makkah." Maka berkata dia: Ashhabul hadits kaum yang jelek maka berdirilah
Imam Ahmad sambil mengusap bajunya dari debu dan berkata:"Zinndiq,
Zinndiq, Zinndiq!" Kemudian masuk ke rumah. Dan berkata Al 'Allamah Robi'
bin Hadi Al Madkholy =-= - di dalam bukunya: "Al Mauqifush Shohih Min
Ahlil Bida " (Sikap yang benar terhadap Ahlul bid'ah") halaman 21-22 :" Ibnu
'Umar ketika sampai kepadanya bahwa suatu kaum menyelidiki/berdalam-
dalam di dalam ilmu dan mereka berkata:"Bahwa tidak ada takdir" maka dia
berkata:"Sampaikan kepada mereka bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari
mereka dan mereka berlepas diri dariku ",dia tidak membuka lembaran tahqiq-
tahqiq dan selainnya sebagaimana dilakukan sekarang ini oleh para Ahlul bid'ah
melemparkan manusia dalam keadaan dzolim dan bermusuhan, lalu apabila
telah pasti bagimu sesuatu dari kesesatan mereka, lalu engkau berbicara dan
memperingatkan orang dari mereka maka mereka berkata:"Dia ini tidak
tatsabbut" Kita berlindung kepada Alloh dari hawa. Selesai.
Dan berkata Al Imam Asy Syinqithy -= - di dalam kitabnya "Mudzakkiroh
Ushul Fiqh" halaman 168 terbitan baru:"Orang yang datang dengan berita kalau dia
bukan orang fasiq bahkan kalau dia itu dikenal dengan adil dan kejujurannya maka dia
tidak diwajibkan untuk mencari kejelasan di dalam beritanya atas qiro'ah ( ----) dan
tidak tatsabbut seperti qiro'ah( --`-) bahkan wajib untuk beramal dengannya pada
149
waktu itu juga dengan tidak tabayyun dan tidak tatsabbut.Selesai.
Dan Abdulloh bin Mar'i telah memenuhi risalahnya yang berjudul (yang artinya)
"Timbangan ilmu dan agama sebagai jawab atas sebagian kedustaan dan pembetulan
terhadap pemahaman yang salah" dengan tuntutan untuk tatsabbut di dalam berita-
berita orang-orang terpercaya dari kalangan penuntut ilmu yang dikenal dengan
kejujuran dan amanah seperti saudara Muhammad Baroidy Al 'Amudy, dan Sa'ad Al
Ghuroby serta Abu Bilal Kholid bin 'Abud Al Hadhromy dan selain mereka , yang
mereka menukilkan dari Abdulloh kepastian yang dia lakukan , dari apa yang mereka
lihat pada diri Abdulloh, atau mereka dengar darinya , dan apa-apa yang mereka
ketahui darinya berupa penyelewengan-penyelewengan dengan tidak menetapkan apa
yang mewajibkan kefasikan mereka dan menolak berita-berita mereka kecuali
kedustaan belaka yang kosong dari penjelasan yang tegak di atas hawa, dan mencap
mereka sebagai namimah walaupun mereka jujur sebagaimana yang dia tegaskan
di"timbangannya" halaman 43 : Anggaplah bahwa saksinya itu jujur terhadap apa
yang dia sebutkan, maka cukuplah bagi dia sebagai seorang namimah ( orang-orang
yang suka mengadu domba) dan tidaklah dia , itu pantas sebagai saksi, demi Alloh)
.
Dan berkata Abdulloh di halaman 23 : Yang mengherankan dari jalan ini di
dalam mencerca terhadap saudaranya para da'i kepada Alloh adalah berdirinya
seseorang yang tidak pandai berbicara, dan tidak mengetahui bagaimana menukil
permasalahan yang ilmiyyah apalagi sampai memahaminya. Maka dari syariat dan
agama yang manakah kesaksian yang tidak dikenal di kalangan saudara-saudaranya,
yang dusta di dalam persaksiannya, jadi sebab untuk membolehkan cercaan terhadap
saudara-saudaramu ?? ringkasnya : Pemaparan bukti adalah kewajiban bagi orang
yang menuduh, dan sumpah adalah kewajiban orang yang mengingkari, Dan
memungkinkan bagi engkau untuk tatsabbut dengan cara menelpon atau
mengirimkan utusan atau lewat surat, maka ini tidak menyulitkan seseorangpun,maka
apakah sesuatu yang menyenangkan yang mendorong kamu kepada ketergesaan dan
menyebarkan tuduhan terhadap saudara-saudaramu di dalam kaset-kaset yang
memenuhi dunia dengan cercaan terhadap kehormatan-kehormatan saudara-
saudaramu dan menimbulkan kegoncangan di antara Ahlus Sunnah dan membuat
senang musuh-musuh dan selainnya dari kerusakan-kerusakan yang banyak, Wallahul
Musta'an. Selesai.
Dan berkata Abdulloh di halaman :(14) : Ini agar engkau mengetahui bahwa
orang-orang yang menukilkan berita kepadamu , bukanlah orang yang punya keahlian
apalagi dari lemahnya amanah yang mewajibkan untuk tatsabbut,dan kami takut
dengan keterburuanmu dan tidak adanya tatsabbutmu untuk pantas bagimu perkataan
salah seorang penyair:
150
"Dan orang yang menjadikan burung gagak sebagai petunjuk jalan , dengannya
dia akan melewati bangkai anjing"
Maka kantor At Takwa adalah sebagai tanah pekarangan dan bukan markiz
perhatikanlah lafadznya, tanah itu adalah milik sebagian ikhwan yang mereka itu
mempunyai hak asal yang tercantum sesuai dengan namanya di wilayah Haramain
maka yang ada di Syihr adalah cabang darinya,maka jika engkau ingin untuk
tatsabbut utuslah orang yang mau tatsabbut,akan tetapi setelah apa.??!.Selesai.
Dan berkata di halaman (21) : Bukankah yang lebih utama bagi orang yang
semisalmu untuk memperbaiki sesuatu yang butuh nasehat saja tanpa adanya
pembongkaran aib didepan umum, dan menyesakkan dada, maka tidaklah menjadi
suatu yang mesti dan wajib menyegerakan perkataan tanpa adanya tatsabbut dan
saling menasehati dan saling mendengar terhadap jawaban orang-orang yang dikritik
, apabila mereka memiliki jawaban di mana dakwah kita tidak membutuhkan
kekacauan dan keributan-keributan serta fitnah-fitnah seperti ini).
Dan berkata di halaman (27): Perkataan tersebut telah terkumpul didalamnya
antara kedustaan dan ketidak adanya ketelitian dalam menukil apa yang terjadi, dan
tidaklah sebabnya kecuali terburu-buru dan tidak adanya tatsabbut. Selesai
Dan berkata Al Majhul Abdulloh As salafy di dalam bukunya "Apa yang mereka
cela dari Syaikh Yahya hal (6): mengingkari dan mengkritik Syaikh Yahya dalam
mengambil berita orang-orang yang terpercaya dan bersandar dengannya dalam
menghukumi perbuatan-perbuatan Salim ba Muhriz , Abdulloh dan Abdurrohman
bin Mar'i . dia berkata: Apakah engkau mampu untuk tatsabbut terhadap dirimu
sendiri ??. Selesai
Dan berkata hal (6) : mengomentari apa yang disebutkan Syaikh Yahya yang
mana dia mendengar perkataan Syaikh Muhammad Washoby aku lawanmu
dan perkataan ini Syaikh Yahya didengar sendiri oleh beliau dari Washoby : kalau
saja Hajury berhati-berhati dan tatsabbut dahulu niscaya dia akan mengetahui bahwa
Syaikh Muhammad Washoby mengingkari perkataan ini.selesai
Dan berkata Hani bin Buroik di dalam kasetnya dan dia berbicara atas
permasalahan tatsabbut sebagai bantahan terhadap apa yang ditetapkan Syaikh
Yahya terhadap mereka dari berita orang-orang terpercaya dan mengatakan : Semua
151
ini di bawah penyebutan ahlussunnah wal jama'ah yang dituduh dengan tuduhan keji
, kebathilan dan dengan lafadz-lafadz yang melukai yang jauh dari kebenaran tanpa
tatsabbut dan tanpa dalil , hanyalah kedustaan diiringi dengan kedustaan.
Berkata Syaikh An Najmy : di dalam kitabnya Al Fatawa Al Jaliyah 2/33: Adapun
berita-berita orang yang adil sesungguhnya diambil dengannya maka bagaimana
kalau yang mengabarkan orang banyak dan dari sebaik-baik masyarakat dan paling
tingginya serta paling afdhol ilmunya dan keadilannya maka sungguh wajib dan
mesti mengambil darinya dan barangsiapa yang membantahnya maka sesungguhnya
dia membantah dengan hawa dalam dirinya maka oleh karena itu dia sesungguhnya
hina dan dianggap sebagai hizby dengan penolakan ini maka dia diikutkan dengan
mereka dan dianggap dari mereka wabillahit taufiq.
Dan berkata Al Allamah Robi` bin Hadi Al Madkholy =-= - di dalam bukunya
"Mauqif yang benar terhadap ahlul bid'ah" . hal. (21 - 22) :
Ibnu Umar ketika sampai kepada dia suatu kaum yang berdalam-dalam di
dalam ilmu Alloh dan mereka mengatakan tidak ada qodar, beliau berkata :
Sampaikan kepada mereka kalau aku berlepas diri dari mereka dan mereka berlepas
diri dariku dan beliau tidak membuka lembaran-lembaran tahqiq (sok detail) dan
lain-lainnya , tidak sebagaimana yang dilakukan sekarang oleh ahlul bid'ah , yang
mana mereka itu melemparkan manusia ke dalam kegelapan dan permusuhan, maka
apabila telah tetap padamu sesuatu dari kesesatan mereka dan engkau telah berbicara
dan telah memperingatkan dari mereka, mereka akan mengatakan : dia tidak
tatsabbut na'udzubillahi minal hawa , kalau toh datang seribu saksi atas kesesatan salah
seorang dari mereka , maka mereka tidak akan menerima persaksian-persaksian itu ,
bahkan mereka berani menjatuhkan seribu saksi atas kesesatan dari kesesatan-
kesesatan mereka, mereka menelantarkan islam dan menelantarkan para pemuda
islam dengan uslub (metode) yang penuh makar ini nasalulloha al 'afiyah .
Ibnu Umar ketika ada seorang mengabarinya , beliau langsung
membenarkannya karena pembawa kabar itu mu'min, adil dan tsiqoh . Dan agama
kita tegak di atas berita orang yang adil , dan termasuk dari qoidah agama ini adalah
berita orang- orang yang adil, apabila seseorang yang adil menukilkan kepada kalian
suatu perkataan , maka pada asalnya adalah benar dan wajib dibangun di atasnya
hukum-hukum. Apabila datang seseorang yang dikenal fasiq dan dia datang
152
membawa berita , jangan kamu dustakan dahulu dia, dan hendaknya ditatsabbuti
terlebih dahulu , karena di sana ada kemungkinan orang fasiq ini dalam masalah ini
berlaku jujur , tatsabbutlah tidak mengapa dalam masalah ini , adapun sekarang
orang-orang adil disampingnya orang adil , dan orang adil disamping orang adil dst
dia menulis dan bersaksi kenapa tidak diterima perkataannya, namun sebaliknya
mereka menukil perkataan orang yang sesat dengan huruf-hurufnya, tidak diterima
persaksiannya dan mereka mengatakan orang-orang ini pendendam maka ini adalah
tata cara ahlul bid'ah di zaman ini, yang mana orang khawarij dan rofidhoh tidak
mengetahui metode di atas, dan tidak diketahui dari ahlul bid'ah zaman dahulu .
Mereka (ahlul bid`ah zaman sekarang) datang kepada umat dengan tata cara ,
qoidah-qoidah , manhaj-manhaj ,fitnah-fitnah dan musykilah-musykilah , apabila
kamu kumpulkan (uslub mereka ) - demi Allah - tidak tersisa lagi dari agama ini
sedikitpun.
Apabila engkau mengikuti manhaj ini , jadilah imam-imam kita semua fasiq,
tidak adil orang-orang yang zholim dan pelaku kerusakan menurut manhaj yang jelek
ini,selesai.
5- Tidak sepantasnya memperbanyak metode pengkritikan.
Berkata saudara Sa'id Baa salaamah Al Hadhromy: "Aku mendengar Abdulloh
Al Mar'i berkata: "Ada sebagian manusia yang hidupnya hanya untuk membantah tak
henti-hentinya."
Dan berkata Ali Al Hudzaify Al adany - salah satu sahabat Abdurrohman Al
adany yang menonjol - di dalam kasetnya yang terdahulu : Demikianlah nasehat dan
kritikan adalah manhaj syar'i, akan tetapi tidak pantas memperbanyak darinya . ini
adalah faidah yang mungkin tidak kalian mendapatinya tertulis di dalam kitab-kitab
ahlul ilmi , kalian lihat tidak didapati di dalam kitab-kitab ahlul ilmi akan tetapi ini
adalah jalan ahlul ilmi , terkadang ada seseorang yang sibuk menjelaskan keadaan
orang lain dan nasehat terhadap muslimin akan tetapi dia tidak suka berluas-luas di
dalamnya. Selesai.
Dan ini adalah dendangan ahlul ahwa yang mereka itu jemu dan merasa sakit
dengan manhaj jarh wa ta`dil, karena manhaj ini menjelaskan aib-aib dan cacat mereka.
Dan demikianlah Abul Hasan Al- misry melecehkan ulama jarh wat ta'dil .
153
Hati-hati mereka telah diliputi keserupaan. Dan demikianlah perbuatan orang yang
tengah belajar mereka menggambarkan seolah-olah mereka dari ahli peneliti yang
sempurna.
Dan ini (penilaian negatif terhadap manhaj jarh wat ta`dil) adalah
hasil dari ta'ashub dan pengaruhnya yang jelek, dan kalau tidak, maka
sungguh ahlul ilmi menganggap bahwa berbanyak-banyak berbicara
terhadap ahlul ahwa dan mengkritik kesalahan mereka adalah sebagai
keutamaan dan kelebihan.
Berkata Imam Asad bin Musa -= - dalam risalahnya yang dia tulis kepada
Asad bin Furod -= - : Ketahuilah wahai saudaraku , yang membawaku untuk
menulis surat ini kepadamu adalah apa-apa yang disebutkan oleh penduduk negrimu
dari kebaikan apa-apa yang Allah berikan kepadamu , berupa keadilanmu terhadap
manusia dan kondisi baikmu dengan sebab apa yang engkau tampakkan dari sunnah
dan celaanmu terhadap ahlul bid'ah dan banyaknya penyebutanmu terhadap mereka
dan cercaanmu atas mereka. Selesai.
Kalaulah dipasrahkan perkara ini kepada orang yang tertipu ini niscaya akan
sirnalah usaha keras para aimmah jarh wat ta'dil , yang mana mereka itu mengerahkan
segala kemampuannya untuk menjelaskan keadaan ahlul ahwa, yang banyak
(mengambil waktu).
Seperti Imam Al-Wadi'y sampai-sampai tidak kosong satu pelajaranpun kecuali
disebutkan didalamnya kalam atas ahlul bida' dan seperti itu pula `allaamah Robi' Al-
Madkholy pemegang bendera jarh wat ta'dil dan selain keduanya.
Di sisi lain Abdurrohman Al-Adany dan orang-orang yang bersamanya
memprioritaskan dalam dakwah mereka kepada kelembutan , kelemahan dan berkasih
sayang secara mutlak , yang berpaling dari perincian secara syar'i di dalamnya(
maksudnya semuanya disama ratakan , tidak ada penjarahan bagi yang berhak di jarah
akan tetapi semua dihadapi dengan lemah lembut) dan ini adalah kebiasaan setiap
yang mengingkari manhaj jarh wat ta'dil dikalangan ahlussunnah, sebagaimana telah
terdahulu dari perkataan Abdulloh Al-Mar'i : Bagaimana kita sampai kepada manusia
sedang kita memusuhi mereka.
6- Anggapan mereka bahwa keras terhadap Ahlul bid'ah menyelisihi manhaj.
154
Dan tampak dengan jelas perkara ini pada bantahan-bantahan komplotan
Abdurrohman Al adany terhadap Syaikh Yahya =-= - - di antaranya:
Apa-apa yang ditulis oleh almajhul Abdulloh Robi` As Salafy di dalam
bukunya yang berjudul "Apa yang mereka cela dari Syaikh Al Hajury" sebagaimana dia
membuat pasal yang berjudul "Celaan yang keras terhadap orang yang menyelisihi
manhaj Salaf" dan dia menyebutkan sejumlah perkataan Syaikh Yahya terhadap Ahlul
bid'ah , seperti jarhnya kepada sibadut 'Amr Khalid dan selainnya.
Dan ini adalah perbuatan hizbyyyun terdahulu, mereka lakukan terhadap Al
Imam Al Mujaddid Al Wadi'y -= - dan begitu pula kepada Syaikh Yahya =-= -
seperti Muhammad Mahdy dan Muhammad Musa Baydhony terhadap Al Imam Al
Wadi'y -= - dan Nu'man Al Watar terhadap Syaikh Yahya.
Dan demikian pula perbuatan ini dilakukan oleh tidak hanya satu dari para
penulis yang ta'ashub terhadap Abdurrohman Al-Adany , dan Abdurrohman sendiri
termasuk dari orang-orang yang mencela syaikh Yahya sebelum fitnah , karena
kerasnya Syaikh Yahya terhadap Ahlul ahwa dan orang-orang yang menyimpang, dan
ketika berbicara Faalih Harbi terhadap Syaikh Yahya, Abdurrohman berkata: Biarkan
dia sampai berkurang kekerasannya , sebagaimana kesaksian Abdurrohman Asy-
Sya'biy Al-Yafi'y,
Dan sudah diketahui bahwa tidaklah Syaikh Yahya membicarakan seseorang
sebelum fitnah ini kecuali untuk ahlul ahwa .
Dan juga apa yang persaksikan oleh Hamud Al-Wailiy atas Abdurrohman
ketika syaikh Yahya mengingatkan atas kesalahan sebagian masyaikh dalam
dukungannya terhadap Abul Hasan ketika itu. Berkata Abdurrohman Apa ini, dia
mengkafirkan mereka!). maka berkata Hamud: tidak sesungguhnya syaikh yahya
menasehati .
Berkata Al-Allamah Robi' bin Hadi =-= - di dalam bukunya Jawaban Salafy
terhadap pertanyaan-pertanyaan Abu rowahah yang berkaitan dengan manhaj hal
(19) : " Sesungguhnya ahlul ahwa sekarang bersandaran dengan perkataan : fulan
memiliki sifat keras, tujuan mereka dengan kalimat ini adalah mencelanya atau
mereka menginginkan dengannya menghalangi dari jalan Allah sebagaimana yang
dilakukan oleh mereka dari ahlu ahwa pada masa sekarang ini. Selesai
155
7- Persyaratan Mayoritas Atau Ijma' Dalam Menghukumi Ahlul Bathil.
Ini adalah bagian dari perkara yang dipegang oleh ahlul ahwa untuk terus
menerus berada di dalam kebidahan dan penyelewengan yang mereka ada padanya.
Jika ada orang alim yang menasehati umat menjelaskan perjalanan mereka yang
menyelisihi manhaj salaf, mereka membantahnya dengan koidah yang jelek ini.
Dan ini dijalani oleh pengikut Abdurrohman Al-Adany yang meniru para
pengikut Abul Hasan Al-Misry dan Falih Al Harby yang mereka itu mengobarkan
qoidah ini untuk menghalangi laju kebenaran atas mereka. Dan Al Allamah Robi' bin
Hady ditanya di dalam salah satu kasetnya terhadap bantahan terhadap Falih Al
Harby: apakah disyaratkan di dalam mengkritik ahlul ahwa ijma' ulama zaman itu atau
cukup satu orang saja? Maka beliau menjawab: Ini adalah bagian dari koidah-koidah
yang membikin lembek, dan koidah yang keji, barakallahu fikum. Pada zaman yang
manakah disyaratkannya ijma ini? Dan apa dalil terhadap syarat ini? Setiap syarat
yang tidak ada di dalam Kitabullah maka itu adalah bathil. Andaikata di sana ada
syarat maka apabila Ahmad bin Hanbal dan yahya bin Ma'in mengkritik seorang
mubtadi' aku katakan,Harus berkumpul imam-imam sunnah semuanya di alam ini
terhadap mubtadi' ini. Apabila Ahmad berkata,Ini adalah mubtadi', selesai
segalanya. Oleh karena itu apabila berkata Ahmad,Fulan mubtadi' manusia
semuanya menerima hukum beliau. Mereka tidak menuruti hawa-hawa nafsu mereka
(yaitu menolak jarh ini dengan slogan "seluruh ulama belum sepakat").
Jika Ibnu Ma'in berkata "orang ini mubtadi' (ahlu bid'ah)." Tak seorang pun yang
membantah beliau (dengan mengatakan) Disyaratkan ijma' (untuk menghukuminya)
Hal ini mustahil pada setiap hukum syari'ah pada setiap hukum syari'ah mustahil
Mereka adalah orang-orang mumayyi' mereka adalah orang-orang mumayyi' (tidak
tegas dalam memegang al haq) dan mereka adalah ahlul bathil dan penyeru kepada
kerusakan serta para pemancing di air keruh, maka jangan kalian dengarkan
omongan kosong ini. Jika seorang 'alim yang bashir (yang mengerti sebab-sebab jarh)
telah menjarah seseorang -barokallohu fikum- wajib bagi kita menerima jarh ini,
kecuali jika ada seorang yang alim adil mutqin (kuat ilmunya) menentang jarh tersebut,
maka ketika itu dipelajari apa yang diucapkan dari kedua belah pihak, dan dilihat jarh
ini dan ta'dil ini.
Apabila jarh tersebut mufassar (secara mendetail) serta jelas, maka jarh ini
diutamakan daripada ta'dil, walaupun jumlah yang menta'dil lebih banyak. Jika
156
seorang Ulama menjarh dengan jarh yang mufassar sedang yang menyelisihinya dua
puluh, lima puluh, ulama sedangkan mereka tidak memiliki dalil (bukti) dan tiada
yang mereka ketahui kecuali husnuzh zhonn (prasangka baik) dan beramal dengan
Zhohir (yang nampak), sedangkan yang menjarhnya memiliki bukti atas jarh orang ini,
dia memiliki burhan atas jarhnya terhadap orang ini maka jarhnya dikedepankan.
Karena yang menjarh memiliki hujjah, dan hujjah lebih diutamakan. Dan bahkan
terkadang hujjah dikedepankan walaupun yang menyelisihinya adalah seluruh
penghuni bumi. Seluruh penghuni bumi menyelisihinya, tapi bukti dan kebenaran
bersamanya, al jamaah adalah siapa saja yang berada di atas al haq walaupun dia
sendiri, seandainya seseorang di atas sunnah sedang yang menyelisihinya seluruh
penduduk dua kota atau tiga kota (sedang mereka) mubtadi'ah (maka) al haq besertanya
dan diutamakan hujjah (al haq) yang dia miliki dibanding kebathilan. Maka hendaknya
al haq dihormati. Hujjah dan bukti itu harus dihormati. Alloh Ta'ala berfirman:
.! ,. | `. _..
"Katakanlah: Datangkanlah burhan (bukti) kalian jika kalian memang benar!" [Al
Baqoroh: 111].
Dan juga Alloh berfirman:
| L. . N l.` s . < | `-.. | Ll | | .`,
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan manusia di muka bumi niscaya mereka akan
menyesatkanmu dari jalan Alloh."[QS Al 'An'aam:116].
Maka jumlah yang banyak itu tiada nilainya jika tidak memiliki hujjah". (selesai).
Beliau hafidzohullah- berkata ketika menjawab beberapa pertanyaan para
pemuda 'Adn pada masa fitnah Abil Hasan: "Apabila bukti-bukti telah
didatangkan walaupun yang menentang jarh itu adalah seratus ulama
dari kibarul Ulama dari yang paling terkemuka dari mereka,
penentangan mereka tidak berarti sama sekali. Karena sesungguhnya
mereka menentang hujjah dan burhan, dan mereka menentang tanpa
adanya hujjah dan burhan sedangkan Alloh berfirman:
157
"Katakanlah: Datangkanlah burhan (bukti) kalian jika kalian memang benar!" [Al
Baqoroh:111].
.! ,. | `. _..
Jadi burhan membungkam beribu-ribu orang yang tidak memiliki hujjah.
Walaupun mereka adalah ulama. Ini adalah kaidah yang wajib untuk diketahui dan
hendaknya kalian merujuk kitab-kitab ilmu hadits terutama yang meluas
pembahasannya seperti Tadribur Rowy, dan seperti Fathul Mugits, Syarh Alfiah Al 'Iroqi,
dan ini adalah perkara-perkara yang telah pasti di sisi ulama , yang menyelisihi dan
berbicara mengenai hal ini dengan bathil tidak di perbolehkan , karena kita akan
merusak ilmu-ilmu islamiyah dan meruntuhkan kaidah-kaidah dan dan dan
seterusnya dengan cara-cara seperti ini.
Jadi tidak boleh bagi seorang muslim mengutarakan kepada manusia kecuali al
haq kecuali al haq. Dan (hendaknya) ia menjauh dari perkara yang samar dan hiyal
(tipu muslihat) barokallohu fikum. Selesai
Dan yang lebih mengherankan lagi bahwasanya sipenanya tersebut adalah 'Ali
Al Hudzaify Al 'Adany salah satu gembong yang ta'asshub kepada Abdurrohman,
namun dia mengatakan: "Apabila Ulama telah berbicara (menjarh) Asy Syaikh
Abdurrohman kita tidak akan menerimanya dari mereka kecuali disertai dengan dalil
(bukti) yang jelas atau seluruh ulama telah sepakat (atas itu). Ia mengatakan ini sambil
menggoyangkan jarinya dan memutarnya isyarat kepada ulama seluruhnya.
Dan di antara buktinya juga perkataan Abil Husein Asy-Syabwy kepada Al-Akh
Husein Al-Baihany - =-= - -: "Kalam (jarh) Syaikh Yahya disodorkan kepada ahlul ilmi,
maka bisa jadi mereka membenarkannya atau menolaknya.
Dan ucapan pengikut Abdurrohman Al 'Adany dan praktek mereka terhadap
kaidah ini masyhur, mereka menginginkan dengannya menolak al haq yang telah
diistbatkan (dibuktikan) oleh Syaikh Yahya - =-= - - serta merendahkan (menghinakan)
dengannya Abdurrohman Al 'Adany beserta teman-temannya.
8- Keluar (berkelit) dari Masalah yang Sedang Menjadi Ajang Pertikaian.
Dan ini termasuk dari bukti-bukti kebengkokan manhaj para pemberontak itu,
158
sejak Syaikh Yahya berbicara (menjarh) Abdurrohman dan para pengikutnya serta
membuktikan penyimpangan mereka, kami tidak mendengar sedikitpun bantahan atas
apa yang ditujukan kepada mereka.
Kemudian setelah manusia memahami dan mengerti keadaan mereka, yang
makin hari makin nampak (penyimpangannya) mulailah mereka mengambil cara-cara
dan benteng-benteng yang mereka anggap bisa berlindung dengannya dari serangan al
haq, yang dengannya mereka dapat mengalihkan lagi sebagian pandangan manusia
(kepada mereka) adapun cara yang mereka tempuh di antaranya berbenteng dengan
menyibukkan manusia dari memperhatikan hujjah-hujjah yang mengerti keadaan
mereka, dengan cara mengobarkan permasalahan yang keluar dari hal yang
diperselisihkan. Sebagaimana ini merupakan kebiasaan Ahlul bid'ah di setiap zaman.
Allah berfirman:
! _%! `, `-`. ,1l -l />l-l .l-.
"Dan orang-orang kafir berkata: Janganlah kalian mendengar al-qur'an ini dengan
sungguh-sungguh dan buatlah hiruk pikuk supaya kalian dapat mengalahkan
(mereka)."[QS.Fusshilat: 26].
Thohir bin 'Aasyur berkata pada tafsir ayat ini: "Dan ini adalah kebiasaan para
da'i kesesatan dan kebathilan untuk membungkam mulut-mulut para pengucap
kebenaran dan hujjah dengan segenap kemampuan mereka , dalam bentuk menakut-
nakuti, membujuk, mengancam dan memikat serta mereka tidak akan membiarkan
manusia saling berdebat dengan hujjah serta kembali kepada dalil-dalil. Karena mereka
meyakini bahwa hujjah lawan mereka lebih kuat.
Oleh karena itu mereka menutupi dan menolaknya. Bukan dengan semisalnya,
tapi dengan berbagai cara kebohongan, penyesatan apabila hiyal (tipu daya) telah
melelahkan mereka dan mereka melihat kilatan-kilatan kebenaran telah nampak.
Mereka takut kalau cahayanya menyinari manusia yang masih ada pada mereka
kebaikan dan petunjuk, mereka memalingkan mereka kepada omongan kosong serta
meniup terompet-terompet hiruk pikuk dan kegaduhan, barangkali mereka dapat
mengalahkan hujjah-hujjah kebenaran dan menenggelamkan ucapan al haq, perkataan
yang baik dengannya. (Selesai)
159
Adapun hal-hal yang ditempuh oleh Abdurrohman Al 'Adany dan pengikutnya dari
jalan-jalan yang bid'ah ini adalah:
Mengungkit-ungkit pemasalahan yang pernah dikobarkan oleh para hizbyyyun
yang lalu, dari para pengikut Abul Hasan, Soleh Al-Bakry dan selainnya terhadap
Syaikh Yahya, padahal telah lewat penyebutan dan bantahan terhadapnya yang
mematahkan alasan yang mereka bergantung dengannya.
(1)

Dan juga mengobarkan masalah di luar masalah yang sedang diperselisihkan beserta
upaya mereka untuk mencela Syaikh Yahya - =-= - - seperti mencuatnya masalah
jam'iyah Islamiyah dan selainnya dari apa yang telah lewat.
Usaha mereka mengadu domba antara Syaikh Yahya dengan para masyayikh lain
baik itu dalam Yaman atau luar Yaman.
Dan juga membuyarkan pemikiran manusia bahwasanya sebagian dari apa yang
disebutkan oleh Syaikh Yahya =-= - dan para Thullab beliau dari qorinah-qorinah
yang ada dan beristidlal dengan keseluruhan dalil-dalil yang jelas yang lainnya, yang
menunjukkan jalan baru yang ditempuh oleh para pemberontak dakwah, lalu mereka
mengasumsikan kepada orang bahwasanya Syaikh Yahya =-= - menghukumi
hizbyyah (mereka) hanya dengan salah satu dari qorinah tersebut, serta menjadikan
masalah pertikaian pada satu permasalahan saja, seperti perubahan yang terjadi pada
seseorang, yang dulunya miskin menjadi kaya saat melewati hari-hari fitnah.
(2)

9- Isyarat kepada sebagian ciri khas ahlut tahazzub (para hizbiyyin) yang
dimasukkan ke dalam dakwah salafiyyah.
a-Mengadakan kotak-kotak infak:
Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al Wadi'y rohimahulloh berkata: " Kotak-kotak
infak adalah bibit-bibit hizbyyah kotak-kotak infak merupakan bibit hizbyyah."
Selesai [dari kaset "asilah az zairin fi 'idil fitr" kaset kedua].
Dan berkata: "Awal yang dilakukan oleh hizbyyyin adalah mengadakan kotak-
kotak infak, (lalu apakah) kita akan mengadakan kotak-kotak infak kemudian
hizbyyyah masuk (kepada kita) wallohul musta'an."[dari kaset "Asilah dhuyuf Shon'a
wal Hudaidah" muka kedua].
Dan berkata: "Dan jam'iyyah-jam'iyyah ini ya ikhwan merupakan wasilah
160
(perantara) dan juga kotak-kotak infak, sungguh betul jalan menuju kepada hizbyyyah
perantara kepada hizbyyyah." Selesai [dari kaset "Asilah Bani Bakr", pada tahun 1421H,
Setahun sebelum wafatnya Syaikhuna Al Imam Al Wadi'y rohimahulloh.]
161


b-Tasawwul (minta-minta) dan Talashshus (Korupsi) serta Berlarut-larut ke dalam
Dunia atas nama dakwah:

-- - .-=' -='
Dari Ubaid Al Jabiry kepada yang berkepentingan para muhsinin dan pelaku
kebaikan waffaqohumulloh.

Dan setelahnya, sesungguhnya pemberitahuan yang tertera dengan
pengantarnya adalah dari pihak Al Akh fillah Asy Syaikh Abdulloh bin 'Umar Al Mar'i
bermukim di Darul Hadits di Syihr kampung Al Manshuroh di Hadhromaut, dan Al
Akh Abdulloh tsiqoh (terpercaya) dan ma'ruf di sisi kami dengan istiqomah di atas
sunnah, beliau juga memiliki kerja keras yang disyukuri untuk menyebarkan manhaj
salafy yang haq, karena itu ana mewasiatkan agar membantunya atas apa yang dia
pikul dari beban-beban yang bersangkutan dengan kebutuhan Darul Hadits tersebut.
`-' -'= -= - -'-

Tertanda/ Ubaid bin Abdillah Al Jabiry
Mantan Pengajar Jami'ah Islamiah
Ditulis hari Rabu Sore tanggal tiga Shofar
Tahun Seribu Empat Ratus Dua Puluh Delapan Hijriah

Dan berikut ini bentuk-bentuk dari Tasawwul (meminta-minta) Abdulloh bin
'Umar Al Mar'i melalui sarana situsnya di bawah tema (Sekilas Mengenai Dar(ul
Hadits Syihr)) terdapat padanya:
162
6- Maktabah dan Tasjilat Sewaan : Sebagaimana terdapat pada Dar Maktabah Sam'iah
wa Maqruah yang seadanya memungkinkan bagi thullab untuk meminjam kaset-kaset
untuk mengambil faidah darinya. dan Maktabah Sam'iah wa Maqruah juga menjual
kaset-kaset serta kitab-kitab Ahlus sunnah dan Tauhid dengan harga yang sesuai.
7- Jaminan untuk Thullab (penuntut ilmu) : Markaz juga menanggung Thullab al
mutafarrig (tidak menyibukkan diri dengan selain belajar) yang masih bujang dan
sebagian telah menikah. Adapun yang masih bujang mereka tinggal di Al Jam'i (masjid)
dan di sakan (asrama) khusus untuk mereka dan asrama tersebut belum sempurna
bangunannya. Dan jumlah mereka berganti-ganti antara (300-400) sebagaimana para
pelajar resmi kebanyakan mereka tidak diterima karena ketidak ada kemampuan kami
untuk menyiapkan asrama dan nafkah mereka, sebagaimana terdapat dapur Darul
Hadits, dan adapun yang telah berkeluarga mereka tinggal di rumah-rumah sewa,
dan ma`had memberikan bantuan kepada mereka dari waktu ke waktu, dan kami
meminta udzur dari kebanyakan karena ketidak mampuan kami untuk menyiapkan
tempat tinggal dan nafkah bagi mereka.
8-Tanggungan Para Da'i dan Kibarul Tholabatul 'Ilm: Markaz memberikan bantuan
kepada beberapa da'i dan para Thullab yang terkemuka untuk membantu mereka
dalam istimror (untuk kesinambungan) dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu
setiap orang sesuai kadar kebutuhannya dan sesuai dengan kadar pemasukan markaz
(Darul Hadits).
9-Situs Ad-Dar di jaringan Internet: Markaz telah membuka situs di internet untuk
menukil durus dengan sarana Internet, sebagaimana terdapat ruang computer untuk
mencetak kitab-kitab dan selebaran-selebaran serta surat-surat yang khusus milik Ad
Dar, dan sebagian ikhwah bekerja di (markaz Yamanul Khair Lil Lughoot wal Hashub)
yang dinaungi oleh Ad Dar yang memiliki kerja keras dan semangat, pengenalan
khusus tentangnya dipisahkan dan alamat (situsnya) terdapat pada jaringan Internet.
10-Transportasi Ma`had : Dan Markaz memiliki sebagian alat Transportasi yang
disedekahkan oleh sebagian muhsinin jazahumullohu khairon- mengangkut thullab
dan tholibaat dalam proses belajar di pagi dan sore harinya. Sebagaimana mengangkut
mereka untuk rihlah da'wah sebagaimana yang akan datang (keterangannya) Insya
Alloh.
163
Amalan-amalan Markaz yang dilakukan di luar ma`had :
1- Markaz mengadakan ta`lim untuk kalangan laki-laki baik kecil maupun besar di
beberapa masjid kota menurut tingkatan-tingkatan para hadirin, sebagaimana ada di
sana beberapa durus umum dan muhadhoroh serta mau'idzoh (wejangan) dari waktu
ke waktu.
2- Markaz mengadakan pelajaran umum untuk para wanita sesuai tingkat dan umur
mereka dan demikian itu diselenggarakan di rumah-rumah yang terpisah-pisah di
kota dan muhadhoroh-muhadhoroh dan mau'idzoh yang mencakup nasihat-nasihat,
tarbiah, ta'lim, dan pengarahan.
3- Markaz mengadakan ta`lim tiap pekan di luar kota pada sebagian tetangga desa baik
untuk laki-laki atau perempuan sesuai dengan tingkatan dan umur. Dan hal itu
terlaksana secara rotin dan berkesinambungan. Markiz telah berhasil mendakwahi
manusia kepada Tauhid, Al Qur'an, dan Sunnah, serta kepada kebaikan dan
keutamaan dan berusaha (dengan semangat untuk berdakwah) kepada penduduk
wilayah-wilayah yang jauh.
4-Markiz mengadakan perjalanan dakwah setiap pekannya dan hampir setiap pekan
diselingi dengan mengadakan bermacam-macam muhadhoroh dan wejangan yang
sesuai.
5-Markiz mengirim beberapa khotib ke sebagian daerah dekat dan tetangga jika
dimudahkan.
6-Markiz mengatur (jadwal) rihlah ilmiyah ke markiz-markiz ilmiyah dan juga kepada
para masyaikh ahlus sunnah di Yaman. Dengan semangat mengundang orang awam
untuk menghadirinya, sebagaimana markiz memanfaatkan rihlah dalam rangka haji
dan umrah yang diatur oleh markiz untuk mengunjungi para masyaikh ahlussunnah di
tanah haromain.
7-Markiz berusaha memudahkan rihlah-rihlah untuk menghadiri muhadhoroh tiap
pekannya dan selainnya, dan semangat untuk mengundang orang awam untuk
menghadirinya.
8-Markiz membantu beberapa tullab dan para pengajar yang pindah dari dan ke
markiz, serta markiz-markiz hadits lainnya, semuanya menurut kadarnya dan sesuai
dengan kadar kemampuan markiz.
164
9-Markiz mendirikan pasar murah khusus untuk para wanita yang menyediakan
perlengkapan mayoritas kebutuhan wanita, yang bertujuan untuk menjauhkan para
wanita dari pasar-pasar ikhtilath (campur baur), dan dengan tujuan memasukkan
dakwah kepada para wanita awam dengan muamalah yang baik,dan saling toleransi
serta memberikan shodaqoh kepada yang berhak, dan ini merupakan sebab yang
menarik kebanyakan (mereka) dan (sebab) masuknya mereka kepada istiqomah dan
sunnah. Darul Hadits Syihr www .daralhadeeth-sh.com. selesai.
Dan Al Akh Muhammad Al Baridy Al 'Amudy Asy Syihry telah menulis sebuah
risalah yang bertema "At Tajawwul fi Ba'dhi ma 'inda 'Abdillah bin Mar'i min Tasawwul"
beliau menjelaskan disana bentuk tasawwul-tasawwul Abdulloh bin Mar'i yang tidak
sedikit, seperti minta-mintanya kepada para nelayan dengan berbagai macam cara, dan
merogoh kocek para pedagang dengan banyak jalan, serta memohon dana dari orang-
orang awam dengan metode-metode tersendiri , lihatlah di malzamah (artikel) tersebut.
Dan di antaranya adalah apa yang dikabarkan oleh Al Akh Fuad Al Mahri
ro'ahulloh- imam masjid As Sunnah (di desa) Shoqr (kabupaten) Mahroh bahwasanya
Abdulloh Al Mar'i meminta kepadanya (300000) tiga ratus ribu real Yaman dengan
alasan da'wah tidak mampu menanggulanginya.
Dan di antaranya apa yang dikabarkan oleh Al Akh Muhammad Al Katsiry yang
berdomisili di Emirat bahwasanya Abdulloh Al Mar'i memiliki canel besar untuk
mengemis di Emirat: dan dia adalah Abdulloh Al Minhaly.
Dan Al Akh Muhammad Al Bareidy Al 'Amudy Al Hadhromy Asy Syihry telah
menjelaskan sekilas singkat mengenai usaha-usaha Abdulloh bin Mar'i yang
menunjukkan bahwa ia telah berlarut tenggelam dalam dunia dan menelantarkan
Thullabnya atas nama da'wah, dan usaha-usahanya telah mencapai 30 usaha di
antaranya yang telah terlaksana adalah :
1-Maktabah untuk menjual kitab-kitab dan kaset-kaset milik da'wah yang berlokasi
pada bangunan masjid At Taqwa, namun pada masa terakhir ini bangkrut dan berubah
jadi milik bersama secara saham (perseroan).
2-Maktabah berikutnya untuk menjual kitab-kitab dan kaset-kaset milik da'wah dan
telah pailit juga dan telah gulung tikar sejak dulu namun masih harus tetap membayar
sewa sampai sekarang.
165
3-Maktabah yang terletak pada bangunan lantai tiga melalui lift (tangga berjalan) untuk
menjual kitab-kitab dan kaset-kaset milik da'wah dan telah bangkrut pula.
4-Usaha menjual sebagian dari tanah waqof sebagai dana untuk mengolah sebagian
tanah lainnya kemudian hasilnya digunakan untuk maslahat da'wah, dan juga telah
bangkrut.
5-Toko untuk menjual makanan, milik da'wah terdapat di lokasi masjid At Taqwa, dan
sekarang telah berubah menjadi milik bersama secara saham (perseroan).
6-Toko untuk menjual semen milik da'wah, salah seorang ikhwah pernah bekerja di
sana dan ia sekarang berada di Dammaj, dan juga telah bangkrut.
7-Toko jual kue bakar (cake) milik da'wah, dan juga telah bangkrut.
8-Kemudian toko jual oven setelah bangkrutnya dirubah menjadi toko sepeda motor,
kulkas, dan mesin cuci, kemudian akhirnya bangkrut juga.
9-Toko jual roti panggang milik da'wah, dan telah bangkrut.
10-Memelihara burung elang untuk dijual di Riyadh dan negri lainnya, padahal ma'ruf
bahwa elang pemakan daging , dulu Al Akh Abdulloh bin Mar'i pergi ke pesisir pantai
wilayah-wilayah timur di malam hari untuk mengambil penyu sebagai makanan
burung-burung elangnya dan hal ini telah diketahui oleh umum, perlu diketahui
bahwa tempat-tempat ini dijaga ketat oleh pemerintah dan pemerintah memberikan
sangsi hukum bagi siapa yang melanggar peraturan ini, maka pemilik malzamah
"Mi'yarul Ilm Wad Dien" Abdulloh Mar'i jika telah dekat ke tempat terlarang ini,
memadamkan lampu mobilnya supaya polisi tidak melihatnya, ia berlaju dengan
mobilnya dengan kecepatan tinggi pada kegelapan dan lihainya ia tidak salah jalan,
dan ketika ditanya tentang kebiasaan ini ia menjawab: "Saya sudah biasa
menyelundupkan barang antar Yaman dan Su'udiyah atau dengan makna ini.!!!
11-Menjual madu di Su'udiyah
12-Jual beli mobil.
13-Menyewakan bis dan mobil da'wah kepada perusahaan (Buqsyan), dan kini telah
ditinggalkan.
14-menyewakan bis da'wah untuk haji dan umroh dan rihlah ke markiz-markiz sunnah
166
padahal bis itu milik da'wah.
15-Menyewakan bis da'wah untuk mengantar penumpang ke Muhadhoroh-
muhadhoroh padahal bis itu milik da'wah.
16-Mendirikan sekolah khusus untuk anak-anak perempuan dengan minta-minta.
17-Pasar kecil di tengah-tengah sekolah anak-anak perempuan, dijual padanya
beberapa makanan ringan dan untungnya untuk da'wah.
18-Warnet berlokasi di masjid Taqwa, di antara toko sayur mayur dan toko buah-
buahan.
19-Markiz Yamanul Khair untuk kursus bahasa Arob dan komputer.
20-Menjual buah-buahan milik da'wah yang berlokasi di masjid Taqwa.
21-Pasar Al Khairi untuk wanita, dan mencakup kebanyakan kebutuhan para wanita
dengan anggapan bahwa pasar itu bertujuan untuk menjauhkan para wanita dari
pasar-pasar ikhtilat, dan ini merupakan sebab senangnya kebanyakan (mereka terhadap
da'wah) dan (sebab) masuknya mereka kepada istiqomah dan sunnah, adapun
permulaan pasar ini ada seorang penyumbang menyumbang sejumlah pakaian untuk
orang-orang miskin, namun mereka menjualnya(walaupun dengan harga murah),
akhirnya banyak orang mencela mereka karenanya, lalu mereka mengemukakan udzur
(alasan) bahwasanya mereka telah meminta idzin dari penyumbangnya untuk
menjualnya dengan harga murah kemudian harganya kembali untuk maslahat da'wah
maka ia mengizinkan mereka untuk hal itu. Adapun sekarang pasar itu sudah menjadi
besar dan mendatangkan barang-barang dagangan dari Shon'a dan selainnya dengan
harga beratus-ratus ribu dan yang menjual pada pasar ini adalah pengajar wanita
mereka.
Ketahuilah bahwa usaha-usaha diatas yang tujuannya adalah untuk maslahat
da'wah ternyata mayoritas tidak berhasil (alias pailit berat) namun tetap saja Al Akh
Abdulloh keluar masuk , jatuh bangun (berambisi) untuk melakukan usaha yang gagal
ini, dan ini masyhur di sisi kita semua(ikhwah-ikhwah Hadromaut) , dan kebanyakan
usaha-usaha ini atau sebagian besar bermodal utang dan ditutup di atas utang dan
akhirnya da'wahlah yang memikul beban utang-utang itu sebagaimana pengakuan
mereka. (karena tidak ada jalan lain untuk menutup hutang, ya terpaksa ngemis. ,pent )
167
Usaha-usaha yang belum dilaksanakan sampai sekarang setahu saya:
23-Apotik.
24-Penyaringan air.
25-Travel haji dan umroh.
26-Usaha jahit pakaian dan abayah (konveksi).
27-Membeli bangunan pasar di samping Masjid At Taqwa, Al Akh Abdulloh bin Mar'i
telah menawari thullabnya para a'ajim (orang-orang selain Arob) dari kalangan orang-
orang Francis dan Amerika yang belajar di Darul Hadits Syihr untuk tanam saham
guna membeli bangunan ini, dan usaha ini membutuhkan tiga ratus ribu dolar Amerika
kalau dinilai dengan mata uang Yaman kurang lebih enam puluh juta real Yamani!!!-
berita ini sampai kepadaku dari sejumlah orang-orang a'ajim yang dulunya belajar di
sana, di antaranya adalah Abu Muhammad Abdulloh Al Amriky, dan kabar ini
masyhur.
Dan telah mengabariku bukan cuma satu orang saja dari orang-orang 'ajam dan
ia sekarang berada di Dammaj bahwasanya Al Akh Abdulloh bin Mar'i menawarkan
kepada mereka untuk menanam modal dengan keuntungan besar untuk usaha bisnis
di antaranya:
28-Usaha pabrik es batu.
29-30-31-(Markiz untuk kursus bahasa Arob, suatu usaha dagang, mendirikan
Perguruan tinggi (Jami`ah).
Berkata Abu Muhammad Abdulloh Al-Amriky salah seorang pelajar yayasan Yaman
Al-Khoir di mana Abdulloh sebagai penaggung jawabnya : Setelah polisi mengusir
orang-orang 'Ajam(Asing) dari Syihr, kami duduk dengan penerjemah Asy Syaikh
Abdulloh bin Mar'i namanya Abdulloh Al Laksinbarji- untuk memikirkan jalan baru
yang dengannya kami bisa mendapatkan iqomah (idzin tinggal) untuk para a'ajim di
Syihr lalu ia mengatakan:
Pertama: Mengadakan markiz baru untuk mengajarkan bahasa 'Arob, dan ia telah
mengambil seribu dolar untuk membuka markiz ini dari para a'ajim.
Kedua: Kita akan memikirkan suatu usaha dagang.
168
Ketiga: Kita akan membuka Jami'ah.
- Adapun berlarut-larutnya Abdurrohman tenggelam dalam dunia atas nama da'wah
telah lewat penyebutannya dengan bukti-buktinya pada bagian: (Hakikat Tasjil)
maka lihat kembali pada halaman (11).
Al 'Allamah Asy Syaikh Robi' bin Hadi - =-= - - telah ditanya dengan pertanyaan ini:
Sipenanya berkata- dan dia adalah Ali Al Hudzaify!!!-: Syaikh kami Muqbil
rohimahulloh ta'ala membangun da'wahnya di yaman dengan iffah (mejauhkan diri
dari hal-hal yang tidak baik/syubhat/tidak halal), dan beliau telah menulis risalah
untuk mereka << -'~-- >> (tercelanya meminta-minta), pertanyaan: sebagian da'i
terkadang meminta harta manusia dengan tujuan da'wah, maka apakah dhobith
(kaidah) meminta kepada manusia demi da'wah?
Beliau =-= - menjawab: Pokoknya , semoga Alloh merahmati Asy Syaikh
Muqbil dan kami memohon kepada Alloh agar berkenan menggantikannya dengan
kebaikan di Yaman dan selainnya, sungguh orang ini telah mengingatkan kita dengan
kezuhudan salaf, waro' mereka, dan kehormatan, kemuliaan, keengganan (dari hal
yang menjatuhkan harga diri), serta keberanian mereka dalam mengucapkan al haq
-= - -, dan sebagian besar penyakit yang menimpa da'wah salafiyah di Yaman
beliaulah yang memperbaiki/membetulkan mereka dan meninggalkan mereka dengan
kebaikan, kami memohon kepada Alloh agar memberkahi murid-muridnya, serta
menjadikan banyak di antara mereka orang yang berjiwa seperti beliau, karena beliau
demi Alloh adalah sebagai contoh (suri tauladan) dalam kezuhudan dan waro' serta
penghinaan terhadap dunia, dan sungguh beliau dulu adalah orang yang bashir
(paham/ahli) tatkala beliau menolak harta (tidak tergiur dengan harta) dan mentahdzir
dari meminta-minta, sampai saya mengingat bahwasanya beliau menjelek-
jelekkan/mencerca orang yang mengumpulkan harta (uang) atas namanya, betapa
bersihnya beliau dan semoga Alloh memberkahinya.
Dan bukanlah suatu hal yang dhoruroh (darurat, tidak boleh
tidak) menghadap manusia untuk meminta (harta mereka) atas nama
da'wah, salaf tidak pernah melakukan hal seperti ini dan Ahmad bin
Hanbal -= - - apakah beliau dulu membentangkan tangannya untuk harta karena
demi da'wah?! Bahkan beliau dulu menolak harta, dan sungguh telah dijadikan
permisalan/contoh yang paling indah dalam kemuliaan dan keengganan mengulurkan
169
tangan untuk meminta-minta, ketika beliau melakukan rihlah kepada Abdur Rozzaq,
beliau rihlah dari Iraq ke Shona'a, kemudian di tengah perjalanan beliau dan temannya
Yahya bin Ma'in singgah untuk berhaji, lalu mereka berdua mendapati Abdur Rozzaq
di Makkah Al Mukarromah, Ibnu Ma'in berkata kepada Ahmad: Ini Abdur Rozzaq,
Alloh telah menggiringnya kepada kita, kita tidak perlu rihlah lagi kesana, Ahmad
berkata: Sungguh aku telah berniat untuk rihlah ke Shona'a maka saya tidak akan
kembali, kemudian beliau safar ke Shona'a, sampai harta beliau habis rohimahulloh,
dan hal ini diketahui oleh teman-teman beliau maka mereka menawarkan harta mereka
untuk membantunya, tapi beliau menolak dan lebih memilih untuk bekerja
mengangkat barang orang , beliau menjadi tukang angkut barang, mengangkat di atas
punggungnya untuk pemilik unta orang badui dan orang-orang miskin, padahal beliau
adalah Imam besar -= - , beliau melihat bahwa mengangkat barang , bekerja dan
makan dari hasil tangannya sendiri lebih baik beribu-ribu kali lipat daripada meminta
dari manusia, karena tangan yang diatas adalah yang memberi, dan tangan yang
dibawah adalah yang mengambil, sedang Ahmad tidak mau tangannya dibawah ,
karena itu saya menasehati para ulama dan thullabul ilm agar
mengembalikan kehidupan salaf yang mulia ini (dalam kehidupan kita),
dan agar menyadari bahwa at tahaaluk (tenggelam atau berjatuhan)
karena harta termasuk hal yang paling bahaya dari segala bahaya
yang menimpa da'wah salafiyah, dan buktinya bahwa fitnah yang
berkobar sekarang ini disebabkan harta di mana sebagian orang
menyodorkan tangannya (mengemis) kepada Jam'iyah (Yayasan atau
sejenisnya) ini dan itu, maka kami berlindung kepada Alloh dari fitnah harta,
sungguh demi Alloh harta adalah fitnah , demi Alloh jumlah yang sedikit dari thullab
yang belajar di masjid sedang mereka itu dalam keadaan iffah (menjaga harga diri dari
meminta-minta) mulia dan terhormat lebih baik daripada berjuta-juta dari thullab
(penuntut ilmu untuk meraih harta dan tenggelam karena dunia, maka kami
mewasiatkan kepada para syabab salafy dan ulama untuk
mengembalikan kehidupan salaf pada diri mereka sebagaimana
mereka telah mengibarkan bendera sunnah, maka hendaknya mereka
juga mengibarkan bendera kemuliaan, kehormatan, zuhud, waro', serta
mensucikan diri dari berlari di belakang dunia. Dan demi Allah tidaklah
dakwah salafiyyah di Yaman diganggu dan ternodai kecuali karena tersebarnya harta
dan mereka menjulurkan lidah dibelakangnya, yang mengakibatkan timbulnya fitnah
170
yang ada sekarang ini karena harta memiliki andil yang kuat dalam mengobarkan api
fitnah. Maka hendaknya mereka bertaubat kepada Allah dan kembali kepadanya serta
saling bersaudara, dan kami mewasiatkan agar saling mewasiatkan di atas al-haq dan
kesabaran pada setiap masalah kehidupan. Allah Ta'ala berfirman:
>l.l `_ :. ' ~>l 1 N N .,.l ,: _..l
"Sungguh Kami akan mencoba kalian dengan sedikit dari ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, dan kematiaan, serta kekurangan buah dan berilah kabar gembira
bagi orang-orang yang sabar." [Al Baqoroh: 155].
Dan demi Allah tidaklah salaf menyampaikan dakwah ini kepada kita dalam
keadaan segar bugar (murni) dengan harta dan kendaraan, tapi mereka
menyampaikannya dengan zuhud, waro', dan kesucian mereka ridhwanullohi 'alaihim.
Maka kami mewasiatkan kepada para salafiyyin di manapun mereka
berada terutama di Yaman yang Allah telah mengibarkan bendera
sunnah padanya: "agar menjaga/memelihara dakwah ini, dan jika
datang kepada mereka harta untuk merusak hubungan di antara
mereka, maka hendaknya mereka menendang(mencampakkan) harta
itu dengan kakinya dan terus berlaju di atas jalan yang mereka lalui
sebelumnya , dalam kondisi tetap di atas kemuliaan, kehormatan
menyebarkan dakwah Allah yang mulia dan suci. Selesai dari kaset "asilah
syabab 'Adn fifitnah Abil Hasan".
Bukannya kami mengingkari amalan-amalan kebaikan (dengan harta yang
terkumpul), hanya saja kami mengingkari apa yang timbul dibelakang itu dari
perpecahan, membuang waktu dengan minta-minta atas nama dakwah. Syaikhuna Al
Imam Al mujaddid Al Wadi'i rohimahulloh Ta'ala berkata di muqoddimah kitabnya
"Dzammul Masalah" (hal 8) " Dan jam'iyah-jam'iyah tersebut tidaklah
diizinkan (berdirinya) kecuali dengan syarat berada di bawah
pengawasan kementrian sosial, dan diadakan padanya pemilu, dan
meletakkan hartanya di bank-bank ribawi kemudian pelakunya
melakukan pengkaburan kepada manusia dengan mengatakan :
apakah membangun masjid, menggali sumur, dan merawat anak yatim
adalah harom? Maka jawaban kepada mereka adalah : "Wahai para
171
pengkabur(para pembuat talbis) siapa yang mengatakan kepada kalian
bahwa ini adalah harom? Yang harom adalah hizbyyyah dan memecah
belah kaum muslimin serta membuang waktu kalian dengan
mengemis(meminta-minta)." Selesai
Terjemahan Mukhtashar Bayan dari hal. 82-87 oleh Abu Abdillah Adib Aljakarty.

C. Pasar atau Bazar Amal
Syaikh Ahmad An-Najmi -= - pernah ditanya: "Ya Fadhilatus Syaikh tersebar
dikalangan wanita apa yang dinamakan dengan pasar atau bazar amal. Bentuknya para
wanita diminta untuk menyediakan makanan atau barang yang lainnya dengan tujuan
amal, kemudian barang-barang tersebut diletakkan di suatu tempat yang khusus untuk
perempuan, lalu dipromosikan kepada wanita untuk membeli apa-apa yang ada di
pasar amal tersebut seperti makanan, kaset-kaset, kitab-kitab, pakaian dan lain-lain.
Hasilnya digunakan untuk proyek amal seperti pembangunan asrama perempuan (TN)
yang di dalamnya diajarkan Al-Qur'an dan ceramah-ceramah agama. Apa hukumnya
dalam pandangan Islam? Apakah engkau menasehatkan untuk bekerja sama dengan
orang-orang yang menjalankan cara-cara seperti ini?
Beliau menjawab:
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga dan para
shahabatnya, kemudian dari pada itu: Model seperti terkenal sebagai bagian dari cara-
cara Ikhwanul Muslimin, mereka mempunyai banyak cara dalam mengkampanyekan
da'wah dan hizbynya. Model seperti ini sama sekali tidak dikenal oleh salaf dan tidak
ada satupun dari mereka yang melakukannya, yang dilakukan para salaf jika ada
kebutuhan yang mendesak menganjurkan orang untuk bersedekah dalam suatu amal
kebaikan.
Di pihak yang lain, Ikhwanul Muslimin setiap mendapatkannya mereka
gunakan untuk mengkampanyekan hizbynya. Di mana dalam hizbynya ada orang-
orang yang berpikiran takfiry, dan apabila kalian sumbangkan harta kalian kepada
mereka, mereka akan gunakan untuk kegiatan yang merusak, untuk membunuh orang-
orang yang tidak berdosa, menyebarkan faham mereka yang rusak.
172
Karena itu saya memandang untuk tidak bekerja sama dengan mereka dan tidak
mencontoh cara-cara mereka. Hal ini berdasarkan apa yang telah diketahui secara pasti
tentang mereka selama ini, baik itu melalui pertanyaan-pertanyaan, pengalaman hidup,
kabar dari orang-orang yang dulunya bersama mereka kemudian meninggalkannya
dan apa yang tercetak di kitab-kitab tentang mereka.
Saya Al-Hamdulillah tidaklah berkata tentang mereka dengan dusta atau
menuduh mereka dengan sesuatu yang tidak ada pada mereka. Itu semua telah saya
tulis dalam beberapa makalah dan beberap kitab. Semoga Allah menjadikannya sebagai
jihad di jalan-Nya.
Kesimpulannya: bahwa cara seperti ini adalah cara bid'ah. Apa yang terkumpul
dari kegiatan itu akan masuk pada kas ikhwanul muslimin yang dipersiapkan untuk
mencapai tujuan-tujuan mereka yang rusak, seperti memberontak kepada negara yang
mereka tinggal di dalamnya. selesai (kitab beliau Al-Fatawal Jaliyah 'anil Manhajid
Da'awiyyah / 2/hal. 162-163)
Syaikh Fauzan hafidzahullah pernah pula ditanya: Apa pendapat engkau tentang
pasar atau bazaar amal? Yang dipersiapkan di rumah dan dijual di madrasah-madrasah
atau di madrasah tahfidz dan keuntungannya disalurkan untuk amal kebaikan dan
mendirikan madrasah tahfidz perempuan (TN), semoga Allah membalas engkau
dengan kebaikan.
Jawab:
Saya katakan: Barangsiapa ingin berbuat baik kepada fakir miskin, silakan
untuk bersedah kepada mereka secara langsung tanpa pasar atau bazar amal dan
tanpa cara-cara yang menyimpang. Bagi yang mempunyai kelebihan, harta sedekah
dan ingin berbuat baik pintu kebaikan terbuka Alhamdulillah tanpa cara-cara seperti
ini. Bersedekahlah kepada mereka secara langsung. Kenapa kamu harus pergi dan
membeli barang kemudian harganya dijadikan sedekah? Sedekahkanlah dari awal
dengan niat sedekah tanpa direpotkan dengan cara-cara seperti ini. (Selesai)

10. Benih-benih penyimpangan yang muncul dari masuknya yayasan dalam da'wah
Tidak tersembunyi bagi orang yang mempunyai pengetahuan sedikit saja
173
tentang kondisi hizbyyyah sebelumnya yang telah membikin huru hara dan keonaran
terhadap da'wah salafiyah di markaz induknya di Dammaj, bahwa di belakangan
mereka adalah yayasan-yayasan. Yayayan yang mengsubsidi para perusuh dan
pembikin onar tersebut seperti yayasan Ihyaut Turots, Yayasan Al-hikmah dan
yayasan Al-Ihsan dan lain-lain.
Telah muncul benih-benih penyimpangan ketika adanya yayasan dalam hizby
baru ini (hizbynya Abdurrohman dan Abdulloh Al-Mar'i Al-'Adany) yang dengannya
nampak jelas perubahannya. Hal ini diketahui oleh orang-orang yang benar-benar
mengetahui kondisi mereka yang sebenarnya. Yayasan Ash-Syihr yang dipimpin
Abdulloh bin Mar'i Al-Adany pada tanggal 10/12/2007 menyebarkan iklan tentang
yayasan ahlul hadits wal atsar yang beralamatkan di Mesir.
Syaikh kita Yahya hafidahullah berkata: Saya menelpon al-akh Majid Al-
Mudarris Al-Mishry, lalu saya tanya dia tentang yayasan ini, dia menyebutkan bahwa
yayasan ini seperti yayasan yang lainnya yang telah nampak kehizbyyyahannya. Begitu
pula sampai saat ini masyarakat tidak menyumbangkan dengan sesuatu yang berarti
untuk yayasan ini. Dan dikhawatirkan yayasan ini akan segera ditutup karena tidak
punya sponsor yang kuat, dulunya sebagian teman-teman mereka di sana telah
menasehatkan orang-orang yayasan ini agar tidak mendirikan yayasan dan
menjelaskan kepada mereka penyimpangan-penyimpangan yang ada. Akan tetapi
mereka tetap mendirikan yayasan dan sampai saat ini mereka tidak mendapatkan hasil
uang yang berarti, bahkan terjadi perpecahan dari teman-teman mereka yang tidak
sepakat. Muncul dari mereka perkara-perkara yang tidak terpuji, mereka benar-benar
condong ke hizby baru ini dan memuji-muji apa yang dilakukan syaikh Ubaid dari
perkataannya terhadap kita. Demikianlah apa yang diberitakan oleh Al-Akh Majid Al-
Mudarris kepada saya, dan dia termasuk orang yang baik dan bersungguh-sungguh
dalam mencari kebenaran. selesai perkataan beliau-.
Berkata Asy-Syaikh Abdul 'Aziz Al-Buro'iy -hafidzahullah-:
-~- = -=:- --=:-
Sikap yang benar terhadap Jam'iyyat Ahlul Hadits dan Al Atsar
Fadhilatusy Syaikh Abdil Aziz Al Buro'iy - =-= - - ditanya:

174
Apa yang anda ketahui tentang Jam'iyyat Ahlul Hadits Dan Atsar dan apa sikap
yang benar terhadapnya?
Maka Fadhilatusy Syaikh Abdul Aziz Al Buro'iy =-= - menjawab: Perihal
jam'iyyat ini telah sampai padaku kemarin, bahwasanya dia di Syihr dan di sebar
luaskan melalui situs Asy Shir merupakan situs Internet yang mana Abdulloh Mar'i
saudara Syaikh Abdurrohman Al 'Adany adalah Pembina situs ini, maka ketika berita
itu sampai kepadaku aku memandang aneh satu lompatan yang mengerikan, maka aku
langsung menelepon, pertama dengan Salim ba Muhriz dan aku bertanya tentang hal
itu dan dia menyangkalnya habis-habisan kemudian aku menelepon Abdulloh bin
Mar'i sendiri dan dia menyangkal habis-habisan sampai aku berkata kepadanya
"Barangkali sebagian teman-temanmu bukan kamu?" Abdulloh berkata "Sama sekali
tidak ini dan tidak itu." Muncul masalah ketika salah seorang ikhwah meneleponku
dari salah satu kota di Yaman membacakan untukku program Jam'iyyah, pasal-pasal,
system kerja, penyebar luasannya lewat Internet dan dia menyebutkan nama anggota
notulen, yang demikian itu memaksaku memasuki Internet untuk melihat ini. Lalu aku
masuk artikel situs Asy syihr "Kabar gembira, bahwasanya telah diresmikan situs
Jam'iyyah Ahlul Hadits dan Atsar kemudian penyebutan alamat situs yakni situs
jam'iyyah ahlul hadits Al Atsar tanpa menyebutkan pasal-pasal lalu aku masuk ke
alamat situs jika demikian dia adalah Jam'iyyah dari Mesir bukanlah dari Yaman dan
dua orang bertanggung jawab atasnya, salah astu dari keduanya bernama Abu Abdil
A'la Kholid Muhammad Utsman dan yang kedua Hisaamuddin Ali Al Laitsi dan
pemberitahuan ini di situs Asy Syihr sekitar tanggal 10/12/2007 Masehi.
Ketetapan waktu yang masuk dalam artikel ini terdapat di situs Asy Syihr dan
aku baca pasal-pasal dan ketentuan-ketentuan Jam'iyyat ini ,serta aku melihat beberapa
tazkiyah dari sebagian Masyaikh, akan tetapi mereka tidak terkenal , aku menduga
salah satunya adalah Al Bana Allohu a'lam. Di sana ada salafi dipanggil Hasan Al Bana
apakah dia itu orangnya atau orang lain Allohu a'lam. Dan dua orang berikutnya tidak
dikenal pula dan mereka ini yang di anggap para pimpinan dalam Jam'iyyat ini , dan
tidak dikenal orang yang aku baca dari nama-nama mereka sebelumnya, dan mereka
menukilkan sebagian fatwa-fatwa milik Syaikh Al Albany dan Syaikh Ibnu Utsaimin
dan belumlah aku melihat permisalan perkataan sesorang yang tenggelam dalam
hizbyyyah atau tidak dikenal membuat bid'ah. Tidaklah aku melihat sesuatu
pandangan yang tersisa di dalam pasal-pasal yang mereka sebutkan, merupakan pasal-
175
pasal yang tidak ada bedanya dengan pasal-pasal semisal Jam'iyyatul Hikmah atau
selainnya dari Jam'iyyah-jam;iyyah yang menampakkan kesalafiyahan.
Saya tidak bisa menghukumi Jam'iyyah di luar negri wallohu a'lam bagaimana
peraturan dan perjalanan mereka, dan wallohu a'lam apa kedudukan mereka dalam
da'wah salafiyah atau kedudukan di dalam Jam'iyyah. Kalau seandainya program-
program model jam`iyah tersebut menyebar luas di Yaman , maka besar dugaanku atau
bisa aku pastikan bahwasanya jamiyah itu adalah hizbyyyah, karena tidak terdapat di
dalam Jam'iyyah yang berkembang di Yaman terbebas dari hizbyyyah.
Dan inilah batas geografis Yaman dari Suqotro sampai ke Sho'dah dan dari
Hudaidah sampai ke Ma'rib tidak kita ketahui bahwasanya Yayasan berkembang dan
selamat dari hizbyyyah, Thoyyib barokallohu fiikum. Dan di sana ada beberapa pasal yang
tak aku di kenal, berbunyi "Menerima atau mengirim utusan dari Negara-negara
bersahabat." Ini adalah ungkapan yang asing, kenapa tidak berbunyi "Menerima da'i-
da'I salafi atau menerima bantuan untuk Jam'iyyat dari saudara-saudara muslim atau
saudara kita sesama salafi di Negara-negara Islam dan selain Islam. Ungkapan seperti
ini lebih baik , lalu kenapa berbunyi "Negara-negara bersahabat." Kalau yang di
maksud adalah utusan-utusan resmi negara, maka itupun ucapan yang asing.
Kemudian apabila suatu kaum berkembang di suatu tempat selanjutnya dia
menyebar luaskannya disitus ini lantas apa keterkaitan pemberitahuan melalui situs
Jam'iyyat ini? Apa keterkaitannya? Apa keterkaitan antara situs Asy Syihr dan situs
Jam'iyyat Ahlul Hadits dan Atsar? Apa keterkaitannya dan pertaliannya? Kenapa?
Jam'iyyah di Mesir tidak memiliki sisi ilmiyah sampai berkata Jam'iyyah ini "Kami
dibutuhkan di sisi mereka? Mereka bukanlah orang-orang yang dipandang, dikenal
dengan ilmu, dan mengenalkan da'wah salafiyyah yang terkenal. Tidak kami ketahui
siapa mereka? Tidaklah mereka dikenal dengan prihal itu sampai-sampai kami berkata
sesungguhnya orang-orang melihat yakni seperti apa yang disebarluaskan dari situs
Ibnu Utsaimin dan situs milik Fauzan dan situs seseorang untuk mendapat kemulian
dengan penyebutannya.
Akan tetapi seorang Kholid fulan dan Abdul A'la fulan apa keterkaitan
pemberutahuan ini? Situs Asy Syihr seharusnya menjawab ini? Situs Asy Syihr
seharusnya menjawab ini? Apa keterkaitan dan hubungan dengan orang-orang yang
bertanggung jawab di situs ini? Dan kenapa mereka optimis dengan lokasi yang jauh
176
secara geografi? Na'am kenapa? Bukankah di sana para salafiyyin selain mereka
memberitahukan sebuah situs? Bukankah di sana ahlus sunnah dan pemuda salafy
antara daerah satu dengan lainnya mereka memberitahukan situs untuk mereka.
Kenapa pemberitahuan tentang situs ini saja? Ini membutuhkan jawaban dari pihak
situs Asy Syihr. Dan ini barokallohu fiikum perinciannya. Semoga dengan idzin Alloh
menjadi jelas dalam kenyataan perkara ini karena mulainya sesuatu dari kegaduhan
sekitar masalah ini, akan tetapi inilah ringkasan apa yang di sana. Barokallohu
fiikum.

Dari kaset:
"Pertanyaan-pertanyaan penduduk Lahj
Kepada Syaikh Al Buro'iy - =-= = -
30 Jumadil Akhir 1429H

Setelah adanya pengingkaran dari Syaikh Yahya dan Syaikh Al-Buro'iy ini dan
tuntunan kepada mereka untuk menjelaskan sikap mereka terhadap yayasan ini
AD/ARTnya, tidaklah mereka lakukan kecuali mendulang apa yang telah dilakukan
oleh pengurus yayasan tersebut dengan menyebarkan rekomendasi beberapa syaikh
terhadap yayasan tersebut di situs Darul Hadits yang berlokasi di Syihr. Meskipun
mereka telah mengetahui pengingkaran dua syaikh tersebut terhadap AD/ARTnya
yang menyimpang. Dan sudah menjadi ketetapan dikalangan Salafiyyin di Yaman
semenjak zamannya Syaikh Muqbil -= - tentang pengingkaran terhadap yayasan,
dikarenakan penyimpangannya terhadap syari'at, hal itu karena tidak ada suatu
yayasan pun kecuali harus tunduk terhadap sebagian undang-undang yang
menyelisihi syari'at dan di bawah pengawasan Depertemen urusan Sosial. Cukuplah
bagi kalian penyelewengan-penyelewengan terhadap syari'at yang ada di yayasan
seperti pemilu (baik skala besar atau kecil seperti pemilihan ketua yayasan, bendahara,
sekretaris dll, pent), gambar/foto mahkluk yang bernyawa, menyimpan uangnya di
Bank (ribawi), minta-minta sumbangan atas nama da'wah salafiyah, menelantarkan
para pemuda, memunculkan golongan-golongan yang bercerai berai.
177
Asal yayasan sebagaimana yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Muqbil: "Yayasan
pada zaman Nabi sama sekali tidak ada, akan tetapi datangnya dari musuh-musuh
Islam yang kemudian sebagian kaum muslimin mengekorinya. Dan kebanyakan
yayasan di dalamnya terdapat penyimpangan-penyimpangan, -sampai perkataan
beliau- Betul, kita tidak mengharamkan bagi masyarakat apa yang Allah halalkan,
akan tetapi, yang kita takutkan ini hanyalah tipu muslihat saja, -sampai perkataan
beliau- Yayasan-yayasan ini wahai ikhwah dia adalah sarana demikian pula kotak
amal-kotak (sedekah) jalan menuju hizbyyyah dan sarana menuju hizbyyyah.
(Disadur dari pertanyaan Bani Bakr di Yafe' pada tahun 1421 H).
Syaikh Muqbil berkata sebagaimana dalam muqaddimahnya "Dzammul
Mas'alah" (hal. 8): yayasan tersebut tidak bisa berdiri kecuali dengan syarat-syarat
harus di bawah pengawasan DPP urusan sosial, di dalamnya harus ada pemilu
(pemilihan ketua, bendahar, sekretaris dll, pent) hartanya disimpan di Bank (ribawi)
kemudian para pengurus yayasan mengaburkan permasalahan kepada masyarakat,
dan mengatakan : Apakah pembangunan masjid penggalian sumur, santunan anak
yatim itu haram?? Maka kita katakan kepada mereka : Wahai para penipu, siapa yang
mengatakan pada kalian bahwasanya perkara ini (pembangunan dst) haram ?? Yang
haram itu hizbbiyyah, memecah belah kaum muslimin, membuang waktu kalian untuk
minta-minta. selesai perkataan beliau-.
Perkara yang begitu gamblangnya, masih saja Hani Buroik mati-matian
membela yayasan yang diiklankan di situs Asy-Syihr ini dalam rekaman
muhadharohnya, dan mengatakan bahwa yayasan tersebut adalah yayasan Salafiyyah,
pengurusnya salafy,
(1)
dia menyempitkan haramnya yayasan hanya dengan batasan
jika menimbulkan hizbyyyah, al-wala' wal baro' yang sempit, pengkafiran terhadap
penguasa dan melupakan penyimpangan-penyimpangan yang lainnya,
(1)
yang
dengannya cukup sebagai alasan untuk melarang terbentuknya yayasan seperti
gambar/foto yang bernyawa, menyimpan uang di Bank (ribawi), pemilu dll. Sekalipun
tidak nampak dalam yayasan ini perpecahan, al wala' wal baro' yang sempit, selain
pembelaan yang sangat keras dari Hani Buroik terhadapnya, dan dia menganggap
bahwa pembelaannya adalah diatas agama, juga celaannya terhadap syaikh Yahya
sebagaimana yang dia katakan secara terus terang dalam kasetnya ketika syaikh Yahya
memperingatkan penyimpangan-penyimpangan yang ada dalam AD/ART-nya dan
untuk menghindari bahaya, dan sindiran celaannya terhadap syaikh Al-Buro'iy,
178
tentulah itu semua cukup sebagai bukti akan bejatnya yayasan ini . Jika tidak, apa
alasan mereka dengan berusaha mati-matian untuk membela yayasan ini. Padahal
mereka telah mengetahui secara pasti sikap da'wah Salafiyyah di Yaman dari yayasan-
yayasan ini.
HUBUNGAN ABDURROHMAN BIN MAR'I DENGAN ORANG-ORANG YANG
MENGIKUTI HIZBYNYA
Merupakan sesuatu yang dimaklumi dan sudah menjadi ketetapan dalam
hukum syar'i bahwa orang yang ridho dengan suatu perbuatan berhak untuk
dinisbatkan perbuatan tersebut kepadanya, banyak dalil yang menunjukkan tentang
perkara ini di dalam Al-Qur'an dan Sunnah, di antaranya Allah berkata:
-l _%! `, _.. `.| ls !.l ` _.s . , il !. .s l .-

"Telah dila'nat orang-orang yang kafir dari kalangan bani Israil melalui lisan
Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan
setelah melampui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang dari tindakan
mungkar yang mereka perbuat. Sungguh amat buruk apa yang mereka perbuat itu".I
(Al-Maidah: 78).
Allah juga berkata:
!1 ` < ! < !1 .> !`,1- `l. . .. !1.

"Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Rabb mereka
membinasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka, dan Allah tidak takut terhadap
akibat tindakan-Nya itu" (Asy-Syams: 13-14).
Walaupun yang menyembelih unta hanya satu orang yang jahat dan kuat di
antara kaumnya, sebagaimana dalam Ash-Shahihain dari hadits Abdillah bin Zaniah
radhiyallahu 'anhu.
Dan firman Alloh_ + ':--(Mereka menyembelihnya) tidak menyatakan ' :--(dia
179
sendiri yang menyembelihnya).
Alloh berkata:
1l < _%! l! | < .1 > '!s ..> ! l! `l. !.N .-. _> `1
Us _,l
"Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh
para Nabi tanpa alasan yang benar". (Ali Imran: 181).
Berkata Al-Imam Al-Qurthuby dalam Kitab Tafsirnya "Al-Jami' Liahkamil
Qur'an" (4/286) tentang ayat tersebut "Kami akan mencatat perbuatan mereka
membunuh para nabi yaitu mereka ridho terhadap pembunuhan tersebut.
Dan yang dimaksud dengan pembunuhan di sini adalah pembunuhan yang
dilakukan oleh nenek moyang mereka, akan tetapi ketika mereka ridho dengan
pembunuhan tersebut, maka layak untuk menisbatkan pembunuhan tersebut kepada
mereka. Ketika seseorang menganggap baik dan memuji pembunuhan Utsman di
hadapan Asy-Sya'bi, maka Asy-Sya'bi berkata: "Kamu telah bersekutu dalam
pembunuhan terhadap Utsman". Beliau menganggap bahwa ridho terhadap
kema'siatan adalah ma'siat.
Al-Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Al-'Ars bin Umairoh Al-Kindi dari
Nabi , beliau berkata: "Jika suatu kejahatan terjadi di bumi, maka orang yang menyaksikan
dan dia membencinya (tidak bersekutu dalam perkataan itu) dan orang yang tidak
menyaksikannya tapi dia ridho dengan perbuatan itu maka dia seperti orang yang
menyaksikannya (bersekutu dalam perbuatan)".
Maka kami menyeru orang-orang yang adil dan arif untuk tunduk
kepada kaidah dan asas ini, melihat dengan seksama kondisi Abdurrohman
Al-'Adny beserta pendukung fitnahnya, dari apa- yang telah dipaparkan di
atas. Seandainya tidak ada bukti lain kecuali keridhoan terhadap
perbuatan mereka, persahabatan dengan mereka baik dalam perjalanan
atau di waktu mukim ditambah lagi dengan kejahatan mereka terhadap
Ahlussunnah di Darul Hadits dan selainnya, juga sikap diamnya dia dengan
tanpa adanya pengingkaran terhadap mereka, pujian dan rekomendasinya
terhadap mereka, pembelaannya kepada mereka, dalam kondisi mereka
adalah teman-temannya, sahabatnya, partnernya yang berasal dari
180
markaznya, cukuplah ini semua sebagai kehinaan baginya(bahwa dia itu
hizby).
Dan sebagian bukti lain dari apa yang telah dipaparkan sebelumnya, adalah apa
yang telah diungkap oleh Abu Abdillah Muhammad bin Yahya Asysyirjiby: "Saya
pernah bertemu dengan Abu Abdillah Abdurrohman bin Mar'i Al-Adany di masjid As-
Sunnah pada saat kunjungannya yang pertama ke Al-Hudaidah dan Ma'bar, itu setelah
keluarnya kaset Syaikh Yahya yang berjudul "An-NashihatuAl-Ikhwan Li
Abdirrohman" dan sebelum berkumpulnya para masyaikh di Ma'bar kemudian
berlangsunglah acara saling menasehati. Dan terjadi pembicaraan antara saya dan dia
di majelis tersebut, saya bertanya kepadanya tentang Al-Hajr dan At-Tahdzir yang
terjadi di 'Adn, pada mulanya dia mengingkarinya, karena itu saya marah dan saya
katakan kepadanya: "Banyak ikhwah telah menyaksikannya", kemudian dia berkata:
"Seandainya syaikh Yahya diam, mereka akan diam". Saya katakan: "Bertaqwalah kamu
kepada Allah".
Demikian juga apa yang diberitakan oleh Hani Al-Kuwaity Al-'Adany: "Pernah
kami pergi ke Abdurrohman di Fuyusy (markiz hizbynya, pent) saya dan saudara saya,
lalu saya nasehati orang-orang yang ada di sekitarnya, karena mereka fanatik buta
terhadap kamu serta mencela syaikh Yahya dan mentahdzir dari Dammaj, mereka itu
seperti Al-Khudsyy dan yang lainnya, kemudian dia berkata: Ya akh Hani, kamu telah
lama pergi dari Yaman, kamu tidak tahu kenyataan yang terjadi di sekitarmu di
Yaman, saya nasehatkan kamu agar tidak membuat konflik dengan para ikhwan,
cukuplah kamu diam, perkaranya akan jelas Insya Alloh.
Bagaimana ini, padahal dialah penyebab utama berkobarnya fitnah, karenanya
mereka membikin kerusahan, al-wala' wal bara' yang sempit, dll, serta penyimpangan
yang telah disebutkan diatas, mereka telah membikin kejahatan terhadap manhaj salaf
dan para pengikutnya, begitu pula telah nampak darinya apa yang menunjukan bahwa
mereka itu dalam menyebarkan fitnah dan kejahatannya mereka meminta bantuan dari
dia, sebagaimana telah lewat penjelasan ini semua.
Semua pemaparan di atas, sangatlah cukup sebagai bukti tentang hina
dan rendahnya Abdurrohman dan orang-orang yang mengikuti jejaknya
dengan hizby dan fitnahnya.
Berkata Al-Imam As-Syaathiby -= - dalam Kitabnya "Al-Muwaffaqoot"
181
(1/335) tentang kaidah "Memposisikan sebab seperti memposisikan akibat": karena
secara adat orang menjadikan suatu sebab terhitung seperti yang melakukan akibatnya
secara langsung, seperti kenyang disebabkan oleh makanan, hilangnya dahaga
disebabkan minum air, kebakaran disebabkan oleh api, mencret disebabkan oleh obat
pencuci perut, dan semua akibat dikarenakan adanya sebab-sebabnya.
Begitu pula tindakan yang terjadi dengan sebab kita, layak untuk dinisbatkan
kepada kita walaupun bukan kita yang melakukan perbuatan tersebut. Di atas kaidah
tersebut berlaku konvensi hukum dalam sebab-sebab yang sesuai dengan hukum
ataupun sebab-sebab yang terlarang, sebagaimana perkataan Allah dalam Al-Qur'an
:
> il !.. ls _.. `.| . !. .-. !. N !! . !l
!-> !!> !! !> !l !-> 1l `.!> !l' ..l!. . | .. -. l
N .l
"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) kepada Bani Israil, bahwa
barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh
orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi maka seakan-akan
dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara
kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan
manusia seluruhnya".[QS Almaidah ;32]
Beliau menyebutkan beberapa dalil yang sebagiannya telah lewat, kemudian
beliau berkata: Orang yang memunculkan suatu sebab, sesungguhnya dia telah
termasuk di dalamnya, karena dengannya munculah akibatnya. Dan jika dia telah
melakukannya, maka dia telah terlibat di dalamnya apabila dia yang memicu
munculnya suatu akibat dan perbuatan yang bermanfaat atau perbuatan yang
merusak". selesai perkataan beliau-.
Tidak diragukan lagi, bahwa Abdurrohman Al-Adany adalah yang menjadi
penyebab penyimpangan-penyimpangan hizbyyyah terhadap ushul yang telah
disebutkan. Dengan cara pengelompokkan/penggolongan, menganjurkan perpecahan
dan terlibat di dalamnya, menjerumuskan orang-orang tertipu kepada perpecahan,
sebagaimana penjelasan tersebut. Maka dari itu, bagaimana mungkin dikatakan dia
182
tidak dibebani dengan tanggung jawab orang lain?!!
Pembela ahlul batil hukumnya berkisar pada keyakinannya terhadap kebenaran
perkataan dan perbuatan pelaku kebatilan tersebut, semua ini melazimkan dia
dihukumi sama dengan pelaku kebatilan tersebut baik di dunia atau di akhirat, atau
pembelaannya terhadap pelaku kebatilan dan melazimkan kecintaan terhadap orang
yang menentang Allah dan Rasul-Nya sebagaimana di sebutkan dalam "Mushoro'u At-
Tashowuf" yang ditulis oleh Al-Baqo'i rahimahullah, (hal. 207).
Ibnu Abi Ya'la rahimahullah sebagaimana dalam kitab "Thobaqattu Al-
Hanabilah" (1/22) berkata : Dan telah mengkhabarkan kepada kami Abu Bakar Al-
Ajurri, dia berkata: Telah mengkhabarkan kepada kami Al-Murrudzy, dia berkata: Saya
mendengar Abu 'Abdillah dan disebutkan Al-Hasan bin Hay, di sisinya maka dia
(Imam Ahmad) berkata: "Kita tidak ridho dengan mazhabnya dan Sufyan lebih kami
cintai. Dahulu Ibnu Hay meninggalkan Jum'at dan berpendapat bolehnya
memberontak kepada pemerintah. Kemudian beliau berkata: "Dia telah membikin
fitnah kepada masyarakat dengan diamnya dan waro'nya".
Tidak tersembunyi bahwa orang yang diam tidak dinisbatkan kepadanya suatu
perkataan, apabila diamnya tersebut bukan pada masalah peniadaan (pengingkaran),
karena ahlul ilmi telah menetapkan batasan-batasan kaidah "Orang yang diam tidak
dinisbatkan suatu perkataan kepadanya" dengan hal tersebut, sampai-sampai mereka
berkata: "Diam dalam posisi yang seharusnya dia meniadakan adalah suatu bentuk
penetapan (persetujuan)".
Ays-Syaikh Bakr Abu Zaid berkata dalam kitabnya "Ar-Rad 'ala Al-Mukhoollif
min Ushul Al-Islam" (hal. 79): "Diam dari orang-orang yang menyimpang dan
menelantarkan atau tidak menolong orang-orang yang shalih adalah perkara yang
membahayakan agama dan dunia. Di antaranya: Rendahnya derajat ahlussunnah,
naiknya ahlul ahwa' di atas ahlussunnah, tersebarnya syubhat dan efek negatifnya
terhadap keyakinan yang benar, menggoncangkan aqidah yang kokoh, melemahkan
aqidah yang selamat dari kekotoran , memunculkan orang-orang yang menyimpang
dalam masyarakat di atas mimbar-mimbar, memecahkan pemisah (yang bersifat
kejiwaan) antara sunnah dan bid'ah, antara kebaikan dan kemungkaran. Maka
masyarakat akan terus bergelimang dalam kebatilan, akan mati kecemburuan terhadap
kehormatan agama, sekumpulan orang akan mendurhakai dan tidak patuh terhadap
183
ulama-ulama, serta akan lari dari nasehat-nasehat ulama. selesai perkataan beliau-.
Syaikhuna Yahya =-= - berkata sebagaimana dalam "At-Tanbihat Al-
Mufidah" (hal. 1): Abdurrohman Al-Adany harus bertaubat dari
kesepakatannya (dalam membuat makar) dan ridhonya terhadap
perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang buruk ini. Hal ini,
seandainya tidak timbul sesuatu darinya, lalu bagaimana kalau ternyata
telah muncul darinya apa-apa yang telah kami sebutkan". selesai perkataan
beliau-.
Penulisan risalah ini, pembetulannya, dan perbandingannya selesai pada hari
Rabu tanggal 30 syawal 1429 hijriyah, kami memohon kepada Allah untuk menjadikan
amalan kami semata-mata karenanya. Dan menjadikan risalah kami ini, sebagai
penolong al-haq dan pengikutnya, sebagai bantahan terhadap kebatilan dan
pengikutnya.
Segala puji bagi Allah Rabb alam semesta serta shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi
Muhammad, serta keluarganya dan para shahabatnya.

Dikumpulkan oleh sekolompok thulab semoga Allah melindungi mereka di Darul hadits As
Salafiyyah, Dammaj AlKhair. semoga Allah menajaganya dari setiap kejelekan.
Dan selesai penerjamahannya pada 27 Robiul Awwal 1430 H .
=-'=-- +'' --=- -+- ` ' ` -- --- - =-'