Anda di halaman 1dari 14

Sistem Harga Pokok Pesanan PT.

Citra Kusuma Indah mempunyai catatan biaya dengan sistem biaya pekerjaan pesanan. Beberapa data biaya yang berkenaan dengan sejumlah pekerjaan untuk bulan Juli 2006 adalah sebagai berikut : - Pekerjaan dalam proses tanggal 1 Juli 2006 Rp 35 juta Transaksi selama bulan Juli : - Pembelian bahan baku 45 juta - Bahan yang dikeluarkan (tak langsung Rp 5 juta) 35 juta - Upah TK (tak langsung Rp 10 juta) 50 juta - Overhead pabrik aktual 60 juta - Overhead pabrik diterapkan kepada produksi atas dasar 120% dari upah TK langsung - Selama bulan Juli telah diselesaikan sejumlah pekerjaan bernilai Rp 110 Juta - Sejumlah pekerjaan bernilai Rp 140 juta telah dikirim ke luar dan ditagih pembayarannya dengan penambahan harga sebesar 25 % dari harga pokoknya Berdasarkan transaksi di atas maka buatlah ayat jurnal umumnya ! Sebuah perusahaan SURYA memproduksi meubel atas dasar pesanan. Pada bulan September 2002 menerima pesanan 5 buah kursi makan. Harga yang dibebankan pada pemesan adalah sebesar Rp 20,-per kursi. Dalam rangka memenuhi pesanan tersebut, di bawah ini terdapat kegiatan produksi sebagai berikut: 1 Sept. dibeli bahan baku 8 unit a Rp 5,- dan bahan penolong sebanyak 4 unit a Rp 2,-per kas 2 Sept.pemakaian bahan baku untuk produksi senilai Rp 30,- dan bahan penolong senilai Rp 4,-5 Sept. Pencatatan biaya tenaga kerja: - biaya tanaga karja langsung Rp 25 - Upah tak langsung Rp 5 - gaji karyawan adm. Rp 3 - dan gaji karyawan bag. Pemasaran Rp 2 - Biaya tenaga kerja yang terhutang Rp 35 - Distribusi biaya tenaga kerja Rp 35 - Pembayaran upah Rp 35,6 Sept. Pencatatan biaya overhead pabrik dibebankan sebesar 60% dari biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya sesungguhnya Rp 8,- (selain bahan penolong Rp 4 dan Upah tak langsung Rp 5,-sebagaimana tgl 2 dan 5 Sept.) 7 Sept. Dicatat harga pokok produk jadi dengan mentransfer dari bagian produksi ke bagian gudang sebanyak 4 unit sebagai berikut: Biaya bahan Rp 25, biaya tenaga kerja langsung Rp 22,- dan biya overhead pabrik yang dibebankan Rp 13 8 Sept. Persediaan produk dalam proses senilai Rp 10,-(bahan baku Rp 5, Upah langsung Rp 3, BOP Rp 2,9 Sept. Pencatatan harga pokok produk yang dijual senilai Rp 60,10Sep. Penjualan produk kepada pemesan 4 buah kursi yang telah selesai Rp 80,- tunai Berdasarkan uraian di atas susun: a) Jurnal b) Pemasukannya ke dalam buku besar (dalam bentuk T ) c) Kartu harga Pokok Pesanan PT Gadjah Sakti adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Pada bulan September 2004 perusahaan mendapat pesanan untuk mencetak kartu undangan sebanyak 2400 lembar dari PT Restu dengan harga yang dibebankan adalah Rp. 2000 per lembar ,- . Pada bulan yang sama perusahaan juga

menerima pesanan sebanyak 100 spandoek dari PT Insani dengan harga Rp. 200.000 per buah. Pesanan dari PT Restu diberi nomor KU-01 dan pesanan dari PT Insani diberi nomor SP-02. Data Kegiatan dan Produksi a. Pada tanggal 4 September 2004 dibeli bahan baku dan penolong dengan cara kredit yakni sebagai berikut : Bahan baku Kertas untuk undangan Rp. 1.350.000 Kain putih 600 meter Rp. 4.125.000 Bahan penolong Bahan penolong X1 Bahan penolong X2
b.

Rp. Rp.

300.000 170.000

Dalam pemakaian bahan baku dan penolong untuk mem proses pesanan KU-01 dan SP-02 diperoleh informasi sebagai berikut : Bahan baku kertas dan bahan penolong X2 digunakan untuk memproses pesanan no KU-01, sedangkan bahan baku kain dan bahan penolong X1 dipakai untuk memproses pesanan no SP-02 c. Untuk penentuan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh departemen produksi menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung dengan perhitungan sbb Upah langsung untuk pesanan KU-01 180 jam a. Rp.5000 dan upah langsung untuk pesanan SP-02 menghabiskan sebanyak 1000 jam a. Rp.5000,-. Sedangkan untuk upah tidak langsung adalah Rp. 2,9 juta. Untuk gaji karyawan Bagian pemasaran dikeluarkan sebesar Rp. 7.500.000,- dan gaji karyawan administrasi dan umum Rp. 4.000.000,d. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik. Perusahaan dalam hal ini menggunakan tarif BOP sebesar 160 % dari biaya tenaga kerja langsung, baik pesanan KU-01 dan SP-02. Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi dalam kaitannya dengan pesanan di atas, adalah sebagai berikut Biaya pemeliharaan gedung Biaya depresiasi gedung pabrik Biaya depresiasi mesin Biaya pemeliharaan mesin Biaya asuransi gedung pabrik dan msn Rp.
e. f.

Rp.

500.000

Rp. 2.000.000 Rp. 1.500.000 Rp. 1.000.000 700.000

Pencatatan harga pokok produk jadi. Berdasarkan informasi untuk pesanan no KU-01 telah selesai dikerja kan Pencatatan harga pokok produk dalam proses. Berdasarkan informasi diketahui bahwa untuk pesanan no SP-02 masih dalam proses penyelesaian.

Pencatatan harga pokok produk yang dijual. Pesanan no KU-01 telah diserahkan kepada pemesan. Dan dari penyerahan tersebut pemesan akan membayar dengan cara kredit. Diminta
g.

Berdasarkan informasi di atas, buatlah jurnal yang diperlukan berdasarkan metode harga pokok pesanan.

UD. IYAN JAYA yang bergerak dalam bidang kayu dan mebel mendapat pesanan pada tanggal 20 Januari 1998 sebanyak 2.000 unit kursi dan 1000 unit meja dengan Nomor Pesanan masing-masing 001 dan 002. Dari kegiatan yang selama ini terjadi untuk membuat 100 kursi dan 100 meja diperlukan : a) Bahan baku kayu langsung ( 25 m3 untuk kursi & 50 m3 untuk meja ). b) Upah langsung 500 jam upah langsung ( 3 jam untuk meja dan 2 jam untuk kursi ) dengan tarif Rp. 1.000,- / jam. c) Overhead pabrik diperkirakan Rp. 5.000.000,- dengan penentuan tarif BOP berdasarkan aktivitas jam upah langsung. d) Data pembelian bahan baku selama bulan Januari : Persediaan awal 01/01/1998 250 m3 @ Rp. 25.000,Pembelian 05/01/1998 100 m3 @ Rp. 25.500,Pembelian 10/01/1998 200 m3 @ Rp. 30.000,Pembelian 15/01/1998 400 m3 @ Rp. 25.000,Pembelian 20/01/1998 200 m3 @ Rp. 25.500,e) Biaya pemesanan Rp. 500.000,Biaya administrasi dan umum Rp. 1.000.000,Pajak penghasilan 10 % Penilaian persediaan dengan menggunakan sistem LIFO. Dalam pengerjaan pesanan ini, UD. IYAN JAYA mengerjakan kursi dahulu sampai selesai, baru kemudian meja. Harga jual disetujui untuk kursi sebesar biaya produksi ditambah 25 % keuntungan yang diinginkan, sedangkan untuk meja sebesar biaya produksi ditambah 35 % keuntungan yang diinginkan. Diminta : 1. Hitunglah harga jual masing-masing 2. Buatlah Laporan Laba / Rugi UD. IYAN JAYA 3. Buatlah Kartu Harga Pokok Produksi untuk pesanan kursi. Alokasi Anggaran BOP Suatu perusahaan industri dalam kegiatan proses produksi dilaksanakan melalui dua departemen produksi dan dua departemen pembantu. Data Anggaran BOP sebelum alokasi adalah sebagai berikut Departemen produksi A Rp 4.350.000 Departemen produksi B Rp 2.500.000 Departemen pembantu X Rp 1.000.000 Departemen pembantu Y Rp 1.200.000 Dari data di atas buatlah daftar alokasi BOP dari departemen pembantu ke departemen produksi bila digunakan metode alokasi langsung dengan ketentuan berikut.
Departemen Pembantu Departemen X Departemen Y Departemen Produksi A B 60% 40% 30% 70%

Daftar alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi dengan metode alokasi langsung adalah sebagai berikut
Keterangan BOP departemen sebelum alokasi Alokasi Dep. Pembantu Departemen Produksi A B 4.350.000 2.500.000 Departemen Pembantu X Y 1.000.000 1.200.000

Departemen X (A 60%, B 40%) Departemen Y (A 30 %, B 70%) BOP departemen produksi sesudah alokasi dari dep. Pembantu

600.000 360.000 5.310.000

400.000 840.000 3.740.000

(1.000.000) 0

(1.200.000) 0

Keterangan 1. Alokasi BOP departemen pembantu Rp 1.000.000 ke departemen A sebanyak 60 % dan departemen B sebanyak 40 % Departemen A 60% x Rp 1.000.000 = Rp 600.000 Departemen B 40% x Rp 1.000.000 = Rp 400.000 2. Alokasi BOP departemen pembantu Rp 1.200.000 ke departemen A sebanyak 30% dan departemen B sebanyak 70% Departemen A 30% x Rp 1.200.000 = Rp 360.000 Departemen B 70% x Rp 1.200.000 = Rp 840.000 Dari contoh yang sama buatlah daftar alokasi BOP dari departemen produksi bila digunakan alokasi bertahap dengan ketentuan berikut.
Keterangan Departemen pembantu X Departemen pembantu Y sesudah alokasi dari departemen X 60% 40% Departemen Pembantu Y 10% Departemen Produksi A B 50% 40%

Daftar alokasi BOP departemen pembantu ke departemen produksi dengan metode bertahap adalah sebagai berikut
Keterangan BOP sebelum alokasi Alokasi BOP dari departemen pembantu Departemen X (Y 10%, A 50%, B 40%) Departemen Y (A 60%, B 40%) BOP departemen produksi setelah alokasi dari departemen pembantu (1.000.000) 100.000 (1.300.000) 500.000 780.000 400.000 520.000 Departemen Pembantu X Y 1.000.000 1.200.000 Departemen Produksi A B 4.350.000 2.500.000

5.590.000

3.420.000

Keterangan 1. Alokasi BOP departemen pembantu Rp 100.000 ke departemen pembantu Y 10%, departemen produksi A 50% dan B 40% Departemen pembantu Y 10% x Rp 1.000.000 = Rp 100.000 Departemen produksi A 50% x Rp 1.000.000 = Rp 500.000 Departemen produksi B 40% x Rp 1.000.000 = Rp 400.000 2. Alokasi BOP departemen pembantu Y setelah menerima alokasi dari departemen pembantu (1.200.000 + 100.000 = 1.300.000) ke departemen produksi A 60% dan departemen produksi B 40% Departemen produksi A 60% x Rp 1.300.000 = Rp 780.000 Departemen produksi B 40% x Rp 1.300.000 = Rp 520.000 Dalam menghitung tarif BOP pabrik untuk 2006. PT BANDUNG STEEL menggunakan metoda alokasi langsung untuk masing-masing departemen produksi. Berikut jumlah BOP sebelum

alokasi dari departemen pembantu P, Q, dan R Departemen no. 2 Departemen no. 4 Departemen no. 6 Departemen no. 8 Departemen no. 10 Departemen P Departemen Q Rp. 24.903.450,Rp. 26.663.850,Rp. 20.217.100,Rp. 19.687.200,Rp. 14.117.900,Rp. 29.250.000,Rp. 32.725.000,-

Departemen R Rp. 27.435.000,Dasar alokasi adalah pemakaian jasa departemen pembantu untuk tiap departemen produksi: Jasa dari departemen No. 2 Pembantu P Pembantu Q Pembantu R Diminta: 1. Membuat tabel alokasi budget BOP dari Departemen Pembantu ke Depatemen Produksi 2. Menghitung tarif BOP untuk masing-masing departemen bila pembebanan tarif BOP berdasarkan kapasitas normal yaitu: 20 % 10 % 40 % No. 4 30 % 30 % 10 % Departemen Produksi No. 6 20 % 30 % 10 % No. 8 10 % 10 % 15 % No. 10 20 % 20 % 20 %

Departemen Produksi No. 2 No. 4 No. 6 No. 8 No. 10

Kapasitas Normal 450.000 jam 640.000 jam 500.000 jam 400.000 jam 400.000 jam

PT. MUARA memiliki tiga departemen pembantu dan tiga departemen produksi. Tarif BOP dihitung atas dasar jam kerja langsung pada setiap Departemen Produksi. Besarnya tarif, kapasitas normal, kapasitas sesungguhnya pada tahun 2006: Dept. Produksi Tarif BOP per jam Kapasitas JKL

Tetap I Rp. 400 II Rp. 400 III Rp. 300 Dari distribusi BOP sesungguhnya diketahui: Departemen Produksi I Produksi II Produksi III

Variabel Normal Sesungguhnya Rp. 600 200.000 205.000 Rp. 400 250.000 240.000 Rp. 500 300.000 300.000 setiap departemen dan hasil penelitian pabrik tahun 2006 Jumlah karyawan 100 50 150 Luas lantai (m2) 2.000 3.000 3.000 Jam kerja 200 300 100

BOP sesungguhnya sebelum alokasi (Rp) 156.000.000 184.000.000 150.000.000

30.000.000 25 2.000 200 30.000.000 25 1.500 200 100.000.000 50 1.000 100 650.000.000 400 12.500 1.100 Alokasi BOP menggunakan metoda alokasi bertahap yang tidak timbal balik, dengan urutan alokasi pertama, departemen Z atas dasar jam tenaga listrik, kedua, departemen Y atas dasar luas lantai, ketiga, departemen X atas dasar jumlah karyawan. Diminta: 1. Menyusun tabel aloksi BOP 1. Menganalisa selisih BOP setiap departemen produksi. 2. Membuat jurnal yang diperlukan PT. Rifani memiliki 3 Departemen Produksi, yaitu departemen A, departemen B dan departemen C serta 2 departemen pembantu, yaitu departemen X dan Departemen Y. Taksiran BOP dan taksiran kapasitas dari tiap departemen adalah sebagai berikut :
Departemen A B C X Y Rp Fixed 2.500.000 2.000.000 3.000.000 Variabel Rp 4.398.000 4.672.000 3.738.000 Total Rp 6.898.000 6.672.000 6.738.000 3.046.000 5.000.000

Jasa X Jasa Y Jasa Z

Taksiran Kapasitas

Dept A Dept B Dept C

: : :

100.000 JKL 25.000 JM Rp 36.000.000

Perbandingan Service atau jasa yang diberikan oleh departemen pembantu X dan Y kepada departemen produksi adalah sebagai berikut:
Dept. X Y A 40 30 B 20 20 C 25 40 X 10 Y 15 -

Dari soal diatas hitunglah tarif BOP untuk tiap departemen produksi (A, B, C) dengan menggunakan metode : a. Metode alokasi langsung b. Metode alokasi yang diatur c. Metode alokasi kontinyu d. Metode aljabar PT. Surya mempunyai 3 departemen produksi (A, B, C) dan 2 departemen pembantu (X,Y), taksiran BOP dan kapasitas tiap departemen adalah sebagai berikut:
Departemen A B C X Y Fixed Rp 3.640.000 2.750.000 4.500.000 Variabel Rp 7.837.500 4.725.000 8.475.000 Total Rp 11.477.500 7.475.000 12.975.000 3.712.500 7.200.000

Taksiran Kapasitas

Dept A : 80.000 JKL Dept B : 25.000 JM Dept C : Rp 30.000.000 UBL Perbandingan Service atau jasa yang diberikan oleh departemen pembantu X dan Y kepada

departemen produksi adalah sebagai berikut: Dari soal diatas? hitunglah tarif BOP untuk tiap departemen produksi (A,B,C) dengan menggunakan metode : a. Metode alokasi langsung b. Metode alokasi yang diatur c. Metode alokasi kontinyu d. Metode aljabar Harga Pokok Proses II PT. Nadia memiliki 2 departemen produksi yaitu departemen I dan departemen II. Perusahaan ini menggunakan sistem harga pokok proses untuk menghitung biaya produknya. Berikut data produksi PT. Nadia selama bulan Januari 2007 : Keterangan BDP awal Biaya dari BDP awal : BBB BTKL BOP Dari Departemen I Masuk proses Selesai Hilang BDP akhir Biaya bulan Januari : BBB BTKL BOP Tingkat Penyelesaian : BDP awal : BBB Dari departemen I Biaya Konversi Departemen I 10.000 unit Rp 150.000 143.000 172.000 85.000 unit 80.000 5.000 (awal) ??? Rp 2.750.000 3.150.000 2.900.000 Departemen II 15.000 unit Rp 125.000 140.000 450.000 ???? unit 90.000 1.000 (akhir) 4.000 unit Rp 4.260.000 3.840.000

60 % 30 %

100 % 40%

BDP Akhir : BBB 100 % Dari Dept. I 100 % Biaya Konversi 45 % 40 % Diminta : Buat Production Cost Report untuk departemen I dan departemen II dengan metode rata-rata tertimbang. ! PT. KRISMON mengolah produk melalui 2 departemen, produk yang berasal dari Dept. A dipindahkan ke Dept. B untuk diproses menjadi produk jadi yang siap digunakan. Pada Dept. A terjadi produk hilang awal proses dan di Dept. B terdapat produk yang rusak bersifat normal dan tidak laku dijual. Data produksi dan biaya dalam bulan Desember 1996 adalah sebagai berikut : Departemen A Departemen B Produk dalam proses per 01/12/1996 (BB 100 %, Konversi 75%) . . . . . . 400 Produk masuk proses . . . . . . . . . . . . . . . . . 3.100

Produk selesai ditransfer ke Dept. B . . . . . Produk dalam proses per 31/12/1996 (BB 100 %, Konversi 50%) . . . . . Produk dalam proses per 01/12/1995 (Konversi 50%) . . . . . . . . . . . . . . . Produk selesai diterima dari Dept. A . . . . Produk selesai ditransfer ke gudang . . . . . . Produk dalam proses per 31/12/1995 (Konversi 80%) . . . . . . . . . . . . . . . Produk hilang awal proses . . . . . . . . . . . . Produk rusak bersifat normal (tidak laku dijual) Harga pokok produk dalam proses 01/12/1996 : Harga Pokok dari Dept. A . . . . . . . . . . . . . Biaya Bahan Baku . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. Biaya Tenaga Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. Biaya Overhead Pabrik . . . . . . . . . . . . . . . Rp. Biaya Ditambahkan : Biaya Bahan Baku . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. Biaya Tenaga Kerja . . . . . . . . . . . . . . . . . . Rp. Biaya Overhead Pabrik . . . . . . . . . . . . . . . Rp.

2.500 500

500

300 2.500 2.100 600 100

90.000 65.000 85.000

Rp. Rp. Rp.

475.000 150.000 125.000

637.000 931.000 392.000

Rp. 910.800 Rp. 1.113.200

Diminta : 1. Buatlah Laporan Harga Pokok Produksi per departemen produksi dengan menggunakan metode FIFO. 2. Buatlah jurnal yang diperlukan.

LULLABY COMPANY memproduksi baju bayi melalui dua proses yaitu pemotongan dan penjahitan, pada saat proses produksi berlangsung terdapat produk rusak (tidak laku dijual) di departemen pemotongan dan pada departemen penjahitan terdapat produk cacat, berikut ini disajikan data biaya produksi untuk bulan Oktober 1998 : Dept .Pemotongan Produk Dalam Proses per 01/10/1998 ( BBB 100%, BTK 50%, BOP 30%) ( BTK 25%, BOP 20% ) Produk Masuk Proses Produk Selesai diterima dari dept.pemotongan Produk Selesai ditransfer ke gudang Produk Dalam Proses per 31/10/1998 ( BBB 100%, BTK 80%, BOP 40%) ( BTK 30 %, BOP 30 % ) Produk Rusak(normal) tidak laku dijual Produk Cacat bersifat normal 1.000 8.000 1.500 500 Dept. Penjahitan 800 7.000 5.800 1.800 200

Harga Pokok Produk Dalam Proses per 01/10/1998 :

Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik

Rp.2.000.000 Rp.1.200.000 Rp. 300.000

Rp.2.600.000 Rp.1.000.000

Biaya ditambahkan : Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik

Rp.4.000.000 Rp.2.706.000 Rp.1.638.000

Rp.4.000.000 Rp.2.000.000

Biaya perbaikan produk cacat bersifat normal : Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik

Rp. 191.200 Rp. 380.000

Diminta : 1. Buatlah Laporan Harga Pokok produksi per departemen dengan menggunakan Metode LIFO. 2. Buatlah Jurnal yang diperlukan.

ADEPT COMPANY memproduksi kemasan anti pecah untuk kosmetik, dengan menggunakan dua departemen, yaitu departemen pencampuran, dan pencetakan, berikut ini disajikan data produksi dan biaya untuk bulan April 1998 : Dept. Pencampuran Produk dalam proses per 01/04/1998 ( BBB 100%, BTK 25%, BOP 30%) ( BTK 30 %, BOP 20 % ) Produk masuk proses Produk selesai ditransfer ke dept. Pencetakan Produk ditransfer ke gudang Produk dalam proses per 30/04/1998 ( BBB 100%, BTK 45%, BOP 30%) ( BOP 25%, BTK 40% ) Produk cacat karena kesalahan Tambahan produk akibat tambahan bahan Harga Pokok Produk dalam proses per 01/01/1998 : Rp. 87.500 Biaya ditambahkan : Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Rp.166.200 Dept. Pencetakan

450 3.000 2.900 500 50 -

500 2.490 1.000 40

Rp.586.500 Rp.635.000 Rp.496.000

Rp.562.030 Rp.418.500

Diminta :
1. Sajikan Laporan Harga Pokok Produksi untuk masing-masing departemen :

Departemen Pencampuran menggunakan metode Rata - rata Tertimbang. Departemen Pencetakan menggunakan metode FIFO. 2. Buatlah jurnal yang diperlukan.

RELAXO COMPANY memproduksi obat sakit kepala, produksi dibagi dalam tiga proses yaitu peramuan, penggandaan dan pengepakan. Kalkulasi biaya rata-rata digunakan pada departemen peramuan, kalkulasi biaya FIFO pada departemen penggandaan, kalkulasi biaya LIFO digunakan di departemen pengepakan. Dept.Peramuan Dept. Penggandaan Dept. Pengepakan Produk dalam proses per 01/03/98 (BBB 100%, BTK 30%, BOP 40%) 200 Produk masuk proses 3.500 Produk selesai ditransfer ke Dept. penggandaan 3.000 Produk dalam proses per 31/03/98 (BBB 100%, BTK 40%, BOP 30 %) 710 Produk dalam proses per 01/03/98 (BTK 40%, BOP 20%) 600 Produk selesai diterima dr Dept. Peramuan 3.020 Produk selesai ditransfer ke Dept. Pengepakan 2.680 Produk dalam proses per 31/03/98 (BTK 25%, BOP 30%) 1.000 Produk dalam proses per 01/03/98 (BTK 30%, BOP 25%) 800 Produk selesai diterima dr Dept. Penggandaan 2.680 Produk selesai ditransfer ke gudang 2.400 Produk dalam proses per 31/03/98 (BTK 70%, BOP 40%) 1.000 Produk cacat karene kesalahan 20 Hilang awal 40 Tambahan produk akibat tambahan bahan 60 Hilang akhir 80 Harga pokok produk dalam proses 01/03/98 Bahan Baku Rp. 2.500.000 Biaya Tenaga Kerja Rp. 1.200.000 Rp. 1.700.000 Rp. 3.500.000 Biaya Overhead Pabrik Rp. 220.000 Rp. 800.000 Rp. 1.600.000 Biaya ditambahkan selama bulan Maret 98 Biaya Bahan Baku Rp. 4.998.200 Biaya Tenaga Kerja Rp. 3.198.272 Rp. 5.380.000 Rp. 6.697.320 Biaya Overhead Pabrik Rp. 1.487.180 Rp. 2.276.650 Rp. 3.299.080 Diminta : 1. Buatlah laporan harga pokok produksi per departemen produksi : - Departemen peramuan menggunakan metode rata - rata tertimbang. - Departemen penggandaan menggunakan metode FIFO. - Departemen pengepakan menggunakan metode LIFO. 2. Buat jurnal yang diperlukan.

METRO COMPANY menghasilkan baju bayi melalui dua proses yaitu pemotongan dan penjahitan, pada saat proses produksi berlangsung terdapat produk hilang akhir di departemen pemotongan dan pada departemen penjahitan terdapat produk cacat bersifat normal. Berikut ini disajikan data biaya produksi untuk bulan Oktober 1998 : Dept .Pemotongan Dept. Penjahitan Produk dalam proses per 01/10/1998 ( BBB 100%, Konv. 40%) Produk masuk proses Produk selesai ditransfer ke Penjahitan Produk dalam proses per 31/10/1998 ( BBB 100%, Konv. 50%) Produk dalam proses per 01/10/1998 ( BTK 25%, BOP 30%) Produk selesai diterima dari dept.pemotongan Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses per 31/10/1998 ( BTK 35 %, BOP 40 % ) Produk hilang akhir proses Produk cacat bersifat normal

500 6.000 5.000 1.400

100 -

400 5.000 4.000 1.200 200

Harga Pokok Produk dalam proses per 01/10/1998 : Harga pokok dari Dept Pemotongan Biaya Bahan Baku Rp. 253.000 Biaya Tenaga Kerja Rp. 101.000 Biaya Overhead Pabrik Rp. 71.200 Biaya ditambahkan : Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Biaya perbaikan produk cacat bersifat normal : Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik

Rp. 350.000 Rp. 150.000 Rp. 50.000

Rp. 192.000 Rp. 84.000 Rp. 128.800

Rp. 200.000 Rp. 141.000

Rp. 37.300 Rp. 41.856

Diminta : 1. Buatlah Laporan Harga Pokok produksi per departemen dengan menggunakan Metode LIFO. 2. Buatlah Jurnal yang diperlukan.

LULLABY COMPANY memproduksi baju bayi melalui dua proses yaitu pemotongan dan penjahitan, pada saat proses produksi berlangsung terdapat produk rusak (tidak laku dijual) di departemen pemotongan dan pada departemen penjahitan terdapat produk cacat, berikut ini disajikan data biaya produksi untuk bulan Oktober 1998 :

Dept .Pemotongan Produk Dalam Proses per 01/10/1998 ( BBB 100%, BTK 50%, BOP 30%) 1.000 ( BTK 25%, BOP 20% ) Produk Masuk Proses 8.000 Produk Selesai diterima dari dept.pemotongan Produk Selesai ditransfer ke gudang Produk Dalam Proses per 31/10/1998 ( BBB 100%, BTK 80%, BOP 40%) 1.500 ( BTK 30 %, BOP 30 % ) Produk Rusak(normal) tidak laku dijual 500 Produk Cacat bersifat normal Harga Pokok Produk Dalam Proses per 01/10/1998 : Biaya Bahan Baku Rp.2.000.000 Biaya Tenaga Kerja Rp.1.200.000 Biaya Overhead Pabrik Rp. 300.000

Dept. Penjahitan

800 7.000 5.800 1.800 200 Rp.2.600.000 Rp.1.000.000

Biaya ditambahkan : Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik

Rp.4.000.000 Rp.2.706.000 Rp.1.638.000

Rp.4.000.000 Rp.2.000.000

Biaya perbaikan produk cacat bersifat normal : Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Diminta :

Rp. 191.200 Rp. 380.000

1. Buatlah Laporan Harga Pokok produksi per departemen dengan menggunakan Metode LIFO. 2. Buatlah Jurnal yang diperlukan.

Contoh Kasus produk hilang PT Persada memiliki dua departemen produksi dalam mengolah produknya yakni departemen I dan departemen II. Berikut ini disajikan data produksi dan biaya untuk kedua departemen tersebut Dept I Produk yang dimasukkan dlm proses Produk selesai yang ditranfer ke Dept B Produk selesai ditransfer Ke gudang 2.100 2.500 3.000 Dept II

Produk dlm proses akhir bulan Dgn tkt penyelesaian bhn baku Dan penolong 100 %, biaya Konversi 45 % Tkt penyelesaian biaya bhn penolong 70 % dan biaya konversi 40 %. Produk hilang awal proses 200 250 150 300 -

Data Biaya produksi Berdasarkan informasi berikut ini adalah biaya produksi yang telah dikeluarkan yakni sebagai berikut Biaya yang dikeluarkan selama bulan berlangsung adalah Sebagai berikut Dept I Biaya bahan baku Biaya bahan penolong Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Diminta ; Berdasarkan informsi di atas, maka tentukan a. b. c. d. e. Harga pokok produksi per satuan yang dihasilkan oleh Departemen I Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Depar teman II Harga Pokok produk dalam proses akhir bulan yang dihasilkan oleh Departemen I Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang Harga pokok produk yang masih dalam proses akhir yang dihasilkan oleh Departemen II Rp. Rp. Rp. Rp. 350.000 406.000 500.650 711.450 Rp. Rp. Rp. Dept II 409.500 473.000 352.000