PEDOMAN TEKNIK

TATA CARA PENENTUAN LOKASI TEMPAT ISTIRAHAT DI JALAN BEBAS HAMBATAN

No. 037/T/BM/1999 Lampiran No. 15 Keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No. 76/KPTS/Db/1999 Tanggal 20 Desember 1999

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA MARGA NOMOR : 76/KPTS/Db/1999 TENTANG PENGESAHAN LIMA BELAS PEDOMAN TEKNIK DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA DIREKTUR JENDERAL BINA MARGA, Menimbang a. bahwa dalam rangka menunjang pembangunan nasional di bidang kebinamargaan dan kebijaksanaan pemerintah untuk meningkatkan pendayagunaan sumber daya manusia dan sumber daya alam, diperlukan pedoman-pedoman teknik bidang jalan; b. bahwa pedoman teknik yang termaktub dalam Lampiran Keputusan ini telah disusun berdasarkan konsensus pihak-pihak yang terkait, dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan dan keselamatan umum serta memperkirakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperolch manfaat scbesar-besarnya bagi kepentingan umum sehingga dapat disahkan sebagai Pcdoman Teknik Direktorat Jcnderal Bina Marga; c. bahwa untuk maksud tersebut, perlu diterbitkan Kcputusan Direktur Jendcral Bina Marga. Mengingat 1. Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1974, tentang Pokok-Pokok Organisasi Departemen; 2. Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1984, tentang Susunan Organisasi Departemen; 3. Kcputusan Presiden Nomor 278/M Tahun 1997, tentang Pengangkatan Direktur Jcnderal Bina Marga; 4. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 211/KPTS/1984 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum; 5. Kcputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 111/KPTS/1995 tentang Panitia Tetap dan Panitia Kerja serta Tata Kerja Standardisasi Bidang Pekerjaan Umum; 6. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 28/KPTS/1995 tentang Pembentukan Panitia Kerja Standardisasi Naskah Rancangan SNI/Pedoman Teknik Bidang Pengairan/Jalan/ Permukiman; Mernbaca Surat Ketua Panitia Kerja Standardisasi Bidang Jalan Nomor UM 01 01-Bt.2005/768 tanggal 20 Desember 1999 tentang Laporan Panja Standardisasi Bidang Jalan. Memutuskan /2.

Iampiran Keputusan Direktur Jenderal Bina Marga Nomor : /KPTS/Db/1999 Tanggal : Desember 1999

PEDOMAN TEKNIK DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Nomor Unit (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 II 12 13 I4 15

JUDUL PEDOMAN TEKNIK

NOMOR PEDOMAN TEKNIK

(2) Pedoman Pelaksanaan Campuran beraspal Dingin untuk Pemeliharaan Pedoman Pembuatan Aspal Emulsi jenis Kationik Pedoman Perencanaan Campuran beraspaI Panas dengan Pendekatan kepadatan Mutlak Pedoman Perencanaan bubur Aspal emulsi (Slurry Scad) Jembatan untuk Lalu Lintas ringan dengan Gelagar Baja Tipe Kabel, Tipe Simetris, benang 125 meter (buku 2) Pedoman penanggulangan Korosi Komponen Baja Jembatan degan Cara pengecatan Tata Cara Pelaksanaan Pondasi Cerucuk Kayu di Atas Tanah Lembek danl Tanah Gambut tata Cara Pencatatan Data Kecelakaan Lalu Lintas (Sistem 31.) Pedoman Perencanaan geometrik jalan Perkotaan Pedoman Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki pada Jalan Umum persyaratan Aksebilitas pada Jalan umum padoman Pemilihan Berbagai Jenis Tanaman untuk Jalan Pedoman Penataan Tanaman untuk Jalan Pedoman Perencanaan Teknik Bangunan Peredam Bising Cara Penentuan Lokasi Tanpat istirahat di Jalan Bebas Hambatan

(3) 023/T/BM/1999 024/T/BM/1999 025/T/BM/1999 026/T/BM/1999 027/T/BM/1999 028/T/BM/1999 029/T/BM/1999 030/T/BM/1999 03I/T/BM/1999 032/T/BM/I999 033/T/BM/1999 034/T/BM/I999 035/T/BM/1999 036/T/BM/1999 037/T/BM/1999

2.2 Maksud dan Tujuan 1. 037/T/BM/199 i .1 Latar Belakang 1.1.3 Ruang Lingkup 1.2.1 Ketentuan Umum 2.2 Penetapan Posisi Tempat Istirahat 2 .DAFTAR ISI Halaman Keputusan Direktur Jenderal Bina Marga No.2.2 Tipe Fasilitas Tempat Istirahat 2.4 Pengertian BAB II KETENTUAN 2.1 Penentuan Lokasi Tempat Istirahat berdasarkan Tingkat Kelelahan 2.3 Penetapan Fasilitas Umum untuk Tempat Istirahat i 1 1 1 1 2 4 4 4 4 4 4 7 7 Pedoman Teknik No.1 Kriteria Penetapan Ruang Parkir 2. 76/KPTS/Db/1999 Tanggal 20 Desember 1999 DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1.2 Ketentuan Teknik 2.

BAB III CARA PENENTUAN LOKASI TEMPAT ISTIRAHAT 3.1 Bagan Alir Penentuan Lokasi Tempat Istirahat 3. 037/T/BM/199 i .2 Penjelasan Prosedur Pelaksanaan LAMPIRAN A LAMPIRAN B LAMPIRAN B-1 LAMPIRAN B-2 LAMPIRAN B-3a : DAFTAR ISTILAH : LAIN-LAIN : METODE KELELAHAN : CONTOH TAHAPAN PEKERJAAN : SURVAI KUISIONER DATA KELELAHAN PENGEMUDI : SURVAI TITIK LELAH PENGEMUDI : FORMULIR PENGUJIAN KELELAHAN : FOTO-FOTO 11 11 12 13 14 14 17 18 LAMPIRAN B-31) LAMPIRAN B-3c LAMPIRAN B-4 DAFTAR PUSTAKA 19 21 22 24 LAMPIRAN C : DAFTAR NAMA DAN LEMBAGA Pedoman Teknik No.

yang dapat digunakan secara efektif untuk mengembalikan kesegaran dan meningkatkan kebugaran pengemudi yang merasa lelah. adalah suatu tempat dan fasilitas yang disediakan bagi pemakai jalan sehinga baik pengemudi. Oleh karena itu.2 Maksud dan Tujuan Pedoman ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam menentukan suatu lokasi Tempat Istirahat di jalan bebas hambatan berdasarkan faktor kelelahan pengemudi. perlu dilengkapi dengan berbagi fasilitas yang memadai untuk menghilangkan dan mengusir rasa lelah sehingga mereka dapat nielanjutkan perjalanan sampai ke tujuan dengan selmat. 037/T/BM/199 1 . 1. 1.3 Ruang Lingkup Pedoman ini mencakup cara menentukan jarak lokasi Tempat Istirahat yang tepat di jalan bebas hambatan sesuai dengan kriteria kelelahan. penumpang maupun kendaraannya dapat beristirahat untuk sementara karena alasan lelah. Pedoman Teknik No. Tempat Istirahat di jalan bebas hambatan baru memenuhi beberapa kriteria tertentu serta tidak mengganggu kelancaran dan keselamatan bagi para pemakai jalan lainnya di sepanjang jalan tersebut.1 Latar Belakang Tempat Istirahat. khususnya di jalan bebas hamhatan.BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuan pedoman ini adalah untuk menentukan lokasi Tempat Istirahat yang tepat dan fasilitasnya di bebas hambatan. letih atau mengantuk sehingga dapat mengurangi tingkat kecelakaan. Metode pengujian kelelahan yang digunakan adalah dengan alat uji sebagai berikut: 1) Alat Uji Flicker Fussion 2)Alat Uji Waktu Reaksi.

2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Kelelahan Berat adalah suatu tingkat kelelahan yang diderita pengemudi secara fisik sehingga sudah harus melakukan istirahat untuk memulihkan kebugaran. namun masih belum berbahaya untuk mengemudikan kendaraan. dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum. sehingga daya tahannya mengalami penurunan. Pedoman Teknik No. Kelelahan Ringan adalah suatu tingkat kelelahan yang diderita pengemudi secara fsik. dimana pada kondisi tertentu sebaiknya pengemudi beristirahat. Tempat Pelayanan adalah bagian dari lokasi Tempat Istirahat yang digunakan untuk melayani para pemakai jalan yang sedang beristirahat. Kelelahan Sedang adalah suatu tingkat kelelahan yang diderita pengemudi secara fisik. dan reaksinya tidak dapat berfungsi secara normal. Uji Flicker Fussion adalah suatu uji kelelahan terhadap pengemudi. sehingga dapat diketahui kelelahannya berdasar pada kemampuan penglihatan pengemudi. Kelelahan adalah suatu kondisi manusia yang mengalami pembeban kegiatan secara terus menerus baik secara fisik maupun mental. 037/T/BM/199 2 . SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) adalah bagian dari tempat pelayanan yang dilengkapi sarana penjualan bahan bakar kendaraan.1.4 Pengertian 1) Tempat Parkir adalah suatu tempat dimana kendaraan para pemakaian jalan dapat diparkir dengan aman dan nyaman selama pengemudi dan penumpang beristirahat dan melakukan kegiatan lainnya.

037/T/BM/199 3 .7) Daerah Rawan Kecelakaan adalah suatu daerah pada ruas jalan bebas hambatan yang berdasarkan kriteria tertentu dinyatakan sebagai derah rawan kecelakaan 9) Uji Waktu Reaksi adaah suatu uji kelelahan terhadap pengemudi menggunakan alat uji reaksi cahaya dan reaksi suara. Pedoman Teknik No. sehingga dapat diketahui tingkat kelelahan pengemudi pada gerakan refleks.

037/T/BM/199 4 .2.2 2.BAB II KETENTUAN 2. Mempunyai lahan yang memadai untuk penempatan fasilitas Tempat Istirahat dan pelayanan.Tipe III : Ringan (tidak terburu-buru).1 2. Mempunyai minimum 2 jalur lalu lintas dan setiap jalur terbagi atas 2 lajur.1 Ketentuan Umum Kriteria Penetapan Tempat Istirahat Jalan bebas hambatan yang memerlukan Tempat Istirahat adalah: 1) 2) 3) 4) Mempunyai panjang jalan minimum 30 km. : Sedang. Mempunyai tingkat rawan kecelakaan sedang dan tinggi. 2.Tipe I .1. 2.1.2 Tipe Fasilitas Tempat Istirahat Fasilitas Tempat Istirahat dibagi dalam 3 tipe yaitu: . : Berat.1 Penentuan Lokasi Tempat Istirahat berdasarkan Tingkat Kelelahan Pedoman Teknik No.2 Ketentuan Teknik Penentuan secara teknis untuk fasilitas Tempat Istirahat dapat dilakukan berdasarkan beberapa kriteria sebagaimana diuraikan di bawah ini 2.Tipe II .

2. Kriteria untuk menetapkan fasilitas Tempat Istirahat yang didasarkan pada hasil uji tingkat kelelahan pengemudi dengan metoda Flicker Fussion dan Uji Reaksi. Ringan Sedang 3. 1. - Berat3) < 15 30-65 > 65 Tipe Fasilitas I II III a) Hasil uji lelah (%) sama dengan persentase dari sempel yang diuji tingkat lelanya.1 Penetapan Lokasi Survai Kelelahan a. Waktu Reaksi Suara dan Cahaya No.2. Prosentase Hasil Uji Lelah Hasil Uji Lelah (%) No.580 milidetik > 580 milidetik 1.1. Tabel 1. Kriteria Lelah Hasil Uji < 410 milidetik 410 . 2.2 Penetapan Lokasi Fasilitas Tempat Istirahat Jika suatu ruas jalan sudah diidentifikasikan memiliki tingkat kecelakaan (laka) sedang atau tinggi maka diperlukan uji kelelahan. Berat 2) Kriterian Penentuan tipe fasilitas Tabel 2.1. Rawan laka rendah : > 12 x 10-8 kecelakaan/km-perlalanan : 5 .2. 3. Catatan: Ringan > 65 - 1 Sedang 2) 15-65 > 65 c. Rawan laka sedang c. adalah sebagai berikut: 1) Kriteria kelelahan dengan uji waktu reaksi. Pedoman Teknik No.12 x 10-8 kecelakaan/kni-perlalanan : < 5 x 10-8 kecelakaan/km-perjalanan 2. 037/T/BM/199 5 . Rawan laka tinggi b.

3 Penetapan Lokasi Fasilitas Tempat Istirahat berdasarkan Geometrik dan Lingkungan Jalan Penentuan lokast fasilitas Tempat Istirahat berdasarkan kondisi geometrik dan lingkungan jalan adalah sesuai dengan Tabel 3. Kondisi Geometri dan Lingkungan Lokasi Fasilitas Tempat Istirahat (dipisahkan dari jalur lalu lintas) Geometri Jarak Lahan (minimum) • 15m dari sisi bahu jalan sebclah luar yang dipcrkcras • 15mdari sisi bahu jalan sebelah luar yang diperkeras • 20m dari tepi perkerasan perkcrasan • akses lalan inasuk dan keluar No. jika persentase uji lelah diperlukan Tempat Istirahat. maka diperlukan Tempat Istirahat Tipe 1. II Sedang jalan lurus • 4 lajur 2 jalur • 1000m sebelum/ sesudah akses 3. 1.1. Tipe Fasilitas I Tingkat lelah Ringan • Diusahakan pada 2.2. III Be rat (Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Tol) terscndiri Pedoman Teknik No. 037/T/BM/199 6 . Tabel 3. 65% maka tidak Jika kondisi kriteria lelah Sedang. Jika persentase uji lelah jatuh di antara 15 dan 30%.b) c) Untuk kondisi kriteria lelah Ringan. maka diperlukan Tempat Istirahat Tipe II. 2. dan hasil persentase uji lelah > 65%.

Luas Standar Tempat Parkir No. 2. Lelah Sedang : 3 . 3. Tingkat Lelah Ringul Sedarig Berat Tipe Fasilitas I 11 III Jarak Tempat Istirahat (sebelum titik rawan laka) (km) 7 .2 km dari gerbang Tol. 2.2 Penetapan Posisi Teinpat Istirahat Tabel 4. Penempatan Fasilitas Tempat Istirahat No.15 16 . 1.10 11 . maka posisi atau jarak dari gerbang Tol ke lokasi ftsilitas Tempat Istirahat dapat didasarkan sebagai berikut 1.4 km dari gerbang Tol.25 Jika lokasi penempatan fasilitas Tempat Istirahat pada Tabel 4 di atas tidak dapat dilakukan karena keterbatasan panjang jahin bebas hambatan yang ada atau direncanakan.2. Lelah Berat : 1 .2. 2. 037/T/BM/199 7 . Lelah Ringan : 5 . 1 2 3 Tipe ftsilitas 1 II III Luas Tempat Parkir.3 Penetapan Fasilitas Umum Untuk Tempat Istirahat 1) Tempat Parkir 1) Tempat Parkir Tabel 5.2. Minimum (m2) 150 30() 500 Pedoman Teknik No. 3.7 km dari gerbang Tol.

2. 10 15-20 Min. 037/T/BM/199 8 . Mushola. 3 5-7 Toilet wanita. 5 Min. Mushola dan Taman Jumlah No . 10 15-20 Lugs standar 1. 120 Min. Luas Toilet Urnutn jumlah No. Taman dan Taman Plus Tabel 7. Tipe fasilitas I II III Tempat duduk (buah) > 20 > 30 > 50 Telepon umutn (minimum) (buah) 1 2 3 Luas Mininuun mushola (m 2P) (huah) 9 15 21 Taman (m2) 500 1000 5000 Pedoman Teknik No.70 >71 Min. 2. Telepon umum. Tempat duduk. (buah) Min. 5 Min. Telepon Umum. 1. 3. 2 Min. Tipe Fasilitas Orang Urinal (hush) Toilet pria (hush) Min.2) Toilet Umum Tabel 6. 240 290-350 3) Tempat Duduk. I II III 3 < 45 46 .

Tip e fasilitas 1. Luas Kios Luas standar Minimum 140 170 210 250 No. 037/T/BM/199 9 . Ia Ib II a II b Pengunjung (orang) <100 150-101 250-201 >251 Tcmpat Duduk Minimum (huah) 30 40 60 80 6 ) SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Luas SPBU ditentukan berdasarkan jumlah kendaraan yang dilayani Stasiun bahan hakar standar memiliki flow meter. 5.201 >251 Tempat Duduk Minimum (huah) 70 100 130 160 190 Luas Minimum (m-) 400 500 650 800 950 5) Kios Tabel 9. 4. 1. 3.4 ) Restoran Tabel 8. 2. Tipe Fasilitas I dan II a II b III a III b III c Jumlah Pengunjung (oratng) <100 150. Luas standar SPBU ditunjukkan pada Tabel 10: Pedoman Teknik No. Luas Restoran No. 4. 2. 1.151 250 .101 200 .

I dan II 4 300 120 2.Tabel 10. mobil/bengkel. III 4 300 120 80 Lain-lain (m2) 50 50 Luas Total minimum (m2) 470 550 Pedoman Teknik No. Luas Fasilitas SPBU Ruang Jumlah Ruang untuk pengisiaan Kantor Tipe Flowmeter cuci bahan baker minimum No. 037/T/BM/199 10 . fasilitas miniumum 2) (m minimum (buah) minimum (m2) (m2) 1.

BAB III CARA PENENTUAN LOKASI TEMPAT ISTIRAHAT 3.1 Bagan Alir Penentuan Lokasi Teinpat Istirahat Pedoman Teknik No. 037/T/BM/199 11 .

2. Pedoman Teknik No. 037/T/BM/199 12 . 7) Penetapan lokasi dan Tipe Fasilitas Tempat Istirahat Tetapkan lokasi dan tipe fasilitas Tempat Istirahat sesuai dengan Butir 2.2.2 Penjelasan Prosedur Pelaksanaan 1) Jalan Bebas Hambatan 1ihat Butir 2.3.Dapatkan infomasi data kecelakaan lalu lintas dari PT Jasa Marga 3) Penetapan lokasi dan titik rawan kecelakaan .2. Alat ukur kelelahan (Flicker Fussion. c.3. Jumlah sampel : 100 sampel (10 % volume lalu lintas selama tiga jam) 5) Analisa Data . . Teknik survai : wawancara di tepi jalan dan uji pengemudi.Tetapkan lokasi survai di jaan bebas hambatan sekitar lokasi rawan kecelakaan dan lokasi yang belum ada Tempat Istirahat.Tentukan nilai-nilai yang akan menunjukkan kriteria-kriteria kelelahan.1.Tetapkan suatu titik rawan kecelakaan yang berada pada ruas jalan bebas hambatn 4) Penetapan lokasi dan pelaksanaan survai .Tentukan survai untuk mengukur kelelahan pengemudi menggunakan alat dan cara sebagai berikut: a. 2) Informasi data kecelakaan lalu lintas . 6) Kriteria Lelah Tetapkan kriteria lelah sesuai dengan Butir 2.Tentukan lokasi rawan kecelakaan yang diperoleh berdasarkan data sekunder (PT. .Hitung tingkat kecepatan .4. . kecepatan reaksi suara tau bunyi dan kecepatan reaksi cahaya). b. 1. 1ihat Butir 2.Lakukan analisis terhadap data yang diperoleh. Jasa Marga).Tetapkan lokasi survai .1.

037/T/BM/199 13 .LAMPIRAN A DAFTAR ISTILAH ATM Laka SPBU : Anjungun Tunai Mandiri : kecelakaan : Stasiun PengisianBahan-bakar Umum Pedoman Teknik No.

50 . 2) WAKTU KECEPATAN REAKSI SUARA a. dalam diwawancara dengan Pedoman Teknik No. Baca hasil pada alat.LAMPIRAN B-1 METODA KELELAHAN Metoda untuk mengukur kelelahan pengemudi dapat dilakukan dengan 3 cara sebagaiberikut: 1) UJI FLICKER FUSSION a. Tekanl seketika salah satu simhol yang ada disamping alat.pengemudi I : 36. kemudian diuji menggunakan alat uji Flicker Fussion.17 . Di antara pengemudi 1. IIdan III maka yang telah mengalami kelelahan berat adalah pengemudi III. Cara pengukuran Arahkan penglihatkan pada alat.pengemudi II : 37. bila merasa sinyal tersebut nuulai hcrgcrak lambat. b.2 Kesimpulan Makin kecil angka yang dihasilkan makin besar tingkat kelelahannya. Pendataan Pengemudi diminta untuk berhcnti kemudian d1wawancarai dengan kuisioner (formulir terlampir).pengennuli III : 28. maka akan terlihat sinyal yang bergerak dart kiri ke kanan. Contoh: hasil yang diperoleh misalnya tercatat nilai-nilai sebagai berikut . 037/T/BM/199 14 . Pendataan Pengemudi diminta untuk berhenti.

pengemudi I : .pengemudi III : 520. Pendataan Pengemudi diminta untuk berhenti lalu diwawancara dengan kuisioner (terlampir). Tekan tombol seketika apabila melihat cahaya pada alat. Letakkan tangan kanan pada tombol.63 Pedoman Teknik No. Tekan tombol seketika apabila mendengar bunyi pada alat. Cara pengukuran a. b. kemudian ditest menggunakan alat uji Ricker Fussion. kemudian di uji menggunakan alat uji Flicker Fussion. Letakkan tangan kanan pada tombol. Ulangi hingga tiga kali. II dan III maka yang telah mengalami kelelahan berat adalah pengemudi II.30 193.20 394. Cara pengukuran a. Ulangi hingga tiga kali. b. Baca hasil pada alat.05 184. b.pengemudi 11 : .kuesioner (formulir terlampir). c. Baca basil pada alat.0 310. Contoh: Hasil yang diperoleh tercatat . d.pengemudi 111 : sebagai berikut: 529.63 Kesimpulan Makin kecil angka yang dihasilkan makin besar tingkat kelelahannya. 037/T/BM/199 15 . c. kemudian dirata-ratakan. 3) WAKTU KECEPATAN REAKSI CAHAYA a. d.pengernudi II : .pengenuldi I : . kemudian di rata-rata Contoh: Hasil yang diperoleh tercatat sebagai berikut: . b. Di antara pengemudi 1.

Kesimpulan Makin kecil . 037/T/BM/199 16 .uigka yang dihasilkan makin besar tingkat kelelahannya. 11 dan III maka yang telah meng lami kelelah.ui berat adaai pengemudi II. Diantara pengemudi I. Pedoman Teknik No.

Jadi tempat istirahat hanis didirikan pada KM. Survai 6). Jalan bebas hambatan Jakarta-Cikampek dengan panjang 81. Pilih tingkat lelah berat lokasi Tempat Istirahat sesuai dengm ketentuan pada Tabel 4. Analisis lihat Butir 2. Penentuan lokasi survai di STA/km 58+500 5). Atai STA 33+500. tingkat kelelahan 7).1. Daerah ruas rawan laka pada STA/kam 30+000 .5 kin 2). 8). Kesimpulan: Penempatsun Tempat Istirahat 25 km sebelum titik rawan laka.LAMPIRAN B-2 CONTOH TAHAPAN PEKERJAAN 1).55+000 3).1. Titik rawan laka STA/km 58+500 4). Pedoman Teknik No. 037/T/BM/199 17 .

2. Mohon jangan ada jawaban yang kosong atau pertanyaan yang tidak terjawab. Pedoman Teknik No. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui titik kelelahan pengemudi pada perjalanan jarak jauh. Petunjuk Menjawab: 1.LAMPIRAN B-3a FORMULIR-1 SURVAIKUISIONER DATA KELELAHAN PENGEMUDI SURVAI KUISIONER DATA TITIK KELELAHAN PENGEMUDI (KERAHASIAAN IDENTITAS PENGEMUDI DIJAMIN DALAM PENGISIAN KUISIONER INI) Maksud dan Tujuan Survai: 1. Survai kuisioner ini dimaksudkan untuk meneliti titik kelelahan pengemudi dan karakteristik pengemudi. 3. Karena itu motion memberikan jawaban yang sehenar-benarnya. Kerahasiaan identitas responden dijamin. 037/T/BM/199 18 . 2. Kuisioner ini dibagi menjadi 5 (lima)bagian yaitu: Data Umum Data Pengemudi Data Kendaraan Data Perjalanan Data Persepsi Pengemudi 4. Tidak akan ada penilaian terhadap hasil jawaban kuesioner ini.

combi... light truk) c. Kendaraan ringan (sedan jeep....LAMPIRAN B-3b FORMULIR-2 SURVAI TITIK LELAH PENGEMUDI Nomor responden : ... Pendidikan terakhir 3.. 037/T/BM/199 19 ......Ruas Jalan : B. Kendaraan pribadi b........... Jam : 3.... mini bus) b.. trailer). Pedoman Teknik No. truk 2as) d.KM : 6...... Pengaama i mengemudi : : : tahun C. DATA UMUM 1... Hari/Tgl : 2.. DATA PENGEMUDI 1............ Cuaca : 4.. Umur/Usia 2. DATA KENDARAAN Klasifikasi Kendaraan : a. Kendaraan besar dan berat (truk gandengan................. Kendaraan sedang (mikro bus.. Kendaraan Umum Barang d. truk 3 as.Lokasi : 5............STA.......... Kendaraan besar (bus... A... Kendaraan Dinas Jenis Kendaraan a.. Kendaraan Umum Penumpang c.....

037/T/BM/199 20 .D. DATA PERJALANAN 1. Sebelumnya sudah herapa kali berhenti 4. Asal dari kota 2. Tujuan ke kota 3. Kecepatan rata-rata selama perjalanan : : : : kali kali/jam Pedoman Teknik No.

Reaction Time Nama U si a Lama mengemudi : : : tahun jam I Hasil Tent Flicker Jam I II 1 2 3 II. 037/T/BM/199 21 . Hasil Test Waktu Reaksi Jenis Test Suara Cahaya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-rata Pedoman Teknik No.LAMPIRAN B-3c FORMULIR-3 FORMULIR PENGUJIAN KELELAHAN Peralatan : -Digital Flicker Value Tester .

037/T/BM/199 22 .LAMPIRAN B-4 FOTO-FOTO Pedoman Teknik No.

Gambar 4. 037/T/BM/199 23 . Survai Titik Lelah Pengemudi Pedoman Teknik No.

No: O1U/T/I t/1995 Pedoman Teknik No. Perencanaan Tempat Istirahat dan Pelayanan di Jalan Behas Hambalan. 037/T/BM/199 24 .DAFTAR PUSTAKA Pedoman Teknik.

Pedoman Teknik No. 037/T/BM/199 25 .

Nany Kusminingrum Pusat Litbangjalan Anggota: It. hl.Sc Drs.Sc Ir. Andri Herdianti Ir.: 13/KPTS/Bt/1999) Ketua: Ir.Sc Ir. Gunawan Atti Setiarti. Pemrakarsa Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan. BE Ir.Sc Wakil Ketua: DR. BE Tauhid Ridwan. G. M.Sc Ir. loko Harsono.BE 4). M. M.. M. I.BE Imam Santoso.Eng. M. Badan Penelitian dan Pengembangan PU. Guna Gunawan Ir.Sc. M.Sc Imam Santoso. MSc DR. Agus Bari Syailendra. BE DR. Sanoe Drs. M. Bambang Ismanto. Robert S. Direktorat Bina Teknik. Fanny P It. Lanalyawati. M. Didik Rujito. Joko Harsono.Sc Jr. Muhamad ildrais Lubis Ir. Siti Mardiyah Ir. Panca Dharma Oe.Sc DR.Sc Ir. Hikmat Iskandar. Vera G.Sc Ir. Tim Pembahas : DR. Erwin Kusnandar Drs. Adri Herdianti fr.F. M. It. Nany Kusminingntm Ir. Erwin Kusnandar Drs.Sc Ir. Direktorat Jenderal Bina Marga 2). Gunawan Atti Setiarti. Direktorat Lalu Lintas Jalan (Hubdar) Departemen Perhubungan Direktorat Lalu Lintas Kota (}iubdar) Departemen Perhubungan 3).F. BE Pusat LitbangJalan Ditjen Bina marga Pusat LitbangJalan Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Niarga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Ditjen Bina Marga Pusat Litbang lalan Badan Litbang PU Pusat Litbang lalan Pusat Litbang jalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat Litbang lalan Pusat Litbang jalan Pusat LitbangJalan Pusat Litbang /alan Pusat LitbangJalan Pusat Litbang lalan Pusat LitbangJalan Pusat Litbang Jalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Pusat LitbangJalan Institut Teknologi Bandung Pusat LitbangJalan Institut Teknologi Bandung . Ir.. Yayah Sumardiyah Ir. M. Adn Herdianti Ir. Agus Ban Syailendra. M. BE Lanalyawati. Vera G. I.Sc fr. Ir. Poernomosidhi P.Eng. Kelompok Kerja Bidang Lalu Lintas dan Pusat LitbangJalan Pusat Litbang Jalan Pusat Litbang Jalan Ditjen Bina Marga Pusat Litbang lalan Pusat Litbang lalan Pusat LitbangJalan (SK Ketua Panja No. M. Hikmat Iskndar. G. M..Sc Ir. Didik Rujito. Sanoe Drs. Subagus Dwinurjaya. Siti Mardiyah Ir. Willy Tumewv. Ir. BE Tauhid Ridwan. Panca Darma Oetoyo. NLEng. M. Hartom. Penyusun : Lingkungan Jalan Ir. Poernomosidhi P.Sc Ir. Sukawan Mertasudira. Muhamad Idris Lubis Ir.Sc Ir. Ir.LAMPIRAN C DAFTAR NAMA DAN LEMBAGA 1).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful