Anda di halaman 1dari 30

Tahukah Anda Sejarah Ditemukannya Ban dan Roda?

Roda sebagai bagian vital kendaraan atau mesin, mula pertama ditemukan oleh orang Sumeria pada 3.500 tahun SM. Di Mesopotamia, ditemukan pula sebuah benda bulat dengan poros di bagian tengahnya, diperkirakan sebuah tatakan untuk membuat tembikar dari masa yang sama. Ini membuktikan bahwa pada saat itu orang mulai tahu prinsip kerja gerak lingkaran. Selanjutnya, pada 3000 SM, kereta dorong mulai dikenal di Asiria, kemudian berlanjut di Lembah Indus. Sedangkan masyarakat Eropa Daratan dan Tengah baru mengenal kereta dorong sekitar 1000 SM, malah Inggris baru pada tahun 500 SM. Pada mulanya kendaraan yang beroda belum bisa dibelok-belokkan. Tiap kali akan berbelok, seluruh roda beserta keretanya haus diangkat. Masalah ini lalu terpecahkan dengan ditemukannya poros untuk roda depan yang bisa membelokkan roda. Saat orang mulai menggunakan kereta perang, roda yang sudah berjeruji mulai dilengkapi ban, yang bentuknya masih amat sederhana: apakah dibalut kulit atau lapisan tembaga. Agar awet di jalanan jelek, roda diberi berpaku-paku atau jerujinya dibuat menembus pelek. Bahkan, para ahli teknik Romawi memodifikasi roda menjadi penggerak untuk irigasi. Roda berangsur menjadi bagian dari budaya dan teknologi. Orang sadar, bahwa gerak mekanis bagi penciptaan apa pun, hanya bisa dilakukan dengan roda. Lompatan ilmu pengetahuan ini terjadi ketika manusia menemukan roda bergigi, yang mula pertama digunakan pada roda tenaga air. Kemudain pada abad I SM, gabungan roda dari berbagai ukuran dan masing-masing dihubungkan dengan tali. Inilah yang belakangan diketahui sebagai prinsip perpindahan beban, percepatan dan perlambatan putaran. Prinsip ini kemudian menjadi mekanisme dasar penciptaan jam. Pada tahun 1515 orang menemukan wheel-lock, roda yang bisa diputar dan berhenti oleh sebuah benda pengganjal. Prinsip ini kemudian dikembangkan menjadi roda gerigi pemantik bom - dan korek api. Dunia teknik sangat terbantu oleh penemuan roda. Dari mesin es krim sampai PLTA, menis jahit sampai pesawat ulang-alik, sepeda sampai mobil balap formula. Perkembangan roda sebagai penggerak kendaraan kemudian tak dapat dilepaskan dari perkebangan ban, yang ditentukan oleh peran Robert William Thomson dan John Boyd Dunlop.

Thomson, seorang insinyur Inggris, mengembangkan ban mati di sekeliling pelek kendaraan menjadi ban hidup alias berongga udara yang dipatenkan pada tahun 1845. Karya Thomson kemudian dikembangkan oleh bapak ban Dunlop, seorang dokter hewan asal Belfast, Irlandia. Jika Thomnson menggunakan kulit binatang sebagai bahan dasarnya, Dunlop menggantinya dengan karet. Penemuan yang dipatenkannya tahun 1870 itulah cikalbakal roda kendaraan masa kini. Tokoh lain pun menyusul. Charles Kingston Welch menemunakn ban dalam yang tidak langsung terkena permukaan tanah karena diberi lapisan tambahan. Sedangkan William Erskine Bartlett, menemukan ban luar yang dilengkapi penguat pada tepinya, agar tidak mudah lepas ketika dipasang pada pelek. Sejak itu, teknologi ban berkembang pesat. Perbaikan, baik dari segi teknik pembuatan maupun materi dasarnya, tumbuh dari waktu ke waktu. Sampai sekarang, ragam, macam dan jenis ban sangat beraneka. Jumlahnya tak kurang dari 3.500 macam. Baik ban luar yang mengharuskan pemakaian ban dalam, maupun jenis tubeless alias tanpa ban dalam

Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan. Pada tahun 1839, Charles Goodyear berhasil menemukan teknik vulkanisasi karet. Vulkanisasi sendiri berasal dari kata Vulkan yang merupakan dewa api dalam agama orang romawi. Pada mulanya Goodyear tidak menamakan penemuannya itu dengan nama vulkanisasi melainkan karet tahan api. Untuk menghargai jasanya, nama Goodyear diabadikan sebagai nama perusahaan karet terkenal di Amerika Serikat yaitu Goodyear Tire and Rubber company yang didirikan oleh Frank Seiberling pada tahun 1898. Goodyear Tire & Rubber Company mulai berdiri di tahun 1898 ketika Frank Seiberling membeli pabrik pertama perusahaan ini dengan menggunakan uang yang dia pinjam dari salah seorang iparnya. Pada tahun 1845 Thomson dan Dunlop menciptakan ban atau pada waktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. Sehingga Thomson dan Dunlop disebut Bapak Ban. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam, sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar. Ban Biasa: Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka dari ban. Cord ditenun dengan cara zig-zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Ban Radial: Untuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap

pusat atau crown dari ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan "Breaker" atau "Belt". Ban jenis ini hanya menderita sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial ini juga mempunyai "Rolling Resistance" yang kecil. Ban Tubeless: Ban Tubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban dalam. Ban tubeless in diciptakan sekitar tahun 1990 # Tread adalah bagian telapak ban yang berfungsi untuk melindungi ban dari benturan, tusukan obyek dari luar yang dapat berusak ban. Tread dibuat banyak pola yang disebut Pattern. # Breaker dan Belt adalah bagian lapisan benang (pada ban biasa terbuat dari tekstil, sedangkan pada ban radial terbuat dari kawat) yang diletakkan diantara tread dan casing. Berfungsi untuk melindungi serta meredam benturan yang terjadi pada Tread agar tidak langsung diserap oleh Casing. # Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban. # Bead adalah bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan berfungsi seperti angkur yang melekat pada Pelek

Ukuran ban Kode ban Dimensi atau ukuran sebuah ban dapat dinyatakan sebagai berikut: " 205 / 55 /ZR16 " Keterangan dimensi atau ukuran ban tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut: 205 : Lebar telapak ban (mm) 55 : aspek ratio untuk ketebalan ban (%) dari lebar telapak ban ZR : kode limit kecepatan 16 : diameter velg ( inch ) Berikut adalah foto proses pembuatan ban

Pada setiap tahap produksi, kontrol komputer memainkan peran yang signifikan terhadap proses produksi. Dari langkah pertama produksi kompon karet, hampir semua proses ini dioperasikan secara elektronik.

Komponen dari ban (karet alam dan karet sintetis, karbon dan belerang) akan secara ketat ditentukan takarannya, agar selanjutnya bisa masuk ke mesin mixer karet. Pada saat pencampuran dilakukan secara bertahap, dalam hal ini kompon karet siap pakai masuk ke mesin lagi. Bahan menjalani kontrol kualitas, jika lulus tes, maka akan di bawa ke gudang. Kemudian dilanjutkan ke tahap produksi, seperti tali karet berlapis, lapisan kedap udara, breaker, bagian samping dan pelindung

Ini pembuatan kabel berlapis karet dibutuhkan mesin khusus. Cara kerjanya seperti alat tenun. Kabel pergi ke extruder khusus, di mana ia ditekan menjadi lembaran karet khusus. Kemudian akan dipotong untuk mendapatkan bentuk tertentu.

Bahan ini sangat lengket, dan untuk menghindari penggumpalan permukaan bahan satu dengan yang lainnya, maka bahan digulung dengan memakai lapisan di setiap sekatnya

berbagai jenis gasket karet

bahan yang sudah siap untuk dijadikan ban Perakitan Ban

Perakitan ban dilaksanakan pada mesin yang dioperasikan oleh dua orang. Satu menyisipkan kelos dengan komponen-komponen ke dalam mesin dan yang lainnya menutup cincin. Mesin mengerjakan sisanya dengan sendirinya. Sesekali pekerja memeriksa apakah ada yang cacat? Kemudian ban ini akan masuk ke tahap vulkanisasi

Ini adalah tempat vulkasnisasi ban, disini, ban terkena uap panas, aditif karbon Karet dan minyak "dipanggang" menjadi satu kesatuan yang koheren, disini juga ban mulai dicetak bentuk bannya, dan nama merk.

cetakan ban

ban-ban yang sudah siap untuk "dimasak"

pekerjaannya sangat cepat dilakukan

di tempat ini sangat bau karet, dan panas karena banyaknya uap panas

ban dimasukkan ke tempat "memasak"

ban yang sudah dimasak, sudah kelihatan kan bentuk dan pola bannya

ban yang sudah jadi didinginkan dulu, sebelum melakukan pengetesan

ban yang sudah siap untuk dites, ban harus dites terlebih dahulu sebelum dikirim ke konsumen Setelah berakhirnya proses produksi selanjutnya adalah pengetesan. Roda berputar di tengah, dengan kecepatan yang konstan sebesar 340 km / jam, sebenarnya kecepatannya tergantung jenis bannya itu sendiri. Jadi ada gesekan ban di roda sehingga seperti simulasi saat anda berkendara

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5959166Koleksi

Gambar Unik | Kumpulan Foto Aneh | Video Unik 2011Gambar Unik 2011Gambar AnehGambar LucuGambar GokilGambar HantuGambar HotFenomena AlamFenomena AnehKeajaibanVideo Unik 2011

Labels: Pabrik Diposkan oleh: Koleksi Gambar Unik 2011

Istilah sulfonasi terutama digunakan untuk menyatakan reaksi-reaksi yang menggunakan pereaksi sulfonasi yang umum seperti asam sulfat pekat, oleum, dan pereaksi lainnya yang mengandung sulfur trioksida. Sulfonasi senyawa aromatik merupakan salah satu tipe jenis sulfonasi yang paling penting. Sulfonasi tersebut dapat dilakukan dengan mereaksikan senyawa aromatik dengan asam sulfat. Dalam percobaan sulfonasi ini, senyawa aromatik yang digunakan adalah anilin, dan percobaan dilakukan dengan mereaksikan anilin dengan asam sulfat pekat (oleum) pada suhu 1800C-1950C, dan menghasilkan produk utama berupa asam sulfanilat dan air (sebagai produk sampingannya). Reaksi:

NH2 + H2SO4 NH2 SO3H + H2O Anilin as. Sulfat as. Sulfanilat air Sulfonasi adalah reaksi kimia yang melibatkan penggabungan gugus asam sulfonat, -SO3H, ke dalam suatu molekul ataupun ion, termasuk reaksi-reaksi yang melibatkan gugus sulfonil halida ataupun garam-garam yang berasal dari gugus asam sulfonat, misalnya penggabungan SO2Cl ke dalam senyawa organik. Jenis-jenis zat pensulfonasi antara lain : 1. Persenyawaan SO3, termasuk didalamnya : - SO3 - H2SO4 - oleum 2. Persenyawaan SO2. 3. Senyawa sulfoalkilasi. Sedangkan, zat-zat yang disulfonasi antara lain: zat alifatik misalnya hidrokarbon jenuh, oleofin, alkohol, selulosa, senyawa aromatis, naphtalena, antraquinone dan lain sebagainya.

Zat pensulfonasi yang paling efisien adalah SO karena hanya melibatkan satu 3 reaksi adisi secara langsung, contohnya: RH + SO3 RSO3H ROH + SO3 ROSO3H SO3 yang banyak digunakan adalah SO3 dalam bentuk hidrat (oleum atau asam sulfat pekat) karena dengan SO3 hidrat, air akan bertindak murni sebagai pelarut. Sulfonasi senyawa aromatik merupakan salah satu jenis sulfonasi yang paling penting. Sulfonasi tersebut dapat dilakukan dengan mereaksikan senyawa aromatik dengan asam sulfat. Asam sulfat yang digunakan umumnya mengandung sulfur trioksida (oleum). Sama halnya dengan nitrasi dan halogenasi, sulfonasi senyawa aromatik adalah reaksi substitusi elektrofilik, tetapi merupakan reaksi yang dapat balik (reversibel). Untuk proses sulfonasi senyawa aromatik yang lebih kompleks, temperatur dapat memberikan pengaruh, bukan hanya terhadap laju reaksi, tetapi juga terhadap sifat dari produk yang dihasilkan. Sebagai contoh, perubahan temperatur dalam sulfonasi naftalena menyebabkan perubahan komposisi produk asam monosulfonat dari sekitar 95% alpha isomer pada temperatur kamar menjadi 100% beta isomer pada 2000C. Salah satu proses yang melibatkan reaksi sulfonasi yaitu pembuatan Asam Sulfanilat. Adapun proses pembuatannya yaitu,

A. Skala Laboratorium
Asam sulfanilat dapat dibuat dari reaksi antara anilin dengan oleum (asam sulfat pekat) pada suhu reaksi antara 180C dan 195C dengan produk utamanya yaitu asam sulfanilat, sedangkan produk sampingnya yaitu air. Pada mulanya produk yang dihasilkan larutan karena asam sulfanilat bersifat mudah larut maka untuk mendapatkan kristalnya didinginkan.

1800C

NH2 + H2SO4 NHHSO4 NH2 SO3H +H2O


Anilin as. Sulfat as. Alanilat as. Sulfanilat air Produk alanilat ini merupakan produk yang tidak tentu, di mana lewat pemanasan berlanjut akan menghasilkan asam sulfanilat dan air.

B. Skala Industri
Secara komersial, asam sulfanilat dibuat dengan proses Baking. Dalam proses ini, anilin dan asam sulfat pekat dimasukkan ke dalam ke dalam suatu ketel besi tuang yang dilengkapi dengan kondensor refluks. Lalu dimasukkan benzena sulfonat, dicampurkan dalam ketel besi. Pengadukan dilakukan dalam suhu operasi 1500C, anilin dan air yang keluar dalam ketel besi akan direflux oleh kondensor. Dua jam setelah penambahan anilin (dari kondensor reflux), maka reaksi akan sempurna, dengan hasil yaitu asam sulfanilat dengan konsentrasi 97%. Dengan kata lain Proses Baking ini sangat cocok karena asam sulfanilat yang diperoleh cukup pekat dan konversinya besar. Kebaikan menggunakan proses baking adalah: - Kondensor reflux digunakan untuk memanfaatkan kembali sisa anilin dan sulfat agar tidak terbuang begitu saja. - Dilengkapi dengan propeller untuk kesempurnaan campuran. - Sirkulasi udara dapat diatur dengan cirkulating fan. - Dilengkapi dengan coil pemanas karena suhu diatur 100 150C. Keburukan menggunakan proses baking adalah : - Temperatur harus tetap dijaga 150C karena itu diperlukan pengawas. - Larutan asam sulfat bersifat korosif dapat merusak ketel. - Ketel harus dilengkapi pompa vakum untuk memisahkan air yang ikut terbentuk selama reaksi.

Gambar 1. Flowsheet Proses Baking Sumber : Riegels, Chemical Engineering Handbook Beberapa sifat Asam Sulfanilat A. Sifat Fisika : 1. Pada suhu kamar berbentuk kristal padat yang berwarna putih. 2. Merupakan golongan asam yang sangat kuat. 3. Memiliki sifat higroskopis yaitu mudah menyerap air untuk masuk ke dalam molekulmolekulnya. 4. Berat molekul : 173,19 5. Titik cair : 288C 6. Titik didih : 172-187C 7. Mudah larut dalam air panas dan pelarut polar lainnya B. Sifat Kimia : 1.

2.

3.

Asam sulfanilat dapat dihidrolisa menghasilkan asam sulfat dan anilin


NH2 SO3H + H2O NH2 + H2SO4

Asam Sulfanilat Air Anilin Asam Sulfat

1.

2.

3.

Dengan basa akan membentuk garam, dan dapat bereaksi dengan asam nitrat menghasilkan p-nitro anilin
NH2 SO3H + HNO3 NH2 NO2 + H2SO4 Asam Sulfanilat As. Nitrat p-nitro Anilin As. Sulfat

1. Dapat bereaksi dengan amida menghasilkan sulfanilamide.

NH2 SO3 H + R C NH2 SO3 NH2 + RCOOH


NH2 Asam Sulfanilat Amida Sulfanilamide As. Karboksilat 1.

2. air.

Asam dulfanilat hampir mengalami reaksi ionisasi komplit (sempurna) dalam

NH2 SO3 H NH2 SO3 + H+


Asam Sulfanilat p-sulfit Anilin Kegunaan asam sulfanilat : a. b. c. d. e. Digunakan sebagai katalis dalam industri Dapat digunakan sebagai detergent atau sebagai zat pengemulsi. Sebagai zat pendamar ion Sebagai zat perantara untuk dyes (bahan celup),pestisida ( untuk membunuh kuman). Sebagai bahan dasar dalam industri farmasi Asam sulfanilat sendiri pada dunia industri yang paling banyak adalah sebagai bahan baku pembuatan obat -obatan dalam industri farmasi. Asam sulfanilat merupakan sumber bahan obat-obatan sulfa yang bersifat sebagai antibacterial agen. Pada tahun 1935, Domagk, seorang peneliti dari Jerman, adalah orang pertama yang meneliti nilai klinis dari protonsil yaitu suatu senyawa berwarna merah yang berasal dari pewarna azo. Para-aminobenzensulfanilat merupakan bagian yang efektif dari molekul protonsil. Senyawa ini disebut sebagai sulfanilat. Sulfanilat merupakan senyawa yang pertama dari kelompoknya yang digunakan secara meluas untuk percobaan klinis, dan ditemukan bahwa obat-obatan sulfanilat memang efektif untuk pengobatan penyakit hemolitic streptococcal dan infeksi staphylococcal. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, obatobatan yang berhubungan dengan sulfanilat disintesa dan dilakukan juga percobaan klinis. Obat-obat sintesa tersebut antara lain: sulfapyridine, sulfathiazole, sulfaguanidine, sulfadiazine, dan sulfamerazine. Obat-obatan ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri bukan dengan membunuh organisme. Walaupun sejumlah efek samping dari penggunaan obat -obatan sulfanilat ditemukan, sulfanilat memegang peranan yang penting dalam dunia pengobatan sebelum adanya antibiotika. Dalam beberapa tahun belakangan, penggunaan obat obatan yang -

disebut sebagai obat sulfa tersebut telah hilang, tetapi untuk kasus-kasus tertentu obat sulfa masih digunakan sebagai antimikroba. Unuk masa sekarang, sulfanilat digunakan terutam a untuk mengobati infeksi ringan pada saluran urin, termasuk prostatitis yang disebabkan oleh bakteri E. Coli. Obat sulfa juga pernah digunakan dalam pengobatan meningococcal meningitis dan disentri basil. Namun, setelah beberapa tahun, ketahanan basil pen yebab penyakit terhadap obat pun meningkat sehingga obat menjadi kurang efektif. Dalam beberapa tahun terakhir, telah diproduksi obat sulfa yang baru, diantaranya: trimethoprim-sulfamethoxazol. Obat ini telah meperluas pengobatan terhadap infeksi saluran urin yang berasal dari klebsiella, enterobacter dan proteus, selain E. Coli. Obat ini juga digunakan untuk pengobatan penyakit otitis akut pada anak -anak. Sifat-sifat senyawa sulfanilat (bekerja secara cepat, dapat sinergis dengan kebanyakan obat-obatan, penyerapan yang sedikit, dan efektifitas lainnya) sangat bermanfaat. Sulfanilat efektif (yang bekerja secara cepat) meliputi sulfisoxazole, sulfadiazine, dan trisulfapyrimidine. Sedangkan sulfanilat menengah yang banyak digunakan adalah sulfamethoxazole. Efek samping dari penggunaan sulfanilat diantaranya: dapat menimbulkan hiper sensitivitas yang disebut drug fever , rasa mual dan muntah. Hal ini dapat terjadi akibat frekuensi pemakaian sulfanilat yang berlebih. Obat-obatan sulfa biasanya jug dapat menyebabkan anemia hemolitik, dan kernicterus (pada bayi) melalui air susu ibunya yang mengkonsumsi obat sulfa tersebut.

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar

Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan. Sebagian besar ban yang ada sekarang, terutama yang digunakan untuk kendaraan bermotor, diproduksi dari karet sintetik, walaupun dapat juga digunakan dari bahan lain seperti baja.

Daftar isi
[sembunyikan]
y y

y y

y y y y y

1Sejarah ban 2Jenis-jenis Ban o 2.1Ban Bias o 2.2Ban Radial o 2.3Ban Tubeless 3Bagian-bagian ban 4Kode ban o 4.1Ukuran ban o 4.2Kode kecepatan ban o 4.3Indeks Beban 5Keamanan 6Kerusakan Ban o 6.1Shock CBU 7Referensi 8Pranala luar 9Lihat pula

[sunting]Sejarah ban
Pada tahun 1839, Charles Goodyear berhasil menemukan teknik vulkanisasi karet. Vulkanisasi sendiri berasal dari kata Vulkan yang merupakan dewa api dalam agama orang romawi. Pada mulanya Goodyear tidak menamakan penemuannya itu dengan nama vulkanisasi melainkan karet tahan api. Untuk menghargai jasanya, nama Goodyear diabadikan sebagai nama perusahaan karet terkenal di Amerika Serikat yaitu Goodyear Tire and Rubber company yang didirikan oleh Frank Seiberling pada tahun 1898. Goodyear Tire & Rubber Company mulai berdiri di tahun 1898 ketika Frank Seiberling membeli pabrik pertama perusahaan ini dengan menggunakan uang yang dia pinjam dari salah seorang iparnya.[1] Pada tahun 1845Thomson dan Dunlop menciptakan ban atau pada waktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. Sehingga Thomson dan Dunlop disebut Bapak Ban. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam, sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar.[2]

[sunting]Jenis-jenis Ban

[sunting]Ban Bias

B i i

t j t

i i tt

l i

[sunting]Ban Radial

t li t t i t t l

i l

t i i ili t i i B i i it i i li ij

t i i i t l i t i "R lli i t i

l "B

[sunting]Ban Tubeless

[sunting]B gi n-bagian ban


y

y y

Tread adalah bagian telapak ban yang be n gsi untuk melindungi ban dari benturan, tusukan obyek dari luar yang dapat berusak ban. Tread dibuat b anyak pola yang disebut Pattern. Breaker dan Belt adalah bagian lapisan benang (pada ban biasa terbuat dari tekstil, sedangkan pada ban radial terbuat dari kawat) yang diletakkan di antara tread dan casing. Berfungsi untuk melindungi serta meredam benturan yang terjadi pada Tread agar tidak langsung diserap oleh Casing. Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban. Bead adalah bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan berfungsi seperti angkur yang melekat pada Pelek.[6]

[sunting]Kode ban
[sunting]Ukuran ban

B i i t

l it t

ti

i B

it

" t ti R it "

li C it lili li

t i

l t t

t l

j t l

tt i lt "B lt" B l l il

lili j l j i i i

Kode ban

Dimensi atau ukuran sebuah ban dapat dinyatakan sebagai berikut:[7]" 205 / 55 /ZR16 " Keterangan dimensi atau ukuran ban tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut: 205 : Lebar telapak ban (mm) 55 : aspek ratio untuk ketebalan ban (%) dari lebar telapak ban ZR : kode limit kecepatan 16 : diameter velg ( inch )


[ u i


]Kod

c p

Kod P Q R S T H V W Y

[8]

Kecepatan (Km/Jam) 150 160 170 180 190 210 240 270 >300
"

Kode Beban Maksimum (Kg) 62 63 64 66 68 265 272 280 300 315

[9]

[ u i


]I d

B b



   !

   

70 73 75

335 365 387

80-89 450-580 90-100 600-800

[sunting]Keamanan

Batas keausan

Orang yang sedang memasang ban dan velg ke mobil

B i t

ti t

i i l l

l i ti i i ti t t i j i

ti l
&%$#

l l ili t l i it i l i

i i ti t l t i t l t l l it t

il l i i t

i t i i

l j t t ij i

t l M j

[sunting]Kerusakan Ban

&$$#

il

[sunting]Sh ck CBU
'

Ban yang mengalami rusak

Shock CB adalah peri ti a terputusnya benang - benang konstruksi ban pada posisi samping ban yang disebabkan oleh terbenturnya ban dengan keras. Shock CB paling potensial terjadi akibat jalan yang rusak, cara mengemudi yang kasar dan ceroboh.[12]

[sunting]Referensi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. ^http://www.goodyear-indonesia.com/historical.html# ^http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=235 ^http://www.bridgestone.co.id/03_tire_info/03_tire_knowledge.php ^http://www.bridgestone.co.id/03_tire_info/03_tire_knowledge.php ^http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=235&fname=02.htm ^http://www.bridgestone.co.id/03_tire_info/03_tire_knowledge.php ^http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=175&fname=hal3.htm ^http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/08/25/08022685/.pahami.arti.kode.pada.ban .mobil ^http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/08/25/08022685/.pahami.arti.kode.pada.ban .mobil ^http://www.e-dukasi.net/pengpop/pp_full.php?ppid=235&fname=07.htm ^http://www.dunlop.co.id/info.php?p_sub=4&p_id=38 ^http://www.dunlop.co.id/info.php?p_sub=4

Sejarah ban

Pada tahun 1839, Charles Goodyear berhasil menemukan teknik vulkanisasi karet. Vulkanisasi sendiri berasal dari kata Vulkan yang merupakan dewa api dalam agama orang romawi. Pada mulanya Goodyear tidak menamakan penemuannya itu dengan nama vulkanisasi melainkan karet tahan api. Untuk menghargai jasanya, nama Goodyear diabadikan sebagai nama perusahaan karet terkenal di Amerika Serikat yaitu Goodyear Tire and Rubber company yang didirikan oleh Frank Seiberling pada tahun 1898. Goodyear Tire & Rubber Company mulai berdiri di tahun 1898 ketika Frank Seiberling membeli pabrik pertama perusahaan ini dengan menggunakan uang yang dia pinjamdari salah seorang iparnya. Pada tahun 1845 Thomson dan Dunlop menciptakan ban atau pada waktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. Sehingga Thomson dan Dunlop disebut Bapak Ban. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam, sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar.

JENIS-JENIS BAN Ban Bias Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka dari ban. Cord ditenun dengan cara zig -zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban.

Ban Radial Untuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling

lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan "Breaker" atau "Belt". Ban je ini hanya menderita nis sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial ini juga mempunyai "Rolling Resistance" yang kecil.

Ban Tubeless Ban Tubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban dalam Ban tubeless in diciptakan . sekitar tahun 1990. ban tubeless ini dapat menahan angin bila terjadi penetrasi oleh benda tajam yang membuat ban tubeless menjadi berlubang. Ban tubeless ini dapat menahan angin hingga kita menemukan tempat untuk menambal ban ini.

segitu gulu gan dari ane ,ane ga mengharapkan apa apa dari aga , cuma ingin bersilaturahi aja , kalo agan agan ngasih cendol itu ane anggap bonus dan ga akan pernah ane lupain cendolnya, kurang lebihnya mohon maap , wassalam

Beri Nilai