Anda di halaman 1dari 6

Laporan Praktikum Mekanika Tanah Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas

Kelompok XI
3.5 Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compressive Strength
Test)
ASTM D 2166-66

3.5.1 Tujuan
a. Pemeriksaan ini dimaksud untuk menentukan kekuatan tekan bebas
(tanpa ada tekanan horizontal), q
u
dalam keadaan asli (undisturbed)
maupun buatan (remoulded).
b. Menentukan derajat kepekaan tanah atau sensitifitas tanah (ST).

3.5.2 Teori dasar
Kuat tekan bebas (q
u
) adalah besarnya beban aksial persatuan luas
pada saat benda uji mengalami keruntuhan atau pada saat regangan aksial
mencapai 15%.
Percobaan unconfined terutama dilakukan pada tanah lempung (clay)
atau lanau (silt). Bila lempung mempunyai derajat kejenuhan 100%,
maka kekuatan gesernya dapat ditentukan langsung dari nilai kekuatan
unconfined.
Hubungan konsistensi tanah dengan kekuatan tanah lempung dari
unconfined compressive strength test:

Tabel 3.5 Hubungan Kuat Tekan Bebas (q
u
) Tanah Lempung dengan Konsistensinya

Konsistensi q
u
(kN/m
2
)
Lempung keras >400
Lempung sangat kaku 200 400
Lempung kaku 100 200
Lempung sedang 50 100
Lempung lunak 25 50
Lempung sangat lunak <25

Sumber Tabel: (Hary Christady Hardiyatmo, Mekanika Tanah I, hal. 320)

Apabila contoh lempung dari tanah tidak terganggu diremas tanpa
mengubah kadar airnya (remoulded), maka kekuatan contoh tersebut
akan turun. Sifat berkurangnya kekuatan tanah akibat adanya kerusakan
struktur tanah, dinamakan dengan kesensitifitasan (sensitifity). Tingkat
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas
Kelompok XI
kesensitifitasan (ST) dapat ditentukan sebagai perbandingan antara
kekuatan tanah yang masih asli (undisturbed) dengan kekuatan tanah
yang sama setelah mengalami kerusakan (remoulded), bila tanah tersebut
diuji dengan tekanan tak tersekap.


ST
qu

qu




keterangan:
ST = Tingkat kesensitifitasan
qu
undisturbed
=

Kuat tekan bebas maksimum pada kondisi undisturbed
(kg/cm
2
)
qu
remoulded
= Kuat tekan bebas maksimum pada kondisi remoulded
(kg/cm
2
)

Rasio kesensitifitasan sebagian besar tanah lempung berkisar antara
1-8, walaupun dalam beberapa tanah lempung murni yang mempunyai
tingkat flokulasi yang sangat tinggi yang rasionya berkisar antara 10-80.
Kehilangan kekuatan tanah setelah adanya kerusakan struktur pada
tanah dapat terjadi terutama karena memang sudah ada perubahan-
perubahan yang berarti dari struktur dasar partikel tanah tidak terganggu
selama berlangsungnya proses sedimentasi dari tanah tersebut sejak
awalnya.
Ada beberapa jenis tanah lempung tertentu yang akibat kerusakan
struktur, dapat tiba-tiba berubah menjadi cair. Tanah lempung seperti ini
disebut tanah lempung (quick clay).
Bila setelah adanya kerusakan tersebut sampel tanah dibiarkan tidak
terusik (tanpa adanya perubahan kadar air), tanah tersebut lambat laun
pulih kekuatannya. Peristiwa ini disebut thixotrophy, yaitu proses
pulihnya kembali kekuatan tanah yang lemah akibat kerusakan struktur,
sebagai fungsi dari waktu.
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas
Kelompok XI
Sebagian besar tanah pada kenyataannya hanya thixotrophy
parsial, artinya hanya sebagian saja kekuatan tanah yang hilang akibat
kerusakan tersebut kembali secara perlahan. Perbedaan antara kekuatan
asli dengan kekuatan tanah setelah pulih akibat proses thixotrophy
diperkirakan akibat struktur tanah/partikel tanah yang tidak sepenuhnya
pulih seperti sediakala.

Tabel 3.6 Klasifikasi Lempung Berdasarkan Kesensitifannya

Klasifikasi Tingkat Kesensitifan
Sangat quick 32 64
Quick tingkat menengah 16 32
Agak quick 8 16
Sangat sensitif 4 8
Sensitif tingkat menengah 2 4
Agak sensitif tidak sensitif 1 2

Sumber Tabel: (Braja M. Das, Mekanika Tanah I Jilid 2, hal. 33)

3.5.3 Peralatan
a. Pesawat tekan bebas (unconfined strength machine)
b. Sample extruder
c. Alat pencetak sampel berbentuk silinder, dengan tinggi dua kali
diameter
d. Pisau tipis dan tajam

3.5.4 Prosedur Percobaan
Persiapan Percobaan:
a. Sampel tanah tak terganggu diambil dengan alat pencetak sampel.
b. Kedua permukaan sampel diratakan, kemudian didorong keluar
dengan menggunakan piston.

Pelaksanaan percobaan:
a. Siapkan pesawat tekan bebas (unconfined strength machine).
b. Sampel tanah diletakkan pada unconfined strength machine dengan
hati-hati dan pesawat dioperasikan.
c. Setiap pembacaan arloji dimulai dengan 35 mm dan dilanjutkan
dengan pembacaan 70 mm dan kelipatannya, lalu dilakukan
pembacaan pada dial beban.
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas
Kelompok XI
=
L
Lo
x 0,01




P
A

P n x
d. Percobaan ini dilakukan sampai terjadi keruntuhan pada sampel.
Selanjutnya sampel yang telah hancur tersebut dicetak lagi untuk
percobaan remoulded dengan cara yang sama, dengan syarat massa
dan berat tanah tidak berubah. Percobaan a sampai d diulang lagi
untuk sampel yang remoulded (buatan).
3.5.5 Pengolahan Data
1. Besarnya regangan aksial dihitung dengan rumus:




keterangan:
I = Regangan aksial
(L = Perubahan panjang benda uji (cm)
Lo = Panjang benda uji semula (cm)
2. Luas penampang benda uji rata-rata:



keterangan:
L = Luas penampang benda uji semula (cm
2
)
3. Tegangan normal dihitung dari:





keterangan:
X = Angka kalibrasi dari cincin penguji (prooving ring)
4. Buat kurva harga tekanan bebas, q
u
(kg/cm
2
) terhadap regangan
kondisi undisturbed dan remoulded.
5. Hitung sensitifitas tanah.
Contoh pengolahan data:
a. Sampel undisturbed
L = .D
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas
Kelompok XI
1. L = 140 (mm)
2. L
0
= 70 (mm)
3. Pembacaan arloji(Dial regangan) = 9,2

L
0

= 35 x 0,01

= 0,02
Beban (W) = FK x Pembacaan arloji
= 0,51236 x 9,2
= 4,714 kg
Angka koreksi 1

= 1,020
Luas terkoreksi = L x angka koreksi
= 9,61625 x 1,020
= 9,809
Tegangan W

= 0,481 kg/cm
2


b . Sampel Remoulded
1. L = 140 mm
2. L
0
= 70 mm
3. Pembacaan arloji(Dial regangan) = 4,0
Regangan L x 0,01
L
0

35 x 0,01

= 0,02
Beban (W) = FK x Pembacaan arloji
= 0,51236 x 4,0
= 2,049 kg
Angka koreksi 1
1- I
= 1,020
=



=
W
A

=
L
L

x
L
L

x
=

x
=



= Regangan
Laporan Praktikum Mekanika Tanah Pemeriksaan Kuat Tekan Bebas
Kelompok XI
Luas terkoreksi = L x angka koreksi
= 9,61625 x 1,020
= 9,809
Tegangan W
A
= 0,209 kg/cm
2

3.5.6 Analisa dan Kesimpulan
Analisa
Sensitifitas tanah adalah berkurangnya kekuatan tanah akibat
rusaknya struktur tanah. Dari data yang telah didapatkan bahwa nilai
sensitifitas tanah yang didapatkan pada percobaan ini relatif rendah. Nilai
sensitifitas tanah yang didapatkan 2,571, berarti tanah yang diuji termasuk
sensitif tingkat menengah karena berada di atas range 2-4. Sesuai tabel
klasifikasi tanah berdasarkan kesensitifannya (Braja M. Das, di Buku
Mekanika Tanah I Jilid 2, hal. 33).
Kesimpulan
Selain untuk mengukur kuat tekan bebas tanah percobaan ini juga
dilakukan untuk menentukan sensitifitas tanah (ST). Hasil yang
didapatkan adalah:
q
u undisturbed
= 0,887 kg/cm
2

q
u remoulded
= 0,345 kg/cm
2

ST = 2,571
Sehingga dapat disimpulkan nilai sensitifitas tanah (ST) sebesar
2,571 yang artinya tanah tersebut sensitive tingkat menengah.

=