Anda di halaman 1dari 4

Dislipidemia adalah gangguan pada jumlah lipid pada darah. Kondisi tersebut dijelaskan lebih detail pada hiperlipidemia.

Hiperlipidemia: lipids o Hiperkolestrolemia: kolestrol o Hypergliseridemia: gliserid  Hipertrigliseridemia: trigliserid Hiperlipoproteinemia: lipoprotein o HiperSilomikronemia: silomikron

Dislipidemia

Definisi Kelainan metabolisme lipid (lemak) dapat primer (genetik) maupun sekunder (didapat) yang ditandai dengan peningkatan (hiperlipidemia) atau penurunan kadar lipid dalam darah yang mempunyai peranan penting dalam pembentukan plak pembuluh darah (aterosklerosis). Kelainan kadar lemak dalam darah yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kenaikan kadar trigliserid serta penurunan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Faktor risiko Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi nya kadar lipid;


y y y y y

Genetik Obesitas Merokok Obat-obatan (kortikosteroid, retinoid, penghambat adrenegik beta dosis tinggi) Kurang olahraga

Klasifikasi Kadar Kolesterol LDL Klasifikasi

< 100 mg/dl 100-129 mg/dl 130-159 mg/dl 160-189 mg/dl 190 mg/dl Kolesterol Total < 200 mg/dl 200-239 mg/dl 240 mg/dl Kolesterol HDL < 40 mg/dl 60 mg/dl Trigliserid < 150 mg/dl 150-199 mg/dl 200-499 mg/dl 500 mg/dl Gejala dan Tanda

Optimal Hampir optimal Perbatasan tinggi Tinggi Sangat tiggi Normal Perbatasan tinggi Tinggi Rendah Tinggi Normal Perbatasan tinggi Tinggi Sangat tinggi

Dislipidemia sendiri tidak menimbulkan gejala tetapi dapat mengarah ke penyakit jantung dan pembuluh, seperti penyakit jantung koroner dan penyakit pembuluh arteri perifer. Trigliserid tinggi dapat menyebabkan pankreatitis akut. Kadar LDL yang tinggi dapat menyebabkan xanthelasma kelopak mata, arcus corneae.

Gambar. Penyempitan pembuluh darah akibat pembentukan plak lemak.

Pemeriksaan laboratorium Dislipidemia dapat di diagnosis dengan memeriksa kadar serum lemak dalam darah. Pemeriksaan rutin yang dilakukan adalah kadar profil lipid yaitu koslesterol total, trigliserid, kolesterol LDL, kolesterol HDL. Sebelum pemeriksaan diharapkan pasien sudah melakukan puasa kurang lebih 10 jam sebelum pemeriksaan agar hasilnya tepat dan konsisten. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada semua pasien berusia u 20 tahun, setiap 5 tahun sekali.

Tata Laksana Penatalaksanaan dislipidemia mencakup non-medikamentosa (tanpa obat) dan medikamentosa (dengan obat-obatan). Penatalaksanaan yang paling penting adalah tanpa obat. Pasien melakukan perubahan gaya hidup dengan cara diet yang baik dengan komposisi makanan seimbang, latihan jasmani (aerobik), penurunan berat badan bagi yang gemuk (obesitas), menghentikan kebiasaan merokok dan minuman alkohol. Apabila dengan tatalaksana diatas gagal maka dapat diberikan tatalakasana dengan obat. Yang termasuk dalam obat penurun lipid adalah
y

Golongan statin
o Simvastatin o Lovastatin o Pravastatin o Fluvastatin o Atorvastatin o Rosuvastatin

Golongan resin
o Kolestiramin o Kolestipo

Golongan asam nikotinat


o Lepas lambat o Lepas cepat

Golongan asam fibrat


o Bezafibrat o Fenofibrat o Gemfibrazil

Penghambat absorbsi kolesterol o Ezetimibe

Sebagai contoh bila setelah memeriksakan kadar lipid mendapat hiperkolesterolemia dapat diberikan statin atau resin maupun dikombinasi. Bila terdapat banyak peningkatan pada profil lipid dapat diberikan statin atau kombinasi statin dengan asam nikotinat. Apabila hanya triglisrida yang meningkat dapat diberikan golongan asam fibrat. Untuk memonitor profil lipid dapat dilakukan setiap 6 minggu sampai target yang diinginkan oleh dokter. (source : http://www.klikdokter.com/illness/detail/152)

I'm age Zhe love the night

looking up

and until ben

waiting the

for time

you stated me

is went on

all and minds

about of the

you drift

I can not use it, how?